cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 3,213 Documents
Peran TIMPORA dalam Pencegahan Konflik Warga Negara Asing di Nusa Tenggara Barat Dian Ayu; Muhammad Adham Pradhana; Yulian Tri Saptono; Herlina Juni Risma Saragih; I Gede Sumertha KY; Pujo Widodo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4781

Abstract

Abstrak Perkembangan globalisasi yang meliputi keterbukaan ekonomi hingga mobilitas barang dan orang telah memberikan tantangan bagi semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Potensi pariwisata khususnya di Nusa Tenggara Barat telah terkenal di kancah internasional, hal ini tentu memberikan dampak positif dan negatif. Positifnya ialah peningkatan pendapatan negara melalui pariwisata, investasi asing, bertambahnya insentif bagi pelaku usaha wilayah setempat dan diharapkan ke depan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun juga terdapat dampak negatif yaitu semakin besar mobilitas bagi orang asing yang memasuki wilayah Nusa Tenggara Barat dapat berpotensi menimbulkan konflik. Sesuai dengan Pasal 69 UU Keimigrasian Tahun 2011 merupakan dasar hukum dibentuknya TIMPORA, dalam hal ini Menteri Hukum dan HAM dalam rangka pengawasan keimigrasian terhadap kegiatan orang asing di wilayah Indonesia membentuk Tim Pengawasan Orang Asing yang anggotanya terdiri dari badan atau instansi pemerintah terkait baik di pusat maupun di daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Peran dari TIMPORA dalam Pencegahan Konflik Warga Negara Asing di Nusa Tenggara Barat Guna Mewujudkan Keamanan Nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain analisis deskriptif kualitatif. Data didapat melalui wawancara atau diskusi interaktif saat kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran TIMPORA sangat penting dalam pengawasan warga negara asing yang masuk ke wilayah Nusa Tenggara Barat, beberapa upaya yang dilakukan ialah dengan melaksanakan operasi gabungan khusus dan insidentil, Rapat Koordinasi TIMPORA, bersama FORKOPIMDA melaksanakan himbauan-himbauan dalam rangka sinergi antar stakeholder, serta memberikan saran dan pertimbangan kepada instansi dan/atau lembaga pemerintahan terkait, mengenai hal yang berkaitan dengan pengawasan orang asing. Kata Kunci: TIMPORA, Pencegahan Konflik, Warga Negara Asing, Nusa Tenggara Barat, Keamanan Nasional. Abstract The development of globalization, which includes economic openness and the mobility of goods and people, has presented challenges for all countries in the world, including Indonesia. The potential of tourism, particularly in West Nusa Tenggara, has become well-known internationally, which has had both positive and negative impacts. The positive impact includes an increase in the country's revenue through tourism, foreign investment, and incentives for local business actors, which is expected to improve the welfare of the community in the future. However, there are also negative impacts, such as the potential for conflicts due to the increasing mobility of foreigners entering West Nusa Tenggara. In accordance with Article 69 of the 2011 Immigration Law, the basis for the formation of TIMPORA (Immigration Supervision Team), the Minister of Law and Human Rights established a Foreigner Supervision Team to monitor the activities of foreigners in Indonesia, consisting of relevant government agencies at both central and regional levels. This study aims to determine the role of TIMPORA in preventing conflicts involving foreigners in West Nusa Tenggara to achieve national security. This study uses a qualitative method with a qualitative descriptive analysis design. Data was obtained through interviews or interactive discussions during Domestic Work Lectures and literature studies. The results show that the role of TIMPORA is very important in monitoring foreigners entering West Nusa Tenggara. Some of the efforts made include carrying out special and incidental joint operations, TIMPORA Coordination Meetings, working with FORKOPIMDA to disseminate information and promote synergy among stakeholders, as well as providing advice and recommendations to relevant government agencies and institutions regarding foreigner supervision. Keywords: TIMPORA, Conflict Prevention, Foreign Nationals, West Nusa Tenggara, National Security.
Black Liquor sebagai Sumber Energi Baru Terbarukan dari Industri Pulp dan Kertas Rahmat Hidayat; M. Ikhwan Syahtaria
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4784

