cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
Peningkatan Kompetensi Guru Menyusun RPP Dan Melaksanakan Proses Pembelajaran Melalui Supervisi Akademik Teknik Observasi Endah Sayekti Puspitorini
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.766 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2995

Abstract

AbstrakPenelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan supervisi akademik dengan teknik observasi kelas dapat meningkatkan kompetensi menyusun RPP dan melaksanakan proses pembelajaran bagi guru kelas V SD Binaan Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Subjek penelitian guru kelas V sebanyak 13 orang. Kondisi awal diperoleh kompetensi guru dalam menyusun RPP dari 13 orang belum ada yang mencapai nilai A dan baru 23% guru memiliki kompetensi yang baik dalam melaksanakan pembelajaran. Hasil penelitian ini yaitu: 1) Kompetensi guru dalam menyusun RPP mencapai kategori baik, yaitu sebanyak 13 guru dengan nilai rata-ratanya sebesar 87; 2)  Kompetensi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran yang mencapai kategori baik, sebanyak 12 guru atau 92% dengan nilai rata-ratanya sebesar 86; 3) kompetensi guru dalam menyusun RPP dan melaksanakan proses pembelajaran yang baik  mencapai kategori baik, yakni sebanyak 13 guru atau 100% dengan nilai rata-ratanya sebesar 87.Kata Kunci: supervisi akademik, teknik observasi, RPP, pembelajaran AbstractThis Classroom Action Research aims to describe the application of academic supervision with classroom observation techniques that can improve competence in compiling lesson plans and carrying out the learning process for fifth grade teachers at the Elementary School assisted in Nguntoronadi District, Wonogiri Semester II for the 2018/2019 academic year. The research subjects for fifth grade teachers were 13 people. The initial condition is that teacher competence in preparing lesson plans from 13 people has not yet achieved an A grade and only 23% of teachers have good competence in carrying out learning. The results of this study are: 1) The competence of teachers in preparing lesson plans reached a good category, namely as many as 13 teachers with an average score of 87; 2) The competence of theachers in carrying out the learning process that reaches a good category, as many as 12 teachers or 92% with an average score of 86; 3) The competence of theachers in preparing lesson plans and implementing a good learning process reached the good category, namely as many as 13 teachers or 100% with an average score of 87.Keywords: academic supervision, observation techniques, lesson plans, learning
Gaya Kepemimpinan Bupati Mahasiswa Pada Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat FKIP Universitas Riau Tika Dwi Pratiwi; Titi Maemunaty; Said Suhil Achmad; Aswandi Bahar
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.114 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.3006

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan Bupati Mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat FKIP Universitas Riau. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang, yang terdiri dari Ketua masing-masing Divisi yang ada di Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat FKIP Universitas Riau. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan otokratis ditunjukkan dengan pemimpin yang memaksakan kehendak, memutuskan peraturan secara ketat/jelas, memutuskan secara sepihak, menuntut ketaatan penuh, dan tidak memberikan kesempatan berdialog (menerapkan komunikasi satu arah). Gaya kepemimpinan demokratis ditunjukkan dengan sikap pemimpin yang memberikan peraturan yang jelas, menuntut memenuhi peraturan, menerapkan peraturan melalui pemahaman, memberikan kesempatan untuk berpikir, dan mengajak berdialog. Gaya kepemimpinan laissez-faire ditunjukkan dengan sikap seorang pemimpin yang memberikan kebebasan yang tidak jelas, kurang memberikan kontrol, hanya sedikit memberikan bimbingan, lebih banyak membiarkan, dan kurang memberikan nasehat. Dari ketiga gaya kepemimpinan tersebut, gaya kepemimpinan yang terlihat dalam penelitian ini adalah gaya kepemimpinan demokratis, sedangkan gaya kepemimpinan otokratis dan gaya kepemimpinan bebas (laissez faire) tidak terlihat pada hasil penelitian ini.Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Bupati Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa AbstractThis research aims to describe the leadership style of the Regent of the Student Education Study Program of the FKIP University of Riau. This research method is descriptive qualitative research. There were 7 informants in this study, consisting of the Head of each Division in the Student Association of the Community Education Study Program, FKIP University of Riau. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. While the analysis in this study includes data reduction, data presentation, conclusion drawing, and triangulation. The results show that the autocratic leadership style is indicated by leaders who impose their will, decide rules strictly/clearly, decide unilaterally, demand full obedience, and do not provide opportunities for dialogue (implementing one-way communication). The democratic leadership style is indicated by the attitude of the leader who provides clear rules, demands to comply with the rules, applies the rules through understanding, provides opportunities for thinking, and invites dialogue. The laissez-faire leadership style is indicated by the attitude of a leader who gives unclear freedom, gives less control, provides little guidance, allows more, and provides less advice. Of the three leadership styles, the leadership style seen in this study is a democratic leadership style, while the autocratic leadership style and the free leadership style (laissez faire) are not seen in the results of this research.Keywords: Leadership Style, Student Regent, Student Association
Problematika Peranan Lurah Dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Bank Sampah Di Kelurahan Tobek Godang Kecamatan Bina Widya Kota Pekan Baru Dewi Marfu'a; Wilson Wilson; Titi Maemunaty; Aswandi Bahar
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.045 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.3007

