cover
Contact Name
Ira Risye Manggribeth
Contact Email
risyemanggribeth@gmail.com
Phone
+6281340277108
Journal Mail Official
vivabio@unsrat.ac.id
Editorial Address
Biology Departement, Sam Ratulangi University, Manado
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Vivabio : Jurnal Pengabdian Multidisiplin
ISSN : 26851091     EISSN : 26851091     DOI : https://doi.org/10.35799/vivabio
VIVABIO adalah nama jurnal berkala ilmiah yang terbit 3 kali setahun yang memuat naskah atau artikel ilmiah hasil penerapan ilmu dan pengetahuan (Iptek) dalam bentuk pengabdian di masyarakat, hasil laporan kegiatan pelatihan dan pendampingan di masyarakat yang didasari gagasan ilmiah dan berdampak sosial humaniora. Pelaku pelaksana pengabdian dapat dilakukan oleh peneliti, akademisi, pendidik, rohaniawan, pemerintah dan masyarakat peduli sosial humaniora.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 133 Documents
PKM Kelurahan Kolongan Satu Kecamatan Tomohon Tengah Tentang Tumbuhan Repelan Nyamuk Penyebab Penyakit Demam Berdarah Dengue Rampe, Henny Lieke; Umboh, Stella Deiby; Rampe, Meytij Jeane
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol 2, No 1 (2020): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.2.1.2020.28401

Abstract

              Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemis yang banyak ditemui di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti dengan membawa virus dengue pada tiap gigitan. Penyakit DBD merupakan salah satu masalah kesehatan bagi masyarakat yang cenderung meningkat jumlah penderitanya dan semakin luas daerah penyebarannya, sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Tujuan dan target khusus yang dicapai dalam kegiatan ini adalah : 1) Masyarakat memperoleh pengetahuan tentang dampak negatif penggunaan obat anti nyamuk bagi konsumen dan lingkungan, 2) Memperoleh informasi ilmiah tentang jenis tumbuhan berpotensi repelan nyamuk penyebab penyakit DBD, dan 3)Memberikan informasi ilmiah tentang cara mengusir nyamuk penyebab penyakit DBD dengan bahan alami. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kolongan Satu Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon Sulawesi Utara. Hasil kegiatan penyuluhan berdasarkan hasil post test, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat yang ditandai dengan jawaban benar oleh peserta. Prosentase peningkatan pengetahuan untuk topik  : 1) Penyebab penyakit DBD sebesar 26.67 %, 2) Organisme yang menularkan penyakit DBD sebesar 50.00%, 3) Nyamuk penyebab penyakit DBD sebesar 33.33%, 4) Dampak negatif repelan kimia sebesar 43.33%, 5) Tindakan mencegah penyebaran nyamuk penyebab penyakit DBD sebesar   33.33%, 6) Tempat potensial berkembangnya nyamuk penyebab penyakit DBD sebesar 33.33% dan 7)Tumbuhan repelan dengan kisaran 33.33 – 53.33%.
Penggunaan Fungisida Nabati dalam Pembudidayaan Tanaman Pertanian Umboh, Stella Deiby; Rampe, Henny Like
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol 1, No 2 (2019): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.1.2.2019.24981

Abstract

Kegiatan PKM ini dilatar belakangi oleh banyaknya petani yang menggunakan pestisida sintetik sebagai alternatif dalam mengendalikan hama dan penyakit tumbuhan yang ternyata memiliki residu yang dapat menimbulkan dampak negatif yang merugikan bagi lingkungan dan manusia. Salah satu alternatif yang mudah,  efisien, murah, dan ramah lingkungan adalah dengan penggunaan fungisida nabati. Selama ini kelemahan umum yang dijumpai dikalangan petani adalah kurangnya pengetahuan mereka tentang penggunaan fungisida nabati sebagai salah satu solusi dalam pengendalian hama dan penyakit tumbuhan. Tujuan dan target khusus yang ingin dicapai pada kegiatan PKM ini adalah peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam penggunaan fungisida nabati untuk mengurangi tingkat keracunan yang diakibatkan oleh pestisida sintetik dan peningkatan kesadaran lingkungan hidup bagi masyarakat di Desa Koka Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa dari dampak samping yang ditimbulkan oleh pestisida bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi petani tersebut, maka digunakan metode penyuluhan dan pelatihan penggunaan fungisida nabati untuk peningkatan produktifitas tanaman pertanian. Hasil Kegiatan PKM ini menunjukkan terjadinya peningkatan pemahaman peserta akan materi yang diberikan antara pretest (sebelum adanya kegiatan) dengan setelah kegiatan dilaksanakan (postest), dimana pada pretest peserta yang memiliki nilai kurang dari 50 berjumlah 27 orang (77.14%) sedangkan pada postest menurun menjadi 1 orang (2.85%) dan nilai lebih dari 50 pada pretest berjumlah 8 orang (22.85%) sedangkan pada postest meningkat menjadi 34 orang (54.28%). Berdasarkanhasilevaluasitopikbelajardarikegiatanpraktek, aspek pemahaman akan materi praktek adalah aspek dengan kriteria yang tertinggi dibandingkan aspek-aspek yang lainnya, dimana dari 35 orang, 22 orang (sangat baik), 8 orang (baik), 5 orang (sedang), dan untuk kategori kurang dan sangat kurang tidak adadari aktifitas kehidupan masyarakat sehari-hari di Desa Tosuraya Selatan Kecamatan Ratahan,seperti aktivitas rumah tangga, industri pengolahan hasil pertanian, peternakan,perkebunan, pertaniannaman pangan dan hortikultura didapati banyak sekali limbah khususnya limbah organik
PKM Jemaat GBI Kolongan Tentang Bencana-Bencana Geologis dan Mitigasinya Pasau, Guntur; Ferdy, Ferdy
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol 3, No 1 (2021): VIVABIO:Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.3.1.2021.31326

