cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jmpengabmas@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi,Universitas Mandala Waluya Jalan A.H Nasution No. G-37, Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27224902     EISSN : 27453588     DOI : https://doi.org/10.35311/jmpm
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat (JMPM) merupakan jurnal (Open Journal System) untuk hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial dan kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 519 Documents
Pemberdayaan Kelembagaan Petani melalui Strategi Penguatan Kapasitas Manajerial dan Kebijakan Internal di Gapoktan Tamanan Makmur: Empowering Farmer Institutions through Managerial Capacity and Internal Policy Strategies at Tamanan Makmur Gapoktan Wafiq Nur Arbian; Nicky Oktav Fauziah; Sujono Sujono
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.1184

Abstract

Sektor pertanian di Kalurahan Tamanan menghadapi tantangan stagnasi kelembagaan petani pascapandemi, terutama pada aspek manajerial dan administrasi organisasi. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk merumuskan strategi penguatan kapasitas kelembagaan pada Gabungan Kelompok Tani Tamanan Makmur guna meningkatkan peran dan fungsinya dalam pemberdayaan petani. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap delapan informan, serta diskusi kelompok terarah. Analisis data dilakukan menggunakan matriks evaluasi faktor Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE), analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) serta matriks Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil kajian menunjukkan bahwa kondisi internal lembaga masih lemah dengan skor 2,02, sementara kondisi eksternal memiliki peluang kuat denganskor 2,70. Posisi kelembagaan berada pada strategi berbenah diri atau Kuadran III (turnaround). Strategi prioritas utama yang dihasilkan dari analisis matriks Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) adalah penguatan tata kelola administrasi dan kebijakan internal dengan skor daya tarik tertinggi sebesar 3,55. Program pemberdayaan ini menekankan bahwa penguatan fondasi internal kelembagaan dapat dilakukan melalui penertiban administrasi dan penyusunan kebijakan internal organisasi. Fokus pada pembenahan sistem manajerial ini telah diimplementasikan melalui penyusunan aturan internal Gapoktan serta penerapan empat buku administrasi wajib (Buku Kas, Buku Inventaris, Buku Daftar Hadir, dan Buku Notulen) guna menciptakan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel dalam mendukung kemandirian petani di wilayah peri-urban.
Inovasi Sediaan Paper Soap Antiseptik Ekstrak Daun Tembelekan (Lantana camara) Untuk Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship magfirah; Ficanata Adhiguna Toding; Iluh Liska
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.1185

Abstract

antiseptik praktis berbasis bahan alami. Daun tembelekan (Lantana camara) mengandung flavonoid dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri, namun penggunaannya di lingkungan SMK Farmasi masih terbatas pada sediaan konvensional. Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam memformulasi ekstrak daun tembelekan menjadi sediaan sabun kertas yang inovatif, portabel, dan mudah dipasarkan. Metode pelaksanaannya meliputi survei awal, konseling tentang bahan teknologi formulasi, pelatihan demonstrasi pembuatan sabun kertas dengan optimasi basis polimer, dan pendampingan aspek kewirausahaan. Evaluasi keberhasilan program diukur menggunakan hasil pre dan post test pada siswa SMK Muhamadiyah. Hasil pengabdian menunjukkan tingkat pemahaman peserta dari hasil pre test dan post test dengan rata-rata selisih persentase 22,5 %. Capaian ini meliputi peningkatan kemampuan berpikir kritis dalam formulasi, aplikabilitas produk di kehidupan sehari-hari. Kesimpulannya, inovasi paper soap ini efektif meningkatkan kompetensi dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa SMK Farmasi melalui pemanfaatan potensi herbal lokal.
Optimasi Kolam Konvensional Dalam Pemenuhan Kuantitas Produk Olahan Ikan Air Tawar Di Desa Pasir Nangka, Provinsi Banten Fajar Cahyo Utomo; Ikhsan Kamil; Bayu Imanuddin; Irfan Maulana
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.855

