cover
Contact Name
Annisa Rengganis
Contact Email
annisa.rengganis@umc.ac.id
Phone
+6285726083803
Journal Mail Official
sosfilkom@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Cirebon Kecamatan Watubelah, Kabupaten Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Sosfilkom : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi
ISSN : 20850182     EISSN : 26860368     DOI : https://doi.org/10.32534/jsfk.v14i02
Core Subject : Social,
Jurnal Sosfilkom: Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi has been enlisted with ISSN online 2686-0368 and ISSN Printed 2085-0182 and published per semester on January-June and July-December by Faculty of Social Scince and Political Science of UniversitasMuhammadiyah Cirebon. Jurnal Sosfilkom: Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi focuses on social issues, philosophy issues, and communication issues.
Articles 154 Documents
PRAGMATISME DALAM LITERASI MATEMATIS: PEMBELAJARAN YANG STATIS VS KETERAMPILAN YANG TERUS BERKEMBANG Dirgantoro, Kurnia Putri Sepdikasari; Turmudi, Turmudi; Jupri, Al
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 18 No. 02 (2024): Volume 18 No 02 Juli-Desember 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v18i2.6708

Abstract

Mathematical literacy often focuses on abstract concepts, neglecting their application in real-life contexts meaningful to students. This limitation hampers students' ability to use mathematics to solve everyday problems. Grounded in pragmatism philosophy, which views knowledge as dynamic and shaped by experience, this study explores how mathematical literacy can be developed as an adaptive skill connected to real-world challenges. Through a literature review of pragmatism theories and mathematical literacy practices, the research highlights the potential of pragmatism to enrich mathematical literacy education. Findings suggest that integrating pragmatism fosters a more meaningful learning experience by emphasizing the application of mathematical concepts in daily life. This approach transforms mathematical literacy from merely understanding theories into a practical skill adaptable to evolving real-world needs. The study recommends incorporating pragmatic strategies, such as Problem-Based Learning (PBL), into curricula to align mathematical literacy with contemporary demands and encourages institutions to provide regular training on such methods to enhance students’ competencies. Literasi matematika sering kali berfokus pada konsep-konsep abstrak, sehingga kurang memperhatikan penerapannya dalam konteks kehidupan nyata yang relevan bagi siswa. Keterbatasan ini menghambat kemampuan siswa untuk menggunakan matematika dalam memecahkan masalah sehari-hari. Berlandaskan filsafat pragmatisme yang memandang pengetahuan sebagai sesuatu yang dinamis dan dibentuk oleh pengalaman, studi ini mengeksplorasi bagaimana literasi matematika dapat dikembangkan sebagai keterampilan adaptif yang terhubung dengan tantangan dunia nyata. Melalui tinjauan pustaka terhadap teori-teori pragmatisme dan praktik literasi matematis, penelitian ini menyoroti potensi pragmatisme dalam memperkaya pembelajaran literasi matematika. Temuan menunjukkan bahwa integrasi pendekatan pragmatisme dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dengan menekankan penerapan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini mengubah literasi matematika dari sekadar pemahaman teoretis menjadi keterampilan praktis yang adaptif terhadap kebutuhan dunia nyata yang terus berkembang. Studi ini merekomendasikan penerapan strategi pragmatis, seperti PBL, ke dalam kurikulum untuk menyelaraskan literasi matematika dengan tuntutan zaman, serta mendorong institusi pendidikan untuk menyediakan pelatihan rutin mengenai metode tersebut guna meningkatkan kompetensi siswa.
ANALISIS RETORIKA PADA PIDATO SURYA PALOH DI HUT KE-13 PARTAI NASDEM: RHETORICAL ANALYSIS OF SURYA PALOH'S SPEECH AT THE 13TH ANNIVERSARY OF THE NASDEM PARTY Savira, Lailan
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 18 No. 02 (2024): Volume 18 No 02 Juli-Desember 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v18i2.6808

