cover
Contact Name
Heriyadi
Contact Email
psikoborneo@fisip.unmul.ac.id
Phone
+625414121765
Journal Mail Official
psikoborneo@fisip.unmul.ac.id
Editorial Address
Gedung Dekanat Fisipol Lantai 3, Jln. Tanah Grogot, Kampus Gn. Kelua Universitas Mulawarman - Samarinda 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Psikoborneo : Jurnal Ilmiah Psikologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 24772666     EISSN : 24772674     DOI : 10.3872/psikoborneo
PSIKOBORNEO : Jurnal Ilmiah Psikologi is a peer-reviewed journal which is published by Mulawarman University, East Kalimantan publishes biannually in March, June, September and December. This Journal publishes current original research on psychology sciences using an interdisciplinary perspective, especially within Organitational and Industrial Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, and Experimental Psychology Studies. PSIKOBORNEO : Jurnal Ilmiah Psikologi published regularly quarterly in March, June, September, and December. The purpose of this journal is to disseminate ideas and results of research conducted by universities, particularly Psychology Studies, Faculty of Social and Political Sciences at Mulawarman University, which can be applied in society. PSIKOBORNEO : Jurnal Ilmiah Psikologi contains a variety of activities carried out both internally by the Social Sciences Mulawarman University or from externally in handling and overcoming various problems that occur in society by applying science and technology which can then be beneficial to improve the welfare of the society.
Articles 1,007 Documents
Intimacy That Hurts: A Portrait of Dating Violence Among Victims of Blackmail Asyananda Pramesti, Stefani; Huwae, Arthur
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14, No 2 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v14i2.23528

Abstract

The phenomenon of blackmailing in dating relationships is a serious issue as it is often accompanied by dating violence that negatively affects victims’ mental health. Blackmailing in dating relationships also has a profound impact on victims’ overall lives. The aim of this study is to explore the portrait of dating violence among individuals who have experienced blackmailing. This study employed a qualitative approach with a descriptive phenomenological design. Participants consisted of three individuals aged 18–25 who had experienced blackmailing, selected through snowball sampling. Data were collected through in-depth interviews and unstructured observations, and the credibility of the study was ensured using data triangulation. The findings reveal that participants experienced various forms of dating violence, including social withdrawal and isolation, humiliation that lowered self-esteem, coercion to fulfill partners’ sexual demands, repeated threats that created fear, and emotional manipulation that made victims feel powerless. In addition, some participants experienced extortion for the perpetrators’ benefit. 7 These findings provide a deeper understanding of victims’ experiences, which may help them recognize the impact they have endured and encourage them to find positive ways to move forward. This study also highlights the importance of social support and assistance to ensure a more effective psychological recovery process for victims.Fenomena blackmailing dalam hubungan berpacaran merupakan masalah serius karena sering kali diikuti dengan dating violence yang berdampak pada kesehatan mental korban. Persoalan blackmailing dalam hubungan berpacaran juga memberikan dampak besar terhadap kehidupan korban secara menyeluruh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potret dating violence pada individu korban blackmailing. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Partisipan terdiri dari tiga individu berusia 18–25 tahun yang pernah mengalami blackmailing, dipilih melalui teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi tidak terstruktur, kemudian diuji kredibilitasnya dengan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan mengalami berbagai bentuk dating violence, antara lain penarikan dari lingkungan sosial hingga merasa terisolasi, penghinaan yang menurunkan harga diri, pemaksaan dalam memenuhi kebutuhan seksual pasangan, ancaman berulang yang menimbulkan ketakutan, serta manipulasi emosional yang membuat korban merasa tidak berdaya. Selain itu, ditemukan pula bentuk pemerasan demi kepentingan pelaku. Temuan ini memberikan gambaran mendalam mengenai pengalaman korban, sehingga dapat membantu mereka memahami dampak yang dialami dan berupaya melihat sisi positif untuk melanjutkan kehidupan. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya dukungan sosial dan pendampingan bagi korban agar proses pemulihan psikologis dapat berlangsung lebih efektif.
Psychological Distress in Emerging Adulthood Following Parental Death: How Do Resilience and Social Support Contribute? Pinis, Eunike Margaritha; Rahayu, Maria Nugraheni Mardi
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14, No 2 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v14i2.23779

