cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 3,219 Documents
Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Sebagai Digitalisasi Proses Tilang Farid Azis Abdullah; Feny Windiyastuti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3242

Abstract

AbstrakElektronik Traffic Law Enforcement (ETLE) merupakan digitalisasi proses tilang dengan memanfaatkan teknologi yang diharapkan dapat lebih efisien dan efektif dalam seluruh proses tilang serta membantu pihak kepolisian dalam pengelolaan administrasi. Bukan rahasia lagi bahwa praktik suap dalam operasi lalu lintas sering terjadi, itulah alasan kepolisian Indonesia telah menerapkan sistem E-ticket dan sistem ETLE yang diyakini dapat mengurangi praktik pungli (pungutan liar) dan suap. Proses ticketing ini dibantu dengan pemasangan kamera CCTV (Closed Circuit Television) di setiap lampu merah untuk memantau kondisi jalan. Berbeda dengan E-Tilang, penegak hukum ETLE menggunakan kamera pengintai atau CCTV.Kata Kunci : Elektronik Traffic Law Enforcement, Menghindari Suap AbstractElectronic Traffic Law Enforcement (ETLE) is the digitization of the ticketing process by utilizing technology that is expected to be more efficient and effective in the entire ticketing process and assist the police in administrative management. It is no secret that the practice of bribery in traffic operations often occurs, that is the reason the Indonesian police have implemented the E-ticket system and the ETLE system which are believed to reduce the practice of extortion (illegal fees) and bribes. The ticketing process is assisted by the installation of CCTV (Closed Circuit Television) cameras at every red light to monitor road conditions. Unlike the E-Tilang, ETLE law enforcement uses surveillance cameras or CCTV. Keywords: Electronic Traffic Law Enforcement, Avoid Bribes
Sanksi Hukum Bagi Pelaku Pengedar Sediaan Farmasi Tanpa Izin Nurul Hasanah; Feny Windiyastuti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3243

Abstract

AbstrakSalah satu kejahatan dan pelanggaran hukum dalam bidang kesehatan yang marak terjadi pada saat ini adalah kejahatan dibidang farmasi. Sebab dalam dunia farmasi terdapat profesi yang menyangkut seni dan cara penyediaan obat, baik dari sumber alam atau sintetik yang sesuai untuk disalurkan dan digunakan pada pengobatan dan pencegahan penyakit. Pasal 197 Undang-Undang No.36 tahun 2009 Tentang Kesehatan Terkait Sediaan Farmasi Tanpa Izin Edar yang mengatur bahwa: “ setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/ atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 1.500.000.000,00 (satumiliar lima ratus rupiah)Kata Kunci : Sanksi hukum, pengedar sediaan farmasi, tanpa izin AbstractOne of the crimes and violations of the law in the health sector, What is rife at this time is crime in the pharmaceutical sector. Because in the pharmaceutical world there are professions that involve the art and methods of providing drugs, either from natural or synthetic sources that are suitable for distribution and use in the treatment and prevention of disease. Article 197 of Law No. 36 of 2009 concerning Health Related to Pharmaceutical Preparations without a Circulation Permit which stipulates that: "everyone who intentionally produces or distributes pharmaceutical preparations and/or medical devices that does not have a distribution permit as referred to in Article 106 paragraph ( 1) shall be sentenced to a maximum imprisonment of 15 (fifteen) years and a maximum fine of Rp. 1,500,000,000.00 (one billion five hundred rupiah) Keywords: Legal sanctions, distribution of pharmaceutical preparations, without a permit
Kualifikasi Kejahatan Luar Biasa Terhadap Tindak Pidana Korupsi (Putusan Mahkamah Agung Nomor 301 K/Pid.Sus/2021) Mohammad Al Faridzi; Gunawan Nachrawi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3244

