cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
Analisis Penerapan Hukum Perdata Internasional pada Putusan Pengadilan Negara Indonesia, Belanda dan Jerman Terkait Perceraian Dalam Perkawinan Campuran Imelda Martinelli; Zefanya Angellin Chen; Vanessa; Felicia Amanda Sulistio
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6353

Abstract

Abstrak Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 1 memberikan pengertian bahwa “Perkawinan adalah ikatan lahir batin seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal”. Perkawinan mempunyai peranan yang sangat penting dalam hal menjamin kelangsungan sebuah keluarga. Agar perkawinan terjamin kelangsungan dan mempunyai kepastian hukum, maka perkawinan terjamin kelangsungan dan mempunyai kepastian hukum, maka perkawinan perlu dicatat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 57 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan “Perkawinan Campuran merupakan perkawinan yang dilangsungkan antara dua (2) pihak yang berbeda kewarganegaraan tetapi salah satu dari kedua pihak tersebut adalah warga negara Indonesia yang tunduk kepada hukum”. Perkawinan campuran dilaksanakan dengan memilih salah satu hukum dari masing-masing pihak yang dilakukan sesuai dengan persetujuan dan disepakati, dari salah satu pihak atau kedua pihak wajib untuk tunduk sukarela dalam melaksanakan perkawinan. Perceraian adalah putusnya hubungan suami-istri, talak, hidup perpisahan antara suami-istri selagi kedua-duanya masih hidup. Undang-Undang Perkawinan menyatakan bahwa perceraian merupakan salah satu penyebab putusnya perkawinan. Perceraian pada perkawinan campuran di Indonesia mempunyai implikasi hukum yang saling berkaitan dengan hukum perdata internasional. Pihak-pihak yang terlibat dalam perkawinan campuran di Indonesia mempunyai kemampuan untuk memilih pilihan hukum yaitu seperti negara tempat perkawinan atau perceraian dilangsungkan, negara tempat salah satu pihak berkebangsaan, atau hukum Indonesia. Kata Kunci: Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, Perkawinan Campuran, Putusan Pengadilan, Hukum Perdata Internasional, Hukum Antar Tata Hukum Abstract Law Number 1 of 1974 Article 1 provides an understanding that “Marriage is the inner and outer bond of a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family (household)”. Marriage has a very important role in ensuring the continuity of a family. In order for marriage to be guaranteed continuity and have legal certainty, marriage is guaranteed continuity and has legal certainty, so marriage needs to be recorded based on applicable laws and regulations. Article 57 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage states “Mixed Marriage is a marriage that is entered into between two (2) parties of different nationalities but one of the two parties is an Indonesian citizen who is subject to the law”. Mixed marriages are conducted by choosing one of the laws of each party in accordance with the agreement and agreed upon, from one party or both parties are obliged to submit voluntarily in carrying out the marriage. Divorce is the breakup of the husband-wife relationship, divorce, living separation between husband and wife while both are still alive. The Marriage Law states that divorce is one of the causes of marriage breakdown. Divorce in mixed marriages in Indonesia has legal implications that are interrelated with international civil law. The parties involved in a mixed marriage in Indonesia have the ability to choose a choice of law, such as the country where the marriage or the divorce is held, the country where one of the parties is a national, or Indonesian law. Keywords: Law Number 1 Year 1974, Mixed Marriages, Court Ruling, International Civil Law, Inter-Legal Law
Website Security Analysis Using the OWASP10 Method (Case Study: almumtazparfumebatam.store) Bagus Surya Pradhana
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6356

