cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jmpengabmas@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi,Universitas Mandala Waluya Jalan A.H Nasution No. G-37, Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27224902     EISSN : 27453588     DOI : https://doi.org/10.35311/jmpm
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat (JMPM) merupakan jurnal (Open Journal System) untuk hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial dan kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 519 Documents
Pelatihan Desain Kemasan dan PIRT Dongkrak Daya Saing Produk Mangrove Bontang Karera Aryatika; Junaidin Junaidin; Jamil Anshory; Fahrul Rozi; Ummi Khuzaimah; Muhammad Nuzul Azhim Ash Shidiq; Rafael Fernando Dennis; Arya Yuliansyah; Marzev Tammam Attaqi; Salwa Zahra Maulidasari
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.837

Abstract

Produk olahan mangrove (Sonneratia ovata) yang dikembangkan Pokdarwis Bontang Baru Bersinar masih menghadapi kendala daya saing akibat keterbatasan keterampilan desain kemasan dan belum optimalnya pemenuhan perizinan edar (PIRT). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mendesain kemasan menggunakan Canva sekaligus memperkuat pemahaman proses dan tahapan PIRT agar produk siap memasuki saluran distribusi formal. Kegiatan dilaksanakan 11 Oktober 2025 di Aula PKK Bontang Baru melalui empat sesi terstruktur: pretest, pelatihan (desain kemasan & sosialisasi PIRT), praktik Canva berkelompok, dan posttest. Instrumen evaluasi berupa 15 soal pilihan ganda, dengan kategorisasi skor: <60 (kurang), 60–80 (cukup/sedang), >80 (baik). Peserta kegiatan berjumlah 30 orang.  Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang bermakna setelah intervensi tidak ada peserta pada kategori “kurang” (0%), sementara kategori “baik” mencapai 47% dan “cukup/sedang” 53%. Selain itu, peserta menghasilkan keluaran praktis berupa berkas siap cetak (PDF dengan bleed/crop marks), aset digital resolusi tinggi, dan mockup promosi untuk varian sirup, selai, dan kerupuk. Disimpulkan bahwa kombinasi pelatihan Canva dan sosialisasi PIRT efektif meningkatkan kompetensi kognitif dan keterampilan praktis sekaligus kesiapan regulatif, sehingga berpotensi memperkuat shelf appeal dan akses pasar produk olahan mangrove.
Program Pengembangan Pupuk Asam Amino Alami Berbasis Maggot BSF Dan Daun Kipahit Ahmad Nuryahya Alfarizi; Andrew Setiawan Rusdianto; Viky Helmi Saputra; Faisal Tanjung Hari Mukti; Kinanthi Puspita Pambudi; Sefti Yuliana; Fara faradila; Rahma Kamila; Putri rahma Dyarni Wiji Astuti; Dian Alifiyah Sholiha; Andina Melysiana Putri
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.849

