cover
Contact Name
Agus Riyanto
Contact Email
aagusriyanto105@gmail.com
Phone
+6281227115446
Journal Mail Official
stikesbh03@gmail.com
Editorial Address
STIKES Bhakti Husada Bengkulu Jl. Kinibalu 8 RT. 012 RW. 002 Kebun Tebeng, Ratu Agung Bengkulu 38227 Telp./Fax. 0736-23422, Website : stikesbhaktihusada.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Mitra Raflesia (Journal of Health Science)
Core Subject : Health,
MITRA RAFLESSIA Journal of Health Science is an international, open access, peer reviewed and evidence-based scientific journal published by STIKES BAKTI HUSADA BENGKULU. The Journals mission is to promote excellence in nursing and a range of disciplines and specialties of allied health professions. It welcomes submissions from international academic and health professionals community. The Journal publishes evidence-based articles with solid and sound methodology, clinical application, description of best clinical practices, and discussion of relevant professional issues or perspectives. Articles can be submitted in the form of research articles, reviews, case reports, and letters to the editor or commentaries. The Journals priorities are papers in the fields of nursing, physical therapy, medical laboratory science, environmental health, and medical imaging and radiologic technologies. Relevant articles from other disciplines of allied health professions may be considered for publication. This journal is indexed or abstracted by Google Scholar
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2024)" : 20 Documents clear
PENGARUH EDUKASI MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN SISWA TENTANG PENYALAHGUNAAN NAPZA DI SMP NEGERI 05 KOTA BENGKULU Mufqi, Iguh Al; Pratiwi, Bintang Agustina; Kosvianti, Emi; Wati, Nopia
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Badan Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu merilis bahwa kelurahan pagar dewa merupakan salah satu wwilayah rawan penyalahgunaan narkoba. SMPN 5 Kota Bengkulu terletak di pagar dewa, hasil observasi menemukan rendahnya pemahaman siswa tentang NAPZA. Untuk itu penelitian ini melihat pengaruh edukasi menggunakan media video terhadap pengetahuan siswa tentang penyalahgunaan NAPZA.Metode : Bentuk penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental dan jumlah sampel 1.023 peserta, dari data tersebut di dapatkan 52 sampel dengan menggunakan metode random sampling dan pengumpulan data di ambil menggunakan rancangan One Group Pretest Postest. Penelitian ini dilakukan pada Agustus – September 2022. Tes Kolmogorov Smirnov digunakan untuk menentukan normalitas data; namun, hasil tes ini mengungkapkan data yang menyimpang, yang mengharuskan penggunaan uji Wilcoxon.Hasil : Rata-rata pengetahuan sebelum diberikan edukasi sebesar 4,65 dan setelah diberikan edukasi meningkat menjadi 7,67. Terdapat pengaruh edukasi menggunakan video terhadap pengetahuan siswa.  Kesimpulan : Media edukasi video sangat tepat digunakan untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang NAPZA.Kata Kunci : NAPZA, Edukasi Video, Pengetahuan, Siswa ABSTRACTBackground: The National Narcotics Agency of Bengkulu Province reported that Pagar Dewa Village is one of the areas prone to drug abuse. SMPN 5 Kota Bengkulu is located in the vicinity and observations have revealed a low understanding of students regarding drugs. Therefore, this study aims to examine the influence of education through video media on students' knowledge about drug abuse. Method: This study utilized a quantitative approach with a pre-experimental design and a sample size of 1,023 participants. Out of the data obtained, 52 samples were selected using the random sampling method, and data collection was conducted using the One Group Pretest-Posttest design. This research was conducted in August – September 2022. The Kolmogorov-Smirnov test was employed to assess the data's normality. However, the test results indicated abnormal data, necessitating the use of the Wilcoxon test. Results: The average knowledge score before education was 4.65, which increased to 7.67 after education. There is a discernible influence of educational videos on students' knowledge. Conclusion: Video educational media is highly suitable for enhancing adolescents' understanding of drugs. Keywords: NAPZA, Video Education, Knowledge, Students
