cover
Contact Name
Tohir Solehudin
Contact Email
jpg@uika-bogor.ac.id
Phone
+6282110975474
Journal Mail Official
jpg@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Jl. K.H. Sholeh Iskandar km 2 Bogor 16162 Jawa Barat, Indonesia Telp/Fax: 0251-8335335
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Guru (JPG)
ISSN : 27221504     EISSN : 27211002     DOI : 10.32832/jpg
Core Subject : Education,
Merupakan Jurnal Pendidikan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Ibn Khaldun Bogor. Ruang lingkup meliputi penelitian para guru terkait pendidikan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 232 Documents
Peran Kelompok Kerja Guru (KKG) dalam pengembangan keprofesionalan guru di Madrasah Prita Indriawati; Afifah Nabila Ramadhani; Dina Aryani; Revina Ananda
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 4 No. 1 (2023): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpg.v4i1.9075

Abstract

Guru memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan formal untuk memberikan pondasi awal pada peserta didik. Oleh karena itu diperlukan guru profesional untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Tanggung jawab dalam mengembangkan profesi pada dasarnya adalah tuntutan dan panggilan untuk selalu mencintai, menghargai, menjaga dan meningkatkan tugas dan tanggung jawab profesinya. Penguatan Kelompok Kerja Guru (KKG) merupakan salah satu bagian dari upaya peningkatan mutu guru. Untuk itu keberadaan KKG perlu diberdayakan secara optimal, terorganisir dan berkesinambungan oleh para Guru. Penelitian ini membahas mengenai analisis pengembangan keprofesionalan Guru melalui organisasi profesi kelompok kerja guru (KKG). Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mendeskripsikan bagaimana KKG berperan penting bagi keprofesionalan guru di Madrasah. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Data diperoleh dari hasil wawancara dengan Ibu Rini Badriyah selaku guru di MI. Asysyahadah dan merupakan anggota inti KKG-MI di Balikpapan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KKG sangat berperan penting dalam membantu peningkatan keprofesionalan guru Madrasah di Balikpapan.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN DI KELAS XI SMKN 2 KOTA BOGOR Neneng Hermawati
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 4 No. 1 (2023): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpg.v4i1.9377

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui model pembelajaran Make a Match dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik tentang materi Biaya Produksi di kelas XI TKPC SMK Negeri  2 Kota Bogor. (2) untuk menggambarkan proses peningkatan aktivitas dan hasil belajar peserta didik tentang materi Biaya Produksi sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Make a Match di kelas XI TKPC SMK Negeri  2 Kota Bogor. (3) untuk mengukur besarnya peningkatan hasil belajar peserta didik tentang materi Biaya Produksi setelah menggunakan model pembelajaran Make a Match di kelas XI TKPC SMK Negeri  2 Kota Bogor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Make a Match  dapat menjadi variasi pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik sehingga terbukti meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik di Kelas XI TKPC SMK Negeri  2 Kota Bogor. Sebelum menggunakan model pembelajaran Make a Match  hasil belajar peserta didik hanya  memiliki nilai rata-rata 65.00, siklus pertama meningkat dengan nilai rata-rata sebesar 76.00 meningkat lagi di siklus ke-dua dengan perolehan nilai atau hasil belajar peserta didik dengan nilai rata-rata sebesar 79.69, dan di siklus ke-tiga nilai rata-rata peserta didik meningkat lagi menjadi 85.16. Selain hasil belajar peserta didik yang meningkat, terjadi peningkatan aktivitas peserta didik dengan materi Biaya Produksi. Perolehan prosentase pada siklus pertama sebesar 56.57% (cukup aktif),  perolehan prosentase pada siklus ke-dua sebesar 78.75%  (aktif), dan perolehan prosentase pada siklus ke-tiga sbesar 94.06% (sangat aktif). Maka dapat disimpulkan terjadi peningkatan aktivitas peserta didik dalam ketiga  siklus tersebut.
PENGARUH PENGGUNAAN SMARTPHONE TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMK ADI SANGGORO BOGOR Panji Angkasa
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 4 No. 1 (2023): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpg.v4i1.10181