Abstract

AbstrakStudi lapangan ini memiliki tujuan untuk menuntaskan perihal problematika peranan lurah sebagai motivator, fasilitator, dan mobilisator dalam memberdayakan masyarakat dengan menempuh acara pada program bank sampah di Kelurahan Tobek Godang Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru. Tata cara penelitian yang dipakai pada studi ini, yaitu studi deskriptif dengan memanfaatkan pendekatan kualitatif. Teknik mengumpulkan informasi ataupun data menggunakan observation (observasi), interview (wawancara) serta documentation (dokumentasi), yang dilakukan pada 4 informan, diantaranya ialah Lurah, Kader Bank Sampah, Sekretaris Lurah, serta Masyarakat. Kemudian data yang didapat diolah melalui teknik analisis data yang terdiri dari reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan (verification).Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa problematika peranan lurah dalam memberdayakan asosiasi lewat acara dar program bank sampah atas pemberian motivasi masih kurang efektif karena tidak dilakukan secara berkelanjutan dan tidak dapat merangkul seluruh masyarakat sehingga hanya sebagian masyarakat yang mengerti dan mengikuti program bank sampah di Kelurahan. Pihak kelurahan dalam menjalankan perannya sebagai fasilitator, terdapat problematika yang ditemui yaitu pengalokasian dan transaksi keuangan bank sampah yang rendah berpengaruh terhadap jalannya kegiatan bank sampah. Kurangnya minat masyarakat mengikuti bank sampah menyebabkan turunnya transaksi keuangan yang ada. Adapun problematika peranan lurah sebagai mobilisator program bank sampah yaitu kesibukan dan keterbatasan waktu yang dimiliki lurah sehingga hanya memiliki sedikit kesempatan mengikuti kegiatan pemberdayaan.Kata Kunci: Problematika Peranan Lurah, Pemberdayaan Masyarakat, Bank Sampah AbstractThis field study has a goal to complete the problem of role of the rule of masterpiece as a motivator, facilitator, and mobilisator in empowering the community by taking an event on the Waste Bank program in Tobek Tagek Godang District of Bina Widya City of Pekanbaru. The procedures of research used in this study, the descriptive study by utilizing qualitative approach. The technique of collecting information or data using observation, interview (interview) and documentation, documents), which is performed at 4 informants, among them are the lurah, cadres of the waste bank, the secretary of the lurah, and the community. Then the data obtained is processed through data analysis techniques consisting of data reduction, data presentation and conclusions.The findings in this study indicate that the problematic role of the lurah in empowering associations through events from the waste bank program for providing motivation is still ineffective because it is not carried out in a sustainable manner and cannot embrace the whole community so that only some people understand and participate in the waste bank program in the Kelurahan. The kelurahan party in carrying out its role as a facilitator, there are problems encountered, namely the low waste bank allocation and financial transactions that affect the running of waste bank activities. The lack of public interest in participating in waste banks has led to a decline in existing financial transactions. The problem with the role of the lurah as a mobilizer for the waste bank program is that he is busy and has limited time, so he has few opportunities to participate in empowerment activities.Keywords: Problems With The Role of The Village Head, Community Empowerment, Waste Banks
Pengaruh Penerapan Kebijakan New Normal Dalam Masa Pandemi Covid-19 Terhadap Minat Pengguna Jasa Transportasi Udara Di Bandar Udara Supadio Pontianak Elza Novia Ardanti; Suprapti Suprapti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.537 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.3008

