cover
Contact Name
Dr Ansar
Contact Email
abdimastpb@gmail.com
Phone
+6281339807780
Journal Mail Official
abdimastpb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Majapahit No. 62
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram
Published by Universitas Mataram
ISSN : 26557533     EISSN : 26563592     DOI : https://doi.org/10.29303/amtpb
Jurnal Ilmiah Abdi Mas memuat artikel mengenai pengabdian kepada masyarakat pada berbagai bidang. Naskah yang dikirim merupakan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dalam pertimbangan untuk publikasi di penerbitan lain. Semua penulis naskah diharapkan sudah menyetujui pengiriman naskah ke Jurnal Abdi Mas TPB Unram dan setuju dengan urutan nama penulisnya.
Articles 63 Documents
PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK KRESEK SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN BURUH WANITA PENGANGKUT PASIR DI DESA MARONG JAMAQ KECAMATAN SELAPARANG MATARAM NUSA TENGGARA BARAT Astuti, Sri Puji; Kurnianingsih, Rina; Ghazali, Mursal; Sunarwidhi, Eka; Sunarpi, Sunarpi
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 1, No 1 (2019): Volume 1 Nomor 1 Januari 2019
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v1i1.6

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan khalayak buruh wanita pengangkut pasir di Desa Marong Jamaq Kelurahan Karang baru Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, telah selesai dilaksanakan. Tujuan dari kegiatan ini adalah menumbuhkan dan mengasah keterampilan membuat produk dekoratif berbahan dasar sampah plastik kresek, memotivasi warga untuk mengembangkan kreativitas dan membuat usaha mandiri berbasis keterampilan mengolah sampah plastik kresek. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan Focus Group Discussion, yang mencakup pelatihan, pembinaan dan evaluasi untuk memantau keberhasilan kegiatan menggunakan metode observasi. Materi yang disampaikan meliputi bahaya sampah plastik kresek bagi kesehatan dan lingkungan, upaya penanganan sampah plastik kresek skala rumah tangga, melatih pembiasaan dalam menciptakan lingkungan bersih, alternatif pemanfaatan sampah plastik kresek, aneka olahan sampah plastik kresek menjadi bahan dekoratif. Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan ini, sebanyak 100% peserta memahami materi yang disampaikan, sebanyak 85% peserta memahami cara pembuatan bahan dekoratif dari sampah plastik kresek, sebanyak 95% peserta termotivasi untuk menerapkan dan mengembangkan aneka model produk dekoratif, dan sebanyak 90% peserta termotivasi untuk memasarkan produk dekoratif yang telah dibuat.
INTRODUKSI TEKNOLOGI TEPAT GUNA TEKNIK FILTRASI PADA PEMBUATAN MINYAK KELAPA TRADISIONAL (MINYAK JELENG) DI DESA GONDANG KECAMATAN GANGGA KABUPATEN LOMBOK UTARA Murad, Murad; Sukmawaty, Sukmawaty; Sabani, Rahmat
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 1, No 2 (2019): Volume 1 Nomor 2 Juli 2019
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v1i2.24

