cover
Contact Name
Ade Sri Madona
Contact Email
adesrimadona@gmail.com
Phone
+6282167053377
Journal Mail Official
jcp@bunghatta.ac.id
Editorial Address
Jl. Bagindo Aziz Chan Aia Pacah, Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL CERDAS PROKLAMATOR
Published by Universitas Bung Hatta
ISSN : 23380926     EISSN : 25977911     DOI : https://doi.org/10.37301/jcp.v9i1
Core Subject : Education,
1. Basic Education Curriculum Development. 2. Learning Mathematics, Science, Social Sciences, Citizenship, English Language, Indonesian Language, Islamic Education, Arts and local content in Basic Education. 3. Media and Instructional Technology in Basic Education. 4. Innovative and creative learning strategies and in Basic Education. 5. Teacher Competence in Basic Education. 6. Evaluation of learning in Basic Education. 7. Development of learning in children with special needs.
Articles 113 Documents
KOMITMEN GURU DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI DAN PEGAWASAN KEPALA SEKOLAH PADA SD NEGERI 04 NANGGALTARUSANKABUPATEN PESISIR SELATAN Ermaida Ermaida
Cerdas Proklamator Vol 8 No 1 (2020): JURNAL CERDAS PROKLAMATOR
Publisher : Program Studi PGSD FKIP Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/jcp.v8i1.54

Abstract

Teachers who have seriousness in carrying out their duties will always be responsible, have a high level of care for their duties, tend to be disciplined, and have concern for the advancement of education and direct superiors are the characteristics of a teacher who has a commitment to competence. Teachers who are committed to providing a lot of time to carry out tasks related to learning such as: designing learning, managing learning and always thinking about ways to improve the active learning achievement of students. The oversight function will be carried out in accordance with the rules if the supervisor can formulate a comprehensive, sustainable, planned and systematic program. Supervisors must be able to carry out curriculum development, organize teaching and learning processes and broaden the experience of teachers and bring corrective actions
PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN COLLABORATIV LEARNING BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER KREATIF DAN BERSAHABAT DI SD ISLAM KHAIRA UMMAH PADANG Syofiani Syofiani
Cerdas Proklamator Vol 8 No 1 (2020): JURNAL CERDAS PROKLAMATOR
Publisher : Program Studi PGSD FKIP Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/cerdas.v8i1.56

Abstract

The article contains a discussion of the form of collaborative learning material based on local wisdom that can be used to develop creative and friendly character for students of SD Islam Khaira Ummah Padang. Respondents were fourth grade students of SD Islam Khaira Ummah Padang. Learning materials that can be used in an effort to develop a creative and friendly character, one of which is through a collaborative learning model based on local wisdom, in this case is Minangkabau local wisdom. The findings show that learning with a collaborative learning model based on local wisdom can make students have a creative and friendly character. It is indicated that students are able to create something new, not limited to things in the textbook. Meanwhile, the friendly character is also shown by students in collaborating with peers, causing an attitude of togetherness that does not win alone, so that no student feels isolated in the class
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY DALAM PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SDN 34 AIR PACAH PADANG Citra Adelia; Gusmawetti Gusmawetti; Yulfia Nora
Cerdas Proklamator Vol 8 No 1 (2020): JURNAL CERDAS PROKLAMATOR
Publisher : Program Studi PGSD FKIP Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/jcp.v8i1.57

Abstract

This research aims to describe the difference in learning outcomes of cognitive and affective aspects of IPA students by applying cooperative learning model type Two Stay Two Stray with conventional method in class IV SD 34 Air Pacah Padang. The type of research is experimental research. Place of study at SD 34 Air Pacah Padang with the number of research sample there are two classes that is student class IV A and IV B with amount of student 49 student. Analyze technique using t -test. The results showed that the learning outcomes of cognitive aspects of the average IPA in the experimental class is 86.25 and the control class is 74.8. Hypothesis testing using t-test shows tcount> ttable, with tcount of 2,91 and ttable value equal to 1,68 at significant level significant 0,05. The learning outcomes of the affective aspects of experimental class and control class with experimental grade grade were 75.83 and 70.63. Hypothesis testing using t-test shows tcount> ttable, with tcount value of 1.81 and ttable value equal to 1.68 at significant level significant 0,05. Based on the result of this research, it can be concluded that there is a significa nt difference between the cognitive aspect and affective of the experimental and control class students using the Two Stay Two Stray learning model
PENTINGNYA PEMAHAMAN PERBEDAAN INDIVIDUAL (INDIVIDUAL DIFFERENCES) BAGI CALON GURU SEKOLAH DASAR Syafni Gustina Sari; Mudjiran Mudjiran
Cerdas Proklamator Vol 8 No 2 (2020): JURNAL CERDAS PROKLAMATOR
Publisher : Program Studi PGSD FKIP Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/jcp.v8i2.59