Abstract

Kegiatan bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan kolam konvensional di Pondok Pesantren Tarbiyatul Mubtadiin, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, guna meningkatkan produktivitas ikan air tawar dan mendukung kemandirian ekonomi pesantren. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya hasil panen akibat manajemen kolam yang belum standar dan minimnya penerapan teknologi tepat guna. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis budidaya ikan lele, penerapan teknologi sederhana seperti penggunaan probiotik, serta pendampingan manajerial terkait pencatatan biaya dan analisis usaha. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan tingkat kelangsungan hidup ikan hingga 85% dan rata-rata berat panen mencapai 400–450 gram/ekor, naik signifikan dibanding kondisi awal 250–300 gram/ekor. Selain peningkatan hasil budidaya, program ini juga berhasil menumbuhkan kapasitas kewirausahaan santri dan memperkuat peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-2 (Tanpa Kelaparan), ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Sinergi antara kampus dan pesantren menjadi model kolaborasi yang efektif untuk mengintegrasikan pendidikan, riset terapan, dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
Sosialisasi Safe Sleep Practice untuk Menurunkan Risiko Sindrom Mati Mendadak pada Bayi di Puskesmas Alai Novia Aninora; Rionitara Wikarya; Putri Permata Sari; Epi Satria; Hasanalita Hasanalita
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.970

Abstract

Sindrom Kematian Bayi Mendadak (Sudden Infant Death Syndrome atau SIDS) merupakan penyebab utama kematian bayi berusia di bawah satu tahun yang terjadi secara mendadak tanpa penyebab yang pasti. Rendahnya pengetahuan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan, mengenai praktik tidur aman (safe sleep practice) menjadi salah satu faktor risiko penting terhadap SIDS. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, terutama ibu dan kader posyandu, dalam menerapkan praktik tidur aman untuk mencegah SIDS. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi interaktif, dan demonstrasi menggunakan media leaflet dan video edukatif. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata 56% menjadi 89%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang interaktif dan berbasis komunitas efektif meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan SIDS.
Education and Creation of Screening Corners for Stunting Prevention: Edukasi dan Pembuatan Pojok Screening Guna Pencegahan Stunting Asri Dwi Novianti; Islamiyah Islamiyah; Leniarti Ali
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.999

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang memiliki dampak panjang diiasa yang akan datang. Stunting tidak dapat perbaiki namun dapat dicegah sejak seorang wanita berusia remaja hingga mempersiapkan kehamilan.  Salah satu faktor penyebab stunting adalah anemia yang dialami saat remaja maupun di asa kehamilan. Sehingga perlu dilakukan edukasi untuk meningkatkan pemahaman mengenai anemia dan stunting pada remaja putri sebagai calon ibu untuk mencegah stunting pada anak yang akan dilahirkan.  Metode dalam pengabdian ini berupa edukasi kesehatan, pelatihan screening anemia, pembuatan kelompok Rasti dan pojok screening. Edukasi kesehatan yang diberikan dengan tema anemia, stunting dan gizi pada usia remaja. Kelompok yang dibentuk guna diberikan pelatihan melakukan screening anemia. Pojok screening merupakan tempat yang disediakan bagi kelompok Rasti guna memberikan edukasi dan melakukan screening bagi teman sebaya yang dilengkapi dengan meja, kursi, rak buku beserta buku bacaan dan alat-alat kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di aula ruang teater SMAN 1 Wawotobi pada tanggal 5-6 Agustus 2025. Dengan jumlah peserta sebanyak 80 siswi. Evaluasi hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan screening anemia pada peserta kegiatan. Peningkatan pengetahuan kurang tentang anemia dari 64 siswi (80%) menjadi 22 (27.5%), sedangkan pengetahuan baik meningkat dari 16 siswi (20%) menjadi 58 (72.5%). Peningkatan pengetahuan kurang tentang stunting dari 59 siswi (73.8%) menjadi 12 siswi (15%), sedangkan pengetahuan baik dari 21 siswi (26.2%) menjadi 68 siswi (85%). Peningkatan berupa keterampilan screening pada 20 siswi kelompok Rasti yang telah dapat melakukan screening anemia pada 80 siswi di SMAN 1 wawotobi.
Pemberdayaan Tenun Gebeng Desa Tanjung Pinang Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan Jovan Febriantoko; Twenty Mariza Syafitri; Riana Mayasari; Sri Wahyuni; Muhammad Rizky; Ayu Meilika Sari; M. Indra Jaya Pratama Kusuma
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.1024