Abstract

Al Mumtaz Parfume Batam is a perfume seller who is still doing business at home. To expand the scope of its business, an online store was created with the domain almumtazparfumebatam.store. Along with technological advances, the importance of security for a website is the main thing because it prevents attacks from irresponsible outsiders that can harm the ongoing business process. To find out how secure a website is against outside attacks, it is necessary to carry out a penetration testing (pentest) process where a tester simulates himself as an outsider trying to enter the network. This study aims to analyze and test the security of the almumtazparfumebatam.store website using the OWASP10 method in 2021. This method was chosen because it is always updated with information containing 10 attacks on the web that are often found. By doing this research, it is hoped that it can find possible security holes on the almumtazparfumebatam.store website and solutions to prevent them. With this research, it is also hoped that it can fix existing gaps so as to increase the security of the almumtazparfumebatam.store website and assist the website manager in preventing attacks that could be detrimental from irresponsible parties. Keywords: Website, Penetration Testing, OWASP Top 10
Pengaruh Penerapan Metode Curah Gagasan (Brainstorming) Terhadap Hasil Belajar Kognitif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Muhammad Aqim Nur Hubi; Febrian Alwan Bahrudin; Reza Mauldy Raharja
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6360

Abstract

Abstrak Pertanyaan yang menjadi pusat penelitian ini adalah apakah terdapat dampak dari penggunaan Metode Curah Gagasan Brainstorming dalam materi Kompetensi Dasar Hubungan Internasional terhadap Hasil Belajar peserta didik Kelas XI di SMA Negeri 4 Kota Serang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari penerapan Metode Curah Gagasan Brainstorming terhadap Hasil Belajar kognitif para siswa. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif, dengan metode kuasi eksperimental dan desain Pretest-Postest Control Group. Data dikumpulkan melalui teknik tes dan dokumentasi. Populasi studi meliputi siswa kelas XI di SMA Negeri 4 Kota Serang yang berjumlah 352 siswa, dengan 60 siswa dari kelas XI IPA 2 dan XI IPA 3 sebagai sampel. Berdasarkan analisis statistik menggunakan Independent Sample t-Test, diperoleh nilai 0,000, yang signifikan karena lebih kecil dari 0,005. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa penerapan Metode Curah Gagasan Brainstorming dalam pengajaran Kompetensi Dasar Hubungan Internasional memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa. Kata Kunci: Brainstorming, Hasil Belajar Abstract This study examines the impact of implementing the Brainstorming Method on the Basic Competencies in International Relations concerning the Learning Outcomes of eleventh-grade students at SMA Negeri 4 Kota Serang. The objective of this study is to determine the influence of the Brainstorming Method on the Cognitive Learning Outcomes among these students. Employing a quantitative research framework, this study adopts a quasi-experimental design specifically utilizing the Pretest-Posttest Control Group Design. The methods for gathering data include both testing and documentation. The study's demographic comprises eleventh-grade students at SMA Negeri 4 Kota Serang, with a total population of 352 students. A subset of 60 students from classes XI IPA 2 and XI IPA 3 was sampled. The statistical analysis using the Independent Sample t Test revealed a significant value of 0.000, which is less than the threshold of 0.005. This result indicates a significant effect of the Brainstorming Method on the Basic Competencies of International Relations and the Cognitive Learning Outcomes. Keywords: Brainstorming, Learning Outcomes
Peran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Dalam Meningkatkan Karakter Nasionalis Generasi Muda Ahmad Hudori; Ratna Sari Dewi; Febrian Alwan Bahrudin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6361

