cover
Contact Name
Ira Risye Manggribeth
Contact Email
risyemanggribeth@gmail.com
Phone
+6281340277108
Journal Mail Official
vivabio@unsrat.ac.id
Editorial Address
Biology Departement, Sam Ratulangi University, Manado
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Vivabio : Jurnal Pengabdian Multidisiplin
ISSN : 26851091     EISSN : 26851091     DOI : https://doi.org/10.35799/vivabio
VIVABIO adalah nama jurnal berkala ilmiah yang terbit 3 kali setahun yang memuat naskah atau artikel ilmiah hasil penerapan ilmu dan pengetahuan (Iptek) dalam bentuk pengabdian di masyarakat, hasil laporan kegiatan pelatihan dan pendampingan di masyarakat yang didasari gagasan ilmiah dan berdampak sosial humaniora. Pelaku pelaksana pengabdian dapat dilakukan oleh peneliti, akademisi, pendidik, rohaniawan, pemerintah dan masyarakat peduli sosial humaniora.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 133 Documents
Pemanfaatan Kain Perca menjadi Kerajinan Keset Yang Bernilai Jual Dira Arifa; Arini Dwi Pramesty; Nurul Afiah; Asyah Triandani
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2022): VIVABIO:Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v4i1.40276

Abstract

Pemanfaatan kain perca menjadi kerajinan keset yang bernilai jual. Tujuan program kreativitas mahasiswa – kewirausahaan (PKM-K) adalah membangkitkan motivasi mahasiswa untuk berwirausaha dalam mengolah limbah kain perca menjadi kerajinan keset yang bernilai jual. Metode pelaksanaan program ini adalah input, proses (produksi), output, dan evaluasi. Hasil program ini adalah input, melakukan survei pasar untuk mengetahui kondisi pasar. Selanjutnya  melakukan wawancara kepada lima mahasiswi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Palopo. Selanjutnya adalah studi kelayakan terhadap usaha yang akan dijalankan. Tahap terakhir adalah pemilihan bahan dan penyediaan tempat serta sarana dan prasarana untuk menunjang proses produksi. Proses (produksi), yaitu proses pembuatan keset kain perca mulai dari persiapan bahan dan alat sampai keset kain perca siap dipasarkan. Output, yaitu hasil kerajinan keset kain perca yang siap digunakan dan dipasarkan kepada konsumen. Yang terakhir adalah evaluasi, yaitu tahapan ini dilaksanakan pada saat produksi produk keset kain perca telah selesai dilakukan. Pada tahap ini akan meninjau tentang kekurangan-kekurangan apa saja yang membuat konsumen tidak nyaman menggunakan produk kami. Kesimpulan program PKM-K pemanfaatan kain perca menjadi kerajinan keset yang bernilai jual dapat memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk tetap inovatif dan kreatif dalam mengolah limbah kain perca, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk praktik wirausaha dengan pemahaman konsep wirausaha yang komprehensif, dan membangun semangat mahasiswa untuk tetap berbisnis.
Pelatihan Memulai Usaha Rintisan untuk Mahasiswa pada Masa Pandemi Covid-19 Suwinto Johan; Erika Victoria; Cyntia Fallen
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2022): VIVABIO:Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v4i2.40980

Abstract

Keinginan mahasiswa untuk menjadi wirausaha telah meningkat pesat. Keinginan ini sejalan dengan pertumbuhan usaha rintisan yang berbasis teknologi dan kemudahan berusaha di Indonesia. Namun, hal ini telah menjadi tantangan bagi para mahasiswa dalam mewujudkan impian menjadi wirausaha. Mahasiswa harus mencari sendiri dan jatuh bangun dalam membangun usaha rintisan. Banyak mahasiswa yang ingin menjadi wirausaha, namun tidak tahu memulai dari tahapan mana. Banyak pertanyaan mahasiswa menanyakan bagaimana memulai usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membagikan pengalaman dan pendampingan kepada para mahasiswa yang ingin menjadi wirausaha. PKM ini juga bertujuan untuk mengurangi potensi risiko kegagalan mahasiswa menjadi wirausaha. Dengan banyak mahasiswa menjadi wirausaha maka ekonomi Indonesia akan bertumbuh dan membuka lapangan kerja. PKM ini mengundang salah satu usaha rintisan di bidang kuliner yang bertumbuh pesat di masa pandemi Covid-19. Metode penyampaian dilakukan dengan Webinar. Kegiatan ini menghasikan pengetahuan tambahan bagi para mahasiswa dalam memulai usaha rintisan selama pandemi. Para mahasiswa memperoleh pengetahuan bahwa ide kreatitif seorang wirausaha menjadi kunci keberhasilan dalam dunia bisnis. Pada masa pandemi, bisnis tetap dapat berkembang. Ide kreatif wirausaha sangat diperlukan bagi mahasiswa yang ingin menjadi wirausaha.
Perbaikan Teknik Budidaya Ubikayu Varietas Lokal Nuabosi Pada Kelompok Tani Harapan Baru di Desa Ndetundora Kabupaten Ende Propinsi NTT Willy Brordus Lanamana; Laurentius Dominicus Gadi Djou; Kristono Yohanes Fowo; Paulinus Seda; Ferdinandus Lidang Witi
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2022): VIVABIO:Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v4i2.41042

