cover
Contact Name
Dewi Ratnasari
Contact Email
dewiratnasari@stikesholistic.ac.id
Phone
+6285759196278
Journal Mail Official
jhhs.journal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Veteran No. 272, Ciseureuh - Purwakarta (41118). Telp : (0264) 8227553 – 8301143 West Java - Indonesia.
Location
Kab. purwakarta,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
ISSN : 25489070     EISSN : 25489089     DOI : https://doi.org/10.51873/
Core Subject : Health,
Journal of Holistic and Health Sciences (JHHS) menerima naskah hasil penelitian di bidang gizi dan farmasi, khususnya di bidang gizi dan farmasi holistik. Scope JHHS yaitu: 1. Produksi Farmasi meliputi pemuatan sediaan farmasi, Skrinning fitokimia, Uji khasiat sediaan obat, 2. Pelayanan Farmasi meliputi studi mengenai pelayanan resep, swamedikasi, peracikan dan Komunikasi, informasi & edukasi farmasi, 3. Manajemen farmasi meliputi studi pengadaan dan penyimpanan sediaan farmasi, distribusi farmasi, inventaris tumbuhan berkhasiat obat dan kajian mengenai farmasi komunitas (kebijakan), 4. Produk obat tradisional inovatif meliputi pembuatan berupa produk makanan fungsional, produk jamu, produk kosmetik berbahan alam, 5. Gizi klinik & holistik, yaitu menitikberatkan pada masalah gizi individu akibat kekurangan dan atau kelebihan zat gizi tertentu dalam upaya kuratif penyakit infeksi maupun degeneratif, 6. Gizi masyarakat yaitu menitikberatkan pada masalah gizi di masyarakat atau kelompok dalam upaya preventif dan promotif menyangkut pada masalah kesehatan ekonomi, sosial budaya, pendidikan, kependudukan dan sebagainya, 7. Manajemen sistem penyelenggaraan makanan (MSPM) meliputi kajian metode pengolahan makanan, hygiene dan sanitasi, serta food waste, 8. Pengembangan produk pangan fungsional, pangan lokal yang memberikan manfaat bagi kesehatan.
Articles 144 Documents
Motivasi berhenti merokok pada remaja pesisir pantai sederhana Kabupaten Bekasi Budiarto, Ellang; Agustin, Mely; Bratajaya, Cicilia Nony Ayuningsih; Sartika, Mila
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 9 No. 1 (2025): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhhs.v9i1.365

Abstract

Latar Belakang: Salah satu penyebab utama penyakit serius seperti kanker dan penyakit jantung adalah penggunaan tembakau, yang merupakan praktik yang berbahaya bagi kesehatan. Karena pengaruh lingkungan sekitar dan kurangnya pemahaman mengenai konsekuensi merokok, kaum muda sangat rentan untuk memulai perilaku ini. Tujuan Penelitian: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kecenderungan berhenti merokok pada remaja di Pesisir Pantai Sederhana, Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari teknik kuantitatif yang menampilkan desain korelasional deskriptif dan kerangka kerja cross-sectional. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 81 remaja laki-laki yang merokok, dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel yang komprehensif. Data dikumpulkan melalui survei dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara pengetahuan (p=0,334) dan persepsi (p=1,000) terhadap motivasi untuk berhenti merokok (p>0,05). Mengenai dorongan untuk berhenti merokok, terdapat korelasi yang kuat antara lingkungan sosial (p=0,000) dan kerabat dekat (keluarga) (p=0,001) (p>0,05). Simpulan: Elemen kunci dalam meningkatkan motivasi remaja untuk berhenti merokok adalah dorongan yang mereka terima dari keluarga dan teman. Singkatnya, inisiatif yang dirancang untuk membantu remaja menghindari atau berhenti merokok dapat memperoleh manfaat dari fokus pada pengaruh hubungan dekat mereka, seperti keluarga, dan kelompok sebaya mereka.
Rasionalitas penggunaan obat pada pasien anak dengan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di rawat inap RSUD Cileungsi Bogor Putri, Sabilla Meganurdiana; Setiani, Lusi Agus; Elfrieda, NSA Lily
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 9 No. 1 (2025): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhhs.v9i1.370