DETERMINAN PENGGUNAAN JAMBAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM STBM DI KECAMATAN BINGIN KUNING BENGKULU TAHUN 2023 Dahril, Dahril; Pansori, Hartian; Theresia, Yunita; Rohani, Tuti; Suwono, Iman
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i1.334

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang:  Jamban sehat adalah fasilitas pembuangan tinja yang mencegah kontak antara manusia dan tinja, mencegah kontaminasi kebadan air, dan mencegah bau yang tidak sedap. Data WHO 2020 sebanyak 55 juta penduduk di Indonesia masih berperilaku BABS, lebih dari 370 balita di Indonesia meninggal akibat perilaku buruk BABS. Data Desa ODF di Kabupaten Lebong sebanyak 11,54 %, hal ini masih jauh dari target nasional yaitu sebesar 60%. Survei pendahuluan yang dilakukan dari 15 responden sebanyak (73,33%) responden yang tinggal di Daerah Aliran Sungai melakukan BABs. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan penggunaan jamban dalam pelaksanaan program STBM di  Kecamatan Bingin Kuning Bengkulu.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga di Kecamatan Muning Agung Kabupaten Lebong sebanyak 3.344 kepala keluarga. Jumlah sampel sebanyak 97 kepala keluarga. Teknik pengambilan sampel menggunakan Stratified Random. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat untuk mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. Analisis bivariat untuk melihat hubungan antara variabel independent dengan dependent menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara pendidikan (Pvalue 0,001) , pengetahuan (Pvalue 0,000), kepemilikan jamban (Pvalue 0,000), sikap (Pvalue 0,000), perilaku (Pvalue 0,000)  dengan penggunaan jamban dalam pelaksanaan program STBM di  Kecamatan Bingin Kuning  Bengkulu.Hasil : Tidak ada hubungan antara peran petugas kesehatan (Pvalue 0,339)  dengan penggunaan jamban dalam pelaksanaan program STBM di  Kecamatan Bingin Kuning  Bengkulu.Simpulan: Masukan kepada pihak Dinas Kesehatan untuk meningkatkan intervensi di masyarakat melalui program STMB dan meningkatkan pemicuan di masyarakat agar menjadi Desa ODF.Kata Kunci : Penggunaan Jamban, Program STBM, dan Determinan. ABSTRACTBackground: A healthy latrine is a fecal disposal facility that prevents contact between humans and feces, prevents contamination to water bodies, and prevents unpleasant odors. WHO 2020 data as many as 55 million people in Indonesia still behave defecation, more than 370 toddlers in Indonesia die due to bad behavior defecation. ODF Village data in Lebong Regency is 11.54%, this is still far from the national target of 60%. The preliminary survey conducted from 15 respondents as many as (73.33%) respondents living in watersheds defecated. The purpose of the study was to determine the determinants of the use of latrines in the implementation of the STBM program in Bingin Kuning District, Bengkulu. Methods: This research is a Quantitative research with Cross Sectional Study design. The population in this study is 3,344 households in Muning Agung District, Lebong Regency. The number of samples was 98 households. The sampling technique uses Stratified Random. The analysis used is univariate analysis to describe the characteristics of each research variable. Bivariate analysis to see the relationship between independent and dependent variables using Chi-Square. The results showed that there was a relationship between education (Pvalue 0.001), knowledge (Pvalue 0.000), latrine ownership (Pvalue 0.000), attitude (Pvalue 0.000), behavior (Pvalue 0.000) with the use of latrines in the implementation of STBM programs in Bingin Kuning Bengkulu District. Results:  There is no relationship between the role of health workers (Pvalue 0.339) and the use of latrines in the implementation of the STBM program in Bingin Kuning District, Bengkulu. Conclusion: Input to the Health Office to improve intervention in the community through the STMB program and increase triggering in the community to become ODF Village.Keywords: Use of Latrines, STBM Program, and Determinants.