Abstract

Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk daerah penghasil buah kelapa yang potensial di Indonesia. Luas lahan produksi kelapa 59.387,09 ha dengan jumlah produksi sebesar 58.963,04 ton (BPS, 2018). Sebagian buah kelapa keadaan utuh dikirim keluar daerah dan sebagian lagi dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk pembuatan minyak kelapa tradisional. Dikatakan tradisionl, karena proses pembuatan minyak dilakukan dengan tahapan sederhana yaitu pembuatan santan, pemanasan santan dan pemisahan minyak. Tujuan kegiatan ini adalah pelatihan teknologi tepat guna teknik filtrasi pada pembuatan minyak kelapa tradisional skala home idustries di Desa Gondang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara. Metode kegiatan menggunakan metode Pendidikan Orang Dewasa (POD) atau Androgogi dengan menekankan partisipasi aktif dari peserta, kerja kelompok dan demonstrasi penerapan TTG teknik filtrasi pada pembuatan minyak kelapa tradisional skala home idustries. Pelaksanaan pelatihan di Desa Gondang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara. Mekanisme pelaksanaan pelatihan meliputi ; acara pembukaan, penyampaian materi gambaran umum tentang tanaman kelapa dan pemanfaatan tanaman kelapa, tentang teknik pengolahan minyak kelapa dan pengemasan, praktek teknik filtrasi atau penyaringan minyak kelapa tradisional dan teknik pengemasan. Pada pelatihan teknik filtrasi atau penyaringan minyak kelapa tradisional absorben yang digunakan adalah batu zeolit. Pemanfaatan zeolit ini memberikan nilai tambah yang cukup besar, dibandingkan jika dimanfaatkan hanya sebagai bahan pengganti batu bata atau batako. Hasil penyaringan minyak kelapa tradisional dengan menggunakan zeolit sebagai absorben memberikan hasil yang cukup maksimal serta meningkatkan mutu dan kualitas minyak kelapa tradisional. Mutu dan kualitas minyak kelapa tradisional yang dihasilkan dengan ciri-ciri sifat fisik, kimia dan organoleptic, seperti warna lebih jernih (tidak kotor atau keruh), kadar air rendah (menyebabkan daya simpan lebih lama) serta aroma dan rasa dapat dipertahankan sebagai khas minyak kelapa tradisional. Kegiatan filtrasi minyak kelapa dilakukan dengan satu set alat filtrasi dengan urutan filter sebagai berikut: mulai dari ujung paling bawah dipasangkan kertas saring, selanjutnya kapas, kain kasa, batu zeolit, dan terakhir kawat saring.
PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN PEMBUATAN NUGGET IKAN (Fish Nugget) SEBAGAI SALAH SATU USAHA PENINGKATAN PENDAPATAN NELAYAN DI DESA KARANGAGUNG KECAMATAN PALANG KABUPATEN TUBAN Yusuf, Muhammad; Munir, Miftachul; Suwardana, Hendra
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 2, No 2 (2020): Edisi Juli 2020
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v2i2.49

Abstract

Salah satu Program pengabdian kepada masyarakat yang kami lakukan di Desa Karangagung kecamatan palang Kabupaten Tuban. Tujuan kegiatan ini untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan cara memberikan sosialisasi dan pelatihan pengolahan ikan menjadi nugget, dalam upaya menaikkan nilai jual sebagai sumber tambahan pendapatan masyarakat. Manfaat yang dapat peroleh dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengembangan inovasi dalam berwirausaha dengan pengolahan bahan-bahan baku yang mudah didapat untuk menjadi produk-produk yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi, sehingga bisa dijadikan sumber tambahan pendapatan sebagai pengembangan kewirausahaan dan mengurangi angka pengangguran masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ceramah, demontrasi dan pelatihan kepada masyarakat serta melakukan pendampingan mulai pengolahan ikan menjadi nugget yang lezat sampai pengemasan yang memiliki nilai jual. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat telah menyadari begitu pentingnya pengembangan inovasi berwirausaha dalam peningkatan ekonomi masyarakat.
Peran Perempuan Dalam Pemutusan Mata Rantai Covid-19 Melalui Gerakan Pembagian 1 Juta Masker ABDULLAH, VERA IRIANI
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 3, No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v3i1.59

Abstract

The first COVID-19 disease on the move was identified in Wuhan, spreading so rapidly that it has an impact on mortality, morbidity, mental health conditions and economic losses. The Indonesian government declared the 2019 corona virus disease a national disaster on March 2, 2020, which poses a big risk to the economic sector. The economic situation of the community increases. So that it will affect the purchasing power of the community including the purchase of PPE (Personal Protective Equipment), namely masks. The use of masks for crew members in the community, where in early January 2020 WHO had not used masks en masse for healthy individuals. However, based on the results of research that has been carried out during the pandemic period, it shows that using a mask is very effective in preventing the transmission of Covid-19. The activity method uses the ball pick-up method where the team goes down directly to the predetermined location of the activity. The results of the distribution of 200 cloth masks can be distributed to targets at 4 locations. The cloth masks brought in this activity are masks with 3 layers consisting of an absorbent on the inside, a layer of non-woven material in the middle such as polypropylene and a non-absorbent material on the outside. So that this cloth mask meets the mask standards requested by WHO, so at least it doesn't use a scuba and buff type mask or doesn't even use it at all. 
PENINGKATAN KAPASITAS BUMDES DALAM PENYUSUNAN BUSINESS PLAN BAGI PENGELOLAAN KAWASAN EKOWISATA HUTAN BERKELANJUTAN DI DESA SESAOT KECAMATAN NARMADA KABUPATEN LOMBOK BARAT Yakin, Addinul; Sukardi, Sukardi; Amiruddin, Amiruddin; Sa’diyah, Halimatus
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 1, No 1 (2019): Volume 1 Nomor 1 Januari 2019
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v1i1.17