Abstract

Latar belakang: Penyakit ISPA ialah salah satu penyakit infeksi yang biasanya diakibatkan oleh virus, bakteri atau jamur dan dapat menyebar dengan cepat melalui percikan udara saat batuk atau bersin. Di Indonesia, ISPA menjadi salah satu alasan penyebab kematian, dimana data RISKESDAS tahun 2018 menyebutkan bahwa perkara ISPA pada balita di Indonesia mencapai 20,06% atau menjangkau 1.017.290 kasus, data yang diperoleh provinsi Jawa Barat menjadi kasus tertinggi dengan prevalensi 14,7% kasus ISPA dari 34 provinsi di Indonesia. Tujuan: Mengevaluasi dan mengetahui  pengaruh karakteristik pasien anak terhadap rasionalitas penggunaan obat pada penyakit ISPA di unit rawat inap RSUD Cileungsi. Metode: Penelitian ini memakai rancangan penelitian deskriptif bersifat retrospektif observasional dengan sampel berjumlah 136 pasien berdasarkan data rekam medis yang sudah memenuhi kriteria inklusi serta data dianalisis menggunakan metode 4T+1W juga uji Chi-square. Hasil: Diperoleh hasil penggunaan obat menunjukkan bersifat rasional (83,82%), terutama dalam aspek Tepat Obat (100%), Tepat Dosis (100%), Tepat Rute Pemberian Obat (100%), serta Tepat Waktu Lama Pemberian (83,82%) Waspada ESO (100%). Terdapat (16,18%) kasus yang menunjukkan penggunaan obat tidak rasional pada Tepat Waktu Lama Pemberian. Analisis statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan dengan nilai ? < 0,05 pada rasionalitas penggunaan obat terhadap diagnosis ISPA dan rasionalitas penggunaan obat terhadap variabel perancu terdapat pada polifarmasi. Kesimpulan: Sebagian besar penggunaan obat telah rasional (83,82%), namun aspek durasi pemberian masih perlu diperhatikan. Uji Chi-square menunjukkan polifarmasi berhubungan signifikan dengan rasionalitas obat (p = 0,002).
Hubungan kebiasaan makan dan aktivitas fisik dengan status gizi di MA Daarul Ma’Arif Pebrianti, Lusi; Rahman, Listhia Hardiati; Aminarista, Aminarista
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 9 No. 1 (2025): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhhs.v9i1.313

Abstract

Latar belakang: Masalah gizi pada remaja timbul akibat perilaku gizi yang tidak tepat, yaitu ketidakseimbangan antara asupan dengan kecukupan gizi yang dianjurkan. Prevalensi gizi remaja di Jawa Barat pada tahun 2018 terdapat 9,2% dengan kategori kurus, 54,1% dengan kategori normal, 13,7% dengan kategori berat badan berlebih dan 23,0% dengan kategori obesitas. Faktor yang dapat mempengaruhi status gizi seperti kebiasaan makan dan aktivitas fisik.                            Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan kebiasaan makan dan aktivitas fisik dengan status gizi di MA Daarul Ma’arif. Metode penelitian: Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Data kebiasaan makan diambil dengan wawancara menggunakan kuesioner AFHC, data aktivitas fisik diambil dengan menggunakan kuesioner IPAQ dan data status gizi ditentukan menggunakan IMT/U. Jumlah subjek yang di ambil menggunakan purposive sampling. Jumlah subjek 39 yang masuk ke dalam kriteria inklusi. Uji hipotesis menggunakan uji Chi-Square (Pearson Chi-Square). Hasil: Subjek memiliki status gizi baik sebanyak 33 subjek (84,6%), memiliki kebiasaan makan tidak sehat sebanyak 30 subjek (76,9%) dan memiliki tingkat aktivitas fisik sedang sebanyak 16 subjek (41%). Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan makan dengan status gizi (P>0,05), tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi (P>0,05). Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan makan dan aktivitas fisik dengan status gizi.
Hubungan asupan zat gizi makro dan kepuasan pelayanan makanan dengan status gizi santriwati di Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Purwakarta Rahmayanti, Rike; Arifin, Dedi Zaenal; Rahman, Listhia Hardiati
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 9 No. 1 (2025): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhhs.v9i1.316