Abstract

Guru merupakan salah satu unsur terpenting dalam perwujudan kurikulum. Guru yang secara langsung berhubungan dengan objek pendidikan yaitu siswa. Individual siswa memiliki perbedaan yang unik. Perbedaan individu ini mencakup banyak hal yang terdiri dari fisik, tingkat intelegensi, kepribadian, psikologi, perbedaan kecakapan bahasa dan Gaya Belajar. Sebagai calon guru sekolah dasar, aspek ini sangat penting dipahami karena perbedaan individual ini akan terlihat dengan jelas ketika SD. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kepustakaan untuk mengetahui pentingnya pemahaman individual differences bagi calon guru sekolah dasar. Untuk itu, mata kuliah yang diberikan sebagai dasar dalam pemahaman perbedaan individual ini seharusnya menjadi perhatian penting bagi calon guru khususnya sekolah dasar.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA SD MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATA PELAJARAN IPA Enjoni Enjoni; Febriyanto Febriyanto
Cerdas Proklamator Vol 8 No 2 (2020): JURNAL CERDAS PROKLAMATOR
Publisher : Program Studi PGSD FKIP Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/jcp.v8i2.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbaikan dalam proses pembelajaran, mengetahui hasil belajar siswa dan melakukan pengembangan keterampilan guru melalui model pembelajaran PBL dengan pendekatan Keterampilan proses sains yang dapat meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran IPA siswa kelas VI SD Negeri 16 Kota Padang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Tiap siklus diawali dengan perencanaan,tindakan, observasi dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 3 jenis yaitu pedoman observasi guru, angket respon peserta didik dan hasil belajar peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan bersifat kualitatif dengan statistik deskriptif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Hasil belajar siswa dengan menggunakan model Pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan keterampilan proses sains pada siklus I dan II mengalami peningkatan, di mana nilai rata-rata pada siklus I diperoleh rata-rata 73 dan pada siklus II rata-rata 83. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA dengan menggunakan model Pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan keterampilan proses sains dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VI SD Negeri 09 Kota Padang
PERANANAN MOTIVASI DAN KREATIFITAS SISWA SD DALAM PEMBELAJARAN ONLINE DIMASA PANDEMI COVID 19 Rieke Alyusfitri
Cerdas Proklamator Vol 8 No 2 (2020): JURNAL CERDAS PROKLAMATOR
Publisher : Program Studi PGSD FKIP Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/jcp.v8i2.61

Abstract

Pada masa pandemi ini, system pendidikan Indonesia mengalihkan proses pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran online. Pembelajaran online sangat dipengaruhi oleh motivsi dan kreatifitas siswa. Rendahnya motivasi siswa khususnya siswa tingkat sekolah dasar akan membuat siswa menjadi monoton sehingga menyebabkan siswa tidak dapat mengembangkan kreatifitas belajarnya. Karena itu, guru adalah faktor penentun keberhasilan pada pembelajaran online, dimana guru diharuskan dapat memilih metode pembelajaran yang tepat, memanfaatkan penggunaan media seperti membuat media animasi yang menjadikan siswa SD tertatik dalam pembelajaran.Selain itu, guru dapat membuat pembelajaran berbasis proyekserta mengikutsetakan siswa dalam mengerjakan tugas dirumah. Oleh karena itu, dengan kreatifitas akan menimbukan semangat dan motivasi dalam proses pembelajaran dalam hal ini pembelajaran online.
MASALAH MINAT BELAJAR MURID SEKOLAH DASAR DAN SOLUSINYA hendrizal hendrizal
Cerdas Proklamator Vol 8 No 2 (2020): JURNAL CERDAS PROKLAMATOR
Publisher : Program Studi PGSD FKIP Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/jcp.v8i2.62

Abstract

Tulisan ini bermaksud mengulas masalah minat belajar murid sekolah dasar dan solusinya. Hal ini dengan tujuan memberi wawasan kepada para pihak yang berkiprah di dunia pendidikan untuk semakin memahami: hakikat belajar dan keberhasilannya; aspek-aspek yang mempengaruhi peningkatan minat belajar siswa; strategi menumbuhkan minat belajar siswa. Diketahui bahwa dalam belajar yang terpenting adalah proses, bukan hasil yang diperoleh. Artinya, belajar harus diperoleh dengan usaha sendiri, adapun orang lain itu hanya sebagai perantara atau penunjang agar belajar itu dapat berhasil baik. Di sinilah pentingnya minat belajar dari sang pembelajar. Sementara aspek-aspek yang dapat meningkatkan minat belajar pada siswa adalah: peranan guru, sumber belajar, keluarga dan sekolah. Beberapa strategi untuk menumbuhkan minat belajar siswa yakni: menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik, pemberian hadiah dan pujian, membangkitkan dorongan belajar kepada peserta didik, membantu kesulitan belajar peserta didik, dan menggunakan media yang baik serta sesuai dengan tujuan pembelajaran. Disarankan agar insan pendidikan dapat menerapkan pengetahuan tentang minat belajar murid sekolah dasar dalam kegiatan pembelajaran.
FENOMENA KELEMAHAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI SEKOLAH DASAR Aisyah Anggraeni
Cerdas Proklamator Vol 8 No 2 (2020): JURNAL CERDAS PROKLAMATOR
Publisher : Program Studi PGSD FKIP Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/jcp.v8i2.63

