cover
Contact Name
Dr. Kaswanto, SP, MSi
Contact Email
kaswanto@apps.ipb.ac.id
Phone
+628121939739
Journal Mail Official
jkebijakan@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB), Gedung Utama Kampus IPB Baranangsiang, Jl. Raya Pajajaran No.7, Bogor 16129, Jawa Barat
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan
ISSN : 23556226     EISSN : 24770299     DOI : https://doi.org/10.29244/jkebijakan
Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan merupakan jurnal terbitan kerjasama antara Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB) dan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Alamat Penerbit Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB), Gedung Utama Kampus IPB Baranagsiang, Jl. Raya Pajajaran No.7, RT.02/RW.05, Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129 P: +62 251 8345 724 F: +62 251 8344 113 E: psp3@apps.ipb.ac.id
Articles 191 Documents
REKOMENDASI STRATEGI PENGELOLAAN LANSKAP PUBLIK RUANG TERBUKA HIJAU DAN BIRU DI KOTA BOGOR Al Ayyubi, M Shalahuddin; Arifin, Hadi Susilo; Kaswanto, Regan Leonardus
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 11 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v11i2.57137

Abstract

Pandemi Covid-19 membatasi ruang gerak dan aktivitas masyarakat. Hal ini menimbulkan kejenuhan dan kebosanan karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Dalam situasi ini, ruang publik yang berupa ruang terbuka hijau dan ruang terbuka biru memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai sarana meningkatkan imunitas dan kesehatan masyarakat. Di masa pasca-pandemi, keberlanjutan dan ketersediaan ruang terbuka hijau publik menjadi semakin penting. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengelolaan ruang terbuka hijau dan ruang terbuka biru sebagai lanskap publik di Kota Bogor. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan dan Analytical Hierarchy Process. Hasil analisis menunjukkan fungsi utama ruang terbuka hijau publik adalah sebagai estetika lanskap, dengan pembagian wilayah untuk segmen atas berfokus pada fungsi produksi, sedangkan segmen tengah dan segmen bawah sebagai fungsi penyerap dan penyimpanan karbon. Strategi pengelolaan diarahkan pada wisata pertanian dan pengaturan iklim mikro perkotaan.
PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK SEBAGAI MITIGASI BENCANA KEKERINGAN DENGAN METODE DIVERSIFIKASI PERTANIAN PERIODE 2020-2023 DI GROBOGAN JAWA TENGAH Afriawan, Muhammad Dymas Aushaf Aqil
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 11 No 3 (2024): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v11i3.56812

Abstract

Indonesia dikatakan sebagai negara agraris karena berlimpahnya simpanan kebutuhan pangan yang esensial di sektor pertanian. Sektor pertanian ini menjadi acuan dalam keberlangsungan hidup manusia saat ini hingga masa depan. Krisis bencana kekeringan ini terjadi di Grobogan, Jawa Tengah yang terjadi karena beberapa faktor salah satunya adalah faktor antropogenik yang berupa banyaknya petani dalam memproduksi dan memelihara lahan pertanian dengan menggunakan pupuk anorganik. Maka dari itu, diperlukan penelitian untuk membandingkan pupuk cair, mengidentifikasi faktor eksternal dan internal dari pertumbuhan tanaman, dan menganalisis efektivitas dari pupuk. Penelitian terbagi menjadi dua tahap waktu, yakni waktu inkubasi larutan dan waktu pengamatan pertumbuhan tanaman dengan menggunakan media tanam yang berupa polybag. Pupuk yang menjadi sumber pengamatan, yakni Pupuk Organik Cair, pupuk eco enzyme, dan pupuk Plant Growth Promoting Rhizobacteria. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, terlihat bahwa dari ketiga pupuk tersebut memiliki faktor internal dan eksternal yang berpengaruh dalam masa pertumbuhan. Faktor internal dapat berupa hormon pertumbuhan Sedangkan faktor eksternal yang berpengaruh dalam pertumbuhan, yakni kondisi lingkungan (suhu, pH, kelembapan, cahaya matahari, dan tanah). Terlihat bahwa pupuk yang paling efektif untuk dimanfaatkan sebagai bahan mempercepat pertumbuhan tanaman adalah pupuk Plant Growth Promoting Rhizobacteria.
MODAL DAN STRATEGI NAFKAH PEDAGANG PASAR SAWO KOTA JAKARTA TIMUR Pusparani, Mayang Dwi; Indriana, Hana; Pusparani, Mayang
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 11 No 3 (2024): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v11i3.57166