Abstract

Indonesia sebagai negara beriklim tropis dengan potensi sumber daya alam yang melimpah memiliki lahan pertanian luas sehingga berbagai macam tanaman dapat tumbuh. Ketergantungan terhadap pupuk kimia akan berdampak negatif pada tanah jika digunakan secara terus menerus sehingga diperlukan solusi alternatif berupa pupuk organik yang murah dan mudah didapatkan. Desa Sukamakmur memiliki banyak lahan dengan tanaman kipahit yang tinggi kandungan nitrogen, fosfor dan kalium. Desa ini juga mengembangkan maggot BSF untuk dimanfaatkan sebagai pakan unggas dan bioaktivator, sehingga pemanfaatan maggot BSF masih bisa dikembangkan menjadi bahan atau produk yang memiliki manfaat tinggi disektor pertanian Desa Sukamakmur. Pemanfaatan tanaman kipahit yang memiliki kandungan NPK tinggi dikombinasikan dengan maggot BSF yang memiliki kandungan asam amino sehingga diperoleh pupuk NPK dengan asam amino organik. Kombinasi tersebut juga dapat membuka peluang penerapan bioteknologi sederhana berbasis sumber daya lokal dalam menghasilkan pupuk organik cair. Kegiatan pengabdian yang dilakukan diawali dengan perencanaan, pembuatan pupuk, pengaplikasian pupuk dan sosialisasi serta monitoring dan evaluasi. Hasil yang diperoleh yaitu pupuk yang memiliki kandungan NPK serta asam amino yang diperoleh dari daun kipahit yang merupakan tanaman gulma di daerah setempat dan maggot BSF yang merupakan pengurai sampah organik sehingga dapat meningkatkan kesadaran warga akan pemanfaatan bahan organik yang dianggap sebagai limbah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman, lingkungan dan peningkatan perekonomian. Pupuk hasil inovasi ini juga dapat menurunkan ketergantungan kelompok tani terhadap pupuk kimia sehingga berpotensi besar dalam mendukung sistem pertanian berkelanjutan berbasis sumberdaya lokal.
Aplikasi Pupuk Cair Berbasis Limbah Organik pada Sistem Hidroponik Abdullahil Mubarok; Gibran Aulia Rahman Haryadi; Aini Wafiroh; Fajar Bayu Krisnajati; Yeni Zumrotul Azimah; Nurul Qomariyah; Zaki Mubarok; Salsabila Khairunnisa; Nurul Hidayatul Ummah; Nidya Shara Mahardika; Andrew Setiawan
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.850

Abstract

Pertanian hidroponik merupakan solusi modern yang efisien dengan memanfaatkan larutan nutrisi sebagai sumber hara utama. Namun, penggunaan AB Mix sebagai nutrisi hidroponik sering terkendala oleh harga yang tinggi dan ketersediaan yang tidak stabil, khususnya bagi petani skala kecil. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan pupuk organik cair (POC) berbasis limbah organik hasil dekomposisi maggot Black Soldier Fly (BSF) yang diformulasikan dengan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Jamur Keberuntungan Abadi (JAKABA) sebagai alternatif AB Mix. Program dilaksanakan bersama Kelompok Tani Tirto Bakti II di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, melalui metode pelaksanaan yang meliputi observasi, formulasi dua jenis pupuk alternatif (Formula 1: AB Mix 30% + POC Maggot 60% + JAKABA 5% + PGPR 5%; Formula 2: AB Mix 30% + POC Maggot 65% + JAKABA 2% + PGPR 3%), pelatihan, demonstrasi, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa POC maggot yang dikombinasikan dengan PGPR dan JAKABA memiliki potensi sebagai nutrisi hidroponik yang ekonomis, ramah lingkungan, dan efektif dalam mendukung pertumbuhan tanaman selada keriting, dimana Formula 2 menunjukkan hasil pertumbuhan tinggi tanaman yang mendekati kontrol AB Mix 100% (15,04 cm vs 17,6 cm pada 35 HST) serta mampu mempertahankan kestabilan pH larutan nutrisi pada kisaran netral. Kegiatan ini memberikan manfaat berupa peningkatan kapasitas petani dalam memproduksi nutrisi hidroponik mandiri, pengurangan biaya produksi hingga 50,7% untuk pembelian AB Mix, serta penguatan kelembagaan kelompok tani. Formulasi POC maggot BSF, PGPR, dan JAKABA berhasil menjadi alternatif pengganti parsial AB Mix yang efektif dan aplikatif, serta memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Optimalisasi pemanfaatan Ekstrak Daun Ketapang sebagai Obat Alami untuk Ikan Hias dalam Mendukung Budidaya Ikan Hias Berkelanjutan Wahyu Eko Pujianto; Supriyadi Supriyadi; Andi Fikri
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.851

