JPS
Jurnal Pendidikan Sejarah FKIP Unidayan mengkaji berbagai hal diantaranya kajian tentang kebudayaan, sejarah, dan penelitian tindakan kelas. Lembaga Jurnal Pendidikan Sejarah FKIP Unidayan terbit dua nomor dalam satu tahun (Mei dan November). Redaksi menerima dari staf pengajar (guru dan dosen), peneliti, mahasiswa, maupun praktisi.
Articles
63 Documents
Eksistensi Pomanduno pada Masyarakat Lipu-Katobengke
Rustam Awat;
Devi Agustin
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masalah penelitian ini: 1) bagaimana latar belakang munculnya pomanduno pada masyarakat Lipu-Katobengke; 2) bagaimana eksistensi pomanduno pada masyarakat LipuKatobengke;dan 3) apa saja faktor yang mempengaruhi berkurangnya pomanduno padamasyarakat Lipu-Katobengke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) latar belakang munculnya pomanduno pada masyarakat Lipu-Katobengke; 2) eksistensi pomanduno pada masyarakat Lipu-Katobengke; 3). faktor-faktor yang mempengaruhi berkurangnya pomanduno pada masyarakat Lipu-Katobengke. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan sosial budaya. Sumber data penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Instrumen penelitian yaitu pedoman wawancara, alat tulis, alat perekam, dan kamera digital. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) latar belakang munculnya pomanduno bermula dari didatangkannya pembuat gerabah oleh Sultan Murhum dari daratan Muna untuk membuat kebutuhan kesultanan yang ditempatkan di Kakota-kota, dimana merupakan tempat yang dilalui leluhur masyarakat Lipu-Katobengke untuk mencari kerang-kerangan di sekitar pantai. Kemudian aktitivas pembuat gerabah dilihat oleh leluhur masyarakat Lipu-Katobengke dan dari situlah mereka mulai belajar membuat gerabah. Versi lain menyatakan bahwa pomanduno memang sudah berasal dari leluhur orang-orang Lipu-Katobengke. 2). Eksistensi pomanduno di Lipu-Katobengke pada zaman dulu hampir setiap rumah terdapat pomanduno. Selain berkebun, masyarakat juga membuat gerabah (pomandu), bahkan anak-anak juga melibatkan diri. Dari sinilah muncul bibit-bibit baru seorang pomanduno. Seiring berjalannya waktu pomanduno semakin hari semakin berkurang, dan kini dapat dikatakan sebagai generasi terakhir. 3). Faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya pomanduno ada dua yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri atas usia, alih profesi, tidak berjalannya proses pewarisan dan pendidikan, sedangkan faktor eksternal terdiri atas bahan baku, permintaan pasar yang menurun, dan penggunaan perabot dapur berbahan plastik dan logam.
Tradisi Kasebu pada Masyarakat Wasilomata Kecamatan Mawasangka
La Ode Muhammad Nasrun Saafi;
Hendri Hendri
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Apa yang melatarbelakangi munculnya tradisi kasebu pada masyarakat Wasilomata?, (2) Bagaimana proses pelaksanaan tradisi kasebu pada masyarakat Wasilomata?, (3) Nilai apa yang terkandung dalam tradisi kasebu pada masyarakat Wasilomata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui latar belakang tradisi kasebu pada masyarakat Wasilomata, (2) Untuk mengetahui proses pelaksanaan tradisi kasebu pada masyarakat Wasilomata, (3) Untuk mengetahui nilai yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi kasebu pada masyarakat Wasilomata". Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian budaya dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah "data primer" dan "data sekunder". Teknik pengumpulan data ada dua (1) data primer yaitu pengamatan (obserfasi) dan wawancara, (2) Data sekunder dilakukan melalui kegiatanpenelitian kepustakaan dengan cara mencatat berbagai data yang terkait dengan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tradisi kasebu merupakan acara pembuka tahun dan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah latar belakang kasebu (1) Bentuk rasa sukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah, (2) Bentuk penghormatan pada para leluhur, (3) Hiburan kampung. Proses pelaksanaan tradisi kasebu (1) patoge yaitu permainan gendang dan diiringi lagu daerah yang dilakukan oleh empat orang dan bertempat di Baruga; (2) tarian saare yaitu tarian yang dilakukan seseorang yang dikelilingi sekelompok anak-anak hingga dewasa dengan penaburan uang dari penari tersebut. Penari ini memakai baju adat perempuan; (3) potumbu (adu fisik) yaitu adu fisik gaya bebas dengan aturan tertentu; (4) fomani yaitu silat yang dilakukan secara individu maupun kelompok; (5) tari linda, yaitu tarian yang dilakukan dalam bentuk kelompok; (6) kabueno ganda (ayun gendang) yaitu berupa iringan gendang yang memiliki makna tertentu; (7) manari yaitu balas pantun. Nilai yang terkandung (1) nilai religiusitas atau nilai Ketuhanan, meliputi berdoa dan bersyukur, (2) Nilai budaya tradisi yang merupakan warisan dari nenek moyang, (3) Nilai sosial atau kemasarakatan, meliputi gotong royong, kekeluargaan dan kerukunan.