Abstract

AbstrakTindak Pidana Korupsi merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang penanganannya membutuhkan upaya yang luar biasa juga karena dampak atau akibat yang ditimbulkannya begitu luar biasa terhadap perekonomian negara. Banyak pembangunan yang terbengkalai, pelayanan kepentingan umum yang terhambat, lapangan pekerjaan sempit dan kemiskinan tidak terentaskan akibat ulah oknum yang memperkaya diri sendiri atau menguntungkan diri pribadinya tanpa memperhatikan kepentingan umum, bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan keluargaKata Kunci : Korupsi, Extraordinary Crime AbstractCorruption is an extraordinary crime whose handling requires extraordinary crime efforts because the impact or consequences it causes are so extraordinary on the country's economy. Many developments are neglected, public interest services are hampered, job opportunities are narrow and poverty is not eradicated due to the actions of individuals who enrich themselves or benefit themselves without paying attention to the interests of the public, nation and state above personal and family interests.Keywords: Corruption, extraordinary crime
Peran Teknologi Pada Pembangkit Listrik Tenaga Geothermal Guna Mendukung Tercapainya Net Zero Emission (NZE) Ice Fahmi; Fajar Gunawan Afandi; Nugroho Adi Sasongko; Donny Yoesgiantoro
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3245

Abstract

AbstrakEnergi listrik merupakan suatu faktor penting dalam kehidupan. Hampir seluruh kegiatan dalam kehidupan sehari-hari membutuhkan dukungan energi listrik. Tidak hanya itu, energi listrik juga berperan penting untuk memutar roda perekonomian suatu negara, bahkan dalam bidang pertahanan energi listrik memiliki peranan yang sangat penting seperti menghidupkan radar-radar yang ada di perbatasan sehingga kedaulatan suatu negara tetap terjaga. Oleh sebab itu, cadangan listrik suatu negara merupakan suatu faktor yang sangat penting untuk dipikirkan bersama. Dewasa ini, listrik dapat dihasilkan melalui banyak sumber daya. Bahkan terdapat sumber daya energi listrik yang tidak menghasilkan emisi, atau yang lebih dikenal dengan istilah Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Salah satu sumber daya EBT yang melimpah di Indonesia adalah panas bumi (geothermal). Indonesia termasuk dalam negara yang dilintasi ring of fire sehingga memiliki banyak sekali potensi panas bumi. Untuk mengubah sumber daya panas bumi menjadi energi listrik dapat dilakukan dengan 3 jenis teknologi, yaitu flash steam, dry steam, dan binary cycle. Dalam penerapannya, efisiensi dari teknologi binary cycle merupakan yang tertinggi dan tingkat efisiensi terrendah adalah teknologi dry steam.Kata Kunci: Teknologi, Net Zero Emission AbstractElectrical energy is an important factor in life. Almost all activities in everyday life require the support of electrical energy. Not only that, electrical energy also plays an important role in turning the wheels of a country's economy, even in the field of defense, electrical energy has a very important role such as turning on radars on the border so that a country's sovereignty is maintained. Therefore, a country's electricity reserves are a very important factor to think about together. Nowadays, electricity can be generated through many power sources. There are even electrical energy resources that do not produce emissions, or better known as New and Renewable Energy (EBT). One of the abundant NRE resources in Indonesia is geothermal. Indonesia is included in the country crossed by the ring of fire so that it has a lot of geothermal potential. To convert geothermal resources into electrical energy can be done with 3 types of technology, namely flash steam, dry steam, and binary cycle. In its application, the efficiency of binary cycle technology is the highest and the lowest level of efficiency is dry steam technology.Keywords: Technology, Net Zero Emission
Pengaruh Aksesibilitas Menuju Bandar Udara Internasional Yogyakarta Terhadap Persepsi Penumpang Udin Zainal Sumardi; Walid Jumlad
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3247