HUBUNGAN SARANA AIR BERSIH DAN JAMBAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI DESA PAGARDIN DAN TANJUNG DALAM KECAMATAN ULOK KUPAI BENGKULU UTARA Oeisselita, Meike Mirlansari; Widada, Agus
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i1.389

Abstract

ABSTRAKStunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Argamakmur Bengkulu Utara bulan Agustus, sebanyak  dua ratus dua belas dari sepuluh desa balita dengan kasus stunting. Faktor penyebab stunting  dapat terjadi dari berbagai aspek salah satunya adalah sarana air bersih, dan kepemilikan jamban sehingga dapat meningkatkan resiko terjadinya diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dan pengelolaan sampah dengan kejadian stunting.Penelitian ini menggunakan studi penelitian deskriptif analitik, dengan desain case control. Sampel yang dibutuhkan adalah enam puluh balita, yang terdiri dari tiga puluh kelompok kasus dan tiga puluh kelompok kontrol. Instrument yang digunakan adalah kuisioner dan ceklis. Analisis data menggunakan uji statistik chi square.Hasil analisis bivariat ada hubungan sarana air bersih dengan kejadian stunting didapatkan hasil pengujian signifikasi ρ value 0,039 < 0,05 dengan OR = 3,45 (CI = 95% 0,100 – 0,837). Dan tidak ada hubungan jamban dengan kejadian stunting didapatkan hasil pengujian signifikasi  ρ value 0,068 > 0,05, dengan OR = 0,328 (CI = 95% 0,113 – 0,949).Diharapkan bagi masyarakat untuk selalu mejaga dan merawat sumur serta jamban keluarga  agar dapat memenuhi kriteria sehat dan memenuhi syarat.Kata Kunci : Sarana Air Bersih, Jamban, Stunting
ANALISIS MANAJEMEN PENGADAAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI TAHUN 2022 Amri, Dudi; Firdawati, Firdawati; Almasdy, Dedy
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Salah satu tahapan pengelolaah obat adalah proses pengadaan obat.  Di Instalasi Farmasi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittingi tahun 2022 ditemukan adanya kekosongan obat. Penelitian ini ingin mengetahui tentang bagaimana pengadaan obat di Intalasi Farmasi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittingi tahun 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui input, proses dan output manajemen pengadaan obat.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan wawancara semi terstruktur, observasi lapangan dan telaah dokumen.Hasil: Hasil penelitian, kebijakan pengadaan obat mengacu kepada Undang Undang, Peraturan Menteri, Formularium Nasional, Formularium RS, Standar Operasional Prosedur, dan SK Direktur. Sumber daya manusia berjumlah satu orang, memiliki sertifikat dalam pengadaan barang dan jasa, serta sudah 7 tahun sebagai pejabat pengadaan obat. Dana sudah tersedia bersumber dari BLUD. Sarana dan prasarana sudah tersedia. Proses pengadaan obat dilakukan dengan pembelian langsung, e-purchasing, dengan memproduksi sedian farmasi serta sumbangan. Output dari pengadaan obat adalah ketersediaan obat secara lengkap sesuai dengan perencanaan yang dilakukan oleh bagian instalasi farmasi. Hasil wawancara dengan informan masih ditemukan adanya kekosongan obat di instalasi farmasiSimpulan: Dari segi Input sudah tersedia dan berjalan dengan baik. Dari segi proses, pengadaan obat belum berjalan optimal. Outputnya ditemukan adanya kekosongan obat di Instalasi Farmasi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittingi tahun 2022Kata Kunci : Pengadaan, Obat, Instalasi Farmasi  ABSTRACTBackground: One of the stages of drug management is the drug procurement process. At the Pharmacy Installation of Dr. RSUD. Achmad Mochtar Bukittingi in 2022 found a shortage of medicine. This research wants to know about how medicine is procured at the Pharmacy Installation of Dr. Achmad Mochtar Bukittingi in 2022. Methods: The aim of this research is to determine the input, process and output of drug procurement management. This research is qualitative research with semi-structured interviews, field observations and document review.Results: Research results show that drug procurement policies refer to Laws, Ministerial Regulations, National Formulary, Hospital Formulary, Standard Operating Procedures and Director's Decrees. The number of human resources is one person, has a certificate in the procurement of goods and services, and has been a drug procurement official for 7 years. Funds are available from BLUD. Facilities and infrastructure are available. The drug procurement process is carried out by direct purchasing, e-purchasing, by producing pharmaceutical preparations and donations. The output from drug procurement is the complete availability of drugs in accordance with the planning carried out by the pharmaceutical installation department. The results of interviews with informants still found that there were shortages of medicines in pharmacy installationsConclusion: In terms of input, it is available and running well. In terms of process, drug procurement has not run optimally. The output was found to be a shortage of medicines in the Pharmacy Installation of Dr. RSUD. Achmad Mochtar Bukittingi in 2022Keywords: Procurement, Drugs, Pharmacy Installation