Abstract

Abstrak Kebutuhan energi industri pulp dan kertas mengalami pertumbuhan dengan rata-rata 2,49% per tahun dari 108,5 juta SBM pada tahun 2018 menjadi 135,4 juta SBM pada tahun 2027 sehingga industry pulp kertas dikategorikan sebagai industri dengan pemakaian energi yang lumayan besar. Oleh karena itu diperlukan sebuah metode terbaru dalam penggunaan teknologi pada industry tersebut sehingga dapat menghasilkan efisiensi tinggi yang pada akhirnya mampu mengurangi pemakaian energi. Hingga saat ini lindi hitam (black liquor) dari pabrik pulp kertas di Indonesia masih belum banyak digunakan secara optimal sebagai bahan bakar boiler. Upaya pemanfaatan black liquor dan penggunaan teknologi yang efisien di industri pulp kertas mampu membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta dapat mereduksi emisi dari bahan bakar berbasis fosil. Panas pembakaran black liquor mencapai 13,8 MJ/kg pada proses recovery boiler. Dengan metode gasifikasi, energi yang diproduksi akan lebih tinggi karena dapat menghasilkan bahan bakar dan gas sintetis. Black liquor juga dapat menjadi sumber energi berkelanjutan yang diunggulkan, karena dapat dimanfaatkan untuk pembuatan gas hidrogen, biobriket, maupun untuk efisiensi energi pada industri pulp dan kertas. Kata Kunci: Black Liquor, Pulp dan Kertas, Energi Terbarukan Abstract The energy needs of the pulp and paper industry increase by an average of 2.49% per year, from 108.5 million BOE in 2018 to 135.4 million BOE in 2027, so that it is an industry with quite large energy consumption. Therefore, it is necessary to innovate the use of technology with high efficiency so as to reduce energy use. Until now, black liquor from pulp and paper mills in Indonesia has generally not been utilized optimally as boiler fuel. Efforts to utilize black liquor and apply efficient technology in the pulp and paper industry can help reduce dependence on fossil fuels and reduce emissions from fossil fuels. The heat of combustion of black liquor reaches 13.8 MJ/kg in the recovery boiler process. With a gasification system, energy productivity will be higher because it can produce fuel and synthetic gas. Black liquor is also a superior source of sustainable energy because it can be used to produce hydrogen gas, biobriquettes, and improve energy efficiency in the pulp and paper industry. Keywords: Black Liquor, Pulp and Paper, Renewable Energy
Resolusi Konflik Terhadap Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) di Indonesia Pada Masa Pandemi Covid 19 Sakinatunnafsih Anna; Anang Puji Utama; Bayu Setiawan; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih; Achmed Sukendro
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4785

Abstract

Abstrak Pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia menyebabkan pergeseran interaksi sosial yang signifikan yang mengalihkan interaksi tatap muka menjadi interaksi virtual/online. Transisi ini secara tidak langsung memunculkan kasus penyimpangan baru yaitu kekerasan berbasis gender online (KBGO). Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kasus KBGO selama pandemi COVID-19 di Indonesia menggunakan pendekatan penelitian yuridis normatif, dan analisa data kualitatif yang didapatkan dari studi literatur. Hasilnya, ditemukan bahwa kasus KBGO masih sulit untuk diminimalisir karena proses penyelesaian kasus terbatas pada penggunaan UU ITE dan UU Pornografi yang belum dapat memberikan kepastian hukum terhadap korban dan aturan khusus yang terintegrasi dengan pemulihan korban. Meskipun pada akhirnya kepastian penegakan hukum terkait kasus KBGO mengalami perkembangan dengan adanya Undang-Undang No. 12 Tahun 2022 Tentang TPKS, kasus KBGO belum mengalami penurunan yang signifikan karena belum adanya kejelasan terkait aturan turunan dan sosialisasi dari Undang-Undang terkait. Untuk itu, diperlukan pendekatan resolusi konflik lain salah satunya melalui pendekatan integratif, transformatif, dan restoratif sebagai alternatif dalam penyelesaian kasus yang berkelanjutan dan inklusif. Kata Kunci: Pandemi Covid-19, Kekerasan Berbasis Gender Online, KBGO, Resolusi Konflik Abstract The COVID-19 pandemic in Indonesia has caused a significant shift in social interaction, redirecting face-to-face interaction into virtual/online interaction. This transition has indirectly brought up a new case of deviation, namely online gender-based violence (GBV). This research aims to analyze the dynamics of GBV cases during the COVID-19 pandemic in Indonesia using a normative juridical research approach and qualitative data analysis obtained from literature studies. The results found that GBV cases are still difficult to minimize because the case resolution process is limited to the use of the ITE Law and Pornography Law, which have not provided legal certainty for victims and specific regulations that are integrated with victim recovery. Although ultimately, law enforcement certainty related to GBV cases experienced progress with the presence of Law No. 12 of 2022 concerning TPKS, GBV cases have not decreased significantly due to the lack of clarity regarding derivative rules and socialization of related laws. Therefore, other conflict resolution approaches are needed, one of which is integrative, transformative, and restorative approaches as an alternative to sustainable and inclusive case resolution. Keywords: Covid-19 Pandemic, Online Gender-Based Violence, GBV, Conflict Resolution.
Lesson Learned Dalam Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara pada Fase Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Lombok 2018 Dede Saputra; Agus Wibowo; Christine S. Marnani; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih; Kusuma
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4788