Abstract

AbstrakPersaingan setiap perusahaan dalam dunia bisnis saat ini tidak hanya harus menghadapi persaingan pada produk tapi juga persaingan dalam bidang pelayanan jasa. Penumpang yang bepergian menggunakan pesawat udara melalui Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta sudah memperkirakan aksesibilitas menuju bandar udara agar dapat meminimalisir waktu tiba di Badar Udara, tetapi jika operasional Bandar Udara dipindahkan ke bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) di Kulon Progo penumpang perlu memperhitungkan kembali aksesibilitas dari tempat tinggal menuju ke bandar udara yang baru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif atau metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat potivisme. Populasi dalam penelitian ini adalah penumpang yang menggunakan jasa penerbangan di Bandar Udara Internasional Yogyakarta, Kulon Progo. Jumlah Kuesioner yang dibagikan kepada 100 responden. Berdasrkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan Nilai t hitung sebesar 9,117 > t tabel sebesar 1.984 atau nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa Ha diterima berarti terdapat pengaruh variabel aksesibilitas menuju Bandar Udara Internasional Yogyakarta terhadap variabel persepsi penumpang dan Variabel aksesibilitas (X) memberikan pengaruh sebesar 45,9% terhadap variabel persepsi penumpang (Y) sisanya di pengaruhi oleh faktor lain yang tidak terangkum didalam penelitian ini.Kata Kunci: Aksesibilitas, Bandar Udara Internasional Yogyakarta, Persepsi AbstractCompetition every company in today's business world must not only face competition in products but also competition in the field of services. Passengers traveling by airplane via Yogyakarta Adisutjipto Airport have estimated accessibility to the airport in order to minimize arrival time at the airport, but if airport operations are moved to Yogyakarta International Airport (YIA) airport in Kulon Progo, passengers need to reconsider accessibility from their place of residence. just go to the new airport. This research uses quantitative methods or research methods based on the philosophy of potivism. The population in this study are passengers who use flight services at Yogyakarta International Airport, Kulon Progo. The number of questionnaires distributed to 100 respondents. Based on the data analysis, it can be concluded that the t-count value of 9.117 > t-table of 1.984 or the sig value of 0.000 <0.05, it can be concluded that Ha is accepted, meaning that there is an influence of the accessibility variable to Yogyakarta International Airport on the passenger perception variable and the accessibility variable (X) gives an effect of 45.9% on the passenger perception variable (Y) the rest is influenced by other factors that are not summarized in this study.Keywords: Accessibility, Yogyakarta International Airport, Perception
Analisis Penerapan Sistem Low Cost Carrier Terhadap Keputusan Pembelian Ulang Pada Maskapai Citilink Indonesia di Bandar Udara Internasional Achmad Yani Semarang Intan Mellisa Putri; Andi Syaputra
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3248

Abstract

AbstrakLow Cost Carrier adalah maskapai penerbangan yang memberikan tarif lebih rendah namun dengan menghapus beberapa kenyamanan. Keputusan Pembelian Ulang merupakan salah satu faktor penting bagi perusahaan. Keputusan pembelian ulang terhadap suatu produk tersebut timbul karena konsumen merasa puas akan produk yang dibeli sebelumnya. Maskapai Citilink selalu berusaha memberikan fasilitas pelayanan yang baik dan memuaskan para penggunanya dengan harga yang ditawarkan. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner serta membutuhkan sampel 105 responden yang dipilih menggunakan Non Probability Sampling dengan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Harga pada Sistem LCC (X) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Keputusan Pembelian Ulang (Y) sebesar 63,5% sisanya 36,5% variabel lain yang tidak diteliti.Kata Kunci: Low Cost Carrier, Keputusan Pembelian Ulang, Maskapai Citilink AbstractLow Cost Carrier is an offer by an airline that provides lower fares but eliminates some facilities for passenger comfort. The decision to repurchase is one of the important factors for the company. And the decision to repurchase a product arises if consumers are satisfied with the products they have bought before. With the prices offered, Citilink airlines always try to provide good service facilities and satisfy their passengers. This research method uses quantitative methods with data collection techniques using questionnaires and requires 105 respondents as samples, which were selected using Non Probability Sampling with Purposive Sampling techniques. And the results of the study indicate that the price variable in the LCC system (X) has a significant effect on the repeat purchase decision variable (Y) by 63.5% with the remaining 36.5% being other variables not examined.Keywords: Low Cost Carrier, Repurchase Decision, Citilink Airline
Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan In-Flight Service dan Harga Terhadap Minat Pembelian Ulang Tiket Pada Maskapai Batik Air di Bandar Udara Internasional Achmad Yani Semarang Muhammad Fahrio Hafizhi; Andi Syaputra
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3249