Abstract

Tulisan ini bermaksud menjelaskan fenomena kelemahan pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial di sekolah dasar. Hal ini dengan tujuan memberi wawasan kepada para pihak yang berkiprah di dunia pendidikan untuk semakin memahami: latar belakang mengapa pendidikan IPS SD di Indonesia mengalami fenomena kelemahan dan belum dapat memberikan hasil seperti yang diharapkan; kaitan antara persoalan kelemahan pendidikan IPS SD dengan bahan ajar; dan solusi untuk mengatasi persoalan kelemahan pendidikan IPS SD. Diketahui, penyebab yang melatarbelakangi pendidikan IPS SD belum dapat memberikan hasil seperti yang diharapkan berpangkal pada kurikulum, rancangan, pelaksana, pelaksanaan ataupun faktor-faktor pendukung pembelajaran. Ini semua tidak bisa pula dilepaskan dengan bahan pendidikan IPS yang kurang memadai. Para guru perlu meningkatkan kinerjanya dengan metode pembelajaran yang bervariasi, menimba ilmu untuk memperkaya bahan ajarnya, dan melatih keterampilannya agar ia mampu menyajikan pembelajaran IPS SD dengan menarik. Disarankan agar para insan pendidikan dapat menerapkan pemahaman tentang pendidikan IPS SD dan solusi untuk mengatasi persoalan kelemahan pendidikan IPS SD tersebut dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran.
BUDAYA LITERASI MELALUI TEKS DONGENG SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KARAKTER SISWA SD ISLAM KHAIRA UMMAH Syofiani Syofiani
Cerdas Proklamator Vol 8 No 2 (2020): JURNAL CERDAS PROKLAMATOR
Publisher : Program Studi PGSD FKIP Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/jcp.v8i2.64

Abstract

Budaya literasi di sekolah dasar perlu terus dikembangkan, salah satu melalui teks dongeng. Budaya literasi bermakna mengembangkan kemampuan berpikir logis siswa dalam memahami dan memaknai sesuatu yang diperoleh, baik secara lisan maupun tulis, serta mampu memanfaatkannya dalam kehidupan. Teks dongeng atau melalui mendongeng, diyakini dapat dijadikan sebagai sarana mengembangkan karakter siswa ke arah yang lebih baik, lewat penggambaran tokoh dalam cerita. Melalui cerita yang disajikan pengarang dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa untuk mengikuti kisah-kisah yang ada dalam cerita. Kisah-kisah tersebut dapat berfungsi sebagai salah satu sarana bagi anak untuk menguji kehidupannya sendiri, memberikan empati kepada orang lain, dan dapat memahami tentang kehidupan di masyarakat yang begitu kompleks. Dengan demikian, melalui dongeng dapat membangkitkan kembali budaya literasi di kalangan siswa sekolah dasar. Dongeng merupakan karya fiksi yang di dalamnya sarat dengan kandungan nilai-nilai di antaranya nilai moral yang diharapkan dapat bermanfaat bagi perkembangan mental siswa. Terwujudnya budaya literasi mendongeng pada siswa juga akan mengembangkan karakter siswa.
IMPLEMENTASI MODEL BLENDED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PPKN DI SDN BONOROWO KABUPATEN KEBUMEN TAHUN AJARAN 2020/2021 Chairiyah Chairiyah; Nadziroh Nadziroh; Wachid Pratomo
Cerdas Proklamator Vol 9 No 1 (2021): JURNAL CERDAS PROKLAMATOR
Publisher : Program Studi PGSD FKIP Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/jcp.v9i1.72

Abstract

This article aims to describe the implementation of the blended learning model in PPKn learning in grade 1 SD N Bonorowo Kebumen. The type of research used is descriptive qualitative. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The data analysis technique used the Miles and Huberman model, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The validity of the data was done by increasing the persistence and triangulation techniques. The results showed that 1) The implementation of the blended learning model in PPKn learning was carried out well starting with face-to-face followed by online, using the same tools as other models, using learning video media and concrete media that could activate students, 2) The supporting factor was assistance. quota from the government, the existence of a library, the existence of a private room that can be used as a temporary class, and parents can access a smartphone, 3) The inhibiting factors are signals and devices that are less supportive, 4) Solutions to overcome these inhibiting factors are easy access to wifi, assignment manuals, and providing screenshots of the learning videos. Keywords: Implementation, Blended Learning Model, PPKn Learning

Page 2 of 12 | Total Record : 113