Abstract

The death of a parent during emerging adulthood is an emotionally challenging experience that can lead to a high level of psychological distress. This study examines the roles of resilience and social support in predicting psychological distress among emerging adults who have experienced parental loss. Participants were 100 individuals aged 18–25 years who had lost one of their parents. The instruments used were Depression, Anxiety, and Stress Scale-21 (DASS-21), the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), and the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Data were analyzed using multiple linear regression. The results indicated that: (1) resilience significantly contributes to psychological distress among emerging adults who have lost a parent; (2) social support does not play a significant role in psychological distress in this context; and (3) when examined together, resilience and social support do not have a combined significant effect on psychological distress. These findings highlight the importance of fostering resilience as a protective buffer for emerging adults coping with the death of a parent.Kematian salah satu orang tua pada masa dewasa awal merupakan pengalaman emosional yang berat dan berpotensi menimbulkan distres psikologis yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran resiliensi dan dukungan sosial terhadap distres psikologis pada individu dewasa awal yang menghadapi kematian salah satu orang tua. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 100 individu berusia 18 – 25 tahun yang telah kehilangan salah satu orang tua akibat kematian. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Depression, Anxiety, Stress Scale-21 (DASS-21), Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda diperoleh kesimpulan bahwa 1) terdapat peran resiliensi terhadap distres psikologis individu dewasa awal yang menghadapi kematian salah satu orang tua; 2) tidak terdapat peran dukungan sosial terhadap distres psikologis individu dewasa awal yang menghadapi kematian salah satu orang tua; 3) tidak terdapat peran resiliensi dan dukungan sosial terhadap distres psikologis individu dewasa awal yang menghadapi kematian salah satu orang tua. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pengembangan resiliensi sebagai penyangga pelindung bagi individu dewasa awal yang menghadapi kematian salah satu orang tua.
Psychology and Culture: Radical Feminist Extremism in Calling for Ideals in Patrilineal Culture Purnawan, Soraya Dian Pangestika; Ninin, Retno Hanggarani; Dalimunthe, Karolina Lamtiur
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14, No 2 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v14i2.25189

Abstract

Feminism is a field of study within cultural psychology that addresses the inequality of gender relations in society. In its development, feminist ideology often confronts persistently strong patrilineal cultural values. One such school of feminism is radical feminism, which positions patriarchy as the primary source of oppression and discrimination against women. This study aims to critically examine the concept of radical feminism and its relevance in the context of a patriarchal culture. This study employed a qualitative approach with a critical literature review of various literature discussing radical feminism and gender relations. The results of the study indicate that radical feminism emphasizes the dismantling of patriarchal structures and the promotion of women's autonomy in various aspects of life. However, in societies with strong cultural values and social norms, these ideas often spark debate regarding their application. The implications of this research demonstrate the importance of understanding feminist discourse contextually so that efforts to achieve gender equality can take into account the social and cultural dynamics developing within society.Feminisme merupakan salah satu kajian dalam psikologi budaya yang membahas ketimpangan relasi gender dalam masyarakat. Dalam perkembangannya, ideologi feminisme seringkali berhadapan dengan nilai budaya patrilineal yang masih kuat. Salah satu aliran feminisme adalah feminisme radikal yang menempatkan patriarki sebagai sumber utama penindasan dan diskriminasi terhadap perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis konsep feminisme radikal serta relevansinya dalam konteks budaya patriarki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode critical literature review terhadap berbagai literatur yang membahas feminisme radikal dan relasi gender. Hasil kajian menunjukkan bahwa feminisme radikal menekankan pembongkaran struktur patriarki serta mendorong otonomi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan. Namun dalam masyarakat yang memiliki nilai budaya dan norma sosial yang kuat, gagasan tersebut seringkali menimbulkan perdebatan mengenai penerapannya. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya memahami diskursus feminisme secara kontekstual agar upaya mewujudkan kesetaraan gender dapat mempertimbangkan dinamika sosial dan budaya yang berkembang dalam masyarakat.
Fairness, Control, and Counterproductive Behavior: A Study of Contract Employees Ferdyandhika, Lutfi Fitra; Pertiwi, Talitha Lintang
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14, No 3 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v14i3.24481