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI DALAM MENDAMPINGI PERSALINAN UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA IBU DI BPM FEBRA AYUDIAH KOTA BENGKULU Rossita, Taufianie Taufianie; Sari, Liya Lugita; Ayudiah, Febra
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i1.363

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Suami sebagai pendamping persalinan harus mengetahui dahulu apa yang akan dilakukannya di ruang persalinan karena seorang istri yang akan melahirkan sebenarnya sangat mengharapkan kehadiran seorang suami untuk mendampingi dan memberi dukungan selama proses persalinan berlangsung. Karena istri merasa lebih memegang kendali selama melahirkan jika ditemani dan didukung (pendamping persalinan) yaitu suami sendiri.Metode: Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di BPM Febra Ayudiah. pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling.Hasil : Hasil uji statistik menggunakan Uji Chi Square didapatkan p=0.006 (<0.05), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pendampingan suami dengan tingkat kecemasan ibu dalam menghadapi proses persalinan di BPM Febra Ayudiah Kota BengkuluSimpulan: Menambah wawasan bagi peneliti sehingga bisa memberikan pertolongan yang baik bagi ibu bersalin dan dapat memberikan motivasi bagi suami dan ibu bersalin sehingga kecemasan tidak ada.Kata Kunci: Pengetahuan, dukungan suami, keceasan ibu hamil  ABSTRACTBackground: The husband as a birth companion must first know what he will do in the delivery room because a wife who is about to give birth actually really hopes for the presence of a husband to accompany and provide support during the birth process. Because the wife feels more in control during childbirth if she is accompanied and supported (birth companion), namely her husband.Method: The population in this study was all mothers giving birth at BPM Febra Ayudiah. Sampling used accidental sampling technique.Results: The results of statistical tests using the Chi Square Test showed p=0.006 (<0.05), so Ho was rejected and Ha was accepted. So it can be concluded that there is a relationship between husband's assistance and the mother's level of anxiety in facing the birthing process at BPM Febra Ayudiah, Bengkulu City.Conclusion: Increases insight for researchers so that they can provide good help for mothers in labor and can provide motivation for husbands and mothers in labor so that there is no anxiety.Keywords: Knowledge, husband's support, anxiety of pregnant women
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMANDIRIAN LANSIA DALAM PEMENUHAN ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) DI POSYANDU KAYU TANAM, LAREH SAGO HALABAN, PAYAKUMBUH Masnarivan, Yeffi; Putri, Ezzha Elfansdha; Ramadhan, Fathiya Aulia; Lubis, Marsha Fidela; Affa, Sausan Akbari
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i1.368

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Peningkatan jumlah lansia memunculkan tantangan yang kompleks bagi individu, keluarga, dan masyarakat. Proses penuaan secara alami membawa perubahan pada aspek fisik dan mental memiliki konsekuensi terhadap situasi ekonomi dan sosial. Perubahan ini signifikan dalam memengaruhi kemandirian lansia dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi program skrining di Kabupaten 50 Kota, menganalisis faktor yang berhubungan dengan tingkat kemandirian ADL lansia di Posyandu Lansia Kayu Tanam.Metode: Desain penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan metode cross-sectional. Populasi terdiri dari 85 lansia di Posyandu Lansia Kayu Tanam, dengan sampel 71 responden untuk mengatasi potensi kekurangan data. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat 7 variabel yang diuji dengan kemandirian ADL lansia. Sebanyak 4 variabel memiliki hubungan signifikan dengan kemandirian ADL lansia yaitu kelompok lansia (p-value <0,0001), status marital (p-value <0,0001), status pekerjaan (p-value <0,0001) dan durasi tidur (p-value = 0,039). Variabel lainnya meliputi jenis kelamin, tingkat Pendidikan dan skala depresi tidak memiliki hubungan signifikan secara statistik.Simpulan: Disarankan kepada lansia untuk hidup mandiri, menjaga kesehatan, melaksanakan senam lansia, dan meningkatkan perekonomian melalui rutinitas pemeriksaan kesehatan, ibadah, dan aktivitas ekonomi.Kata Kunci: Faktor, Activity Daily Living (ADL), Kemandirian Lansia. ABSTRACTBackground: The increasing number of elderly people poses complex challenges for individuals, families and society. The aging process naturally brings changes in physical and mental aspects that have consequences for the economic and social situation. This change is significant in influencing the independence of elderly people in daily activities. This study aims to evaluate the screening program in 50 Cities Districts, analyzing factors related to the level of ADL independence for elderly people at the Kayu Tanam Elderly Posyandu. Method: This research design is descriptive