Abstract

Dalam rangka melibatkan masyarakat desa dalam pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, Pemerintah Republik Indonesia melalui Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dalam beberapa tahun terakhir, BUMDes Sesaot sudah mengelola ekowisata Sesaot tetapi belum optimal antara lain karena belum memiliki business plan yang memungkinkan BUMDes untuk memaksimalkan peluang keberhasilan dari pengelolaan ekowisata berkelanjutan ke depan. Dengan adanya business plan tersebut  sekaligus juga sebagai alat untuk bekerja sama dengan pihak ketiga dalam hal pendanaan, pembinaan, dam pengembangannya agar usaha yang dijalankan dengan kelayakan ekonomi, sosial dan lingkungan. Melalui program pengabdian pada masyarakat kapasitas BUMDES dan stakeholders dalam penyusunan business plan ditingkatkan melalui penyuluhan dan fasilitasi. Kegiatan pengabdian  ini telah dilaksanakan di desa Sesaot Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat dengan melibatkan 31 orang partisipan yang terdiri dari pengelola BUMDes serta pelaku usaha lain, serta instansi/lembaga lain yang terlibat dalam pengelolaan kawasan ekowisata serta petani pesanggem yang ikut memanfaatkan kawasan hutan sekitar. Pelaksanaan kegiatan melalui tahap-tahap persiapan, koordinasi dengan BUMDes dan pihat terkait di lapangan, sosialisasi dan penyuluhan, serta fasilitasi penyusunan, dan evaluasi kegiatan sehingga mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta tentang teknik penyusunan business plan, serta menghasilkan draft business plan pengelolaan kawasan ekowisata Sesaot oleh BUMDes Desa Sesaot Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.
INTRODUKSI TTG PASCA PANEN DAN PENGOLAHAN KOPI PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA GUNA MENINGKATKAN NILAI TAMBAH DI KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN LOMBOK UTARA Murad, Murad; Sukmawaty, Sukmawaty; Sabani, Rahmat; Ansar, Ansar; Kurniawan, Hary
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 2, No 1 (2019): Edisi Januari 2020
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v2i1.38

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan di Pulau Lombok khususnya di Lombok Utara. Jenis kopi yang ditanam adalah robusta (Robusta canephorapierre) dan kopi sambung (robusta arabika). Kopi jenis ini yang memiliki karakter organoleptik tersendiri yang potensial untuk dikelola guna meningkatkan kesejahteraan para petaninya dan masyarakat pada umumnya. Proses pengolahannya masih dilakukan secara tradisional. Meskipun prospek pengembangannya menjanjikan, akan tetapi muatan teknologi pada komoditas ini sangat masih minimal sehingga nilai tambah yang diperoleh petani relatif terbatas. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menemukan strategi alih dan penerapan teknologi tepat guna (TTG) pasca panen dan pengolahan kopi pada industri rumah tangga guna meningkatkan nilai tambah di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini dilakukan melalui  pelatihan serta demonstrasi menggunakan metode Pendidikan Orang Dewasa (POD) dengan menekankan partisipasi aktif peserta, kerja kelompok, dan demonstrasi penerapan teknologi tepat guna pasca panen dan pengolahan kopi pada industri rumah tangga di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat petani kopi dan pemerintah daerah dalam mewujudkan strategi pengembangan komoditas kopi melalui introduksi teknologi tepat guna pasca panen  dan pngolahan kopi. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan bahwa mulai dari pasca panen  biji kopi telah dilakukan kegiatan sortasi dan grading dengan menggunakan alat grading screen ukuran lubang no 10 diameter 6 mm, no 15 diameter 7 mm dan no 20 diameter 8 mm. Hasil grading biji kopi diperoleh ukuran kelas mutu/grade I ukuran biji kopi di atas 8 mm, mutu/grade II ukuran 8 mm dan mutu/grade III ukuran 7 mm sedangkan biji yang lolos dengan ukuran ≤ 6 mm termasuk biji rusak. Grading biji kopi yang telah dilakukan dapat meningkatkan nilai jual secara nyata dengan perolehan GI ± 60% (Rp. 50.000 per kg), GII ± 20% (Rp. 35.000 per kg) dan GIII ± 20% (Rp. 15.000 per kg). Jadi total nilai tambah diperleh rata-rata sebesar 15-20%. Proses pengolahan biji kopi dilakukan dengan menggunakan alat Roaster tipe silinder dengan kapasitas 5-10 kg untuk penyangraian (roasting) biji kopi yang dilakukan dengan system pengendalian proses, sehingga biji kopi sangrai yang diperoleh sesuai target tingkat pemasakan dengan suhu rata-rata 200oC selama 1-1,5 jam. Penanganan selanjutnya adalah pengemasan produk olahan biji kopi yang meliputi biji kopi mentah (greenbean), biji kopi sangrai dan kopi bubuk dengan berbagai jenis dan tingkat mutu (original, fermium, dan clasik). Produk kopi hasil olahan dalam bentuk kemasan dipasarkan melalui kegiatan penitipan di berbagai supermarket, kegiatan pameran dan bahkan ada yang langsung datang membeli maupun pemesanan secara online.
DEMPLOT BUDIDAYA TANAMAN TOMAT TAHAN PENYAKIT HAWAR DAUN DI LAMOMEA, KONAWE SELATAN HS, Gusnawaty; Aka, R; Taufik, M.; Asniah, Asniah
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 3, No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v3i1.68