Abstract

Pedagang di pasar tradisional, khususnya di Pasar Sawo, masih menghadapi berbagai kendala, termasuk keterbatasan lahan untuk berdagang. Tantangan ini diperparah dengan adanya perbedaan ketersediaan modal nafkah di antara pedagang yang membatasi kapasitas mereka untuk berkembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kepemilikan modal nafkah dan keragaman strategi nafkah pada pedagang Pasar Sawo di Kelurahan Cipinang Cempedak, serta untuk menganalisis hubungan antara kepemilikan modal nafkah dan keragaman strategi nafkah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan kuesioner dan data kualitatif yang diperoleh melalui wawancara mendalam. Responden dipilih secara sengaja (purposive). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pedagang di Pasar Sawo memiliki tingkat kepemilikan modal nafkah yang rendah, sementara tingkat keragaman strategi nafkah yang diterapkan oleh pedagang di Pasar Sawo cukup bervariasi, dengan menerapkan strategi intensifikasi dan diversifikasi dalam upaya meningkatkan pendapatan mereka. Terdapat hubungan signifikan antara kepemilikan modal nafkah dan keragaman strategi nafkah yang diterapkan oleh pedagang Pasar Sawo.
ADOPSI INOVASI PENGELOLAAN KEBUN KAKAO DI DESA KARUNIA, KECAMATAN PALOLO, KABUPATEN SIGI Nurulhaq, Muhammad Iqbal; Dharmawan, Leonard; Pratama , Agief Julio; Tarigan, Kevin Aditia Pemerena
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 11 No 3 (2024): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v11i3.57625

Abstract

Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan terbesar di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu produsen kakao terbesar di dunia menduduki peringkat ke-6. Namun, belakangan ini produksi kakao di Indonesia mulai menurun. Faktor yang menjadi penghambat produksi kakao di Indonesia, yaitu pengelolaan kebun kakao yang tidak sesuai dengan Good Agriculture Practices (GAP). Budidaya turun temurun, masih sering dilakukan petani di Indonesia, termasuk petani kakao di Desa Karunia. Pengelolaan kebun kakao sesuai GAP budidaya kakao, akan berdampak pada produktivitas kebun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengukur implementasi adopsi dan inovasi pengelolaan kebun kakao di Desa Karunia. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi lapang, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, adopsi inovasi yang diterapkan petani kakao di Desa Karunia meliputi pembuatan rorak, pembuatan pestisida nabati, dan sambung samping.
STRATEGI PENGHIDUPAN KELOMPOK KEMITRAAN KONSERVASI DI TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Inama; Suharjito, Didik; Trison, Soni
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 11 No 3 (2024): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v11i3.57642

Abstract

Perubahan fungsi lingkungan hutan berdampak pada kondisi aset penghidupan masyarakat dan beragam strategi penghidupan masyarakat sekitar hutan. Sistem mata pencaharian didefinisikan sebagai kemampuan rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan tingkat pendapatan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi yang tepat untuk pengembangan sistem penghidupan berkelanjutan bagi keluarga/rumah tangga anggota Kelompok Kemitraan Konservasi di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang mencakup analisis aset mata pencaharian, analisis Strengths Weaknesses Opportunities Threats (SWOT), dan analisis Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok Tani Hutan (KTH) Palutungan Arban memiliki modal manusia, modal sosial dan modal fisik yang paling tinggi, yaitu skor modal manusia 3,45, skor modal sosial 3,76 dan skor modal fisik 3,70; sedangkan KTH Cipeuteuy Agung Lestari memiliki modal alam dengan skor 3,73 dan modal finansial 3,80. Strategi prioritas Kelompok Kemitraan Konservasi di TNGC adalah strategi diversifikasi.
PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENDORONG KEBERHASILAN UMKM DI KABUPATEN BOGOR Indriana , Hana; Putra, Ramadhan Kamala
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 11 No 3 (2024): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v11i3.57764

