cover
Contact Name
Hariadi Ahmad
Contact Email
hariadiahmad78@ikipmataram.ac.id
Phone
+6281917416409
Journal Mail Official
bk_fip@ikipmataram.ac.id
Editorial Address
Jalan Pemuda No 59 A Kota Mataram Nusa Tenggara Barat Kampus Universitas Pendidikan Mandalika, Gedung GD Lantai III Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 25031708     EISSN : 27227340     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Realita Jurnal Bimbingan dan Konseling (JRbk) Adalah Jurnal yang dikelola langsung oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Pendidikan Mandalika Sejak April 2016 dengan ISSN 2503-1708, yang dipublikasi secara Cetak dan melalui Website Fakultas Ilmu Pendidikan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Mataram fip.ikipmataram.ac.id, Sejak tahun 2019 diterbitkan secara cetak dan Online melalui ojs.ikipmataram.ac.id. Pada bulan Juni 2020 mendapat E ISSN: 2722-7340, JRbk diterbitkan Dua Kali dalam Setahun yaitu pada bulan April dan Oktober Setiap tahun. JRbk Menerima Artikel dari penulis yang berupa Hasil Penelitian, Hasil Pengembangan, Kajian Pustaka dalam Bidang Pendidikan, Psikologi, dan Bidang Bimbingan dan Konseling.
Articles 356 Documents
PENGARUH KONSELING KELUARGA TERHADAP KEHARMONISAN KELUARGA Islamiah, Raih; Iriyadi, Deni
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v10i2.16578

Abstract

Keluarga memiliki peran penting sebagai landasan utama dalam membentuk karakter, nilai-nilai hidup, serta kestabilan emosional individu. Dalam realitas sosial yang semakin dinamis, keberlangsungan keharmonisan dalam keluarga sering kali terganggu oleh berbagai faktor, seperti tekanan ekonomi, kurangnya keterbukaan dalam komunikasi, serta ketidakseimbangan dalam pembagian peran. Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan untuk menjaga dan memperkuat keharmonisan tersebut adalah melalui layanan konseling keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh konseling keluarga terhadap keharmonisan dalam rumah tangga, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif. Penelitian ini melibatkan 30 keluarga yang tinggal di wilayah Kota Serang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket, dan data yang diperoleh dianalisis melalui uji regresi linear sederhana menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara konseling keluarga terhadap keharmonisan keluarga, dengan nilai signifikansi 0,002 (< 0,05) dan nilai R Square sebesar 0,435. Artinya, konseling keluarga memberikan kontribusi sebesar 43,5% terhadap peningkatan keharmonisan dalam keluarga. Dengan kata lain, konseling keluarga tidak hanya berguna untuk menyelesaikan konflik, tetapi juga efektif dalam menciptakan komunikasi yang lebih sehat, mempererat kedekatan emosional, serta membangun iklim keluarga yang lebih stabil dan mendukunga satu sama lain.
PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP KEDISIPLINAN PENGGUNAAN GAWAI PADA ANAK Rosifah, Rosi; Iriyadi, Deni
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v10i2.16609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perhatian orang tua terhadap kedisiplinan penggunaan gawai pada anak. Latar belakang penelitian ini didasari oleh semakin meningkatnya penggunaan gawai di kalangan anak-anak yang sering kali menimbulkan dampak negatif, terutama ketika tidak disertai dengan pendampingan yang memadai dari orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimen dengan metode analisis uji-t independen. Sampel terdiri dari 32 anak yang dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu anak yang mendapatkan perhatian orang tua dan yang tidak mendapatkan perhatian orang tua dalam penggunaan gawai. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert empat poin yang mengukur kedisiplinan dalam penggunaan gawai. Hasil uji Homogenitas menghasilkan nilai signifikansi 0,207 (> 0,05)  menunjukkan bahwa data memiliki varians yang homogen, sedangkan hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,405 (> 0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Maka pengujian hipotesis dinyatakan H₀ diterima dan H₁ ditolak. Dengan demikian, perhatian orang tua saja belum cukup untuk secara signifikan memengaruhi kedisiplinan anak dalam menggunakan gawai.
THE EFFECT OF INDIVIDUAL COUNSELING WITH COGNITIVE RESTRUCTURING TECHNIQUES TO INCREASE THE RESILIENCE OF STUDENTS OF SMK NEGERI 4 BANDAR LAMPUNG Sukaesih, Ena; Febriyani, Tika; Maharani, Laila
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v10i2.16641