Abstract

Latar Belakang: Perubahan dalam pola makan dan gaya hidup mempengaruhi kebutuhan dan asupan gizi. Penyelenggaraan makanan yang dikelola oleh pihak pesantren menentukan asupan gizi yang pada akhirnya menentukan nilai dari status gizi santriwati yang tinggal di pondok pesantren. Tujuan: Menganalisis hubungan asupan zat gizi makro dan kepuasan pelayanan makanan dengan status gizi santriwati pondok pesantren Tarbiyah Islamiyah Purwakarta Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik consecutive sampling dengan besar sampel 120 orang. Hasil: Data hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar subjek penelitian   berusia 13 tahun sebanyak 55 subjek (45,8%), berada di kelas VII sebanyak 50 subjek (41,7%), memiliki status gizi baik sebanyak 78 subjek (65%), memiliki asupan energi kurang sebanyak 113 subjek ( 94,2%), asupan karbohidrat kurang sebanyak 118 subjek ( 98,3%), asupan protein kurang sebanyak 82 subjek (68,3%), asupan lemak kurang sebanyak 110 subjek (91,7%), dan kepuasan pelayanan makanan kategori puas sebanyak 70 subjek (58,3%). Hasil uji pearson chi-square penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan asupan energi dengan status gizi (p=0,895), asupan karbohidrat dengan status gizi (p=0.578), asupan protein dengan status gizi (p=0,302), asupan lemak dengan status gizi (p=0,099), dan kepuasan pelayanan makanan dengan status gizi (p=0,424). Simpulan: Kualitas asupan gizi asrama Tarbiyah Islamiyah Purwakarta tidak berhubungan dengan asupan energi, asupan karbohidrat, protein, dan lemak, serta kepuasan pelayanan makanan.
Hubungan durasi tidur dan asupan makan pagi dengan status gizi santriwati di Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Purwakarta Pratiwi, Yulia Indah; Arifin, Dedi Zaenal; Aminarista, Aminarista
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 9 No. 1 (2025): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhhs.v9i1.317

Abstract

Latar belakang: Pondok pesantren pada umumnya memiliki banyak kegiatan yang dilakukan oleh santri, baik kegiatan akadamik dan non-akademik sehingga dapat memicu santri menjadi mudah lelah, stress, dan waktu tidur yang berkurang. Kurangnya waktu tidur dapat mempengaruhi hormon nafsu makan sehingga dapat menyebabkan peningkatan asupan makan dan perubahan status gizi. Selain waktu tidur, makan pagi yang tidak memenuhi kebutuhan seseorang juga akan mempengaruhi status gizi. Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan durasi tidur dan kebiasaan makan pagi dengan status gizi santriwati di pondok pesantren Tarbiyah Islamiyah Purwakarta. Metode penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan pendekatan Cross sectional. Data durasi tidur dan kebiasaan makan pagi diambil dengan kuesioner dan data status gizi diambil dengan menggunakan alat timbangan digital dan microtoice. Jumlah subjek yang diambil menggunakan total sampling sebanyak 120 subjek. Analisis data menggunakan Uji Pearson Chi-Square. Hasil: Rata- rata durasi tidur subjek dikategorikan buruk yaitu sebanyak 119 subjek (99,2%). Rata-rata asupan makan pagi subjek dikategorikan asupan kurang yaitu 67 subjek (55,8%). Santriwati yang mengalami status gizi baik sebanyak 78 subjek (65%). Simpulan: Tidak ada hubungan antara durasi tidur dengan status gizi di Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Purwakarta (P = 0,762). Tidak ada hubungan antara asupan makan pagi dengan status gizi di Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Purwakarta (P = 0,669).
Hubungan antara asupan zat besi dan pola tidur dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di MTs Negeri 1 Purwakarta Oktavia, Qyrai Nur; Herutomo, Tomi; Rahman, Listhia Hardiati
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 9 No. 1 (2025): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhhs.v9i1.322

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia terutama pada remaja putri.  Prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia yaitu sebesar 32%. Remaja putri yang mengalami anemia dapat terjadi karena banyak faktor diantaranya, asupan zat besi yang kurang dan pola tidur yang buruk. Tujuan penelitian: mengetahui hubungan antara asupan zat besi dan pola tidur dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di MTs Negeri 1 Purwakarta. Metode penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah obeservasional dengan pendekatan Cross Sectional dengan metode kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja putri usia 12-15 tahun dan dari kelas 7,8, dan 9 di MTs Negeri 1 Purwakarta yang sudah terdata sebanyak 589 siswi. Pengambilan responden menggunakan metode purposive sampling dan didapatkan hasil yaitu 85 responden. Data pola tidur diperoleh dengan menggunakan kuesioner Pittsburgh sleep Quality index (PSQI), Data asupan zat besi menggunakan kuesioner Semi Quantitative and Food Recall Frequency (SQ-FFQ) sedangkan data anemia dengan mengukur kadar hemoglobin menggunakan GCHB. Uji hipotesis dengan uji chi-square. Hasil: Kadar Hemoglobin rendah pada remaja putri di MTs Negeri 1 Purwakarta yaitu 7 responden (8,2%), asupan zat besi kurang yaitu 61 responden (71,8%), pola tidur yang buruk sebanyak 75 responden (88,1%). Data statistik menunjukan hubungan asupan zat besi dengan kadar hemoglobin p= 0,370 dan hubungan pola tidur dengan kadar hemoglobin p=0,829 Simpulan: Tidak ada hubungan antara asupan zat besi dan pola tidur dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di MTs Negeri 1 Purwakarta
Hubungan status gizi dan kualitas tidur dengan Dismenorea pada remaja putri di SMPN 1 Pondoksalam Robiatul Adawiyah; Restu Amalia Hermanto; Ahmad Yani
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 10 No. 1 (2026): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhhs.v10i1.205

