cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jmpengabmas@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi,Universitas Mandala Waluya Jalan A.H Nasution No. G-37, Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27224902     EISSN : 27453588     DOI : https://doi.org/10.35311/jmpm
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat (JMPM) merupakan jurnal (Open Journal System) untuk hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial dan kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 519 Documents
Edukasi Kesehatan Dalam Pencegahan Stunting dan Diabetes Melalui Pemanfaatan Potensi Lokal di Desa Sudimara, Cilongok, Banyumas Lulu Setiyabudi; Windy Septiyanti; Ari Wahyudi; Ani Riani Hasana; Ahmad Nasori
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.742

Abstract

Masalah kesehatan masyarakat seperti stunting dan diabetes melitus (DM) masih menjadi tantangan besar di wilayah pedesaan Indonesia. Edukasi kesehatan berbasis potensi lokal menjadi pendekatan strategis dalam mendorong perubahan perilaku serta pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat DPPM KEMENDIKTISAINTEK 2025 yang dilaksanakan di Desa Sudimara, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Kegiatan fokus pada edukasi pencegahan stunting dan DM kepada kelompok ibu PKK, serta pengenalan potensi pohon pisang sebagai sumber pangan fungsional. Edukasi dilakukan secara partisipatif melalui pemaparan materi oleh tenaga ahli, diskusi interaktif, dan pengukuran pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap isu stunting dan DM serta keterkaitannya dengan pemanfaatan pangan lokal. Selain aspek edukatif, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan produk rumah tangga berbasis pisang sebagai alternatif pangan sehat. Edukasi ini menjadi langkah awal dari rangkaian program terpadu yang mengintegrasikan kesehatan dan kewirausahaan masyarakat berbasis sumber daya lokal.
Ecoenzyme A Smart Solution form the Kitchen for Greener Winong Village Ahmad Zulham Fahamsyah Havy; Rokhman Abdillah; Bilkis Afidatul Farhana; Rismatun Nikmah; Muchammad Roni; Fitro Faris Rizqi; Dera Fetrisiya; Nisa Nur Jannah; Rizky Ferdiansyah Frudin
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.748

Abstract

Peningkatan produksi sampah organik rumah tangga menjadi salah satu faktor utama permasalahan lingkungan di wilayah pedesaan. Limbah berupa sisa buah, sayur, dan bahan dapur yang masih berpotensi dimanfaatkan sering kali berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau dibakar, sehingga menimbulkan bau tidak sedap, pencemaran udara, serta risiko gangguan kesehatan. Untuk merespons persoalan tersebut, Pemerintah Desa Winong menginisiasi program pelatihan pembuatan ecoenzym sebagai solusi praktis berbasis rumah tangga. Kegiatan ini melibatkan 40 rumah tangga peserta dan dilaksanakan selama tiga bulan, mencakup tahap sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan berkelanjutan. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test berbentuk soal pilihan ganda untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi praktik dan pencatatan volume sampah rumah tangga. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan peserta sebesar 55% (selisih rata-rata skor post-test dibandingkan pre-test). Sebanyak 85% rumah tangga peserta berhasil memproduksi ecoenzym secara mandiri hingga tahap fermentasi tiga bulan. Selain itu, terjadi penurunan rata-rata volume sampah organik yang dibuang ke TPA sebesar 40% berdasarkan perbandingan catatan timbulan sampah sebelum dan sesudah program. Program ini tidak hanya menghasilkan produk ramah lingkungan yang multifungsi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap prinsip ekonomi sirkular serta memperkuat kemandirian desa dalam pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan.
A Holistic Strategies for Strengthening the Welfare and Competitiveness of Kusamba Salt Farmers putu vierda lya suandari; Julang Aryowiloto; I Gusti Ayu Sri Wahyuni
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.783

