cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
Strategi Pengembangan Postur TNI-AD Dihadapkan pada Pengembangan Daerah Otonomi Baru di Papua Philip Jeremia Sinaga; Agung Risdhianto; Hikmat Zakky Almubaroq
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.5220

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengembangan daerah otonomi di Papua yang perlu diimbangi juga dengan pengembangan postur TNI-AD yang ditunjukkan melalui keterpaduan kekuatan, kemampuan, dan gelar kekuatan TNI, yang diharapkan mampu menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 dan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa strategi yang seharusnya diambil berdasarkan kondisi postur TNI-AD saat ini. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian deskriptif analitis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) strategi pengembangan postur TNI-AD dalam pengembangan daerah otonomi baru di Papua harus memiliki perencanaan yang spesifik, dapat diukur, dapat tercapai, realistis, dan memiliki batas waktu, (2) strategi pengembangan postur TNI-AD juga harus diimbangi dengan pengorganisasian yang baik mulai dari penerjemahan ancaman, hingga penempatan sumber daya yang ada. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa diperlukan pembangunan fisik dan non fisik yang melibatkan pemerintahan daerah hingga lembaga adat melalui Kodam yang ada saat ini. Kata Kunci: Strategi, Postur TNI-AD, Daerah Otonomi Baru Papua Abstract This research is fostered by the development of the autonomous region in Papua which also needs to be balanced with the development of the Indonesian National Armed Forces Army (TNI-AD) posture which is demonstrated through the integration of strength, capabilities, and the capacity of strength of the TNI, which is expected to be able to carry out the mandate of Law Number 3 of 2002 and Law Number 34 2004. This study aims to analyze the strategy that should be taken based on the current condition of the TNI-AD posture. This research was conducted using qualitative methods with a descriptive analytical research design. The results of this study indicate that: (1) the strategy for developing the posture of the TNI-AD in the prospect of the new autonomous region in Papua must hold a specific, measurable, achievable, realistic, and time-limited plan, (2) the strategy for developing the posture of the TNI-AD must also be balanced with good organization starting from the translation of threats, to the deployment of resources. This research concludes that physical and non-physical development is needed and it should involve local government in the upper level to customary institutions through the existing regional military command. Keywords: Strategy, National Armed Forces Army (TNI-AD) posture, New Autonomous Region of Papua
Japanese Diplomatic Strategy in Using Traditional Culinary as An Instrument of Cultural Diplomacy in Indonesia Umul Khasanah; Sidrotun Naim; Priyanto; Kanah; Wahyuning Dyah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.5225

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis inisiatif yang dilakukan oleh masyarakat Jepang dalam memanfaatkan masakan tradisional. Metodologi penelitian menggunakan metode kualitatif. Tinjauan literatur memanfaatkan berbagai sumber data sekunder digunakan untuk tujuan ini. Tiga konsep yang digunakan dalam penelitian ini yaitu konsep kekuasaan persuasif, diplomasi budaya, dan diplomasi publik. Ketiga konsep ini membantu Jepang maju dalam dua cara utama. Fase awal melibatkan pengorganisasian pameran di acara-acara seperti festival, sedangkan fase kedua melibatkan peningkatan kesadaran melalui media visual seperti manga dan anime. Kesimpulan utama dari artikel ini adalah bahwa upaya Jepang melalui washoku ditujukan untuk menjaga kepentingan nasional, termasuk memajukan bangsa dan mencapai nilai ekspor yang diinginkan ke luar negeri. Mempengaruhi persepsi masyarakat dunia bahwa Jepang adalah negara yang menghargai perdamaian dan memiliki budaya menawan baik kontemporer maupun tradisional, serta menegaskan fakta bahwa Jepang memiliki budaya kuliner yang sangat khas. Kata Kunci: Jepang, Tradisional, Diplomasi, Budaya Kuliner Abstract The objective of this research is to analyze the initiatives that the Japanese have implemented to utilize traditional cuisine. The research methodology employs qualitative methods. A review of literature utilizing various secondary data sources is utilized for this purpose. Three concepts are utilized in this research: the concepts of persuasive power, cultural diplomacy, and public diplomacy. These three concepts assisted Japan in progressing in two main ways. The initial phase involves organizing exhibitions at events such as festivals, while the second phase involves raising awareness through visual media like manga and anime. The main conclusion from this article is that Japan's endeavors through washoku are aimed at safeguarding national interests, including promoting the nation and achieving the desired value of its exports overseas. Influencing the perception of the global population that Japan is a country that values peace and possesses a captivating culture that is both contemporary and traditional, as well as emphasizing the fact that Japan possesses a highly distinctive culinary culture. Keywords: Japan, Traditional, Diplomatic, Culinary Culture
Analisis Estetika Motif Batik Selotigo "Bunga Rejasa" sebagai Identitas Salatiga Nonik Anita Sari; Eko Haryanto
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.5256

