cover
Contact Name
A.Amirul Mu'minin
Contact Email
amirul.muminin@hangtuah.ac.id
Phone
+6282257527797
Journal Mail Official
fisheries@hangtuah.ac.id
Editorial Address
Program Studi Perikanan, Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah Jl. AR Hakim No. 150, Sukolilo, Keputih, Surabaya 60111 No. Telp.031-5945864, Fax: 031-5946261
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Fisheries : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : 26563746     EISSN : 26850664     DOI : http://dx.doi.org/10.30649/fisheries.v2i2
Aim : results of research or scientific articles from intellectuals, practitioners and students Scoope : social economy of fisheries, aquaculture, processing of fishery products, and utilization of fishery resources, and marine science
Articles 94 Documents
ANALISA KELAYAKAN USAHA EKSPOR PERIKANAN DI PT. STARFOOD INTERNATIONAL, LAMONGAN, JAWA TIMUR Amalina, Nur Fajri; Sulestiani, Aniek; agustin, titiek indhira
FISHERIES : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i1.11

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha jangka pendek di PT. Starfood International. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan hasilnya disajikan dalam bentuk tabel. Analisis data pada penelitian ini menggunakan beberapa rumus diantaranya adalah biaya produksi, keuntungan, RC Ratio dan BEP (Break Event Point). Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juli 2018 hingga Desember 2018. Data yang diambil adalah data keuangan 5 tahun terakhir, dari tahun 2013 sampai dengan 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : a). keuntungan yang didapatkan PT. Starfood International paling rendah berada pada tahun 2013 sebesar Rp. 21.012.874.019 dan keuntungan paling tinggi didapatkan pada tahun 2017 sebesar Rp. 27.088.623.829.  b) Hasil perhitungan R/C Ratio yang didapatkan oleh PT. Starfood International selama 5 tahun memiliki nilai lebih dari 1. c) Penerimaan yang diperoleh lebih besar dari nilai BEP (Break Event Point). Hal ini menunjukkan bahwa usaha PT. Starfood International mengalami keuntungan dan layak untuk di usahakan Dengan demikian ekspor perikanan memiliki potensi untuk dijadikan sebuah usaha
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN BAGAN TANCAP DI KELURAHAN HAJORAN, KABUPATEN TAPANULI TENGAH, SUMATERA UTARA Limbong, Irwan; Rosmasita, Rosmasita; Silalahi, Bastian Putrayadi
FISHERIES : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v2i1.34

Abstract

Kegiatan perikanan diwilayah Kelurahan Hajoran didominasi oleh perikanan tangkap Bagan Tancap. Pengoperasian alat tangkap bagan sendiri tak lepas dari alat bantu penangkapan yang menggunakan cahaya lampu untuk menarik perhatian ikan yang bersifat fototaxis positif. Tujuan dari penelitian ini adalah penelitian pendahuluan yang dimana di daerah tersebut belum ada melakukan penelitian tentang komposisi hasil tangkapan dan mengetahui jumlah hasil tangkapan berdasarkan alat tangkap bagan di perairan hajoran. Manfaat penelitian ini dapat memberikan manfaat kepada para nelayan bagan tancap di daerah perairan hajoran dan menjadi bagan acuan para pemangku kebijakan di daerah setempat. Pengumpulan data penelitian pada alat tangkap Bagan tancap yang di beroperasi di perairan Kelurahan Hajoran, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan September 2019. Pengambilan sampel dilakukan secara acak setiap hari berdasarkan kapal yang melakukan operasi penangkapan selama 12 hari, dengan pengambilan data hasil tangkapan langsung dilapangan, baik alat tangkap bagan yang sama maupun berbeda. diperoleh selama melakukan penelitian bahwa ikan yang tertangkap pada alat tangkap bagan tancap terdiri dari 8 jenis ikan, yang terdiri dari ikan teri, tembang, layang, julung-julung, selar, layur, kurisi, dan serinding
RANCANG BANGUN MESIN PERAJANG DAN MESIN PENGERING ATC (Alkali Treteated Cottonii) DI UD KARANG BARU KABUPATEN SUMENEP – MADURA ma'luf, muhammad alifil; agustin, titiek indhira; prayogi, urip
FISHERIES : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i1.6