Abstract

Low resilience in students is a problem that hinders their ability to cope with life pressures and academic challenges. This condition is exacerbated by a negative mindset that makes it difficult for them to get up from difficulties. This study aims to analyze the influence of individual counseling with Cognitive Restructuring techniques in increasing the resilience of SMK Negeri 4 Bandar Lampung students. This technique helps individuals recognize, evaluate, and replace negative thoughts with positive, realistic mindsets. The study uses a quantitative approach with a Pre-Experimental One-Group Pretest-Posttest design. Data were collected through Likert scale questionnaires, structured interviews, and nonparticipant observations. The sample was purposively selected from 33 students of class X of DKV, with three students meeting the criteria of low resilience. Data analysis was conducted using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed a significant increase in the level of resilience after the provision of individual counseling services with the Cognitive Restructuring technique. The results of the Wilcoxon test showed Z = -2.670 and Sig. (2-tailed) = 0.008 (< 0.05). The average resilience score increased from 96.67 (pretest) to 144 (posttest), then 156.67 (follow-up 1), and 169.33 (follow-up 2), indicating a high resilience category. Thus, individual counseling using Cognitive Restructuring techniques has been proven to be effective in helping students increase resilience, change negative mindsets, and strengthen mental resilience in the face of various pressures and challenges.
EVALUASI PROGRAM BIMBINGAN KONSELING DENGAN MENGGUNAKAN MODEL EVALUASI DISCREPANCY DI SMP KRISTEN 2 EBEN HAEZER SALATIGA Andianti, Yohana Putri; Dwikurnaningsih, Yari; Loekmono , J.T. Lobby
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v10i2.16813

Abstract

The purpose of this research is to evaluate the guidance and counseling (BK) program at SMP Kristen 2 Eben Haezer Salatiga. This research uses the discrepancy evaluation model, which has 5 steps. The research was conducted using data and source triangulation. The principal, guidance counselor, and students are the subjects of the research. Observation, documentation, and thorough interviews were used to collect data. The research results show that there is a difference between the ideal standards of the BK program and its implementation in the field. This is especially true for service planning, activity implementation, and program evaluation. This study found that the BK program at SMP Kristen 2 Eben Haezer Salatiga needs to be improved in terms of planning, implementation, and evaluation to be more efficient and meet the needs of the students.
DAMPAK KEKERASAN RUMAH TANGGA TERHADAP PERILAKU MEMBOLOS SISWA: STUDI KASUS PADA SISWA DI SURABAYA Lianawati, Ayong; Pae, Eka Wahyu Ningsih; Vandriyani, Maria Sri; Allifah, Siti Auliya Putri
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v10i2.16825

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga bukan hanya menjadi luka mendalam bagi korban langsung, melainkan juga menciptakan gelombang traumatik yang dahsyat bagi anak-anak yang menyaksikan, termasuk perilaku di lingkungan sekolah. Akan tetapi, belum banyak penelitian yang mengungkap tentang dampak kekerasan rumah tangga terhadap perilaku membolos. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami secara mendalam dampak menyaksikan langsung kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan ayah terhadap ibu dengan perilaku membolos seorang siswa di salah satu Sekolah Menengah Atas swasta di Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara. Analisis data diolah secara deskriptif fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku membolos siswa A tidak semata-mata merupakan bentuk ketidakdisiplinan, melainkan sebuah mekanisme aktif untuk melindungi ibunya dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh ayahnya. Ketidakhadiran di sekolah menjadi cara bagi siswa A untuk memantau situasi di rumah dan berupaya mencegah atau mengurangi potensi terjadinya kekerasan dalam rumah tangga terhadap ibunya.
MEMAKSIMALKAN POTENSI GENERASI ALPHA UNTUK MENYONGSONG INDONESIA EMAS 2045 Andianti, Yohana Putri; Dwikurnaningsih , Yari; Loekmono , J. T. Lobby
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v10i2.16924