Abstract

Smartphone adalah salah satu dari sekian banyaknya teknologi yang berkembang, saat ini. telepon genggam yang mempunyai kemampuan dengan penggunaan dan fungsi yang menyerupai komputer. Kehadiran smartphone yang dapat dibeli dengan mudah menjadi alternatif keterbatasan sumber belajar bagi guru dan siswa. Penggunaan smartphone pada saat ini bukan lagi menjadi suatu kebutuhan melainkan sudah menjadi tren pada masa kini, fitur yang lengkap setara dengan prangkat laptop sekalipun sudah bisa didapat dalam satu prangkat smartphone yang canggih. Penggunaan smartphone sudah menyebar luas seara merata, baik dikalangan anak-anak, remaja, dan dewasa. Temuan pada penelitian ini adalah berdasarkan pengujian melalui regresi linear sederhana diketahui Konstanta sebesar 87.779, mengandung arti bahwa nilai konisten variabel prestasi belajar adalah sebesar 87.779. Koefisien regresi X sebesar 0,002 menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai pengaruh smartphone, maka nilai prestasi berkurang sebesar 0,002. Koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X (smartphone) terhadap Y (prestasi belajar) bersifat positif
ANALISIS KEGUNAAN APLIKASI BLENDER DALAM PEMANFAATANNYA BAGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN 3D VISUAL HURUF HIJAIYYAH TERHADAP RESPON SISWA PENGAJIAN Solehudin, Tohir
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 1 No. 3 (2020): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpg.v4i1.13789

Abstract

Penggunaan aplikasi Blender dalam pengembangan media pembelajaran interaktif 3D tentang Huruf Hijaiyyah di Madrasah Pengajian menjadi suatu alternatif yang menjanjikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kegunaan aplikasi Blender dalam pemanfaatannya bagi guru untuk pengembangan media pembelajaran interaktif 3D tentang Huruf Hijaiyyah untuk mengembangkan respon visual siswa Pengajian. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Penelitian ini melibatkan 10 guru pengajar dan 4 orang siswa di Madrasah Pengajian di Bogor. Hasil analisis menunjukkan bahwa aplikasi Blender sangat berguna dalam pengembangan media pembelajaran interaktif 3D tentang Huruf Hijaiyyah. Aplikasi ini dapat memudahkan guru dalam membuat animasi 3D yang menarik dan interaktif, sehingga dapat membantu siswa untuk lebih memahami dan mengembangkan respon visual mereka.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI ERA DIGITAL Dwi Indah Lestari; Heri Kurnia
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 4 No. 3 (2023): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpg.v4i3.14252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki implementasi model pembelajaran inovatif sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi profesional guru di era digital. Artikel ini meliputi pendahuluan yang menjelaskan latar belakang perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta dampaknya dalam pendidikan. Selanjutnya, artikel ini menguraikan metode penelitian yang digunakan, dengan mengacu pada kajian pustaka dan analisis konseptual untuk memahami konsep dan karakteristik model pembelajaran inovatif yang relevan dengan era digital. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran inovatif memberikan manfaat yang signifikan bagi peningkatan kompetensi profesional guru. Namun, terdapat juga tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan model pembelajaran inovatif, seperti keterbatasan sumber daya, keterampilan teknologi yang perlu ditingkatkan, perubahan paradigma pembelajaran, dan penilaian yang sesuai. Kesimpulannya, implementasi model pembelajaran inovatif merupakan langkah penting dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di era digital. Dalam rangka mencapai hal tersebut, perlu adanya kerjasama antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan lembaga profesional terkait untuk menyediakan sumber daya, pelatihan, dan dukungan yang diperlukan. Dengan demikian, guru dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan era digital, dan menciptakan generasi yang siap beradaptasi dan berinovasi.   Kata kunci: Karakteristik, kompetensi, digital, profesional
MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS V DENGAN MENGGUNAKAN MODEL TGT Novia Siti Syaripatul Ula; Milah Jamilah
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 4 No. 3 (2023): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpg.v4i3.14383