Abstract

ABSTRAKMitra yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu, Kelompok Tani Harapan Baru, jumlah anggota 30 orang. Kelompok tani ini merupakan petani ubikayu Nuabosi varietas lokal jenis terigu, dibudidayakan secara turun temurun. Permasalah utama, produktivitas ubikayu Nuabosi menurun beberapa tahun terakhir, perlu intervensi teknologi bagi anggota kelompok tani. Tujuan kegiatan, melakukan perbaikan teknis budidaya ubikayu guna peningkatan produktivitas dan pendapatan petani. Metode yang digunakan penyuluhan dan pelatihan. Setiap kegiatan pelatihan diberikan pretest dan posttest, untuk mengukur perubahan pengetahuan dan keterampilan peserta. Kegiatan pengabdian berjalan dengan baik, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada anggota kelompok tani, hal ini terlihat dari hasil pretest dan posttest. Pada materi pembuatan guludan, pretest jumlah soal benar 4,13  posttest terjadi peningkatan sebesar 13,3. Materi pembuatan pupuk kompos, pretest 4,5 sedangkan pada posttest 13,56 jumlah soal benar. Materi pola tanam tumpangsari  pretest 4,5 posttest 13,13 jumlah soal benar, dan pada materi pembumbunan dan pengendalian gulma pretest 4,36 sedangkan pada posttest  jumlah soal benar 13,46..Kata Kunci:  Ubikayu Nuabosi, Perbaikan Teknik Budidaya.
Pengembangan Pola Pikir Matematika Anak Menggunakan Media Fun Thinkers Math Annisah Kurniati; Erdawati Nurdin; Depriwana Rahmi
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2022): VIVABIO:Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v4i2.41273

Abstract

Matematika merupakan pelajaran yang sangat penting diajarkan kepada anak-anak. Rasa cinta terhadap matematika sebaiknya ditanamkan sejak anak-anak, sehingga anak-anak tidak beranggapan bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit dan membosankan. Berdasarkan masalah tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta anak-anak terhadap matematika dan membuat aktifitas belajar matematika menjadi mudah dan menyenangkan melalui penggunaan media fun thinkers math. Pengabdian mayarakat ini dilaksanakan di Taman Bacaan Anak (TBA) Hijaiyyah Kampar. Pada pelaksanaan kegiatan ini anak-anak dikelompokan menjadi 3 kelompok. Setiap anak dalam kelompok bergantian latihan menggunakan media fun thinkers math dan bekerja sama dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Untuk melihat keberhasilan kegiatan maka dilakukan kegiatan evaluasi dengan menggunakan observasi dan dokumentasi. Hasil observasi kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif menggunakan teknik persentase. Berdasarkann hasil analisis diperoleh 95% anak berpartisipasi aktif dalam belajar. Penggunaan media fun thinkers math membuat aktifitas anak dalam belajar matematika menjadi menyenangkan dan pembelajaran dapat berjalan dengan baik.
Pendidikan Konservasi Berbasis Teknologi kepada Masyarakat di Pulau Nain, kawasan konservasi Taman Nasional Bunaken Ermas Isnaeni Lukman; Adi Tri Utomo; Ifan Renova Sinaga
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2022): VIVABIO:Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v4i2.41472