Abstract

This study aimed to analyze the influence of Organizational Justice on Counterproductive Work Behavior (CWB) among contract employees, with Locus of Control as a moderating variable. Contract employees are vulnerable to job uncertainty, which may trigger counterproductive work behavior. The research method used was quantitative with a causal comparative (ex-facto) approach. The subjects were 171 contract employees selected using the purposive sampling. Data collection was conducted online using the Organizational Justice Scale, Counterproductive Work Behavior Scale, and IPC Scale to measure internal and external Locus of Control. Data analysis utilized simple linear regression and Moderated Regression Analysis (MRA). The results show that Organizational Justice has a negative and significant influence on Counterproductive Work Behavior (Estimate = -0.166; p = 0.030). The MRA results indicate that internal Locus of Control weakens (Estimate = 0.0547; p = 0.025) 10and external Locus of Control strengthens (Estimate = -0.0369; p = 0.002) the negative influence of Organizational Justice on Counterproductive Work Behavior. This finding emphasizes that the role of Organizational Justice in suppressing CWB significantly depends on the individual's Locus of Control personality characteristic.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Organizational Justice terhadap Counterproductive Work Behavior (CWB) pada karyawan kontrak, dengan Locus of Control sebagai variabel moderator. Karyawan kontrak merupakan kelompok yang rentan terhadap ketidakpastian kerja yang berpotensi memicu munculnya perilaku kerja kontraproduktif. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan kausal komparatif (ex-facto). Subjek penelitian adalah 171 karyawan kontrak yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan Organizational Justice Scale, Counterproductive Work Behavior Scale, dan IPC Scale untuk mengukur Locus of Control internal dan eksternal. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana dan Moderated Regression Analyze (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Organizational Justice berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Counterproductive Work Behavior (Estimate = -0,166; p = 0,030). Hasil MRA menunjukkan bahwa Locus of Control internal melemahkan (Estimate = 0,0547; p = 0,025) dan Locus of Control eksternal memperkuat (Estimate = -0,0369; p = 0,002) pengaruh negatif Organizational Justice terhadap Counterproductive Work Behavior. Temuan ini menekankan bahwa peran Organizational Justice dalam menekan CWB sangat bergantung pada karakteristik kepribadian Locus of Control individu
Attachment in Children: Determinants and Developmental Impacts: A Systematic Literature Review Evanson Sakul, Bryan; Widyorini, Endang
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14, No 3 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v14i3.24968

