cover
Contact Name
Alan Alfiansyah Putra Karo Karo
Contact Email
alanalfiansyahputra@ymail.com
Phone
+6285206640908
Journal Mail Official
alanalfiansyahputra@ymail.com
Editorial Address
Jl. Alumunium Raya No. 77 Tanjung Mulia Hilir, Medan, 20241, Sumatera Utaram Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan
ISSN : -     EISSN : 27763994     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan is a scientific journal containing the publication of scientific papers on sports and health. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and discuss various topics such as, Sports Education and Sports Health.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 211 Documents
Efektifitas Model Latihan Kombinasi Fisik Dan Teknik Gulat Berbasis Circuit Training Untuk Penurunan Berat Badan Atlet Barus, Jan Bobby Nesra; Roni Sinaga; Suranta Pratama Ginting Manik; Rafika Ardilla
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 13 No 3 (2025): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v13i3.4799

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas model latihan kombinasi fisik dan teknik gulat berbasis circuit training terhadap penurunan berat badan atlet. Model latihan kombinasi fisik berbasis circuit training terhadap penurunan berat badan atlet ini dikembangkan oleh peneliti dengan metode penelitian Research and Development (R&D) dengan pendekatan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pada tahap analisis, peneliti mengumpulkan informasi terkait kebutuhan atlet untuk pengembangan model latihan kombinasi latihan fisik dan teknik gulat berbasis circuit training untuk penurunan berat badan atlet. Pada tahap desain, peneliti merancang model model aktifitas fisik serta teknik gulat yang akan disajikan serta disusun dalam bentuk flowchart. Pada tahap pengembangan, model latihan yang dihasilkan pada tahap design dan masih memerlukan pengembangan supaya di realisasikan dan siap untuk diimplementasikan. Pada tahap implementasi ini, program latihan yang telah dirancang dan dikembangkan mulai diterapkan pada atlet. Pada tahap evaluasi, dilakukan penilaian sejauh mana tujuan program telah tercapai dan untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Selanjutnya, peneliti melakukan uji efektifitas model latihan menggunakan metode eksperimen desain one group pre-test post-test dengan 20 atlet gulat Pengprov PGSI Sumatera Utara sebagai sampel. Berat badan diukur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil uji paired samples t-test menunjukkan adanya penurunan berat badan yang signifikan, t(19) = 8.00, p < 0.005, dengan rata-rata penurunan 3.40 ± 1.90 kg (sekitar 4.33% dari berat badan awal). Hasil penelitian ini menegaskan bahwa model latihan kombinasi fisik dan teknik gulat berbasis circuit training efektif untuk menurunkan berat badan atlet.
Hubungan Power Tungkai Dan Kelentukan Pinggang Dengan Start Renang Gaya Dada Atlet Kabupaten Cianjur ervankastrena, Akmal zulfa anugerah; Ervan Kastrena; Asep Ramdan Afriyuandi; Andi Nur Abady
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 13 No 3 (2025): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v13i3.4917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dengan akurat hubungan power tungkai, dan kelentukkan pinggang dengan start renang gaya dada. Metode penelitian ini adalah korelasi kuantitatif. Populasi penelitian ini ialah seluruh atlet renang gaya dada di Kabupaten Cianjur. Namun, karena tidak semua atlet bisa diteliti, maka digunakan teknik purposive sampling untuk memilih sampel yang sesuai dengan kriteria tertentu. Sampel penlitian ini sebanyak 20 orang atlet. Instrumen penelitian yang pertama menggunakan alat jump multy digital (JMD) digunakan untuk mengukur power tungkai, kemudian yang kedua menggunakan alat sit and reach untuk mengukur kelentukkan pinggang, dan yang terakhir observasi untuk melihat start renang gaya dada. Analisis data menggunakan JASP versi 0.16.0. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara power tungkai dan kelentukan pinggang terhadap start renang gaya dada. Karena kuat antara power tungkai dan kelentukan pinggang dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0.961 dan nilai p < 0.001, yang menunjukkan bahwa hubungan ini signifikan secara statistik. Selanjutnya, terdapat korelasi kuat antara power tungkai dengan start renang gaya dada dengan nilai r = 0.803 dan p < 0.001, yang juga signifikan. Selain itu, kelentukan pinggang juga memiliki korelasi kuat dengan start renang gaya dada, ditunjukkan oleh r = 0.755 dan p < 0.001. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan kekuatan dan fleksibilitas sangat penting dalam program pelatihan atlet renang Kata Kunci: Power, Kelentukan, Renang, Atlet,
Instrumen Pengukuran Kondisi Fisik Dalam Penelitian Pencak Silat: Trend Dan Penerapan Wicaksono, Pradipta Bayu; Yopi Hutomo Bhakti; Guntur Yulisatria; Citra Azhariat Malasari
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 14 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v13i3.3834