Abstract

Secara geologis, wilayah Sulawesi Utara merupakan wilayah yang rawan bencana geologis karena merupakan tempat pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif, seperti lempeng Filipina, lempeng Pasifik dan lempeng Eurasia. Ketiga lempeng tersebut saling bertumbukan satu dengan yang lain sehingga menyebabkan kerak bumi menjadi terpecah-belah dan dapat menimbulkan bencana geologis, baik gempa bumi maupun tsunami. Kedua bencana geologi ini merupakan fenomena alam yang masih sulit diprediksi. Bencana geologi seperti gempa bumi dan tsunami merupakan bencana alam yang selalu datang secara tiba-tiba. Salah satu antisipasi untuk meminimalisir dampak bencana geologi adalah dengan mempersiapkan diri melalui pemahaman tentang karakteristik bencana itu sendiri dan peningkatan kemampuan dalam menghadapi bencana tersebut. Kegiatan program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan kepada masyarakat sasaran tentang mitigasi bencana-bencana geologis. Sasaran kegiatan ini adalah anggota Jemaat GBI Shalom Kalawat Minahasa sebagai mitra dalam kegiatan ini. Metode pelaksanaan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat terbagi dalam beberapa kegiatan yaitu sosialisasi, diskusi, tanya jawab dan simulasi bencana. Pemahaman materi berupa penyampaian materi tentang karakteristik bencana gempa dan tsunami serta tindakan mitigasinya. Kemudian simulasinya adalah bagaimana menyelamatkan diri dan orang lain ketika bencana tersebut terjadi. Hasil evaluasi yang dilakukan berupa pretest dan posttest dalam pemberian materi sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pengetahuan dan ketrampilan dalam meminimalisir bahaya bencana gempa dan tsunami.
Pendidikan Konservasi Satwa Endemik Sulawesi bagi Siswa Sekolah Dasar di Kelurahan Batuputih Bawah, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, Sulawesi Utara Sumarto, Saroyo; Siahaan, Parluhutan; Langoy, Marnix; Koneri, Roni
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol 1, No 1 (2019): VIVABIO Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.1.1.2019.24745

