cover
Contact Name
Dr Ansar
Contact Email
abdimastpb@gmail.com
Phone
+6281339807780
Journal Mail Official
abdimastpb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Majapahit No. 62
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram
Published by Universitas Mataram
ISSN : 26557533     EISSN : 26563592     DOI : https://doi.org/10.29303/amtpb
Jurnal Ilmiah Abdi Mas memuat artikel mengenai pengabdian kepada masyarakat pada berbagai bidang. Naskah yang dikirim merupakan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dalam pertimbangan untuk publikasi di penerbitan lain. Semua penulis naskah diharapkan sudah menyetujui pengiriman naskah ke Jurnal Abdi Mas TPB Unram dan setuju dengan urutan nama penulisnya.
Articles 63 Documents
PEMBERDAYAAN EKONOMI KELOMPOK PEREMPUAN MELALUI BUDIDAYA HORTIKULTURA SECARA ORGANIK DALAM POLYBAG DI LAHAN PEKARANGAN DESA TANAK AWU KECAMATAN PUJUT LOMBOK TENGAH Ayu, Candra; Susilawati, Lolita Endang; Sudika, I Wayan; Santoso, Bambang Budi; Muktasam, Muktasam
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 1, No 1 (2019): Volume 1 Nomor 1 Januari 2019
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v1i1.5

Abstract

Desa Tanak Awu  adalah salah satu desa di Kecamatan Pujut-Kabupaten Lombok Tengah dan merupakan tempat Bandara Internasional Lombok. Sumber mata pencaharian penduduk Desa Tanak Awu adalah sebagai petani lahan kering meskipun produktivitas dan pendapatan dari sistem pertanian ini rendah sehingga mengakibatkan kemiskinan. Kemiskinan dan rendahnya produktivitas pertanian di desa ini mengakibatkan kurangnya kemampuan pengadaan modal untuk aplikasi input pertanian secara optimal dan untuk pengupahan tenaga kerja. Namun,  berdasarkan hasil penelitian yang terkait dengan model pemberdaayaan kelompok perempuan  yang disuluhkan pada kegiatan ini ditemukan kondisi kontra-produktif tradisi patriarhi yang dianut masyarakat. Kelompok perempuan tidak bekerja di lahan pertaniannya, partisipasinya sebatas penyedia makanan untuk pekerja liar keluarga. Secara kultural peran mencari nafkah terbeban mutlak di kelompok laki-laki dan potensi produktif perempuan terpendam meskipun kekurangan tenaga kerja untuk mengelola usahataninya. Untuk itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan potensi kerja kelompok perempuan melalui pengembangan kegiatan produktif-ekonomi yang selaras tradisi.  Tradisi tersebut memilik potensi positip yakni tersedianya banyak waktu luang kelompok perempuan diantara aktivitas domestikasi dan disuluhkan untuk pengembangan sistem pertanian organik tanaman hortikultura dalam wadah polybag di halaman pekarangan. Sistem binaan ini selaras tradisi serta hemat lahan dan waktu pengelolaan sehingga lebih optimal perolehan produksi dan pendapatannya. Implikasinya adalah kelompok perempuan dapat berkontribusi secara ekonomi untuk membebaskan keluarganya dari kemiskinan.
PEMBENTUKAN BANK SAMPAH UNTUK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI DUSUN BANJARSARI TEGALBANG KECAMATAN PALANG KABUPATEN TUBAN Rahmaningsih, Sri; Jumiati, Jumiati; Pujiastuti, Hernik
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 1, No 2 (2019): Volume 1 Nomor 2 Juli 2019
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v1i2.23

