cover
Contact Name
A.Amirul Mu'minin
Contact Email
amirul.muminin@hangtuah.ac.id
Phone
+6282257527797
Journal Mail Official
fisheries@hangtuah.ac.id
Editorial Address
Program Studi Perikanan, Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah Jl. AR Hakim No. 150, Sukolilo, Keputih, Surabaya 60111 No. Telp.031-5945864, Fax: 031-5946261
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Fisheries : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : 26563746     EISSN : 26850664     DOI : http://dx.doi.org/10.30649/fisheries.v2i2
Aim : results of research or scientific articles from intellectuals, practitioners and students Scoope : social economy of fisheries, aquaculture, processing of fishery products, and utilization of fishery resources, and marine science
Articles 94 Documents
ANALISA PERBANDINGAN KEUNTUNGAN PEMBENIHAN UDANG WINDU (Panaeus monodon) DENGAN MENGGUNAKAN INDUK DAN Nauplius DI PT. SURYA MONODON KABUPATEN TAKALAR SULAWESI SELATAN P, Edbek Bagus; Sulestiani, Aniek; Yuniar, Is
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1 No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i1.13

Abstract

Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui metode pembenihan yang lebih menguntungkan dari segiekonomi/permodalan, waktu produksi, dan efisiensi kerja. Penelitian ini membandingkan dua metode pengadaanbenih, antara pengadaan benih dari hasil pembenihan PT. Surya Monodon selama 3 periode produksi,dengan metodepengadaan benih dari hasil pembelian selama 1 periode produksi sebagai metode pembanding. Pengambilan datapada penelitian ini dilaksanakan pada bulan september hingga bulan November 2018 di PT. Surya Monodonkabupaten Takalar Sulawesi selatan. Hasil perhitungan dari R/C Ratio (rata-rata periode I-III 3 : 1, P. pembanding 4: 1), BEP (rata-rata periode I_III 21.958.636 benur, P. pembanding 20.255. 294 benur), PP (rata-rata periode I_III 12periode produksi, P. pembanding 12 periode). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing metodepengadaan benih memiliki kelebihan dan kekurangan, namun metode pengadaan benih dari hasil pembelianmemiliki perbandingan pemasukan dengan modal yang lebih baik. Pengadaan benih dari hasil pembelian dapatdijadikan pilihan ketika sumber induk susah didapat dari segi kualitas maupun kuantitas ataupun angka hatchingrate sangat rendah sehingga target benih yang akan dipelihara kurang.
RANCANG BANGUN MESIN PERAJANG DAN MESIN PENGERING ATC (Alkali Treteated Cottonii) DI UD KARANG BARU KABUPATEN SUMENEP – MADURA Ma’luf, M. Alifil; Agustin, Titiek Indhira; Prayogi, Urip
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1 No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i1.6

Abstract

UD Karang Baru di Kabupaten Sumenep-Madura merupakan salah satu UKM yang mengolah rumputlaut menjadi ATC (Alkali Treteated Cottonii), pada saat ini konsumen lebih menyukai ATC chips.Pengeringan ATC hanya mengandalkan sinar matahari sehingga pada saat musm hujan tidak bisamelakukan proses pengeringan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian rancang bangun mesinperajang rumput laut untuk menghasilkan ATC chips dan mesin pengering berbahan bakar gas LPG.Rancang bangun mesin perajang rumput laut menjadi ATC chips berhasil dilakukan dibengkel sidoarjodan dioperasikan di UD karang baru dengan mesin pengerak diesel bertenaga 8 pk dan berkapasitas 180kg/jam. Rancang bangun mesin pengering rumput laut berbahan bakar gas LPG berhasil dilakukandibengkel sidoarjo dan dioperasikan di UD Karang Baru dengan kapasitas 30 kg ATC chips dan 15 kgATC utuh dengan 4 rak dan lama waktu pengeringan selama 3 jam setelah itu diangin-anginkan. KualitasATC chips yang dihasilkan rendemen karaginan terbesar di peroleh dari perlakuan ATC chips rajangsinar matahari yaitu 48,39 %, dengan kadar air 16,03 % dan kadar abu 17,49 %. Analisa usaha di UDKarang Baru Kabupaten Sumenep Madura dalam pengunaan mesin perajang dan mesin pengering rumputlaut menjadi ATC menguntungkan karena mampu menghasilkan Rp.10.220.000/bulan, sebelummenggunakan mesin perajang dan mesin pengering UD Karang Baru hanya mampu menghasilkan Rp.3.500.000/bulan
PENGARUH SUBSTITUSI PAKAN KOMERSIAL DENGAN TEPUNG RUMPUT LAUT (Gracilaria sp.) TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp.) Pratiwi, Meilisa Nanda; Nuhman; Trisyani, Ninis
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1 No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i1.9