Abstract

Retorika merupakan seni berbicara yang sudah berkembang selama ribuan tahun, bermula dari tradisi Yunani dan Romawi Kuno. Maka dari itu peneliti memilih pidato Surya Paloh di Hut Ke – 13 Partai Nasdem yang berisi tentang misi dan semangat perjuangan untuk memperkuat nilai-nilai values kebangsaan Indonesia dengan tujuan untuk mengetahui ethos, phatos, logos dan lima hukum retorika dalam pidato tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. gunakan oleh peneliti yaitu metode deskriptif kualitatatif. Sumber data primer instrumen kuncinya adalah observasi pidato Surya Paloh Di Hut ke – 13 Partai Nasdem di channel Youtube METRO TV. Sementara itu, jurnal dan skripsi tentang komunikasi dan retorika berfungsi sebagai sumber data sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah Bapak Surya Paloh sebagai pembicara didalam pidato telah memenuhi ethos, pathos dan logos serta telah menerapkan penggunaan lima hukum retorika yaitu Inventio (Penemuan), Dispositio (Pengaturan Struktur atau Susunan), Elucutio (Gaya Bahasa), Memoria (Ingatan) dan Pronuntiatio (Penyampaian) sehingga secara keseluruhan sudah memenuhi konsep retorika dari Aristoteles.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH KEPALA DESA DAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUM DESA) ARYA KAMUNING KADUELA MELALUI PENGEMBANGAN DESA WISATA: Studi Kasus Telaga Biru Cicerem Di Desa Kaduela Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan Izzatur Rahim, Fasya; Abijaya, Sastra
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 18 No. 02 (2024): Volume 18 No 02 Juli-Desember 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v18i2.6909

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat oleh Kepala Desa dan BUM Desa Arya Kamuning Kaduela dalam pengembangan Desa wisata Telaga Biru Cicerem di Desa Kaduela Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan. Adapun teknik dalam pengumpulan data ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yang kemudian diiringi teknik snowball. Penelitian ini menggunakan teori pemberdayaan masyarakat menurut Totok Mardikanto yang didukung oleh tahap seleksi lokasi, tahap sosialisasi pemberdayaan masyarakat, tahap proses pemberdayaan masyarakat dan tahap pemandirian masyarakat. Kemudian teori pengembangan pariwisata menurut yang didukung oleh objek atau daya tarik wisata, sarana wisata, prasarana wisata, tata laksana atau infrastruktur dan peran masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberdayaaan masyarakat yang dilakukan oleh Kepala Desa dan BUM Desa Arya Kamuning melalui pengembangan Desa wisata dilaksanakan di salah satu lokasi di Telaga Biru Cicerem di Desa Kaduela Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan. berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakat. Tetapi ada beberapa indikator yang harus dievaluasi seperti di bagian tahap proses pemberdayaan masyarakat, untuk UMKMnya harus dipikirkan kembali produk makanan yang nantinya menjadi ciri khas asli Desa Kaduela. Kemudian terkait pengelolaan pada pengembangan wisatanya sudah baik dari segi pelayanan, keamanan dan lain sebagainya
IMPLEMENTASI BATAS USIA MINIMAL PERKAWINAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2019 TENTANG PERKAWINAN: Studi Kasus di Desa Citemu Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon Aulia, Ayu; Rianto, Agus
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 18 No. 02 (2024): Volume 18 No 02 Juli-Desember 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v18i2.6910

Abstract

Pernikahan merupakan institusi mendalam dan kaya akan nilai-nilai dan agama dalam masyarakat. Di tingkat Desa, Pernikahan menjadi pilar utama yang membangun dan memperkuat hubungan antara individu, keluarga dan komunitas secara keseluruhan. Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh pasangan perempuan dan laki-laki yang berumur di bawah 19 Tahun. Masalah yang terjadi di Desa Citemu yaitu masih banyak remaja yang melakukan pernikahan dini dan hal ini dapat di lihat dari satu tahun terakhir dimana jumlah kasus pernikahan dini kurang lebih 10 orang remaja yang melakukan pernikahan dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana implementasi Undang-undang yang mengatur batas usia perkawinan di terapkan di Desa Citemu, Metode yang digunakan kualitatif yang terdiri dari 4 Subfokus yaitu Komunikasi, Sumber Daya, Diposisi, Struktur Birokrasi. 24 Informan diambil dalam penelitian ini. Metode peneltian melalui pendekatan Kualitatif. Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat dan remaja di Desa Citemu yang belum mengetahui Undang-undang perkawinan yang mengatur batas usia perkawinan. Terkait faktor penghambat dalam pengimplementasian Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perkawinan kepada masyarakat disebabkan belum dilakukanya sosialisai permahaman batas usia minimal perkawinan di masyarakat dan remaja dan masih rendahnya SDM dan Sarana prasarana yang masih belum menunjang di tingkat Pemerintah Desa Citemu. Hasil Penelitian Menunjukan bahwa dilihat dari Subfokus komunikasi, interkasi sosial di masyarakat dan Sumber Daya yang dimana masih belum cukup baik dalam pemberian informasi terkait Impementasi Undang-Undang perkawinan terhadap masyarakat Desa Citemu, Untuk sumber daya bisa diliat dari beberapa kendala pembiayaan untuk melakukan kegiatan sosialisasi di tingkat Desa. Lain halnya dengan beberapa Subfokus Seperti Struktur Birokrasi dan Disposisi kedua subfokus ini sudah berjalan dengan baik walaupun belum cukup maksimal dalam perlaksanaanya.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP SIKAP REMAJA PADA ERA DIGITALISASI Sulistiani, Indah; Putri, K. Y.S.; Wijayanti Sutjipto, Vera; Larasati Putri, Maulina; Puspita Sary, Marisa; Nugrahaeni Prananingrum, Elisabeth
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 18 No. 02 (2024): Volume 18 No 02 Juli-Desember 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v18i2.6911