Abstract

Dusun Banjarsari terletak di Desa Tegalbang Kecamatan Palang merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Berdasarkan data statistik tahun 2017, jumlah rumah tangga yang ada di kecamatan paling sebesar 19742 dengan perkiraan jumlah penduduk sebesar 98.710 jiwa. Sementara di desa Tegalbang jumlah penduduk diperkirakan sebanyak 4.395 jiwa dari 879 rumah tangga. Sementara itu berdasarkan luas lahan yang dimiliki oleh desa Tegalbang termasuk dusun Banjarsari masih sangat luas sehingga memungkinkan bertambahnya penduduk yang berasal dari luar desa Tegalbang.  Sampah merupakan hal yang tak asing bagi semua orang. Baik secara sadar ataupun tidak sadar setiap hari kita menghasilkan berbagai macam jenis sampah. Sampah rumah tangga adalah salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh setiap orang. Masyarakat desa pada umumnya mempunyai kebiasaan membuang sampah dengan cara dibakar atau dibuang di sungai yang ada di wilayah mereka. Kebiasaan ini akan sangat merugikan baik untuk lingkungan maupun untuk kesehatan masyarakat desa tersebut. Munculnya polusi udara akibat pembakaran sampah atau terganggunya kebersihan lingkungan  karena banyaknya sampah berserakan dapat mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.  Solusi   yang dapat ditawarkan adalah dengan membentuk  bank  sampah yang secara fungsional mempunyai dampak  secara sosial maupun ekonomi bagi masyarakat.  Bank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang dan/atau diguna ulang yang memiliki nilai ekonomi. Metode dalam pelaksanaan program diawali dengan sosialisasi kepada mitra sasaran yaitu dua kelompok PKK di dua RW yang berbeda. Setelah dilakukan sosialisasi kemudian dilakukan pembentukan bank sampah. Untuk menjamin berlangsungya kegiatan bank sampah, maka dilakukan pendampingan oleh tim selama jangka waktu tertentu. Hasil Pengabdia adalah telah dilaksanakan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan sampah rumah tangga menjadi barang yang bernilai ekonomi yterbentuk bank sampah “Mekar Jadi” di dusun Banjarsari Rt 02 Rw 04 Desa Tegalbang Kec. Palang. 
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN DENGAN SISTIM POLYBAG PADA LAHAN PEKARANGAN DI DESA TAMAN BARU KECAMATAM SEKOTONG KABUPATEN LOMBOK BARAT Wuryantoro, Wuryantoro; Ayu, Candara
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 2, No 2 (2020): Edisi Juli 2020
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v2i2.48

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Taman Baru di Kecamatan Sekotong adalah rendahnya produktivitas lahan kering di daerah tersebut. Hal ini berdampak pada rendahnya sumber pangan dan pendapatan yang diterima oleh keluarga petani. Pengembangan tanaman sayuran di lahan pekarangan sistim polybag merupakan salah satu upaya meningkatkan produktivitas lahan dan pendapatan keluarga petani. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, kesadaran serta memotivasi keluarga petani dalam pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan pendapatan keluarga melalui pengembagan pupuk organik dan budidaya tanaman sayuran dengan sistem polybag. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian ini ditarik kesimpulan bahwa para peserta penyuluhan merespon positif dan berpartisipasi secara aktif terhadap seluruh kegiatan yang diprogramkan. Transfer iptek dapat berjalan dengan baik dimana para peserta kegiatan pengabdian telah mampu membuat pupuk organik dengan memanfaakan bahan yang ada disekitar rumah, serta mampu melakukan budidaya tanaman sayuran dengan sistim polybag di halaman pekarangannya. Yang lebih penting lagi adalah para peserta penyuluhan menyadari bahwa pemanfaatan lahan pekarangan dengan menanami sayuran dengan sistim polybag dapat dijadikan sebagai sumber pangan dan pendapatan tambahan keluarga.
DESA TANGGUH COVID-19 MELALUI PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI BERBASIS SOCIOPRENEURSHIP DI DESA SEKOCI KABUPATEN LANGKAT Saputra, Sahran; Mujahiddin, Mujahiddin
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 3, No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v3i1.72

