cover
Contact Name
Trisno Subekti
Contact Email
lppm@stikesdhb.ac.id
Phone
+6285220045869
Journal Mail Official
lppm@stikesdhb.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jakarta No. 75 Antapani Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sehat Masada
ISSN : 19792344     EISSN : 25025414     DOI : https://doi.org/10.38037
Core Subject : Health,
Sehat Masada adalah sebuah Jurnal untuk menampung hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan kesehatan, khususnya tentang Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, dan Refraksi Optisi. Jurnal ini terbit dua kali setahun (Januari dan Juli).
Articles 511 Documents
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP TINGKAT NYERI PADA IBU BERSALIN KALA I FASE AKTIF DI PUSKESMAS BANJARWANGI KABUPATEN GARUT Oktarina Sri Iriani; Seni Putri Agustiani; Mira Meliyanti; Dian Purnama Sari
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 2 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v20i2.615

Abstract

Nyeri pada saat persalinan merupakan hal fisiologis yang dialami oleh ibu bersalin, yang disebabkan oleh kontraksi pada uterus. Nyeri persalinan jika tidak ditatalaksana dengan baik akan berdampak pada menurunnya kontraksi uterus, persalinan lama, bahkan gawat janin. Aromaterapi lavender merupakan salah satu metode non-farmakologi yang bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri, merilekskan pikiran, menurunkan ketegangan dan kecemasan serta memberi ketenangan pada ibu bersalin. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian aromaterapi lavender terhadap tingkat nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif di Puskesmas Banjarwangi Kabupaten Garut tahun 2026. Rancangan penelitian adalah pre-experimental dengan desain one group pretest-posttest. Jumlah sampel 32 orang ibu bersalin kala I fase aktif dengan teknik pengambilan consecutive sampling. Analisa data secara univariat dan bivariat, menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat efektifitas pemberian aromaterapi lavender terhadap tingkat nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat nyeri ibu bersalin sebelum diberikan aromaterapi lavender sebagian besar berada pada kategori nyeri sedang, yaitu sebanyak 28 responden (87,5%), sedangkan 4 responden (12,5%) mengalami nyeri berat. Tingkat nyeri setelah diberikan aromaterapi lavender menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri, di mana sebagian besar responden mengalami nyeri sedang sebanyak 21 responden (65,6%) dan nyeri ringan sebanyak 11 responden (34,4%). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p-value < 0,001 (< 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender. Kesimpulannya, pemberian aromaterapi lavender terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif.
ANALISIS KOMPLIKASI YANG DIHASILKAN OLEH PENGGUNAAN LENSA KONTAK NUraisah Nuraisah; Motris Pamungkas; Titin Purbaningrum
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 2 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v20i2.616

Abstract

Tren penggunaan lensa kontak baik untuk estetika maupun koreksi refraksi meningkat pesat, namun diiringi dengan risiko komplikasi okuler akibat kelalaian prosedur pemakaian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis, faktor risiko, dan tingkat kejadian komplikasi mata akibat penggunaan lensa kontak. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan literature review. Data sekunder dikumpulkan melalui penelusuran artikel ilmiah dari berbagai database nasional dan internasional dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (2014–2024). Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan naratif. Temuan utama menunjukkan bahwa komplikasi yang paling sering terjadi adalah abrasi kornea, mata merah (hiperemia konjungtiva), konjungtivitis, giant papillary conjunctivitis (GPC), iritasi, dan sindrom mata kering. Faktor risiko utama pemicu komplikasi meliputi durasi pemakaian harian yang berlebihan, penggunaan saat tidur atau mandi, serta ketidakpatuhan terhadap higienitas tangan dan prosedur pembersihan lensa. Tingkat pengetahuan pengguna tidak selalu berbanding lurus dengan kepatuhan perilaku perawatan yang benar. Komplikasi penggunaan lensa kontak erat kaitannya dengan perilaku perawatan yang tidak higienis dan tidak sesuai standar operasional. Implikasi hasil penelitian menekankan pentingnya pengawasan rutin. Direkomendasikan bagi tenaga optometri dan institusi kesehatan untuk memperluas edukasi promotif dan preventif secara berkelanjutan mengenai tata cara perawatan lensa kontak yang aman guna menekan angka kejadian komplikasi mata pada masyarakat.