Abstract

UD Karang Baru di Kabupaten Sumenep-Madura merupakan salah satu UKM yang mengolah rumput laut menjadi ATC (Alkali Treteated Cottonii), pada saat ini konsumen lebih menyukai ATC chips. Pengeringan ATC hanya mengandalkan sinar matahari sehingga pada saat musm hujan tidak bisa melakukan proses pengeringan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian rancang bangun mesin perajang rumput laut untuk menghasilkan ATC chips dan mesin pengering berbahan bakar gas LPG. Rancang bangun mesin perajang rumput laut menjadi ATC chips berhasil dilakukan dibengkel sidoarjo dan dioperasikan di UD karang baru dengan mesin pengerak diesel bertenaga 8 pk dan berkapasitas 180 kg/jam. Rancang bangun mesin pengering rumput laut berbahan bakar gas LPG berhasil dilakukan dibengkel sidoarjo dan dioperasikan di UD Karang Baru dengan kapasitas 30 kg ATC chips dan 15 kg ATC utuh dengan 4 rak dan lama waktu pengeringan selama 3 jam setelah itu diangin-anginkan. Kualitas ATC chips yang dihasilkan rendemen karaginan terbesar di peroleh dari perlakuan ATC chips rajang sinar matahari yaitu 48,39 %, dengan kadar air 16,03 % dan kadar abu 17,49 %. Analisa usaha di UD Karang Baru Kabupaten Sumenep Madura dalam pengunaan mesin perajang dan mesin pengering rumput laut menjadi ATC menguntungkan karena mampu menghasilkan Rp.10.220.000/bulan, sebelum menggunakan mesin perajang dan mesin pengering UD Karang Baru hanya mampu menghasilkan Rp. 3.500.000/bulan
PENDEDERAN BENIH KERAPU SUNU, Plectropomus leopardus DENGAN UKURAN PANJANG TUBUH BERBEDA DI DALAM BAK TERKONTROL Alit, Anak Agung
FISHERIES : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 2, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v2i2.41

Abstract

Ikan kerapu sunu merupakan komoditas perikanan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, namun populasi di alam sudah menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran panjang pada awal tebar terhadap  pertumbuhan dan sintasan benih ikan kerapu sunu yang dihasilkan dengan kualitas baik. Penelitian ini telah dilakukan  dengan  wadah percobaan digunakan adalah tangki fiber dengan ukuran 0,5 m³ sebanyak 6 bak.  Hewan uji digunakan dalam penelitian adalah benih kerapu sunu dari hasil budidaya. Perlakuanyang dicobakan adalah A =  Total panjang badan  awal rata-rata 3.00 cm, perlakuan B = Total panjang badan awal tebar rata-rata 4.10 cm. Benih ikan  sunu dipelihara di tangki fiber. Jenis pakan yang diberikan berupa pakan pelet komersial dengan kandungan protein 48%. Frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari.  Kepadatan masing-masing tangki 50 ekor/0.5m³ Penelitian menggunakan rancangan diskriptif dengan 2 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Data dianalisis dengan menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total panjang tubuh 4,10 cm awal tebar  terbaik, dibanding dengan total panjang tubuh 3.00 cm pada awal tebar.
FERMENTASI TEPUNG LIMBAH RUMPUT LAUT (Gracilaria sp) DENGAN KONSORSIUM BAKTERI DARI SALURAN PENCERNAAN IKAN LELE (Clarias sp) SEBAGAI BAHAN PAKAN UNTUK IKAN LELE Anggrek, Vensya; nuhman, nuhman; yuniar, is
FISHERIES : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v2i1.29

Abstract

Ikan lele merupakan organisme dengan komposisi mikroflora usus yang mampu meningkatkan respon imun inang dan mampu mengasimillasi karbon organik dari lingkungan. Tepung limbah rumput laut merupakan limbah yang dihasilkan oleh limbah padat dari pengolahan rumput laut sehingga digunakan sebagai bahan ransum pakan buatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penambahan tepung limbah rumput laut terfermentasi konsorsium bakterti dari usus ikan lele pada ransum pakan terhadap FCR, SR, GR, dan SGR pada ikan lele (Clarias sp). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan perbandingan komposisi yang berbeda pada penambahan konsorsium bakteri A (tanpa konsorsium bakteri), B (3,96 : 27,67), C (5,95 : 27,67), D (7,93 : 27,67), E (9,92 : 27,67), F (11,90 : 27,67). Data yang diperoleh dianalisis ragam dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil yang diperoleh pada penelitian didapatkan hasil FCR, SR, GR dan SGR tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan ikan lele. Hal itu karena fermentasi menggunakan konsorsium bakteri, dimana terdapat bakteri yang membantu pertumbuhan maupun yang menghambat pertumbuhan
Uji Kinerja Alat Pengasapan Ikan “EFHILINK” Joesidawati, Marita Ika; Suwarsih, Suwarsih; Nuruddin, Abdul Wahid
FISHERIES : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i2.18

