cover
Contact Name
Zul Anwar
Contact Email
zulanwar17@gmail.com
Phone
+6281917130614
Journal Mail Official
mandalikaindo@gmail.com
Editorial Address
Jalan Candi Pawon No.7 Getap Barat Cakranegara Selatan Kota Mataram-NTB website: www.cahayamandalika.com e-mail: cahayamandalikaindonesia@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal Sport Science, Healt and Tourism of Mandalika (Jontak)
ISSN : -     EISSN : 27223116     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
This journal focuses on the fields of sports, health and tourism. The journal is published twice a year in Mei and November.This journal focuses on the fields of sports, health and tourism. The journal is published twice a year in Mei and November.
Articles 151 Documents
PERAN SPORT MASSAGE DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN CEDERA PADA ATLET Lolina Endah Prastiwi; Lolita Endah Prasiwi; Regita Dwi Cahyani; Sofia Rahmawati; ZIhan Novita Sari
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 7 No. 3 (Juli, 2026)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.vi.6383

Abstract

Sports injuries remain a major barrier to sustained athletic performance because they disrupt training continuity, delay return-to-play, and increase the risk of recurrent injury. Objective: This systematic literature review examined the role of sport massage in preventing and managing sports injuries among athletes. Methods: Literature published between 2020 and 2025 was searched using Google Scholar, Crossref, PubMed, ScienceDirect, and DOAJ/SINTA with combinations of the terms “sport massage”, “massage therapy”, “sports injury”, “injury prevention”, “recovery”, “delayed-onset muscle soreness”, and “range of motion”. Article selection followed the PRISMA stages of identification, screening, eligibility, and inclusion. Results: Ten studies met the inclusion criteria and were synthesized thematically. The evidence indicates that sport massage contributes to muscle recovery, pain reduction, improved blood circulation, increased flexibility and range of motion, psychological relaxation, and reduced risk of recurrent injury. However, the strongest evidence is still concentrated on minor injuries, delayed-onset muscle soreness, and short-term recovery, while evidence for chronic injuries and long-term performance remains limited. Conclusion: Sport massage can be positioned as a complementary preventive and rehabilitative strategy in athlete development programs, provided that its application is integrated with exercise therapy, load management, and professional supervision. Key words: Sport Massage, Sports Injury, Prevention, and Management. Cedera olahraga merupakan salah satu faktor penghambat utama dalam pencapaian dan keberlanjutan performa atlet karena dapat mengganggu kontinuitas latihan, memperlambat proses kembali bertanding, serta meningkatkan risiko cedera berulang. Tujuan kajian ini adalah menganalisis peran sport massage dalam pencegahan dan penanganan cedera pada atlet melalui pendekatan systematic literature review. Literatur yang diterbitkan pada rentang 2020-2025 ditelusuri melalui Google Scholar, Crossref, PubMed, ScienceDirect, dan DOAJ/SINTA dengan kombinasi kata kunci “sport massage”, “massage therapy”, “sports injury”, “injury prevention”, “recovery”, “delayed-onset muscle soreness”, dan “range of motion”. Seleksi artikel mengikuti tahapan PRISMA, yaitu identification, screening, eligibility, dan included. Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis melalui sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa sport massage berkontribusi terhadap pemulihan otot, penurunan nyeri, peningkatan sirkulasi darah, fleksibilitas, range of motion, relaksasi psikologis, serta penurunan risiko cedera berulang. Namun, bukti terkuat masih berada pada konteks cedera ringan, delayed-onset muscle soreness, dan pemulihan jangka pendek, sedangkan bukti pada cedera kronis dan keberlanjutan performa jangka panjang masih terbatas. Dengan demikian, sport massage layak ditempatkan sebagai strategi komplementer dalam program pencegahan dan rehabilitasi cedera atlet, terutama jika dikombinasikan dengan terapi latihan, manajemen beban latihan, dan supervisi profesional Kata kunci: Sport Massage, Cedera Olahraga, Pencegahan, dan Penanganan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PJOK BERBASIS VIDEO ANIMASI BIOMEKANIKA 3D UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN TEKNIK LOMPAT JAUH PADA SISWA SMP NEGERI 1 WOJA Linda Susila; Iman Zulfikar Iman; Moh.Chiko Mendes Perdana Chiko
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 7 No. 3 (Juli, 2026)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.vi.6451