Penggunaan Metode Pembelajaran Resitasi/Penugasan dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Batu Atas
Maskun Baitu;
La Ali Pane
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Rumusan masalah yang akan menjadi obyek penelitian sebagai berikut: Bagaimana penggunaan metode pembelajaran resitasi/penugasan dalam meningkatkan keaktifan belajar sejarah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Batu Atas. Tujuan untuk mengetahui penggunaan metode pembelajaran resitasi/penugasan dalam meningkatkan keaktifan belajar pada mata pelajaran IPS siswa kelas VII SMP Negeri 1 Batu Atas. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas atau PTK. Populasi dalam penelitian ini adalah 193 orang. dan sampel pada penelitian, Peneliti memilih kelas VII 1 yang terdiri dari 26 siswa. Instrumen penelitian yaitu Metode Observasi, Metode Demonstrasi dan Metode Dokumentasi. Hasil penelitian pada siklus I Keberhasilan siswa pada siklus I ini selama kegiatan belajar hanya 11 orang atau 42 % siswa yang aktif dan 15 orang atau 58% siswa yang aktif dan Pada siklus II, ini selama kegiatan belajar mengalami peningkatan dimana 22 orang atau 84% siswa yang aktif dan 4 orang atau 16% siswa yang aktif.
Pengaruh Media Pembelajaran Sejarah (Power Point) terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah di Kelas X di SMK Negeri 1 Mawasangka Tengah
Munawir Mansyur;
Sumia Sumia
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh media pembelajaran sejarah (Power point) terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di kelas X di SMK Negeri 1 Mawasangka Tengah. Tujuan peneliti ini adalah untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran sejarah (Power point) terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di kelas X di SMK Negeri 1 Mawasangka Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jumlah siswa kelas X SMK Negeri 1 Mawasangka Tengah yang berjumlah 32 orang siswa. Sampel penelitian ini menggunakan teknik total sampling kelas X dengan jumlah 32 orang siswa. Instrument dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini observasi, angket dan model dokumen. Hasil penelitian dianalisis secara kuantitatif dengan rumus product-moment. Berdasarkan hasil yang diperoleh, nilai koofisien korelasi (r) sebesar 0,42 sedangkan nilaideterminasinya (r2) sebesar 17,6. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh media pembelajaran sejarah (Power point) terhadap prestasi belajar siswa kelas X di SMK Negeri 1 Mawasangka Tengah. Uji t (t-hitung) 2,54 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh media pembelajaran sejarah (Power point) terhadap prestasi belajar siswa kelas X di SMK Negeri 1 Mawasangka Tengah dengan memperhatikan besarnya rxy= 0,42 yang berkisar antara 0.400 – 0.599 berarti ada korelasi antara variabel X dan variabel Y dan itu termasuk korelasi positif sedang atau normal.
Penegasan Bhineka Tunggal Ika dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegaraguna Memperkuat Wawasan Nusantara
La Ode Abdul Munafi
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 2, November 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bangsa Indonesia dikaruniai khasanah kekayaan, baik berupa kekayaanalam maupun budaya.Khasanah kekayaan alam terefleksi melalui sumber daya alam yang melimpah, baik di darat maupun di laut.Kekayaan budaya memanifestasi dalam bentuk kebhinekaan ras, suku, budaya, maupun sistem kepercayaan.Guna mempertahankan kohesi kebangsaan, maka kekayaan budayadalam berbagai dimensinya yang dimiliki bangsa Indonesia perlu dikelola secara arif agar potensi positif yang terkandung di dalamnya dapat teraktualisasi secara baik dan benar.Sehubungan dengan hal tersebut, Bhineka Tunggal Ika yang menjadi salah satu pilar kebangsaanperlu terus dikuatkan sebagai perekat kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Hukum Adat Lambae Sara di Kelurahan Takimpo Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton
Anggun Mawarni;
Haeruddin Haeruddin
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 2, November 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) latar belakang lahirnya hukum adat lambae sara, (2) tata cara pelaksanaan hukum adat lambae sara, (3) sanksi yang diberikan bagi orang yang melanggar hukum adat lambae sara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Sejarah dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Terdiri dari 3 tahapan yakni Heuristik (teknik pengumpulan data), Kritik (teknik analisis data), Interpretasi (penafsiran data) dan Historiografi (penulisan sejarah). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat kalimat yang terkenal dalam keseharian masyarakat Takimpo agar masyarakat tetap mengingat dan patuh terhadap hukum adat lambae sara yaitu bacuriemo sau lalamo yang artinya dihalangi kayu jalanmu. Hal ini bermakna bahwa jika ada orang yang telah dihukum menggunakan hukum adat lambae sara maka jalan individu atau orang yang telah dilambae tersebut sudah dihalangi, dia tidak akan dihargai dalam bersosial dalam artian dia akan dikucilkan dan tidak terlibat dalam semua rangkaian adat baik upacara adat atau hal lain yang sudah ada dan melekat di kehidupan masyarakat Takimpo. Adapula salah satu mitos yang beredar dimasyarakat Takimpo dan dipercayai hingga sekarang yaitu jika salah seorang masyarakat mendapatkan hukum adat lambae sara maka masyarakat tersebut akan mendapatkan bala’a (musibah).