Abstract

Latar Belakang: Dismenorea merupakan nyeri kram yang dirasakan sebelum atau selama menstruasi. Prevalensi dismenorea pada remaja putri di Indonesia sekitar 64,25%. Status gizi dan kualitas tidur diduga menjadi faktor yang memengaruhi kejadian dismenorea pada remaja putri. Tujuan: Mengetahui hubungan status gizi dan kualitas tidur dengan kejadian dismenorea pada remaja putri di SMPN 1 Pondoksalam. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Status gizi diukur menggunakan Z-score IMT/U berdasarkan standar anak perempuan usia 5–19 tahun. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan dismenorea diukur menggunakan kuesioner skala nyeri. Penelitian dilakukan di SMPN 1 Pondoksalam dengan jumlah subjek sebanyak 119 siswi yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square, Kolmogorov-Smirnov, dan Fisher’s Exact. Hasil: Sebagian besar subjek memiliki status gizi normal (88,2%) dan status gizi gemuk (8%). Mayoritas subjek memiliki kualitas tidur buruk (92,4%), sedangkan kualitas tidur baik sebesar 7,6%. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian dismenorea (p>0,05), maupun antara kualitas tidur dengan kejadian dismenorea (p>0,05). Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara status gizi dan kualitas tidur dengan kejadian dismenorea.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan sarapan dan status gizi pada pekerja pemerintah daerah Purwakarta Hasna Nursyifa; Restu Amalia Hermanto; Dedi Zaenal Arifin
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 10 No. 1 (2026): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhhs.v10i1.245

Abstract

Latar Belakang : Sarapan berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan gizi harian dan membantu mempertahankan status gizi optimal. Namun begitu, berbagai faktor seperti keterbatasan waktu dan tuntutan pekerjaan dapat memengaruhi kebiasaan sarapan pada  pekerja. Tujuan : Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan sarapan dan status gizi pada pekerja di Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta. Metode : Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada Oktober–Desember 2022 terhadap 89 pekerja yang dipilih menggunakan metode consecutive sampling. Data kebiasaan sarapan dikumpulkan melalui wawancara menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis hubungan antarvariabel dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini telah mendapat izin dan kelaikan etik dari Komite Etik Penelitian Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka. Hasil : Sebagian besar subjek memiliki pendidikan tinggi (97,8%), pendapatan rendah (57,3%), dan pengetahuan gizi baik (43,8%). Mayoritas subjek (93,3%) memiliki kebiasaan sarapan. Berdasarkan status gizi, 37,1% subjek tergolong obesitas dan 21,3% tergolong gemuk. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan serta tingkat pendapatan dengan kebiasaan sarapan (p<0,05). Tidak ditemukan hubungan antara tingkat pengetahuan gizi dengan kebiasaan sarapan (p>0,05). Selain itu, tingkat pendapatan berhubungan dengan status gizi (p<0,05), sedangkan tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan gizi tidak berhubungan dengan status gizi (p>0,05). Simpulan : Tingkat pendidikan dan pendapatan berhubungan dengan kebiasaan sarapan, sedangkan status gizi berhubungan dengan tingkat pendapatan. Tingginya prevalensi obesitas menunjukkan perlunya perbaikan kualitas pola makan pada kelompok pekerja.
Daya terima dan aktivitas antioksidan Teh Herang (Jahe, Serai Wangi, Bunga Telang) sebagai potensi minuman fungsional bagi penderita Hipertensi Siti Hanna Putri Nurfitria; Aviani Harfika; Linda Windiarti
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 10 No. 1 (2026): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhhs.v10i1.330