Abstract

AbstrakPenerapan New Normal dalam masa pandemik di Bandar Udara Supadio Pontianak ini akan menumbuhkan kembali minat pengguna jasa transportasi udara untuk kembali menggunakan jasa transportasi udara mengingat di Bandar Udara Supadio sempat mengalami penurunan akibat pandemi dan kemungkinan transportasi udara bisa menjadi klaster penularan Covid–19. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh penerapan kebijakan new normal dalam masa pandemi covid-19 terhadap minat pengguna jasa transportasi udara di Bandar Udara Supadio Pontianak, dengan menggunakan metode kuantitatif. Adapun desain penelitian yang digunakan adalah desain peneltian kausal, yang berguna untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya (Hasan, 2002). Hasil pengujian Ho ditolak dan Ha diterima, terdapat pengaruh signifikan antara variabel penerapan kebijakan new normal terhadap minat pengguna jasa transportasi udara di Bandar Udara Supadio Pontianak. Hasil uji regresi linier sederhana 1,075 dan nilai signifikan 0,000. Besarnya pengaruh penerapan kebijakan new normal terhadap minat pengguna jasa di Bandar Udara Supadio Pontianak yaitu sebesar 90,6%. Disarankan bagi penerapan kebijakan new normal dalam masa pandemi covid-19 memperhatikan dan mengevaluasi penerapan kebijakan new normal, berdasarkan penelitian ini menunjukan dengan menerapkan kebijakan new normal yang membuat minat pengguna jasa transportasi udara akan menggunakan kembali. Peneliti selanjutnya, disarankan untuk meningkatkan pengetahuan dengan lebih memahami dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan degan menanamkan pemahaman dan pengetahuan melalui kegiatan penyuluhan program protokol kesehatan covid-19. Hal ini juga agar dapat digunakan sebagai pembanding penelitian ini.Kata Kunci: Penerapan Kebijakan New Normal, Minat Pengguna Jasa Transportasi Udara, Bandar Udara Supadio Pontianak. AbstractThe implementation of the New Normal during the pandemic at Supadio Pontianak Airport will rekindle the interest of air transportation service users to return to using air transportation services considering that Supadio Airport had experienced a decline due to the pandemic and the possibility that air transportation could become a cluster of Covid-19 transmission. The purpose of this study is to determine the effect of implementing the new normal policy during the COVID-19 pandemic on the interest of air transportation service users at Pontianak Supadio Airport, using quantitative methods. The research design used is a causal research design, which is useful for analyzing the relationship between one variable and another or how one variable affects other variables (Hasan, 2002). The test results Ho is rejected and Ha is accepted, there is a significant effect between the variables of implementing the new normal policy on the interest of air transportation service users at Pontianak Supadio Airport. The results of the simple linear regression test are 1.075 and the significant value is 0.000. The magnitude of the effect of implementing the new normal policy on the interest of service users at Pontianak Supadio Airport is 90.6%. It is recommended that the implementation of the new normal policy during the COVID-19 pandemic pay attention to and evaluate the application of the new normal policy, based on this research, it shows that by implementing the new normal policy, air transportation service users will use it again. Further researchers are advised to increase knowledge by better understanding and discipline in implementing health protocols by instilling understanding and knowledge through counseling activities for the COVID-19 health protocol program. This is also so that it can be used as a comparison for this research.Keywords: New Normal Policy Implementation, Air Transportation Service User Interest, Pontianak Supadio Airport
Pengaruh Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Disposisi Matematis Reri Seprina Anggraini; Oni Marani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.286 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.3012