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas siswa. Fokus pada penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe TGT untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa di kelas V SD. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDN 201 Sukaluyu yang berjumlah 29 siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang mengadopsi model Kemmis dan Taggart yang dilaksanakan dalam II siklus yaitu siklus I dan siklus II. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan dokumentasi. Berdasarkan analisis observasi dan dokumentasi dari setiap siklus menunjukkan perkembangan positif terhadap siswa. Pada penelitian ini, keaktifan belajar siswa mengalami peningkatan yang berarti. Keaktifan siswa pada pra siklus 40,3%, siklus I 57,7% dan siklus II menjadi 75,10%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas V SDN 201 Sukaluyu.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN PAPAN TOURNAMENT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA MATERI JUAL BELI SDN 1 TRANJANG Amar Alam Al Firdaus; Iva Yuni Listiani; Irchamni
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 4 No. 3 (2023): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpg.v4i3.14502

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif Team Game Tournament dengan menggunakan meja turnamen terhadap prestasi akademik siswa kelas IV materi jual beli perlengkapan SDN 1 Trajang. Penelitian ini menggunakan metode semi empiris dengan desain pre-control dan post-control group design. Sedangkan pada kelas kontrol digunakan metode pembelajaran tradisional yang biasa digunakan di sekolah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes pembelajaran yang meliputi pemahaman konsep, penerapan konsep, dan keterampilan pemecahan masalah pada saat jual beli materi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT to the match table berdampak positif terhadap hasil belajar siswa kelas 4 jual beli perlengkapan sekolah. kinerja meningkat secara signifikan dibandingkan dengan kelas kontrol. Mengadopsi model pembelajaran kooperatif mirip TGT dengan menggunakan papan turnamen dapat meningkatkan interaksi siswa, meningkatkan kerja sama, dan meningkatkan akuntabilitas pembelajaran. Melalui turnamen yang diselenggarakan, siswa memiliki kesempatan untuk bersaing secara sehat, saling membantu mencapai tujuan akademik mereka. Ini meningkatkan motivasi siswa dan memastikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Sebagai bagian dari pelatihan SDN 1 Trajang, model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan menggunakan meja turnamen dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam jual beli dokumen.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA DAN MENULIS SISWA DENGAN MODEL INOVASI KATA BERGAMBAR (INKABER) PADA SISWA KELAS 2 SDN 2 KAPONAN Dwi Putri; Iva Yuni Listiani; Atsna Choirumahvuvi
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 4 No. 3 (2023): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpg.v4i3.14504

Abstract

Abstrak Keterampilan membaca dan menulis merupakan dua aspek penting dalam pembelajaran bahasa yang harus dikembangkan sejak dini pada jenjang pendidikan dasar. Tujuan karya ini adalah menjelaskan penerapan model inovasi kata kiasan (Inkaber) untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 2 SDN 2 Kaponan. Penelitian ini menggunakan metode group research (CAR) dengan siswa kelas 2 SDN 2 Kaponan. Inkaber adalah metode pembelajaran yang menggunakan kata-kata bergambar sebagai alat untuk membantu siswa memahami kata-kata dan meningkatkan keterampilan membaca dan menulis mereka. Penerapan Inkaber berlangsung dalam beberapa tahap: perencanaan, implementasi, observasi dan refleksi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi tes membaca dan menulis, observasi dan wawancara. Materi tes digunakan untuk menilai kemampuan membaca siswa sebelum dan sesudah pengenalan Inkaber. Observasi dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang interaksi siswa dengan Inkaber selama pembelajaran. Dengan bantuan Inkaber, guru dan siswa diminta pendapatnya tentang proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan membaca dan menulis siswa meningkat secara signifikan setelah menggunakan Inkaber. Hasil rata-rata tes membaca dan menulis siswa meningkat secara signifikan dan siswa berpartisipasi aktif dan antusias dalam pembelajaran Inkaber. Wawancara dengan guru dan siswa juga menunjukkan respon positif terhadap model pembelajaran ini, guru melaporkan peningkatan motivasi dan kemampuan membaca siswa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model inovasi kata kiasan (Inkaber) dapat secara efektif meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 2 SD. Oleh karena itu, guru sekolah dasar merekomendasikan penggunaan Inkaber dalam pembelajaran bahasa untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa. Keterampilan membaca dan menulis. Studi ini juga memberikan kontribusi untuk penelitian pendidikan dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang inovatif dan efektif.
IMPLEMENTASI MODUL BELAJAR LITERASI DAN NUMERASI DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK SISWA KELAS 5 DI MI IRSYADUL ATHFAL Nurul Azzizah; Muhammad Fahri; Sofian Muhlisin
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 4 No. 3 (2023): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpg.v4i3.14584

