cover
Contact Name
Fitriani
Contact Email
fitriani@polinela.ac.id
Phone
+6285269880881
Journal Mail Official
jofsa@polinela.ac.id
Editorial Address
Jl Soekarno Hatta No 10 Rajabasa Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal of Food System and Agribusiness (JoFSA)
ISSN : 26545853     EISSN : 25979426     DOI : 10.25181/jofsa.v1i2
JoFSA focus publishes articles on Food Systems and Agribusiness. The food system includes all the availability, access, and distribution in feeding a population involve farming, distribution, supply, marketing, and retail sales.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025" : 10 Documents clear
Analisis Penerapan Ekonomi Sirkular Pada PT “Xyz” Faradillah Sinditya Putri, Hafif; Abidin, Zainal; Sari, Firda; Endaryanto, Teguh
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.3486

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia industri berkembang pesat. Hal ini melahirkan dampak baik positif maupun negatif. Positifnya dapat membuka lapangan pekerjaan, sedangkan negatifnya dapat merusak lingkungan karena menghasilkan limbah industri. Untuk mengatasi dampak negatif, pelaku industri perlu menerapkan sistem ekonomi sirkular dalam mengelola limbah industrinya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis penerapan ekonomi sirkular dalam proses daur ulang limbah industri PT “XYZ”. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan pendapatan yang dibatasi pada nilai guna tidak langsung. Hasilnya menunjukkan bahwa PT “XYZ” sudah menerapkan lima prinsip ekonomi sirkular, yaitu reduce, reuse, recycle, replace, dan replant. Hasil daur ulang limbah cair menjadi biogas dan limbah padat kulit nanas menjadi sumber pakan ternak, memiliki nilai guna tidak langsung sebesar Rp9.078.610.428,00/bulan. Artinya, melalui penerapan ekonomi sirkular jumlah timbunan limbah dapat diatasi, hasil daur ulang limbah menjadi sumber daya baru, dan perusahaan dapat menghemat pengeluaran untuk proses produksinya.
Analisis Ketahanan Pangan Di Kota Malang Eka Miladiana, Yunita; Tain, Anas; Relawati, Rahayu
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.3605

Abstract

Ketahanan pangan menjadi isu sentral dalam kerangka pembangunan pertanian  nasional. Kota Malang mengalami penurunan skor indeks ketahanan pangan disebabkan oleh tingkat konsumsi beras terhadap ketersediaan pangan beras, rasio konsumsi pangan lokal non beras dan peningkatan pengeluaran pangan per kapita per bulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan di Kota Malang, serta menganalisis pengaruh aspek ketersediaan, akses dan pemanfaatan pangan terhadap ketahanan pangan di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang, Dinas Kesehatan Kota Malang dan data dari website Badan Pangan. Sampel yang digunakan adalah 27 kelurahan di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan analisis sistem kewaspadaan pangan dan gizi (SKPG) dan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek ketersediaan berada pada kondisi waspada, aspek akses pangan pada kondisi aman, dan aspek pemanfaatan pangan pada kondisi rentan. Tiga faktor penting terdapat dalam ketahanan pangan memiliki pengaruh yang kuat. Semua faktor mempunyai hubungan pengaruh positif dengan nilai eigenvalues masing-masing 2,22, 1,21,dan 1,02. Pengaruh dari tiga faktor terbentuk sebesar 74,13%. Faktor yang terbentuk tiga meliputi, kesehatan balita, hambatan tumbuh kembang balita, dan ketersediaan pangan yang diwakili dengan luas tanam padi.
Peramalan Produksi Komoditas Teh Di Indonesia Tahun 2025-2032 Rizqi Darmawan, Muhammad; Fitriyana, Aska; Syafa Medina, Ausyiah; Rohma Wati, Dewi
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.3876

