cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 3,219 Documents
Pembentukan Karakter Religius Melalui Pembiasaan di Sekolah Menegah Pertama Teuku Umar Semarang Siti Ainurohmah; Suwarno Widodo; Rosalina Ginting
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.4997

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pembentukan karakter religius melalui pembiasaan di SMP Teuku Umar Semarang. Latar belakang dari penelitian yaitu adanya permasalahan yang timbul dari karakter siswa dan kurangnya penerapan karakter religius dari diri siswa dilingkungan sekolah yang terlihat dari perilaku peserta didik seperti terlambat masuk sekolah dan tidak taat aturan. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana pembentukan karakter religius melalui pembiasaan di Sekolah Menengah Pertama Teuku Umar Semarang. Tujuan penelitian ini yaitu guna mengetahui pembentukan karakter religius melalui pembiasaan di Sekolah Menengah Pertama Teuku Umar Semarang. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini mendapatkan hasil yaitu 1) Mengucapkan salam sudah dilaksanakan di sekolah. 2) Berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran sudah dilaksanakan di sekolah. 3) Melaksanakan ibadah keagamaan sudah terlaksana di sekolah. 4) Merayakan hari besar keagamaan sudah dilaksanakan di sekolah. 5) Toleransi sudah dilaksanakan di sekolah. Kata Kunci : Karakter, Religius, Sekolah Abstract The purpose of this research is to describe the formation of religious character through habituation at Teuku Umar Junior High School Semarang. The background of the research is the problems arising from the character of students and the lack of application of religious character from students in the school environment which can be seen from the behavior of students such as being late for school and not obeying the rules. The formulation of the problem in this study is how the formation of religious character through habituation at Teuku Umar Junior High School Semarang. The purpose of this study is to determine the formation of religious character through habituation at Teuku Umar Junior High School Semarang. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive approach. This study found that 1) Saying greetings has been implemented at school. 2) Praying before and after learning has been carried out at school. 3) Carrying out religious worship has been implemented at school. 4) Celebrating religious holidays has been implemented at school. 5) Tolerance has been implemented at school. Keywords: Character, Religious, School
Kepastian Hukum terhadap Penolakan Permohonan Eksekusi Lelang (Study Kasus terhadap Puttusan Serta Merta Pengadilan Negeri Karawang Nomor: 36/PDT.G/2013/PN.KRW) Susilawati; Yuniar Rahmatiar; Muhammad Abas
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.5143

Abstract

Keputusan dianggap dapat diberlakukan jika dapat diberlakukan tanpa para pihak yang bersengketa perlu menunggu keputusan berikutnya atau bentuk upaya hukum lainnya. Ini diizinkan untuk Art. 189(3) Voorde Buitengewesten (RBg) dan Art. 178(3) Herziene Inlandsch Reglement (HIR). Jelas terlihat bahwa kebebasan hakim terbatas pada kemampuan untuk menyelesaikan setiap masalah yang dibawa oleh para pihak dan kemudian mencapai kesimpulan. Temuan penelitian ini memiliki potensi untuk memberikan kontribusi yang signifikan. Secara teoritis, jalur penyelidikan ini berkontribusi pada perluasan pengetahuan hukum seseorang, khususnya pemahaman seseorang tentang hukum acara perdata. Ketidakpastian target eksekusi, transfer ke pihak lain, sertifikat yang baru diterbitkan, perlawanan dari pihak yang kalah, dan faktor lainnya adalah contoh masalah yang mungkin muncul selama proses eksekusi. Pada saat yang sama, kesulitan yang harus diatasi dari segi hukum adalah menentukan apakah pihak yang kalah akan melakukan upaya hukum untuk mempertimbangkan kembali. Pihak ketiga telah menyuarakan penentangannya (derden verzet) Putusan hakim bukanlah penghukuman; sebaliknya, itu bersifat demokratis dan konstitusional karena menyangkal sebagian atau seluruh hak pihak ketiga. Pasal ini mengambil apa yang dikenal dengan pendekatan yuridis normatif, yaitu suatu pendekatan yang berpijak pada konsep disiplin hukum sebagai seperangkat aturan (norma/dassoleum) yang berlaku bagi masyarakat. Dalam contoh khusus ini, hukum acara perdata digunakan sebagai dasar untuk pendekatan ini. Kata Kunci: Eksekusi; Hambatan; Putusan serta-merta
Tinjauan Kriminologi Terhadap Tindak Pidana Pengedaran Sediaan Farmasi Tanpa Izin Edar Tommy Leonard; Kartina Pakpahan; Agnes Theresia Br Barus; Thomson Sukamto Marzuky Simatupang
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.5396