Abstract

Kemampuan literasi dan numerasi siswa di Indonesia massih tergolong rendah dan selalu berada pada urutan terbawah berdasarkan studi PISA 2018. Mayoritas guru hanya terpaku pada buku pelajaran sekolah dan belum memanfaatkan modul berbasis literasi dan numerasi yang diterbitkan oleh Kemendikbud agar meningkatnya kemampuan literasi dan numerasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi modul belajar literasi dan numerasi dalam pembelajaran tematik siswa kelas 5 di MI Irsyadul Athfal Depok, serta kendala dan solusinya. Penelitian menggunakan metode kualiatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi modul belajar literasi dan numerasi dalam pembelajaran tematik terdiri dari tiga tahapan: perencanaan, pelakssanaan, dan penilaian yang dilaksanakan selama 2 x 30 menit (2 jam pelajaran). Kendala yang dihadapi adalah bahan ajar, waktu, ketelitian siswa, dan prosedur penilaian. Solusinya adalah sekolah memfasilitasi bahan ajar yang dibutuhkan, guru memperhatikan efesiensi waktu sebelum melaksanakan pembelajaran, guru membiasakan siswa untuk belajar menggunakan modul, dan guru mengembangkan atau menyusun penilaian secara mandiri. Maka dapat disimpulkan bahwa modul belajar literasi dan numerasi dalam pembelajaran tematik dapat dilaksanakan sebagai bahan ajar yang melibatkan aktivitas pembelajaran berbasis literasi dan numerasi.
ANALISIS PERSEPSI GURU, FAKTOR BAWAAN, LINGKUNGAN KELUARGA, DAN PENGEMBANGAN KECERDASAN SISWA SEBAGAI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECERDASAN SISWA DI SMKN 13 KOTA BANDUNG Aryani Wiwik Dyah; Ruhya Ruhya; Siswoyo Ade Nurbawa Hadi; Inayatullah Muhammad Iqbal
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 4 No. 3 (2023): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpg.v4i3.14593

Abstract

Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan cita-cita luhur bangsa Indonesia dan amanat Undang-Undang 1945. Tujuan umum penelitian adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan siswa, dan secara khusus persepsi guru tentang kecerdasan, faktor yang mempengaruhi kecerdasan siswa, dan pengembangan kecerdasan siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif pendekatan pendekatan kualitatif, dan pengumpulan data melalui waancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persepsi guru di SMKN 13 Bandung: Kecerdasan siswa merupakan kemampuan siswa memecahkan masalah akademik maupun sosial siswa, setiap siswa memiliki perbedaan, dan tidak bisa diukur pada sesuatu bidang tertentu karena setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan siswa diantaranya: faktor bawaan, lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan dan proses pembelajaran. (3) Pengembangan kecerdasan siswa di SMKN 13 Bandung melalui bidang jurusan, program intakurikuler, dan program ekstrakurikuler menyalurkan minat dan bakat.

Page 9 of 24 | Total Record : 232