Abstract

This research is motivated by the low understanding of the seventh grade students of SMP Negeri 1 Woja regarding the basic techniques of the long jump and the less than optimal utilization of learning technology. This study aims to produce a valid, practical, and effective 3D biomechanics animation video-based physical education learning media. This type of research is Research and Development (R&D) by applying the 4D development model (Define, Design, Develop, Disseminate). Product quality is assessed based on aspects of validity (material experts, media, and question instruments), practicality (teacher and student responses), and effectiveness (student learning outcome tests). Data were analyzed descriptively quantitatively and qualitatively. The results showed that the media met the very valid criteria from material experts (91%), valid criteria from media experts (80%), and question validation (74%). The practicality aspect reached the very practical category based on teacher responses (91%) and student responses (94%). The effectiveness aspect was proven by the average student post-test score of 88.0 and the classical completion rate reaching 90.6% (29 students met the KKM). Based on these results, it can be concluded that the PJOK learning media based on 3D biomechanical animation videos is valid, practical, and effective, so it is suitable for use to improve students' understanding of basic long jump techniques. Keywords: Learning media, 3D biomechanics animation video, PJOK, long jump Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa kelas VII SMP Negeri 1 Woja terhadap teknik dasar lompat jauh serta pemanfaatan teknologi pembelajaran yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran PJOK berbasis video animasi biomekanika 3D yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan menerapkan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Kualitas produk dinilai berdasarkan aspek kevalidan (ahli materi, media, dan instrumen soal), kepraktisan (respon guru dan siswa), serta keefektifan (tes hasil belajar siswa). Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media memenuhi kriteria sangat valid dari ahli materi (91%), kriteria valid dari ahli media (80%), dan validasi soal (74%). Aspek kepraktisan mencapai kategori sangat praktis berdasarkan respon guru (91%) dan respon siswa (94%). Aspek keefektifan dibuktikan dengan rata-rata nilai post-test siswa sebesar 88,0 serta tingkat ketuntasan klasikal yang mencapai 90,6% (29 siswa memenuhi KKM). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran PJOK berbasis video animasi biomekanika 3D ini valid, praktis, dan efektif, sehingga layak digunakan untuk meningkatkan pemahaman teknik dasar lompat jauh siswa. Kata kunci: Media pembelajaran, video animasi biomekanika 3D, PJOK, lompat jauh.
SELF-CARE DISMENORE BERBASIS BAHAN ALAMI DAN INTENSITAS NYERI PADA MAHASISWA KEBIDANAN: Self-Care Dismenore Berbasis Bahan Alami dan Intensitas Nyeri Pada Mahasiswa Kebidanan Jumiatun
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 7 No. 3 (Juli, 2026)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.vi.6559