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan yang sentral dalam dinamika ekonomi nasional. Namun, UMKM menghadapi masalah internal dan eksternal, termasuk ketimpangan data yang menunjukkan sedikitnya UMKM yang mengalami peningkatan usaha atau keberhasilan yaitu berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM. Peran penting UMKM dan permasalahan yang dihadapinya membutuhkan intervensi pemerintah untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut serta mendorong pertumbuhan UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara peran pemerintah daerah dengan keberhasilan UMKM di Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah menjalankan peranannya dalam mendorong UMKM, UMKM di Kabupaten mengalami peningkatan dalam setiap indikator keberhasilan dan Peranan pemerintah daerah sebagai katalisator berhubungan signifikan terhadap keberhasilan UMKM.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PETANI DALAM PEMBUATAN MIKROORGANISME LOKAL DI DESA BULOTALANGI Dharmawan, Leonard; Nurulhaq, Muhammad Iqbal; Djoefrie, Mochamad Hasjim Bintoro; Kariri, Muhamad Bagus
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 11 No 3 (2024): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v11i3.58378

Abstract

ABSTRACT Bulotalangi Village has great potential in utilizing banana stump waste to produce Local Microorganisms (MOL), which are important organic decomposers in agriculture. The study aims to increase the knowledge of Bulotalangi Village farmers about making MOL from banana stumps through counseling activities. Extension involved 30 farmers, with pretest, lecture, demonstration, question and answer, and posttest methods. The results showed an increase in farmers' knowledge on various aspects of MOL, such as understanding, benefits, composition, how to make, how to use, and how to store. The average initial knowledge of 36.48% increased to 94.44% after counseling, with the highest increase in knowledge of MOL composition by 63.34%. The increase reflects the effectiveness of extension in deepening farmers' understanding. This increased knowledge is expected to enable farmers to utilize local resources more effectively, support sustainable agricultural practices, and address the underutilization of banana stump in Bulotalangi Village. This can encourage village government policies to focus on banana stumps MOL to enhance the welfare of farmers and rural communities through home yard utilization.
PERAN PEMIMPIN DALAM KEBERHASILAN PROGRAM KAMPUNG WISATA TEMATIK MULYAHARJA Suryaalim, Muhammad Agriawan; Rohman, Mohammad Akbar Fathur; Barlan, Zessy Ardinal; Indriana, Hana; Gandi, Rajib; Ramadhan, Ghilandry
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 11 No 3 (2024): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v11i3.58427

Abstract

Desa Wisata Tematik Mulyaharja adalah salah satu desa wisata yang mengalami peningkatan kunjungan ketika pandemi Covid-19 melanda. Desa tersebut dikelola oleh masyarakat setempat yang berhimpun dalam Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Ketua Kompepar pada pengelolaan Kampung Wisata Tematik Mulyaharja di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang menguji hubungan antara peran kepemimpinan dan keberhasilan Program Kampung Wisata Tematik Mulyaharja. Penelitian dilakukan dengan metode survei yang menggunakan pengambilan data melalui kuisioner, selanjutnya dilakukan juga wawancara mendalam sebagai data pendukung. Pada penelitian ini juga dilakukan uji korelasi spearman untuk melihat hubungan antara peran kepemimpinan dan keberhasilan Program Kampung Wisata Tematik Mulyaharja. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran kepemimpinan yang berhubungan dengan keberhasilan program Kampung Wisata Tematik Mulyaharja yaitu peran pemimpin sebagai fasilitator. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pemimpin memfasilitasi kebutuhan anggotanya maka semakin tinggi pula tingkat keberhasilan Program Desa Wisata Tematik Mulyaharja.
KEBIJAKAN PENGELOLAAN BAHAYA DALAM WISATA GUA PURWOREJO DAN SEKITARNYA Muntasib, Endang Koestati Sri Harini; Sunkar, Arzyana; Kushendaryanti, Saharani
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 11 No 3 (2024): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v11i3.59313