Abstract

Pulau Sulawesi memiliki kekayaan hayati dan endemisitas satwa yang sangat unik yang merupakan percampuran antara flora dan fauna khas Asia dan Australia. Beberapa kawasan yang menyimpan kekayaan hayati endemik Sulawesi telah berstatus sebagai kawasan konservasi, antara lain Cagar Alam Dua Sudara, Taman Wisata Alam Batuputih, dan Taman Wisata Alam Batuangus di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Hanya sayangnya, banyak kekayaan hayati di Sulawesi Utara yang sedang menghadapi kepunahan akibat faktor perburuan untuk konsumsi dan perusakan habitat. Oleh karena itu kegiatan pendidikan konservasi bagi anak-anak sekolah dasar menjadi upaya yang sangat penting dan harus dilakukan dengan bekerjasama dengan mitra-mitra potensial. Kegiatan pendidikan konservasi untuk murid sekolah dasar di sekitar kawasan konservasi telah dilaksanakan pada tanggal 3 Agustus 2018 di Kelurahan Batuputih Bawah, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung. Peserta sebanyak 26 siswa sekolah dasar kelas 4 sampai dengan kelas 6. Tujuan kegiatan ini ialah memberikan pengetahuan tentang konservasi sumber daya alam hayati untukmurid-murid sekolah dasar sehingga terjadi perubahan pengetahuan dan sikap dalam menghentikan praktik perburuan dan perusakan habitat sumber daya alam hayati. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini ialah workshop tentang keragaman satwa endemik Sulawesi di Kota Bitung, dan pengenalan terhadap jenis-jenis satwa kunci Sulawesi. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan pretes dan postes untuk menganalisis peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap aspek konservasi sumber daya alam hayati Sulawesi. Untuk mengukur sikap digunakan kuesioner dengan skala Likert. Komponen evaluasi mencakup aspek kognitif (pengetahuan/penguasaan materi) dan afektif (penguasaan sikap). Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan dari 6,0 menjadi 7,8 sedangkan sikap dari 5,6 menjadi8,0. Dari hasil kegiatan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendidikan konservasi bagi anakanak usia sekolah dasar telah meningkatkan pengetahuan dan sikap positif terhadap konservasi sumber daya alam hayati Sulawesi bagi peserta.Kata kunci: pendidikan, usia sekolah dasar, konservasi, Kota Bitung, Sulawesi Utara
Antusiasme Warga Blok Tempe Citeureup Bogor Menggunakan Bilik Pengukur Suhu Tubuh Pengantisikasi Covid-19 Purwanti, Bernadeta Siti Rahayu; Sutarna, Nana; Nuralam, Nuralam; Mawardi, Latif
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol 2, No 3 (2020): VIVABIO:Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.2.3.2020.31070

Abstract

ABSTRAKPandemi covid-19 yang merebak sejak awal tahun 2020 meresahkan masyarakat, perlu tindakan pencegahan. Demikian halnya Politeknik Negeri Jakarta, melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat (PengMas) telah berkontribusi mencegah dan memutus rantai penyebaran covid-19. Sementara itu, kemampuan para ahli untuk menurunkan percepatan sebarannya di sejumlah negara belum signifikan. Terbukti aktifitas Pemerintah, pengusaha dan pekerja, organisasi-organisasi masih dibatasi waktu dan ruang geraknya. Seluruh lapisan masyarakat menghadapi tantangan besar dalam upaya perlawanan pandemi covid-19. Perlindungan keselamatan dan kesehatan di tempat kerja sedang krisis. Kekhawatiran kembali beraktifitas semakin ragu untuk dicapai, penekanan penyebarluasan belum signifikan keberhasilannya. Sorotan terhadap risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) meningkat akibat penyebaran covid-19 makin meluas. Perkembangan eksplorasi perangkat untuk mencegah, mengendalikan risiko penyebaran covid-19. Antisipasi terhadap risiko psikososial, ergonomis dan risiko keselamatan/kesehatan warga agar  minimal memproteksi diri terhadap covid-19. Selain tertib melaksnakan 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), kelompok Dosen Prodi Elekronika Industri (EI) telah merealisasikan Bilik Pengukur Suhu Tubuh. Masyarakat sasarannya adalah warga Blok Tempe, Citereup, Kabupaten Bogor dengan melibatkan remajanya. Setelah Bilik Pengukur Suhu teruji fungsinya kelompok Dosen EI melaksankan pendampingan kepada kelompok Remaja Blok Tempe (RBT). Pelaksanaan pendampingan juga melibatkan beberapa mahasiswa agar remaja lebih nyaman mengikuti pendampingan cara penggunaan Bilik Pengukur Suhu Tubuh. Tahapan pelaksaan PengMas perancangan/instalasi bilik, serah terima, dan pendampingan sebagai rangkaian utuh mencapai tujuan pemberdayaan remaja Blok Tempe. Hasil pendampingan tim pengMas adalah kemandirian kelompok RBT menggunakan bilik untuk pengukuran suhu tubuh. Khususnya ketua RBT yang sangat antusias mengelola dan mencoba memindahkan Bilik ke area lain di sekitar Blok Tempe. Kegagalan uji alat melunturkan minatnya untuk dapat menggunakan bilik, mengulang instalasi dan berhasil.
Pendidikan Konservasi Satwa Endemik Sulawesi bagi Siswa Sekolah Dasar di Kelurahan Batuputih Bawah, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, Sulawesi Utara Saroyo, Saroyo; Siahaan, Parluhutan; Langoy, Marnix; Koneri, Roni
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin No 3 (2019): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.1.3.2019.26743