Abstract

Dysmenorrhea refers to the medical term for pain during menstruation. Dysmenorrhea has a significant impact on daily activities. Self-care can be done through the use of medications, lifestyle modifications, exercise, warm compresses, or the use of natural ingredients. This study aims to analyze the use of natural ingredients as a form of self-care for dysmenorrhea and its relationship with pain intensity in midwifery students. This study uses a quantitative approach with a survey method. The research instrument used a questionnaire, analyzed descriptively in a quantitative way. The results showed that 93.8% of respondents experienced dysmenorrhea, with 94.6% reporting mild pain. Self-care using natural ingredients done by the respondents included turmeric drinks (23.1%) and temulawak drinks (11.5%), while 34% of respondents used aromatherapy consisting of orange (13.2%), peppermint (1.9%), olive oil (13.2%), lemon (3.8%), and lavender flowers (1.9%). There is a relationship between pain intensity and self-care with a p-value of 0.001. It is recommended to provide education about natural materials that can be used as self-care for dysmenorrhea. Future studies are expected to explore more deeply other factors that affect the use of natural materials in reproductive health issues. Keywords: Dysmenorrhea, Self-Care, Natural Materials. Dismenore merujuk pada istilah medis tentang rasa nyeri sewaktu haid. Dismenore memiliki dampak yang signifikan dalam aktifitas sehari-hari. Self care dapat dilakukan melalui penggunaan obat-obatan, modifikasi gaya hidup, olah raga, kompres hangat maupun pemanfaatan bahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahan alami sebagai bentuk self care dismenore dan hubungannya dengan intensitas nyeri pada mahasiswa kebidanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Instrument penelitian menggunakan kuesioner, dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan 93,8% responden mengalami dismenore, dengan intensitas nyeri 94,6% nyeri ringan. Self care menggunakan bahan alami yang dilakukan responden yaitu minuman kunyit (23,1%) dan minuman temulawak (11,5%), 34% responden menggunakan aroma therapy yang terdiri dari jeruk (13,2%), papermint (1,9%), minyak zaitun (13,2%), lemon (3,8%), bunga lavender (1,9%). Sedangkan self care lain yang dilakukan meliputi minum air hangat (19,2%). mengoleskan minyak kayu putih (19,2%), kompres hangat (11,5%), istirahat (11,5%), dan olah raga ringan (3,8%). Ada hubungan antara intensitas nyeri dengan self care dengan p value 0,001. Disarankan agar dilaksanakan edukasi terkait bahan-bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai self care dismenore. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor lain yang memengaruhi penggunaan bahan alami dalam masalah kesehatan reproduksi. Kata kunci: Dismenorea, Self Care, Bahan Alami.
PENGARUH LATIHAN PASSING GIVE AND GO TERHADAP ENINGKATAN KETERAMPILAN PASSING PEMAIN FUTSAL PERSIM MANGGARAI TENGAH FC Safrisius Jemeon; Soemardiawan; Ali Imran
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 7 No. 3 (Juli, 2026)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.vi.6607

Abstract

Passing is a fundamental skill in futsal because the game is played in a limited space and requires quick ball circulation, accuracy, and continuous movement. This study aimed to analyze the effect of give-and-go passing training on the improvement of passing skills among Persim Manggarai Tengah FC futsal players while considering the limitation of the pre-experimental design. This research employed a quantitative pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The participants were 16 active players selected using total sampling, and all participants followed the complete research procedure from pretest to posttest. The instrument used was a 30-second passing and controlling test. The treatment consisted of a structured give-and-go passing training program conducted for six weeks with three sessions per week and organized through warm-up, core drill, and cool-down activities. Data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test for difference scores, and paired sample t-test at a significance level of 0.05. The results showed that the mean pretest score was 18.313 and increased to 21.375 in the posttest, with a mean difference of 3.063 points. The paired sample t-test produced t(15) = -16.975 and p < 0.001, indicating a significant improvement after the treatment. These findings suggest that give-and-go passing training is associated with a significant improvement in passing skills, particularly in accuracy, coordination, and movement after passing, although causal interpretation should be made cautiously because the study did not involve a control group. Keywords: give-and-go training, passing skills, futsal, pre-experimental study, motor learning Latihan passing give and go merupakan bentuk latihan kombinasi yang menekankan kemampuan mengoper bola, bergerak tanpa bola, dan menerima umpan kembali secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan passing give and go terhadap peningkatan keterampilan passing pemain futsal Persim Manggarai Tengah FC dengan tetap memperhatikan keterbatasan desain pre-eksperimen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 16 pemain aktif yang dipilih menggunakan teknik total sampling dan seluruh pemain mengikuti rangkaian penelitian sampai posttest. Instrumen penelitian berupa tes passing dan controlling selama 30 detik. Perlakuan diberikan melalui program latihan passing give and go selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu yang disusun melalui tahap pemanasan, latihan inti, dan pendinginan. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk terhadap skor selisih, dan uji paired sample t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 18,313 meningkat menjadi 21,375 pada posttest, dengan selisih rata-rata 3,063 poin. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan t(15) = -16,975 dan p < 0,001, sehingga terdapat peningkatan yang signifikan setelah perlakuan. Dengan demikian, latihan passing give and go berasosiasi dengan peningkatan signifikan keterampilan passing pemain futsal, terutama pada aspek akurasi, koordinasi, dan kesiapan bergerak setelah melakukan passing; namun, interpretasi kausal perlu dilakukan secara hati-hati karena penelitian ini tidak menggunakan kelompok kontrol. Kata kunci: latihan give and go, keterampilan passing, futsal, pre-eksperimen, pembelajaran motorik
PENGARUH LATIHAN TARGET ZONA DRILL DAN SQUAT THRUST TERHADAP KETEPATAN SMASH ATLET PB GEMILANG MATARAM Dwi Badryyah Maharani; Lalu Sapta Wijaya Kusuma; Kurnia Taufik
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 7 No. 3 (Juli, 2026)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.vi.6610