Abstract

The purpose of this research is to examine the potential of Generation Alpha, as well as the education and guidance needed to prepare them for Indonesia Gold 2045. This study uses a descriptive qualitative approach, employing initial observations, limited interviews with guidance teachers and counselors, and parents of Generation Alpha. The research results show that Generation Alpha has advantages in creativity, independent learning ability, and technology mastery. However, as a result of the dominance of virtual interactions, they also face significant problems, such as technology addiction, difficulty managing emotions, and a lack of social concern. This research emphasizes that integrated career guidance services must be provided from the beginning. It is also important to enhance 21st-century skills such as critical thinking, collaboration, communication, and character development. To realize Indonesia Gold 2045, schools, families, and the surrounding environment must work together to maximize the potential of Generation Alpha. This will become a productive and competitive agent of change worldwide.
STRATEGI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENCEGAH RADIKALISME SEBAGAI AKAR TERORISME DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN Suherman, Hasna Azzahiyah; Fauziah, Wafa Nurul; Simanullang, Windy Lameria; Supriatna, Mamat; Ramdhani, Rina Nurhudi
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v10i2.17364

Abstract

Abstrak. Radikalisme sebagai akar dari terorisme menjadi ancaman serius bagi dunia pendidikan karena menyasar generasi muda yang masih berada dalam proses pencarian identitas. Fenomena ini menimbulkan urgensi bagi sekolah untuk menjadi benteng utama dalam pencegahan penyebaran ideologi radikal. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran strategis dalam memberikan layanan yang menanamkan nilai toleransi, keberagaman, serta keterampilan hidup yang positif kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru BK dalam mencegah radikalisme di lingkungan pendidikan melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru BK dan observasi langsung terkait praktik pencegahan radikalisme di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radikalisme dipahami sebagai pemikiran yang berakar pada intoleransi, berkembang menjadi sikap eksklusif, dan bermuara pada potensi tindakan kekerasan. Guru BK mengidentifikasi karakteristik siswa yang terpapar paham radikal melalui kecenderungan keyakinan ekstrem, intoleransi terhadap perbedaan, serta pengaruh faktor keluarga dan lingkungan. Strategi yang diterapkan meliputi deteksi dini melalui asesmen non tes, layanan bimbingan klasikal berbasis nilai toleransi, penguatan kapasitas siswa melalui informasi dan diskusi lintas kelas, serta layanan konseling individu yang menanamkan pemahaman agama dan nilai kebangsaan secara moderat. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan pengetahuan guru BK, resistensi siswa terhadap layanan konseling, minimnya dukungan keluarga, serta pengaruh negatif media sosial dan lingkungan. Penelitian ini menegaskan bahwa pencegahan radikalisme di sekolah memerlukan sinergi antara guru BK, keluarga, dan masyarakat agar tercipta lingkungan pendidikan yang aman, toleran, dan tangguh terhadap ancaman ideologi radikal. Abstract. Radicalism as the root of terrorism poses a serious threat to the educational environment since it primarily targets young generations who are still in the process of identity formation. This phenomenon highlights the urgency for schools to serve as the primary defense in preventing the spread of radical ideologies. Guidance and Counseling (GC) teachers hold a strategic role in providing services that instill tolerance, diversity, and positive life skills in students. This study aims to analyze the strategies implemented by GC teachers in preventing radicalism in educational settings using a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews with GC teachers and direct observations of radicalism prevention practices in schools. The findings reveal that radicalism is understood as a mindset rooted in intolerance, developing into exclusive attitudes, and potentially culminating in violent actions. GC teachers identified students exposed to radical ideologies through tendencies such as extreme beliefs, intolerance toward differences, and the influence of family and environmental factors. The strategies applied include early detection through non-test assessments, classical guidance services emphasizing tolerance values, student capacity strengthening through information sharing and inter-class discussions, and individual counseling services that instill moderate religious and national values. The challenges faced involve limited teacher knowledge, student resistance to counseling services, lack of family support, and the negative influence of social media and peer environments. The conclusion of this study emphasizes that preventing radicalism in schools requires synergy among GC teachers, families, and communities to create a safe, tolerant, and resilient educational environment against radical ideologies.
IMPLEMENTASI TEKNIK COGNITIVE RESTRUCTURING PADA PERILAKU BULLYING MENTAL SISWA SMP Aluh Hartati; Pahriah; Nuril Furkan
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v10i2.17406