Abstract

Pulau Sulawesi memiliki kekayaan hayati dan endemisitas satwa yang sangat unik yang merupakan percampuran antara flora dan fauna khas Asia dan Australia. Beberapa kawasan yang menyimpan kekayaan hayati endemik Sulawesi telah berstatus sebagai kawasan konservasi, antara lain Cagar Alam Dua Sudara, Taman Wisata Alam Batuputih, dan Taman Wisata Alam Batuangus di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Hanya sayangnya, banyak kekayaan hayati di Sulawesi Utara yang sedang menghadapi kepunahan akibat faktor perburuan untuk konsumsi dan perusakan habitat. Oleh karena itu kegiatan pendidikan konservasi bagi anak-anak sekolah dasar menjadi upaya yang sangat penting dan harus dilakukan dengan bekerjasama dengan mitra-mitra potensial. Kegiatan pendidikan konservasi untuk murid sekolah dasar di sekitar kawasan konservasi telah dilaksanakan pada tanggal 3 Agustus 2018 di Kelurahan Batuputih Bawah, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung. Peserta sebanyak 26 siswa sekolah dasar kelas 4 sampai dengan kelas 6. Tujuan kegiatan ini ialah memberikan pengetahuan tentang konservasi sumber daya alam hayati untuk murid-murid sekolah dasar sehingga terjadi perubahan pengetahuan dan sikap dalam menghentikan praktik perburuan dan perusakan habitat sumber daya alam hayati. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini ialah workshop tentang keragaman satwa endemik Sulawesi di Kota Bitung, dan pengenalan terhadap jenis-jenis satwa kunci Sulawesi. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan pretes dan postes untuk menganalisis peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap aspek konservasi sumber daya alam hayati Sulawesi. Untuk mengukur sikap digunakan kuesioner dengan skala Likert. Komponen evaluasi mencakup aspek kognitif (pengetahuan/penguasaan materi) dan afektif (penguasaan sikap). Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan dari 6,0 menjadi 7,8 sedangkan sikap dari 5,6 menjadi 8,0. Dari hasil kegiatan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendidikan konservasi bagi anak-anak usia sekolah dasar telah meningkatkan pengetahuan dan sikap positif terhadap konservasi sumber daya alam hayati Sulawesi bagi peserta.
Edukasi Penggunaan Antibiotika, Obat Keras, dan Over The Counter Medicine sebagai Upaya Pengendalian Resistensi dan Misused Drug di Kolom VIII GMIM Jemaat Victory Minanga Indah Kota Manado Siampa, Jainer P; Edy, Hosea Jaya
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol 1, No 2 (2019): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.1.2.2019.24932

Abstract

Obat adalah zat kimia yang bersifat racun, namum dalam jumlah tertentu dapat memberikan efek yang baik bagi tubuh. Efek preventif dan kuratif yang bisa dihasilkan dengan mengonsumsi obat, membuat masyarakat sangat sering menggunakan obat untuk pengobatan sendiri (swamedikasi). Kenyataan yang ditemukan adalah masyarakat tidak memiliki informasi yang cukup tentang obat untuk menjamin keamanan dan keselamatan mereka. Hal ini pun terjadi pada masyarakat yang termasuk dalam Kolom VIII GMIM Victory Minanga Indah Kelurahan Malalayang II Kecamatan Malalayang Kota Manado Sulawesi utara sehingga perlu dilakukan edukasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang tepat tentang obat keras, antibiotika, obat bebas, dan swamedikasi sehingga dapat mengendalikan resistensi dan penyalahgunaan obat. Pemahaman yang benar tentang obat adalah racun akan membuat masyarakat lebih berhati-hati menggunakannya. Metode pelaksanaan adalah penyuluhan, studi kasus, dan diskusi. Capaian dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman anggota masyarakat yang terukur dari hasil studi kasus dan diskusi. Masyarakat dapat dengan benar memecahkan kasus yang ada sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan edukasi berhasil dengan baik dan  masyarakat dapat menyampaikan informasi penting kepada keluarga dan masyarakat sekitar.
Penguatan Ekonomi Rumah Tangga pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelurahan Sario Kota Baru Kecamatan Sario Kota Manado Tirayoh, Victorina; Lintong, Diana
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol 2, No 2 (2020): VIVABIO:Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.2.2.2020.31187