Abstract

Abstrak Persatuan Indonesia dalam proses perjalanan panjangnya hingga kini terus ditimpa berbagai masalah internal maupun masalah eksternal yang berpotensi dapat memecah belah bangsa. Masalah internal dan eksternal tersebut diantaranya yaitu munculnya sikap etnosentrisme dan radikalisme, serta dampak negatif dari globalisasi. Dalam menghadapi problematika tersebut, lembaga pendidikan formal maupun non formal harus bersinergi dalam upaya meningkatkan karakter nasionalis warga negara terutama generasi muda. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran UKM Pramuka Untirta sebagai wadah pendidikan non formal dalam upaya meningkatkan karakter nasionalis generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi serta dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa UKM Pramuka Untirta memprogramkan kegiatan-kegiatan serta mengikuti kegiatan partisipasi dalam upaya meningkatkan karakter nasionalis generasi muda. Peran UKM Pramuka Untirta dalam upaya tersebut yaitu dengan membentuk dan mengembangkan karakter bangsa terutama karakter nasionalis dengan mengintegrasikannya melalui program kerja UKM Pramuka Untirta serta mengikuti kegiatan-kegiatan partisipasi yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Kata Kunci: Peran, Pramuka, Karakter Nasionalis Abstract Indonesia unity in its long journey process until now continues to be struck by either internal or external problem that has potential to divide the nation. The internal and external problems are such as the emergence of ethnocentrism and radicalism attitude, and also the negative impact of globalization. In face those problematics, the institution of formal or non-formal education must synergize in the effort to improve the nationalism character of its citizens especially the youth generation. Therefore, this research aimed to find out how was the role of Scout UKM at Untirta as the space for non-formal education in the effort to improve nationalist character of youth generation. This research employed descriptive qualitative research method with data collection techniques using interviews, observation and documentation. Based on the research results, it was found that Scout UKM of Untirta programmed the activities and followed the participation activity in the effort to improve nationalist character of the young generation. The role of Scout UKM at Untirta is such as forming and developing the nation character especially nationalist character by integrating it through the work program of Scout UKM at Untirta and follow the participation activities related to character education. Keywords: Role, Scouts, Nationalist Character
Pengaruh Work Life Balance, Leader-Member Exchange dan Kepuasan Kerja Terhadap Keterlibatan Karyawan pada Perusahaan Ekspedisi J&T Cargo Kab. Temanggung Dhina Christi Aprilia; Awan Santosa
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6362

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan dan menganalisis Pengaruh Work Life Balance, Leader Member Exchange, dan Kepuasan Kerja Terhadap Keterlibatan Karyawan Pada Perusahaan Ekspedisi J&T Cargo Kab. Temanggung. Sampel pada penelitian ini adalah 100 responden yang merupakan karyawan dari J&T Cargo Kab. Temanggung. Hasil uji instrumen penelitian ini menyatakan bahwa data dalam penelitian ini terbukti valid dan reliabel pada uji validitas dan uji reliabilitas. Uji asumsi klasik menghasilkan model regresi yang tidak terjadi multikolinearitas, tidak terjadi gejala heterokedastisitas, dan data berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) work life balance tidak berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan karyawan, (2) leader member exchange berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan karyawan, (3) kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan karyawan. Kata Kunci: Work Life Balance, Leader Member Exchange, Kepuasan Kerja, Keterlibatan Karyawan Abstract This research aims to determine and analyze the influence of work life balance, leader member exchange, and job satisfaction on employee engagement at the J&T Cargo Expedition Company, Kab. Temanggung. The sample in this study was 100 respondents who were employees of J&T Cargo Kab. Temanggung. The test results of this research instrument stated that the data in this study was proven to be valid and reliable in the validity and reliability tests. The classical assumption test produces a regression model that does not occur multicollinearity, there are no symptoms of heteroscedasticity, and the data is normally distributed. The research results show that (1) work life balance has no significant effect on employee engagement, (2) leader member exchange has a significant effect on employee engagement, (3) job satisfaction has a significant effect on employee engagement. Keywords: Work Life Balance, Leader Member Exchange, Job Satisfaction, Employee Engagement
Analisis Putusan Nomor 89/Pdt.G/2016/PN Gin Berdasarkan Asas Pemisahan Horizontal Dalam Hukum Agraria Nasional Calista Putri Tanujaya; Devy Yulyana; Rigel
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6363