Abstract

This study emerges from growing concern over the quality of early child–caregiver relationships amid rapid social transformation, including shifting family structures, increased parental work demands, and the pervasive presence of digital technology, all of which reshape interaction patterns and potentially weaken the emotional foundations of Attachment. Accordingly, the study aims to develop a comprehensive and integrative understanding of child Attachment by examining its formative factors and developmental consequences through a systematic lens. Employing a systematic literature review combined with bibliometric analysis, the study synthesizes 50 peer-reviewed articles published between 2010 and 2026, following a structured PRISMA protocol and supported by VOSviewer mapping to identify thematic patterns, conceptual relationships, and research trends. The findings reveal that Attachment is a multidimensional construct shaped by the dynamic interplay between biological predispositions, psychological regulation, caregiving quality, and broader socio-relational contexts, with insecure Attachment consistently associated with adverse developmental outcomes such as emotional dysregulation, social difficulties, and increased risk of psychopathology; however, these trajectories are not deterministic, as Attachment-based interventions including parenting programs, dyadic therapies, and neurodevelopmental approaches demonstrate significant potential to improve relational quality and developmental outcomes. Nevertheless, the study critically highlights persistent gaps, particularly the fragmentation of interdisciplinary perspectives, the dominance of dyadic and Western-centric frameworks, and the limited contextualization of interventions across cultural and socio-economic settings. These findings imply the urgent need for more integrative, culturally responsive, and context-sensitive approaches that bridge theory, research, and practice to enhance the effectiveness and sustainability of Attachment-based interventions in addressing the complexities of child development in contemporary society.Attachment pada anak menjadi isu krusial dalam perkembangan sosial-emosional di tengah perubahan struktur keluarga, meningkatnya mobilitas orang tua, dan penetrasi teknologi digital yang memengaruhi kualitas interaksi anak–pengasuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif faktor-faktor pembentuk Attachment serta dampaknya terhadap perkembangan anak melalui pendekatan integratif. Dengan menggunakan metode systematic literature review (SLR) terhadap 50 artikel jurnal periode 2010–2026 yang dipadukan dengan analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer, penelitian ini memetakan tren, struktur konseptual, dan hubungan antarvariabel dalam kajian Attachment. Hasil menunjukkan bahwa Attachment terbentuk melalui interaksi kompleks antara faktor biologis, psikologis, serta dinamika relasi keluarga dan sosial, di mana pola Attachment tidak aman berkorelasi dengan peningkatan risiko gangguan psikologis, sementara intervensi berbasis Attachment memiliki potensi signifikan dalam memperbaiki kualitas relasi dan trajektori perkembangan meskipun masih menghadapi keterbatasan kontekstual dan metodologis. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan multidisipliner dan kontekstual dalam memahami Attachment serta perlunya pengembangan intervensi yang tidak hanya efektif secara klinis, tetapi juga relevan secara sosial dan budaya.
The Quality of Life People Living with HIV/AIDS Khallifah, Alliyah Nur; Islamia, Intan; Adnan Reza, Faisal; Damayanti, Rika
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14, No 3 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v14i3.25135

Abstract

Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) is a chronic disease that attacks the human immune system and reduces the body’s ability to fight infections. This study aimed to describe the quality of life of people living with HIV/AIDS. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through semi-structured interviews and field notes, and analyzed using NVivo 12 Plus to draw conclusions. The study involved three participants selected through purposive sampling. The findings indicate that the quality of life of people living with HIV/AIDS is shaped through a dynamic and individual adaptation process influenced by interactions among physical, psychological, social, and environmental conditions. Risk behaviors, such as unsafe sexual practices and drug use, were identified as factors contributing to HIV infection among the participants. Physically, all participants experienced weight loss, with one participant having entered the AIDS stage. Nevertheless, all participants were able to carry out daily activities and routinely adhere to antiretroviral therapy. Psychologically, participants experienced negative emotions at the initial stage of infection and gradually reached a phase of self-acceptance, with happiness interpreted through family roles, physical activities, and community involvement. Social relationships revealed limited family support, experiences of discrimination, and a desire to have a partner. The participants’ living and working environments were relatively safe, although limited access to healthcare services was reported. Each participant demonstrated different dynamics of quality of life; however, in general, they continued to strive to live their lives through gradual self-management.Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) merupakan penyakit kronis yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dan catatan lapangan, teknik analisis data menggunakan NVivo 12 Plus untuk penarikan kesimpulan. Subjek penelitian berjumlah tiga orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS terbentuk melalui proses adaptasi yang dinamis dan bersifat individual, dipengaruhi oleh interaksi antara kondisi fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Perilaku berisiko seperti hubungan seksual tidak aman dan penggunaan narkoba menjadi faktor penyebab subjek terinfeksi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa secara fisik seluruh subjek mengalami penurunan berat badan, dengan satu subjek telah memasuki fase AIDS. Namun demikian, seluruh subjek tetap menjalani aktivitas sehari-hari dan rutin dalam mengonsumsi obat antiretroviral. Subjek mengalami perasaan negatif pada awal terinfeksi dan perlahan mencapai fase penerimaan diri dengan kebahagiaan dimaknai melalui peran keluarga, aktivitas olahraga, dan keterlibatan komunitas. Hubungan sosial menunjukkan keterbatasan dukungan keluarga, pengalaman diskriminasi, serta keinginan memiliki pasangan. Lingkungan tempat tinggal dan pekerjaan subjek relatif aman, meskipun terdapat keterbatasan akses layanan kesehatan. Masing-masing subjek memiliki dinamika kualitas hidup berbeda, namun secara umum mereka tetap berupaya menjalani kehidupan disertai pengelolaan secara bertahap.
Father–Daughter Relationship: Father Involvement and Romantic Beliefs among Emerging Adult Women Zhafira, Faiza; Rahmawati, Adelina
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14, No 3 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v14i3.25208