Abstract

This study aimed to compare the effects of target zone drill and squat thrust training on badminton smash accuracy among PB Gemilang Mataram athletes. This revised version strengthens the methodological description, clarifies the intervention procedure, adds effect-size interpretation, and avoids overclaiming the superiority of one method because the between-group comparison was not statistically significant. The study employed a quantitative quasi-experimental method with a two-group pretest-posttest design. The population consisted of 50 PB Gemilang Mataram athletes, and the sample consisted of 12 male athletes aged 11-15 years selected using purposive sampling. Participants were allocated into two groups using a lottery procedure after the pretest, with six athletes in the target zone drill group and six athletes in the squat thrust group. The intervention was conducted for 18 sessions, with equal training duration, warm-up, core activity, and cooling-down structure in both groups. The instrument was a badminton smash accuracy test using predetermined target zones. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test, Levene’s homogeneity test, paired-sample t-test, and independent-sample t-test using SPSS 26 at a significance level of 0.05. The results showed that target zone drill significantly improved smash accuracy from 53.83 to 75.50 (t = 16.37; p < 0.001), while squat thrust also significantly improved smash accuracy from 48.50 to 66.83 (t = 10.62; p < 0.001). The gain-score comparison showed no significant difference between the two methods (t = 1.287; p = 0.181), with a small mean difference based on the SPSS output. These findings indicate that both methods are effective training alternatives for improving badminton smash accuracy; however, target zone drill can only be interpreted as descriptively higher, not statistically superior, in this sample. Keywords: target zone drill, squat thrust, smash accuracy, badminton Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh latihan target zona drill dan squat thrust terhadap ketepatan pukulan smash atlet bulutangkis PB Gemilang Mataram. Versi revisi ini memperkuat uraian metode, memperjelas prosedur perlakuan, menambahkan interpretasi ukuran efek, serta menghindari klaim keunggulan salah satu metode secara berlebihan karena hasil perbandingan antarkelompok tidak signifikan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain two-group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 50 atlet PB Gemilang Mataram, sedangkan sampel terdiri atas 12 atlet putra usia 11-15 tahun yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pembagian kelompok dilakukan dengan prosedur undian setelah pretest sehingga masing-masing kelompok terdiri atas enam atlet. Program latihan dilaksanakan selama 18 sesi dengan struktur durasi yang disetarakan, yaitu pemanasan, kegiatan inti, dan pendinginan pada kedua kelompok. Instrumen penelitian menggunakan tes ketepatan pukulan smash bulutangkis berbasis zona sasaran. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, paired-sample t-test, dan independent-sample t-test dengan bantuan SPSS 26 pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan target zona drill meningkatkan ketepatan pukulan smash dari 53,83 menjadi 75,50 (t = 16,37; p < 0,001), sedangkan latihan squat thrust meningkatkan ketepatan pukulan smash dari 48,50 menjadi 66,83 (t = 10,62; p < 0,001). Hasil uji perbandingan gain score menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode latihan (t = 1,287; p = 0,181). Dengan demikian, kedua metode dapat digunakan sebagai alternatif latihan untuk meningkatkan ketepatan pukulan smash; namun, target zona drill hanya dapat disebut memiliki peningkatan deskriptif lebih tinggi, bukan lebih unggul secara statistik pada sampel penelitian ini. Kata kunci: target zona drill, squat thrust, ketepatan smash, bulutangkis
ANALISIS TEKNIK DASAR SEPAK BOLA PADA TIM TARUNA JAYA FC USIA 10-17 TAHUN DI KECAMATAN WERA KABUPATEN BIMA Ahmad Dani; Soemardiawan; Ismail Marzuki; Nurdin
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 7 No. 3 (Juli, 2026)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.vi.6626