Abstract

AbstrakPenelitian ini bermaksud untuk menganalisis antara variabel kualitas pelayanan dan harga terhadap minat pembelian ulang tiket pada maskapai Batik Air di Bandar Udara Internasional Achmad Yani Semarang. Jumlah sampel yang dilakukan dalam penelitian ini sebanyak 110 responden  yang dikumpulkan melalui penyebaran kuisioner yang disebarkan kepada penumpang yang melakukan perjalanan menggunakan maskapai Batik Air minimal dua kali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Pengujian hipotesis menggunakan uji regresi linear berganda, uji F, uji T yang bermaksud untuk mengetahui secara parsial dan simultan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dengan tingkat kepercayaan α=0,05% . Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kualitas pelayanan dan harga berpengaruh terhadap minat pembelian ulang tiket pada maskapai Batik AirKata Kunci: Kualitas Pelayanan, Pembelian Ulang, dan Maskapai Batik Air AbstractThis study aims to analyze the service quality and price variables on the intention to repurchase tickets on Batik Air airline at Achmad Yani International Airport, Semarang. The number of samples in this study were 110 respondents which were collected through the distributed of questionnaires given to passengers who traveled using Batik Air airline at least twice. The method used in this study is a quantitative method and hypothesis testing using multiple linear regression test, F test, T test which aims to determine partially and simultaneously the effect of the independent variable on the dependent variable with a confidance level of = 0,05%. The results of this study also show that the quality of servece and price affect the intention to repurchase tickets on Batik Air airline.Keyword: service quality, purchase ticket and Batik Air airline
Implementasi Prosedur Penanganan Penumpang Dengan Barang Dilarang oleh Petugas Aviation Security di UPBU Tebelian Sintang Gamas Naufal Yudhistira
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3250