Abstract

Abstrak Hukum Adat Indonesia merupakan dasar yang mendorong terbentuknya Hukum Agraria Nasional yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Sebelum dibentuknya Hukum Agraria Nasional, Hukum Pertanahan yang berlaku di Indonesia adalah berdasarkan Buku II Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang mana menganut sebuah asas yaitu Asas Perlekatan Vertikal. Asas Perlekatan Vertikal adalah asas yang menyatakan bahwa tanah beserta benda-benda dan bangunan yang berdiri diatasnya merupakan suatu satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan kepemilikannya. Berbeda dengan KUHPerdata, UUPA yang berlaku di Indonesia menganut asas yang sama dengan Hukum Adat yaitu Asas Pemisahan Horizontal, yaitu asas yang menyatakan bahwa tidak ada korelasi yang kuat antara tanah dan bangunan yang berdiri diatasnya. Dengan kata lain, kepemilikan atas tanah dengan kepemilikan atas bangunan yang berdiri diatasnya merupakan dua hak yang berbeda. Dalam Putusan Nomor 89/Pdt.G/2016/PN Gin terjadi sebuah sengketa Perbuatan Melawan Hukum dan Wanprestasi terhadap suatu Objek Perkara yang merugikan Para Penggugat. Perbuatan Melawan Hukum adalah suatu tindakan yang menyebabkan terjadinya kerugian bagi pihak lainnya dan melawan undang-undang. Sedangkan Wanprestasi adalah suatu peristiwa dalam hal ini seseorang lalai atau tidak memenuhi kewajibannya dalam suatu perjanjian. Metode penelitian yang kami gunakan adalah penelitian normatif dan penelitian empiris dengan tujuan untuk menganalisis implementasi suatu asas hukum dalam masalah yang nyata. Kata Kunci: Hukum Agraria Nasional; Perbuatan Melawan Hukum; Asas Perlekatan Vertikal; Asas Pemisahan Horizontal; Hak Sewa Tanah Abstract Indonesian Customary Law is the basis that drives the formation of National Agrarian Law, namely Law Number 5 of 1960 concerning Basic Agrarian Principles. Before the formation of National Agrarian Law, the Land Law in force in Indonesia was based on Book II of the Civil Code which adheres to a principle, namely the Principle of Vertical Attachment. The Principle of Vertical Attachment is a principle that states that land and objects and buildings standing on it are a single entity whose ownership cannot be separated. Unlike the Civil Code, the UUPA in force in Indonesia adheres to the same principle as Customary Law, namely the Principle of Horizontal Separation, namely the principle that states that there is no strong correlation between land and buildings standing on it. In other words, ownership of land and ownership of buildings standing on it are two different rights. In Decision Number 89/Pdt.G/2016/PN Gin, there was a dispute over Unlawful Acts and Breach of Contract against an Object of the Case that was detrimental to the Plaintiffs. Unlawful Act is an act that causes harm to another party and is against the law. While Default is an event in which someone is negligent or does not fulfill their obligations in an agreement. The research method we use is normative research and empirical research with the aim of analyzing the implementation of a legal principle in real problems. Keywords: National Agrarian Law; Unlawful Acts; Principle of Vertical Attachment; Principle of Horizontal Separation; Lease Rights
Analisis Kunjungan Tenaga Kesehatan terhadap Perawatan Nifas dan Bayi Baru Lahir di Kec. Hamparan Perak, Desa Paluh Kurau Dusun 14 Nurhayati; Siti Hajar Lubis; Dwi Ardhianti; Muhammad Ramadhan G
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6364