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan mitra usaha mikro dalam mengolah daun ketapang menjadi produk ekstrak bernilai tambah guna mendukung kesehatan ikan hias sekaligus meningkatkan keberlanjutan ekonomi. Kegiatan ini berkontribusi pada pengembangan komunitas dengan meningkatkan keterampilan produksi, memperkuat kemampuan pemasaran, dan menciptakan peluang ekonomi baru dengan memanfaatkan sumber daya alam lokal. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui bantuan teknis dalam proses ekstraksi standar dan filtrasi berlapis, peningkatan kemasan dan branding, pelatihan pemasaran digital, analisis kelayakan, serta perencanaan bisnis strategis menggunakan pendekatan segmentasi, target dan positioning (STP) dan strengths, weaknesses, opportunities, threats (SWOT). Kegiatan ini berhasil meningkatkan kualitas produk, meningkatkan efisiensi produksi, dan memungkinkan mitra untuk mengelola pemasaran online secara mandiri. Selain itu, strategi pengembangan bisnis yang dirumuskan memastikan mitra dapat mempertahankan daya saing produk dan merespons tantangan pasar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan daun ketapang lokal dapat menjadi model bisnis berkelanjutan bagi usaha mikro, berkontribusi pada kemandirian ekonomi dan kesejahteraan komunitas, sekaligus mendukung pengembangan usaha budidaya ikan hias yang ramah lingkungan.
Edukasi Pengolahan Bahan Pangan Lokal Rendah Garam untuk Penderita Hipertensi di Desa Lalimbue Kabupaten Konawe Suwarny Suwarny; Sapril Kartini; Rosdarni Rosdarni
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.856

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi tantangan kesehatan serius di Indonesia, termasuk di wilayah pesisir seperti Desa Lalimbue, Kabupaten Konawe. Kebiasaan pola konsumsi makanan tinggi natrium serta adanya kesenjangan antara pengetahuan dan praktik kesehatan (knowledge-practice gap) menjadi faktor pemicu utama tingginya kasus ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman, melatih keterampilan praktis masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal rendah garam, serta membentuk kader peduli hipertensi. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan tekanan darah, edukasi kelompok interaktif mengenai pengolahan pangan, dan pembentukan kader peduli hipertensi. Hasil pemeriksaan klinis menunjukkan bahwa 68% dari total peserta terdeteksi mengalami hipertensi. Evaluasi kuesioner menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan awal (baseline) masyarakat terkait prinsip diet rendah garam sudah berada pada kategori baik (100%), kegiatan edukasi dan demonstrasi ini efektif dalam mendorong komitmen perubahan perilaku kesehatan, di mana 100% responden menunjukkan sikap positif untuk mengubah pola makan harian dan tertarik mengaplikasikan bahan pangan lokal seperti daun kelor. Penguatan pemanfaatan pangan lokal serta optimalisasi peran kader memiliki potensi besar dalam pengendalian hipertensi berbasis komunitas secara berkelanjutan.
Langkah Nyata Cegah Stunting: Edukasi Kesehatan Inovatif melalui Metode Brainstorming dan Audiovisual bagi Pasangan Usia Subur Eka Diana Permatasari; Nurhakim Yudhi Wibowo; Susi Muryani; Khodijah Khodijah; Novi Aprilia Kumala Dewi; Ratna Widhiastuti; Yessy Pramita Widodo; Arif Rakhman; Ikawati Setyaningrum; Feny Dwi Anggraeni
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.860