Abstract

This study aimed to describe the level of basic soccer skills among Taruna Jaya FC players aged 10–17 years in Wera District, Bima Regency, using a quantitative descriptive design. The sample consisted of 15 active players selected through total sampling. Data were collected using basic soccer skill tests covering passing, dribbling, shooting, and heading. The data were analyzed using frequencies, percentages, and additional coded-category descriptive statistics to clarify the tendency of each skill because individual raw scores were not available in the source manuscript. The results showed that passing was the most dominant skill: 5 players (33.33%) were in the very good category, 5 players (33.33%) in the good category, and 5 players (33.33%) in the fair category, with no players in the poor or very poor categories. Dribbling and shooting were the weakest skills because 9 players (60.00%) were categorized as poor or very poor in each skill. Heading was also not optimal, with 7 players (46.67%) categorized as poor or very poor. These findings should be interpreted cautiously because the study involved a small sample and a wide age range, which may reflect differences in maturation, training experience, and physical development. The results can be used as an initial evaluation for designing more targeted basic technique training, especially for dribbling, shooting, and gradual heading practice. Keywords: basic soccer skills, passing, dribbling, shooting, heading, football Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kemampuan teknik dasar sepak bola pemain Taruna Jaya FC usia 10–17 tahun di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima dengan menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 15 pemain aktif yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan teknik dasar sepak bola yang meliputi passing, dribbling, shooting, dan heading. Analisis data menggunakan frekuensi, persentase, serta statistik deskriptif tambahan berbasis indeks kategori terkode untuk memperjelas kecenderungan setiap teknik karena skor mentah individual tidak tersedia dalam naskah sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa passing merupakan teknik paling dominan, yaitu 5 pemain (33,33%) berada pada kategori sangat baik, 5 pemain (33,33%) kategori baik, dan 5 pemain (33,33%) kategori cukup, tanpa pemain pada kategori kurang dan sangat kurang. Dribbling dan shooting menjadi teknik paling lemah karena masing-masing memiliki 9 pemain (60,00%) pada kategori kurang dan sangat kurang. Heading juga belum optimal karena 7 pemain (46,67%) berada pada kategori kurang dan sangat kurang. Temuan ini perlu ditafsirkan secara hati-hati karena jumlah sampel kecil dan rentang usia cukup lebar, sehingga kemampuan pemain dapat dipengaruhi oleh perbedaan maturasi, pengalaman latihan, dan perkembangan fisik. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai evaluasi awal untuk menyusun latihan teknik dasar yang lebih terarah, khususnya pada dribbling, shooting, dan latihan heading bertahap. Kata kunci: teknik dasar sepak bola, passing, dribbling, shooting, heading, sepak bola
HUBUNGAN KEPERCAYAAN DIRI DAN KECEMASAN BERTANDING DENGAN MENTAL TOUGHNESS PEMAIN FUTSAL: STUDI ORELASIONAL PADA PEMAIN EKSTRAKURIKULER MA NW GONJONG Erna Fitriatun; Sri Erny Muliyani
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 7 No. 3 (Juli, 2026)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.vi.6645

