cover
Contact Name
Fanni Zulaiha
Contact Email
fanni.zulaiha@gmail.com
Phone
+6285295611291
Journal Mail Official
fanni-zulaiha@unucirebon.ac.id
Editorial Address
Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS)
ISSN : 26227789     EISSN : 2622822X     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) or called "Journal of Physics and Science Education" (in english) is a journal that focuses on research on physics education, other science education (chemistry, biology, and Natural Science), and science (theory and application of physics, chemistry, and biology). JPFS has been registered with LIPI with [p-ISSN 2622-7789 | e-ISSN 2622-822X]. JPFS publishes a scientific paper on the results of the study and review of the literature in the sphere of natural science education in primary education, secondary education and higher education. Additionally, this journal also covers the issues of environmental education & environmental science. This journal is published twice a year in March and September while the first issue is in September 2018.
Articles 99 Documents
Analisis Kemampuan Mahasiswa PGSD dalam Menyusun Modul Ajar IPA SD Berbasis STEM Iqbal, Nur Habib Muhammad; Zulaiha, Fanni; Suminar, Iin; Amarulloh, Reza Ruhbani; Fratiwi, Nuzulira Janeusse; Irvani, Asep Irvan
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) Vol 8 No 2 (2025): September
Publisher : Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/jpfs.v8i2.1845

Abstract

Kemampuan menyusun modul ajar merupakan kompetensi penting bagi mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebagai calon guru, khususnya dalam konteks pembelajaran IPA SD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan mahasiswa PGSD dalam menyusun modul ajar IPA SD berbasis STEM ditinjau dari keterpenuhan indikator penyusunan modul ajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek sebanyak 55 mahasiswa PGSD yang menempuh mata kuliah Pendidikan IPA SD. Data dikumpulkan melalui penilaian dokumen modul ajar menggunakan rubrik yang terdiri atas sepuluh indikator, meliputi identitas modul ajar, perumusan tujuan pembelajaran, pemilihan materi, sumber dan media pembelajaran, perancangan kegiatan pembelajaran, integrasi STEM, serta penilaian. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam menyusun modul ajar IPA SD berbasis STEM berada pada kategori sedang hingga cukup baik. Indikator materi pembelajaran dan identitas modul ajar memiliki capaian tertinggi, sedangkan indikator integrasi STEM dan perumusan tujuan pembelajaran menunjukkan capaian yang relatif lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa telah mampu memenuhi aspek struktural modul ajar, namun masih memerlukan penguatan pada aspek keterpaduan konseptual dan pedagogik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan refleksi pembelajaran pada mata kuliah Pendidikan IPA SD untuk perbaikan dan penguatan pembelajaran pada periode berikutnya.
Tantangan Guru Fisika Dalam Menyiapkan Perencanaan Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak Kabupaten Takalar Agustin, Wanda; Suhardiman; Suban, Alwan
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) Vol 8 No 2 (2025): September
Publisher : Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/jpfs.v8i2.1905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan yang dihadapi guru fisika dalam menyiapkan perencanaan pembelajaran mendalam pada Kurikulum Merdeka di sekolah penggerak Kabupaten Takalar, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru fisika menghadapi beberapa tantangan dalam menyusun perencanaan pembelajaran mendalam, di antaranya kesulitan memahami konsep pembelajaran mendalam, keterbatasan waktu dan fasilitas, perbedaan kemampuan siswa, serta kendala dalam menyusun asesmen dan mengintegrasikan delapan dimensi profil lulusan. Tantangan tersebut memengaruhi efektivitas perencanaan pembelajaran sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka. Untuk mengatasi tantangan tersebut, guru fisika melakukan berbagai upaya, seperti meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, memanfaatkan teknologi pembelajaran seperti simulasi virtual, melakukan pendampingan kepada siswa, berkolaborasi dengan rekan guru, serta mencari referensi pembelajaran melalui teknologi.
Penggunaan Media Hologram 3D Materi Pemanasan Global Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X Andriani, Fitri; Hidayat, Muhammad Yusuf; Rosdiana
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) Vol 8 No 2 (2025): September
Publisher : Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/jpfs.v8i2.1908

