cover
Contact Name
Trisno Subekti
Contact Email
lppm@stikesdhb.ac.id
Phone
+6285220045869
Journal Mail Official
lppm@stikesdhb.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jakarta No. 75 Antapani Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sehat Masada
ISSN : 19792344     EISSN : 25025414     DOI : https://doi.org/10.38037
Core Subject : Health,
Sehat Masada adalah sebuah Jurnal untuk menampung hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan kesehatan, khususnya tentang Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, dan Refraksi Optisi. Jurnal ini terbit dua kali setahun (Januari dan Juli).
Articles 511 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI PADA AKSEPTOR KB DI UPTD PUSKESMAS TAMANSARI TAHUN 2025 Naili Rahmawati; Rodiyah Nuraeni; Maya Indriati; Berty Risyanti
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v20i1.581

Abstract

Latar Belakang: UPTD Puskesmas Tamansari menyediakan pelayanan kontrasepsi metode jangka panjang (MKJP) dan non-MKJP, namun capaian tahun 2024 masih rendah untuk IUD (0,4%), implant (0,16%), kondom (0,48%), pil (0,2%), sementara suntik mencapai 10,14%. Capaian yang belum optimal berpotensi meningkatkan pertumbuhan penduduk dan risiko “4T” (terlalu muda, terlalu tua, jarak kelahiran terlalu dekat, dan terlalu sering melahirkan). Pemilihan metode kontrasepsi dipengaruhi oleh pengetahuan, dukungan suami, serta peran pemberi layanan termasuk ketersediaan layanan, biaya, dan kualitas konseling. Tujuan: Mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan tentang kontrasepsi, dukungan suami, dan peran pemberi layanan serta hubungan ketiga faktor tersebut dengan pemilihan metode kontrasepsi pada akseptor KB di UPTD Puskesmas Tamansari tahun 2025. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 80 wanita usia subur (WUS) yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis univariat digunakan untuk distribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariat untuk menguji hubungan antarvariabel. Pengolahan data dilakukan menggunakan Jeffreys’s Amazing Statistics Program (JASP). Hasil: Sebanyak 39 (48,75%) WUS memiliki pengetahuan baik, 21 (26,25%) pengetahuan cukup, dan 20 (25%) pengetahuan kurang. Dukungan suami ditemukan pada 41 (51,25%) responden, sedangkan 39 (48,75%) tidak mendapat dukungan. Peran pemberi layanan dinilai ada pada 51 (64%) responden dan kurang pada 29 (36%). Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan pemilihan metode kontrasepsi (p=0,043), dukungan suami dan pemilihan metode kontrasepsi (p=0,026), serta peran pemberi layanan dan pemilihan metode kontrasepsi (p=0,000). Kesimpulan: Pengetahuan tentang kontrasepsi, dukungan suami, dan peran pemberi layanan berhubungan secara signifikan dengan pemilihan metode kontrasepsi pada WUS di UPTD Puskesmas Tamansari tahun 2025.
EVALUASI KEPATUHAN PELAPORAN INDIKATOR NASIONAL MUTU (INM) RUMAH SAKIT DI JAWA BARAT Gugum Pamungkas; Intan Ananda Putri
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v20i1.582