Abstract

Metode pengasapan ikan yang digunakan oleh pengolah ikan asap di Kabupaten Tuban masih sangat tradisional dan masih dengan peralatan sederhana. Kapasitas produksi ikan asap juga masih sangat rendah dan belum memenuhi standard SNI. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan membuat dan melakukan uji coba alat pengasapan. Parameter yang diukur untuk menguji kenerja alat pengasapan ini lama pengasapan untuk menghasilkan kualitas ikan asap yang sesuai standar SNI, jumlah bahan bakar terpakai, suhu pengasapan, kelembaban ruang pengasapan dan kadar air ikan asap yang dicapai, dan volume asap cair yang dihasilkan. Untuk mengetahui hasil uji kinerja alat pengasapan dilakukan pengamatan organoleptik terhadap tingkat kesukaan (uji kesukaan). Hasil uji coba  menunjukkan suhu dan kelembaban dalam ruang pengasapan cenderung berbeda antar tiap rak dengan membentuk pola yang hampir serupa. Design alat yang tertutup menyebabkan produksi dan penyebaran asap lebih merata.  Sisa bahan bakar yang dihasilkan selama pembakaran 3 jam mencapai 50% dan  masih dapat digunkan 5-6 jam lagi. Kadar air  ikan asap (Ikan Tongko) sesuai SNI yaitu 60%. Uji organoleptik rata-rata diatas 3  (suka)  dan volume asap cair sebanyak 50 ml selama proses pengasapan 3 jam
PENGARUH SUBTITUSI PAKAN KOMERSIAL DENGAN TEPUNG RUMPUT LAUT (Glacilaria sp.) TERHADAP FEED CONVERTION RATIO (FCR) DAN SURVIVAL RATE (SR) IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp.) wijayanto, bima kastriya; nuhman, nuhman; trisyani, ninis
FISHERIES : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i1.8

Abstract

Pemberian pakan buatan bertujuan untuk menyediakan makanan dalam jumlah cukup, tepat waktu, dan bernilai gizi tinggi serta berkesinambungan. Salah satu indikator budidaya yang baik adalah Feed Convertion Ratio pakan dan Survival Rate ikan. Feed Convertion Ratio pakan ikan sangat tergantung dari bahan baku yang digunakan dalam pakan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), dengan menggunakan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini menggunakan komposisi yang berbeda yaitu; A ( Pakan Komersial), B (Pakan Komersial 90% + Tepung Rumput Laut 10 %), C (Pakan Komersial 80% + Tepung Rumput Laut 20 %), dan D (Pakan Komersial 70% + Tepung Rumput Laut 30 %). Data Feed Convertion Ratio dan Survival Rate dianalisis menggunakan analisa sidik ragam. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa perlakuan substitusi pakan komersial dengan tepung rumput laut (Glacilaria sp.) terhadap Feed Convertion Ratio dan Survival Rate ikan nila merah (Oreochromis sp.) tidak memberikan pengaruh nyata. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu substitusi tepung rumput laut (Glacilaria sp.) dengan pakan komersial dapat memperbaiki nilai Feed Convertion Ratio dan Survival Rate ikan nila, Feed Convertion Ratio terendah terdapat pada pakan C sebesar 3.525,  dan perlakuan  A memiliki Feed Convertion Ratio paling tinggi yaitu sebesar 4.4425. Sedangkan hasil pengamatan kelangsungan hidup (%) tertinggi ditunjukkan pada perlakuan B sebesar 80%, sedangkan nilai terendah ditunjukkan pada perlakuan C sebesar 70%.
ANALISIS BIOMASSA DAN CADANGAN KARBON PADA EKOSISTEM LAMUN DI DESA TELUK BAKAU KABUPATEN BINTAN Heriyanto, Teguh; Amin, Bintal; Rahimah, Insaniah; Arsanti, Arsanti
FISHERIES : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 2, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v2i2.36