Abstract

Abstrak Batik adalah salah satu aset seni Indonesia yang mengandung beragam makna disetiap sentuhan dalam motif yang dilahirkan. Karena alasan ini batik Indonesia mewakili keanekaragaman, keunikan serta warisan budaya. Salah satu rumah produksi batik di Salatiga terletak di Waturumpuk, Pabelan Kauman Kidul, Sidorejo kabupaten Semarang ini memproduksi batik dengan motif unggulan berupa motif-motif ikonik Salatiga, salah satunya adalah motif bunga Rejasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini dipilih kerena berhubungan dengan isu yang diteliti yang didasarkan pada keadaan sosial. Penelitian kualitatif merupakan metode-metode untuk mengeksplor dengan memahami makna yang diperoleh pada sejumlah individu atau kelompok orang yang dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan. Motif bunga rejasa diambil dari tanaman khas Salatiga yang sekarang keberadaannya sudahhampir punah. Dengan dijadikannya sebagai motif batik diharapkan masyarakat bisa lebih mengenal bunga rejasa. Dengan menggunakan estetika dari Djelantik dapat terdapat 3 aspek yang akan dianalisis meliputi kesatuan, dominasi, dan keseimbangan. Motif batik ini menjadi pembeda antara batik Selotigo dengan batik lainnya. Dalam konteks studi estetika, penelitian mengenai motif pada batik selotigo ini masih sangat relatif terbatas. Kata Kunci: Batik, Motif bunga rejasa, Salatiga, Motif
Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Opini Audit Tahun Sebelumnya terhadap Audit Report Lag dengan Reputasi KAP sebagai Variabel Moderasi Kamilia Zahrani; Rika Jayanti; Rachma Isna Dhiar Cahya Prasetya; Khairunnisah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.5257

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ukuran perusahaan dan opini audit tahun sebelumnya terhadap audit report lag dengan reputasi kap sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufakur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016 - 2019. Penelitian ini menggunakan data berupa data sekunder, jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dan penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 136 sampel. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS versi 23. Hasil penelitian ini adalah ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap audit report lag, opini audit tahun sebelumnya berpengaruh signifikan terhadap audit report lag, reputasi kap memperkuat hubungan antara ukuran perusahaan dan opini audit tahun sebelumnya dengan audit report lag pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016 - 2019. Kata Kunci: Audit Report Lag, Opini Audit Tahun Sebelumnya, Reputasi KAP, Ukuran Perusahaan
Pemberdayaan Transportasi Penyeberangan Laut Ujung-Kamal Sebagai Strategi Pertahanan Laut di Selat Madura A Fauzan; Rudy Sutanto; Ansori Zaini
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.5258