Abstract

Latar Belakang: Mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit dapat diukur melalui pelaporan Indikator Nasional Mutu (INM) yang dilakukan secara berkala. Pelaporan INM merupakan komponen penting dalam upaya peningkatan mutu layanan serta penilaian akreditasi rumah sakit sesuai Permenkes Nomor 30 Tahun 2022. Namun, masih terdapat rumah sakit yang belum patuh dalam pelaporan, sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap kendala yang dihadapi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kepatuhan pelaporan INM pada rumah sakit yang belum pernah melakukan pelaporan dengan menganalisis faktor input, proses, dan output yang memengaruhi pelaksanaannya. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan evaluatif dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Informan terdiri dari Penanggung Jawab (PJ) Mutu Rumah Sakit serta Tim Mutu Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Data dianalisis menggunakan analisis tematik dengan kerangka Input–Proses–Output (IPO). Hasil: Kepatuhan pelaporan INM dipengaruhi oleh faktor input berupa pengetahuan dan pemahaman petugas, ketersediaan sarana prasarana, keberadaan SOP, serta pelatihan. Pada aspek proses, ditemukan kendala teknis aplikasi, keterlambatan pelaporan, dan monitoring internal yang belum optimal. Dari aspek output, ketidakpatuhan berdampak pada proses akreditasi rumah sakit serta menimbulkan kebutuhan pembinaan dan pelatihan teknis dari Dinas Kesehatan. Kesimpulan: Kepatuhan pelaporan INM sangat dipengaruhi oleh kesiapan input, kelancaran proses pelaporan, serta dukungan evaluasi dan pembinaan. Penguatan kapasitas petugas, perbaikan dukungan sistem/aplikasi, dan monitoring internal yang konsisten diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan pelaporan INM.
DISKUSI KELOMPOK FOKUS YANG DIPIMPIN TEMAN SEBAYA MELALUI PIK-R UNTUK MENCEGAH TRIAD KRR REMAJA DI LINGKUNGAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Mira Meliyanti; Sintya Wulansari; Naya Oktaviani
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v20i1.583

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap permasalahan TRIAD Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yang meliputi perilaku seksualitas berisiko, HIV/AIDS, dan penyalahgunaan Napza. Kurangnya pengetahuan dan sikap yang tepat terkait kesehatan reproduksi menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya TRIAD KRR, khususnya pada remaja usia sekolah menengah pertama. Oleh karena itu, diperlukan metode edukasi yang efektif, partisipatif, dan sesuai dengan karakteristik remaja. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Diskusi Kelompok Terarah (DKT) sebagai metode pencegahan TRIAD KRR dengan melibatkan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) sebagai teman sebaya di SMP Global Nusantara. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Subjek penelitian adalah remaja SMP Global Nusantara yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi dilakukan melalui Diskusi Kelompok Terarah yang difasilitasi oleh pendidik sebaya dari PIK-R. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang bermakna pada rata-rata skor pengetahuan dan sikap remaja setelah diberikan intervensi Diskusi Kelompok Terarah. Uji statistik menunjukkan nilai p < 0,05, yang menandakan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test baik pada variabel pengetahuan maupun sikap. Kesimpulan: Diskusi Kelompok Terarah dengan melibatkan PIK-R sebagai teman sebaya terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan TRIAD KRR. Metode ini dapat direkomendasikan sebagai strategi promotif dan preventif yang aplikatif dan berkelanjutan dalam program kesehatan reproduksi remaja di lingkungan sekolah.
EFEKTIVITAS PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI 3-6 BULAN: STUDI PRE-EKSPERIMENTAL DI TPMBS S BAYONGBONG GARUT Nabila Verin ZT; Maya Indriati
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v20i1.584

Abstract

Latar Belakang: Bayi usia 3–6 bulan berada pada fase pertumbuhan yang sangat dipengaruhi oleh kualitas tidur. Pijat bayi merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang berpotensi meningkatkan kualitas tidur. Tujuan: Mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 3–6 bulan di TPMB “S” Bayongbong, Garut, tahun 2025. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one-group pretest–posttest. Sampel terdiri dari 30 bayi usia 3–6 bulan yang mendapatkan intervensi pijat bayi secara rutin dalam periode tertentu. Kualitas tidur diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner Brief Infant Sleep Questionnaire (BISQ). Analisis perbedaan dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Sebelum intervensi, 66,7% bayi memiliki kualitas tidur kurang baik. Setelah pijat bayi dilakukan secara rutin, seluruh bayi (100%) menunjukkan kualitas tidur baik. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor kualitas tidur sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,05), sehingga pijat bayi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur bayi. Kesimpulan: Pijat bayi efektif meningkatkan kualitas tidur bayi usia 3–6 bulan. Intervensi ini dapat menjadi terapi sederhana yang dapat dilakukan orang tua secara mandiri dengan edukasi dari tenaga kesehatan, khususnya bidan.
PERILAKU MEROKOK DAN DURASI TIDUR SEBAGAI KORELASI KESEHATAN MENTAL DI KALANGAN MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT Ejeb Ruhyat; Teguh Prawira; Weni Tusrini; Gugum Pamungkas
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v20i1.585