quantitative with a cross-sectional method. The population consisted of 85 elderly people at the Kayu Tanam Elderly Posyandu, with a sample of 71 respondents to overcome potential data deficiencies. Univariate and bivariate data analysis using the chi-square test. Results: The statistical test results show that there are 7 variables tested for the ADL independence of the elderly. A total of 4 variables have a significant relationship with the ADL independence of the elderly, namely the elderly group (p-value <0.0001), marital status (p-value <0.0001), employment status (p-value <0.0001) and sleep duration (p-value = 0.039). Other variables including gender, education level and depression scale did not have a statistically significant relationship. Simpulan: It is recommended for the elderly to live independently, maintain health, carry out elderly exercise, and improve the economy through routine health checks, worship, and economic activities.Keywords: Factors, Activity Daily Living (ADL), Elderly Independence
ANALISIS KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEGINIM KABUPATEN BENGKULU SELATAN Octafia, Hery; Darmawansyah, Darmawansyah; Nurdan, Jon Hendri
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Data WHO prevalensi stunting tahun 2022 sebesar 33,6%. Prevalensi stunting di Asia tahun 2022 sebesar 33,0%. Data SSGI prevalensi stunting di Indonesia tahun 2022 sebesar 21,6%, angka tersebut masih diatas standar sebesar 20%. Provinsi Bengkulu data SSGI tahun 2022 prevalensi stunting sebesar 19,8%, angka tersebut belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan 18,84%. Kabupaten Bengkulu Selatan merupakan salah satu Kabupaten yang mengalami peningkatan angka prevalensi stunting dari 20,8% menjadi 23,2%. Data stunting di Puskesmas Seginim setiap tahunnya mengalami peningkatan. Tujuan Penelitian untuk menganalisis Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional Study. Jumlah sampel pada penelitian adalah 78 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square.Hasil : Hasil penelitian menunjukan sebagian kecil dari responden mengalami stunting sebesar 29,5%, sebagian besar dari responden memiliki pengetahuan cukup sebesar 51,3%, sebagian kecil dari responden memiliki pendapatan < UMR sebesar 23,1%, hampir sebagian dari responden tidak ASI ekslusif sebesar 42,3%. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p=0,000), pendapatan (p=0,002), penyakit infeksi (p=0,007) dengan kejadian stunting di Puskesmas Seginim Bengkulu Selatan.Saran : Diharapkan dilakukan penelitian lanjutan dapat melihat faktor risiko yang lainnya dengan menggunakan desain dan analisis penelitian yang lebih mendalam.Kata Kunci    : Stunting, Pengetahuan, ASI Ekslusif, Penyakit Infeksi ABSTRACTBackground: The data from WHO, the prevalence of stunting in 2022 is 33.6%. The prevalence of stunting in Asia in 2022 is 33.0%. SSGI data on the prevalence of stunting in Indonesia in 2022 is 21.6%, this figure is still above the standard of 20%. SSGI data of Bengkulu Province in 2022, the prevalence of stunting is 19.8%, this figure is not in accordance with the target that has been set at 18.84%. South Bengkulu Regency is one of the regency that has experienced an increase in the stunting prevalence rate from 20.8% to 23.2%. Stunting data at Seginim Health Center increases in every year. The aim of the research is to analyze the incidence of stunting among toddlers in the working area of Seginim Health Center, South Bengkulu Regency. Method: This research is a quantitative research using a cross sectional study design. The number of samples in the study was 78 respondents. The sampling technique used Simple Random Sampling. The analysis used is univariate and bivariate analysis with the chi-square test. Results: The research results showed that a small portion of respondents experienced stunting at 29.5%, the majority of respondents had sufficient knowledge at 51.3%, a small portion of respondents had income < minimum wage at 23.1%, almost half of the respondents did not breastfeed exclusively at 42.3%. There is a significant correlation between knowledge (p=0.000), income (p=0.002), infectious diseases (p=0.007) and the incidence of stunting at Seginim Health Center, South Bengkulu. Conclusion: It is hoped that further research can be carried out to look at other risk factors using more in-depth research design and analysis.Keywords: Stunting, Income, Knowledge, Exclusive Breastfeeding, Infectious Diseases.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PROTOKOL KESEHATAN PADA TENAGA KESEHATAN Angraini, Wulan; Oktavidiati, Eva; Pratiwi, Bintang Agustina; Febriawati, Henni; Sari, Puja Puspita