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memetakan dan mereview penerapan instrumen pengukuran kondisi fisik pada atlet pencak dengan mengunakan sumber data Garuda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif berdasarkan investigasi bibliometrik dan literature review. Diperoleh 48 jurnal nasional terakreditasi Sinta berdasarkan topik penelitian yang disesuaikan dengan tujuan penulisan. Hasil penelitian menunjukan 5 kelompok klaster dari topik penelitian. Dari hasil studi literatur review diperoleh 75% artikel mengunakan istilah “kondisi fisik” dalam mengukur kemampuan fisik atlet pencak silat. Studi ini menunjukan komponen tes yang paling konsisten diteliti adalah 1. fleksibilitas 2. kecepatan 3. kekuatan 4. kelincahan 5. daya tahan aerobik/anaerobik 6. keseimbangan 7. Power. Alat tes yang digunakan seperti: Multistage Fitness Test/bleep, Sit dan rich, sprint 30 meter, tes push-up, sit-up, dan wall sit, side steps, Vertical Power Jump Test. Menariknya hanya 27,7% yang menjelaskan petunjuk pengunaan tes, atau memiliki prosedure dalam pelaksanaan penelitian. Sehingga diperlukan pedoman standar dalam mengukur kondisi fisik atlet pencak silat. Panduan ini harus mencakup protokol pengukuran, alat yang digunakan, dan prosedur pelaksanaan yang jelas agar hasil lebih valid dan reliabel. Kolaborasi antara peneliti, pelatih, dan organisasi pencak silat untuk menyusun standar pengukuran kondisi fisik. Dengan adanya konsensus, akan lebih mudah menerapkan standar ini dalam kompetisi maupun pembinaan atlet di berbagai tingkatan.
Psychological Fluency and Its Relationship with Creative Teaching Practices among Physical Education Instructors in Light of Gender and Educational Environment Variables Salman, Suhair Rahman
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 14 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v14i1.4944