Abstract

AbstrakKemampuan pemecahan masalah dan disposisi matematis siswa adalah dua aspek penting yang nyatanya masih tergolong rendah. Solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menerapkan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian kuasi eksperimen dan rancangan penelitian Static Group Design. Populasinya adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Sungai Penuh. Pemilihan sampel melalui teknik random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes kemampuan pemecahan masalah dan angket disposisi matematis. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji Independent Sample t Test dengan uji prasyarat yaitu uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan uji homogenitas menggunakan uji Levene’s. Hasil uji hipotesis memberikan nilai Sig. < 0,05 baik pada hasil tes kemampuan pemecahan masalah maupun angket disposisi matematis. Sehingga disimpulkan  kemampuan pemecahan masalah dan disposisi matematis siswa yang belajar dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) lebih baik daripada siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensionalKata Kunci: Contextual Teaching and Learning (CTL), Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Disposisi Matematis AbstractProblem solving ability and students' mathematical disposition are two important aspects which in fact are still relatively low. The solution to overcome this problem is to apply a Contextual Teaching and Learning (CTL) approach. This research uses a quantitative approach with a quasi-experimental type of research and a Static Group Design research design. The population is class VIII SMP Negeri 9 Sungai Penuh. Sample selection through random sampling technique. The research instrument used was a problem-solving ability test and a mathematical disposition questionnaire. Hypothesis testing was carried out using the Independent Sample t Test with prerequisite tests, namely the normality test using the Kolmogorov-Smirnov test and the homogeneity test using Levene's. The results of the hypothesis test give the value of Sig. <0.05 both on the results of the problem-solving ability test and the mathematical disposition questionnaire. Therefore, the key to problem-solving skills and dispositions of students who learn with Contextual Teaching and Learning (CTL) approaches are better than students who learn with conventional learning.Keywords: Contextual Teaching and Learning (CTL), Mathematical Problem Solving Skill, Mathematical Disposition
Analisis Perbedaan Metode Gross Up Dengan Metode Net Dalam Perhitungan PPH Pasal 21 Pada PT. Anugerah Lancar Sejahtera Jakarta Selatan Atri Nodi Maiza Putra
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.849 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3013

Abstract

AbstrakDalam pelaksanaan perpajakan terdapat perbedaan kepentingan antara wajib pajak dengan pemerintah, baik dari Wajib Pajak Badan maupun Orang Pribadi berusaha untuk membayar pajak sekecil mungkin. Berbeda dengan pemerintah yang memerlukan dana untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah, yang sebagian besar berasal dari peneriman pajak. Salah satu upaya tersebut adalah melakukan penghematan pajak melalui perhitungan PPh Pasal 21 karyawan ditanggung oleh perusahaan dan metode Gross Up yang merupakan pemotongan pajak dimana perusahaan memberikan tunjangan pajak yang besarnya sesuai dengan PPh pasal 21. Tujuan penilitian ini untuk menganalisis perbedaan metode Gross Up dengan metode Net dalam perhitungan PPh Pasal 21 Pada PT Anugerah Lancar Sejahtera Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif Kualitatif dengan mengolah data sekunder. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan perhitungan menggunakan metode Net mengakibatkan perusahaan harus mengeluarkan biaya yang lebih besar dari perhitungan semula, selain itu perlu dipertimbangkan anggaran saat kenaikan gaji, sebaliknya dengan metode Gross Up akan lebih efisien karena memberikan keuntungan bagi kedua pihak baik Karyawan maupun Perusahaan. Penggunaan metode Gross Up selain untuk memaksimalkan laba perusahaan juga dimaksudkan untuk memotivasi karyawan agar lebih produktif. Dengan begitu penghasilan kena pajak yang harus dibayarkan perusahaan menjadi lebih kecil serta gaji yang diterima pegawai (Take Home Pay) lebih besar karena gaji yang diperoleh ditambah dengan tunjangan pajak.Kata Kunci: PPh Pasal 21, Metode Gross Up, Metode Net AbstractIn the implementation of taxation there are differences in interests between taxpayers and the government, both from corporate taxpayers and private individuals trying to pay taxes as small as possible. Different with the government, which requires funds to finance government operations, most of which come from tax recipients. One such effort is to make tax payments through the calculation of income tax. Tax Article 21 the company is borne by the company and the Gross up method which is a tax deduction in which the company provides tax benefits in accordance with article 21 of Income Tax. The purpose of this study was to analyze the differences in the Gross Up method with the Net method in calculating Income Tax Article 21 at PT Anugerah Lancar Sejahtera South Jakarta. This research uses Qualitative Descriptive research by processing secondary data. In this study, it can be concluded that the calculation using the Net method results in companies having to pay more than the original calculation, besides that, the budget for salary increases should be considered. on the contrary, the Gross Up method will be more efficient because it will benefit both parties, both Employees and the Company. The use of the Gross Up method in addition to maximizing company profits is also intended to motivate employees to be more productive. That way the taxable income that must be paid by the company becomes smaller and the salary received by employees (Take Home Pay) is greater because the salary obtained is added to the tax allowance.Key Words: Tax Article 21, Gross Up Method, Net Method
Kesiapan Guru Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Dalam Pemberlakuan Kurikulum K-13 Di SMA Negeri 10 Tanimbar Herlin Ratuanik; Fricean Tutuarima; Aisa Abas
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.023 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3014