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh substitusi tepung rumput laut dalam pakan ikan terhadap laju pertumbuhan pada ikan nila merah (Oreochromis sp.) Substitusi tepung rumput laut yang digunakan yaitu jenis (Gracilaria sp.) yang di dapat dari pembudidaya rumput laut jenis (Gracilaria sp.), ikan uji yang digunakan yaitu ikan nila merah (Oreochromis sp.) ukuran 7-10 cm, yang di analisia laju pertumbuhan spesifik dan dan laju pertumbuhan mutlak. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental. dengan rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, perlakuan dalam penelitian ini menggunakan komposisi yang berbeda yaitu : yaitu A (Pakan Komersial), B (Pakan Komersial 90% + Tepung Rumput Laut 10%), C (Pakan Komersial 80% + Tepung Rumput Laut 20%), D (Pakan Komersial 70% +Tepung Rumput Laut 30%). Data laju pertumbuhan spesifik, dan laju pertumbuhan mutlak dianalisis menggunakan analisa sidik ragam dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan substitusi pakan komersial dengan tepung rumput laut memberikan hasil perlakuan substitusi pakan komersial dengan tepung rumput laut (Gracilaria sp.) terhadap laju pertumbuhan spesifik dan laju pertumbuhan mutlak ikan nila merah tidak memberikan pengaruh nyata karena pengaruh tekstur pakan yang berbeda membuat laju pertumbuhan ikan nila merah tidak berbeda nyata.
PENGARUH SUBTITUSI PAKAN KOMERSIAL DENGAN TEPUNG RUMPUT LAUT (Glacilaria sp.) TERHADAP FEED CONVERTION RATIO (FCR) DAN SURVIVAL RATE (SR) IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp.) Wijayanto, Bima Kastriya; Nuhman; Trisyani, Ninis
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1 No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i1.8

Abstract

Pemberian pakan buatan bertujuan untuk menyediakan makanan dalam jumlah cukup, tepat waktu, dan bernilai gizi tinggi serta berkesinambungan. Salah satu indikator budidaya yang baik adalah Feed Convertion Ratio pakan dan Survival Rate ikan. Feed Convertion Ratio pakan ikan sangat tergantung dari bahan baku yang digunakan dalam pakan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), dengan menggunakan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini menggunakan komposisi yang berbeda yaitu; A ( Pakan Komersial), B (Pakan Komersial 90% + Tepung Rumput Laut 10 %), C (Pakan Komersial 80% + Tepung Rumput Laut 20 %), dan D (Pakan Komersial 70% + Tepung Rumput Laut 30 %). Data Feed Convertion Ratio dan Survival Rate dianalisis menggunakan analisa sidik ragam. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa perlakuan substitusi pakan komersial dengan tepung rumput laut (Glacilaria sp.) terhadap Feed Convertion Ratio dan Survival Rate ikan nila merah (Oreochromis sp.) tidak memberikan pengaruh nyata. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu substitusi tepung rumput laut (Glacilaria sp.) dengan pakan komersial dapat memperbaiki nilai Feed Convertion Ratio dan Survival Rate ikan nila, Feed Convertion Ratio terendah terdapat pada pakan C sebesar 3.525, dan perlakuan A memiliki Feed Convertion Ratio paling tinggi yaitu sebesar 4.4425. Sedangkan hasil pengamatan kelangsungan hidup (%) tertinggi ditunjukkan pada perlakuan B sebesar 80%, sedangkan nilai terendah ditunjukkan pada perlakuan C sebesar 70%.
ANALISA KELAYAKAN USAHA EKSPOR PERIKANAN DI PT. STARFOOD INTERNATIONAL, LAMONGAN, JAWA TIMUR Amalina, Nur Fajri; Sulestiani, Aniek; Agustin, Titiek Indhira
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1 No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i1.11

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha jangka pendek di PT. Starfood International.Penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan hasilnya disajikan dalam bentuk tabel. Analisis data padapenelitian ini menggunakan beberapa rumus diantaranya adalah biaya produksi, keuntungan, RC Ratiodan BEP (Break Event Point). Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juli 2018 hingga Desember2018. Data yang diambil adalah data keuangan 5 tahun terakhir, dari tahun 2013 sampai dengan 2017.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : a). keuntungan yang didapatkan PT. Starfood Internationalpaling rendah berada pada tahun 2013 sebesar Rp. 21.012.874.019 dan keuntungan paling tinggididapatkan pada tahun 2017 sebesar Rp. 27.088.623.829. b) Hasil perhitungan R/C Ratio yangdidapatkan oleh PT. Starfood International selama 5 tahun memiliki nilai lebih dari 1. c) Penerimaan yangdiperoleh lebih besar dari nilai BEP (Break Event Point). Hal ini menunjukkan bahwa usaha PT. StarfoodInternational mengalami keuntungan dan layak untuk di usahakan Dengan demikian ekspor perikananmemiliki potensi untuk dijadikan sebuah usaha.
PENGARUH SUHU DAN KONSENTRASI PROPOLIS YANG BERBEDA TERHADAP RASIO JANTAN DAN BETINA SERTA KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp.) Kambu, Fernandes; Trisyani, Ninis; Yuniar, Is
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1 No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i2.20