PENGARUH EDUKASI MEDIA GAMIFIKASI TENTANG MENARCHE TERHADAP KESIAPAN REMAJA PUTRI PRAPUBERTAS DI SDN PASIRLUHUR KABUPATEN BANDUNG Dara Ayunda; Dian Purnama Sari; Melati Yuliandari; Haidir Syafrullah
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 2 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescent girls experience menarche as a sign of early puberty, but many are not yet physically, psychologically, socially, and cognitively prepared. SDKI data shows the average age of menarche is 13–14 years. A study at Pasirluhur Elementary School shows that 87% of female students are unprepared. Unpreparedness can lead to anxiety, dysmenorrhea, and unhealthy behaviors. Early education is important so that adolescents are emotionally ready and can maintain reproductive health. Gamification media serves as an interesting, interactive, and easily understood educational alternative for children of prepubertal age. This study aims to determine the influence of gamification media education about menarche on the readiness of prepubertal girls in Pasirluhur Elementary School, Bandung Regency. The method used in this study was a quantitative approach with a pre-experimental design, namely a pretest-posttest one group. A sample of 79 people was taken using total sampling, with 79 respondents. The results showed that before the intervention, 8.9% of students were prepared, while after the intervention, this percentage increased to 97.5%. Data analysis used the Wilcoxon Signed Rank test, showing a p value of 0.000 with a significance level of 0.05. The results of this study indicate a p value of 0.000 with a significance level of 0.05. Based on the research findings, it can be concluded that there is an impact on students' preparedness after being provided education through gamification media about menarche.
PENGETAHUAN PASIEN TENTANG PERAWATAN KACAMATA DI OPTIK KING RANCAEKEK KABUPATEN BANDUNG 2025 Hotman P Simanjuntak; Syaripah Mudaim Rahmawati
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 2 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan kacamata merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas penglihatan, kenyamanan penggunaan, serta mempertahankan fungsi optik dan daya tahan lensa. Namun, masih terdapat pasien yang belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai perawatan kacamata yang benar sehingga berpotensi menyebabkan penurunan kualitas lensa dan memperpendek masa pakainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien tentang perawatan kacamata di Optik King Rancaekek, Kabupaten Bandung, tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas 50 pasien pengguna kacamata yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang memuat 15 pertanyaan mengenai kebersihan, penyimpanan, penggunaan, dan pemeliharaan kacamata. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi tingkat pengetahuan responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup, yaitu sebanyak 30 responden (60%), diikuti kategori baik sebanyak 13 responden (25%), dan kategori kurang sebanyak 7 responden (15%). Variasi tingkat pengetahuan ditemukan pada karakteristik usia, tingkat pendidikan, dan lama penggunaan kacamata. Sebagian besar pasien memiliki tingkat pengetahuan yang cukup mengenai perawatan kacamata, namun masih diperlukan upaya peningkatan pengetahuan melalui edukasi yang berkelanjutan. Tenaga optisi disarankan untuk memberikan edukasi singkat mengenai cara membersihkan, menyimpan, dan menggunakan kacamata dengan benar pada setiap pelayanan guna mendukung pemeliharaan kualitas penglihatan dan memperpanjang masa pakai kacamata.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN LOKAL TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN PADA BALITA BERESIKO STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIBEUNYING KABUPATEN BANDUNG Maya Indriati; Ida Suryani; Oktarina Sri Iriani
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalah gizi di Indonesia meliputi, gizi kurang (stunting, wasting, underweight). Pemerintah melakukan penanggulangan masalah gizi balita yaitu dengan cara pemberian makanan tambahan (PMT), sosialisasi, kelas ibu hamil, dan pos gizi. Puskesmas Cibeunying salah satu puskesmas yang mengikuti program pemerintah untuk pemberian makanan tambahan lokal pada balita beresiko stunting. Berdasarkan data puskesmas bulan Juni 2024 terdapat 75 balita beresiko stunting yang diberikan PMT selama 56 hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian makanan tambahan lokal terhadap kenaikan berat badan dan tinggi badan pada balita beresiko stunting. Pengambilan data dimulai pada tanggal 10 Februari sampai 30 Maret 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah Observasional Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 75 balita. Data kemudian dianalisa menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dengan hasil nilai p value ≤ 0.05. Hasil uji statistik menunjukan terdapat efektivitas pemberian makanan tambahan lokal terhadap kenaikan berat badan dan tinggi badan balita beresiko stunting dengan nilai p value 0.000<0.05.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN LOKAL TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN PADA BALITA BERESIKO STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIBEUNYING KABUPATEN BANDUNG Maya Indriati; Ida Suryani; Oktarina Sri Iriani
