cover
Contact Name
Nasaruddin
Contact Email
nasarhb@gmail.com
Phone
+6285242574293
Journal Mail Official
jtajdid@gmail.com
Editorial Address
LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima, Gedung Lantai III, Jln. Anggrek No. 16 Ranggo NaE Kota Bima NTB, Telp. 0374-44646, Fax. 0373-45267
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 25498983     EISSN : 26146630     DOI : https://doi.org/10.52266/tadjid
TAJDID merupakan jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Frekuensi penerbitan dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun setiap bulan April dan Oktober oleh LP2M IAI Muhammadiyah Bima. TAJDID akan menyajikan ide-ide yang up to date disertai dengan solusi-solusi yang relevan seputar pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Terlepas dari itu, secara tehknisnya bahwa TADJID hadir untuk mempermudah penulis, peneliti, mahasiswa, guru bahkan stakeholder lainnya yang berkepentingan akan teori-teori yang relevan yang dapat dijadikan sebagai bahan rujukan/referensi secara luas. TAJDID berkomitmen kuat akan selalu hadir sebagai solusi dalam konteks pengembangan keilmuan dibidang keagamaan dan kemanusiaan (sosial).
Articles 262 Documents
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI DEEP LEARNING DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PAI BERBASIS LITERASI DIGITAL Salmin Salmin; Nasaruddin Nasaruddin; Ruslan Ruslan
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid: jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan.v10i1.5840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis implementasi teknologi deep learning dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berbasis literasi digital. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), khususnya deep learning, membuka peluang besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran agama yang selama ini masih cenderung bersifat konvensional. Deep learning memungkinkan terciptanya sistem pembelajaran yang lebih adaptif, personal, dan interaktif sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kual itatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) yang diperkuat dengan studi lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru PAI dan praktisi teknologi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi deep learning dalam pembelajaran PAI dapat dilakukan melalui berbagai media dan aplikasi, seperti chatbot islami, sistem kuis otomatis berbasis pemahaman, analisis teks Al-Qur’an dan hadis, serta rekomendasi materi berbasis kebutuhan siswa. Penggunaan teknologi ini mendorong peningkatan literasi digital siswa, mempercepat pemahaman konsep-konsep keislaman secara kontekstual, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan partisipatif. Namun, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur teknologi, kompetensi guru dalam literasi digital, serta desain kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan guru PAI dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, serta pengembangan kebijakan pendidikan yang mendukung integrasi teknologi digital dalam pembelajaran agama. Dengan demikian, pembelajaran PAI tidak hanya relevan dengan tantangan zaman, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai Islam secara efektif kepada generasi digital.
MODEL PEMBELAJARAN KREATIF DAN INOVATIF PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Strategi Penguatan Karakter Peserta Didik) Yeni Arnaningsih; Nasaruddin Nasaruddin; Ruslan Ruslan
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid: jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan.v10i1.5848

Abstract

Perkembangan ilmu dan teknolgi di era digital 4.0 adalah sesuatu yang tidak terelakkan, perbahan tersebut tentunya sedikit banyak membawa dampak negatif terhadap siswa di sekolah-sekolah. Dengan kehadiran gadget dengan berbagai macam dan jenisnya menjadikan mereka bebas melihat sesuatu yang seharusnya tidak layak bagi mereka yang tentunya juga berpotensi merubah cara pandang, sifat dan karakter mereka. Oleh sebab itu guru sebagai pendidik, harus menemukan cara baru untuk menyibukkan mereka sehingga teralihkan dengan sesuatu yang positif. Penelitian ini bersifat library research (penelitian kepustakaan) dengan menggunakan rumusan hipotesis yang telah diuji melalui pengumpulan beberapa jenis data dan teori substantif sehingga lebih fokus dan berlaku untuk obyek-obyek yang akan diteliti. Data yang diperlukan diperoleh dari berbagai macam sumber seperti buku referensi, buku-buku teks, jurnal ilmiah, majalah, surat kabar online, dokumen, dan sumber-sumber lainnya. Sedangkan analisisnya, menggunakan analisis deskriptif dan argumentatif secara hermeneutika dengan memaparkan makna yang terkandung di balik tulisan (teks) yang secar harfiah dapat diartikan melalui penafsiran serta interpretasi. Dari penelitian ini, peneliti menemukan beberapa model dan strategi dari para pakar dan ahlinya dalam bidang Pendidikan, terkhusus Pendidikan Agama Islam. diantaranya; Discovery Learning (Pembelajaran Kooperatif), Problem Based Learning (PBL), Problem Solving (Menyelsaikan Masalah), Contextual Teaching and learning (Pembelajaran kontekstual), PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) serta Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif)
PRINSIP PRAGMATISME DAN KONSEP EXPERIENCE JOHN DEWEY SEBAGAI PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PAI ABAD 21 Lutfina Aribah; Hani Zahrani; Reza Zanjabila; Usman Usman; Sibawaihi Sibawaihi
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid: jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan.v10i1.5882