Abstract

Stunting menjadi salah satu permasalahan gizi pada anak di Indonesia. Salah satu penyebab kejadian stunting di Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal karena pola asuh yang tidak tepat dalam memilih, mengolah, dan menyajikan makanan. Berdasarkan survei yang dilakukan tim pengabdian masyarakat ditemukan bahwa sebagian besar pasangan usia subur memiliki pemahaman yang rendah tentang stunting. Pasangan usia subur (PUS) belum memiliki keinginan mengakses informasi tentang kehamilan, masa nifas, ASI, makanan pendamping ASI, dan imunisasi komprehensif. Tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang stunting sebagian besar dalam kategori kurang. Kurangnya pengetahuan pada pasangan usia subur memiliki risiko tinggi menyumbang peningkatan angka kejadian stunting karena berpengaruh terhadap pemenuhan gizi anak. Upaya pencegahan stunting secara terpadu dilakukan dengan intervensi sensitif dan spesifik. Edukasi dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan stunting melalui peningkatan pemahaman PUS sebagai calon orang tua. Media edukasi inovatif dan interaktif yang digunakan berupa audiovisual dan metode brainstorming yang terbukti efektif dalam peningkatan pengetahuan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan PUS terhadap stunting terkait konsep stunting dan pemenuhan gizi bagi anak. Hasil menunjukkan peningkatan 83,5% pada pasangan usia subur setelah diberikan edukasi dengan metode brainstorming dan audiovisual tentang konsep stunting dan pemenuhan kebutuhan gizi anak. Program ini menunjukkan bahwa edukasi yang inovatif mampu memberikan kontribusi secara tidak langsung pada pencegahan stunting melalui pemenuhan kebutuhan informasi ke masyarakat.
Pemberdayaan Warga Binaan melalui Pelatihan Pembuatan Mi Ayam Frozen Kemas Vakum dan Digital Marketing di Lapas Bekasi Lukman Azis; Ema Komalasari; Kania Ratnasari; Hamidatun Hamidatun
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.863

Abstract

Mi ayam merupakan makanan yang populer dan digemari berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Selama ini, Lapas Kelas IIA Bekasi telah memproduksi mi ayam di dapur tata boga menggunakan peralatan sederhana namun tanpa dukungan teknologi yang memadai. Mi ayam yang diproduksi disimpan pada suhu 0–4ºC sehingga hanya mampu bertahan selama 1–2 hari saja sebelum mengalami kerusakan. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menambah pengetahuan dan keterampilan warga binaan dan petugas Lapas tentang pembuatan mi ayam frozen kemas vakum serta pemanfaatan digital marketing. Selama 7 minggu kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan sebanyak 12 peserta yang terdiri dari 10 warga binaan dan 2 petugas Lapas. Metode pelaksanaan terdiri dari (1) sosialisasi dan penyampaian materi CPPOB, (2) Pelatihan pembuatan mi ayam, pengemasan vakum, penyusunan tata letak dapur dan digital marketing; (3) Penerapan teknologi, (4) Pendampingan dan evaluasi; serta (5) keberlanjutan program. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sekitar 26,75% dan kemampuan untuk memproduksi mi ayam beku yang dikemas vakum secara mandiri, dengan kapasitas 24 kemasan per hari (setara 3 kg adonan mi). Dengan demikian, program ini terbukti mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memproduksi mi ayam frozen kemas vakum.
Peningkatan Literasi dan Manajemen Keuangan Ibu Rumah Tangga Melalui Edukasi Berbasis Komunitas Dyah Febriantina Istiqomah; Yuniarti Hidayah Suyoso Putra; A'la Syauqi
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.868