Abstract

Emerging adulthood is a developmental phase marked by the formation of intimate romantic relationships. During this period, individuals begin to develop romantic beliefs that influence how they perceive and engage in romantic relationships. One factor often assumed to contribute to these beliefs is father involvement, as fathers may represent an early relational figure for daughters. This study aimed to examine the effect of father involvement on romantic beliefs among emerging adult women. This study used a quantitative approach with a correlational design. Participants consisted of 202 emerging adult women aged 18–25 years, selected using purposive sampling. Data were collected using the Father Involvement Scale (FIS) and the Romantic Beliefs Scale (RBS). Data were analyzed using multiple linear regression and independent samples t-test with IBM SPSS Statistics version 26. The results showed that father involvement did not have a significant effect on romantic beliefs among emerging adult women (F = 2.131, p = 0.098). However, partial analysis indicated that the engagement dimension had a significant positive effect on romantic beliefs (β = 0.357, p = 0.032), whereas the accessibility and responsibility dimensions did not show significant effects. Additional analysis revealed significant difference in romantic beliefs based on relationship status, with women who had a romantic partner reporting higher romantic beliefs than those who did not. These findings suggest that romantic beliefs are shaped by multiple factors and are more strongly influenced by direct romantic experiences than by father involvement alone.Perempuan dewasa awal berada pada fase perkembangan yang ditandai dengan kebutuhan untuk membangun hubungan romantis yang intim dan bermakna. Pada fase ini, individu mulai mengembangkan romantic beliefs yang memengaruhi cara memaknai dan menjalani hubungan romantis. Salah satu faktor yang secara teoretis dipandang berperan dalam pembentukan pandangan terhadap hubungan romantis adalah keterlibatan ayah, karena ayah merupakan figur relasional awal bagi anak perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh father involvement terhadap romantic beliefs pada perempuan dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 202 perempuan dewasa awal berusia 18–25 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Father Involvement dan Skala Romantic Beliefs. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dan uji beda independent samples t-test dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa father involvement secara keseluruhan tidak berpengaruh signifikan terhadap romantic beliefs pada perempuan dewasa awal (F = 2.131, p = 0.098). Namun, secara parsial dimensi engagement menunjukkan pengaruh positif yang signifikan terhadap romantic beliefs (β = 0.357, p = 0.032), sedangkan dimensi accessibility dan responsibility tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Analisis tambahan menunjukkan adanya perbedaan romantic beliefs berdasarkan status hubungan, di mana perempuan dewasa awal yang memiliki pasangan menunjukkan tingkat romantic beliefs yang lebih tinggi dibandingkan perempuan yang belum memiliki pasangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa romantic beliefs merupakan konstruk yang kompleks dan lebih dipengaruhi oleh pengalaman hubungan romantis secara langsung dibandingkan keterlibatan ayah.
Perceived Organizational Support and Organizational Commitment Among Nurses: Examining The Mediating Role of Job Satisfaction Nainggolan, Delfitri Aulina; Hasanuddin, Hasanuddin; Hardjo, Suryani
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14, No 3 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v14i3.25390