Dampak Supervisi Kepala Sekolah pada Kedisiplinan Guru Sejarah di SMA Negeri 2 Baubau
Maskun Baitu
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 2, November 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana latar belakang supervisi kepala sekolah di SMA Negeri 2 Baubau tahun ajaran 2019/2020; 2) Bagaimana dampak supervisi kepala sekolah di SMA Negeri 2 Baubau tahun ajaran 2019/2020; 3) bagaimana kedisiplinan guru sejarah di SMA Negeri 2 Baubau tahun ajaran 2019/2020.Penelitian ini bertujuan : 1) untuk mengetahui latar belakang supervisi kepala sekolah di SMA Negeri 2 Baubau tahun ajaran 2019/2020; 2) untuk mengetahui dampak supervisi kepala sekolah di SMA Negeri 2 Baubau tahun ajaran 2019/2020; 3) untuk mengetahui kedisiplinan guru sejarah di SMA Negeri 2 Baubau tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriftif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah, wawancara, studi dokumen dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan : (1) latar belakang supervise kepala sekolah memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru dan staf agar personil tersebut mampu meningkatkan kedisiplinan, kwalitas kinerjanya, dalam melaksanakan tugas dan melaksanakan proses belajarmengajar. (2) peran kepala sekolah untuk menigkatkan kedisiplinan guru di selan-selan rapat dewan guru selalu mengingatkan tentang kedisiplinan guru seperti jam mengajar dan setiap guru piket harian hadir lebih awal dari pada guru-guru yang lain. guru sejarah mentaati aturan-aturan atau tata tertib yang terdapat di sekolah SMA Negeri 2 Baubau salah satunya datang ke sekolah dengan tepat waktu. (3) kedisiplinan guru sejarah sesuai dengan jadwal yang telah ada di sekolah dan guru mengajar sesuai dengan bidang yang ilmu yang diampu. pelanggaran yang sering terjadi yaitu guru tidak hadir dan datang terlambat. (4) Untuk guru sejarah sejauh ini belum ada pelanggaran dan memperkecil kesempatan guru untuk ijin meninggalkan kelas. (5) strategi kepala sekolah selalu mengingatkan guru agar dapat memotivasi diri sendiri untuk selalu tepat waktu dalam melaksanakan tanggung jawab yaitu mengajar dengan tepat waktu serta memberikan penghargaan bagi guru yang berprestasi. (6) kepala sekolah Setiap selan-selan rapat atau pertemuan saya selalu sampaikan bahwa untuk selalu memotivasi diri sendiri karena guru itu di contoh, ditiru dan dilihat oleh siswa sebagai panutan di sekolah.
Kompetensi Profesional Guru Dalam Mata Pelajaran Sejarah Di SMA Negeri 1 Baubau
Amaluddin Amaluddin;
Rislan Rislan
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 2, November 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui Kompetensi Profesional guru sejarah dalam mengelolah sumber belajar pada pelajaran sejarah Di SMA Negeri 1 Baubau (2) Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran sejarah Di SMA Negeri 1 Baubau. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang memiliki tiga tahap kerja yaitu: (a) wawancara, (b) observasi, dan (c) dokumentasi. Waktu dan Tempat Penelitian ini dilakukan Tahun ajaran 2020/2021 di SMA Negeri 4Baubau, Subjek Penelitian Yaitu:Guru ,SMA Negeri 1Baubau dan kepala sekolah SMA Negeri 1 Baubau. Berdasarkan Hasil Penelitian, Maka dapat disimpulkan Bahwa Kompetensi profesional Guru sejarah Di SMA Negeri 1Baubau sudah sangat baik dan Kemampuanya dalam penguasaan materi juga sudah sangat baik Serta cara mengelola sumber belajar sejarah Juga baik dan mudah dipahami serta diingat oleh peserta didiknya, dan dari tujuh kriteria guru Profesional, yang telah disebutkan sebelumnya terdapat satu kriteria yang masih kurang optimal dan belum termaksud dalam kriteria guru profesional Kompotensi profesional Guru sejarah memiliki kemampuan ketrampilan secara kreatif sehingga membuat siswa aktif dalam proses pembelajaran maka dengan ketrampilan itu terjadi pendekatan antara Peserta didik dan Guru Sejarah, Serta Guru Sejarah memiliki Wawasan yang luas seperti mendapatkan informasi mengenai sejarah dan di jadikan tambahan bahan ajar atau materi dan mampu menguasi kurikulum dan pelaksanaanya juga di sesuaikan dengan RPP K13, dan guru Sejarah juga menguasai Media Pembelajan media pembelajaran yang digunakan Guru Sejarah adalah Papan tulis Dan bahan ajar Berupa Buku, serta guru sejarah juga menguasai Teknologi seperti HP Dan Leptop, dan mampu menjadi teladan yang baik bagi peserta didiknya dengan cara bersikap baik dan ramah terhadap peserta didik dan memiliki kepribadian yang baik.