Abstract

The problem addressed in this study stems from the researcher’s observations as a teacher and through visits to various schools in both rural and urban areas, for boys and girls, where a noticeable discrepancy was found in the level of creative teaching practices among physical education teachers. This variation may be attributed to individual differences in psychological fluency, demographic characteristics, or environmental factors such as gender and the nature of the educational environment. The objectives of the study were to identify the levels of psychological fluency and creative teaching practices among physical education teachers in light of gender and educational environment variables, and to examine the relationship between these two constructs. The study adopted a descriptive design with survey and correlational approaches. The population consisted of 759 physical education teachers in Dhi Qar Governorate, comprising 376 males and 383 females, with 310 teachers working in rural schools and 449 in central schools. The total sample included 540 teachers divided into exploratory, construction, and application samples. The results revealed a strong positive correlation between psychological fluency and creative teaching practices, indicating that teachers with higher levels of psychological fluency tend to exhibit more creative teaching performance. It can be concluded that psychological fluency serves as a significant predictor of creative teaching practices, suggesting that enhancing psychological fluency may improve teachers’ creative teaching performance.
Kontribusi Kecerdasan Emosional Terhadap Kemampuan Pengambilan Keputusan Wasit Sepak Bola Hamzah, M Alif; Syahputra, Muhajjir; David Hasian Barutu Sinaga; Siti Baitul Mukarromah; Sri Sumartiningsih; Andry Akhiruyanto
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 14 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v14i1.5404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi kecerdasan emosional terhadap kemampuan pengambilan keputusan wasit sepak bola di Aceh Besar. Sampel penelitian terdiri dari 55 wasit sepak bola yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kecerdasan emosional dan pengambilan keputusan, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji linearitas ANOVA, dan analisis korelasi Pearson. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data Kecerdasan Emosional (Sig. = 0,200) dan Pengambilan Keputusan (Sig. = 0,098) berdistribusi normal, memenuhi asumsi untuk analisis parametrik. Uji linearitas menemukan bahwa hubungan antara kedua variabel bersifat linear (Sig. Deviation from Linearity = 0,364). Analisis korelasi Pearson menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,835 dengan signifikansi 0,000, menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat dan sangat signifikan. Temuan ini berarti bahwa 69,7% dari variasi dalam kemampuan pengambilan keputusan dapat dijelaskan oleh tingkat kecerdasan emosional wasit. Hasil penelitian konsisten dengan penelitian terdahulu pada berbagai populasi wasit dan cabang olahraga yang berbeda. Mekanisme yang mendasari hubungan positif ini melibatkan optimalisasi alokasi sumber daya kognitif, peningkatan efektivitas regulasi emosi, dan pengembangan efikasi diri. Implikasi praktis mencakup pengintegrasian kecerdasan emosional dalam program pelatihan wasit, implementasi sistem monitoring kesejahteraan mental berkelanjutan, program mentoring dan coaching dengan wasit senior, serta pengembangan simulasi situasi pertandingan bertekanan. Kesimpulannya, kecerdasan emosional merupakan faktor psikologis fundamental yang sangat berkontribusi terhadap kualitas pengambilan keputusan wasit sepak bola di Aceh Besar, dengan implikasi penting untuk pengembangan profesional wasit dan peningkatan integritas pertandingan sepak bola.
Analisis Gerak Start Panjat Tebing: Tinjauan Capaian Waktu World Record Dyah Kusuma Wardhani Yusnita, Dyah; Hamzah, M Alif; Muhajjir Syahputra; Fajar Awang Irawan; Sulaiman
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 14 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v14i1.5585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik gerakan start pada atlet panjat tebing nomor speed world record dengan pendekatan motion analysis berbasis video. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi aspek kinematik, khususnya waktu reaksi, sudut fleksi lutut, dan perpindahan tangan yang berperan penting dalam menentukan kecepatan gerakan saat start. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan pendekatan frame-by-frame analysis menggunakan perangkat lunak Kinovea. Data dikumpulkan dari babak kualifikasi Porprov Jawa Tengah, dengan subjek penelitian terdiri dari 12 atlet nomor speed yang berpartisipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu reaksi rata-rata atlet adalah 0,023 ± 0,011 detik, dengan sudut fleksi lutut kiri rata-rata 142,54 ± 3,22° dan sudut fleksi lutut kanan 70,24 ± 1,95° pada fase start. Perpindahan tangan tercatat 0,030 ± 0,010 detik. Pada fase akselerasi, keterlibatan kedua kaki meningkat secara lebih seimbang, dengan sudut fleksi lutut kiri 141,10 ± 1,88° dan lutut kanan 130,18 ± 1,38°. Meskipun performa atlet sudah cukup baik, hasil analisis ini menunjukkan bahwa masih terdapat jarak yang signifikan antara capaian waktu atlet dan world record yang tercatat pada kisaran 5,4 detik. Temuan ini mengindikasikan pentingnya pengoptimalan teknik gerak, khususnya pada fase start dan akselerasi, untuk mendekati capaian waktu world record. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teknik panjat tebing nomor speed world wcord, serta memberikan wawasan bagi pelatih dalam meningkatkan performa atlet pada kompetisi internasional.
Survei Komponen Fisik Dasar Atlet Cabang Olahraga Dayung Dragon Boat Di Kota Banjarbaru Achmad Maulana; Januar Inggar Yadi; , Rahmadi; Muhammad Jakir; Nadia
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 14 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v14i1.5636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen fisik dasar yang dimiliki oleh atlet dragon boat di Kota Banjarbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui pengujian fisik yang meliputi kekuatan tubuh bagian atas, daya tahan kardiovaskular, dan daya tahan tubuh secara keseluruhan. Responden dalam penelitian ini adalah 18 atlet dragon boat yang berkompetisi di tingkat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas atlet memiliki kekuatan tubuh bagian atas yang baik, namun terdapat variasi dalam hasil daya tahan tubuh bagian atas dan daya tahan kardiovaskular. Sebagian besar atlet menunjukkan nilai baik dalam tes ketahanan kardiovaskular, tetapi beberapa atlet masih perlu meningkatkan daya tahan tubuh bagian atas dan kardiovaskular mereka untuk dapat bersaing di level yang lebih tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun atlet dragon boat di Banjarbaru sudah memiliki kondisi fisik yang cukup baik, masih ada area yang perlu diperbaiki, terutama dalam daya tahan tubuh bagian atas dan ketahanan kardiovaskular, untuk mendukung performa maksimal dalam kompetisi
The The Relationship Between Physical Activity and Cardiovascular Levels of Students on the Banjarmasin Riverbanks Fauzan, Lazuardy Akbar; Dirgantoro, Edwin Wahyu; Perdinanto, Perdinanto; Nahuay, Yakup; Huda, Abdi Nul
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 14 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v14i1.5642