Abstract

Abstrak Selat Madura terletak diantara pulau Jawa dan pulau Madura. Celah sempit dan jarak yang paling dekat berada di ujung barat pulau Madura, tepatnya pantai barat kabupaten Bangkalan sedangkan di pulau Jawa berada di wilayah Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya. Pada kedua ujungnya terdapat dua pelabuhan penting yang menghubungkan kedua pulau ini, yaitu pelabuhan Ujung, Tanjung Perak dan pelabuhan Kamal, Bangkalan. Dengan kondisi geografisnya yang saling berdekatan itu, aktifitas di selat Madura lebih banyak didominasi oleh penyeberangan dari pulau Jawa ke pulau Madura dan sebaliknya. Aktifitas penyeberangan dari kedua dermaganya itu telah ada sejak zaman dahulu, dimulai dengan menggunakan perahu-perahu tradisional untuk keperluan mengangkut orang maupun barang, hingga pada perkembangan selanjutnya menggunakan sarana kapal penyeberangan (ferry) milik PT ASDP. Kemudian keberadaan jembatan Suramadu yang telah beropersi sejak tahun 2009 berpengaruh terhadap kehidupan di sekitar wilayah ini, terutama pada sektor transportasi penyeberangan, sehingga sebagian masyarakat mulai beralih melalui jembatan tersebut, sedangkan pada penyeberangan melalui laut sebagian telah mengalami penurunan. Tujuan penelitian adalah: 1) Untuk mengetahui bagaimanakah kondisi sarana transportasi penyeberangan dari Ujung ke Kamal saat ini? dan; 2) Bagaimana strategi pemberdayaan transportasi penyeberangan Ujung – Kamal untuk kepentingan pertahanan laut?. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan studi pustaka dan literatur-literatur yang yang relevan terkait dengan permasalahannya. Hasil penelitian didapatakan bahwa keberadaan sarana transportasi penyeberangan Ujung-Kamal agar tetap berlangsung dan dipertahanan. Sebagai kesimpulan, bahwa mempertahankan kelangsungan sarana transportasi penyeberangan Ujung-Kamal merupakan hal penting, karena keberadaannya sangat potensial untuk diberdayakan sebagai strategi pertahanan laut di selat Madura. Kata kunci: Selat Madura, Transportasi penyeberangan Ujung-Kamal, Strategi Pertahanan Laut
Penyelesaian Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Melalui Restorative Justice (Studi Kasus di Kejaksaan Negeri Gorontalo Utara) Dian Rizqi Oktaria Naway; Lisnawaty W. Badu; Avelia Rahmah Y. Mantali
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.5259

Abstract

Abstract Penelitian ini bertujuan mengkaji penyelesaian tindak pidana pencemaran nama baik melalui pendekatan Restorative Justice serta upaya Kejaksaan Negeri Gorontalo Utara dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai alternatif penyelesaian tindak pidana di luar persidangan. Metode penelitian kualitatif empiris digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian tindak pidana pencemaran nama baik melalui restorative justice di Kejaksaan Negeri Gorontalo Utara meliputi beberapa unsur tahapan yakni pembuatan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan, penelitian oleh jaksa, disposisi pimpinan, hingga proses perdamaian dan ekspos penghentian perkara. Prinsip Restorative Justice mencakup pemulihan korban melalui ganti rugi, perdamaian, kerja sosial, dan kesepakatan lainnya. Sedangkan faktor penghambat penyelesaian yakni, perkara tidak memenuhi syarat restorative justice, keterbatasan pelaku dalam memenuhi syarat, dan penolakan korban karena merasa terhina. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan Restorative Justice telah menjadi alternatif yang signifikan dalam penyelesaian tindak pidana pencemaran nama baik. Kata Kunci: Restorative Justice; Pencemaran Nama Baik; Kejaksaan Negeri Gorontalo Utara.
Strategi Taiwan Dalam Menghadapi Ancaman Republik Rakyat Cina di Selat Taiwan Deni Yulyadi; Beni Rudiawan; Ikhwan Syahtaria
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.5299