Abstract

Program pemberdayaan Tenun Gebeng dilaksanakan karena rendahnya variasi desain, terbatasnya pengetahuan tentang pewarna alami, kualitas pengemasan dan pemasaran yang belum optimal, serta lemahnya pengelolaan keuangan usaha para pengrajin. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial pengrajin melalui pendampingan pengembangan desain, penggunaan pewarna alami, pengemasan dan promosi produk, serta pengelolaan keuangan usaha. Mitra dalam kegiatan ini adalah Kelompok Tenun Gebeng Desa Tanjung Pinang, Kabupaten Ogan Ilir, yang terdiri atas 40 orang penenun dan terlibat secara langsung dalam seluruh tahapan kegiatan. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui tahapan perencanaan, pelatihan, praktik, dan evaluasi. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kemampuan peserta setelah mengikuti rangkaian pelatihan dan pendampingan. Data pendukung diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta pada seluruh aspek pendampingan, ditunjukkan oleh kenaikan persentase nilai post-test dibandingkan pre-test. Peserta mampu menghasilkan motif yang lebih variatif, menerapkan pewarna alami secara berkelanjutan, merancang kemasan yang lebih menarik, serta mengelola transaksi usaha dengan lebih tertib. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas produk dan kapasitas pengrajin Tenun Gebeng secara berkelanjutan.
Teknologi Produksi Benih Bawang Merah Sebagai Upaya Kemandirian Benih Kelompok Wanita Tani Makmue Beurata Desa Gampong Ladang, Aceh Barat Jekki Irawan; Dewi Andriani; Mustafa Kamal; Wira Hadianto; Izwar Syafari
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.1180

Abstract

Permasalahan utama dalam pengembangan bawang merah di Aceh adalah rendahnya ketersediaan benih berkualitas, keterbatasan pengetahuan petani, serta belum optimalnya penerapan teknologi budidaya dan penyimpanan benih. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian petani dalam produksi benih bawang merah melalui penerapan teknologi sederhana yang adaptif. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis Participatory Action Research, yang dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan dan praktik budidaya, penerapan teknologi produksi benih dan penyimpanan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test.  Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas petani yang signifikan pada seluruh aspek yang dievaluasi. Pemahaman mengenai budidaya calon benih hingga waktu panen yang tepat meningkat dari 40% menjadi 100%, sedangkan pengetahuan tentang seleksi dan sortasi umbi meningkat dari 33% menjadi 95%. Pemahaman terkait penggunaan mulsa jerami padi sebagai teknologi budidaya meningkat dari 53% menjadi 93%, menunjukkan meningkatnya kesadaran petani terhadap pentingnya pengelolaan mikroklimat untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Pada aspek penyimpanan, pemahaman mengenai teknologi pelapisan kaolin meningkat dari 20% menjadi 86%, sementara pengelolaan ventilasi rumah simpan meningkat dari 33% menjadi 90%. Penerapan rumah simpan benih dan pelapisan kaolin terbukti mampu memperbaiki kualitas serta daya simpan benih. Selain itu, seluruh anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmue Beurata (100%) menyatakan komitmennya untuk mengadopsi teknologi yang diperkenalkan pada musim tanam berikutnya. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kapasitas teknis dan kemandirian petani serta berpotensi mendukung keberlanjutan produksi dan ketersediaan benih bawang merah di Aceh.
Pendampingan Masyarakat Pesisir dalam Mengidentifikasi Kebutuhan dan Masalah Berbasis Local Knowledge di Desa Wisata Sarang Tiung, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan anik susanti; Nyimas Nadya Izana; Indah Wulandari; Bai'aturohani Bai'aturohani
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.1183