Abstract

Desa Kusamba, Bali, merupakan sentra garam tradisional yang menghasilkan Garam Kusamba dengan tekstur halus, rasa khas, dan kandungan mineral tinggi. Namun, industri ini menghadapi tantangan berupa sikap kerja petani yang kurang ergonomis sehingga menimbulkan keluhan muskuloskeletal, serta akses pasar yang terbatas akibat rendahnya literasi digital dan pemasaran yang masih bergantung pada koperasi lokal. Selain itu, residu produksi yang tidak lolos standar sering dijual murah, padahal dapat diolah menjadi produk turunan bernilai tambah seperti pupuk organik dan pestisida alami. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesehatan kerja petani melalui penerapan sikap ergonomis, memperkuat pengemasan dan pemasaran digital, serta mendorong inovasi produk. Kegiatan dilaksanakan pada 16 petani garam Desa Kusamba, April–September 2025, dengan model holistik salah satunya dengan pendekatan SHIP (Systemic, Holistic, Interdisciplinary, Participatory). Metode meliputi presentasi, praktik, penyusunan modul, dan pendampingan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan kepada petani garam di Desa Kusamba berhasil meningkatkan pengetahuan peserta secara signifikan. Pengetahuan tentang sikap dan postur kerja meningkat dari 39,3% menjadi 100% (peningkatan 60,7%), pengetahuan pemasaran dan pengemasan produk meningkat dari 11,6% menjadi 100% (peningkatan 88,4%), dan pengetahuan mengenai inovasi produk garam meningkat dari 21,4% menjadi 100% (peningkatan 78,6%).. Pencapaian ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, kesehatan kerja, dan nilai tambah Garam Kusamba.
Pelatihan Pembuatan Kosmetika Alami Pemerah Bibir (Lip Tint) Dari Buah Bit (Beta Vulgaris L.) Pada Siswa SMAN 1 Kota Bengkulu: Pelatihan Pembuatan Kosmetika Alami Pemerah Bibir (Lip Tint) Dari Buah Bit (Beta Vulgaris L.) Pada Siswa SMAN 1 Kota Bengkulu Rose Intan Perma Sari Rose; Muchammad Farid; Tri Danang Kurniawan; Oon Sapta
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.785

Abstract

Lip tint adalah sejenis lipstick yang teksturnya cair yang merupakan modifikasi antara lipstick dan liblam yang banyak diminati remaja putri. Maraknya penggunaan pewarna berbahaya yang sering digunakan pada kosmetik dapat memberikan dampak yang berbahaya bagi tubuh. Buah bit dapat digunakan sebagai pewarna pada lip tint karena mengandung pigmen warna alami yaitu senyawa betalain yang terdapat memberikan warna khas pada lip tint. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan buah bit sebagai pewarna pada pembuat kosmetik alami pemerah bibir (lip Tint). Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dan pelatihan secara langsung kepada siswa SMAN 1 Kota Bengkulu, dengan total peserta sebanyak 30 orang. Proses pembuatan lip tint dilakukan dengan membuat sari buah bit kemudian ditambahkan bahan tambahan lip tint. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan post-test terhadap 30  peserta.  Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa khususnya untuk pembuatan lip tint dari buah bit. Kegiatan ini juga memberikan  dampak  positif  terhadap  kesadaran  siswa akan penggunaan kosmetik yang aman.
The Counseling and Examination of Hypertension, Diabetes, and Uric Acid for the Elderly of Bulak Surabaya Village Through Healthy Education: Indonesia Liliek Soetjiatie; Bedjo Utomo; Juliana Christyaningsih; Taufiqurahman Taufiqurahman
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.788

Abstract

Lansia memiliki peran penting dalam masyarakat, terutama sebagai teladan dan panutan generasi muda, sehingga membutuhkan perhatian khusus untuk menjaga kualitas hidup yang optimal, khususnya di bidang kesehatan. Permasalahan utama yang dihadapi adalah meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes mellitus, dan asam urat, yang berdampak pada kesehatan fisik maupun mental lansia serta menurunkan kualitas hidup. Mitra dalam program pengabdian kepada masyarakat ini adalah Kelurahan Bulak, wilayah terbesar kedua di area kerja Puskesmas Kenjeran, dengan dukungan layanan kesehatan berupa puskesmas pembantu dan posyandu lansia. Terdapat tujuh posyandu lansia di Kelurahan Bulak dengan 48 peserta aktif di masing-masing posyandu, sehingga setiap bulan rata-rata 336 lansia mendapatkan pelayanan, meskipun keterbatasan fasilitas menjadi kendala. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan kesadaran lansia mengenai pentingnya menjaga kesehatan, disiplin mengonsumsi obat, melakukan pemeriksaan rutin, serta menerapkan pola hidup sehat. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dan seminar tentang penyakit tidak menular, edukasi mengenai makanan sehat bagi lansia dengan penyakit tidak menular, pendampingan dan pelatihan pengolahan makanan sehat, pemeriksaan kesehatan dengan pengukuran tiga parameter laboratorium yaitu gula darah, kolesterol, dan asam urat, serta pembinaan perilaku hidup sehat melalui senam lansia, edukasi tidak merokok, dan menjaga suasana hati. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman lansia terhadap bahaya penyakit tidak menular, kesadaran untuk tertib minum obat, pemeriksaan kesehatan teratur, serta praktik hidup sehat yang lebih baik. Kesimpulan dari program ini adalah pendampingan dan edukasi mampu meningkatkan kualitas hidup lansia, menjadikan mereka tetap berdaya, bernilai, dan bahagia pada usia lanjut, serta berkontribusi positif bagi keluarga dan masyarakat.
Peran Edukasi terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Perubahan Sikap Anggota Majelis Taklim Halimatussa'diyah tentang Tanaman Obat Keluarga Jumasni Adnan; Putri Juanti; Aulia Insani Latif; Nurhalisa Ahwal; Gina Shabarina Sahar
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.789