Abstract

Saat ini dunia sudah memasuki era digitalisasi dimana hampir semua sektor sudah dilakukan dan dibantu dengan mesin serta teknologi yang sangat canggih. Salah satu teknologi yang saat ini sangat mudah diakses adalah media sosial. Media sosial juga tidak hanya ada satu jenis, melainkan banyak sekali dan itu dapat menjadi pilihan. Semua orang tanpa terkecuali dapat menggunakan media sosial termasuk remaja. Hampir semua remaja di seluruh dunia menggunakan media sosial untuk bertukar kabar dan mengunggah semua kegiatan mereka, sehingga terjadi interaksi dalam platform yang digunakan. Setelah diperhatikan hal itu bisa saja mempengaruhi bagaimana sikap remaja saat ini dan di kemudian hari. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh media sosial terhadap sikap remaja dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang juga menganalisisnya dengan jenis analisis deskriptif. Hasilnya membuktikan bahwa benar media sosial menjadi salah satu yang mempengaruhi bagaimana sikap remaja, baik itu positif maupun negatif.
SIMILARITAS KONSEP PEMIKIRAN THOMAS AQUINAS DALAM PANDANGAN FILSAFAT JAWA SERAT WIRID HIDAYAT JATI Mohamad Makincoiri; Afendy Widayat; Agatia Mega Rianda
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 19 No. 02 (2025): Volume 19 No 02 Juli-Desember 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v19i02.6900

Abstract

This article discusses the Thomism concept of thought initiated by Thomas Aquinas and the divinity views contained in Serat Wirid Hidayat Jati by Raden Ngabehi Ronggowarsito as well as the interference of the beliefs or religions held by Thomas Aquinas and Raden Ngabehi Ronggowarsito. The aim of writing this article is to find out the similarities between the divinity and cosmological concepts of Thomas Aquinas and the concept of divinity in Serat Wirid Hidayat Jati by Raden Ngabehi Ronggowarsito and the theological views of both. The research method in this study is the literature study method. The result of this research is the finding of similarities between the thoughts of Thomas Aquinas and Ronggowarsito as outlined in Serat Wirid Hidayat Jati and the influence of religion in the perspectives of Thomas Aquinas and Raden Ngabehi Ronggowarsito. The similarities are in the existence of God, the oneness of God, cosmological arguments and the creation theory of the universe. The religious influence that interferes in Thomas Aqinas' view is Christianity, while in Raden Ngabehi Ronggowarsito's view is Islam.
VISUALISASI MESIN HASRAT PADA IKLAN OLATTE MELALUI PENDEKATAN SEMIOTIKA Akmal Pijar Aradhana; Guruh Ramdani; Nathaniela Anya Jeconia Manoppo; Muhammad Fadlhy Fajarsyach; Jinanti Audiza; Muhamad Aditya Nursyahbani
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 19 No. 01 (2025): Volume 19 No 01 Januari-Juni 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v19i01.7103

Abstract

This study is motivated by the importance of understanding the role of visual elements in building consumer desire through advertisements, particularly in the case of Olatte pear-flavored beverage. In a consumerist society, desire does not arise naturally but is constructed through media and visual symbols. This research employs a descriptive qualitative method with Charles Sanders Peirce's semiotic approach, combined with literature study as the data collection technique. The findings reveal that visual elements in the Olatte advertisement—such as water, chili, and pear—function as icons, indexes, and symbols that construct meaning and stimulate consumers' desire to purchase the product. The advertisement strategically employs the concept of the "desiring-machine" by Deleuze and Guattari to generate emotional appeal. Advertisements, therefore, are not merely informative tools but also serve to shape perception and consumer needs. The implication of this study highlights the powerful influence advertisements have on shaping public perception and consumer behavior, underscoring the importance of critical awareness among audiences when engaging with visual messages in everyday life. 
ANALISIS CULTURE SHOCK DALAM KOMUNIKASI INTERKULTURAL PADA MAHASISWA RANTAU DI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Hilya Mulyasani; Firman Aziz; Ryan Ferdiana; Nahla Hanifa; Vanessa Anastasya
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 19 No. 01 (2025): Volume 19 No 01 Januari-Juni 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v19i01.7166