Abstract

Pulau Nain termasuk dalam kawasan konservasi Taman Nasional (TN) Bunaken. Masyarakat Pulau Nain memiliki akses terbatas pada pendidikan, kesehatan dan listrik. Listrik di Pulau Nain hanya menyala dari jam 6 sore sampai jam 1 pagi. Dalam waktu yang sesingkat itu, perlu dilakukan optimalisasi penggunaan listrik untuk hal-hal yang bermanfaat. Petugas TN Bunaken melakukan kegiatan Bina Cinta Alam (BCA) berupa pendidikan konservasi berbasis teknologi, pendampingan kelompok masyarakat, dan penbinaan Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP). Hal ini dilakukan untuk membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap kawasan konservasi. Masyarakat Pulau Nain sangat terbantu dengan adanya petugas di tingkat tapak dan merasakan manfaat dari keberadaan Taman Nasional Bunaken.
Perancangan Media Pembelajaran Etnomatematika untuk Guru Sekolah Dasar di Kota Bandung Sidiq Aulia Rahman; Usep Kosasih; Samnur Saputra
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2022): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini sebagai laporan kegiatan kolaborasi dosen, mahasiswa, dan guru di kota Bandung sebagai upaya meningkatkan partisipasi belajar dan penguatan budaya lokal melalui media belajar yang menarik. Kegiatan dilaksanakan pada salah satu sekolah di kota Bandung, yakni Madrasah Ibtidaiyah Baeturridlwan. Kegiatan diawali dengan sosialisasi media pembelajaran berbasis etnomatematika dilakukan dengan metode ceramah serta memberikan contoh-contoh sederhana yang bisa guru pahami dan kemudian diharapkan dapat memudahkan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Guru dan mahasiswa diberikan tantangan untuk melakukan analisis terhadap contoh-contoh pembelajaran yang diberikan, untuk selanjutnya berkolaborasi merancang desain yang baru. Tanggapan tetang pelaksanaan diperoleh dari guru dan kepala sekolah yang mengajukan untuk kelanjutan kegiatan sebagai mitra labschool bagi program studi pendidikan matematik.
Membangun Jiwa Entrepreneurship pada Komunitas Dif_able melalui Pelatihan Kerajinan Sulam Maduaro Khas Lampung Muhammad Saputra; Kurnia Fadila; Joko Triloka
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2022): VIVABIO:Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v4i2.43184