Abstract

Majelis taklim as a non-formal Islamic educational institution, serves as an effective medium to enhance individual knowledge and skills due to its flexible structure, efficiency, and rapid outcomes. Its presence is increasingly important and expected to play a greater role in addressing community issues, particularly in promoting family health through the utilization of Family Medicinal Plants (TOGA). TOGA are household-cultivated plants with medicinal properties that support disease prevention and health maintenance. However, their utilization among women in majelis taklim remains limited, largely due to insufficient knowledge and the prevailing reliance on synthetic medicines. Enhancing public knowledge is therefore essential, as it can influence attitudes toward the use of natural remedies. This study aimed to examine the role of education in improving knowledge and community attitudes to TOGA. A quasi-experimental method with one-group pretest–posttest design, with 44 respondents. The results showed that a significant improvement in both knowledge and attitudes following the educational intervention, with a p-value of 0.000. It could be concluded that educational on TOGA effectively enhance knowledge and foster positive changes in community attitudes to the use of Family Medicinal Plants
Community Empowerment Dalam Penerapan Terapi Komplementer Untuk Perawatan Penderita Hipertensi Di Pinggiran Sungai Kecamatan Martapura Barat Maulidya Septiany; Bernadetta Germia Aridamayanti; Agianto Agianto; Chrisnawati Chrisnawati; Ghaitsa Zahira Shofa; Faiza Salsabila
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.791

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dengan angka kejadian yang terus meningkat setiap tahunnya. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal ginjal. Oleh karena itu, pendekatan yang efektif dan berkelanjutan dalam penanganan hipertensi sangat diperlukan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil seperti pinggiran sungai di Kecamatan Martapura Barat. Community Empowerment merupakan strategi penting dalam meningkatkan efektivitas intervensi kesehatan. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam penerapan terapi komplementer, diharapkan terjadi perubahan perilaku kesehatan yang lebih baik serta peningkatan kesadaran akan pentingnya pengelolaan hipertensi. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengedukasi dan melatih masyarakat Kecamatan Martapura Barat dalam penerapan terapi komplementer untuk perawatan pasien hipertensi sehingga masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pengelolaan hipertensi secara mandiri dan berkelanjutan.  Rangkaian kegiatan pengabdian ini terbagi menjadi dua pelaksanaan, pelaksanaan yang pertama yaitu pemberian edukasi dan pengenalan terapi komplementer kepada 28 orang kader kesehatan yang aktif di wilayah kerja puskesmas setempat dan kader diarahkan melakukan penerapan edukasi tersebut kepada Masyarakat setempat. Pelaksanaan kedua yaitu pemeriksaan kesehatan gratis berupa pemeriksaan Tekanan Darah, Gula Darah, dan kadar Kolesterol sebagai bentuk evaluasi yang sudah dijalankan oleh kader dan masyarakat setempat. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa 57,1% peserta memiliki tekanan darah normal, 17,9% pre-hipertensi, 17,9% hipertensi tingkat I, dan 7,1% hipertensi Tingkat II. Pemeriksaan gula darah menunjukkan 78,6% peserta dalam kategori normal, 14,3% prediabetes, dan 7,1% diabetes. Sementara itu, kadar kolesterol peserta menunjukkan 57,1% dalam kategori baik, 35,7% kategori waspada, dan 7,1% dalam kategori berbahaya. Kegiatan berlangsung lancar dengan antusiasme tinggi dari peserta dan diharapkan mampu mendorong peningkatan pengetahuan serta perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan hipertensi secara mandiri dan berkelanjutan di wilayah pinggiran sungai Kecamatan Martapura Barat.
Edukasi Pengenalan Jamu Saintifik Sebagai Alternatif Pengobatan Pada Masyarakat Semanu Gunungkidul Lailla Affianti Fauzi; Komarudin Komarudin; Muhamad Nanang Solikhin; Alif Kurniawan
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.799