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan manajemen keuangan di kalangan ibu rumah tangga. Rendahnya pemahaman dan praktik pengelolaan keuangan menyebabkan lemahnya perencanaan keuangan keluarga dan hal tersebut dapat mempengaruhi kesejahteraan ekonomi keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan peserta pengabdian secara aktif dalam seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, tindakan, observasi, hingga refleksi. Kegiatan diikuti oleh 50 peserta, dengan 42 responden yang mengisi instrumen pretest dan posttest secara lengkap. Pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan edukasi berbasis komunitas, yang mengintegrasikan peran aktif kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai wadah partisipatif dalam proses pembelajaran dan pendampingan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku keuangan peserta. Nilai rata-rata pengetahuan keuangan meningkat dari 3,17 menjadi 3,90, sedangkan nilai rata-rata sikap dan perilaku keuangan meningkat dari 29,90 menjadi 34,67 dengan tingkat signifikansi 0,000 (p < 0,05). Peningkatan tersebut menunjukkan efektivitas pelatihan dalam membentuk perilaku finansial yang lebih terencana dan bertanggung jawab. Produk pengabdian berupa Buku Saku Literasi Keuangan dan Template Pencatatan Anggaran Keuangan Bulanan disusun untuk mendorong keberlanjutan praktik keuangan keluarga secara mandiri. Program ini berkontribusi nyata dalam membangun budaya pengelolaan keuangan yang berkelanjutan serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Utilization of Tobacco and Rice Huskto Produce Biochar and Dry PGPR in Jenggawah Village Danil Hidayat; Amelia Putri Handayani; Farhan Aji Affandi; Stefani Margareta; Bella Ayu Pramistya A.P.H; Andini Ika Nurmilasari; Dian Rossita Berlian; Muhammad Alviyo Z.A; Stevi Alviransa Wulandari; Faisal Dimas Sandi Asmoro; Andrew Setiawan Rusdianto; Leader Firstandika
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.874

Abstract

Desa Jenggawah merupakan daerah pertanian produktif di Kabupaten Jember yang menghasilkan limbah pertanian berupa limbah tembakau dan sekam padi dalam jumlah besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian melalui pembuatan biochar menggunakan proses pirolisis serta formulasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) kering sebagai pupuk berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi kepada kelompok tani Desa Jenggawah. Kegiatan sosialisasi diikuti oleh 20 peserta, sedangkan pelatihan praktik secara langsung diikuti oleh 5 orang anggota kelompok tani selama satu bulan. Bentuk pelatihan meliputi pembuatan alat pirolisis sederhana, pembuatan biochar berbahan sekam padi dan limbah tembakau, serta pembuatan PGPR kering. Luaran yang dihasilkan berupa 1 unit alat pirolisis sederhana, 3 karung biochar, dan 5 pouch kecil PGPR kering. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari 0% sebelum pelatihan menjadi 25% pada tahap awal pendampingan, meningkat menjadi 55% saat praktik berlangsung, hingga mencapai 85% setelah seluruh rangkaian pelatihan selesai dilaksanakan. Program ini mampu meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah pertanian menjadi produk yang bernilai guna dan ramah lingkungan sehingga dapat mendukung penerapan pertanian berkelanjutan di Desa Jenggawah.
Edukasi Pentingnya Vaksin Rotavirus sebagai Upaya Pencegahan Diare Berat Penyebab Stunting pada Anak di Desa Wawatu Sugireng; Sri Anggarini Rasyid; Satriani Syarif
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.878

Abstract

Diare merupakan salah satu penyakit pencernaan yang sering terjadi di masyarakat. Berdasarkan karakteristik demografi, kelompok usia balita merupakan kelompok dengan kejadian diare tertinggi. Diare menjadi salah satu faktor penyebab stunting pada anak karena hilangnya zat mikro yang dibutuhkan oleh tubuh untuk tumbuh karena infeksi diare yang berulang. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan Masyarakat Desa Wawatu tentang pentingnya imunisasi rotavirus untuk mencegah terjadinya diare berulang pada anak. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah edukasi dalam bentuk ceramah interaktif dan diskusi tanya jawab. Melalui edukasi ini, masyarakat memperoleh pengetahuan baru mengenai hubungan antara diare akibat rotavirus dengan kejadian stunting, yang sebelumnya belum banyak dipahami. Berdasarkan hasil evaluasi sebelum dan sesudah edukasi, terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat  yang signifikan terkait pemahaman mengenai pentingnya imunisasi rotavirus dalam mencegah penyakit diare berulang yang dapat menjadi penyebab stunting pada anak. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat, diharapkan akan terjadi perubahan perilaku dalam hal kepatuhan terhadap jadwal imunisasi serta peningkatan partisipasi dalam program vaksinasi anak.