Abstract

The study was motivated by the low level of organizational support and recognition perceived by nurses, which affected their job satisfaction and organizational commitment. This study aims to examine the effect of perceived organizational support on organizational commitment with job satisfaction as a mediating variable among nurses. This research used an explanatory quantitative approach with purposive sampling techniques based on the criteria of nurses with PNS, PPPK, and BLUD status who had worked for more than one year. The subjects consisted of 157 nurses at Dr. Ferdinand Lumban Tobing General Hospital, Sibolga, North Sumatra. Data were collected using the Perceived Organizational Support Scale, Organizational Commitment Questionnaire (OCQ), and Job Satisfaction Survey (JSS). Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Squares (PLS) through SmartPLS 4. The results showed that perceived organizational support had a positive and significant effect on organizational commitment and job satisfaction. Job satisfaction also had a positive and significant effect on organizational commitment and mediated the relationship between perceived organizational support and organizational commitment. The research model explained 72.1% of the variance in organizational commitment. These findings highlight the importance of organizational support, fairness, and recognition in improving nurses’ satisfaction and organizational commitment.Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya dukungan dan pengakuan organisasi yang dirasakan perawat, sehingga berdampak pada menurunnya kepuasan kerja dan komitmen organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perceived organizational support terhadap komitmen organisasi dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediator pada perawat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria perawat berstatus PNS, PPPK, dan BLUD serta memiliki masa kerja di atas 1 tahun. Subjek penelitian berjumlah 157 perawat di RSU Dr. Ferdinand Lumban Tobing, Sibolga, Sumatera Utara. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Perceived Organizational Support (16 item), Organizational Commitment Questionnaire (OCQ) 24 item, dan Job Satisfaction Survey (JSS) 36 item. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived organizational support berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi (β = 0,835) dan kepuasan kerja (β = 0,882). Kepuasan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi (β = 0,322) serta kepuasan kerja memediasi pengaruh perceived organizational support terhadap komitmen organisasi (β = 0,284). Model penelitian mampu menjelaskan 72,1% variasi komitmen organisasi. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan, keadilan, dan penghargaan organisasi untuk meningkatkan kepuasan dan komitmen organisasi perawat.
The Role of Perfectionism and Fear of Failure in Predicting the Impostor Phenomenon among Fresh Graduates Anggraini, Tria; Isnaini, Nurul; Wahyuni, Citra
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14, No 3 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v14i3.25667

Abstract

Fresh graduate students are in a transition period from the academic world to the working world, a developmental phase often accompanied by increased vulnerability to psychological stress. One form of this stress is the impostor phenomenon, which is the tendency of individuals to doubt their own competence despite having objective evidence of success. This study aims to analyze the influence of perfectionism and fear of failure on the impostor phenomenon in fresh graduate students in Indonesia. This study uses a quantitative approach with a correlational design. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling (SEM). The sampling technique used was non-probability sampling with a purposive sampling method, resulting in 805 participants who met the inclusion criteria and passed the screening process. Data collection was conducted through an online survey using the Clance Impostor Phenomenon Scale (CIPS), the Multidimensional Perfectionism Scale (MPS), and the Indonesian version of the Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI). The analysis showed that perfectionism had a positive and significant effect on the impostor phenomenon (β = 0.308; p < 0.01). Fear of failure also proved to have a positive and significant effect (β = 0.471; p < 0.01). Simultaneously, these two variables were able to explain 57.1% of the variance in the impostor phenomenon. These findings indicate that high self-standards and fear of failure play a significant role in the emergence of the impostor phenomenon in fresh graduate students, so that the development of psychological interventions that focus on managing these two factors in the early phase of career transition is needed.Fresh graduate berada pada masa transisi dari dunia akademik menuju dunia kerja, yaitu fase perkembangan yang sering kali disertai dengan meningkatnya kerentanan terhadap tekanan psikologis. Salah satu bentuk tekanan tersebut adalah impostor phenomenon, yaitu kecenderungan individu untuk meragukan kompetensi dirinya meskipun memiliki bukti objektif atas keberhasilannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perfectionism dan fear of failure terhadap impostor phenomenon pada fresh graduate di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 805 partisipan yang memenuhi kriteria inklusi dan lolos proses screening. Pengumpulan data dilakukan melalui survei daring menggunakan Clance Impostor Phenomenon Scale (CIPS), Multidimensional Perfectionism Scale (MPS), dan Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI) versi Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa perfectionism berpengaruh positif dan signifikan terhadap impostor phenomenon (β = 0,308; p < 0,01). Fear of failure juga terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan (β = 0,471; p < 0,01). Secara simultan, kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 57,1% varians impostor phenomenon. Temuan ini menunjukkan bahwa standar diri yang tinggi dan ketakutan terhadap kegagalan berperan penting dalam munculnya impostor phenomenon pada fresh graduate, sehingga diperlukan pengembangan intervensi psikologis yang berfokus pada pengelolaan kedua faktor tersebut pada fase awal transisi karier.
Caught Between Delay and Distress: Examining the Role of Self-Compassion in the Relationship between Procrastination and Academic Stress among Migrant Students Ardelia Yudhistira, Izza; Sandjaja, Meilani
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14, No 3 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v14i3.25664