Abstract

Abstrak Perlu kita ingat kembali pada bulan februari 2022 pasukan Rusia menempatkan Kekuatan udaranya dan angkatan daratnya diperbatasan yang berbatasan dengan ukraina dan juga menempatkan pasukannya di belarusia, siapa sangka pasukan rusia yang diparkir tersebut diprediksi hanya unjuk kekuatan militernya, pada kenyataannya Rusia menyerang secara cepat ke Ibukota Ukraina Kiev, baru-baru ini tanggal 12 Desember 2022 Beijing menempatkan 18 Pesawat Pembomnya H-6 yang berkuatan Nuklir di sekitar perbatasan dengan Taiwan sebagai respon kunjungan Ketua DPR Nancy Pelosi ke Taiwan, akankah pecah peperangan antara Republik Rakyat Cina dengan Republik China Taiwan, semua pasti tidak tau kapan terjadinya serangan, saya akan memaparkan strategi dari sudut pandang saya berperan sebagai Taiwan, yang di atas kertas kekuatan militer taiwan lebih imperior bila dibadingkan dengan kekuatan militer Republik Rakyat Tiongkok, akankah taiwan dapat di taklukan!, ataukah taiwan dapat melakukan perlawananan sengit seperti halnya perang antara Rusia dan Ukraina, ataukah taiwan dapat melakukan serangan balik, tentunya fokus pembahasan artikel ini adalah penggunaan Ruang udara, Laut, dan Dasar laut pada selat taiwan, dimana selat ini merupakan batu loncatan Beijing menguasai Taipeh, berikut ulasannya. Keywords: selat taiwan, naval war, sea denial, policy, surface-to-surface missile (SSM) Abstract We need to remember again that in February 2022 Russian troops placed their air power and ground forces on the border with Ukraine and also stationed their troops in Belarus, who would have thought that the Russian troops that were parked were predicted to be just a show of military strength, in fact Russia attacked quickly to the Ukrainian capital Kiev, as recently as December 12, 2022 Beijing placed 18 Nuclear-powered H-6 Bombers around the border with Taiwan in response to the visit of the Speaker of the House of Representatives Nancy Pelosi to Taiwan, will war break out between the People's Republic of China and the Republic of China Taiwan, everything is certain I don't know when the attack will occur, I will explain the strategy from my point of view acting as Taiwan, which on paper Taiwan's military strength is more inferior when compared to the military power of the People's Republic of China, will Taiwan be conquered!, or can Taiwan put up such fierce resistance? Like the war between Russia and Ukraine, or can Taiwan counterattack, of course the focus of the discussion in this article is the use of the Airspace, Sea and Seabed in the Taiwan Strait, where this strait is a springboard for Beijing to control Taipei, along with its review. Keywords: taiwan strait, naval war, sea denial, policy, surface-to-surface missile (SSM)
Literasi Digital Pengguna Internet Indonesia Guna Mewujudkan Budaya Damai di Ruang Mayantara Devy Indah Paramitha; Mohamad Dziqie Aulia Al Farauqi; Intan Kinanthi Damarin Tyas
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.5308

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi informasi seperti internet semakin memudahkan kehidupan manusia. Namun, dibalik kemudahan yang ditawarkan terdapat dampak buruk seperti seringnya terjadi ujaran kebencian, perundungan ataupun tindakan kriminal lainnya. Indonesia sebagai salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia yang sebagian besar penduduknya merupakan pengguna internet aktif tentu literasi digital menjadi sangat penting guna mewujudkan budaya damai di ruang mayantara. Menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif, tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai urgensi literasi digital bagi pengguna internet di Indonesia untuk membentuk wise netizen guna membangun peace culture dalam berinternat atau bersosial media melalui literasi digital yang aktif, efektif dan kolaboratif. Hasil dari penelitian ini ialah terdapat empat area dan indikator yang ingin dicapai melalui literasi digital pengguna internet Indonesia yakni kemampuan digital, budaya digital, etika digital, dan keamanan digital. Agar seluruh indikator tersebut dapat dicapai maka perlu adanya interagency collaboration dalam sosialisasi literasi digital bagi pengguna internet Indonesia yang sangat beragam dari mulai gender, usia, latar belakang pendidikan serta pekerjaan. Kata Kunci: Literasi Digital, Budaya Damai, Ruang Mayantara Abstract The development of information technology such as the internet has made human life easier. However, behind the convenience offered there are adverse impacts such as frequent hate speech, bullying or other criminal acts. Indonesia as one of the countries with the largest population in the world, where most of the population are active internet users, digital literacy is certainly very important in order to realize a culture of peace in the mayantara space. Using a descriptive qualitative research design, this paper aims to explain the urgency of digital literacy for internet users in Indonesia to form wise netizens to build a peace culture in the internet or social media through active, effective and collaborative digital literacy. The results of this study are that there are four areas and indicators to be achieved through digital literacy of Indonesian internet users, namely digital skills, digital culture, digital ethics, and digital security. In order for all these indicators to be achieved, it is necessary to have interagency collaboration in socializing digital literacy for Indonesian internet users who are very diverse in terms of gender, age, educational background and occupation. Keywords: Digital Literation, Peace Culture, Cyberspace
Dampak Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit Sebagai Potensi Konflik di Masyarakat Pelalawan Riau Yudi Rusmanto; Syamsunasir; Anang Puji Utama
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5324