Abstract

AbstrakUntuk menangani dan menunjang masalah terkait keamanan penerbangan, khususnya keamanan di UPBU Kelas II Tebelian Sintang, maka petugas unit Aviation Security menjadi petugas yang menjadi garda terdepan dan berwenang dalam menangani permasalahan tersebut. Petugas unit Aviation Security (AVSEC) merupakan petugas yang memiliki izin atau lisensi khusus yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang yang memiliki peran yang sangat penting karena bertanggung jawab penuh terhadap segala hal yang berkaitan dengan keamanan di Bandar Udara. Petugas unit Aviation Security memiliki tugas khusus seperti menjaga keamanan dan keselamatan di bandara, melakukan pengecekan terhadap penumpang dan barang yang hendak memasuki pesawat, memiliki otoritas untuk melakukan pengawasan jalur menuju pesawat udara, melakukan pengawasan terhadap barang bawaan baik berbahaya dan ilegal maupun tidak berbahaya dan ilegal, kargo, dan penumpang, baik itu penumpang umum maupun khusus Penumpang sendiri dilarang membawa barang dilarang yang masuk dalam kategori membahayakan dalam perjalanannya karena dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah bagi penumpang itu sendiri ataupun penumpang lain serta para staf yang bekerja dan pengelola bandara tersebut. Menurut PM 127 Tahun 2015, dijelaskan bahwa barang dilarang atau prohibited items merupakan barang yang dapat digunakan untuk melumpuhkan, melukai dan menghilangkan nyawa orang lain serta untuk melakukan tindakan melawan hukum yang meliputi alat peledak, barang berbahaya, alat-alat berbahaya dan senjata. Petugas Aviation Security merupakan petugas yang berwenang dalam menangani penumpang dengan barang dilarang (prohibited items) tersebut sesuai dengan prosedur yang sudah berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi dari prosedur petugas unit Aviation Security di UPBU Kelas II Tebelian Sintang dalam menangani penumpang dengan barang dilarang atau prohibited items dan apa yang menjadi kendala dalam penerapan prosedur tersebut serta langkah-langkah yang dilakukan oleh petugas unit Aviation Security dalam mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana metode kualitatif merupakan metode yang meneliti mengenai kegiatan tingkah laku, perbuatan, cara pandang, tata cara hidup, maupun selera dari objek yang akan diteliti sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan dan juga sesuai dengan data yang akan diperoleh. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder dengan 4 (empat) metode pengambilan data yaitu wawancara, dokumentasi, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil wawancara serta observasi langsung di lapangan, petugas Aviation Security sudah mengimplementasikan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan penumpang dengan barang dilarang dengan baik namun masih ada beberapa kendala dalam penerapannya, seperti kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang tersedia, penumpang yang tidak kooperatif serta masih banyak penumpang yang belum atau tidak mengetahui peraturan yang ada dan berlaku.Kata Kunci : Standard Operating Procedure (SOP), Barang dilarang (Prohibited Items), Petugas Aviation Security (AVSEC), UPBU Kelas II Tebelian Sintang AbstractTo handle and support issues related to aviation security, especially security at the UPBU Kelas II Tebelian Sintang, the Aviation Security unit officer is the officer who is at the forefront and is authorized to handle these problems. The Aviation Security Unit (AVSEC) officer is an officer who has a special permit or license issued by an authorized institution which has a very important role because they are fully responsible for all matters relating to security at the airport. Aviation Security unit officers have special duties such as maintaining security and safety at the airport, checking passengers and goods that want to enter the aircraft, having the authority to supervise the route to the aircraft, carry out supervision of both dangerous and illegal and harmless and legal luggage, cargo, and passengers, both general and special passengers. Passengers are prohibited from bringing prohibited items that are categorized as dangerous during their flight because it is feared that it can cause problems for the passengers themselves or other passengers as well as the staff who work and manage the airport. Passengers themselves are prohibited from bringing prohibited items that are categorized as dangerous on their journey because it is feared that it can cause problems for the passengers themselves or other passengers and the staff who work and manage the airport. According to PM or Ministerial Regulation number 127 of 2015, it is explained that prohibited items are items that can be used to paralyze, injure and kill other people as well as to carry out unlawful acts which include explosive devices, dangerous goods, dangerous equipment and weapons. Aviation Security Officers are officers authorized to handle passengers with prohibited items in accordance with applicable procedures.This study aims to find out how the implementation of the procedures for the Aviation Security unit officer at UPBU Kelas II Tebelian Sintang in handling passengers with prohibited items and what are the obstacles in implementing these procedures as well as the steps taken by the Aviation Security unit officers in overcoming these obstacles. This study uses a qualitative method, where the qualitative method is a method that examines behavioral activities, actions, perspectives, ways of life, and tastes of the object to be studied in accordance with the research to be carried out and also in accordance with the data to be obtained. Sources of data used in this study are primary and secondary data with 4 (four) data collection methods, namely interviews, documentation, observation and literature study. The results showed that based on the results of interviews and direct observations in the field, Aviation Security officers had implemented the Standard Operating Procedure for handling passengers with prohibited goods properly. But there are still some obstacles in its implementation, such as the lack of available Human Resources (HR), uncooperative passengers and many passengers who do not or do not know the existing and applicable regulations.Keywords: Standard Operating Procedure, Prohibited Items, Aviation Security, UPBU Kelas II Tebelian Sintang.
Pola Asuh Otoriter dan Demokaratis Orang Tua Tepian Sungai Segati Terhadap Anaknya Daeng Ayub; Ayu Zarmita Sari; Ria Rizkia Alvi; Wilson Wilson
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3253