Abstract

Higher education in Indonesia provides opportunities for personal and academic development, yet migrant students often face complex challenges, including adapting to new social and academic environments, managing independent living, and meeting high academic demands, which can lead to procrastination and increased academic stress. This study examined the relationship between academic procrastination and academic stress among migrant university students, with self-compassion as a mediating variable. A quantitative correlational design with mediation analysis was employed, involving 140 migrant students who completed online self-report questionnaires measuring academic procrastination, academic stress, and self-compassion. Mediation analysis using JASP 18.3 and bootstrapping showed that academic procrastination had a significant positive effect on academic stress (estimate = 0.338, p < .001), while self-compassion partially mediated this relationship, reducing the stress associated with procrastination (indirect effect = 0.084, p = 0.005). The total effect of procrastination on stress was also significant (estimate = 0.442, p < .001). These results indicate that self-compassion acts as a protective factor, helping migrant students cope with the psychological burden of procrastination. Interventions aimed at fostering self-compassion may therefore enhance emotional well-being, academic adjustment, and resilience, supporting students in managing academic challenges and promoting success in higher education contexts.Pendidikan tinggi di Indonesia memberikan peluang untuk pengembangan pribadi dan akademik. Namun, mahasiswa migran sering menghadapi tantangan yang kompleks, termasuk beradaptasi dengan lingkungan sosial dan akademik yang baru, mengelola kehidupan mandiri, serta memenuhi tuntutan akademik yang tinggi, yang dapat menyebabkan prokrastinasi dan meningkatnya stres akademik. Penelitian ini mengkaji hubungan antara prokrastinasi akademik dan stres akademik pada mahasiswa migran, dengan self-compassion sebagai variabel mediasi. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan analisis mediasi, melibatkan 140 mahasiswa migran yang mengisi kuesioner daring berbasis self-report untuk mengukur prokrastinasi akademik, stres akademik, dan self-compassion. Analisis mediasi menggunakan JASP 18.3 dan teknik bootstrapping menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap stres akademik (estimate = 0,338, p < 0,001), sementara self-compassion memediasi secara parsial hubungan tersebut dengan menurunkan tingkat stres yang terkait dengan prokrastinasi (indirect effect = 0,084, p = 0,005). Pengaruh total prokrastinasi terhadap stres juga signifikan (estimate = 0,442, p < 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa self-compassion berperan sebagai faktor protektif yang membantu mahasiswa migran mengatasi beban psikologis akibat prokrastinasi. Oleh karena itu, intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan self-compassion dapat memperkuat kesejahteraan emosional, penyesuaian akademik, dan resiliensi, sehingga mendukung mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik dan mencapai keberhasilan di pendidikan tinggi.