Abstract

Abstract The meeting of these three plates causes areas in Indonesia to be vulnerable to earthquakes. Earthquake is a natural phenomenon that cannot be predicted when they will occur. The 2018 earthquake caused the North Lombok District Government to immediately make efforts to deal with the disaster. Improvement requires special attention during the emergency and post-disaster response periods, both from the central and regional governments as well as other parties, so that all residents can improve and be able to carry out their activities until they recover. The method used in this research is qualitative research with data collection techniques, namely interviews, observation, and document study. The purpose of this study is to make the earthquake event in North Lombok Regency in 2018 a Lesson Learn for all parties, especially in North Lombok district and in general for all Indonesian people so that a disaster-resilient community is formed that has an awareness of the potential disasters that will be faced to contribute to the condition national security. Keywords: Earthquake, Lesson Learned, Emergency Response Phase, Effort and Response. Abstrak Pertemuan ketiga lempeng ini menyebabkan wilayah di Indonesia rentan terhadap bencana gempa bumi. Gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak dapat diprediksi kapan waktu terjadinya. Gempa bumi tahun 2018 mengakibatkan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk segera melakukan upaya penanganan bencana tersebut. Pembenahan memerlukan perhatian khusus pada masa tanggap darurat dan pasca bencana, baik dari pemerintah pusat dan daerah maupun pihak lainnya, sehingga seluruh warga dapat berbenah dan mampu menjalankan aktivitas hingga pulih kembali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data, yaitu wawancara, observasi dan studi dokumen. Tujuan dari penelitian ini menjadikan peristiwa gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2018 sebagai Lesson Learn bagi semua pihak khususnya di kabupaten Lombok Utara dan umumnya bagi seluruh masyarakat Indonesia agar terbentuk masyarakat tangguh bencana yang memiliki kesadaran akan potensi bencana yang akan dihadapi guna berkontribusi pada kondisi keamanan secara nasional. Kata Kunci: Gempabumi, Lesson Learned, Fase Tanggap Darurat, Upaya dan Respon.
Perang dan Ekonomi: Sejarah Keterkaitan antara Konflik Militer dan Perubahan Ekonomi Global Chika Lintang; Lukman Yudho Prakoso
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4790