Abstract

Covid-19 ini bukan hanya berdampak pada kesehatan saja tetapi dampaknya sangat meluas termasuk pada segi ekonomi, tidak terkecuali bagi mereka para petani jeruk yang ada di Desa Sekoci. Desa Sekoci merupakan salah desa yang berkontribusi terhadap peningkatan komoditi pertanian di kabupaten langkat. Setidaknya ada ada 4048 jiwa dengan 1226 Kepala Keluarga (KK) yang mendiami desa ini, 90% diantaranya merupakan petani multikultur yang didominasi dengan pertanian tanaman jeruk siam, 10% lainnya merupakan petani pangan. Desa Sekoci merupakan salah satu desa yang rentan terdampak, mengingat sumber mata pencaharian utama masyarakatnya menggantungkan diri dari sumber hasil pertanian. Oleh karena itu, beberapa solusi yang ditawarkan dalam program ini adalah dengan penerapan perbaikan mutu pasca panen, penerapan manajemen panen, penerapan manajemen pemasaran, dan penerapan manajemen sociopreneurship. Kegiatan pengembangan desa tangguh Covid-19 berbasis pemberdayaan kelompok tani di Desa Sekoci ini mampu menghasilkan beberapa luaran, yakni peningkatan pemahaman kelompok tani terkait keterlibatan peran petani dalam pengembangan desa tangguh Covid-19 serta peningkatan pengetahuan kelompok tani tentang teknis pembentukan dan peningkatan kapasitas manajemen bisnis pertanian berbasis sociopreneurship. Beberapa hal teknis yang dapat di fahami oleh mitra program antara lain; manajemen rantai pasok, manajemen pemasaran hasil tani, dan pengembangan kapasitas kelembagaan tani, serta kesepakatan pembentukan BUMDes sebagai sentra pengembangan bisnis hasil tani di Desa Sekoci. Kegiatan ini juga mengidentifikasi kebutuhan pelatihan kelompok tani dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat sebagai bentuk peningkatan kapasitas dan kualitas manajemen sociopreneurship. Dari hasil kegiatan ini disarankan perlunya keterlibatan multistakeholder dalam mendukung terwujudnya desa tangguh Covid-19 berbasis kelompok tani melalui pengembangan manajemen bisnis tani berbasis sociopreneurship di Desa Sekoci Kabupaten Langkat. Beberapa stakeholder yang perlu dilibatkan, yaitu Dinas Pertanian, Dinas Koperasi, Pemerintahan Desa, TPJ, Distributor, Media, dan Organisasi Sosial.
BIMBINGAN TEKNIS KULTUR MIKROALGA BAGI TEKNISI BALAI BENIH PERIKANAN KENDARI SULAWESI TENGGARA Iba, Wa; Abidin, La Ode Baytul; Indrayani, Indrayani
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 1, No 1 (2019): Volume 1 Nomor 1 Januari 2019
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v1i1.16

Abstract

Balai Benih Perikanan (BBP) Kendari merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di bawah koordinasi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).  Tugas pokok UPTD BBP Kendari adalah melakukan usaha pembenihan ikan dan udang untuk supply di daerah Sultra dan sekitarnya. Pembenihan ikan dan udang lebih banyak mengalami kegagalan sehingga BBP Kendari tidak mampu melalukan supply benih ke pembudidaya.  Akibatnya pembudidaya di Sultra membeli benih dari luar provinsi sehingga meningkatkan biaya produksi mereka dan menurunkan produktivitas usaha budidaya. Salah satu faktor utama yang menjadi alasan kegagalan BBP Kendari dalam produksi benih ikan dan udang adalah belum tersedianya kultur mikroalga atau phytoplankton yang berkelanjutan dalam panti pembenihannya (hatchery). Hal ini disebabkan oleh kurang memadainya skill dan pengetahuan staf dan teknisi hatchery BBP Kendari terkait kultur mikroalga sebagai pakan larva ikan dan udang.  Oleh karena itu tim dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Halu Oleo mengadakan bimbingan teknis (bimtek) kultur mikroalga kepada para teknisi dan staf BBP Kendari sehingga mereka mampu untuk a) menguasai teknik sterilisasi alat dan media kultur mikroalga, b) mengidentifikasi jenis-jenis mikroalga untuk pakan alami ikan dan udang serta c) melakukan starter dan scale-up kultur mikroalga.  Kegiatan pengabdian masyarakat dalam Program Kemitran Masyarakat (PKM) ini dalam bentuk bimtek kultur mikroalga telah dilaksanakan selama 1 bulan yaitu dari bulan Oktober-November 2018 sejak persiapan hingga seminar dan penyusunan laporan akhir.  Peserta bimtek adalah sesuai target yaitu 12 orang staf dan teknisi BBP Kendari serta 3 mahasiswa BDP FPIK dan Bioteknologi FMIPA UHO, sehingga transfer teknologi dan skill telah berjalan secara optimal.
PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING CAIR UNTUK MENINGKATKAN PELUANG WIRAUSAHA IBU RUMAH TANGGA DI DESA MALAKA LOMBOK UTARA Dewi, Earlyna Sinthia; Asmawati, Asmawati; Ihromi, Syirril; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 2, No 1 (2019): Edisi Januari 2020
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v2i1.37