Abstract

Latar belakang Kesehatan jiwa pada mahasiswa berhubungan dengan gaya hidup seperti perilaku merokok dan durasi tidur. Perilaku merokok dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan jiwa. Begitupun dengan kebiasaan tidur pada mahasiswa. Durasi tidur yang buruk dapat memperburuk kesejahteraan jiwa mahasiswa.Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan perilaku merokok dan durasi tidur dengan kesehatan jiwa mahasiswa program studi kesehatan masyarakat STIKes Dharma Husada Bandung. Metode Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada 109 mahasiswa. Hasil diperoleh menggunakan uji chi-squere dengan P-Value = 0,000. Terdapat hubungan signifikan antara perilaku merokok dan durasi tidur dengan kesehatan jiwa mahasiswa (P-Value 0,000 < 0,05). Kesimpulan 85 mahasiswa yang tidak merokok terindikasi 24,7% mengalami gangguan kesehatan jiwa sedangkan pada 24 mahasiswa perokok terindikasi 87,5% mengalami gangguan kesehatan jiwa. Mahasiswa dengan durasi tidur sangat baik (>7 jam) terindikasi 16,7% mengalami gangguan kesehatan jiwa sedangkan mahasiswa dengan durasi tidur sangat buruk (<5 jam) terindikasi 90,7% mengalami gangguan kesehatan jiwa.
DUKUNGAN KELUARGA SEBAGAI PENENTU KEMANDIRIAN AKTIVITAS KEHIDUPAN SEHARI-HARI PADA LANSIA PASCA-STROKE Erlina Fazriana; Depi Susanti
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v20i1.586

Abstract

Latar Belakang: Stroke menyebabkan penurunan kemampuan fungsional lansia terutama dalam aktivitas sehari-hari (Activity Daily Living/ADL) sehingga meningkatkan risiko ketergantungan; dukungan keluarga berperan penting dalam pemulihan kemandirian, dengan prevalensi stroke pada lansia menurut SKI 2023 sebesar 3,54 per mil (usia 65–74 tahun) dan 4,13 per mil (usia ≥75 tahun). Metode: Penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 50 lansia pasca stroke yang dipilih secara purposive sampling di wilayah kerja Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung; instrumen menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan Barthel Index, analisis hubungan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Responden umumnya memiliki dukungan keluarga yang baik dan tingkat kemandirian ADL berada pada kategori ketergantungan ringan hingga sedang; uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kemandirian ADL (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga dan kemandirian ADL pada lansia pasca stroke, sehingga keterlibatan aktif keluarga perlu diperkuat melalui peningkatan dukungan informasional (nutrisi dan perawatan lansia) serta dukungan penilaian/motivasi dalam proses pemulihan untuk meningkatkan kualitas hidup.
HUBUNGAN FAKTOR PREDISPOSISI PREEKLAMSIA DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA DI RSUD PALABUHANRATU TAHUN 2024 Nurhidayah Nurhidayah; Dyah Triwidiyantari
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v20i1.587

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu dan janin, terutama di negara berkembang. Kondisi ini ditandai dengan hipertensi yang muncul setelah usia kehamilan 20 minggu dan dapat disertai gangguan organ seperti proteinuria, gangguan fungsi ginjal, serta gangguan neurologis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor predisposisi (usia ibu, status gravida, riwayat preeklampsia, hipertensi kronis, dan kehamilan kembar/gemelli) dengan kejadian preeklampsia di RSUD Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian menggunakan total populasi sebanyak 131 ibu bersalin yang tercatat dengan diagnosis preeklampsia di RSUD Palabuhanratu selama periode Januari–Desember 2024. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05.Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia ibu (p=0,003), status gravida (p=0,002), riwayat preeklampsia (p=0,003), hipertensi kronis (p=0,002), dan kehamilan kembar/gemelli (p=0,001) dengan kejadian preeklampsia. Kesimpulan: Faktor usia ibu, status gravida, riwayat preeklampsia, hipertensi kronis, serta kehamilan kembar memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian preeklampsia di RSUD Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi Tahun 2024.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEPRESI POSTPARTUM DI TEMPAT PRAKTIK MANDIRI BIDAN S KOTA BANDUNG TAHUN 2025 Sri Hennyati A; Alda Delvia; Maya Indriati; Ida Suryani
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v20i1.588

