cover
Contact Name
Wilarso
Contact Email
wilarso@sttmcileungsi.ac.id
Phone
+628119202134
Journal Mail Official
wilarso@sttmcileungsi.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Jl. Anggrek No.25, Perum. PTSC, Kec. Cileungsi, Kab. Bogor, Jawa Barat 16820
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
ISSN : 27223469     EISSN : 27224740     DOI : https://doi.org/10.37373/jenius.v1i2
Logistik dan Manajemen Rantai Pasokan, Desain Produk dan Produk Ramah Lingkungan, Sistem Produksi, Sistem Industri Produktivitas, Rekayasa Kualitas, Lean Manufacturing, Ergonomi, Rekayasa Faktor Manusia, Manajemen Evaluasi Kinerja, Analisis Keputusan, Manajemen Proyek, Keandalan, Optimalisasi Proses, Pemodelan Sistem, Sistem dan Manajemen Maintenance, Rekayasa Fasilitas Layout, Riset Operasi.
Articles 115 Documents
Pengembangan produk resleting dengan metode quality function development Jeni Carles; Miftahul, Miftahul Imtihan
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 5 No 1 (2024): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v5i1.723

Abstract

Proses mempertahankan unit produksi agar customer lebih memilih produk yang dimiliki, maka perlu dilakukan tahapan proses yang diawali dari keinginan customer. Produk resleting adalah hasil penerapan, perancangan oleh industri tekstil yang dipergunakan pada perlengkapan baju, jaket, tas, celana, dan lain sebagainya. Tingginya kebutuhan resleting pada tingkat pengguna, diperlukan proses pengembangan produk agar mampu bertahan. Permasalahannya adalah keinginan pasar yang kompetitif, inovasi produk yang dinamis, dan isu lingkungan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals - SDGs). Tujuannya adalah pengembangan produk resleting yang berkelanjutan dengan memperhatikan keinginan customer dan isu lingkungan berkelanjutan. Metode yang digunakan terkait permasalahan yang ada adalah Quality Function Deployment, karena metode ini sebagai salah satu alat bagi pengembangan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan produk resleting yang diterapkan perlu memperhatikan keinginan customer, hal ini terkait technical respons yang mengacu nilai koefisien relative important (D.1=13%, D.2=21%, D.3=32%, D.4=34%). Disimpulkan bahwa inovasi pengembangan produk pada spesifikasi resleting menjadi 5ZP+, komponen produk semua recycle material jenis PET kecuali pada komponen slider berbahan zinc alloy
Analisis keselamatan dan kesehatan kerja pada PT Avia Cahya Raya menggunakan hazard identification risk assessment and control Ardana Sultan Alhaq; Syifa Nur Afiya
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 5 No 1 (2024): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v5i1.749

Abstract

Aktifitas yang di dalamnya terdapat campur tangan mesin, lingkungan, manusia dan melalui peroses tahapan memilliki potensi bahaya. Tempat penelitian dilakukan di PT Avia Cahya Raya yang melakukan aktivitas produksi pada bidang aksesoris dan suku cadang kendaraan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui/identifikasi bahaya yang ada di perusahaan, menilai resiko yang di sebabkan dari bahaya yang muncul serta melakukan pengendalian terhadap bahaya apa saja yang ada di perusahaan menggunakan metode HIRAC di bagian produksi. HIRAC merupakan singkatan dari Hazard Identification Risk Assessment and Control yang artinya kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki system keselamatan dan kesehatan kerja dengan melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko dan menentukan saran perbaikan. Hasil penelitian yang telah dilakukan pada bagian produksi suku cadang dan aksesoris motor di PT Avia Cahya Raya dimulai dari Identifikasi bahaya : tidak menggunakan alat pelindung diri, pengerjaan tidak sesuai standar operasional, posisi kerja, kebisingan area kerja, peletakan barang yang kurang rapih, sirkulasi udara, pencahayaan, kebocoran listrik, dan area kerja yang licin, kemudian Penilaian risiko : terdapat 3 penilaian risiko rendah, 7 penilaian risiko tinggi, dan 6 risiko penilaian risiko tinggi, kemudian melakukan pengendalian dengan menggunakan alat pelindung diri, eliminasi, dan administrasi.
Analisis produktivitas stasiun kerja endyoke menggunakan metode overall equipment effectiveness Andhyna, Dimas Daffa Putra; Wahyudin; Jauhari Arifin
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 5 No 1 (2024): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v5i1.751