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kesiapan Guru Pendidikan Pancasila Dan Kewaganegaraan Dalam Pemberlakuan Kurikulum K-13 Di SMAN 10 Tanimbar. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui Kesiapan Guru Pendidikan Pancasila Dan Kewaganegaraan  Dalam Pemberlakuan Kurikulum K-13 Di Smanegeri 10 Tanimbar. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Proses Kesiapan Guru PPKn dalam Pemberlakuan Kurikulum 2013 pada SMA Negeri 10 Tanimbar Selatan bahwa sejak tahun 2017 implementasi kurikulum 2013 dilaksanakan pada pada SMA Negeri 10 Tanimbar Selatan dan hampir sebagian besar guru sudah memiliki pelatihan kurikulum 2013. Kesiapan guru untuk sarana prasarana dalam melaksanakan kurikulum 2013 belum maksimal menunjang proses pembelajaran dikelas sehingga sekolah berkomitmen untuk terus membenahi sarana dan prasarana tersebut. Hambatan Kesiapan Guru PKn Dalam Mengimplementasikan Kurikulum 2013 bahwa ada hambatan yang dihadapi para guru ketika kurikulum 2013 diimplementasikan. Yaitu 1) penyesuaian kurikulum 2013, 2) keterbatasan akses internet, 3) kemampuan siswa yang berbeda. hambatan yang dihadapi guru PKn dan siswa adalah sarana prasarana yang tidak memadai, misalnya tidak ada LCD proyektor di tiap ruang kelas, sumber-sumber literature buku bagi siswa yang digunakan dalam proses belajar mengajar masih minim..Solusi untuk Mengimplementasikan Kurikulum 2013 bahwa Solusi untuk implementasi setiap hambatan yang terjadi dalam kurikulum 2013 adalah meningkatkan kualitas guru dengan memberikan pelatihan bagi guru supaya memahami kurikulum 2013 dengan baik, menyediakan sarana dan prasarana yang memadai guna menunjang implementasi kurikulum 2013Kata Kunci: Kesiapan, Guru, Kurikulum 2013 AbstractThis study aims to describe the readiness of Pancasila and Citizenship Education Teachers in the Implementation of the K-13 Curriculum at Smanegeri 10 Tanimbar. At SMAN 10 Tanimbar. Data collection techniques were carried out by observation and interview techniques. The results of this study indicate that the PPKn Teacher Readiness Process in the Implementation of the 2013 Curriculum at SMA Negeri 10 Tanimbar Selatan that since 2017 the implementation of the 2013 curriculum has been carried out at SMA Negeri 10 Tanimbar Selatan and almost most of the teachers already have training in the 2013 curriculum. Teacher readiness for infrastructure in implementing the 2013 curriculum, it has not maximally supported the learning process in the classroom so that the school is committed to continuing to improve the facilities and infrastructure. Barriers to the Readiness of Civics Teachers in Implementing the 2013 Curriculum that there are obstacles faced by teachers when the 2013 curriculum is implemented. Namely 1) 2013 curriculum adjustment, 2) limited internet access, 3) different student abilities. The obstacles faced by Civics teachers and students are inadequate infrastructure, for example, there is no LCD projector in each classroom, the sources of book literature for students used in the teaching and learning process are still minimal..Solutions for Implementing Curriculum 2013 that Solutions for implementation every obstacle that occurs in the 2013 curriculum is to improve the quality of teachers by providing training for teachers to understand the 2013 curriculum well, providing adequate facilities and infrastructure to support the implementation of the 2013 curriculum.Keywords: Readiness, Teachers, Curriculum 2013
Pengaruh Korean Wave Terhadap Ketahanan Nasionalisme Warga Negara Indonesia Rona Nada Nisrina; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.867 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3015