Abstract

Abstrak Postpartum atau biasa dikenal dengan masa Nifas merupakan masa yang dimulai setelah kelahiran plasenta dan Rahim kembali semula seperti sebelum hamil, yang berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari. Masa nifas juga merupakan masa yang sangat penting untuk menentukan derajat status kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Tahapan dalam masa nifas dibagi menjadi tiga Periode, yakni Periode immediate postpartum atau puerperium dini, Periode intermedial atau early postpartum, dan Periode late postpartum. Kunjungan Nifas menjadi hal yang penting selama periode masa nifas berlangsung. Kunjungan masa nifas dilakukan sedikitnya empat kali untuk mengetahui status ibu dan status bayi baru lahir untuk mencegah, mendeteksi, serta menangani berbagai masalah yang terjadi selama periode masa nifas berlangsung. Tujuan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk menganalisis (1) pendampingan berupa kunjungan nifas pada ibu dan bayi baru lahir, (2) aspek kebudayaan yang masih dilakukan pada ibu nifas dan bayi baru lahir, (3) masalah dan kendala yang terjadi selama masa nifas berlangsung. Metode pengabdian ini berupa penyuluhan dengan mewawancarai secara langsung dan memberikan beberapa pertanyaan mengenai kunjungan nifas dan kendala yang terjadi selama masa nifas berlangsung. Peserta kegiatan penyuluhan ini yaitu ibu-ibu yang baru melahirkan yang berada di Kec. Hamparan perak, Desa Paluh Kurau Dusun 14 yang dilaksanakan pada Kamis, 9 Mei 2024. Hasil kegiatan penyuluhan ini didapatkan bahwa terdapat perbedaan kunjungan nifas yang terjadi antara ibu melahirkan secara normal dirumah dan ibu yang melahirkan secara normal di rumah sakit. Meskipun terdapat perbedaan kunjungan nifas, kendala maupun masalah tidak terjadi dan tidak memengaruhi status kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Keywords: Masa Nifas, Kunjungan nifas, Bayi baru lahir Abstract Postpartum or commonly known as the puerperium is a period that begins after the birth of the placenta and the uterus returns to its pre-pregnancy state, which lasts for 6 weeks or 42 days. The postpartum period is also a very important period to determine the degree of health status of the mother and newborn. The stages in the postpartum period are divided into three periods, namely the immediate postpartum or early puerperium period, the intermedial or early postpartum period, and the late postpartum period. Postpartum visits are important during the postpartum period. Postpartum visits are conducted at least four times to determine the status of the mother and the status of the newborn to prevent, detect, and treat various problems that occur during the postpartum period. The purpose of this community service is to analyze (1) assistance in the form of postpartum visits to mothers and newborns, (2) cultural aspects that are still carried out on postpartum mothers and newborns, (3) problems and obstacles that occur during the postpartum period. This service method is in the form of counseling by interviewing directly and asking several questions about postpartum visits and obstacles that occur during the postpartum period. The participants of this counseling activity were mothers who had just given birth in Hamparan perak Sub-District, Paluh Kurau Village Hamlet 14 which was held on Thursday, May 9, 2024. The results of this counseling activity found that there were differences in postpartum visits that occurred between mothers who gave birth normally at home and mothers who gave birth normally in the hospital. Although there are differences in postpartum visits, obstacles and problems do not occur and do not affect the health status of mothers and newborns. Keywords: Postpartum period, Postpartum visit, Newborn baby
Manajemen Inovasi Pembelajaran Dalam Pendidikan Karakter Siswa di Sekolah Dasar Islam Raudlatul Istiqomah Suko Maron Ainur Rohmah; Endah Tri Wisudaningsih; Arifia Retna Yunita
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6370

Abstract

Abstrak Pendidikan karakter di sekolah dasar merupakan aspek penting dalam membentuk kepribadian dan moralitas siswa. SD Islam Raudhatul Istiqomah menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam kurikulum pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif menggunakan jenis penelitian studi kasus. Sumber data menggunakan purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif meliputi kondensasi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan kredibilitas, tranferabilitas, dependebilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen inovasi pembelajaran terdiri dari tiga yaitu perencanaaan: mengacu terhadap musyawaroh atau sesuai kesepakan semua para pendidik di lembaga, pelaksanaan: pelaksanakan solat dluha, Pembacaan asmaul husna dan juz 30 sebelum masuk kelas, Setiap 3 bulan sekali mengadakan penyuluhan terkait materi akhlaq atau karakter yang baik, Rutinitas literasi qurani Evaluasi: tes kepribadian, tes tulis dari hasil literasi al-quran, dan tes praktek ibadah. Kunci: Manajemen, Inovasi Pembelajaran, Pendidikan Karakter Abstract Character education in elementary school is an important aspect in shaping the personality and morality of students. SD Islam Raudhatul Istiqomah faces challenges in integrating character values into the learning curriculum. This study aims to explore and analyze the management of learning innovations applied in the school to strengthen student character education. A qualitative approach was used in this study, involving in-depth interviews with teaching staff, classroom observation, and document analysis. . The results of the study show that the management of learning innovation consists of three, namely planning: referring to deliberation or according to the agreement of all educators in the institution, implementation: implementing the dluha prayer, reciting asmaul husna and juz 30 before entering class, once every 3 months holding counseling related to moral material or good character, Quran literacy routine Evaluation: personality test, written test of results Qur'an literacy, and worship practice test. Keyword: Management, Learning Innovation, Character Education
Peran Orang Tua Terhadap Minat Siswa Kelas III MI Kholafiyah Hasaniyah pada Pembelajaran Matematika Siti Masruroh Aprilia; Endah Tri Wisudaningsih; Nani Zahrotul Mufidah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6378