Abstract

Artikel ini mengkaji prinsip Pragmatisme dan konsep Experience dalam pemikiran John Dewey sebagai kerangka filosofis untuk merekonstruksi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan analisis kritis-filosofis terhadap karya-karya utama Dewey seperti Democracy and Education, Experience and Education, dan How We Think. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pragmatisme Dewey menempatkan kebenaran sebagai sesuatu yang fungsional, diverifikasi melalui pengalaman, serta bernilai sejauh mampu memecahkan persoalan kehidupan. Sementara itu, konsep Experience Dewey menegaskan bahwa pendidikan harus berakar pada interaksi reflektif antara individu dan lingkungan, melalui prinsip continuity dan interaction. Kedua prinsip tersebut memiliki relevansi signifikan bagi pengembangan PAI yang selama ini cenderung teoritis dan tekstual. Melalui integrasi nilai Pragmatisme dan Experience, PAI dapat direkonstruksi menjadi pembelajaran yang fungsional, kontekstual, dan menghasilkan actionable knowledge. Artikel ini menawarkan tiga model pengembangan PAI berbasis Dewey, yaitu: Experiential Religious Learning, Problem-Based Islamic Learning, dan Democratic-Dialogic Islamic Learning. Ketiganya menempatkan pengalaman, dialog, dan pemecahan masalah sebagai fondasi pembelajaran yang mampu membentuk kompetensi spiritual, moral, dan sosial mahasiswa. Dengan demikian, pemikiran Dewey memberikan kontribusi epistemologis dan pedagogis yang penting bagi transformasi PAI menjadi pendidikan agama yang adaptif terhadap dinamika kehidupan modern.
HERMENEUTIKA FILOSOFIS HANS-GEORG GADAMER DALAM PENAFSIRAN TRADISI BALIMAU KASAI SEBAGAI RITUAL PENYUCIAN DIRI MASYARAKAT KAMPAR Rahma Primadani Putri; Wahyu Nur Hidayat; Syara Pertiwi; Jimmi Copriady
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid: jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan.v10i1.5958

Abstract

Tradisi Balimau Kasai merupakan ritual penyucian diri masyarakat Kampar yang dilaksanakan menjelang bulan Ramadan dan mengandung nilai religius, sosial, serta kultural. Namun, dalam perkembangan masyarakat modern, tradisi ini mengalami perubahan makna dan praktik yang memerlukan pemahaman lebih mendalam. Artikel ini bertujuan untuk menafsirkan makna tradisi Balimau Kasai sebagai ritual penyucian diri melalui pendekatan hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap artikel-artikel ilmiah, buku, dan hasil penelitian terpublikasi yang relevan dengan tradisi Balimau Kasai dan teori hermeneutika Gadamer. Analisis dilakukan dengan menelaah simbol-simbol ritual Balimau Kasai dalam kerangka pra-pemahaman, kesadaran sejarah efektif, dan fusi horizon. Hasil kajian menunjukkan bahwa Balimau Kasai merupakan tradisi yang hidup dan dinamis, di mana maknanya terus dibentuk oleh interaksi antara warisan masa lalu dan konteks sosial kekinian. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan identitas dan kohesi sosial masyarakat Kampar. Kesimpulannya, pendekatan hermeneutika Gadamer mampu mengungkap makna filosofis Balimau Kasai sebagai tradisi yang adaptif dan relevan dalam menghadapi dinamika kehidupan masyarakat kontemporer. Kata Kunci Hermeneutika Gadamer, Balimau Kasai, tradisi lokal, penyucian diri, budaya Melayu Kampar
PERGESERAN PARADIGMA AQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM DALAM KONTEKS SOSIAL MEDIA PADA MAHASISWA AFI DI UIN FATMAWATI Ismail ismail; Ridho Syabibi; Sultan Gholand Astapala; Nafilah Chaudittisren
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid: jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan.v10i1.6004