Page 99 of 101 | Total Record : 1007


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14, No 2 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14, No 1 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13, No 3 (2025): Volume 13, Issue 3, September 2025 Vol 13, No 2 (2025): Volume 13, Issue 2, Juni 2025 Vol 13, No 1 (2025): Volume 13, Issue 1, Maret 2025 Vol 13, No 4 (2025): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13, No 3 (2025): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13, No 2 (2025): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13, No 1 (2025): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 4 (2024): Volume 12, Issue 4, Desember 2024 Vol 12, No 2 (2024): Volume 12, Issue 2, Juni 2024 Vol 12, No 1 (2024): Volume 12, Issue 1, Maret 2024 Vol 12, No 4 (2024): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 3 (2024): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 2 (2024): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 1 (2024): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 4 (2023): Volume 11, Issue 4, Desember 2023 Vol 11, No 3 (2023): Volume 11, Issue 3, September 2023 Vol 11, No 1 (2023): Volume 11, Issue 1, Maret 2023 Vol 11, No 4 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 3 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 2 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 1 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 3 (2022): Volume 10, Issue 3, September 2022 Vol 10, No 2 (2022): Volume 10, Issue 2, Juni 2022 Vol 10, No 1 (2022): Volume 10, Issue 1, Maret 2022 Vol 10, No 4 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 3 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 2 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 1 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 4 (2021): Volume 9, Issue 4, Desember 2021 Vol 9, No 2 (2021): Volume 9, Issue 2, Juni 2021 Vol 9, No 1 (2021): Volume 9, Issue 1, Maret 2021 Vol 9, No 4 (2021): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 3 (2021): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 2 (2021): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 1 (2021): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 8, No 4 (2020): Volume 8, Issue 4, December 2020 Vol 8, No 3 (2020): Volume 8, Issue 3, September 2020 Vol 8, No 1 (2020): Volume 8, Issue 1, March 2020 Vol 8, No 4 (2020): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 8, No 3 (2020): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 8, No 2 (2020): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 8, No 1 (2020): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 7, No 4 (2019): Volume 7, Issue 4, December 2019 Vol 7, No 3 (2019): Volume 7, Issue 3, September 2019 Vol 7, No 2 (2019): Volume 7, Issue 2, June 2019 Vol 7, No 1 (2019): Volume 7, Issue 1, March 2019 Vol 7, No 4 (2019): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 7, No 3 (2019): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 7, No 2 (2019): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 7, No 1 (2019): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 6, No 4 (2018): Volume 6, Issue 4, December 2018 Vol 6, No 2 (2018): Volume 6, Issue 2, June 2018 Vol 6, No 1 (2018): Volume 6, Issue 1, March 2018 Vol 6, No 4 (2018): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 6, No 3 (2018): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 6, No 2 (2018): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 6, No 1 (2018): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 5, No 4 (2017): Volume 5, Issue 4, Desember 2017 Vol 5, No 3 (2017): Volume 5, Issue 3, September 2017 Vol 5, No 4 (2017): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 5, No 3 (2017): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 5, No 2 (2017): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 5, No 1 (2017): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 4, No 1 (2016): Volume 4, Issue 1, Maret 2016 Vol 4, No 4 (2016): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 4, No 3 (2016): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 4, No 2 (2016): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 4, No 1 (2016): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 3, No 2 (2015): Volume 3, Issue 2, April 2015 Vol 3, No 4 (2015): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 3, No 3 (2015): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 3, No 2 (2015): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 3, No 1 (2015): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 2, No 4 (2014): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 2, No 3 (2014): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 2, No 2 (2014): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 2, No 1 (2014): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 1, No 1 (2013): Volume 1, Issue 1, Januari 2013 Vol 1, No 4 (2013): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 1, No 3 (2013): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 1, No 2 (2013): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 1, No 1 (2013): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi More Issue