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 menjadi faktor utama yang harus dilakukan untuk memutus rantai penularan. Para tenaga kesehatan di Puskesmas Kota Manna dituntut untuk dapat menjaga diri dalam hal penerapan protokol kesehatan. Tujuannya untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan protokol kesehatan pada petugas kesehatan di Puskesmas Kota Manna.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah petugas kesehatan di Puskesmas Kota Manna, jumlah sampel sebanyak 76 responden menggunakan total sampling. Analisis data dengan univariabel, bivariabel chi square dan multivariabel regresi logistik.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan sebaran pengetahuan, sikap, dukungan keluarga dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan sebagian besar responden (57,9%) memiliki pengetahuan baik, (56,6%) memiliki sikap patuh, (55,3%) memiliki dukungan keluarga baik dan 45 responden (59,2%) yang memiliki kepatuhan ketat terhadap protokol kesehatan. Terdapat pengaruh pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan protokol kesehatan (p value = 0,002, 0,018 dan 0,030).Simpulan : Pengetahuan yang baik dan sikap patuh dari petugas kesehatan dapat mengurangi penularan virus Covid-19. Disarankan agar petugas kesehatan selalu memberikan informasi mengenai penularan virus Covid-19.Kata Kunci : Covid-19, Dukungan Keluarga, Sikap, Pengetahuan ABSTRACTBackground: Efforts to prevent and control Covid-19 are the main factors that must be taken to break the chain of transmission. Health workers at the Manna City Health Center are required to be able to protect themselves in terms of implementing health protocols. Aims to determine the factors that influence the fulfillment of health protocols for health workers at the Manna City Health Center. Methods : This research is a quantitative research with a cross sectional approach. The population in this study were health workers at the Manna City Health Center, the total sample was 76 respondents using total sampling. Data analysis using univariable, bivariable chi square and multivariable logistic regression. Results: The results of the research show that the distribution of knowledge, attitudes, family support and compliance with health protocols, most respondents (57.9%) have good knowledge, (56.6%) have an obedient attitude, (55.3%) have good family support and 45 respondents (59.2%) who have strict adherence to health protocols. There is an influence of knowledge, attitudes and family support on compliance with health protocols (p value = 0.002, 0.018 and 0.030). Good knowledge and obedient attitude from health workers can reduce transmission of the Covid-19 virus. Conclusion:It is recommended that health workers always provide information regarding the transmission of the Covid-19 virus.Keywords: Covid-19, Family Support, Attitude, Knowledge
PENGARUH LEAFLET UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS PONJONG I YOGYAKARTA TAHUN 2020 Elvina, Ade; Herlinda, Herlinda; Nilawati, Iin
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i1.319

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu angkah awal untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian pada bayi. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif lebih sehat dan tidak mudah mengalami penyakit seperti diare, infeksi, penumonia, gangguan sistem pencernaan, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan obesitas. ASI eksklusif dapat meningkatkan kualitas kehidupan jutaan bayi dan anak-anak serta mencegah lebih dari 800.000 kematian balita pertahun didunia. Tujuan penelitian ini manganalisis pengaruh leaflet untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui dalam pemberian ASI eksklusif.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain penelitian pretest-post test with control group design. Populasi pada penelitian ini sebanyak 44 orang dengan sampel 22 responden setiap kelompok.Hasil : Hasil selisih skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi sebesar 1,91 dengan p=0,000.Simpulan:  Sehingga dapat disimpulkan, leaflet sebagai media edukasi tentang ASI eksklusif berpengaruh meningkatkan pengetahuan ibu menyusui.Kata Kunci : Leaflet, Pengetahuan, ASI Ekslusif ABSTRACTBackground:Exclusive breastfeeding is one of the first steps to reduce morbidity and mortality rates in babies. Babies who are exclusively breastfed are healthier and less susceptible to diseases such as diarrhea, infections, pneumonia, digestive system disorders, acute respiratory infections (ARI) and obesity. Exclusive breastfeeding can improve the quality of life of millions of babies and children and prevent more than 800,000 under-five deaths per year worldwide. The aim of this research is to analyze the effect of leaflets on increasing breastfeeding mothers' knowledge about exclusive breastfeeding. Methods:This research is a quasi-experimental research with a pretest-post test research design with control group design. The population in this study was 44 people with a sample of 22 respondents from each group. Results: The difference in knowledge scores before and after intervention was 1.91 with p=0.000. Conclusion: So it can be concluded that leaflets as an educational medium about exclusive breastfeeding have an influence on increasing the knowledge of breastfeeding mothers.Keywords: Leaflets, Knowledge, Exclusive Breastfeeding.