Abstract

Rendahnya hasil belajar peserta didik pada materi pemanasan global menunjukkan perlunya inovasi media pembelajaran yang lebih menarik dan efektif. Tujuan penelitian adalah untuk (1) Untuk mendeskripsikan hasil belajar fisika sebelum diajar menggunakan media visual hologram 3D materi pemanasan global di kelas X.8 SMAN 8 Gowa.; (2) Untuk mendeskripsikan hasil belajar fisika setelah diajar menggunakan media visual hologram 3D materi pemanasan global di kelas X.8 SMAN 8 Gowa; (3) Untuk  mendeskripsikan hasil belajar fisika sebelum dan setelah diajar menggunakan media visual hologram 3D materi pemanasan global di kelas X.8 SMAN 8 Gowa.. Metode penelitian ini kuantitatif. Hasil penelitian pada hasil belajar peserta didik kelas X.8 sebelum diajar menggunakan media hologram 3D memperoleh rata-rata sebesar 68,62  berada dalam kategori sedang. Hasil belajar peserta didik setelah diajar menggunakan media hologram 3D rata-rata sebesar 74,25 berada dalam kategori tinggi. Terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara sebelum dan sesudah penggunaan media hologram 3D.
Efektivitas Pembelajaran Joyful Learning Berbantuan Website Wizer.me Terhadap Hasil Belajar Pada Materi Usaha dan Energi Wahyuna, Sri; Hidayat, Muhammad Yusuf; Ismail, Wahyuni
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) Vol 8 No 2 (2025): September
Publisher : Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/jpfs.v8i2.1951

Abstract

Salah satu penyebab yang utama dari tingkat pencapaian akademik siswa masih tergolong tidak optimal dan proses pembelajaran yang kurang baik. Selain itu, penggunaan media pembelajaran tidak digunakan secara efektif. Hal ini membuat tingkat keaktifan siswa dalam proses pembelajaran masih dalam kategori rendah. Tujuan penelitian adalah untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar peserta didik yang diajar dan tanpa diajar menggunakan pembelajaran Joyful Learning berbantuan website Wize.me di kelas XI MIPA SMAN 8 Gowa; (2) mendeskripsikan hasil belajar peserta didik yang diajar dan tanpa diajar menggunakan pembelajaran langsung di kelas XI MIPA SMAN 8 Gowa; (3) menganalisis perbedaan antara gambaran hasil belajar antara peserta didik yang diajar menggunakan efektivitas pembelajaran Joyful Learning berbantuan website Wizer.me dan peserta didik yang diajar menggunakan pembelajaran langsung di kelas XI MIPA SMAN 8 Gowa. Metode penelitian ini kuantitatif. Hasil penelitian di kelas eksperimen yang diajar menggunakan pembelajaran Joyful Learning berbantuan website Wizer.me memperoleh rata-rata sebesar 87,59 berada dalam kategori tinggi. Hasil belajar peserta didik di kelas kontrol yang diajar menggunakan pembelajaran langsung memperoleh rata-rata sebesar 68,85 dalam kategori sedang. Terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, dimana pembelajaran Joyful Learning berbantuan website Wizer.me terbukti lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Bricket sebagai Pembelajaran Berbasis Proyek Untuk Melatihkan Kemampuan Berpikir Kreatif dengan Unjuk Kerja Pada Mata Kuliah Laboratorium Pembelajaran Berbasis Alam Sekitar Zakiya, Hanifah; Falamy, Ryna Aulia; Riyanda, Afif Rahman; Herlina, Kartini
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) Vol 9 No 01 (2026): Maret
Publisher : Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/jpfs.v9i01.1813