Abstract

Teh merupakan komoditas unggulan di sektor pertanian Indonesia yang memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, produksi teh Indonesia menunjukkan tren penurunan yang dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti alih fungsi lahan, perubahan iklim, dan fluktuasi cuaca. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan produksi teh Indonesia untuk periode 2025 hingga 2032 menggunakan metode ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average). Data yang digunakan adalah data produksi teh Indonesia dari tahun 1965 hingga 2024, yang dianalisis dengan software Minitab 22. Berdasarkan hasil analisis ARIMA, produksi teh Indonesia diperkirakan akan stabil dengan nilai produksi tahunan berkisar antara 123.673 hingga 123.772 ton per tahun. Namun, terdapat peningkatan ketidakpastian seiring berjalannya waktu, yang tercermin dari rentang peramalan yang semakin melebar. Faktor eksternal seperti perubahan iklim dan dinamika pasar global dapat mempengaruhi ketidakpastian ini. Penelitian ini menyarankan perlunya strategi adaptif, seperti diversifikasi produk teh, adopsi teknologi pertanian modern, dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada faktor eksternal yang tidak dapat diprediksi. Selain itu, pembentukan program dukungan pemerintah juga diperlukan untuk memperkuat ketahanan sektor teh terhadap risiko perubahan iklim dan fluktuasi pasar global guna memastikan keberlanjutan industri teh di masa depan.
Analisis Risiko Produksi dan Pendapatan Usahatani Singkong Dengan Varietas Bw 1 Taiwan di Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang Riyantika, Lina; Ivan’s, Eny; Mandala, Wintari
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.4095

Abstract

Singkong ialah suatu komoditas tanaman pangan di Desa Moris Jaya yang memiliki risiko yang cukup tinggi terutaman risiko produksi yang juga mempengaruhi pendapatan usahatani singkong. Tujuan studi ini ialah untuk menganalisis risiko produksi, faktor-faktor yang mempengaruhi risiko produksi, dan pendapatan usahatani singkong varietas BW-1 Taiwan di Desa Moris Jaya. Data yang diterapkan ialah data primer dengan metode analisis data untuk tujuan pertama menggunakan nilai koefisien variasi, tujuan kedua dianalisis menggunakan regresi berganda, dan tujuan ketiga dianalisis menggunakan analisis pendapatan. Temuan studi ini menjabarkan bahwa risiko produksi usahatani singkong tergolong tinggi dengan nilai CV > 0,5 yaitu sebesar 0,65. Faktor-faktor yang mempengaruhi risiko produksi secara signifikan ialah tenaga kerja sedangkan cuaca, hama dan penyakit, dan kondisi lahan tidak berpengaruh secara signifikan pada risiko produksi. Pendapatan petani singkong BW-1 Taiwan dalam satu musim tanam rata-rata yakni sejumlah Rp 10.421.270,00 per hektar dengan R/C sebesar 1,6 yang berarti usahatani layak dikembangkan.
Preferensi Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Ketela Spice Syrupe Khotimah, Khotimah; Saudah Al Arifa Dewi, Nur
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.4370

Abstract

Ketela spice syrupe adalah minuman sehat yang terbuat dari gula ketela (singkong) dan rempah-rempah alami seperti jahe, kayu manis, dan serai, yang menawarkan beragam manfaat kesehatan, di antaranya membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, terdapat penurunan dalam konsumsi minuman sehat di Yogyakarta, yang menunjukkan perlunya inovasi untuk menarik perhatian konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan preferensi konsumen terhadap Ketela Spice Syrupe serta faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian. Penelitian ini mengadopsi metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 100 partisipan, kemudian dianalisis menggunakan model multiatribut Fishbein. Hasil analisis memperlihatkan bahwa konsumen cenderung memberikan tanggapan yang positif mengenai produk ini, dengan atribut khasiat sebagai faktor dominan dalam penilaian konsumen (skor 2.11), diikuti rasa (skor 10,34) dan penggunaan bahan alami (skor 10,02). Namun, persepsi terhadap manfaat kesehatan dan kepercayaan terhadap merek lokal masih perlu ditingkatkan. Kesimpulannya, produsen disarankan untuk memperkuat citra produk melalui edukasi mengenai manfaat kesehatan serta pengembangan varian rasa dan kemasan yang lebih menarik.
Identifikasi Faktor Penentu Kerawanan Pangan melalui Model Prediktif Random Forest: Studi Regional di Provinsi Lampung Utomo, Feri; Fitriani, Fitriani; Dwi Putra, Septafiansyah; Noer, Irmayani
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.4467