Abstract

PT Hino Motors Manufacturing Indonesia adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur perakitan truk dan bis, perakitan komponen dan ekspor suku cadang. Departemen machining propeller shaft PT HMMI yang memproduksi produk endyoke mengharapkan agar mesin yang beroperasi dapat menghasilkan produk sesuai dengan target produksi yang diinginkan. Dalam penelitian yang dilakukan ini, mengidentifikasi efektivitas mesin menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). OEE adalah metode yang digunakan untuk melakukan pengukuran performansi suatu mesin atau peralatan agar menjaga mesin atau peralatan tersebut dalam kondisi yang baik. Dengan semakin tinggi nilai OEE maka kualitasnya akan tetap terjaga dan biaya produksi akan lebih rendah. Metode ini menghitung nilai availability, performance efficiency, dan quality rate sebagai indikator tetapi tidak menghitung biaya operasi. Berdasarkan analisis pada line machining propeller shaft PT HMMI dengan metode OEE, nilai OEE sebesar 88,11% sudah memenuhi standar JIPM sebesar 85%, kerena downtime mesin yang neyebabkan mesin tidak bekerja produktif, dan waktu terbuang membuat perusahaan menginginkan nlai yang bisa dimaksimalkan lagi dalam produksi.
Pengkuruan kualitas pelayanan dengan customer satisfaction index dan servqual pada Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Bhinneka PGRI Suseno, Pangki; Yeni Roha Mahariani
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 5 No 1 (2024): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v5i1.781

Abstract

Seiring perkembangan waktu kebutuhan masyarakat akan pendidikan akan semakin meningkat karena tuntutan dunia kerja terutama di tingkat perguruan tinggi. Sehingga, tingkat dan kualitas pendidikan merupakan prasyarat yang jelas. Universitas Bhinneka PGRI merupakan perguruan tinggi swasta yang berlokasi di Tulungagung yang memiliki lima program studi keteknikan. Dimana Universitas Bhinneka PGRI merupakan instasi penyedia jasa yang secara umum berfungsi menyelenggarakan pendidikan, yang memiliki suatu keinginan untuk selalu berkembang maju sehingga perlu dilakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan secara terus menerus yang bertujuan untuk memenuhi dan meningkatkan kepuasan mahasiswa. Tujuan penelitian untuk mengukur tingkat kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan yang diberikan serta gap antara harapan dan layanan yang diterima oleh pelanggan sehingga kualitas tersebut dapat ditingkatkan. Metode customer satisfaction index adalah alat yang digunakan untuk menilai tingkat keinginan yang diharapkan pelanggan dan servqual merupakan alat yang digunakan untuk memperkirakan kepuasan pelanggan. Hasil dari pengukuran customer satisfaction index di dapatkan nilai sebesar 76,73 yang masuk dalam kategori cause for concern, berarti pelayanan yang diberikan kepada pelanggan saat ini dapat menimbulkan kekhawatiran, dimana pelayanan tersebut perlu dilakukan perbaikan secara berkala dan terus menerus. Dimana prioritas untuk perbaikan berdasarkan analisis servqual di tiap dimensi kualitas antara lain kelayakan alat pendingin di ruang kelas, kesesuaian jam buka tutup layanan akademik yang diberikan, pelayanan petugas saat melakukan perbaikan peralatan yang bermasalah atau rusak, kesesuaian tugas yang diberikan dosen dengan materi yang disampaikan dan tersedianya beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi.
Analisis perbaikan harga jual menggunakan metode activity based costing (Studi kasus: UKM Kopi Bubuk Gunpas) Windi, Windi Yardiani; Yusnawati; Muhammad Zeki
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 5 No 1 (2024): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v5i1.854

Abstract

UKM kopi bubuk gunpas merupakan sebuah usaha yang bergerak dalam pengolahan kopi bubuk di desa Panti tepatnya di Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. UKM kopi bubuk gunpas memproduksi kopi bubuk jenis premium, GP 1 dan GP 2. Perusahaan ini memiliki masalah dalam penentuan harga pokok produksi yang masih menggunakan metode tradisional dianggap kurang tepat karena ada beberapa biaya yang tidak dihitung seperti biaya penyusutan (depresiasi) dan biaya setiap aktivitas yang dilakukan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi biaya aktivitas produksi menggunakan metode activity-based costing dan untuk menghitung harga pokok produksi menggunakan metode activity-based costing. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Activity Based Costing. Hasil penelitian yang diperoleh aktivitas produksi dikelompokkan menjadi kegiatan primer dan kegiatan sekunder. Biaya kegiatan primer adalah Rp. 469.055.429 dan kegiatan sekunder Rp. 41.680.000. Hasil perhitungan dari metode Activity Based Costing harga pokok produksi premium Rp. 51.278, GP 1 Rp. 37.797, GP 2 Rp. 38.097. Pendapatan yang didapatkan UKM kopi bubuk gunpas dengan menggunakan metode Activity Based Costing adalah 640.845.246/bulan
Analisis postur kerja pada anak disaat mengoperasikan smartphone menggunakan metode RULA Kurnia, Fikrihadi
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 5 No 1 (2024): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v5i1.861