Abstract

Punishment is a form of deviation of behavior within society. One of the criminal acts in the field of pharmacy is related to the circulation of pharmaceutical preparations without an edar license, such as drug circulation without a edar licence that can harm society. The purpose of the research is to analyze the arrangements regarding the distribution of pharmaceutical preparations without authorization, efforts to combat such crimes, as well as the punishment given to the perpetrators. This research uses a method of research jurisprudence normative law, descriptive analysis using library data through libraries, regulations-legislation related to pharmaceutical preparations without authorization. The results of the criminal investigation of distributing pharmaceutical preparations without an edar license are regulated in Article 106 paragraph 1 junto 197 of the Law No. 36 of 2009 on Health. Procurement of pharmaceutical supplies is carried out by the pharmacy in the production, distribution and distribution facilities and facilities of pharmacy services. (pasal 6 PP Nomor 51 Tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian). Countermeasures for criminal acts are carried out with penal and non-penal efforts. The punishment given is 4 (four) months and a fine of IDR 1,000,000.00 (one million rupiah) subsidiary of 1 (one) month in prison
Kiat Sukses Studi pada Perguruan Tinggi Dengan Sistem Belajar Jarak Jauh Budi Astuti; Suyatno
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5607

Abstract

Abstrak Sukses sebagaimana yang dituliskan pada Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti keberhasilan atau keberuntungan.Keberhasilan untuk menyelesaikan studi dengan prestasi tertentu yang harus dicapai secara bertahap. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk membantu meraih keberhasilan studi sesuai/lebih cepat dari rencana.Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Kiat sukses inilah yang nantinya akan digunakan untuk mencapai keberhasilan menyelesaikan studi sesuai rencana pada Perguruan Tinggi Jarak Jauh (PTJJ). Perguruan Tinggi Jarak Jauh adalah Perguruan Tinggi (PT) yang menerapkan metode pembelajaran di mana peserta didik dan pengajar tidak pada satu lokasi yang sama dengan menggunakan media internet. Kata Kunci: Kiat, Sukses, Perguruan Tinggi Jarak Jauh
Model Konseptual Pendidikan Kewarganegaraan Berdasarkan Landasan Filosofis: Konteks Sekolah Menengah di Indonesia Suriaman; Sapriya; T Heru Nurgiansah; Ryan Prayogi; Heny Mulyani; Zindan Baynal Hubi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5819

Abstract

Abstrak Artikel ini membahas tentang model pendidikan kewarganegaraan di sekolah menengah berlandaskan kepada dasar filosofisnya sehingga menjadi acuan dalam pengembangan disiplin keilmuan PKn. Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk membentuk warga negara yang bertanggung jawab, peduli terhadap masyarakat, memiliki pengetahuan tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta mampu berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokratis. Model konseptual pendidikan kewarganegaraan yang dijelaskan dalam artikel ini didasarkan pada landasan filosofis yang kuat. Landasan filosofis ini meliputi prinsip-prinsip moral, etika, dan nilai-nilai dasar yang diperlukan untuk membentuk warga negara yang baik. Model ini juga mencakup komponen-komponen seperti kurikulum, metode pengajaran, dan evaluasi pembelajaran. Dalam konteks sekolah menengah, pendidikan kewarganegaraan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang sistem politik, hukum, dan pemerintahan negara. Selain itu, pendidikan kewarganegaraan juga dapat membantu siswa memahami perbedaan budaya, agama, dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Pendidikan kewarganegaraan di sekolah menengah juga dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial, seperti kerjasama, komunikasi, dan kepemimpinan. Melalui pendidikan kewarganegaraan, siswa diajarkan tentang pentingnya menghormati perbedaan, memahami perspektif orang lain, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat. Dalam artikel ini, model konseptual pendidikan kewarganegaraan berdasarkan landasan filosofis dijelaskan secara rinci dengan tujuan untuk memberikan panduan bagi pengembangan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan yang efektif di sekolah menengah. Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Landasan Filosofis, Sekolah Menengah
Diplomasi Tentara Nasional Indonesia Era Presiden Soekarno Muhammad Ismail Mangkusubroto
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5824