Abstract

Keterampilan berpikir kreatif sebagai kompetensi abad ke-21 memerlukan media pembelajaran kontekstual. Penelitian ini menjawab kesenjangan antara implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek  dan penilaian kreativitas yang masih jarang mengintegrasikan validasi produk secara empiris. Tujuan penelitian adalah menguji efektivitas model Pembelajaran Berbasis Proyek berbasis alam sekitar melalui proyek biobriket untuk melatihkan berpikir kreatif melaui unjuk kerja. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif pada mata kuliah Laboratorium Pembelajaran Berbasis Alam Sekitar, dengan data dikumpulkan melalui observasi, analisis dokumen, dan wawancara, yang dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) setiap sintaks Pembelajaran Berbasis Proyek   dapat memfasilitasi indikator kreativitas berbeda, melalui identifikasi masalah yang memicu orisinalitas dan kelancaran ide; (2) validasi kinerja biobriket (uji kadar air, abu, kepadatan) berperan sebagai pemicu yang mengubah kreativitas menjadi inovasi saintifik melalui siklus yang berulang evaluasi-revisi; (3) keefektifan model ditentukan oleh keautentikan konteks  dan pendampingan selama proses pembuatan untuk menjembatani kesesuaian ide dan proses hingga dapat biobriket yang ideal. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi validasi empiris ke dalam inti pembelajaran berbasis proyek tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga membangun tanggung jawab ilmiah mahasiswa, sehingga berkontribusi pada pengembangan model pembelajaran sains yang relevan dan transformatif.
Pengaruh Model Pembelajaran PBL Berbasis Pendekatan Berdiferensiasi Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Materi Usaha dan Energi Wardani. R, Suci; Ikbal, Muh. Syihab; Dani, Ali Umar
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) Vol 9 No 01 (2026): Maret
Publisher : Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/jpfs.v9i01.1963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan capaian hasil belajar fisika peserta didik yang dibelajarkan melalui model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan berdiferensiasi, menggambarkan hasil belajar peserta didik yang mengikuti pembelajaran konvensional, serta mengkaji perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok pada materi usaha dan energi di kelas XI SMAN 14 Makassar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan Matching Only Posttest-Only Control Group Design. Kelas XI.1 ditetapkan sebagai kelompok eksperimen, sedangkan kelas XI.3 berperan sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda sebanyak 25 soal yang telah melalui proses validasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yang meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen mencapai 78,22 dengan kategori tinggi, sementara kelas kontrol memperoleh rata-rata 72,74 dengan kategori sedang. Pengujian hipotesis menggunakan independent sample t-test menghasilkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,039 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar fisika antara peserta didik yang belajar menggunakan model PBL berbasis pendekatan berdiferensiasi dan peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran konvensional.
Analisis Peningkatan Hasil Belajar Fisika Melalui Jigsaw Kolaborasi Teams Games Tournament Nikmat; L, Muh Said; Jusman
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) Vol 9 No 01 (2026): Maret
Publisher : Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/jpfs.v9i01.1979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar fisika siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw kolaborasi Teams Games Tournament (TGT). Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar fisika siswa yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru serta kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain one group pretest–posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMAN 13 Jeneponto. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar berupa pretest dan posttest. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji N-Gain untuk mengetahui tingkat peningkatan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar fisika siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw kolaborasi TGT dengan nilai N-Gain berada pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw kolaborasi TGT efektif dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa. Dengan demikian, model pembelajaran ini dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran fisika di SMA.
Artificial Intelligence–Assisted Science Learning in Elementary Education: A Systematic Literature Review on Pedagogical Models, Learning Outcomes, and Ethical Issues Septian, Damar
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) Vol 9 No 01 (2026): Maret
Publisher : Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/jpfs.v9i01.2003

Abstract

This systematic literature review examines the integration of Artificial Intelligence (AI) in elementary science education, focusing on pedagogical models, learning outcomes, and ethical considerations. Following the PRISMA 2020 framework, a comprehensive search of the Scopus database identified 637 initial records. After applying inclusion criteria (peer-reviewed empirical studies, elementary education context, AI-assisted science learning, published 2019–2025), 28 articles were selected for final analysis. Findings reveal three primary pedagogical approaches: inquiry-based learning with AI scaffolding, project-based learning enhanced by generative AI, and game-based learning for AI concept introduction. Documented learning outcomes include improved scientific literacy (N-gain scores up to 0.73), enhanced computational thinking skills, positive attitudes toward science, and development of science process skills. However, ethical concerns regarding algorithmic bias, data privacy, over-reliance on AI, and equitable access remain insufficiently addressed in current literature. This review synthesizes current evidence to propose a framework for responsible AI integration in elementary science education, identifying significant research gaps and providing recommendations for pedagogy, policy, and future research.
Examining Students’ Ability to Identify Cognitive Learning Theories through the Case Analysis Game with Rotation (CAGeR) Fratiwi, Nuzulira Janeusse; Liliawati, Winny; Iqbal, Nur Habib Muhammad; Zulaiha, Fanni
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) Vol 9 No 01 (2026): Maret
Publisher : Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/jpfs.v9i01.2020

Abstract

Understanding learning theories is essential for prospective teachers, yet students often experience difficulties identifying theoretical perspectives within authentic instructional situations. This study aims to examine students’ ability to identify cognitive learning theories through a case-based game activity involving rotating case analysis. The study employed a descriptive qualitative design. The participants were sixteen undergraduate students in a physics education program who worked collaboratively in four groups. Students analysed four instructional cases representing different cognitive learning theories and provided written explanations for their answers. The results show that all groups correctly identified the theory represented in the misconception case. Most groups also successfully recognized the discovery learning situation. However, only half of the groups correctly identified the theories related to instructional organization and problem solving. These findings suggest that students are more familiar with learning situations involving conceptual conflict and discovery learning than with those related to instructional structure and hierarchical learning processes. The activity provided opportunities for students to interpret teaching situations and connect theoretical concepts with classroom practices.

Page 10 of 10 | Total Record : 99