Abstract

Abstrak Orang tua memegang peranan penting dalam pembelajaran di sekolah. Tidak mudah bagi orang tua untuk menerapkan pelatihan dalam hal tumbuh kembang anak. Tujuannya adalah untuk mengetahui peran orang tua terhadap minat siswa kelas III MI Kholafiyah Hasaniyah pada pembelajaran matematika. Metodenya yaitu deskriptif kualitatif. 6 orang tua siswa menjadi subjek. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi kondensasi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Uji keabsahan data pada penelitian kualitatif dengantriangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua adalah memandu dan memotivasi anak-anaknya, merawat anak dengan baik dan ajarkan anak hidup disiplin dan bersih, menemani anak-anak belajar, mengerjakan aktivitas umum di rumah, ciptakan lingkungan yang positif untuk anak, berbicara tegas dengan anak-anak, mengawasi anak, mengurus keluarga dan memenuhi kebutuhannya, menyelenggarakan pelatihan, kegiatan di rumah yang serbaguna dan inovatif. Kata Kunci: Peran Orang Tua, Minat Belajar, Matematika Abstract Parents play an important role in learning at school. It is not easy for parents to apply training in terms of child growth and development. The aim is to determine the role of parents in the interest of class III MI Kholafiyah Hasaniyah students in learning mathematics. The method is descriptive qualitative. 6 parents of students were the subjects. Data collection techniques include interviews, observation and documentation. Data analysis techniques include condensing data, presenting data and drawing conclusions. Test the validity of data in qualitative research using source triangulation and technical triangulation. The results of the research show that the role of parents is to guide and motivate their children, take good care of children and teach children to live a disciplined and clean life, accompany children to study, do general activities at home, create a positive environment for children, speak firmly with children -children, supervising children, taking care of the family and meeting their needs, organizing training, versatile and innovative home activities. Keywords: Role of Parents, Interest in Learning, Mathematics
Ketidaksesuaian Komitmen Indonesia Dalam Perjanjian Internasional Untuk Mengakui Putusan Arbitrase Asing Marvell Limiardo; Frederick Reinhart; Khanza Octalivia Karyn
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6379

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis ketidaksesuaian antara komitmen Indonesia dalam perjanjian internasional, khususnya Konvensi New York 1958, dengan praktik penolakan pelaksanaan putusan arbitrase internasional oleh pengadilan Indonesia. Meskipun telah meratifikasi konvensi tersebut, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mengakui dan melaksanakan putusan arbitrase asing secara konsisten. Penafsiran luas terhadap konsep "ketertiban umum" oleh pengadilan Indonesia dan ketidakjelasan kriteria pelanggaran ketertiban umum menjadi faktor utama yang menyebabkan ketidaksesuaian ini. Hal ini menimbulkan ketidakpastian hukum dan dapat mengurangi kepercayaan investor asing terhadap sistem peradilan di Indonesia. Penelitian ini mengusulkan beberapa langkah yang dapat diambil Indonesia untuk menyesuaikan praktik peradilan dengan komitmen internasionalnya, seperti klarifikasi kriteria ketertiban umum, peningkatan pendidikan dan pelatihan, transparansi dan akuntabilitas, serta kerjasama internasional. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu Indonesia meningkatkan implementasi perjanjian internasional, membangun kepercayaan investor, dan mendukung iklim investasi serta pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Kata Kunci: Arbitrase Internasional, Konvensi New York 1958, Ketertiban Umum, dan Kepastian Hukum