Abstract

Membangun jiwa entrepreneurship pada komunitas dif_able melalui pelatihan kerajinan sulam maduaro khas Lampung. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk menjadikan komunitas ini menjadi komunitas yang mandiri secara ekonomi dengan memanfaatkan kain sulam maduaro sebagai salah satu produk kerajinan unggulan yang dapat dijual kepada konsumen atau wisatawan berbasis kearifan local. Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pendekatan institusional, metode diskusi, pendekatan partisipatif, dan praktik. Kegiatan Pengabdian yang dilakukan menggunakan konsep POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) pada setiap elemen kegiatan sehingga kegiatan yang dilakukan berjalan dengan efektif dan efisien. Kegiatan pengabdian yang dilakukan berfokus kepada 3 (tiga) kegiatan diantaranya pelatihan kewirausahaan, pelatihan mengenai praktik langsung mengenai keterampilan sulam Maduaro, pelatihan pemasaran produk secara online. Setiap kegiatan yang dilakukan diukur dengan menggunakan pretest dan posttest sebagai acuan pemahaman setiap peserta kegiatan terhadap pelatihan yang diberikan.Pada hasil pretest untuk pelatihan kewirausahaan didapatkan nilai 41% dan hasil postest didapatkan nilai 93% hal tersebut menunjukan pengetahuan peserta kegiatan pada materi kewirausahaan. Pada hasil pretest untuk pelatihan sulam maduaro didapatkan nilai 43% dan hasil postest didapatkan nilai 91 %  hal tersebut menunjukan pengetahuan peserta kegiatan pada materi sulam maduaro meningkat. Pada hasil pretest untuk pelatihan pemasaran produk secara online didapatkan nilai pretest sebesar 45% dan hasil postest didapatkan nilai 92% hal tersebut menunjukan pengetahuan peserta kegiatan pada materi pemasaran produk secara online meningkat. Hasil kegiatan pengabdian yang dilakukan dalam pelatihan kewirausahaan menghasilkan luaran berupa peningkatan kemampuan komunitas Dif_able terkait dengan kewirausahaan serta rancangan bisnis model canvas. Hasil kegiatan pengabdian dalam pelatihan sulam maduaro, berupa hasil inovasi diantaranya handbag maduaro, hiasan dinding maduaro, gantungan kunci maduaro, peci maduaro. Hasil kegiatan pengabdian dalam pelatihan sulam maduaro, berupa hasil inovasi diantaranya handbag maduaro, hiasan dinding maduaro, gantungan kunci maduaro, peci maduaro.  Hasil kegiatan pengabdian dalam pelatihan pemasaran produk secara online, berupa website penjualan online yang terkoneksi dengan beberapa e-commerce dengan nama website sulammaduaroonline.com. 
Gamifikasi dalam Pelatihan Bahasa Inggris untuk Wicara bagi Remaja Paroki St. Mikael TNI AU Adisutjipto, Yogyakarta Lucia Bening Parwita Sukci; Ignatius Indra Kristianto; Aprilia Kristiana Tri Wahyuni
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2022): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris merupakan suatu kebutuhan untuk berhasil dalam dunia kerja dan usaha dewasa ini. Namun banyak siswa sekolah merasa takut dalam mempraktekkan kemampuan berbahasa Inggrisnya dalam percakapan karena merasa tidak percaya diri, takut membuat kesalahan ataupun ditertawakan teman. Untuk itu Paroki Gereja Santo Mikael Pangkalan merasa perlu mendukung murid-murid SMP dan SMA/SMK dengan program pelatihan Bahasa Inggris. Program Bahasa Inggris diadakan dengan melibatkan berbagai kegiatan permainan agar peserta tidak merasa tegang dan takut dalam mempraktekkan Bahasa Inggris yang sudah mereka kuasai. Roleplay, kuis dadakan (pop up quiz), penulisan cerita dan penulisan caption adalah contoh beberapa permainan yang diadakan tanpa penggunaan gawai. Permainan kuis dengan menggunakan gawai juga diadakan melalui aplikasi Kahoot!. Selain itu para siswa juga diajak untuk mengunjungi kebun binatang dan menjawab pertanyaan yang diberikan melalui permainan Treasure Hunt. Untuk menjaga motivasi, setiap peserta mendapat satu poin bila berhasil melakukan tugas yang diberikan. Poin ini akan diakumulasi di akhir program dan dapat ditukar dengan hadiah. Melalui berbagai kegiatan dan permainan yang menyenangkan, peserta didik mampu mengembangkan kemampuan berkomunikasinya. Peserta didik juga mulai merasa percaya diri dalam menggunakan Bahasa Inggris dalam percakapan. Kesulitan menemukan kosa kata yang tepat mereka atasi dengan saling bertanya pada teman atau instruktur. Peserta juga saling membantu saat ada teman yang menghadapi masalah dalam menyusun kalimat. Di akhir program 75% peserta mampu mempresentasikan pengalamannya selama belajar di program ini.
Ekonomi kreatif menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 pada UMKM di Kelurahan Sarongsong 1 Kec. Aimadidi Kabupaten Minahasa Utara Herman Karamoy; Victorina Tirayoh; Jenny Morasa
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2022): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekonomi kreatif memiliki pengertian dimana gagasan baru dalam dunia perekonomian yang mengutamakan kreativitas dan informasi, dan saat ini kita ada di Era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan perkembangan luar biasa di bidang teknologi internet. UMKM dimasa sekarang ini kalau tidak berbenah dan menyesuaikan dengan situasi dan perkembangan yang ada maka dengan sendirinya akan berdampak buruk dalam kegiatan usaha sampai bisa mengarah pada kebangkrutan. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada pelaku UMKM agar bisa bertahan dan berkembang menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. Kelurahan Sarongsong I Kecamatan Airmaddidi memiliki banyak kelompok UMKM karena di wilayah kelurahan ini mempunyai pasar tradisional terbesar di Kabupaten Minahasa Utara. Untuk itu tim PKM melakukan penyuluhan terkait ekonomi kreatif menghadapi revolusi industri 4.0, bagaimana bersaing di dunia usaha pada era digitalisasi saat ini. Kegiatan ini dilaksanakan di balai pertemuan yang ada di belakang kantor Kelurahan Sarongsong 1 Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara. Seluruh peserta merasakan manfaat dari materi yang diberikan, membangun motivasi dalam menjalankan usahanya dengan melakukan inovasi dan pemasaran online demi menjawab tantangan era digitalisasi saat ini.
Community partnership program for Marinsow village’s homestay marketing in North Minahasa regency Jefrey I. Kindangen; Heilbert A. Mapaly; Johansen C. Mandey
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2022): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marinsow village is located in East Likupang District, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province is one of the villages included in the Manado-Likupang National Tourism Strategic Area (KSPN) as well as a Tourism Special Economic Zone. The Ministry of PUPR has carried out a program to improve the quality of independent houses that support the construction of homestays and other tourist service facilities in this village, namely the construction of 62 homestays. Marinsow village has the potential of a beach tourism area. The construction of homestays and culinary services in Marinsow village took place in fiscal year 2020, and has been operating since 2021, its use as an effort to empower the community's economy. District and provincial governments are asked to be involved in the sustainability of the program to provide supporting infrastructure, as well as universities are expected to make a real contribution. The problems faced by the community are the readiness of the community to serve guests well, the problem of structuring the area, and the modern marketing of the homestay. To prepare the community group of homestay owners and of course also the tourist area, counseling and training related to marketing through electronic media is carried out, which is a proposed strategy. prepare the community group of homestay owners and of course also the tourist area, counseling and training related to marketing through electronic media is carried out, which is the proposed strategy. This is a proposed solution where it is hoped that the community and local government can improve their knowledge and skills in business management, arranging tourist areas and marketing modernly tourist huts and their beach tourism potential.

Page 6 of 14 | Total Record : 133