Abstract

Ikan nila merah (Oreochromis sp.) memiliki laju pertumbuhan yang berbeda antara jantan dan betina. Ikan nila jantan memiliki rata-rata pertumbuhan yang relatif cepat dibandingkan ikan nila betina. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan teknologi jantanisasi. Teknik yang umum dilakukan adalah sex reversal menggunakan hormon pemicu. Propolis adalah satu bahan alami yang dapat digunakan untuk alih kelamin pada ikan. Proses pengarahan kelamin ikan dapat dilakukan dengan manipulasi suhu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan konsentrasi propolis yang berbeda terhadap rasio jantan dan betina ikan nila merah dan mengetahui berapa konsentrasi suhu dan konsentrasi propolis terbaik yang mempengaruhi rasio jantan dan betina ikan nila merah serta pengaruh suhu dan konsentrasi propolis terhadap kelangsungan hidup ikan nila merah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua taraf perlakuan suhu dan tiga taraf perlakuan konsentrasi propolis. Hasil analisa anova menunjukkan bahwa suhu dan konsentrasi propolis yang digunakan pada penelitian ini tidak berpengaruh terhadap jenis kelamin jantan ikan nila merah (Oreochromis sp.) yang dihasilkan. Persentase jenis kelamin jantan tertinggi diperoleh pada interaksi suhu 30 ⁰C dan konsentrasi propolis 0,075 ml/liter sebesar 92,32 % namun tidak berbeda nyata dengan kontrol yaitu sebesar 91,55 %.
UPAYA PEMANFAATAN BENIH IKAN KERAPU CANTANG YANG MEMPUNYAI BENTUK ABNORMAL UNTUK USAHA BUDIDAYA Ismi, Suko
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1 No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i2.17

Abstract

Benih kerapu yang abnormal biasanya mempunyai harga yang sangat murah dan bahkan tidak laku untuk dijualuntuk kerapu cantang karena mempunyai pertumbuhan yang cepat benih yang cacat masih bisa dimanfaatkanyaitu untuk benih pada produksi kerapu konsumsi yang pemasarannya dalam betuk fillet. Tujuan penelitian iniadalag memanfaatkan benih ikan kerapu cantang yang cacat untuk benih budidaya sehingga mempunyai nilaitambah dan dapat menjadi satu usaha yang menguntungkan. Benih yang dipakai pada penelitian ini adalah ikankerapu cantang yang cacat : insang, mulut dan ekor dengan ukuran panjang rata-rata 6,50 ± 0,46 cm dan berat6,21 ± 1,30 g, jumlah 9.000 ekor. Ikan dipelihara selama 120 hari pada 3 buah bak beton ukuran 2,0 x 3,0 x 1,2m yang diisi air laut dengan volume 5,0-6,0 m3 dengan kepadatan ikan masing-masing 3.000 ekor/bak, setiap 30hari kepadatan ikan dijarangkan hingga menjadi 9 bak dengan kepadatan antara 700-900 ekor/bak. Hasilpenelitian panjang rara-rata 19,91±0.37 cm dan berat 102,35 ± 2,75 g, kelangsungan hidup 82,30% dengan totalproduksi 740,7 kg, penjualan benih mengacu pada berat ikan dengan harga Rp.100.000/kg. Hasil analisismenunjukan usaha menghasilkan R/C ratio 1,68 salama satu siklus produksi, artinya usaha tersebutmenguntungkan.
PERBANDINGAN KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN JARING INSANG DASAR (Bottom gillnet) MENGGUNAKAN ALAT PEMANGGIL IKAN BERBASIS GELOMBANG BUNYI DI PERAIRAN KENJERAN Rifai, Muhamad; Rosana, Nurul; Sofijanto, M Arief
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1 No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i2.22