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan masyarakat pesisir berbasis pengetahuan lokal sebagai dasar penyusunan program pengembangan Desa Wisata Sarang Tiung, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) diterapkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus yang melibatkan kelompok nelayan, tokoh masyarakat, perempuan, serta perangkat desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat berhasil mengidentifikasi kalender musim penangkapan ikan berbasis pengetahuan lokal, memetakan potensi dan permasalahan utama desa, serta menyusun prioritas kebutuhan pengembangan. Permasalahan yang teridentifikasi meliputi ketergantungan pada tengkulak, ketidakpastian status sewa lahan, keterbatasan diversifikasi mata pencaharian pada musim paceklik, serta lemahnya kelembagaan pendukung pengembangan desa wisata. Di sisi lain, masyarakat mengidentifikasi potensi pengembangan ekowisata pesisir yang didukung oleh pengetahuan lokal mengenai ekologi kawasan dan praktik pengelolaan sumber daya secara turun-temurun. Proses partisipatif ini menghasilkan dokumen kalender musim penangkapan ikan, peta kebutuhan masyarakat, dan daftar prioritas program sebagai dasar perencanaan desa yang lebih adaptif terhadap kondisi sosial-ekologis masyarakat pesisir. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pengetahuan lokal dalam proses identifikasi kebutuhan mampu memperkuat kualitas perencanaan pembangunan desa sekaligus mendukung strategi pengembangan pariwisata yang lebih berkelanjutan.
T Tuberculosis-Diabetes Mellitus Education and Risk Screening through a Community Based Approach in Karimbow Talikuran Village, Motoling Timur Subdistrict, South Minahasa Regency Elne Vieke Rambi; Dionysius Sumenge; Yohanis Tamastola; Nurmila Sunati; Marjes Netro Tumurang; Indriani Yauri
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.1194

Abstract

Tuberkulosis (TB) dan Diabetes Melitus (DM) merupakan dua masalah kesehatan masyarakat yang saling berhubungan dan berkontribusi terhadap beban ganda penyakit menular dan tidak menular. DM meningkatkan risiko terjadinya TB aktif, memperburuk respons imun, serta berhubungan dengan peningkatan risiko kegagalan terapi, kekambuhan, dan TB resistan obat. Di sisi lain, status gizi yang buruk dapat memperburuk luaran klinis pasien TB maupun TB–DM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat mengenai TB–DM, melakukan skrining awal risiko hiperglikemia melalui pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS), serta memperkuat peran kader dan pemerintah desa dalam edukasi kesehatan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Karimbow, Kecamatan Motoling Timur, Kabupaten Minahasa Selatan pada Maret–September 2025 dengan pendekatan evaluasi program pra-eksperimental satu kelompok. Intervensi dilakukan melalui sosialisasi, edukasi kesehatan, penyuluhan gizi, pemeriksaan GDS, diskusi kelompok, dan monitoring evaluasi. Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan, terdiri atas 72% perempuan dan 62% kelompok usia dewasa 18–59 tahun. Rata-rata GDS peserta adalah 137,9 mg/dL dengan rentang 81–420 mg/dL. Temuan ini menunjukkan adanya peserta dengan nilai glukosa darah tinggi yang memerlukan pemeriksaan konfirmasi lebih lanjut di fasilitas kesehatan. Hasil evaluasi pengetahuan pascaedukasi menunjukkan capaian jawaban benar sebesar 82–96%, dengan capaian tertinggi pada topik TB-MDR dan capaian terendah pada topik gizi seimbang bagi pasien TB–DM. Kegiatan ini menunjukkan potensi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dan mengidentifikasi individu berisiko hiperglikemia, tetapi efektivitas program terhadap pengendalian TB–DM belum dapat disimpulkan secara kausal karena tidak adanya kelompok pembanding, belum tersedianya data pre-test individual yang dianalisis secara inferensial, dan belum dilakukannya pemeriksaan diagnostik TB. Program serupa perlu diperkuat melalui skrining TB–DM dua arah, pemeriksaan konfirmasi glukosa darah, pemantauan status gizi, sistem rujukan Puskesmas, serta pemberdayaan kader kesehatan secara berkelanjutan.