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi hipertensi di Indonesia tahun 2023 mencapai 29,2%, sedangkan Jawa Barat menempati peringkat keempat dengan prevalensi 32,6%. Salah satu upaya penanggulangan hipertensi adalah terapi nonfarmakologis melalui modifikasi gaya hidup dan konsumsi pangan kaya antioksidan. Bunga telang (Clitoria ternatea), jahe putih (Zingiber officinale), dan serai wangi (Cymbopogon nardus) mengandung flavonoid, gingerol, dan sitral yang berpotensi memberikan efek antihipertensi secara sinergis. Tujuan: Menentukan formulasi terbaik Teh Herang (teh jahe, serai wangi, dan bunga telang) berdasarkan uji organoleptik serta mengetahui aktivitas antioksidan dan kadar air formulasi terpilih. Metode: Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga formulasi: F1 (25%:25%:50%), F2 (50%:25%:25%), dan F3 (25%:50%:25%). Uji organoleptik dilakukan pada 30 panelis semi terlatih yang sehat, tidak memiliki riwayat alergi terhadap bahan, dan telah mendapat pelatihan organoleptik menggunakan uji hedonik dan mutu hedonik skala 1–5. Data daya terima dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan Mann–Whitney, sedangkan aktivitas antioksidan dianalisis dengan metode DPPH dan kadar air menggunakan metode AOAC 2005. Hasil: Tidak terdapat perbedaan daya terima dari parameter warna, aroma dan rasa dari berbagai Teh Herang (p>0,05). Oleh karena itu, pemilihan formulasi terbaik dilakukan menggunakan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE), yang mempertimbangkan bobot seluruh parameter mutu, dan menghasilkan F3 (25%:50%:25%) sebagai formulasi terpilih. Formula F3 memiliki nilai IC?? sebesar 1291,99 mg/L dan kadar air 9,23% yang memenuhi persyaratan teh celup SNI 4324:2014. Simpulan: Hasil daya terima menunjukan formulasi terpilih F3, yang berpotensi sebagai alternatif minuman fungsional untuk penderita hipertensi.
Formulasi dan evaluasi sediaan gel dari ekstrak daun Seledri (Apium graveolens L) dengan variasi konsentrasi Na-CMC M. Ramadhan Saputro; Rahmat Santoso; Susi Cahyani
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 10 No. 1 (2026): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhhs.v10i1.411

Abstract

Latar Belakang: Sediaan gel merupakan sediaan yang tidak berminyak, mudah menyerap, dan memberikan kenyamanan dalam penggunaan. Daun seledri (Apium graveolens L.) berpotensi dikembangkan dalam sediaan gel karena memiliki flavonoid dan fenolik yang berkhasiat sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri, sehingga. Tujuan: Memformulasikan dan mengevaluasi sediaan gel ekstrak daun seledri pada konsentrasi Na-CMC yang berbeda. Metode: Metode eksperimen dilakukan dengan memformulasikan gel dalam tiga variasi konsentrasi Na-CMC, yaitu 4% (F1), 5% (F2), dan 6% (F3). Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi uji organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Hasil: Seluruh formula memiliki bentuk kental, warna hijau muda, dan bau khas daun seledri. Nilai pH berada pada rentang 4,76–4,83. Perbedaan yang ditunjukan dari ketiga formula adalah viskositas, daya sebar, dan dan daya lekat. Semakin besar konsentrasi, viskositas sediaan meningkat, daya sebar sediaan menurun dan daya lekat sediaan meningkat. Simpulan: Berdasarkan hasil evaluasi, ketiga formula memenuhi persyaratan sediaan gel topikal. Namun demikian, formula 2 dengan konsentrasi Na-CMC 5% menunjukkan karakteristik viskositas, daya sebar, dan daya lekat yang paling optimal dari formula lainnya.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 1 (2026): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 9 No. 1 (2025): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 8 No. 2 (2024): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 8 No. 1 (2024): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 7 No. 2 (2023): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 7 No. 1 (2023): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol 6 No 2 (2022): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol 6 No 1 (2022): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol 5 No 2 (2021): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol 5 No 1 (2021): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 4 No. 2 (2020): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 4 No. 1 (2020): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 3 No. 2 (2019): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 3 No. 1 (2019): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 2 No. 2 (2018): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 2 No. 1 (2018): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 1 No. 2 (2017): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 1 No. 1 (2017): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) More Issue