Abstract

Abstrak Perang Dunia I menyebabkan kematian sekitar 17 orang dan menghancurkan banyak wilayah di Eropa. Perang ini juga memaksa negara-negara mengeluarkan banyak uang untuk persenjataan, logistik, dan pengobatan para prajurit. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yang bertujuan untuk menganalisis studi kasus yang akan dipaparkan secara deskriptif untuk menjawab permasalahan yang sudah dirumuskan. Pada penelitian ini, menggunakan teknik pengumpulan data berdasarkan atas studi pustaka dalam mengumpulkan data. Penulis berusaha membahas bagaimana perang telah memainkan peran penting dalam mengubah ekonomi global dari masa ke mas. Pengeluaran besar-besaran oleh pemerintah untuk membiayai perang yang memicu inflasi dan kenaikan harga barang dan jasa. Perkembangan teknologi ini telah membawa kemajuan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk komunikasi, transportasi, kesehatan, energi, dan industri. Meskipun perang selalu membawa dampak negatif, namun kemajuan teknologi dan inovasi yang dihasilkan dari perang juga telah membawa dampak positif pada dunia modern. Kata Kunci: Konflik Militer, Perang, Perubahan Ekonomi Abstrak World War I caused the death of around 17 people and destroyed much of Europe. This war also forced countries to spend a lot of money on weapons, logistics, and medical treatment of soldiers. In this study using qualitative research methods, which aims to analyze case studies that will be presented descriptively to answer the problems that have been formulated. In this study, using data collection techniques based on literature in collecting data. The author tries to discuss how war has played an important role in changing the global economy from time to time. Massive spending by governments to finance wars which fueled inflation and increased prices for goods and services. The development of this technology has brought major advances in various aspects of human life, including communication, transportation, health, energy and industry. Although war has always had a negative impact, technological advances and innovations resulting from war have also had a positive impact on the modern world. Keywords: Military Conflicts, War, Economic Change
Peran Ekonomi Dalam Meningkatkan Kemandirian Pertahanan Negara Melalui Konsep Sishankamrata Ria Anggun Ariani; Guntur Eko Saputro; Lukman Yudho Prakoso
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4791

Abstract

Abstrak Kecanggihan teknologi ini tentunya membutuhkan industri pertahanan nasional yang kuat dan mandiri. salah satu cara mendapatkan industri pertahanan yang kuat dan mandiri, termasuk teknologi pertahanan yang mumpuni, adalah melalui peran ekonomi dan konsep sishankamrata. Tujuan dari penulisan ini untuk membahas membahas mengenai peran ekonomi dalam meningkatkan kemandirian pertahanan melalui konsep sishankamrata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang didasarkan pada studi pemahaman yang mendalam. Hasil dan pembahasan apabila Indonesia ingin meningkatkan kemandirian pertahanan dan mencapai tujuan yang diinginkan Indonesia terlebih dahulu harus mengatasi masalah yang menghambat pengembangan industri pertahanan negara. Kesimpulan dari Penelitian ini adalah Pemerintah menetapkan BUMN pertahanan menjadi industri alutsista dan pemimpin utama (main integrator), yang memproduksi alutsista dan/atau mengintegrasikan seluruh bagian, komponen, dan bahan baku utama ke dalam alutsista untuk mendapatkan keuntungan serta menciptakan sistem pertahanan yang mandiri. Namun, apabila dilihat dari konsep sishankamrata bahwa Sistem pertahanan dan keamanan seluruh rakyat dilaksanakan oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung. Kata Kunci: Kemandirian Pertahanan, Peran Ekonomi, Sishankamrata
Perlindungan Hukum Terhadap Anak Korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual di Tinjau dari Perspektif Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak (Studi Kasus di Wilayah Hukum Polres Metro Jakarta Selatan) Reza Ayu Pratiwi; Ika Dewi Sartika Saimima; Dwi Atmoko
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4795

Abstract

Abstrak Penelitian ini berfokus pada hambatan-hambatan yang dihadapi serta upaya perlindungan hukum oleh petugas kepolisian dalam melindungi korban kekerasan seksual anak di wilayah Kepolisian Metropolitan Jakarta Selatan. Penelitian ini juga meninjau perspektif Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016. Penelitian menemukan bahwa banyak kasus kekerasan seksual terhadap anak tidak dilaporkan atau direkam karena sikap masyarakat yang menganggap masalah tersebut sebagai masalah keluarga yang sebaiknya tidak diungkapkan kepada orang luar. Selain itu, penelitian menemukan bahwa pelaku kekerasan seksual terhadap anak biasanya adalah kerabat dekat, tetangga, atau kenalan korban. Modus operandi pelaku seringkali melibatkan paksaan, intimidasi, atau manipulasi. Penelitian juga menemukan bahwa terdapat kekurangan dalam kejelasan prosedur hukum dan regulasi untuk melindungi korban kekerasan seksual anak. Penelitian menyarankan bahwa perbaikan dalam prosedur hukum dan kesadaran masyarakat diperlukan untuk mengurangi jumlah korban kekerasan seksual anak. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Anak, Kekerasan Seksual, UU no 17 Tahun 2016
Analisis Determinan Belanja Modal dan Hubungannya Dengan PDRB (Studi pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi) Al Parok
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4796