Abstract

The increasing number of students choosing to live away from home for higher education leads to frequent interactions between individuals with diverse cultural backgrounds, and this diversity sometimes causes culture shock. This research aims to analyze the relationship, impact, and ways of coping with culture shock in intercultural communication among students living away from home at Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Employing a descriptive method with a qualitative approach, data was collected through in-depth interviews with seven students living away from home who have diverse cultural backgrounds. The research results indicate that all informants experienced culture shock in various aspects, including language, speech intonation, social norms, weather, and daily habits. The main challenges in intercultural communication experienced were the use of language and speech intonation different from their original cultures. Although culture shock presents negative impacts such as emotional exhaustion and difficulty in communicating, respondents also felt positive impacts in the form of increased cross-cultural understanding, adaptability, and expanded relationships. The strategies for coping with culture shock and communication challenges implemented varied, ranging from establishing communication with close individuals and local residents to developing patient, open-minded, and adaptive attitudes.
MENGGALI TEORI KOMUNIKASI JÜRGEN HABERMAS TERKAIT PARTISIPASI MASYARAKAT MELALUI RUANG PUBLIK DIGITAL: STUDI KASUS APLIKASI X Rossalia Amanda; Berliandini Utami; Tobat Lumban Gaol
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 19 No. 01 (2025): Volume 19 No 01 Januari-Juni 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v19i01.7219

Abstract

This article explores the dynamics of the digital public sphere through the theoretical lens of Jürgen Habermas' communication theory, focusing specifically on how the social media platform X (formerly Twitter) serves as a site of civic participation in contemporary public discourse. Employing a qualitative approach through comprehensive library research, this study engages critically with literature on communicative action, the transformation of the public sphere, and digital communication behavior, particularly in the Indonesian context. The findings reveal that although platform X provides technical infrastructure for rapid and widespread opinion exchange, public discussions on the platform are often trapped in polarization, identity-based digital tribalism, and emotionally charged interactions that hinder the realization of communicative rationality as envisioned by Habermas. The dominance of engagement-driven algorithms, rampant misinformation, and the general lack of digital literacy further exacerbate this condition, rendering digital platforms more as arenas of ideological conflict and disinformation than spaces of meaningful deliberation. Consequently, this article recommends strengthening digital literacy grounded in ethical discourse principles, advocating for algorithmic transparency and fairness, and encouraging the proactive involvement of educational institutions and state actors in shaping a healthier, more reflective, and inclusive digital public sphere in alignment with Habermas' ideals of deliberative democracy.
MENGGALI NILAI PINTU GEBYOK ARSITEKTUR RUMAH ADAT JAWA: EKSPLORASI ETIKA JAWA FRANZ MAGNIS SUSENO Dhewangga Priatmojo; Tejo Bagus Sunaryo
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 19 No. 01 (2025): Volume 19 No 01 Januari-Juni 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v19i01.7249

Abstract

This research aims to examine the elements of Javanese ethics found in the Gebyok doors of traditional Javanese houses. Javanese ethics is a systematic study or review of a view, rules, and related to moral terms in Javanese society. The Gebyok door in the traditional Javanese house is one of the Javanese cultural products that contains elements of Javanese ethics. The concept of Javanese ethics can be found in the Gebyok door. Gebyok doors in traditional Javanese houses have a different size from the doors found in Javanese houses in general in the current area. Gebyok function as a partition that usually has a door as a wall element in a Javanese house. The method used is qualitative research with a descriptive analysis approach. The results of this study illustrate a number of values is realized in the form of Gebyok doors of Javanese traditional house architecture buildings that use the Kupu Tarung model. The shape of the Gebyok door, which is made shorter, symbolically teaches others to be andhap asor (polite) and know themselves, while the door made used the Kupu Tarung model symbolically teaches the owner of the house to always be friendly, open, open-minded, by accepting anyone who comes as his guest. Thus, harmony is achieved, the psychological state is inner peace, tranquility and a sense of security (slamet) in the life of Javanese society.