Abstract

Kerawanan pangan masih menjadi persoalan serius di Provinsi Lampung meskipun wilayah ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional. Kontradiksi antara surplus produksi padi, jagung, dan ubi kayu di tingkat makro dengan masih tingginya rumah tangga yang mengalami kerawanan pangan menunjukkan adanya kesenjangan dalam distribusi, akses, dan pemanfaatan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penentu kerawanan pangan melalui penerapan model prediktif machine learning, khususnya algoritma Random Forest. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2014–2024 dengan variabel dependen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebagai indikator kesejahteraan masyarakat, serta 13 variabel independen yang merepresentasikan aspek dan ketahanan pangan, sosial, dan ekonomi. Hasil evaluasi model menunjukkan performa yang kuat dengan nilai Mean Squared Error (MSE) sebesar 12.830.318 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,899, yang menandakan kemampuan prediksi tinggi dan kesalahan relatif rendah. Uji feature importance mengungkap bahwa variabel Produksi Padi (0,3743) dan Luas Panen Padi (0,3415) merupakan determinan paling dominan, diikuti oleh Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (0,1086) dan Persentase Penduduk Miskin (0,0713). Indikator pembangunan manusia dan ketenagakerjaan berkontribusi lebih kecil, sementara variabel lainnya relatif marginal. Temuan ini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah masih ditentukan oleh margin ekstensif berupa luasan dan volume produksi padi, sehingga rentan terhadap alih fungsi lahan maupun guncangan iklim. Rekomendasi kebijakan meliputi perlindungan lahan sawah, modernisasi irigasi, intensifikasi berkelanjutan, penguatan daya beli, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mendorong ketahanan pangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Lampung.
the Lampung Robusta Coffee Supply Chain Strengthening Strategy Meriko, Erwinda; Fitriani, Fitriani; Analianasari, Analianasari; Noer, Irmayani
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.4472

Abstract

Petani kopi rakyat di Indonesia sulit keluar dari jebakan rantai nilai bisnis industri kopi yang berpihak pada kapitalisasi pasar yang tidak adil.   Petani kopi terjebak pada ketergantungan intermediary market mulai dari tengkulak, agen, pabrikasi, hingga eksportir.  Keterbatasan akses pasar, fluktuasi harga global, serta rendahnya akses terhadap pembiayaan dan teknologi memperbukur kondisi lemahnya posisi tawar petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merancang strategi penguatan rantai nilai bisnis kopi rakyat Lampung agar lebih adil dan menguntungkan petani di hulu produksi, serta memperbaiki posisi tawar petani dalam rantai pasok kopi di tingkat lokal, regional, dan global.  Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods (kuantitatif dan kualitatif) untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang kondisi dan hambatan yang dihadapi petani serta peluang penguatan rantai nilai  kopi yang berkeadilan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi penguatan rantai pasok pada hulu produksi kopi perlu fokus pada kebijakan penguatan kelembagaan untuk peningkatan produktivitas melalui penggunaan bibit unggul dan penerapan Good Agricultural Practices (GAP), perbaikan mutu melalui pascapanen yang lebih baik, serta penguatan koperasi untuk peningkatan posisi tawar dengan stakeholders lain dalam rantai nilai bisnis kopi secara berkeadilan.  Hilirisasi produk kopi perlu diperluas dengan mendorong diversifikasi produk olahan dan sertifikasi keberlanjutan agar mampu menjangkau pasar premium. Infrastruktur logistik, digitalisasi pemasaran, serta sistem traceability berbasis teknologi juga menjadi kunci untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Pendapatan Petani Rakyat Kelapa Sawit Di Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang Gian Ananto, Firly; Marga Saty, Fadila; Desfaryani, Rini; Berliana, Dayang
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.4584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya dan pendapatan petani kelapa sawit di Kecamatan Penawartama, Kabupaten Tulang Bawang. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 41 responden petani kelapa sawit. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder berasal dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya tetap usahatani kelapa sawit sebesar Rp40.492 per bulan dan biaya variabel sebesar Rp1.989.806 per bulan. Sementara itu, rata-rata penerimaan petani sebesar Rp11.375.034 per bulan, dengan pendapatan bersih Rp9.563.960 per bulan. Meskipun produktivitas kelapa sawit di wilayah penelitian masih rendah (sekitar 4 ton/ha), tingkat pendapatan yang diperoleh petani tergolong tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa usaha tani kelapa sawit di Kecamatan Penawartama masih berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Analisis Pendapatan Usahatani Padi Di Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan Febri Andinata, Komang; Marga Saty, Fadila; Andarwangi, Tunjung; Pratiwi, Dita
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.4592