Abstract

Latar Belakang: Depresi postpartum merupakan gangguan psikologis yang sering dialami ibu setelah melahirkan dan dapat berdampak negatif terhadap ibu, bayi, serta keluarga. Berbagai faktor diduga berperan dalam kejadian depresi postpartum, antara lain usia, paritas, pendidikan, dan dukungan suami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian depresi postpartum pada ibu nifas di Tempat Praktik Mandiri Bidan S Kota Bandung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 40 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) untuk mengukur depresi postpartum dan Postpartum Social Support Questionnaire (PSSQ) untuk mengukur dukungan suami. Data dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil: Sebanyak 67,5% ibu nifas mengalami depresi postpartum. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p = 0,083), paritas (p = 0,053), dan pendidikan (p = 0,664) dengan kejadian depresi postpartum. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dan kejadian depresi postpartum (p = 0,000). Kesimpulan: Dukungan suami merupakan faktor yang paling berhubungan dengan kejadian depresi postpartum pada ibu nifas di Tempat Praktik Mandiri Bidan S Kota Bandung Tahun 2025. Oleh karena itu, intervensi yang melibatkan suami dalam perawatan ibu nifas penting dilakukan sebagai upaya pencegahan depresi postpartum.
PENGARUH PIJAT DEEP BACK MASSAGE TERHADAP NYERI PERSALINAN PADA FASE AKTIF TAHAP PERTAMA PERSALINAN PADA WANITA YANG MELAHIRKAN Yeti Hernawati; Rina Elisa; Dyah Triwidiyantari; Rosita Rosita
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v20i1.589

Abstract

Latar Belakang: Persalinan adalah proses fisiologis yang sering disertai nyeri, yang dapat menimbulkan trauma dan kecemasan; penanganan nyeri nonfarmakologis seperti Deep Back Massage berpotensi membantu ibu lebih tenang dan rileks. Metode: Penelitian kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest with control group design pada ibu bersalin kala I fase aktif di RSUD Bandung Kiwari Kota Bandung, dengan analisis data univariat dan bivariat. Hasil: Pemberian Deep Back Massage menunjukkan pengaruh signifikan terhadap penurunan skala nyeri persalinan pada ibu bersalin kala I fase aktif. Kesimpulan: Deep Back Massage efektif menurunkan nyeri persalinan pada kala I fase aktif dan dapat diterapkan sebagai salah satu metode nonfarmakologis untuk membantu pengurangan nyeri selama proses persalinan.
PELVIC ROCKING SEBAGAI INTERVENSI NONFARMAKOLOGIS DALAM MEMPERCEPAT KEMAJUAN PERSALINAN KALA I Ira Kartika; Mira Meliyanti; Dita Depiyanti
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v20i1.590

Abstract

Latar Belakang: Aromaterapi dalam persalinan dipercaya sebagai terapi komplementer untuk menurunkan intensitas nyeri. Aromaterapi dapat memengaruhi sistem limbik di otak (pusat emosi) dan merangsang pelepasan endorfin serta enkefalin yang bersifat analgesik, serta serotonin yang membantu mengurangi kecemasan dan ketegangan. Tujuan: Mengetahui pengaruh aromaterapi peppermint terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif di TPMB “S” Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen one group pretest–posttest. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah sampel 30 ibu bersalin kala I fase aktif. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) melalui lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji Wilcoxon untuk menilai pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap nyeri persalinan. Hasil: Sebelum intervensi, mayoritas responden mengalami nyeri berat sebanyak 25 orang (83,3%) dan nyeri sedang sebanyak 5 orang (16,7%). Setelah intervensi, mayoritas responden mengalami nyeri sedang sebanyak 22 orang (73,3%), sementara nyeri berat hanya 1 orang (3,4%) (kategori lain tercatat sebanyak 7 orang (23,3%)). Uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000 (α = 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh aromaterapi peppermint terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif di TPMB “S”.