Abstract

This study aimed to examine the relationship between self-confidence and competition anxiety with mental toughness among futsal extracurricular players of MA NW Gonjong, Kopang District, Central Lombok Regency. This research employed a quantitative cross-sectional correlational design involving all 20 futsal players selected through saturated sampling. Data were collected using Likert-scale questionnaires measuring self-confidence, competition anxiety, and mental toughness, and were analyzed using descriptive statistics, assumption testing, and multiple regression with SPSS. The simultaneous test showed that self-confidence and competition anxiety were significantly associated with mental toughness (F = 4.457; p = 0.028). Based on the reported F value, the regression model explained approximately 34.4% of the variance in mental toughness, so the previously stated figures of 58.2% and 44.5% should not be interpreted as effective contributions unless recalculated from the complete SPSS output. Partially, self-confidence (t = 1.947; p = 0.068) and competition anxiety (t = 0.367; p = 0.718) did not show significant individual relationships with mental toughness. These findings indicate that futsal players’ mental toughness is better understood as a combined psychological condition, while causal interpretation should be avoided due to the correlational design and the small sample size. Keywords: self-confidence, competition anxiety, mental toughness, futsal players, correlational study Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dan kecemasan bertanding dengan mental toughness pemain ekstrakurikuler futsal MA NW Gonjong, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional potong lintang yang melibatkan seluruh pemain futsal sebanyak 20 orang melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert untuk mengukur kepercayaan diri, kecemasan bertanding, dan mental toughness, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif, uji asumsi, dan regresi berganda berbantuan SPSS. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa kepercayaan diri dan kecemasan bertanding secara bersama-sama berhubungan signifikan dengan mental toughness (F = 4,457; p = 0,028). Berdasarkan nilai F yang dilaporkan, model regresi menjelaskan sekitar 34,4% variasi mental toughness, sehingga angka 58,2% dan 44,5% pada naskah awal tidak sebaiknya disebut sebagai sumbangan efektif sebelum dihitung ulang dari output SPSS yang lengkap. Secara parsial, kepercayaan diri (t = 1,947; p = 0,068) dan kecemasan bertanding (t = 0,367; p = 0,718) tidak menunjukkan hubungan individual yang signifikan dengan mental toughness. Temuan ini menunjukkan bahwa mental toughness pemain futsal lebih tepat dipahami sebagai kondisi psikologis yang terbentuk secara simultan, dengan tetap memperhatikan keterbatasan desain korelasional dan jumlah sampel yang kecil. Kata kunci: kepercayaan diri, kecemasan bertanding, mental toughness, pemain futsal, studi korelasional
DARI MINAT DAN MOTIVASI KE PRESTASI: STUDI KORELASIONAL SEPAK TAKRAW DI SMA NEGERI 1 MONTONG GADING Intan Kusuma Wardani
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 7 No. 3 (Juli, 2026)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.vi.6650

