cover
Contact Name
Machrozi Alfian
Contact Email
machrozialfian@student.ub.ac.id
Phone
+6282280000315
Journal Mail Official
machrozialfian@student.ub.ac.id
Editorial Address
Tata Surya Malang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Hubungan Tingkat Pengetahuan Petugas Pengelola Obat dengan Tingkat Ketersediaan Obat Di Puskesmas Kota Malang
ISSN : -     EISSN : 2461114X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan petugas pengelola obat dengan tingkat ketersediaan obat di beberapa Puskesmas Kota Malang. Penelitian yang dilakukan merupakan observasional analitik cross sectional. Teknik pengambilan sampel responden adalah dengan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan petugas pengelola obat dan lembar pengumpul data tingkat ketersediaan yang dilihat dari data LPLPO
Articles 155 Documents
Pengaruh Mikrosfer Kitosan Minyak Kelapa Sawit pada Ginjal Mus musculus Diinduksi NTA Natalia, Maria Catur; Yunita, Ema Pristi; Triastuti, Efta
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

NTA (Nekrosis Tubular Akut) merupakan sindrom GGA (Gagal Ginjal Akut) intrinsik karena kondisi iskemia atau paparan agen nefrotoksik. Hal tersebut menyebabkan banyak sel tubulus mengalami kematian dan menurunkan fungsi tubulus sehingga berakibat GGA. Proses peroksidasi lipid dapat menyebabkan NTA dan dihasilkan radikal bebas malondialdehida (MDA) yang dapat merusak fungsi sel. Minyak kelapa sawit dengan kandungan senyawa antioksidan mampu memperbaiki kondisi NTA dengan menghambat proses peroksidasi lipid sehingga kadar MDA menurun. Minyak kelapa sawit dengan pembawa kitosan dalam bentuk mikrosfer memungkinkan peningkatan bioavaibilitas minyak kelapa sawit sehingga dapat menembus ginjal. Studi experimental post-test only controlled group design dilakukan pada 24 Mus musculus yang terbagi dalam 6 kelompok yaitu kontrol positif (KP), kontrol negatif (KN), kelompok mikrosfer kitosan minyak kelapa sawit dosis 0,072 mg/gBB (P1) dan dosis 0,107 mg/gBB (P2), serta kelompok minyak kelapa sawit dosis 0,14 mg/gBB (P3) dan dosis 0,21 mg/gBB (P4). Variabel yang diukur adalah kadar  MDA menggunakan metode spektrofotometri (Na-TBA). Hasil menunjukkan kadar MDA dari yang tertinggi sampai yang terendah berturut-turut adalah KP, P1, P2, P3, P4, dan KN. Kelompok KN, P2, P3, dan P4 memiliki perbedaan yang signifikan dengan KP (p < 0,001) sementara kelompok KP, P1, P2, P3, dan P4 memiliki perbedaan yang signifikan dengan KN (p < 0,001). Penelitian ini menunjukkan bahwa  mikrosfer kitosan minyak kelapa sawit dapat menurunkan kadar MDA Mus musculus yang mengalami NTA pada dosis mikrosfer minyak kelapa sawit sebesar 0,107 mg/gBB.Kata kunci: LMWC, Malondialdehida, Mikrosfer, Minyak Kelapa Sawit, Nekrosis Tubular Akut, Peroksidasi Lipid
The Effect of Pharmaceutical Care in the Management of Drug Related Problems in Hospitalized Geriatric Patients at Sanglah Hospital Denpasar Andriani, Reza
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drug related problems often occur in hospitalized geriatric patients, due to polypharmacy, multiple comorbidities, decreased organ function, pharmacokinetic and pharmacodynamic changes due to aging which can increase the risk of drug side effects and medication errors. The purpose of this study is to describe the Drug Related Problems (DRPs) and the characteristics of pharmaceutical care interventions in the geriatric ward of Sanglah General Hospital Denpasar. This study was conducted using retrospective data from primary sources in the form of DRPs, recorded in the Clinical Pharmacy Activity Report in the geriatric ward during the period of March to April 2017. The DRPs category follows the PCNE Classification scheme for Drug-Related Problems V5.01. 54 DRPs were found from 141 prescriptions reviewed for 150 patients. The reported DRPs include drug selection (29); duration of administration (12); interaction (10); dose (2) and adverse drug reactions (1). From the DRPs, a series of pharmaceutical care interventions for were done by pharmacists in the form of recommendations to the Physician. 54 recommendations were given and 46 of them were approved by the physician. The conclusion of this study shows the importance of the involvement of Pharmacists as caregivers in optimizing the pharmacotherapy of geriatric patients, and ensuring an effective, safe and efficient drug therapy.
Pengaruh Pemberian Edukasi Terhadap Pasien Rawat Jalan Tentang Penggunaan Antibiotik di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang Anggraini, Wirda