Abstract

Abstrak Tentara Nasional Indonesia (TNI) terbentuk pada tahun 1945 dan merupakan suatu hasil dari perjuangan fisik yang dilakukan oleh Indonesia yang berarti melalui perjuangan militer dan juga politik. Peran TNI pada bidang politik di masa perjuangan dalam kurun waktu 1945 – 1949 dipengaruhi juga dengan kedatangan Inggris dan Belanda. Pertempuran Surabaya yang terjadi pada 10 November 1945 membuka pandangan nasional maupun internasional. Dalam pandangan nasional, menunjukkan bahwa pertempuran ini meningkatkan semangat perlawanan masyarakat dan membela negara. Kepada pandangan internasional menunjukkan bahwa peperangan ini menjadi momentum pembuktian bahwa negara Indonesia itu berdaulat penuh dan merdeka. TNI dalam mengatasi potensi ancaman, memiliki dua taktik yaitu dengan cara berperang dan berdiplomasi. Melalui perang, dapat menunjukkan kepada dunia internasional bahwa negara Indonesia ada, Merdeka, dan berdaulat sedangkan apabila melalui diplomasi, TNI sukses mengirimkan delegasi militer ke perundingan-perundingan yang pernah dilakukan seperti Konferensi Meja Bundar. TNI dalam politik luar negeri Indonesia masih dalam batas-batas Politik Bebas dan Aktif Indonesia, serta diplomasi juga merupakan bentuk dukungan terhadap politik luar negeri khususnya pada bidang politik, pertahanan, dan keamanan. Kata Kunci: Diplomasi, TNI, Politik Luar Negeri, Pertahanan, Keamanan. Abstract The Indonesian National Army (TNI) was formed in 1945 and is a result of the physical struggle carried out by Indonesia, which means through military and political struggle. The role of the TNI in the political field during the struggle in the period 1945-1949 was also influenced by the arrival of the British and the Dutch. The Battle of Surabaya that took place on November 10, 1945 opened up national and international views. In the national view, it showed that this battle increased the spirit of community resistance and defended the country. To the international view, it shows that this battle is a momentum to prove that the Indonesian state is fully sovereign and independent. TNI in overcoming potential threats, has two tactics, namely by fighting and diplomacy. Through war, it can show the international community that the Indonesian state exists, is independent and sovereign, while through diplomacy, the TNI has successfully sent military delegations to negotiations that have been carried out such as the Round Table Conference. TNI in Indonesia's foreign policy is still within the boundaries of Indonesia's Free and Active Politics, and diplomacy is also a form of support for foreign policy, especially in the fields of politics, defense and security. Keywords: Diplomacy, TNI, Foreign Policy, Defense, Security.
Analisa Konflik Lingkungan Hidup pada Program Food Estate di Kalimantan Tengah ditinjau dari Perspektif Nationally Determined Contribution (NDC) Dian Anggraini; Arifuddin Uksan; Kusuma; Pujo Widodo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5833