Pergolakan Kaum Bangsawan terhadap Kesulatanan Buton pada Abad XIX
Hasaruddin Hasaruddin
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 2, November 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangiadanya pembagian kelompok bangsawan divwilayah kesultanan Buton. Kelompok bangsawan yang dibagi dalam tiga kamboru-mboru pada akhirnya menimbulkan persoalan kekecewaan pada kelompok bangsawan tertentu.Perasaan kekecewaan tersebut diimlemtasikan dalam sebuah gerakan yang ditujukan pada pusat pemerintahan kesultanan Buton di abad XIX. Dalam penelitian ini menggunakan metode yang tediri dari empat tahapan yang terdiri atas : Heuristik yaitu kegiatan menghimpun jejak-jejak sejarah masa lampau. Heuristik merupakan tahap awal dari historiografi diawali dengan kegiatan penjajakan, perincian serta pengumpulan sumber yang berkaitan dengan maslah yang teliti.Tahap kedua, kritik yang meyelidiki apakah jejak sejati baik bentuk maupun.Tahap ketiga, interpretasi, yaitu setelah melakukan kritik sumber dihadapkan informasi atau data-data mengenai subyek penulis sejarah yang berhubungan dengan obyek yang teliti.Data-data tersebut adalah fakta-fakta sejarah yang dapat dibuktikan kebenarannya, tahap keempat histografi yaitu mengajukan sintesa yang diperoleh dalam kisah-kisah sejarah. Hasil peneltian menunjukan bahwa akibat adannya pembagian kekuasaan menimbulkan adanya perpecahan atau perlawanan atau pergerakan yang dilakukan oleh kelompok bangsawan lain. Khusus pada abad XIX ada dua gerakan yang dilakukan oleh kelompok bangsawaan yang oposisi yaitu gerakan yang berlangsung di wilayah Kamaru dan di Loji.Di Kamaru dipimpin oleh La Manepa dan dapat melakukan pemberontakan tetai belum sempat masuk dalam wilayah pusat pemerintahan pemberontakan tersebut dapat dipadamkan oleh utusan sultan Muh.Isa yaitu Kapitalao Kamaru.Gerakan yang dilakukan di Loji dipimpin oleh La Ode Japere Yarona Kaedupa yi Loji.Gerakan yang dilakukan dapat diselesaikan dengan tingkat diplomasi.
Hukum Adat Kaombono Tai di Desa Dongkala dan Desa Kondowa Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton
Rahmadi Rahmadi;
La Ode Muhammad Nasrun Saafi
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 2, November 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini mengkaji dan mengungkapkan Hukum Adat Kaombono Tai di Desa Dongkala dan Desa Kondowa Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton, dengan tujuan: untuk mengetahui latarbelakang adanya hukum adat kaombono tai; mengetahui tata cara pelaksanaan hukum adat kaombono tai dan mengetahui sanksi yang diberikan bagi orang yang melanggar hukum adat kaombono tai. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan di Desa Dongkala dan Desa Kondowa Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton dengan bertumpu pada pendekatan wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang adanya hukum adat kaombono tai yaitu adanya perusakan terumbu karang dan biota laut beserta ekosistem lainnya yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Proses pelaksanaan hukum adat kaombono tai, yaitu: penjagaan wilayah kaombono tai oleh para waci yang terdiri dari 3orang; apabila ditemukan pelanggar yang memasuki kawasan kaombono tai maka dibawa ke musyawarah sara di baruga untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya; penetapan dan pengumuman denda. Sanksi yang diberikan bagi orang yang melanggar hukum adat kaombono tai yaitu berupa sanksi pembayaran denda sebesar lima juta rupiah dan sanksi sosial pengucilan dimasyarakat.