Abstract

This study aimed to determine students' interest and motivation in sepak takraw and to examine their relationship with perceived sepak takraw achievement at SMA Negeri 1 Montong Gading. The term achievement in this study refers to students' self-reported achievement orientation and perceived achievement scores measured through a validated questionnaire, not official competition records or objective skill-test results. The study used a quantitative descriptive-correlational survey with a cross-sectional design. The sample comprised 59 students from two classes selected through cluster sampling. Data were analyzed using descriptive statistics, residual normality testing, Pearson correlation, and multiple correlation using SPSS 29. The findings showed that students' interest was in the moderate category (63.15%), motivation was also in the moderate category (60.33%), whereas perceived achievement was in the low category (48.64%). Interest was positively and significantly related to perceived achievement (r = 0.416; p = 0.001), and motivation was also positively and significantly related to perceived achievement (r = 0.589; p < 0.001). Interest and motivation were jointly related to perceived achievement (R = 0.598; R² = 0.357; F = 15.564; p < 0.001). Because the design was correlational, the findings should be interpreted as associative rather than causal. Keywords: interest, motivation, achievement, sepak takraw, students Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat dan motivasi peserta didik terhadap sepak takraw serta menguji keterkaitannya dengan persepsi prestasi sepak takraw di SMA Negeri 1 Montong Gading. Istilah prestasi dalam penelitian ini dibatasi sebagai skor persepsi prestasi dan orientasi prestasi yang diukur melalui angket, bukan data prestasi faktual berupa hasil lomba atau tes keterampilan objektif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif-korelasional secara cross-sectional. Sampel berjumlah 59 peserta didik dari dua kelas yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat berada pada kategori sedang sebesar 63,15%, motivasi berada pada kategori sedang sebesar 60,33%, sedangkan persepsi prestasi berada pada kategori rendah sebesar 48,64%. Minat berhubungan positif dan signifikan dengan persepsi prestasi (r = 0,416; p = 0,001), sedangkan motivasi berhubungan positif dan signifikan dengan persepsi prestasi (r = 0,589; p < 0,001). Minat dan motivasi secara bersama-sama memiliki keterkaitan dengan persepsi prestasi (R = 0,598; R² = 0,357; F = 15,564; p < 0,001). Karena penelitian ini bersifat korelasional, temuan tidak ditafsirkan sebagai hubungan sebab-akibat. Kata kunci: minat, motivasi, prestasi, sepak takraw, peserta didik
MENGASAH FINISHING PEMAIN U-12: PERBANDINGAN SHOOTING AFTER DRIBBLING DAN SHOOTING AFTER PASSING TERHADAP AKURASI SHOOTING Lalu Syafta Agus Desmawan; Herman Syah; Johan Wahyudi
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 7 No. 3 (Juli, 2026)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.vi.6651

Abstract

Shooting accuracy is an essential component of football finishing, particularly for U-12 players who are still developing basic technical coordination, body balance, first touch, and decision-making. This study compared the effectiveness of shooting after dribbling and shooting after passing training on the shooting accuracy of U-12 football players at SSB Piramid Praya Timur. A quasi-experimental two-group pretest-posttest design was used. Forty active U-12 players were selected through purposive sampling and divided into two groups of 20 players. Both groups completed a structured four-week program consisting of 12 training sessions. Shooting accuracy was measured using a modified target shooting test from 16.5 meters. Data were analyzed using descriptive statistics, Shapiro-Wilk normality test, Levene homogeneity test, gain score comparison, and independent samples t-test at a 0.05 significance level. To strengthen the interpretation, the revised analysis emphasizes effect magnitude, practical relevance, and the limitation that random assignment and advanced control analysis such as ANCOVA require complete raw data. The shooting after dribbling group improved from 23.75 to 32.05, while the shooting after passing group improved from 24.65 to 33.25. The mean gain of the shooting after passing group was slightly higher (8.60) than the shooting after dribbling group (8.30). The data were normally distributed and homogeneous, and the group comparison indicated a significant difference (p < 0.001). These findings suggest that both training variations are useful for youth finishing practice, but shooting after passing provides a small practical advantage because it trains first touch, body orientation, timing, and shot direction after receiving a pass. Keywords: shooting after dribbling, shooting after passing, shooting accuracy, youth football, finishing Akurasi shooting merupakan komponen penting dalam penyelesaian akhir permainan sepak bola, khususnya pada pemain usia dini yang sedang berada pada tahap pengembangan koordinasi teknik dasar dan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas latihan shooting after dribbling dan shooting after passing terhadap akurasi shooting pemain sepak bola U-12 SSB Piramid Praya Timur. Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan desain two-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 40 pemain U-12 yang aktif berlatih, dipilih melalui purposive sampling, dan dibagi ke dalam dua kelompok latihan masing-masing 20 pemain. Kedua kelompok menjalani program latihan terstruktur selama empat minggu atau 12 kali pertemuan. Akurasi shooting diukur menggunakan tes tembakan ke gawang yang dimodifikasi dari jarak 16,5 meter. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, gain score, dan independent samples t-test pada taraf signifikansi 0,05. Revisi ini menambahkan penegasan novelty, rincian perlakuan latihan, batasan analisis statistik, dan interpretasi praktis agar hasil penelitian tidak hanya signifikan secara statistik, tetapi juga bermakna bagi pelatih SSB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok shooting after dribbling meningkat dari 23,75 menjadi 32,05, sedangkan kelompok shooting after passing meningkat dari 24,65 menjadi 33,25. Gain kelompok shooting after passing sedikit lebih tinggi (8,60) dibandingkan shooting after dribbling (8,30). Data berdistribusi normal, homogen, dan hasil uji t menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,001). Dengan demikian, kedua variasi latihan efektif meningkatkan akurasi shooting pemain usia dini, tetapi shooting after passing memiliki keunggulan kecil karena membantu pemain menyiapkan posisi tubuh, sentuhan pertama, timing, dan arah tembakan secara lebih baik. .Kata kunci: shooting after dribbling, shooting after passing, akurasi shooting, sepak bola usia dini, finishing
PENERAPAN TEACHING GAMES FOR UNDERSTANDING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TENDANGAN SABIT PENCAK SILAT PADA SISWA KELAS V SDN 13 AMPENAN Denda Isma Anggita; Mujriah; Jamaludin
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 7 No. 3 (Juli, 2026)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.vi.6654