Abstract

Kurangnya pengetahuan masyarakat dalam proses pembuatan sabun cuci piring cair menyebabkan tertutupnya peluang bisnis di Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu sebagai upaya pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga yang notabene sebagian besar bekerja sebagai buruh tani, dengan cara memberikan penyuluhan dan pelatihan secara langsung tentang proses pembuatan sabun cuci piring cair sehingga nantinya dapat membuka peluang wirausaha untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Metode yang digunakan yaitu melalui ceramah, diskusi dan praktik atau demonstrasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sudah mampu membuat sabun cuci piring cair sendiri atau secara mandiri sehingga peluang untuk membuka usaha semakin terbuka lebar.
PELATIHAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN ES KRIM DENGAN PENSTABIL PORANG DI DESA GUMANTAR KECAMATAN KAYANGAN KABUPATEN LOMBOK UTARA Widyasari, Rucitra; Zainuri, Zainuri; Sulastri, Yeni; Adi Paramartha, Dewa Nyoman
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 3, No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v3i1.67

Abstract

Porang adalah salah satu hasil pertanian di Kabupaten Lombok Utara yang saat ini sedang digalakkan pemerintah untuk menjadi salah satu primadona hasil pertanian di wilayah tersebut. Salah satu kandungan dalam porang yang banyak digunakan adalah glukomannan yang merupakan salah satu alternatif penstabil alami untuk aneka bahan pangan. Salah satunya adalah dalam pembuatan es krim. Berdasarkan hasil penelitian (Sulastri dkk, 2017) diketahui bahwa perlakuan terbaik adalah penggunaan penstabil porang dengan konsentrasi 0,5% dalam pembuatan es krim buah naga merah. Perlakuan tersebut mampu menyamai kemampuan CMC sebagai penstabil es krim. Sedangkan buah merah digunakan sebagai bahan baku es krim karena dengan warna yang menarik serta kaya akan nutrisi seperti vitamin A, C dan E, protein, serat serta sumber mineral, seperti kalsium, fosfor dan magnesium (Cahyono, 2009). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan memberdayakan masyarakat desa Gumantar untuk dapat menggunakan sumber daya alam yang ada hingga bernilai ekonomi yang tinggi salah satunya adalah umbi porang. Petani porang diberikan pelatihan teknologi pengolahan porang sebagai penstabil es krim dengan menerapkan cara penanganan pangan yang baik (Good Handling Practices atau GHP) dan cara pengolahan pangan yang baik (Good Manufacturing Practices atau GMP.
KONVERSI LIMBAH UBI KAYU MENJADI BIOETANOL SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF UNTUK WARGA PASCA GEMPA DI LOMBOK UTARA Sabani, Rahmat; Sukmawaty, Sukmawaty; Kurniawan, Hary; Amuddin, Amuddin
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 1, No 1 (2019): Volume 1 Nomor 1 Januari 2019
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v1i1.11

Abstract

Bencana alam gempa bumi yang mengumcang pulau Lombok khususnya Lombok Utara telah menghancurkan penghidupan warga, memberikan dampak pada sumberdaya yang dimiliki warga termasuk akses yang sangat terbatas terhadap sumber energi untuk kehidupan senari-hari. Limbah organik yang melimpah adalah potensi sebagai sumber biomassa untuk konversi bioenergi yang memberikan peluang akses warga terhadap  energi yang murah. Telah dilakukan kegiatan untuk melatih warga yang tergabung dalam kelompok pengelola TPS di Desa Sigar Penjalin untuk dapat memanfaatkan limbah organik sebagai sumber biomassa untuk menghasilkan bioetanol. Metode biokonversi dengan teknologi fermentasi konvensional menggunakan ragi dan distilasi sistem batch telah diaplikasikan pada konversi limbah ubi kayu. Melalui kegiatan ini telah diperoleh bioetanol sebanyak 580 ml untuk setiap dua jam proses distilasi dari bahan limbah ubi kayu yang difermentasi selama empat hari, dengan kadar etanol mencapai 90%-95%. Hasil bioetanol yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat menjadi sumber energi dan digunakan oleh warga untuk memasak dan lampu penerangan sederhana pada masa recovery pasca gempa serta mengembangkan penyediaan energi berbasis limbah organik dan peluang pengembangan usaha.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENINGKATAN KEMAMPUAN SKRENING SINDROM METABOLIK DI DESA PA’LALAKANG KABUPATEN TAKALAR Syam, Aminuddin; Jafar, Nurhaedar; Kurniati, Yessy; Virani, Devintha; Adriani, Irma
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 2, No 1 (2019): Edisi Januari 2020
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v2i1.42