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang berfungsi membunuh dan/atau menghambat pertumbuhan bakteri. Antibiotik termasuk golongan obat keras yang banyak digunakan dalam tata laksana terapi farmakologi. Pengetahuan antibiotik harus digunakan secara rasional dan membutuhkan pengetahuan bagi pasien. Rendahnya tingkat pengetahuan mengenai penggunaan antibiotik dapat menyebabkan penggunaan antibiotik yang tidak tepat, sehingga beresiko menimbulkan efek samping antibiotik. Pemberian edukasi merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan antibiotik secara rasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang penggunaan antibiotik terhadap pasien rawat jalan di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah Quasi eksperimental menggunakan metode deskriptif analitik serta pengambilan data secara prospektif terhadap 62 responden. Rancangan penelitian dilakukan dengan metode one group pre-test post-test serta pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Hasil pada penelitian didapatkan, saat Pre-test 44 (27 responden) berpegetahuan rendah, 35% (22 responden) berpengetahuan sedang dan 21% (13 responden) berpengetahuan tinggi. Pada Post-test 3% (2 responden) kategori rendah, 15% (9 responden) kategori sedang dan 82% (51 responden) kategori tinggi. Hasil yang diperoleh diuji menggunakan uji T-test yang menunjukkan perbedaan skor antara sebelum dan setelah diberikan edukasi dengan nilai signifikansi 0,00 (p value < 0,05). Kesimpulan penelitian ini ialah terdapat pengaruh pemberian edukasi terhadap tingkat pengetahuan pasien rawat jalan di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang.
ANALISIS COST-MINIMIZATION PENGGUNAAN SEFOTAKSIM, SEFTRIAKSON, DAN LEVOFLOKSASIN PADA PASIEN DEMAM TIFOID DENGAN STATUS PEMBAYARAN UMUM DAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL: PENELITIAN DILAKUKAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH “KANJURUHAN” KEPANJEN Yunita, Wayan Chintia; pramestutie, hananditia rachma; Illahi, Ratna Kurnia; Achmad, Anisyah
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit infeksi akibat Salmonella typhi. Terapi antibiotik yang diberikan adalah kloramfenikol, namun MDR (multiple drug resistant) Sal­monella typhi terhadap kloramfenikol memerlukan alternatif antibiotik seperti sefotaksim, seftriakson, dan levofloksasin. Penelitian bertujuan melakukan cost-minimization analysis (CMA) terhadap antibiotik tersebut dengan perspektif penyedia layanan kesehatan pada pasien status pembayaran umum dan Ja­minan Kesehatan Nasional (JKN). Penelitian retrospektif menggunakan data rekam medis dan biaya pengobatan periode Januari 2015-Februari 2016 dengan teknik total sampling. Biaya pengobatan diperoleh dari Sistem Informasi Rumah Sakit dan Instalasi Farmasi. Sampel sebesar 25 pasien dengan 10 pasien anak dan 15 pasien dewasa. Analisis konsekuensi pengobatan (lama rawat inap, hilangnya demam, dan hilangnya gejala ikutan) menggunakan uji homogenitas. Pasien berstatus pembayaran umum (n = 8) dan JKN (n = 17). Antibiotik yang digunakan pasien anak sefotaksim (paten n = 6 dan generik n = 4), seftriakson (n = 0), dan levofloksasin (n = 0), serta pasien dewasa sefotaksim (n = 7), seftriak­son (n = 4), levofloksasin (n = 4). Konsekuensi pengobatan antibiotik pasien anak dan dewasa homogen (p > 0,05). Rata-rata total biaya pasien anak pembayaran umum adalah Rp 1.120.775 (sefotaksim generik) dan Rp 1.656.767 (sefotaksim paten), dan pembayaran JKN adalah Rp 1.712.107 (sefotaksim generik). Rata-rata total biaya pasien dewasa pembayaran umum adalah Rp 1.698.057 (sefotaksim) dan Rp 3.259.275 (seftriakson), serta pembayaran JKN adalah Rp 1.866.525 (seftriakson) dan Rp 2.542.156 (levofloksasin). Kesimpulan penelitian ini adalah antibiotik yang memiliki biaya lebih murah secara CMA pada pem­bayaran umum, yaitu sefotaksim generik (pasien anak dan dewasa) dan pem­bayaran JKN, yaitu seftriakson.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN PADA PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (Studi Dilakukan Di Puskesmas Kota Malang) The Relationship between Family Support and The Level Of Adherence To Treatment Of Hypertensive Outpatients in The Chronic Disease Management Program (A Study Conducted in Malang Primary Health Center) Roslandari, Luh Made Wulan; Roslandari, Luh Made Wulan
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.005.02.10