Abstract

Padi merupakan kebutuhan dasar yang wajib di penuhi dalam kehidupan sehari hari karena peranannya sangat penting bagi ketahanan pangan dan keberlangsungan masyarakat. Produksi padi terus mengalami peningkatan, kesejahteraan petani tidak serta merta meningkat secara signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan serta R/C ratio dan B/C ratio usahatani padi di Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan. Sampel penelitian terdiri atas 45 petani yang dipilih secara proporsional dengan menggunakan rumus Slovin dari populasi 7.765 petani. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi per musim tanam sebesar Rp14.146.819 dengan penerimaan sebesar Rp53.655.309 dan pendapatan bersih mencapai Rp39.508.490. Nilai R/C sebesar 3,79 dan B/C sebesar 2,79 menunjukkan bahwa setiap Rp1 biaya produksi menghasilkan penerimaan Rp3,79 dan keuntungan Rp2,79 pada usahatani padi di Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan.
Strategi Pemasaran Beras Premium Di Kecamatan Seputih Raman (Studi Kasus Pada PP Gapsera Sejahtera Mandiri) Muhammad Firli, Wahyu; Sutarni , Sutarni; Andarwangi , Tunjung; Budi Trisnanto , Teguh
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.4627

Abstract

Kabupaten Lampung Tengah merupakan produsen terbesar beras di Provinsi Lampung dengan memberikan kontribusi sebesar 22 persen. Beras premium merupakan salah satu jenis beras yang menjadi bahan pangan yang dipasarkan. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi faktor internal dan eksternal pemasaran beras premium dan menganalisis strategi yang dapat diterapkan oleh PP Gapsera Sejahtera Mandiri. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rejo Asri, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis SWOT dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan sampel yang ditentukan secara purposive sampling.  Peneliti menentukan sampel sebanyak 10 responden dengan kuesioner penilaian menggunakan skala linkert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strengths (Kekuatan): Beras berstandar, brand dikenal di wilayah Seputih Raman, distribusi efisien, tim memahami pasar lokal, pengemasan berkualitas. Weaknesses (Kelemahan): Modal terbatas untuk pemasaran, produksi belum maksimal, kurangnya promosi, ketergantungan bahan baku, manajemen kurang terintegrasi. Faktor eksternal yaitu Opportunities (Peluang): Meningkatnya kesadaran konsumen, potensi pasar besar, dukungan pemerintah, kemajuan teknologi, gaya hidup sehat. Threats (Ancaman): Persaingan merek lain, fluktuasi harga, perubahan regulasi standar pangan, risiko gangguan distribusi akibat cuaca, perubahan preferensi konsumen. Strategi pemasaran yang dapat diterapkan PP Gapsera yaitu S-O: meningkatkan kerjasama dengan petani agar mendapatkan bahan baku yang menghasilkan produk memenuhi standar. Strategi W-O: menambah kerjasama dengan reseller untuk menambah distributor supaya penerimaan meningkat. Strategi S-T: melakukan branding produk berkualitas, proses produksi dengan mesin berkualitas, dan kemasan yang sesuai standar untuk menghadapi persaingan produk. Strategi W-T: melakukan promosi, menambah distributor dan memberikan jaminan garansi produk untuk menghadapi persaingan produk agar konsumen lebih tertarik PP Gapsera berada pada kuadran I (aggressive strategic) yang artinya usaha masih dalam proses berkembang, dengan kekuatan internal yang dimiliki PP Gapsera dapat memanfaatkan peluang eksternal yang ada untuk memaksimalkan usaha.

Page 1 of 1 | Total Record : 10