Abstract

Kelurahan Sario Kota Baru merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Sario Kota Manado, yang merupakan lokasi strategis sebagai tempat untuk menjalankan usaha atau berbisnis karena letak yang strategis dekat dengan pusat keramaian dan persekolahan yang termasuk sekolah terfavorit yang ada di Kota Manado yaitu SMA Negeri 1 manado dan SMK Negeri 1 Manado. Pada saat dunia menghadapi situasi pandemi Covid-19 maka terjadi perubahan yang sangat besar dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk salah satunya larangan untuk berkumpul sehingga segala sesuatunya harus di kerjakan dari rumah. Hal ini sangat berdampak dalam berbagai sektor termasuk bisnis dan usaha yang dijalankan oleh masyarakat yang ada di kelurahan Sario Kota Baru Manado. Diliburkannya sekolah dan pegawai kantor sangat berpengaruh terhadap penghasilan usaha masyarakat yang sebagian besar konsumennya adalah para guru, pegawai dan siswa yang ada. Adapun kelompok masyarakat yang bekerja di perusahaan swasta merasakan hal yang sama akibat adanya pembatasan karyawan sehingga harus menerima keputusan pihak perusahaan untuk dirumahkan sementara. Kegiatan PKM Penguatan Ekonomi Rumah Tangga pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelurahan Sario Kota Baru Kecamatan Sario Kota Manado diharapkan membantu masyarakat dalam meningkatkan pendapatan/penghasilan rumah tangga untuk kesejahteraan masyarakat. Metode yang akan dilakukan adalah penyuluhan, pelatihan dan pembagian sembako. Kegiatan ini sudah berlangsung dengan baik, dan masyarakat yang ikut sangat merasakan manfaat dari kegiatan ini terlebih di masa menghadapi pandemi Covid-19.
PKM di Perum Puri Kelapa Gading Paniki Atas, Talawaan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara Tentang Edukasi Mencegah Penyebaran Covid-19 Edy, Hosea Jaya; Jayanto, Imam
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol 2, No 2 (2020): VIVABIO:Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.2.2.2020.30571

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit menular yang bermula dari Wuhan, China. Sekitar lebih dari 200 negara di dunia terjangkit virus covid-19 dan banyak menimbulkan korban jiwa dalam waktu yang sangat cepat. Pemerintah melakukan pembatasan kegiatan masyarakat sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus covid-19. Pencegahan penyebaran penyakit menular tersebut harus segera dilakukan dengan tepat. Metode yang dilakukan adalah Kampanye Informasi Edukasi (KIE) kepada warga agar terhindar dari penularan Covid-19. Edukasi yang diberikan adalah himbauan untuk mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak sosial. Hasil dari KIE dalam rangka pencegahan Covid-19 di Perum Puri Kelapa Gading adalah peningkatan kesadaran warga untuk mengenakan masker sebesar 68% untuk warga yang mengendarai mobil, 40% untuk warga yang mengendarai motor dan meningkat 150% bagi warga yang berjalan kaki. Edukasi dan bantuan yang diberikan mampu memberikan solusi bagi warga Puri Kelapa Gading untuk menjaga diri dari paparan Covid-19.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN CACAH DI KELAS VI SEKOLAH DASAR Nurhadi, Moch; W, Sri Surachmi; Utaminingsih, Sri
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol 2, No 1 (2020): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.2.1.2020.28804

Abstract

Salah satu upaya dalam meningkatkan hasil belajar siswa yaitu dengan menggunakan model pembelajaran yang menarik dan inovatif agar siswa mendapatkan hasil belajar yang maksimal khususnya dalam mata pelajaran Matematika. Upaya yang dapat memperbaiki suasana belajar yang menarik sehingga hasil belajar siswa meningkat dalam kegiatan pembelajaran melalui model  pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh penggunaan model pembelajaran Inquiry terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung bilangan cacah    di kelas VI Sekolah Dasar di Gugus Gajah Mada Kecamatan Dempet Kabupaten Demak. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan design penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan bentuk nonequivalent control group design dan tehnik penelitian melalui tes pilihan ganda pre test dan post test. Dimana SD Negeri Balerejo I menggunakan model Inqury dan SD Negeri Brakas menggunakan model Konvensional. Hasil penelitian terdapat pengaruh model pembelajaran Inquiry terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung bilangan cacah di kelas VI SD Negeri Balerejo I   memiliki rata-rata kelas sebesar 74,93 dan ketuntasan hasil belajar 100 %. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Inquiry dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi Operasi Hitung Bilangan Cacah di Kelas VI Sekolah Dasar di Gugus Gajah Mada Kecamatan Dempet Kabupaten Demak oleh karena itu guru harus terus berusaha mengembangkan inovasi pembelajaran agar hasil belajar siswa terus meningkat.

Page 2 of 14 | Total Record : 133