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang serius,ditandai dengan adanya peningkatan tekanan darah dengan nilai sistolik ≥ 140 mmHg dan nilai diastolik ≥ 90 mmHg. Seiiring berjalannya waktu apabila hipertensi tidak diobati dengan baik maka akan menimbulkan penyakit komplikasi kardiovaskular lainnya. Efikasi dari penanganan terapi ditentukan oleh kepatuhan. Salah satu faktor penyebab ketidakpatuhan karena pasien hipertensi harus meminum obat antihipertensi setiap hari dalam jangka  lama. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kepatuhan adalah dukungan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan pengobatan pasien hipertensi rawat jalan pada program pengelolaan penyakit kronis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan desain penelitian korelasional dan menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Sedangkan untuk pemilihan sampel pasien menggunakan metode purposive sampling dan pemilihan sampel Puskesmas menggunakan metode clustered random sampling. Sampel penelitian adalah 90 pasien hipertensi di Puskesmas kota Malang.Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner dukungan keluarga yang terdiri dari dukungan instrumental, penilaian, informasional dan emosional serta kuesioner kepatuhan (Medication Adherence Rating Scale). Hasil penelitian diuji dengan Pearson product moment untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel dan nilai korelasi pearson yang diperoleh 0,751 yang menunjukkan adanya hubungan kuat yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan pasien Hipertensi. Kata Kunci : Hipertensi, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Terapi, Pengobatan Hipertensi ABSTRACTHypertension is a serious health problem that is characterized by an increase in blood pressure with a systolic value ≥ 140 mmHg and a diastolic value ≤ 90 mmHg. As time goes by, if hypertension is not treated properly, it will cause other cardiovascular complications. The efficacy of therapy treatments for hypertensive patients is determined by compliance. One of the factors causing non-compliance is because because hypertensive pastients must take antyhypertensive drug every day in a long period of time. One of the factors that affect adherence taking the drug is family support. This study aims at determining the relationship between family support and the level of adherence to treatment of hypertensive outpatient in a chronic disease management program which is conducted at Malang Primary Health Center. This study applied an observational analytic research method with a correlational and cross-sectional research design. Meanwhile, the sampling technique used is purposive sampling and the setting is chosen by using cluster random sampling method. Study’s samples involved were 90 patients with hypertension at Malang Primary Health Center. To collect the data, the instruments used are a family support questionnaire, which consists of instrumental, assessment, informational and emotional support, and a compliance questionnaire (Medication Adherence Rating Scale). The results are tested by using Pearson product-moment to determine the relationship between the two variables. A significance of 0,000 (p<0.05), it indicates a significant relationship between the two variables and the value of correlation obtained is 0.751 a strong significant relationship between family support and the level of adherence to the treatment of hypertensive outpatient.Keywords: Hypertensi , Family Support, Adherence to treatment, Treatment of Hypertension. 
Karakterisasi dispersi padat meloksikam dengan matriks campuran PEG 6000 dan poloxamer 188 yang dibuat menggunakan metode kombinasi YULI AINUN NAJIH
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2021.006.02.6