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 2 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalah gizi di Indonesia meliputi, gizi kurang (stunting, wasting, underweight). Pemerintah melakukan penanggulangan masalah gizi balita yaitu dengan cara pemberian makanan tambahan (PMT), sosialisasi, kelas ibu hamil, dan pos gizi. Puskesmas Cibeunying salah satu puskesmas yang mengikuti program pemerintah untuk pemberian makanan tambahan lokal pada balita beresiko stunting. Berdasarkan data puskesmas bulan Juni 2024 terdapat 75 balita beresiko stunting yang diberikan PMT selama 56 hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian makanan tambahan lokal terhadap kenaikan berat badan dan tinggi badan pada balita beresiko stunting. Pengambilan data dimulai pada tanggal 10 Februari sampai 30 Maret 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah Observasional Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 75 balita. Data kemudian dianalisa menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dengan hasil nilai p value ≤ 0.05. Hasil uji statistik menunjukan terdapat efektivitas pemberian makanan tambahan lokal terhadap kenaikan berat badan dan tinggi badan balita beresiko stunting dengan nilai p value 0.000<0.05.
PENGARUH BABY SPA TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI USIA 3 – 6 BULAN DI OVERJOY MOM & BABY SPA KOTA BANDUNG TAHUN 2026 Aina Aina; Dyah Triwidiyantari; Sheli Riani; Naili Rahmawati
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 2 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan kualitas tidur masih menjadi salah satu masalah yang sering ditemukan pada bayi dan dapat berdampak terhadap pertumbuhan serta perkembangan neurologis. Baby spa merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang diperkirakan dapat meningkatkan kualitas tidur bayi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh baby spa terhadap kualitas tidur bayi usia 3–6 bulan di Overjoy Mom & Baby Spa Kota Bandung Tahun 2026. Penelitian menggunakan rancangan pre-experimental dengan desain One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 33 bayi usia 3–6 bulan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan Brief Infant Sleep Questionnaire (BISQ), sedangkan analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan p≤0,05. Sebelum intervensi, sebanyak 17 bayi (51,5%) mengalami tidur terganggu dan 16 bayi (48,5%) memiliki kualitas tidur normal. Setelah pemberian baby spa, seluruh responden (100%) memiliki kualitas tidur normal. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05), yang menunjukkan bahwa baby spa berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur bayi usia 3–6 bulan. Dengan demikian, baby spa dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis untuk membantu meningkatkan kualitas tidur bayi.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN GYMBALL TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI PUSKESMAS GANTAR KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2026 Dasih Purnama Dewi; Mira Meliyanti; Dyah Triwidiyantari; Ida Suryani
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 2 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v20i2.626

Abstract

Labor pain is a physiological response resulting from uterine contractions and cervical dilatation during the childbirth process. Inadequate pain management may increase maternal anxiety and tension, impair the effectiveness of uterine contractions, and contribute to prolonged labor. At the Gantar Community Health Center (UPTD Puskesmas Gantar), Indramayu Regency, cases of prolonged labor are still encountered and are presumed to be associated with suboptimal labor pain management, leading to increased maternal anxiety, reduced uterine contractility, and, in some cases, the need for referral to higher-level healthcare facilities. One of the non-pharmacological interventions that may help reduce labor pain intensity is the use of a gym ball. This study aimed to evaluate the effectiveness of gym ball use in reducing labor pain intensity during the active phase of the first stage of labor at the Gantar Community Health Center, Indramayu Regency, in 2026. A quasi-experimental study employing a one-group pretest–posttest design was conducted. The study included 36 women in the active phase of the first stage of labor who were selected using purposive sampling. Labor pain intensity was assessed before and after the intervention using a standardized pain observation scale. Before the intervention, most participants experienced severe pain (61.1%), while the remaining 38.9% reported moderate pain. Statistical analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test revealed a significant reduction in labor pain intensity following the gym ball intervention (p = 0.001; p < 0.05). These findings demonstrate that gym ball use is an effective non-pharmacological intervention for reducing labor pain during the active phase of the first stage of labor and has the potential to improve maternal comfort throughout the childbirth process.