Abstract

This classroom action research aimed to improve fifth-grade students' learning outcomes in the crescent kick technique of pencak silat through the Teaching Games for Understanding (TGfU) model at SDN 13 Ampenan. The research gap lies in the limited classroom-based evidence on the application of TGfU to martial arts learning, particularly the crescent kick technique in elementary school physical education. The study was conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection. The subjects were 26 fifth-grade students in the 2025/2026 academic year. Data were collected using a psychomotor performance rubric, a cognitive test, and an affective observation sheet. The success indicator was set at a minimum mastery criterion of 75 and at least 85% classical mastery. The results showed continuous improvement from the pre-cycle to Cycle II. In the pre-cycle, 7 students (26.9%) achieved mastery with a class mean of 72.80. In Cycle I, the mean increased to 78.46 with 18 students (69.2%) achieving mastery. In Cycle II, the mean increased to 83.55 and classical mastery reached 92.3% (24 students). The normalized gain based on the class mean was 0.40, indicating a moderate improvement. These findings indicate that TGfU can improve cognitive, affective, and psychomotor learning outcomes by situating technical execution within modified game contexts, tactical questioning, decision-making, and active participation. Practically, TGfU is recommended as an active and contextual strategy for teaching pencak silat in elementary physical education, although the findings remain limited to one classroom action research setting without a comparison group. Keywords: Teaching Games for Understanding, crescent kick, learning outcomes, classroom action research, pencak silat Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan hasil belajar teknik tendangan sabit pencak silat melalui model Teaching Games for Understanding (TGfU) pada siswa kelas V SDN 13 Ampenan. Kesenjangan penelitian terletak pada masih terbatasnya bukti penerapan TGfU pada pembelajaran beladiri, khususnya teknik tendangan sabit pencak silat di sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 26 siswa kelas V tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui rubrik penilaian psikomotor, tes kognitif, dan lembar observasi afektif. Indikator keberhasilan tindakan ditetapkan pada KKM 75 dengan ketuntasan klasikal minimal 85%. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan berkelanjutan dari pra siklus ke siklus II. Pada pra siklus, 7 siswa (26,9%) mencapai KKM dengan nilai rata-rata 72,80. Pada siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 78,46 dengan 18 siswa (69,2%) tuntas. Pada siklus II, nilai rata-rata meningkat menjadi 83,55 dan ketuntasan klasikal mencapai 92,3% atau 24 siswa. Nilai N-Gain berdasarkan rata-rata kelas sebesar 0,40 dan berada pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa TGfU dapat meningkatkan hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor karena teknik tendangan sabit dipelajari melalui permainan modifikasi, pertanyaan taktis, pengambilan keputusan, dan partisipasi aktif. Secara praktis, TGfU dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran pencak silat yang aktif dan kontekstual, tetapi hasil penelitian ini masih terbatas pada satu kelas tanpa kelompok pembanding. Kata kunci: Teaching Games for Understanding, tendangan sabit, hasil belajar, penelitian tindakan kelas, pencak silat