Abstract

Tanaman tomat merupakan sayuran buah yang banyak dibudidayakan oleh kelompok tani di Desa Lamomea dan menjadi salah satu sumber ekonomi penting bagi keluarga petani. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah serangan penyakit hawar daun tomat yang dapat menyebabkan gagal panen. Tujuan kegiatan adalah mendampingi petani tomat untuk mengendalikan penyakit hawar daun tomat. Metode yang digunakan adalah bimbingan teknis dan pembuatan demo plot (demplot) pengendalian penyakit hawar daun tomat. Teknis pengendalian yang diterapkan adalah penyemaian benih pada media media rockwall, pemberian mulsa plastik hitam perak, mulsa jerami dan agens hayati Trichoderma sp. Demplot berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra bahwa rockwall yang digunakan menunjukkan pertumbuhan benih tomat lebih seragam dan mengurangi penyakit hawar daun tomat. Mulsa plastik hitam perak terbuktgi efektif mengurangi gulma dan mengurangi kejadian penyakit hawar daun, sedangkan mulsa jerami mengurangi frekuensi penyulaman dibandingkan dengan penggunaan mulsa hitam perak. Aplikasi agens hayati dan jerami juga dapat mengurangi tanaman yang terinfeksi penyakit hawar daun ketika diikuti dengan perempelan tunas-tunas air atau ranting non produktif.
DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN DAGING AYAM Alamsyah, Ahmad; Basuki, Eko; Prarudiyanto, Agustono; Cicilia, Siska
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 1, No 1 (2019): Volume 1 Nomor 1 Januari 2019
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v1i1.12

Abstract

Ayam merupakan salah satu jenis unggas yang paling banyak dipelihara dan dibudidayakan untuk dimanfaatkan oleh manusia. Jenis ayam yang paling banyak diternakkan adalah ayam petelur dan ayam pedaging. Pemanfaatan daging ayam sudah banyak dilakukan menjadi beberapa produk olahan seperti bakso dan nugget. Kedua produk tersebut sedang menjadi trend kuliner di masyarakat. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya stand penjual bakso bakar dan sosis. Salah satu daerah yang banyak menjajakan produk ini adalah Kebun Duren Selagalas. kendala yang dihadapi adalah sebagian dari penjual belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membuat bakso dan nugget. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya kegiatan pelatihan ini dapat memberi tambahan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah daging ayam menjadi kedua produk tersebut. Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu rumah tangga dan pedagang bakso yang terdapat di desa tersebut yang berjumlah 20 orang. Kegiatan pengabdian diawali dengan survey potensi daerah, pengumpulan data, penyuluhan produk turunan dan teknik pengolahannya, serta praktik pembutan bakso dan nugget. Kegiatan berlansung dengan baik dimana peserta serius mengikuti pelatihan dan bisa mempraktikkan pembuatan bakso dan nugget ayam.
IMPLEMENTASI MESIN PEMASAK NIRA AREN DILENGKAPI TEKNOLOGI "DUKASTO" GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS GULA AREN DI DESA PLEDOKAN KECAMATAN SUMOWONO KABUPATEN SEMARANG Nurdiana, Asri; Dwimawanti, Ida Hayu; Setyawan, Agus
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 2, No 1 (2019): Edisi Januari 2020
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v2i1.41