PENGARUH SENAM HAMIL TERHADAP PENURUNAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Ira Kartika; Riska Rahmawati
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 2 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy brings about physical and psychological changes in expectant mothers. One common complaint among pregnant women—particularly those in the third trimester—is back pain. Engaging in light exercise, such as prenatal gymnastics, is one way to improve health during pregnancy. A preliminary survey at the Rajamandala Community Health Center (Puskesmas) revealed that 37 (41.1%) third-trimester pregnant women suffered from lower back pain. This study aimed to determine the effect of prenatal gymnastics on reducing lower back pain in third-trimester pregnant women. A pre-experimental research method utilizing a One-Group Pretest-Posttest Design was employed. The study involved 30 respondents who participated in prenatal gymnastics sessions twice a week for a period of two weeks. Pain levels were measured using the Numerical Rating Scale (NRS), and the data were analyzed using the Paired Sample T-test. The results showed that the mean pain score was 4 (moderate pain) prior to the exercises and dropped to 3 (mild pain) afterward. The analysis yielded a p-value of 0.001, indicating a significant effect of prenatal gymnastics on back pain. In conclusion, prenatal gymnastics has an effect on lower back pain in third-trimester pregnant women. It is recommended that pregnant women perform these exercises regularly to help alleviate lower back pain.
PENGEMBANGAN INTERVENSI PROMOSI KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA KEBAKARAN DI SEKOLAH MENENGAH Tuti Surtimanah; Gugum Pamungkas; Siti Salma Alfiyanti; Safa Qurani Fatiha; Denok Salindri; Dani Murdaya; Ratu Ayya
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 2 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: The high incidence of fire disasters in Bandung—198 cases in 2017, averaging 16.5 incidents per month and affecting an area of 3,316 m²—underscores the urgent need for promotive interventions in fire prevention and preparedness, particularly in school settings. Schools, as densely populated and high-risk environments, require health promotion-based approaches to enhance awareness and emergency response capacity among students. This study aimed to assess students' knowledge of fire disaster preparedness at SMK Negeri 8 Bandung and to develop a health promotion intervention. The intervention included the establishment of a school disaster preparedness team, fire response training, development of infographic-based educational media, and hands-on practice using fire extinguishers (APAR). Methode: A mixed-method approach with a Research and Development (R&D) design was employed. Results showed that students' knowledge was initially low. Results: Post-intervention, there was a significant increase in knowledge (Wilcoxon test, p = 0.002). Students demonstrated the ability to correctly and safely operate fire extinguishers. A formal disaster preparedness team was established through a school decree and is currently implementing an action plan. The educational media received highly positive evaluations (average score: 97.8). Conclusion: These findings indicate that comprehensive health promotion interventions can significantly improve school fire preparedness. Continued support for training, educational materials, and preparedness infrastructure is essential as part of sustainable promotive and preventive strategies in educational institutions.