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas mengenai ketahanan nasionalisme dalam kondisi saat ini dimana banyak nya orang yang mulai menyukai budaya lain dari pada budaya luar sehingga membuat budaya asli Indonesia terkadang terlupakan. Banyak juga dampak yang didapatkan dari kondisi pengaruh budaya luar khususnya budaya Korea, dan dampak yang didapatkannya pun banyak yang bersifat tidak baik, dan ada kemungkinan akan berdampak besar kedepannya jika tidak ditanggapi. Budaya luar yang dibahas dalam artikel ini adalah budaya Korea, dimana saat ini budaya Korea sangat menyita perhatian banyak orang terutama warga Indonesia, banyak saat ini budaya-budaya Korea yang sudah mulai masuk ke Indonesia, baik itu dari segi makanan, pakaian, hingga lagu dan tarian. Seharusnya sebagai warga Indonesia terutama sebagai penerus Indonesia di masa depan, seharusnya kita berfikiran untuk lebih mengenalkan budaya kita ke luar hingga nama Indonesia lebih dikenal, memang musik tradisional Indonesia memang tidak selalu disukai banyak orang namun cara untuk mengenalkan budaya Indonesia tidak harus secara terus terang, banyak sekali cara melalui sosial media yang dapat mengenalkan budaya Indonesia, seperti yang telah dilakukan oleh beberapa anak-anak bangsa. Dengan melebarkan sayap Indonesia secara internasional ini dapat membuat warga Indonesia bangga dan lebih menanamkan dan memahami rasa nasionalisme tersebut.Kata Kunci: Nasionalisme, Korean Wave, Budaya AbstractThis article talks about the sense of nationalism in today’s condition where there are lots of people specifically Indonesian that prefers the cultures of other countries rather than its own. There are tons of impacts that comes from the effect of the K-wave culture, and most of them are bad, and there is a big possibility where this condition will affect badly for the future generation and the country. Today one of the most famous cultures that effect the whole world is the Korean culture, whether it’s the food, fashion, lifestyle, dance, music and more.  As an Indonesian citizen and the future of Indonesia we should’ve thought of a way to introduce Indonesia to the world via culture. The traditional music that the Indonesian have might not be everyone’s cup of tea, but there are many ways to introduce the culture of Indonesia specially via social media. The reason why we must introduce the culture of Indonesia is because to make the people of Indonesia proud to be an Indonesia and have that sense of nationalism for Indonesia.Keywords: Nationalism, Korean Wave, Culture
The Role of Reserve Components in Assisting Indonesia's Defense Fanema Gabrieli; Sundring Pantja Djati; Nora Lelyana
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.095 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3016