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan Riskesdas 2018, Gunungkidul menempati peringkat pertama prevalensi hipertensi di wilayah DIY, yaitu sebesar 39,25%. Kondisi ini menuntut adanya upaya promotif dan preventif melalui pendekatan yang mudah diterima masyarakat. Jamu, sebagai warisan budaya bangsa, memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai terapi komplementer, namun sebagian besar penggunaannya masih bersifat empiris. Oleh karena itu, diperlukan edukasi saintifikasi jamu agar masyarakat mampu memanfaatkan tanaman herbal secara lebih aman, efektif, dan berbasis bukti ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Semanu, Gunungkidul, mengenai pembuatan jamu saintifik antihipertensi. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif melalui pelatihan berupa ceramah, praktik pembuatan jamu, diskusi, serta evaluasi menggunakan kuesioner pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 46 orang yang terdiri dari kader posyandu dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan peserta dari 67% pada pretest menjadi 81% pada posttest. Peningkatan terbesar terjadi pada pemahaman teknis seperti lama perebusan dan penggunaan panci kendil, sementara aspek komposisi herbal, penyimpanan ramuan, dan interaksi jamu-obat masih rendah. Kesimpulannya, edukasi saintifikasi jamu antihipertensi efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat serta mendapat apresiasi positif dari peserta. Ke depan, perlu penekanan lebih lanjut pada aspek interaksi obat-herbal, penyimpanan ramuan, serta peningkatan daya tanggap narasumber melalui diskusi yang lebih interaktif.
Helminthiasis Education and Proper Anthelmintic Drug Administration among Students at SMAN 3 Samarinda Fika; Difa Alfyana Sholehah; Annisa Pratami Hasdini
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.806

Abstract

Cacingan merupakan salah satu penyakit infeksi yang masuk dalam kelompok Neglected Tropical Diseases (NTDs) dengan prevalensi tinggi di Indonesia, terutama pada anak usia sekolah. Kasus cacingan di Indonesia rata-rata mencapai 28% di 181 kabupaten/kota, dengan persentase tertinggi mencapai 80% di Papua dan Sumatera Utara. Kurangnya wawasan dan kepedulian masyarakat dalam menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat menjadi faktor utama tingginya angka kejadian cacingan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang infeksi cacing dan pencegahannya melalui edukasi terstruktur. Penelitian ini merupakan studi pre-post intervention yang dilakukan pada 32 siswa kelas X SMA Negeri 3 Samarinda. Metode penyuluhan menggunakan diskusi dua arah dengan bantuan media leaflet dan presentasi PowerPoint. Penilaian dilakukan melalui pengerjaan pre-test dan post-test oleh siswa terkait infeksi cacingan, serta survei kepuasan peserta. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan berdasarkan rata-rata 81,87% pada pre-test menjadi 94,69% pada post-test. Peningkatan paling signifikan terjadi pada pemahaman tentang aturan minum obat cacing (dari 37,5% menjadi 75%), dosis Albendazole (dari 62,5% menjadi 100%), dan waktu minum obat yang tepat (dari 65,62% menjadi 93,75%). Evaluasi kepuasan menunjukkan 50% siswa sangat puas, 90,63% menilai sangat bermanfaat, dan 71,88% menilai materi pada leaflet sangat mudah dipahami. Promosi kesehatan melalui edukasi terstruktur terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang cacingan dan pencegahannya. Program ini dapat menjadi model intervensi edukasi kesehatan di lingkungan sekolah untuk mendukung program penanggulangan cacingan.
Improving Health Literacy on Degenerative Diseases and Nutraceuticals through Community Service and Free Health Screening in Bangunrejo Village, Kutai Kartanegara, East Kalimanatan Arman Rusman; Ummi Khuzaimah; Agus Setiawaty
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.811

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat akibat pola hidup tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, rendahnya aktivitas fisik, serta stres. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui edukasi penyakit degeneratif, pengenalan pangan fungsional/nutraseutikal, serta pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan dilaksanakan di RT. 11 Desa Bangurejo dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang dengan metode pendekatan partisipatif dengan ceramah interaktif, diskusi, simulasi, serta pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Hasil pemeriksaan menunjukkan masih tingginya kasus hipertensi (13 orang), kolesterol tinggi (12 orang), asam urat (7 orang), dan hiperglikemia (3 orang). Hasil pretest–posttest menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai penyakit degeneratif dan pangan fungsional. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi berbasis masyarakat efektif meningkatkan literasi kesehatan sekaligus memberikan deteksi dini penyakit. Dengan demikian, program berkelanjutan berupa pemeriksaan kesehatan rutin dan edukasi interaktif sangat penting dilakukan untuk mendorong penerapan gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan penyakit degeneratif jangka panjang.