Abstract

Meloksikam merupakan salah satu obat golongan NSAID yang diindikasikan untuk meringankan rasa sakit dan peradangan pada penyakit rematik. Klasifikasi obat meloksikam termasuk dalam Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas II, yang memiliki kelarutan rendah dan permeabilitas tinggi, hal tersebut dapat mengakibatkan pembatasan penyerapan obat dalam tubuh. Salah satu upaya yang dilakukan pada penelitian ini untuk meningkatkan kelarutan meloksikam yaitu dengan melakukan pembentukan sistem dispersi padat meloksikam dalam campuran PEG 6000 dan poloxamer 188 pada perbandingan 99:1 dan 98:2 dengan metode kombinasi yang kemudian dibandingkan dengan campuran fisiknya pada perbandingan yang sama dan senyawa murninya. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari masing-masing sediaan tersebut. Pada hasil difraktogram menggunakan XRPD, dispersi padat dengan perbandingan 99:1 dan 98:2 menunjukkan terbentuknya puncak dengan tingkat ketajaman atau instensitas yang lebih kecil pada sudut 13,5°; 15,0°; dan 18,5°. Data termogram menggunakan DSC menunjukkan adanya penurunan derajat kristanilitas pada sistem dispersi padat dengan perbandingan 99:1 dan 98:2 yaitu pada titik lebur 56,1°C dan 55,4°C. Hasil karakterisasi dengan FT-IR menunjukkan bahwa spektra yang teridentifikasi berada pada kisaran spektra meloksikam, PEG 6000, dan poloxamer 188, Hal tersebut menunjukkan bahwa sistem dispersi padat tidak terjadi interaksi kimia antara meloksikam dengan PEG 6000 dan poloxamer 188.
Formulasi Sediaan Lotion Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) dan Penentuan Nilai SPF Secara in Vitro Angling Nurisna Utami
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2021.006.02.2

Abstract

Sinar Ultraviolet (UV) merupakan sebagian kecil dari spektrum sinar matahari yang sampai ke permukaan bumi dan paling berbahaya bagi kulit sehingga dibutuhkan tabir surya untuk mencegah gangguan akibat sinar UV tersebut. Daun salam mengandung senyawa fenolik, flavonoid, dan tanin yang berpotensi sebagai tabir surya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan formula, karakteristik fisik, dan nilai SPF dari lotion ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.). Pada penelitian ini, daun salam diekstraksi dengan metode sonikasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak tersebut diformulasikan dalam bentuk sediaan lotion kemudian dilakukan evaluasi sifat fisik. Selanjutnya dilakukan penentuan nilai SPF pada ekstrak dan sediaan lotion yang mengacu pada persamaan Mansur menggunakan instrumen spektrofotometer UV-Vis. Konsentrasi ekstrak daun salam yang digunakan pada formula sediaan lotion yaitu 0,1% (F­1) dan 0,5% (F­2). Hasil sifat fisik dari sediaan yaitu berwarna krem (F1) dan berwarna hijau kecoklatan (F2), aroma khas ekstrak daun salam, bertekstur lembut dan homogen, memiliki tipe emulsi M/A, daya sebar 5,92 cm (F1) dan 6,05 cm (F2), daya lekat 0,86 detik (F1) dan 0,78 detik (F2), pH 7,82 (F1) dan 7,74 (F2), serta nilai akseptabilitas yang sangat baik. Berdasarkan hasil uji sifat fisik tersebut, lotion ekstrak daun salam memenuhi syarat pada uji homogenitas, daya sebar, dan pH, serta tidak memenuhi syarat pada uji daya lekat. Nilai SPF sediaan lotion ekstrak daun salam yaitu 4,97 (F1) dan 6,72 (F2) dengan tipe proteksi sedang dan ekstra. Semakin tinggi nilai SPF maka semakin tinggi tingkat proteksi terhadap sinar UV sehingga lotion F2 lebih baik dibandingkan F1.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Dan Perilaku Penggunaan Antibiotika Pada Mahasiswa Farmasi UMM Sendi Lia Yunita; Rizka Novia Atmadani; Mutiara Titani
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2021.006.02.7