Abstract

Abstrak Perkembangan perekonomian Riau tidak lepas dari dua pilar yaitu minyak dan perkebunan kelapa sawit. Dampak ekspansi perkebunan kepala sawit sebagai potensi konflik pada masyarakat di wilayah Riau memiliki karakter tersendiri dimana Provinsi Riau merupakan wilayah yang memiliki perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia. Permintaan lahan untuk ekspansi perkebunan sawit di Provinsi Riau terus meningkat sehingga telah memicu tingginya angka konversi lahan atau hutan menjadi perkebunan kelapa sawit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan perkembangan ekspansi perkebunan kelapa sawit di Pelalawan, Riau dan menganalisis dampak dari ekspansi tersebut sebagai potensi konflik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu penelitian yang memberikan gambaran mengenai kejadian atau situasi. Narasumber utama dalam penelitian ini yakni Pejabat Pemerintah Daerah Provinsi Riau dan Kabupaten Pelalawan Riau seperti Kepala Kesbangpol Provinsi Riau dan Kapolda Riau. Hasil dari penelitian ini adalah ekspansi perkebunan kelapa sawit bisa berdampak positif pada kondisi peningkatan perekonomian masyarakat dan mempercepat pembangunan suatu wilayah, namun ekspansi perkebunan kelapa sawit yang tidak terkendali juga bisa berdampak negatif sebagai potensi konflik yang dapat memicu konflik kekerasan baik antara perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan masyarakat maupun antar masyarakat itu sendiri. Pemerintah Pusat berkerjasama dengan Pemerintah Daerah Riau telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir potensi konflik yang ada di wilayah Riau sehingga tidak berubah menjadi konflik kekerasan. Kata Kunci: ekspansi perkebunan kelapa sawit, konflik di masyarakat Riau
Analisis Hukum Perjanjian Pembiayaan Konsumen/Sewa Beli antara Pelaku Usaha Kredit Elektronik dan Forniture Terhadap Konsumen tidak masuk dalam Perjanjian Fidusia Amrun Kahar; Alhiday Nur; Hasirudin Hasri; Hayun; Dian Setiawati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.5335

Abstract

Abstrak Salah satu bentuk hukum yang berperan nyata dan penting bagi kehidupan masyarakat adalah Hukum Perjanjian. Secara yuridis pengertian Perjanjian yang terdapat dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUH Perdata) pada pasal 1313, disebutkan bahwa “Perjanjian adalah suatu perbuatan di mana satu atau dua orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih”.PT. Colombus Baubau dalam melakukan perjanjian terhadap konsumen merupakan perjanjian baku atau biasa disebut kebebasan berkontrak hal ini sangat merugikan konsumen disaat terjadinya wanprestasi,perlunya perjanjian sewa beli di PT.Colombus memilih jalan untuk melakukan perjanjian yang disebut fidusia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis Normatif dan Empiris. Kata Kunci: Perjanjian, Kebebasan Berkontrak, Fidusia Abstract One form of law that plays a real and important role in people's lives is the Law of the Agreement. Juridically, the understanding of the Agreement contained in the Civil Code (KUH Perdata) in article 1313, states that "A contract is an act in which one or two people or more bind themselves to one or more other people".PT. Colombus Baubau in making agreements with consumers is a standard agreement or commonly called freedom of contract, this is very detrimental to consumers when a default occurs, the need for a lease purchase agreement at PT. Colombus chooses to enter into an agreement called fiduciary. The research method used is Normative and Empirical juridical. Keywords: Agreement, Freedom of Contract, Fiduciary