Abstract

Abstrak Nationally Determined Contribution (NDC) adalah sebuah alat kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Kebijakan ini sejalan dengan hasil dari Kesepakatan Paris yang disahkan pada tanggal 12 Desember dan diakui melalui Undang-Undang No. 16 Tahun 2016 tentang Ratifikasi Kesepakatan Paris terhadap Kerangka Kerja Konvensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa. Selama masa pandemi Covid-19, pemerintah memulai Program Peningkatan Penyediaan Pangan di Provinsi Kalimantan Tengah sebagai bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) melalui Program Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (Food Estate) yang berlangsung dari tahun 2020 hingga 2024.. Metode yang dipakai ialah penelitian kualitatif. Artikel ini akan menganalisa konflik lingkungan hidup pada program Food Estate di Kalimantan Tengah yang akan ditinjau dari perspektif Nationally Determined Contribution (NDC) serta bagaimana kebijakan yang diterapkan dalam program Food Estate di kawasan hutan. Adapun artikel ini berfokus pada Program Food Estate yang dinilai tidak sesuai dengan komitmen NDC karena dapat meningkatkan resiko deforestasi secara masif, ekosistem lahan gambut, musnahnya flora dan fauna karena mengonversi hutan menjadi lahan pertanian. Kata Kunci: Food Estate, Konflik Lingkungan Hidup, Nationally Determined Contribution (NDC) Abstract Nationally Determined Contributions (NDC) represent a policy instrument aimed at reducing greenhouse gas emissions. This policy aligns with the outcomes of the Paris Agreement ratified on December 12, as enshrined in Law No. 16 of 2016 concerning the Ratification of the Paris Agreement to The United Nations Framework Convention on Climate Change. Amidst the Covid-19 pandemic, the government launched the Food Provision Enhancement Program in Central Kalimantan Province as a National Strategic Program (NSP) through the Food Estate Development Program from 2020 to 2024. The method used is qualitative research. This article will analyze environmental conflicts in the Food Estate program in Central Kalimantan which will be reviewed from the perspective of Nationally Determined Contribution (NDC) and how policies are implemented in the Food Estate program in forest areas. This article focuses on the Food Estate Program which is considered not in accordance with NDC commitments because it can increase the risk of massive deforestation, peatland ecosystems, loss of flora and fauna due to converting forests to agricultural land. Keywords: Food Estate, Environmental Conflict, Nationally Determined Contribution (NDC)
Pancasila Sebagai Asal Mula Ideologi Bangsa dan Negara Indonesia Terhadap Nilai-Nilai Kebangsaan Syamsul Arifin; Agus H. Sulistiyono Reksoprodjo; Fauzia Gustarina Cempaka Timur
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5838

Abstract

Abstract The important role of Pancasila as an ideological root for the nation and state of Indonesia in maintaining strong national values. The purpose of this study is to analyze the role of Pancasila in shaping Indonesian national identity, identify the national values ​​recognized by Pancasila, and describe the research methods used to collect and analyze data. This study uses historical analysis approaches and literature studies to investigate the development of the concept of Pancasila as Indonesia's main ideology. Analyzing historical texts, important speeches, and works by national figures, this research reveals the evolution and meaning of national values ​​inherent in Pancasila. The results of the study show that Pancasila has served as the ideological foundation that underlies Indonesian national identity. Values ​​such as unity, mutual cooperation, democracy, and belief in one and only God have proven to be the main pillars in shaping the character of the nation and state. Also revealed that Pancasila continues to be relevant in facing the challenges of modern times, which confirms Indonesia's commitment to diversity and inclusivity. The conclusion is that Pancasila has a central role in shaping and maintaining Indonesian national values. So that Pancasila remains a strong foundation to guide the direction of the development of the Indonesian nation and state towards the future. Keywords: Pancasila, Ideology, National Values, Identity Indonesia. Abstrak Peran penting Pancasila sebagai akar ideologi bagi bangsa dan negara Indonesia dalam mempertahankan nilai-nilai kebangsaan yang kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran Pancasila dalam membentuk identitas kebangsaan Indonesia, mengidentifikasi nilai-nilai kebangsaan yang diakui oleh Pancasila, serta menguraikan metode penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis historis dan studi literatur untuk menyelidiki perkembangan konsep Pancasila sebagai ideologi utama Indonesia. Menganalisis terhadap teks-teks sejarah, pidato-pidato penting, dan karya-karya tokoh-tokoh nasional, penelitian ini mengungkap evolusi dan pemaknaan nilai-nilai kebangsaan yang melekat dalam Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila telah berperan sebagai fondasi ideologis yang mendasari identitas kebangsaan Indonesia. Nilai-nilai seperti persatuan, gotong royong, demokrasi, dan ketuhanan yang maha esa terbukti menjadi pilar utama dalam membentuk karakter bangsa dan negara. Juga mengungkapkan bahwa Pancasila terus relevan dalam menghadapi tantangan zaman modern, yang menegaskan komitmen Indonesia terhadap keberagaman dan inklusivitas. Kesimpulanya bahwa Pancasila memiliki peran sentral dalam membentuk dan mempertahankan nilai-nilai kebangsaan Indonesia. Sehingga Pancasila tetap menjadi pijakan yang kuat untuk memandu arah perkembangan bangsa dan negara Indonesia menuju masa depan. Kata kunci: Pancasila, Ideologi, Nilai-Nilai Kebangsaan, Identitas Indonesia
Analisis Angin Zonal dan Meridional dalam Menentukan Awal Musim Hujan di Seram Bagian Barat Provinsi Maluku Eka Alfred Sagala; Ernalem Bangun; Adi Subiyanto
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5842