Abstract

Abstract This study aims to analyze what are the determinant factors that influence capital expenditure and its relationship with GRDP. The determinant factors in this study consist of Local Own Revenue (PAD), Profit Sharing Fund (DBH), General Allocation Fund (DAU), Special Allocation Fund (DAK), Other Legal Regional Income (LPS) and Remaining Surplus Budget Calculation (SiLPA). The object of this research is the Regency/City Government in Jambi Province. The method of analysis in this study uses panel data regression analysis. This analysis found that Local Own Revenue (PAD), Revenue Sharing Fund (DBH), General Allocation Fund (DAU), Special Allocation Fund (DAK), Other Legal Regional Income (LPS) and Budget Calculation Overtime (SiLPA) simultaneously affect capital expenditure and partially only Regional Original Income (PAD) Revenue Sharing Fund (DBH), General Allocation Fund (DAU) and Budget Calculation Overtime (SiLPA) have no effect on capital expenditure. Correlation analysis shows that capital expenditure has no significant relationship with GRDP. Keywords: Determinants of Capital Expenditure, Capital Expenditure and GRDP
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Perlindungan dan Penegakan Hukum Untuk Menjamin Keadilan dan Kedamaian Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing pada Siswa Kelas XII IPS SMA Negeri 1 Tapa Srijanti Y. Mooduto
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4800

Abstract

Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perlindungan dan penegakan hukum dalam masyarakat untuk menjamin keadilan dan kedamaian dengan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing pada siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Tapa. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian tindakan kelas (PTK). Adapun teknik pengumpulan data terdiri dari observasi dan pre-test yang diukur melalui pengamatan serta interpretasi data melalui analisis siklus 1 dan siklus 2 guna mengukur tingkat keberhasilan metode pembelajaran yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal itu terlihat pada Siklus I dimana, pembelajaran menunjukkan bahwa dari enam aspek kegiatan guru yang diamati, dua aspek (33,3%) dinilai sangat baik, sedangkan empat aspek lainnya (66,7%) dinilai baik. kemudian Pada siklus kedua, 85,7% siswa memperoleh nilai 7,7 ke atas. Oleh karena itu dapat disimpulkan, Secara keseluruhan, model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Perlindungan dan Penegakan Hukum dalam Masyarakat untuk menjamin keadilan dan kedamaian. Kata Kunci: Pembelajaran kooperatif Tipe Snowball Throwing, Siswa Kelas XII IPS, SMAN 1 TAPA
The Story Telling as a Solution of Student’s Difficulties in English Speaking at Islamic of Senior High School Sirojut Tholibin Nafa Wardana Lutfah; Kustiana Arisanti; Ririn
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4804

Abstract

Abstract Speaking is one of the most important of the four skills namely listening skills, speaking skills, reading skills and writing skills. Talking is one action to convey information and express ideas and feelings. This research is conducted to describe students' difficulties in speaking English lessons, factors that make it difficult for students to speak English, and students strategies to overcome their difficulties in speaking English lessons in twelfth grade MA Islam Sirojut Tholibin 2022/2023. This study uses a qualitative method. MA Sirojut Tholibin class XII IPA selected by the researcher as a sample consisting of 32 students. In collecting data, researchers used observation, interviews, and questionnaires. Data collected analyzed by reducing data, presenting data, drawing conclusions and verification. Researchers use the results of the pretest and posttest, to show reliability data. From the data analysis, the researcher found that each student was different difficulty in speaking, there is lack of vocabulary, poor pronunciation, nothing to say, lack of motivation, fear of being wrong, shy, using mother tongue. There are factors that cause difficulties in speaking English in English lessons. Other factors are internal factors, students do not have an interest in learning to speak, classroom conditions, student environment. Students have strategies for coping their difficulty in speaking. Students join English clubs or English courses for improve their speaking, so they can practice speaking English and ask them friend or teacher to improve their English. Students memorize vocabulary and write short stories to improve their speaking skills. Keyword: English Speaking, Student’s Difficulties, Solution