Abstract

Salah satu permasalahan kesehatan utama adalah resistensi antibiotika yang membutuhkan dukungan utuh dan usaha menyeluruh untuk melawannya. Di Indonesia, resistensi bersifat sporadis, selektif dan tidak berkesudahan. Hal tersebut dipengaruhi salah satunya oleh perilaku penggunaan. Beberapa faktor telah diketahui mampu mempengaruhi penggunaannya termasuk tata kelola yang buruk, lemahnya penegakan hukum, kurangnya pengetahuan, dan akses mudah. Kesalahan konsep dalam pemahaman terhadap antibiotik sangat besar kemungkinan dapat mempengaruhi perilakunya. Hal tersebut tidak hanya mungkin terjadi di masyarakat umum tetapi juga pada mahasiswa kesehatan. Dimana hal tersebut akan sangat mempengaruhi penyampaian informasi kepada masyarakat apabila kelak mereka akan melaksanakan pelayanan kesehatan. Tujuan utama studi ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan, dan perilaku penggunaan antibiotika pada mahasiswa farmasi sebagai calon tenaga kesehatan masa depan. Sehingga diharapakan agar mereka mampu memberikan pelayanan kefarmasian yang sesuai. Penelitian potong lintang ini dilaksanakan dengan menyebarkan kuisioner online kepada seluruh mahasiswa aktif program studi farmasi Universitas Muhammadiyah Malang. Pemeriksaan kelengkapan data dilakukan sebelum proses analisis dengan menggunakan SPSS. Dalam penelitian ini didapatkan data dari 327 responden dimana perempuan memiliki prevalesi dominan (86,9%) dan terdiri atas tingkat semester 1 (37,3%), 3 (21,1%), 5 (23,2%), dan 7 (18,3%). Tigkat pengetahuan tentang antibiotika cukup tinggi (72,2%) begitu juga dengan tigkat praktik penggunaannya yang hampir mencapai 70%. Berdasarkan analisis multivariat didapatkan 4 faktor yang secara signifikan mempengaruhi praktik penggunaan antibiotika (i.e. jenis kelamin, tingkat pendidikan, kepemilikan asuransi kesehatan, dan tingkat pengetahuan tentang antibiotika). One of the major public health problems is antibiotic resistance which need requires complete support and comprehensive efforts to combat it. In Indonesia, antibiotic resistance is sporadic, selective and patchy. This may influenced by its usage practice. Several factors have been found to influence their use including poor governance, weak law enforcement, lack of knowledge, and easy access. Misconceptions in antibiotics understanding are very likely to affect the behavior. The possibility to been done not only in general public but also for students in health sciences. Since they are the future health care professional who will greatly affect to educate the public. The objective of this study was to identify the level of knowledge and practice toward antibiotics usage among pharmacy students as future healthcare professionals. Then it expected that they be able to provide appropriate pharmaceutical service. This cross-sectional research was conducted by distributing online questionnaire to all active pharmacy students in University of Muhammadiyah Malang. The data completeness check was carried out prior to the analysis using SPSS. Results were obtained from 327 respondents which women were the most one (86,9%). Among respondents, there are four semester level of education: 1 (37,3%), 3 (21,1%), 5 (23,2%), and 7 (18,3%). However, the knowledge level of antibiotics is quite high (72,2%) as well as the practice usage level almost reach 70% among participants. Based on the multivariate analysis, it was found 4 factors that significantly associated with practice of antibiotic usage (i.e. gender, education level, health insurance, and knowledge level of antibiotics).
Optimasi Formula Nanoemulsi Nifedipin Dengan Metode Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Zalfa Hibatullah Rahadatul Aisy; Oktavia Eka Puspita; Alvan Febrian Shalas
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2021.006.02.3