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSD) merupakan keluhan kesehatan yang membutuhkan tindakan dan solusi perbaikan yang berkelanjutan. Munculnya MSD disebabkan oleh postur yang buruk selama melakukan kegiatan kerja. Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap postur kerja khususnya pada anak selama mengoperasikan smartphone. Kurangnya control diri pada anak menjadikan adiksi selama mengoperasikan smartphone, berpotensi pada postur kerja yang buruk, dan dilakukan berulang kali. Metode yang digunakan adalah RULA (Rapid Upper Limb Assessment). Postur yang dilibatkan dalam analisis adalah berdiri, duduk, dan berbaring. Hasil menunjukkan bahwa postur berdiri dan berbaring memperoleh total skor tertinggi yaitu 5, sementara postur duduk dengan skor 4. Hasil ini menunjukkan bahwa dibutuhkan investigasi tindak lanjut dan urgensi perubahan postur yang harus dilakukan segera. Ini menunjukkan bahwa, postur berdiri dan berbaring memiliki potensi yang buruk pada kesehatan pengguna jika tidak dilakukan perbaikan postur kerja sesegera mungkin. Dalam hal ini, disarankan untuk mengoperasikan smartphone dalam jangka waktu yang pendek/singkat pada postur berdiri dan berbaring. Kontrol dan penyesuaian dibutuhkan dengan adanya istirahat dan relaksasi sejenak selama mengoperasikan smartphone, sehingga dapat menghindari tekanan pada area tubuh tertentu.
Perancangan alat bantu dorong lori untuk mengurangi kelelahan karyawan di stasiun capstant pabrik kelapa sawit Hasibuan, Yetti Meuthia; Zaharuddin; Sitorus, Andri
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 5 No 1 (2024): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v5i1.865

Abstract

PT Mitra Agung Sawita sejati merupakan perusahaan yang bergerak di sektor industri kelapa sawit dan roduk yang dihasilkan adalah minyak kelapa sawit (CPO). Proses produksi terdiri dari beberapa station dimulai dari loading ramp, sterilizer, capstan, threshing, pressing, klarifikasi, dan ricovery. Di stasiun capstant terdapat operator yang merasakan keluhan berupa sakit di bagian pergelangan tangan, lengan atas dan bawah, dan bagian paha, kegiatan yang dikerjakan operator yaitu menarik seling dari station loading ramp ke station capstant sejauh 40 Meter dengan berat seling berkisar 15 kg dengan menyebabkan operator mengalami rasa sakit terbesar yaitu, sakit di bagian pergelangan tangan dan lengan dengan skor kuisioner nordic body map (3). Penelitian memiliki tujuan untuk merekomendasi perbaikan sistem kerja pengembalian lori kosong dari station capstan ke loading ramp. Usulan fasilitas kerja berupa alat bantu dorong lori yang memiliki panjang 2 meter, lebar 0,8 meter, tinggi 1 meter, daya 4,9 kWh, tenaga atau torsi 441 newton meter, serta kecepatan 0,66 m/s sehingga dapat meringankan pekerja dan membantu memperbaiki postur kerja, sehingga mampu meminimalisasi resiko cidera
Perancangan alat bantu untuk uji disolusi di laboratorium: studi kasus di sebuah industri farmasi Maharani, Ega Dwita; Ningtyas, Desinta Rahayu
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 5 No 1 (2024): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v5i1.873