Abstract

Environmental conditions influence physical activity. The environment in which students live significantly influences their physical abilities. Other factors that influence physical fitness include the level of physical activity, nutrition, economic conditions, environmental conditions, community mindsets, and available facilities and infrastructure, including sports facilities. The purpose of this study was to determine the characteristics of physical activity and the level of physical fitness of junior high school students in the Banjarmasin Riverbank area. The method used in this study was descriptive quantitative. The sample in this study was junior high school students in the Banjarmasin Riverbank area. This research instrument used a physical activity questionnaire and a physical fitness test, which included a 1000-meter run for boys and an 800-meter run for girls. The data analysis used in this study was conducted with the SPSS 22.0 application. The study concludes that there is a positive and significant relationship between physical activity and the cardiovascular endurance levels of students in the Banjarmasin Riverbank area. This positive relationship indicates that if students are more active in physical activities, their cardiovascular endurance will also improve.
Pengaruh Bentuk Latihan Agility Terhadap Kemampuan Dribbling Bola Peserta Ekstrakulikuler Futsal Immanuel Sembiring; Farid M. Alhumary; Ahmad Al Munawar; Rinaldi Aditya; Filli Azandi
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 14 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v14i1.5648

Abstract

Futsal merupakan olahraga yang menuntut penguasaan keterampilan teknik dasar dan kondisi fisik yang baik, khususnya kemampuan dribbling yang didukung oleh kelincahan gerak. Permasalahan yang ditemukan pada kegiatan ekstrakurikuler futsal di SD Swasta Dharma Wanita Pemprovsu adalah kemampuan dribbling siswa yang belum berkembang secara optimal akibat keterbatasan metode latihan yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan latihan agility terhadap kemampuan dribbling bola peserta ekstrakurikuler futsal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui rancangan one group pretest–posttest design. Sampel penelitian berjumlah 12 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan dribbling futsal dengan pengukuran waktu tempuh. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik parametrik, yang meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh peserta mengalami penurunan waktu dribbling pada posttest dibandingkan pretest, dengan rata-rata peningkatan kemampuan sebesar 14,65%. Hasil uji t berpasangan menunjukkan nilai thitungt_{hitung}thitung​ lebih besar daripada ttabelt_{tabel}ttabel​, yang mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan dari latihan agility terhadap peningkatan kemampuan dribbling. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa latihan agility efektif dalam meningkatkan kemampuan dribbling futsal pada peserta ekstrakurikuler sekolah dasar dan direkomendasikan sebagai bagian penting dalam program latihan futsal usia dini
Analisis Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa pada Ekstrakurikuler Futsal SMAN 2 Ponorogo Valen Mawartiani, Valen; Taufiq Hidayat
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 14 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v14i1.5649

Abstract

Penelitian ini menerapkan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kebugaran jasmani siswa SMA Negeri 2 Ponorogo. Subjek penelitian melibatkan 35 siswa yang aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler futsal, terdiri atas 21 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan PACER Test sebagai instrumen untuk mengukur kebugaran kardiorespirasi. Hasil analisis yang mengacu pada norma Tes Kebugaran Pelajar Nasional (TKPN) Kementerian Pemuda dan Olahraga menunjukkan adanya perbedaan tingkat kebugaran kardiorespirasi berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin. Pada kelompok usia 15 tahun, tingkat kebugaran jasmani siswa didominasi kategori rendah hingga sangat rendah. Pada usia 16 tahun, terlihat kecenderungan peningkatan kebugaran, khususnya pada siswa laki-laki yang sebagian besar berada pada kategori cukup. Sementara itu, pada kelompok usia 17 tahun, siswa laki-laki mayoritas berada pada kategori sangat rendah, sedangkan siswa perempuan menunjukkan distribusi kategori yang lebih baik, yakni pada kategori cukup dan baik. Secara umum, tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 2 Ponorogo menunjukkan variasi ditinjau dari aspek usia dan jenis kelamin, namun distribusinya masih didominasi oleh kategori sangat rendah hingga cukup. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan aktivitas fisik serta penerapan program latihan daya tahan yang terstruktur dan berkelanjutan guna meningkatkan kebugaran jasmani siswa