Abstract

Jawa Timur adalah salah satu propinsi di Indonesia yang memiliki potensi perikanan, di perairanKenjerana Surabaya Jawa Timur jumlah nelayan dan armada perikanan yang harus dikelola dengan baik,salah satu unit penangkapan yang ada adalah jaring insang dasar, target ikan hasil tangkapan dari alat tangkapini adalah jenis ikan kakap putih (Lates calcarifer). Dengan penambahan alat pemanggil ikan berbasisgelombang bunyi diharapkan dapat meningatkan hasil tangkapan. Penelitian ini membandingkan 2 perlakuandan 16 kali ulangan dari penelitian ini didapatkan perbandingan jumlah hasil tangkapan jaring insang dasartidak menggunakan alat bantu pemanggil ikan yaitu 31 ekor dan yang menggunakan alat pemanggil ikan 39ekor ikan. Jenis hasil tangkapan jaring insang dasar yang tidak menggunakan alat bantu pemanggil ikan, jenisdan presentase jenis ikan yaitu kakap (Lates calcarifer) 12%. Laosan (Eleutheronema tetradactylum) 12%.Sumbal (Glossolepis incisus) 12%. Presentase menggunakan alat pemanggil ikan ada 6 jenis yaitu sotong(Mastigoteuthis flammea) 1%, rajungan (Portunas pelagicus) 1%, laosan (Eleutheronema tetradactylum)11%, manyung (Ariidae) 3%, kakap putih (Lates calcalifer) 83%, bandeng (Chanos-chanos)1%,
HASIL TANGKAPAN IKAN KAKAP PUTIH (Latescalcarifer) PADA UKURAN MATA JARING INSANG YANG BERBEDA DI PERAIRAN PESISIR KOTA SURABAYA Abdillah, Ahmad Rifqi; Subagio, Hari; Rosana, Nurul
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1 No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i2.19

Abstract

Nelayan pesisir Kota Surabaya menggunakan alat tangkap jaring insang dasar (bottom gillnet) dalammenangkap ikan kakap putih. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ukuran mata jaring yang berbedapada jaring insang dasar. Penelitian ini di lakukan bulan Maret hingga Mei 2019 di perairan pesisir kotaSurabaya dengan metode observasi untuk mengetahui hasil tangkapan ikan kakap putih (Lates calcarifer) danpengaruh ukuran mata jaring yang berbeda. Pengambilan data dilakukan 15 kali sebagai ulangan dan 2perlakuan berupa ukuran mata jaring 6 inchi dan 7 inchi sehingga diperoleh 30 data. Hasil penelitianmenunjukan hasil tangkapan utama ikan kakap (Lates calcarifer) sebanyak 65% dan hasil tangkapansampingan sebanyak 35% diantaranya ikan laosan (Eleutheronema Tetradactylum), rajungan (Portanuspelagicus), dan dukang (Hexanematichthys). Jumlah hasil tangkapan pada mata jaring 6 inchi lebih besar daripada ukuran 7 inch. Namun berdasarkan anilisis uji t di simpulkan tidak ada pengaruh penggunaan ukuranmata jaring 6 inchi atau 7 inchi terhadap hasil tangkapan ikan kakap putih. Perbedaan jumlah hasil tangkapanikan kakap putih di antara kedua ukuran mata jaring tersebut kemungkinan di sebabkan oleh beberapa factorlingkungan yakni arus, suhu, dansalinitas.
UJI KINERJA ALAT PENGASAPAN IKAN “EFHILINK” Joesidawati, Marita Ika; Suwarsih; Nuruddin, Abdul Wahid
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1 No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i2.18

Abstract

Metode pengasapan ikan yang digunakan oleh pengolah ikan asap di Kabupaten Tuban masih sangat tradisionaldan masih dengan peralatan sederhana. Kapasitas produksi ikan asap juga masih sangat rendah dan belummemenuhi standard SNI. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan membuat dan melakukan ujicoba alat pengasapan. Parameter yang diukur untuk menguji kenerja alat pengasapan ini lama pengasapan untukmenghasilkan kualitas ikan asap yang sesuai standar SNI, jumlah bahan bakar terpakai, suhu pengasapan,kelembaban ruang pengasapan dan kadar air ikan asap yang dicapai, dan volume asap cair yang dihasilkan.Untuk mengetahui hasil uji kinerja alat pengasapan dilakukan pengamatan organoleptik terhadap tingkatkesukaan (uji kesukaan). Hasil uji coba menunjukkan suhu dan kelembaban dalam ruang pengasapan cenderungberbeda antar tiap rak dengan membentuk pola yang hampir serupa. Design alat yang tertutup menyebabkanproduksi dan penyebaran asap lebih merata. Sisa bahan bakar yang dihasilkan selama pembakaran 3 jammencapai 50% dan masih dapat digunkan 5-6 jam lagi. Kadar air ikan asap (Ikan Tongko) sesuai SNI yaitu60%. Uji organoleptik rata-rata diatas 3 (suka) dan volume asap cair sebanyak 50 ml selama proses pengasapan3 jam

Page 4 of 10 | Total Record : 94