Abstract

Penelitian ini berangkat dari perkembangan pemikiran masyarakat tentang Aqidah dan Filsafat Islam, hal ini banyak masyarakat umum terpengaruh oleh dalam bidang media sosial, khsusnya tujuan dari pada penelitian ini adalah menganalisis dari pada sebuah fenomena yang ada di lingkungan sekitar bagaimana media sosial itu mempengaruhi pemikiran aqidah dan filsafat islam, Metode penelitian yang digunakan adalah Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan. Penelitian lapangan yaitu mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang, dan interaksi suatu sosial, individu, kelompok, lembaga dan masyarakat. Adapun hasil penelitian ini adalah Pergeseran paradigma aqidah dan filsafat islam di kalangan mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam UIN Bengkulu dipengaruhi secara signifian oleh perkembangan media sosial. Paradigma aqidah yang awalnya dipahami melalui studi literatur klasik dan pembelajaran langsung bergeser menjadi suatu pemahaman yang lebih dinamis dan terbuka, Sedangkan di UIN Jogyakarta media sosial tidak hanya menjadi sarana interaksi sosial akan tetapi menjadi ruang baru dalam pembentukan dan penyebaran pemikiran keagamaan. Fenomena ini mendorong terjadinya pergeseran paradigma aqidah filsafat islam yang sebelumnya lebih banyak dipahami melalui metode tradisional dan kajian teks menjadi pengalaman diskursif yang lebih terbuka.
INTEGRASI AI DALAM PENDIDIKAN ISLAM: KOMPARASI ADOPSI DI MAYORITAS (INDONESIA) DAN MINORITAS (THAILAND) VOKASI Taufiq Qurrohman; Abdul Aziz; Akhmad Najeh; Najmee Bindulem
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid: jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan.v10i1.6023

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkomparasikan strategi adopsi dan implikasi pedagogis Artificial Intelligence (AI) pada pendidikan Islam di dua konteks demografis berbeda: komunitas Muslim mayoritas (Indonesia) dan minoritas (Thailand). Menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus komparatif di SMK Ma’arif NU 02 Kemiri dan Chariyathamsuksa Foundation School, data dianalisis menggunakan teori Diffusion of Innovation dan Technology Acceptance Model (TAM). Hasil penelitian mengungkap polarisasi strategi yang signifikan. Di Indonesia, integrasi AI bersifat Structural-Driven (Top-Down) yang didukung kebijakan negara, namun mengalami "paradoks kepatuhan" dengan konsistensi penggunaan yang rendah. Sebaliknya, di Thailand, integrasi bersifat Value-Driven (Bottom-Up) sebagai strategi pertahanan identitas (survival strategy), yang memicu militansi adopsi tinggi demi kepentingan dakwah. Secara pedagogis, siswa Indonesia berorientasi pada pragmatisme teknis, sedangkan siswa Thailand berorientasi pada penguatan nilai Islam. Penelitian ini merekomendasikan diplomasi pendidikan untuk menjembatani kesenjangan kompetensi teknis dan nilai antar sekolah Islam di ASEAN.
METODE KRITIK AL-DAKHĪL FI AL-TAFSĪR DALAM MENJAGA OTENTISITAS PENAFSIRAN AL-QUR’AN: ANALISIS EPISTEMOLOGIS DAN APLIKATIF Muhammad Iqbal; Etra Nando; Jamaksari Jamaksari
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid: jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan.v10i1.6075

Abstract

Penafsiran al-Qur’an sebagai produk intelektual manusia tidak terlepas dari potensi masuknya unsur-unsur asing yang menyimpang dari sumber-sumber otentik Islam. Fenomena ini dalam kajian tafsir dikenal dengan istilah al-dakhīl fī at-tafsīr, yaitu infiltrasi riwayat, pemikiran, atau intuisi yang tidak memiliki dasar valid dalam al-Qur’an, hadis sahih, pendapat sahabat dan tabi‘in, maupun kaidah akal yang sehat. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif konsep al-dakhīl, bentuk-bentuknya, serta metode kritik yang digunakan untuk menyeleksi dan memurnikan penafsiran al-Qur’an dari unsur-unsur penyimpangan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap karya-karya tafsir klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-dakhīl dalam tafsir dapat diklasifikasikan ke dalam tiga bentuk utama, yaitu dakhīl al-naqlī, dakhīl al-ra’y, dan dakhīl al-isyārah. Untuk mendeteksinya, diperlukan penerapan metode kritik sanad dan matan, kritik substansi (maudū‘iyah), kritik historis-kontekstual, serta kritik ideologis. Aplikasi metode kritik tersebut terbukti efektif dalam mengungkap penyimpangan tafsir, baik dalam karya tafsir klasik maupun kontemporer, termasuk dalam praktik dakwah populer. Dengan demikian, kajian ini menegaskan urgensi penguasaan metodologi kritik al-dakhīl sebagai instrumen akademik dan epistemologis guna menjaga otentisitas penafsiran al-Qur’an serta mencegah penyebaran tafsir yang bias, manipulatif, dan tidak bertanggung jawab secara ilmiah.
ETHNOMATHEMATICS BASED PROJECT BASED LEARNING MODEL IN MATHEMATICS EDUCATION Sartika, Dewi; Lasmawan, I Wayan; Parmiti, Desak Putu; Syarifuddin, Syarifuddin
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid: jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan.v10i1.6081