Abstract

Sindroma metabolik adalah kondisi seseorang yang memiliki tekanan darah tinggi, obesitas sentral, dan dislipidemia, dengan atau tanpa hiperglikemik. Sindrom metabolik telah menjadi salah satu masalah kesehatan di masyarakat. Salah satu upaya untuk mencegahnya adalah dengan melakukan skrening secara dini. Kader dusun merupakan salah satu komponen masyarakat yang dapat menjadi agen untuk melakukan skrening tersebut. Sebagai kegiatan pengabdian pada masyarakat, maka pelatihan kader dusun dapat menjadi upaya pencegahan sindrom metabolik. Tujuan dari pelatihan adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada kader dusun untuk melakukan skrening sindrom metabolik di masyarakat. Pelatihan dilakukan dengan pemberian materi dan demonstrasi tentang cara melakukan skrening sindrom metabolik  dan diikuti oleh 34 orang peserta. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah kader dusun yang memiliki pengetahuan dalam kategori baik sebesar 43,2%. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan saat pendampingan, kader dusun yang dilatih dapat melakukan skrening sindrom metabolik  seperti yang diharapkan. Kegiatan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan cukup efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dusun dalam melakukan skrening sindrom metabolik di Kabupaten Takalar.
Introduksi Teknologi Pengolahan Kelapa Menjadi Coconut Chips di UKM Maju Bersama Desa Kekait, Gunung Sari, Lombok Barat Kurniawan, Hary; Sukmawaty, Sukmawaty; Ansar, Ansar; Yuniarto, Kurniawan; Sabani, Rahmat; Murad, Murad
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 3, No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v3i1.55

Abstract

Salah satu kelompok usaha di Desa Kekait yang saat ini sedang berkembang yaitu Kelompok Usaha Mikro (KUM) Maju Bersama yang mengolah nira aren menjadi gula cetak dan gula semut. Desa Kekait merupakan salah satu wilayah yang banyak ditumbuhi tanaman kelapa. Namun teknologi pengolahan kelapa masih belum dilirik sebagai sebuah peluang lini produk oleh KUM Maju Bersama. Sebagai upaya dalam diversifikasi produk olahan kelapa sekaligus menambah lini produk KUM Maju Bersama, maka introduksi pengolahan kelapa perlu dilakukan. Salah satunya adalah memperkenalkan coconut chip kepada mitra sebagai salah satu alternatif produk unggulan selain gula semut dan gula cetak, sehingga meningkatkan perekonomimian anggota mitra khususnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam teknologi pengolahan kelapa menjadi coconut chip sebagai salah satu produk unggulan mitra. Metode yang dilakukan yaitu sosialisasi dan disertai praktek pengolahan kelapa. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dialakukan diperoleh bahwa mitra belum mengenal keripik kelapa. Namun setelah mengikuti rangkaian pelatihan, mitra mengetahui dengan baik manfaat dan produk olahan daging kelapa yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Selain itu, keterampilan mitra pun meningkat setelah melakukan praktek langsung pengolahan daging kelapa menjadi keripik kelapa. Tindak lanjut yang akan dating yaitu berupa pelatihan pengemasan dan penyimpanan keripik kelapa, serta pendampingan pengurusan PIRT agar membantu strategi pemasaran dan memperluas jangkauan pemasaran. Kata kunci: coconut chip, Desa Kekait, Pengolahan kelapa