Abstract

Gula aren adalah pemanis yang dibuat dari nira yang berasal dari tandan bunga jantan pohon enau. Gula aren selalu menjadi bahan baku yang digunakan hampir di seluruh bahan makanan. Oleh karena itulah yang menjadi dasar pembukaan usaha kegiatan mandiri (UKM) di daerah Sumowono, Semarang. Proses pencampuran bahan masih dilakukan dengan alat yang sangat sederhana, sehingga prosesnya juga membutuhkan waktu cukup lama. Oleh karena itu, dibutuhkan alat bejana pemasakan nira lengkap dengan peralatan pengadukan, penataan tungku dengan menggunakan bahan bahan bakar gas atau alat pengisap debu, sehingga kualitas gula aren dapat meningkat. Dengan demikian gula aren yang dihasilkan mempunyai kualitas 1, sedangkan yang rafinasi gula aren dapat dihasilkan gula aren dengan kualitas 2, sehingga sesuai dengan apa yang telah ditargetkan, dimana pasar gula mareh maupun gula aren rafinasi meningkat 20 % tiap tahunnya.
SOSIALISASI ZERO WASTE DI DESA KEDIRI KABUPATEN LOMBOK BARAT Zulhan Widya Baskara; Zulfikar, Wahyudi; Widhiantari, Ida Ayu; Dwi Putra, Guyup Mahardian; Muttalib, Surya Abdul; Hidayat, Agriananta Fahmi; Baskara, Zulhan Widya
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 3, No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v3i1.64

Abstract

Sampah menjadi persoalan tersendiri di desa Kediri Kecamatan Kediri, kabupaten Lombok Barat. Hal ini dikarenakan tiap harinya di Lomboka Barat mencapai 175, 4 ton produksi sampah, namun kemampuan pengelolaan hanya ada 60.83%, Sebanyak 101,76 ton atau 58,01% diangkut diangkut ke  tempat pembuangn akhir. Kemudain 2,82% diolah dengan pola 3R.  Dari sekian banyak di antaranya merupakan sampah Organik, Sampah Anorganik dan sampah 9,95% sampah yang sulit terurai berupa sampah plastic dan sampah B3. Adanya peran serta seluruh lapisan masyarakat dalam pengelolaan sampah maka pembekalan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah perlu digalakkan. Berdasarkan analisis situasi, permasalahan yang dihadapi diwilayah tersebut belum sepenuhnya memiliki pengetahuan mengenai konsep Zero Waste serta minimnya ketrampilan dalam pengelolaan sampah Organik, sampah Anorganik, dan Sampah B3, sehingga pengelolaan sampah tidak maksimal. Adapun tujuan dari pelaksanaan program pengabdian ini adalah (1) Membekali pengetahuan masyarakat umumnya mengenai konsep Zero Waste dengan penerapan prinsip 5R (Refuse, Reduse, Reuse, Recycle, Rot). (2) Memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai bahaya dari sampah, (3) Meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatan sampah. Penyuluhan dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat dengan materi berupa; (1)Pengenalan tentang zerowaste (2) Pengenalan Produk Hasil dengan 5R (3) Pengenalan peralatan untuk pengolahan sampah dengan Prinsip 5R.Hasil kegitan menunjukkan bahwa masyarakat yang hadir telah mendapat pengetahuan dan wawasan tentang Zero Watse, Pengolahan sampah dengan prinsip 5R yang dapat mengatasi masalah limbah rumah tangga dan mengubah limbahh tersebut menjadi berbagai produk yang mempunyai nilai ekonomi. Sehinga secara luas dapat mengatasi masalah sampah di Desa Kediri, Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat.