cover
Contact Name
Munaya Fauziah
Contact Email
munaya.fauziah@umj.ac.id
Phone
+6282112377841
Journal Mail Official
munaya.fauziah@umj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. KH. Ahmad Dahlan, Cireundeu, Ciputat Tangerang Selatan, 15419, Email: jurnal.as-syifa@umj.ac.id
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27222055     DOI : https://doi.org/10.24853/assyifa
Core Subject : Health, Education,
AS-SYIFA: Jurnal pengabdian dan pemberdayaan kesehatan masyarakat merupakan jurnal yang berisikan hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat serta pemberdayaan kesehatan masyarakat. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu di bulan Mei dan bulan November. Jurnal ini menerima hasil pengabdian masyarakat yang dapat berupa penerapan bidang ilmu, kesehatan masyarakat, epidemiologi, promosi kesehatan, gizi kesehatan dan semua bidang ilmu yang berhubungan dengan ilmu kesehatan yang belum pernah dipublikasi dimedia manapun. Bentuk kegiatan yang dipublikasi di jurnal ini dapat berupa hasil pemantauan, investigasi, skrinning, penerapan teknologi tepat guna, pelatihan, penyuluhan, pengembangan implementasi system program kesehatan, pemberdayaan kesehatan dan kegiatan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pengabdian masyarakat di dalam rumpun ilmu kesehatan. E-ISSN: 2722-2055 AS-SYIFA : Jurnal pengabdian dan pemberdayaan kesehatan masyarakat mengundang para dosen, penggiat pemberdayaan masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, pemerhati kesehatan serta mahasiswa S1/S2/S3 rumpun ilmu kesehatan untuk mengirimkan artikel ilmiah hasil pengabdian masyarakat untuk dipublikasikan di jurnal ini. Paper yang masuk akan di-review secara peer review. Setelah review selesai akan diinformasikan melalui open journal system (OJS).
Articles 86 Documents
PEMBERDAYAAN IBU HAMIL MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN UNTUK MENCEGAH KOMPLIKASI KEHAMILAN Wida Rahma Arwiyantasari Wida; Rury Narulita Sari; Nisa Ardhianingtyas; Mufida Dian Hardika; Elita Chobibatul Uma; Kiky Anggun Sanjaya
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): AS-SYIFA: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/assyifa.6.1.1-8

Abstract

Kekurangan zat besi, bersama dengan penyakit malaria dan cacing tambang, adalah penyebab utama anemia selama kehamilan. kekurangan mikronutrien seperti asam folat, vitamin A, dan vitamin B12 Selama bertahun-tahun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan pemberian suplemen zat besi kepada ibu hamil, khususnya di negara berpenghasilan tinggi dan rendah. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil melalui kegiatan penapisan (skrining), yang mencakup pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), dan pemeriksaan kadar protein dan glukosa dalam urine, serta pendidikan kesehatan tentang anemia dan kekurangan energi kalori (KEK). Program ini telah dilaksanakan bekerja sama dengan PMB Atika Kabupaten Madiun, yang juga akan melibatkan bidan PMB. Pelaksanaan diikuti oleh 5 peserta ibu hamil, diawali dengan kegiatan pre test, pemeriksaan kehamilan dan laboratorium kemudian penyuluhan dan konseling. Dengan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen Kebidanan Universitas Muhammadiyah Madiun beserta mahasiswa, diharapkan dapat membantu program pemerintah dalam pelaksanaan program kesehatan, terutama  meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang cara mencegah kehamilan.  Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Ibu Hamil, Komplikasi Kehamilan --- Iron deficiency, along with malaria and hookworm disease, is a major cause of anemia during pregnancy. Micronutrient deficiencies such as folic acid, vitamin A, and vitamin B12 also contribute. Over the years, the World Health Organization (WHO) has recommended iron supplementation for pregnant women, particularly in both high- and low-income countries. The aim of this community service activity is to improve the health of pregnant women through screening activities, which include pregnancy check-ups, hemoglobin (Hb) level tests, as well as protein and glucose tests in urine, along with health education on anemia and calorie energy deficiency (KEK). This program has been carried out in collaboration with PMB Atika in Madiun Regency, which also involves midwives from PMB. The implementation was attended by 5 pregnant women participants, starting with a pre-test, pregnancy and laboratory examinations, followed by health education and counseling. It is hoped that this community service, conducted by the midwifery lecturers of Universitas Muhammadiyah Madiun along with students, will contribute to the government's health programs, particularly in increasing pregnant women's knowledge about pregnancy prevention. Keywords: Health Education, Pregnant Women, Complications Pregnancy  
PEMANTAUAN JENTIK NYAMUK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DBD DI KELURAHAN SANGAJI Nurul Fadilah M. Saleh; Nurfina Karim; Binti Maratus Soleha; Verawati Liambana; Della Utari Sararik; Riflia Gogasa; Nafila Rajak; Irhandi A.W Hasan; Tutik Lestari
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): AS-SYIFA: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/assyifa.6.1.17-22

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue, dengan vektor penular berupa nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis. Dalam upaya pengendalian dan pencegahan DBD, tanggung jawab tidak hanya terletak pada tenaga kesehatan, tetapi juga melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan sekitar. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan jentik nyamuk, pembagian bubuk abate, serta edukasi mengenai DBD kepada masyarakat. Dari hasil observasi di 33 rumah, ditemukan 23 rumah tidak terdapat jentik nyamuk, sedangkan 10 rumah ditemukan jentik di tempat penampungan air seperti ember, bak mandi, dan drum. Diharapkan kegiatan ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pengendalian penyakit dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci:  jentik nyamuk, pencegahan, DBD  --- Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus. The transmission vector is the Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes, commonly found in tropical and subtropical regions. Efforts to control and prevent DHF are not solely the responsibility of health workers but also involve all levels of society, from the household to the surrounding environment. This community-based activity aimed to conduct mosquito larvae inspections, distribute abate powder, and provide public education about DHF. Observations were carried out in 33 houses: 23 houses were found to be free of larvae, while 10 houses had mosquito larvae in water storage containers such as buckets, bathtubs, and drums. It is expected that this initiative will encourage active community participation in disease prevention and the adoption of clean and healthy living behaviors. Keywords: mosquito larvae, prevention, dengue fever
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA TATANAN RUMAH TANGGA DI KELURAHAN TOSA Retno Kartika Aldjokdja; Sabaria Sumanto; Tiara Diman; Darmila Sahsun; Fitra T Muhamad; Julfikram Bahbud; Musdalifa Minggu; Nurmai Salim; Rifanda Aulia; Risma Hi Hasan; Riyanti La Ego; Ruslia Daud; Siti Aigina Langasa; Tiara Manteto; Wahdi Bada; Tutik Tutik Lestari
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): AS-SYIFA: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/assyifa.6.1.23-32

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit menular dan tidak menular. Upaya  peningkatan  derajat  kesehatan  masyarakat  dapat  dilakukan  salah  satunya  dengan  melakukan  edukasi  kesehatan untuk  meningkatkan pengetahuan terkait  penerapan PHBS di  rumah  tangga. Oleh karena itu, sangat diperlukan peningkatan pengetahuan bagi ibu-ibu terkait PHBS. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman ibu-ibu dalam menerapkan PHBS di rumah tangga. Metode yang digunakan yaitu ceramah dan diskusi. Media edukasi  yang  digunakan  adalah  materi  dalam  bentuk power point.  Evaluasi  dilakukan pada  tahap persiapan, pelaksanaan dan peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta  terlihat dari beberapa pertanyaan yang dapat dijawab oleh peserta. Diharapkan masyarakat dapat berperilaku hidup sehat dalam kesehariannya agar terhindar dari berbagai penyakit dengan menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri. Kata Kunci: Edukasi, PHBS, rumah tangga --- Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is very important to prevent various infectious and non-infectious diseases. Efforts to improve public health can be done by providing health education to increase knowledge related to the implementation of PHBS in households. Therefore, it is very necessary to increase knowledge for mothers regarding PHBS. The aim is to increase mothers' understanding in implementing PHBS in households.  Methods used are lectures and discussions. The educational media used are materials in the form of power points. Evaluation is carried out at the preparation, implementation and knowledge improvement stages. Results show that there is an increase in participant knowledge as seen from several questions that can be answered by participants. It is hoped that the community can behave healthily in their daily lives to avoid various diseases by maintaining environmental cleanliness and personal hygiene. Keywords: Education, PHBS, household.
PERAN IBU DAN LINGKUNGAN DALAM MEMBANGUN GENERASI SEHAT TANPA STUNTING DI KAMPUNG LELENG, MELAK KUTAI BARAT KALIMANTAN TIMUR Riyan Ningsih R. Ningsih; Isnaiyah Isnaiyah
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): AS-SYIFA: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/assyifa.6.1.50-57

Abstract

Stunting adalah kondisi di mana balita memiliki tinggi badan yang kurang dibandingkan anak seusianya, disebabkan oleh kekurangan gizi kronis selama 1000 hari kehidupan anak. Pengabdian ini dilakukan di Kampung Leleng, Kecamatan Sekolaq Darat, Kabupaten Kutai Barat, yang mencatat prevalensi stunting sebanyak 8 kasus pada tahun 2024. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting melalui sosialisasi yang membahas gejala, penyebab, dan upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah, pencarian solusi, persiapan, pelaksanaan kegiatan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan sosialisasi ini ditujukan kepada ibu menyusui, orang tua balita, dan masyarakat umum. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test, menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji t paired. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu, dengan rata-rata skor pre-test 8,42 dan post-test 9,83, serta p-value 0,000, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari sosialisasi terhadap pengetahuan ibu. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang stunting dan mencegah terjadinya stunting di masa depan. Kata Kunci: stunting, pengetahuan ibu, sosialisasi, kesehatan lingkungan --- Stunting is a condition where toddlers have a height that is below average compared to their peers, caused by chronic malnutrition during the first 1000 days of a child's life. This community service is conducted in Kampung Leleng, Sekolaq Darat District, West Kutai Regency, which recorded a prevalence of stunting with 8 cases in 2024. The purpose of this community service is to increase mothers' knowledge regarding stunting prevention through socialization that discusses the symptoms, causes, and prevention efforts for stunting. The methods used include problem identification, solution searching, preparation, activity implementation, as well as monitoring and evaluation. This socialization activity is aimed at breastfeeding mothers, parents of toddlers, and the general public. Evaluation is conducted using pre-tests and post-tests, with univariate and bivariate analysis using paired t-tests. The results show an increase in mothers' knowledge, with an average pre-test score of 8.42 and post-test score of 9.83, and a p-value of 0.000, indicating a significant effect of the socialization on mothers' knowledge. Kata Kunci: stunting, pengetahuan ibu, sosialisasi, kesehatan lingkungan
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT MENGENAI PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB) MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN DI POSYANDU CENDRAWASIH RW 013, KELURAHAN JOMBANG, KOTA TANGERANG SELATAN Adifa Nur Ma’rifah; Faiza Hukma Shabiyya; Liana Nur Azkya; Muhammad Faisal Adani; Reza Novita; Roro Tyanandha; Nabilla Putri; Shafwan Hakim; Nurfadhilah Nurfadhilah
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): AS-SYIFA: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) bertujuan mengatur kehamilan, jarak kelahiran, dan usia ideal melalui perlindungan hak reproduksi guna menciptakan keluarga berkualitas. Setelah pandemi, program KB menghadapi tantangan dengan lonjakan angka kelahiran hingga 1,25%. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang KB melalui penyuluhan. Penelitian menggunakan desain One Group Pretest-Posttest dengan pendekatan kuantitatif. Hasil uji statistik menunjukkan nilai 0,000 yang menandakan terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Setelah penyuluhan, jumlah peserta dengan pengetahuan kategori baik meningkat menjadi 23 orang (100%). Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait KB. Kata Kunci : Keluarga Berencana, Kontrasepsi, Pengetahuan. --- Family Planning (FP) aims to regulate pregnancy, birth spacing, and ideal age through reproductive rights protection to build quality families. Post-pandemic, FP faced challenges with a birth rate surge of 1.25%. This activity aimed to improve community knowledge through counseling. This study used a quantitative method with a One Group Pretest-Posttest design. Statistical tests showed a value of 0.000, indicating a significant difference in knowledge before and after counseling. Afterward, participants with good knowledge increased to 23 people (100%). This shows that the counseling was effective in enhancing community understanding of FP. Keywords: Family planning, contraception, knowledge.
EDUKASI DAN PENERAPAN PRAKTIK KEBERSIHAN DALAM MENGURANGI RISIKO SKABIES Suherman Jaksa; Andriyani; Nurmalia Lusida
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): AS-SYIFA: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/assyifa.6.1.58-68

Abstract

Skabies sering muncul di lingkungan komunal padat seperti pondok pesantren, dipicu praktik kebersihan pribadi yang kurang optimal dan keterbatasan sanitasi. Edukasi kesehatan terstruktur dan penerapan praktik kebersihan merupakan komponen kunci pencegahan. Pengabdian ini bertujuan mengevaluasi dampak intervensi edukasi dan praktik kebersihan terhadap pengetahuan pencegahan skabies pada santri Pondok Pesantren Sabilunnajat, Ciamis, Jawa Barat. Metode yang diterapkan adalah desain kuasi-eksperimental pre–post satu kelompok. Intervensi mencakup penyuluhan berjenjang, demonstrasi kebersihan (mandi teratur, tidak berbagi pakaian/handuk, pemangkasan kuku), serta penguatan rutinitas sanitasi lingkungan (penjemuran kasur, ganti sprei berkala). Outcome utama adalah skor pengetahuan pencegahan skabies yang diukur dengan tes sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi. Hasil pengabdian menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 40% (pre-test) menjadi 93% (post-test), mendapati kenaikan +53 poin persentase (peningkatan relatif ≈ 132,5% dibanding baseline). Hasil ini mengindikasikan penerimaan materi yang sangat baik dan potensi perubahan perilaku ke arah praktik kebersihan yang lebih konsisten. Kesimpulan: Edukasi terstruktur yang dikombinasikan dengan penerapan praktik kebersihan sederhana di lingkungan pesantren efektif meningkatkan pengetahuan pencegahan skabies. Temuan ini mendukung penguatan program serupa sebagai strategi promotif–preventif rutin untuk menurunkan risiko transmisi skabies di lingkungan komunal.