Abstract

Pekerjaan di Laboratorium adalah kegiatan yang melibatkan aktivitas mental dan fisik yang dilakukan oleh analis laboratorium. Begitu pula laboratorium yang dimiliki oleh salah satu industri farmasi di Kabupaten Tangerang. Kegiatan laboratorium pada Industri Farmasi salah satunya adalah Uji Disolusi. Kegiatan Uji Disolusi khususnya pada pembuatan medium disolusi melibatkan kegiatan angkat angkut yang dapat memungkinkan terjadinya cedera musculeskeletal, untuk menghindari cedera muculeskeletal perlu dilakukan perbaikan pada stasiun kerja. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah melakukan perancangan alat bantu untuk pembuatan medium disolusi. Penelitian ini menggunakan metode House of Quality khususnya untuk pengembangan produk. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara serta penyebaran kuesioner untuk mengetahui keinginan pelanggan kepada analis laboratorium. Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui bahwa spesifikasi teknis untuk pembuatan alat bantu pada pembuatan medium disolusi yaitu terbuat dari bahan alumunium, menggunakan roda polyurethane, menggunakan 2 roda hidup dan 2 roda rem, pegangan dapat dilipat, dimensi alas 85 cm x 45 cm x 6,5 cm, dilengkapi dengan sistem hidrolik listrik, tinggi maksimum meja yaitu 90 cm dan terdapat alas dan sekat setinggi 3,5 cm pada setiap sisi. Alat hasil perancangan disimulasikan menggunakan software Catia. Berdasarkan hasil simulasi terdapat penurunan nilai Lifting Index dan nilai Rapid Entire Body Assessment (REBA) pada kegiatan Uji Disolusi. Nilai ini menunjukkan bahwa postur kerja pada pembuatan medium disolusi setelah adanya alat bantu tidak berpotensi menimbulkan cedera musculoskeletal
Determination of closest facility tsunami evacuation building using GIS Heuristic Method: A Case Study of Meuraxa District, Banda Aceh City Liperda, Rahmad Inca; Barandika; Syahza, Bayzura; Putri Dewi, Bella; Alif Furqan, Muhammad; Rachmawati, Nur Layli
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 5 No 1 (2024): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v5i1.909

Abstract

Indonesia, characterized by its susceptibility to natural calamities such as seismic activities, tsunamis, inundations, and volcanic eruptions, experienced a significant event on December 26, 2004, when a seismic event measuring 9.1 in magnitude occurred off the northern Sumatran coast, precipitating a tsunami with particularly severe repercussions in the Aceh province. The absence of preemptive measures exacerbated the catastrophe, leading to a substantial loss of lives. Subsequent to this incident, the implementation of Tsunami Evacuation Buildings (TEB) has been underway as a preventive measure against potential tsunami disasters. The construction process involves utilizing Geographic Information System (GIS) technology for mapping during evacuations. The escalating population has rendered the existing TEB facilities insufficient for evacuation purposes, necessitating the construction of additional TEB structures. The determination of TEB locations involves a location-allocation analysis, with subsequent assessment of the nearest routes conducted through closest facility analysis. Research findings indicate that the incorporation of three new TEBs has proven effective in facilitating timely evacuation during tsunamis, accommodating a population of 6,528 within a maximum duration of 22 minutes, with a maximum capacity of 11,808. However, it is noteworthy that the efficacy of these facilities is contingent upon factors such as the condition of the building's ground floor in the event of a tsunami-induced flooding, which may influence the overall capacity
Analisis pengendalian kualitas pada proses produksi benang plastik di PT. XYZ dengan metode seven tools Farica Raisa Vania; Mega Cattleya P. A. Islami
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 5 No 1 (2024): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v5i1.960

Abstract

Salah satu usaha tersebut adalah PT. XYZ yang bergerak di bidang manufaktur. Produk yang paling banyak diproduksi adalah polypropylene woven bag (karung plastik). Proses extruder adalah salah satu dari banyak langkah dalam produksinya, hal ini memerlukan peleburan biji plastik menjadi lembaran film, yang kemudian dipotong menjadi untaian benang plastik. Perusahaan cukup memperhatikan mengenai kualitas benang plastik dalam prosedur extruder ini. Alasannya sederhana, kualitas karung akan menurun jika benangnya cacat. Ada tiga masalah dalam prosedur ini yang perlu diperbaiki, yaitu benang mudah putus, gulungan benang tidak rapi, dan lebar benang terlalu lebar. Oleh karena itu, menurunkan nilai avval memerlukan pengendalian kualitas. Peta kendali P dan fishbone diagram adalah titik fokus dari metode seven tools. Secara umum tidak semua data terkendali sehingga memerlukan perbaikan yang cepat, sesuai dengan diagram kendali P yang telah diolah. Dari hasil pengolahan diperoleh hasil cacat terbanyak yaitu 5143 winder benang mudah putus dengan persentase 55.87%. Dari hasil fishbone diagram terdapat 5 faktor penyebab cacat produk. Faktor utama penyebab cacat produk menurut fishbone diagram adalah faktor yang berhubungan dengan mesin, akibat suhu oven yang terlalu tinggi, parameter pengaturan mesin yang tidak tepat, dan mata pisau pemotong yang tumpul. Sehingga, mengakibatkan hasil produk benang plastik tidak sempurna

Page 7 of 12 | Total Record : 115