Abstract

Perilaku bullying mental adalah jenis bullying yang sangat berbahaya karena tidak tertangkap mata atau telinga kita jika tidak cukup peka untuk mendeteksinya, praktik bullying ini terjadi secara diam-diam dan diluar radar pemantuan kita, bentuk tindakan ini seperti memandang sinis, meneror melalui pesan atau telpon genggam, mengucilkan dan mencibir. Penyebab masalah ini muncul karena dipengaruh oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Pengaruh Teknik Cognitive Rstructuring Terhadap Perilaku Bullying Mental Siswa Di SMPN 1 Gunungsari. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 159 siswa sedangkan sampel adalah 10 siswa dengan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu angket sebagai metode pokok, observasi, dokumentasi, dan wawancara sebagai metode pelengkap. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan menggunakan rumus t-test. Sesuai dengan analisis data yang digunakan yaitu metode statistik dengan menggunakan rumus t-test. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan nilai (t-hitung) sebesar 14,828 dan nilai (t-tabel) sebesar 2,262 dengan demikian nilai t-hitung hasil penelitian lebih besar dari nilai t-tabel yakni 14,828 maka hipotesis nihil (Ho) yang diajukan ditolak dan sebaliknya hipotesis alternatif (Ha) yang diajuakan diterima, maka hasil penelitian ini adalah “signifikan” yakni Ada Pengaruh Teknik Cognitive Resructuring Terhadap Perilaku Bullying Mental Siswa Di SMPN 1 Gunungsari.
STRATEGI KOLABORATIF WALI KELAS DAN GURU BK DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR Nasrudin, Muhammad; Fadillah, Nanaz Nur; Rudianto, Apip; Salahudin, Anas
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v10i2.17420

Abstract

Layanan bimbingan dan konseling di Sekolah Dasar memiliki peran penting dalam membantu peserta didik mengatasi permasalahan perkembangan, baik secara akademik maupun sosial-emosional. Namun pada praktiknya, masih banyak sekolah dasar yang menghadapi keterbatasan guru BK. Permasalahan ini mendorong perlunya strategi alternatif, salah satunya melalui kolaborasi antara wali kelas dan guru BK. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kolaboratif yang digunakan dalam pelaksanaan layanan BK di SDU AL- Izzah kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunujukkan bahwa wali kelas berperan aktif dalam mengidentifikasi permasalahan peserta didik, melakukan pendekatan awal, serta berkoordinasi dengan guru BK dalam penyusunan tindak lanjut. Kolaborasi ini terbukti membantu efektivitas layanan BK meskipun kehadiran guru BK terbatas. Strategi ini juga memperkuat komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung perkembangan peserta didik secara holistik.
PENGARUH KONSELING COGNITIVE DISPUTATION TERHADAP SELF CONFIDENCE SISWA SMP Ahmad, Hariadi; Yanti, Safira Dwi
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v10i2.17436

Abstract

Abstrak. 2025. Self confidence adalah keyakinan terhadap kemampuan diri, yang mencakup inisiatif dalam bertindak, keberanian untuk menyampaikan pendapat tanpa ragu, serta sikap positif dalam menghadapi stres dan tantangan, mempengaruhi cara individu berinteraksi dalam situasi sosial dan akademis. Masalah kepercayaan diri siswa seringkali terlihat dari rendahnya keyakinan diri yang menghambat partisipasi mereka dalam pembelajaran. Konseling cognitive disputation adalah bagian dari teknik Rational Emotive Behavior Therapy yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan pengembangan diri, dengan mendorong individu mengidentifikasi dan menentang pikiran-pikiran irasional untuk berpikir secara rasional dan logis. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah "Apakah Ada Pengaruh Konseling Cognitive Disputation Terhadap Self Confidence Pada Siswa Kelas VIII di SMPN 4 Mataram Tahun Ajaran 2024/2025?". Tujuan dari penelitian ini adalah "Untuk Mengetahui Pengaruh Konseling Cognitive Disputation Terhadap Self Confidence Pada Siswa Kelas VIII di SMPN 4 Mataram Tahun Ajaran 2024/2025". Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data hasil penelitian menggunakan uji Wilcoxon Signed-rank test sebagai alternatif non-parametrik dari Paired Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor yang signifikan antara kondisi pre-test dengan post-test. Nilai signifikansi 0,012 < 0,05 menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan, sehingga hipotesis nol (H0) ditolak, yang berarti ada pengaruh konseling cognitive disputation terhadap self confidence siswa kelas VIII di SMPN 4 Mataram Tahun Ajaran 2024/2025. Penerapan teknik konseling cognitive disputation ini terbukti secara signifikan meningkatkan harga diri siswa dengan membantu mereka mengenali dan mengatasi pikiran negatif, serta menggantinya dengan pola pikir yang lebih realistis.