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DAN PERILAKU DENGANKEEJADIAN MALARIA: SEBUAH LITERATURE REVIEW Haryanti, Nelly; Raharjo, Mursid; Hanani, Yusniar
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Malaria merupakan salah satu jenis penyakit yang menyebar melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi oleh parasit dan bisa mematikan jika tidak ditangani dengan benar.Malaria masih menjadi masalah kesehatan di masyarakat luas dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan bangsa Indonesia. Salah satu target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tahun 2016 - 2030 adalah memberantas epidemik HIV/AIDS, Tubercolosis, Malaria dan Hepatitis. Target penurunan beban kasus malaria mencapai 40% di tahun 2020, 75% ditahun 2025 dan 90% di tahun 2030 dibandingkan di tahun 2015 (WHO,2018) Malaria penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium, yang ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi Plasmodium di dalam tubuhnya. Lima spesies Plasmodium penyebab malaria pada manusia yaitu Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Plasmodium malariae, Plasmodium ovale, dan Plasmodium knowlesi, dari uraian di atas penulisan literature review ini bertujuan untuk mengetahui faktor lingkungan dan Perilaku yang mempengaruhi Kejadian Malaria .Metode : penelitian ini merupakan literature review. Literature review adalah metode penelitian yang merupakan ulasan kembali tentang topik tertentu yang menekankan pada pertanyaan tunggal yang telah dikenali secara sistematis, dinilai, dipilih dan disimpulkan menurut kriteria yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan bukti penelitian yang berkualitas tinggi yang relevan dengan pertanyaan penelitianHasil : Dengan hasil adanya hubungan yang signifikan antara faktor lingkungan dan Perilaku dengan kejadian Malaria.Kata Kunci: Malaria ,Nyamuk ,Faktor Lingkungan,vektor ABSTRACTBackground: Malaria is a type of disease that spreads through mosquito bites infected by parasites and can be deadly if not treated properly. Malaria is still a health problem in the wider community and affects various aspects of Indonesian life. One of the targets of the Sustainable Development Goals (SDGs) in 2016-2030 is to eradicate the epidemics of HIV/AIDS, Tuberculosis, Malaria and Hepatitis. Malaria caseload reduction targets reached 40% in 2020, 75% in 2025 and 90% in 2030 compared to 2015 (WHO, 2018) Malaria is an infectious disease caused by the Plasmodium parasite, which is transmitted to humans through the bite of a female Anopheles mosquito infected with Plasmodium in her body. Five species of Plasmodium cause malaria in humans, namely Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Plasmodium malariae, Plasmodium ovale, and Plasmodium knowlesi, from the description above, the writing of this literature review aims to determine the environmental and behavioral factors that affect the incidence of malaria.Methods: this research is a literature review. Literature review is a research method that is a review of a particular topic that emphasizes a single question that has been systematically recognized, assessed, selected and concluded according to predetermined criteria based on high-quality research evidence relevant to the research question.Results: With the results there is a significant relationship between environmental and behavioral factors with the incidence of Malaria.Keywords: Malaria, Mosquitoes, Environmental Factors, Vectors

Page 1 of 2 | Total Record : 20