Abstract

Abstrak Prakiraan awal musim dan curah hujan yang dikeluarkan BMKG sangat penting salah satunya bagi komoditas pertanian. Kriteria untuk penentuan awal musim ini sangat bervariasi, namun selama ini hanya didasarkan pada jumlah curah hujan tanpa mempertimbangkan indikator lain. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh angin zonal dan meridional dalam penentuan awal musim hujan maupun kemarau di wilayah penelitian Seram bagian barat. Selain itu, juga dideskripsikan hubungan curah hujan saat El Nino mengalami penguatan mengingat fenomena ini juga mempengaruhi sistem sirkulasi angin di wilayah penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data angin zonal dan angin meridional bulanan dari NCEP (National Centre For Environmenttal), akumulasi curah hujan bulanan dari Stasiun Klimatologi Seram bagian barat, dan data ONI NOAA (Oceanic Nino Index NOAA). Dengan metode analisa deskriptif dan statistik dengan melibatkan analisa grafik maka diperoleh bahwa pola curah hujan menunjukkan pola lokal dimana awal musim hujan rata-rata dimulai pada bulan Mei. Analisa angin zonal dapat digunakan dalam menentukan awal musim hujan di Seram Bagian Barat saat tidak ada fenomena global. Hal ini diawali dengan berhembusnya angin zonal timuran dan awal musim kemarau ditandai dengan melemahnya angin zonal timuran yang selanjutnya angin zonal baratan mengalami penguatan. Sedangkan angin merdional dari selatan mengalami penguatan setelah puncak musim hujan terjadi dan melemah setelah puncak musim kemarau terjadi. Kata Kunci: Awal Musim, Angin Zonal, Angin Meridional, Curah Hujan Abstract Forecast of seasonal onset and the rainfall issued by BMKG is very important, one of which is for agricultural commodities. The criteria for determining the start of this season are very varied, but so far only based on the amount of rainfall without considering other indicators. Therefore this study aims to analyze the effect of zonal and meridional winds in determining the start of the rainy and dry seasons in the western part of the Seram research area. In addition, the relationship between rainfall during El Niño has also been strengthened, given the fact that this phenomenon also affects the wind circulation system in the research area. The data used in this study are zonal wind data and monthly meridional winds from NCEP (National Center for Environmenttal), monthly rainfall accumulation from the West Seram Climatology Station, and ONI NOAA (NOAA Oceanic Nino Index) data. With the method of descriptive analysis and statistics involving graph analysis, it is found that rainfall patterns show local patterns where the beginning of the average rainy season begins in May. Zonal wind analysis can be used to determine the start of the rainy season in West Seram when there are no global phenomena. This begins with the blowing of zonal winds and the beginning of the dry season is characterized by a weakening of the zonal winds of the timuran which further strengthens the zonal wind. Whereas the national wind from the south has been strengthened after the peak of the rainy season occurred and weakened after the peak of the dry season occurred. Keywords: Onset of Season, Zonal Wind, Meridional Wind, Rainfall
Gerakan Separatisme Spanyol Ditinjau dari Hukum Humaniter Internasional Shelvy Nujuliyani; Djayeng Tirto; Yulian Azhari; Pujo Widodo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5852

Abstract

Abstract Tulisan ini membahas tentang gerakan separatisme yang terjadi di spanyol ditinjau dari hukum humaniter internasional. Hukum ini merupakan seperangkat aturan yang mengatur tentang hukum konflik bersenjata, konflik bersenjata terbagi menjadi dua: konflik bersenjata internasional dan konflik bersenjata non-internasional. Gerakan separatisme termasuk pada konflik bersenjata non-internasional. Dalam bernegara, faktor ekonomi dan faktor politik menjadi penyebab utama atas munculnya gerakan separatisme bersenjata. Spanyol tidak luput dari gerakan separatisme di mana terdapat dua gerakan separatisme yaitu: kelompok Euskadi Ta Askatasuna (ETA) di Basque yang menggunakan cara kekerasan dan Catalonia dengan upaya referendumnya. Gerakan separatisme ini mampu diatasi oleh pemerintah Spanyol baik dengan hard-power atau soft-power dengan memberikan otonomi kepada dua wilayah tersebut. Kata Kunci: Gerakan Separatisme, Konflik, ETA, Referendum Catalonia, Pemerintah Spanyol