Abstract

Aktivitas wisata alam semakin diminati salah satunya wisata gua. Wisata gua menampilkan formasi eksokarst dan endokarst, wisata gua tetap memiliki potensi bahaya yang menimbulkan kecelakaan/ kerugian bagi pengunjung. Potensi bahaya bersumber dari fisik, biologi, dan aktivitas manusia. Manajemen risiko diperlukan untuk mengurangi potensi kerugian pengelola dan pengunjung. Penelitian ini bertujuan menyusun manajemen bahaya di wisata Gua Purworejo dan sekitarnya dengan tahapan menginventarisasi dan menganalisis potensi bahaya fisik, biologi, dan aktivitas manusia melalui studi kasus di Gua Seplawan Purworejo yang dianalis dengan modifikasi panduan UNEP 2008 dan NSPA 2008. Potensi bahaya fisik area eksokarst meliputi tangga licin dan tanah longsor, tidak ditemukan bahaya biologis. Potensi bahaya fisik endokarst meliputi jalan licin, tanah lumpur, banjir, stalaktit rendah, lorong sempit, dan suhu kelembapan tinggi; bahaya biologi endokarst yaitu kelelawar dan guano; bahaya aktivitas manusia di kedua area yaitu membawa beban berlebih, berlari di tangga, memasuki gua ketika hujan, menginap di gua, tidak menggunakan perlengkapan gua, dan mendekati tepi jurang. Manajemen risiko yang diterapkan berupa edukasi bahaya wisata gua kepada pemandu dan pengunjung agar mempersiapkan diri, penambahan tali pengaman sepanjang jalur susur gua untuk keamanan pengunjung, pemasangan papan peringatan bahaya di area berbahaya seperti area stalaktit rendah, lorong sempit, tanah berlumpur, banjir, dan hunian kelelawar.
JEJAK UPAYA DAN PROSPEK PENGEMBANGAN BAWANG PUTIH DI INDONESIA Azis, Miftahul; Suryana, Esty Asriyana
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 11 No 3 (2024): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v11i3.60225

Abstract

Permintaan akan bawang putih terus meningkat, namun produksi nasional belum mencukupi, dengan hampir 95% kebutuhan bawang putih dipenuhi melalui impor. Untuk mengatasi ketergantungan pada impor, strategi pengembangan bawang putih di dalam negeri menjadi sangat penting. Tulisan ini mendalami jejak dan prospek pengembangan bawang putih, menyoroti upaya yang telah dilakukan serta potensi perkembangannya di masa depan. Berdasarkan penelitian dan data terbaru, tulisan ini menggambarkan prognosa produksi dan kebutuhan konsumsi bawang putih, tantangan yang dihadapi, dan inovasi terkini dalam budidaya dan pemasaran. Analisis tentang ekspor, impor dan neraca perdagangan bawang putih juga disajikan. Dengan mempertimbangkan peluang dan tantangan yang ada, tulisan ini merangkum prospek pengembangan bawang putih dalam konteks pertumbuhan pertanian dan dinamika permintaan pasar global yang terus berubah. Fokus pada peningkatan produksi, pengadaan benih yang cukup, dan penerapan teknologi yang efisien diidentifikasi sebagai kunci untuk mencapai swasembada bawang putih. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan negara dapat mengurangi impor dan secara signifikan memperkuat ketahanan pangan di negara ini.