Abstract

AbstrakStudi ini diarahkan untuk mengulas serta menganalisa pola asuh yang dilakukan oleh orangtua tepian sungai segati kepada anaknya di desa segati kecamatan langgam kabupaten pelalawan tentang pola asuh otoriter serta demokaratis, penelitian ini dirujukan untuk meneliti objek alamiah melalui pendekatan kualitatif, tujuannya untuk mengetahui dan menganalisa pola asuh otoriter serta demokaratis yang di gunakan oleh orangtua tepian sungai segati terhadap anaknya. Penelitian kualitatif bertujuan untuk menggambarkan realita yang cermat terhadap sebuah fenomena yang terjadi. Pengumpulan data menggunakan dekumentasi,observasi dan wawancara tentang pola asuh otoriter dan demokratis. Hasil studi memperlihatkan pola asuh yang digunakan orangtua tepian sungai Segati Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan dalam mendidik, merawat dan menjaga anaknya menggunakan pola asuh otoriter dan demokaratis kedua pola asuh tersebut di terapkan orangtua tepian sungai segati terhadap anaknya dalam merwat anak-anaknya dapat diliat orangtua tepian sungai segati menggunakan pola asuh gabungan yakni pola asuh otoriter serta demokaratis.Kata Kunci: Pola Asuh, Orang Tua, Demokratis AbstractThis study is directed to review and analyze parenting carried out by parents on the banks of the Segati River for their children in Segati Village, Langgam District, Pelalawan Regency about authoritarian and democratic parenting. authoritarian and democratic used by Segati riverbank parents against their children. Qualitative research aims to describe a careful reality of a phenomenon that occurs. Collecting data using documentation, observations and interviews about authoritarian and democratic parenting. The results of the study show that the parenting pattern used by parents on the banks of the Segati River, Langgam District, Pelalawan Regency in educating, caring for and taking care of their children, uses authoritarian and democratic parenting. Segati uses a combined parenting style, namely authoritarian and democratic parenting.Keywords: Parenting, Parents, Democratic
Penerapan Media Pembelajaran Fipbook Berbasis TPACK pada Pembelajaran Tema 4 Kelas IV SD Hang Tuah 10 Juanda Delfita Nur Aprilutfi; Apri Irianto; Susi Hermin Rusminati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3274

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya minat mahasiswa terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran daring. Pembelajaran daring akan lebih menarik jika Anda menggunakan media. Media yang digunakan adalah media pembelajaran flipbook berbasis tpack. Media pembelajaran flipbook berbasis TPACK merupakan media yang memanfaatkan perkembangan teknologi dan memberikan pengalaman belajar yang menarik, khususnya pada pembelajaran tema. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan dan respon siswa terhadap pembelajaran tema 4 dengan menggunakan media pembelajaran flipbook berbasis TPACK pada siswa kelas IV SD Hang Tuah 10 Juanda. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Data berupa observasi mahasiswa, kuesioner respon mahasiswa, dan wawancara mahasiswa. AbstractThis research was motivated by the lack of interest of students in the implementation of online learning activities. Online learning will be more interesting if you use media. The medium used is tpack-based flipbook learning media. TPACK-based flipbook learning media is a medium that utilizes technological developments and provides an interesting learning experience, especially on theme learning. The purpose of this study is to describe the application and response of students to theme 4 learning using TPACK-based flipbook learning media in grade IV students of Hang Tuah 10 Juanda Elementary School. This study uses descriptive qualitative research. Data in the form of student observations, student response questionnaires, and student interviews. The source of this research data is 26 students in Hang Tuah Elementary School 10 Juanda. This research data analysis technique uses data reduction, data presentation, and conclusion withdrawal. The validity of this research data uses triangulation techniques. The results of this study describe the application of flipbook learning media successfully done, students are able to do theme 4 learning very well, the student response is good in using flipbook learning media on theme 4. Students look more active and motivated as learning progresses.Keywords: TPACK-based flipbook learning media, theme learning