Abstract

Lamun merupakan tumbuhan laut yang mampu menyimpan karbon dalam bentuk biomassa yang diserap melalui proses fotosintesis, sehingga lamun memainkan peran yang luar biasa dalam mitigasi isu perubahan iklim global. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2016. Analisis biomassa dan cadangan lamun dilakukan di Laboratorium Kimia Laut, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 species lamun pada plot, dimana species terbanyak adalah C. rotundata dan species paling sedikit jumlahnya E. acroides. Nilai biomassa total dan cadangan karbon total lamun berturut-turut adalah 213,10 ton bk/ha dan 72,46 ton C/ha. Cadangan karbon pada ekosistem lamun di lokasi penelitian ini tidak memiliki perbedaan signifikan pada jarak 0 m, 50 m dan 100 m. Tingginya potensi biomassa dan cadangan carbon pada ekosistem padang lamun menggambarkan besarnya peran ekosistem ini dalam menanggulangi dampak buruk dari pemanasan global dengan cara menyerap karbon dioksida dan menyimpannya dalam bentuk biomassa. Hal ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam membuat perencanaan mitigasi isu perubahan iklim global dan kegiatan konservasi pada ekosistem ini.
PRODUKTIVITAS PEMIJAHAN INDUK IKAN TUNA SIRIP KUNING DI KARAMBA JARING APUNG. Tridjoko, Tridjoko; Setiadi, Ananto; Gunawan, Gunawan; Hutapea, Jhon H.
FISHERIES : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 2, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v2i2.42

Abstract

Teknologi pemijahan ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang dilakukan di Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan di Gondol Bali dengan managemen pemeliharaan induk di karamba jaring apung (KJA) secara terkontrol sampai saat ini sudah berhasil dengan baik. Namun demikian kualitas dan kuantitas telur yang dihasilkan masih fluktuasi.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontnyuitas pemijahan induk ikan tuna sirip kuning yang dipelihara di karamba jaring apung. Penelitian ini dilakukan di KJA yang berdiameter 48.8 m dengan kedalaman jaring 8 m diisi 50 ekor induk ikan tuna sirip kuning dengan bobot tubuh berkisar antara 50-70 kg per ekor. Pakan yang diberikan adalah : ikan segar, cumi-cumi  dan ditambahkan vitamin C dan vitamin E. Penelitian dilakukan selama 11 bulan dari Januari sampai dengan Nopember 2018. Parameter yang diamati adalah : Frekuensi pemijahan, jumlah total telur yang dihasilkan, diameter telur, diameter gelembung minyak, daya tetas telur dan nilai indek aktivitas kehidupan larva yang baru menetas (SAI). Sebagai data penunjang dilakukan pengamatan kualitas air yang meliputi : suhu, salinitas , dan kecerahan air di KJA. Analisa data dilakukan secara diskriptif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan tuna sirip kuning dapat memijah setiap bulan. Jumlah total telur tertinggi yang berhasil dipanen adalah 5.885.646 butir pada bulan Nopember, dengan tingkat pembuahannya mencapai 94,69%. Daya tetas telur antara 55,0-94,0%. Indek aktivitas kehidupan larva yang baru menetas (SAI) adalah 1,5-3,6.
Rancang Bangun Alat Tangkap dan Pola Ketertangkapan Ikan pada Jaring Insang Dasar di Perairan Pesisir Kota Surabaya subagio, hari; Rosana, Nurul; Sofijanto, M Arief
FISHERIES : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v2i1.31

Abstract

Salah satu jenis alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan Kota Surabaya adalah alat tangkap jaring insang dasar (bottom gil net). Tujuan penelitian adalah untuk mendiskripsikan rancang bangun serta pola ketertangkapan ikan pada jaring insang dasar untuk ikan kakap putih yang dioperasikan oleh nelayan di perairan pantai timur Kota Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, data dikumpulkan dengan cara survei. Responden penelitian adalah nelayan yang mengoperasikan alat tangkap jaring insang dasar untuk menangkap ikan kakap putih (Lates calcarifer). Pengukuran terhadap bagian alat, dimensi dan jumlah satuan dari bagian alat tangkap, serta pola ketertangkapan ikan hasil tangkapan langsung dilakukan di lapangan, dengan mengikuti kegiatan penangkapan sebanyak enam belas kali operasi. Hasil penelitian sebagai berikut, nalayan menggunakan tiga macam jaring insang dasar, yaitu jaring dengan ukuran mata 5 inci, 6 inci dan 7 inci, setiap ukuran mata jaring terdiri dari 9 tinting. Nilai extra buoyancy secara berturut-turut pada ukuran mata jarring 5 inci sebesar -68,70%, ukuran mata jarring 6 inci sebesar -68,31%, dan ukuran mata jarring 7 inci sebesar -61,09%. Hasil tangkapan terbanyak pada berbagai jenis pola ketertangkapan ikan, adalah sebagai berikut: secara snagged pada jaring ukuran mata 6 inci, secara gilled pada ukuran mata jaring 5 inci, secara wedged pada jaring ukuran mata 6 inci, dan secara entangled pada jaring ukuran mata 5 inci.

Page 2 of 10 | Total Record : 94