Abstract

AbstrakPerubahan paradigma dalam sistem pertahanan di Indonesia membuat masyarakat memiliki hak dan kewajiban dalam ikut mempertahanankan keutuhan negara. Indonesia terletak berbatasan dengan 10 negara tetangga secara langsung baik berbatasan melalui laut maupun darat. Kondisi tersebut membuat Indonesia harus meningkatkan pertahanannya. Salah satu caranya dengan memanfaatkan komponen cadangan. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat seperti apa peran yang dilakukan komponen cadangan dalam membantu komponen utama dalam menjaga keutuhan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peneliti dalam penelitian ini ingin menggunakan metode kualitatif deskriptif yang data primer didapatkan melalui jurnal terdahulu dan data sekunder didapatkan melalui dokumen yang berkaitan dengan pertahanan di Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah peran komponen cadangan dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak hanya melalui peperangan saja. Namun juga ada yang ditempatkan di bagian bantuan administrasi, dan bantuan pertempuran. Peran komponen cadangan juga sangat penting dalam membantu komponen cadangan dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Indonesia karena standar nilai Kekuatan Pokok Minimum Indonesia masih tergolong rendah. Dengan adanya komponen cadangan, nilai kekuatan pokok minimum Indonesia juga meningkat. Komponen cadangan juga tidak terikat oleh negara tidak seperti komponen utama. Komponen cadangan akan dikembalikan ketempat masing-masing daerahnya dan akan dipanggil ketika dibutuhkan dalam kondisi perang.Kata Kunci: Peran, Komponen Cadangan, Pertahanan, Indonesia AbstractThe paradigm shift in the defense system in Indonesia makes people have rights and obligations to participate in defending the integrity of the country. Indonesia is located adjacent to 10 neighboring countries directly, both by sea and by land. This condition makes Indonesia have to increase its defense. One way is to use spare components. The purpose of this study is to see what kind of role the reserve component plays in assisting the main components in maintaining the integrity and defense of the Unitary State of the Republic of Indonesia. This study uses a descriptive qualitative method in which primary data is obtained through previous journals and secondary data is obtained through documents related to defense in Indonesia. The results of this study are the role of reserve components in maintaining the integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia not only through war. But there are also those who are placed in the administrative assistance section, and combat assistance. The role of the reserve component is also very important in assisting the reserve component in maintaining the integrity of the Unitary State of Indonesia because the standard value of Indonesia's Minimum Basic Strength is still relatively low. With the reserve component, the value of Indonesia's minimum principal strength also increases. The reserve component is also not bound by country unlike the main component. Reserve components will be returned to their respective areas and will be summoned when needed in conditions of war.Keywords: Role; Reserve Components; Defense; Indonesia
The Value of Pancasila as Human Resources Development Capital for Society 4.0 Era in Supporting the State Defense Anouphone Inthaly; Agung Risdhianto; Aris Sarjito
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.807 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3018

Abstract

AbstractPancasila has the nature of basic values which are the essence of the five precepts. The five precepts include values regarding the One Godhead, humanity, unity, democracy, and justice. The nature of Pancasila is universal, in other words, ideals, goals, and good and true values are contained in Pancasila as a basic value. Pancasila is classified as a philosophy, a view of life, and in a practical sense. Philosophy of Pancasila has a function and role as a guide and guide in attitudes, behavior and actions in everyday life, in the life order of the nation, society and state for the Indonesian people. The value of Pancasila praxis is used as the basic capital in the development of human resources in the era of society 4.0 which must have a view of life and behavior that is strong and has character in facing increasingly complex challenges. This paper was written using a qualitative method with a literature study approach that looks at the practical value of Pancasila as the basic capital for developing human resources in the era of society 4.0 in supporting national defense by using the theory of Pancasila philosophy and human resource development. Keywords: Pancasila, Human Resorce, National Defense  AbstrakPancasila memiliki Sifat nilai dasar yang dimana hakikat dari kelima sila. Kelima sila tersebut antara lain nilai nilai mengenai Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Sifat dari Pancasila yaitu universal, dengan kata lain, cita-cita, tujuan, serta nilai-nilai yang baik dan bena terkandung dalam Pancasila sebagai nilai dasar. Pancasila digolongkan sebagai filsafat, pandangan hidup, dan dalam arti praktis. Filsafat Pancasila memiliki fungsi dan peranan sebagai pedoman dan pegangan dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari, dalam tatanan hidup berbangsa, bermasyarakat dan bernegara bagi bangsa Indonesia. Nilai praksis pancasila digunakan sebagai modal dasar dalam pembangunan sumber daya manusia di era society 4.0 dimana harus memiliki pandangan hidup dan perilaku yang kuat dan berakakter dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Tulisan ini ditulis dengan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang melihat bagaimana nilai praksis pancasila sebagai modal dasar pengembangan sumber daya manusia di era society 4.0 dalam mendukung pertahanan Negara dengan menggunakan teori filsafat Pancasila dan pengembangan SDM.Kata Kunci: Pancasila, Sumber Daya Manusia, Pertahanan Negara

Page 57 of 168 | Total Record : 1679