Abstract

Nifedipin adalah obat golongan calcium channel blocker yang digunakan untuk terapi angina pektoris dan hipertensi. Nifedipin memiliki kelarutan yang rendah dalam air dan bioavailabilitas yang rendah. Berdasarkan penggolongan Biopharmaceutical Classification System (BCS), nifedipin termasuk dalam kelas II. Salah satu cara untuk meningkatkan kelarutan nifedipin adalah membuat formulasi nanoemulsi nifedipin. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nanoemulsi nifedipin yang optimal menggunakan metode Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). SNEDDS merupakan campuran isotropik dari fase minyak, surfaktan, dan kosurfaktan yang akan membentuk nanoemulsi minyak dalam air saat ditambahkan media aqueous dengan sedikit pengadukan. Nanoemulsi nifedipin diperoleh melalui formula SNEDDS yang terdiri dari castor oil sebagai fase minyak, Croduret 50SS dan Span 80 sebagai surfaktan, dan PEG 400 sebagai sebagai kosurfaktan dengan rasio fase minyak:surfaktan:kosurfaktan sebesar 1:6:3. Hasil karakterisasi SNEDDS nifedipin yang optimal menunjukkan karakteristik organoleptik homogen, berwarna kuning, jernih, kental, memiliki aroma khas SNEDDS, persen transmitansi sebesar 98,37 ± 0,49%, waktu emulsifikasi dalam akuades dan dalam HCl 0,1 N berturut-turut sebesar 14,09 ± 1,05 detik dan 11,38 ± 0,66 detik, ukuran globul sebesar 24,05 ± 0,02 nm, indeks polidispersitas sebesar 0,277 ± 0,0038, pH sebesar 6,95, loading dose capacity sebesar 50 mg nifedipin dalam 1 g SNEDDS dan kadar nifedipin dalam formula SNEDDS sebesar 9,857 ± 0,345 mg/g. Uji stabilitas termodinamika dan uji stabilitas on going menunjukkan bahwa sediaan stabil. Kata kunci: nanoemulsi, SNEDDS, nifedipin, optimasi
The Relationship between The Level of Side Effects of ARV Drugs in ODHA Patients to The Level of The Compliance Use of ARV Drugs Aisha Maulidya Sari
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2021.006.02.8

Abstract

HIV or  Human Immunodeficiency Virus  is one of the causes of AIDS ( Acquired Immunodeficiency Syndrome)  that is a disease that attacks the body's immunity. One therapy for treating HIV/AIDS is with antiretroviral therapy. In antiretroviral therapy high adherence is needed at least 95% of the dose should not be forgotten to achieve desired virological suppression. One factor affecting compliance is the side effects of ARV drugs that appear in ODHA patients undergoing antiretroviral therapy.  This study aims at knowing the relationship of the level of drug side effects to the level of compliance in the treatment of ARVs in ODHA patients.  This research uses  cross-sectional  in ODHA patients in Puskesmas Dinoyo, Malang City.   The results of the study were found that the level of ODHA patient drug side effects at the Puskesmas Dinoyo VCT Clinic, the ODHA patient who did not experience side effects, was 5.8% , side effects a little 21.3%, moderate side effects 21.2% and high side effects 51.8%. Compliance with taking ODHA patient medication at the VCT Clinic Puskesmas Dinoyo patients with low adherence of 1.2%, moderate compliance 69.4% and high compliance 29.4%.  There is no significant relationship between the level of side effects of ARV drugs in ODHA patients with the level of compliance with ARV drug use with values  p- the value obtained is 0.412.

Page 7 of 16 | Total Record : 155