Abstract

Pembelajaran matematika masih sering dipersepsikan sebagai pembelajaran yang abstrak dan kurang bermakna bagi siswa. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu mengaitkan konsep matematika dengan konteks kehidupan nyata dan budaya lokal. Salah satu alternatif yang potensial adalah penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbasis etnomatematika. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif konsep, karakteristik, bentuk implementasi, serta dampak penerapan Project Based Learning berbasis etnomatematika dalam pembelajaran matematika melalui metode literature review. Sumber data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional 10 tahun terakhir ssehingga didapat 15 artikel yang memenuhi kriteria. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengelompokkan temuan penelitian berdasarkan tema kajian. Hasil kajian menunjukkan bahwa Project Based Learning berbasis etnomatematika mampu menciptakan pembelajaran matematika yang kontekstual dan bermakna, meningkatkan pemahaman konsep, kemampuan berpikir tingkat tinggi, keterampilan abad ke-21, serta motivasi dan sikap positif siswa terhadap matematika. Selain itu, integrasi budaya lokal dalam pembelajaran matematika juga berkontribusi pada penguatan kesadaran budaya dan pembentukan karakter siswa. Meskipun demikian, implementasi model ini masih menghadapi tantangan, seperti kesiapan guru dan keterbatasan waktu pembelajaran. Oleh karena itu, Project Based Learning berbasis etnomatematika direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran matematika yang inovatif dan relevan, dengan dukungan perencanaan yang matang dan pengembangan kompetensi guru.
STRATEGI IMPLEMENTASI LITERASI AL-QUR'AN DALAM PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS: STUDI KASUS DI SMAN 1 KOTA BIMA Lalu Shalihin Muttaqin; Nasaruddin Nasaruddin; Ruslan Ruslan
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid: jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan.v10i1.6082

Abstract

Dalam lanskap pendidikan kontemporer Indonesia, implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di institusi pendidikan umum seringkali mengalami reduksi makna yang signifikan. Fokus kebijakan kerap terisolasi pada dimensi kognitif-akademik semata, seperti literasi baca-tulis fiksi atau non-fiksi umum, sementara dimensi literasi religius-khususnya pembacaan Al-Qur'an-belum mendapatkan proporsi manajerial yang strategis dan seringkali terpinggirkan sebagai agenda sekunder. Artikel ini bertujuan untuk melakukan analisis komprehensif dan mendalam mengenai strategi implementasi program literasi Al-Qur'an di SMAN 1 Kota Bima, serta mengeksplorasi implikasi teoretis dan praktisnya terhadap penguatan karakter siswa di tengah tantangan degradasi moral remaja. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif, menggali data melalui observasi partisipatif yang intensif, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, dan analisis dokumentasi kurikulum. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan literasi Al-Qur'an telah berhasil dilembagakan melalui strategi Integrated Habituation (07.00-07.15 WITA) yang didukung oleh manajemen kolaboratif lintas mata pelajaran, melibatkan guru non-PAI sebagai fasilitator utama, sebuah langkah yang mendobrak dikotomi peran guru; (2) Program ini memberikan dampak signifikan pada pembentukan habituasi kedisiplinan dan kesiapan belajar (learning readiness) melalui mekanisme neuro-psikologis penciptaan "Zona Alfa" yang mereduksi stres akademik; (3) Hambatan sarana fisik diatasi melalui mekanisme social learning dalam bentuk peer-tutoring dan adaptasi teknologi digital. Kesimpulannya, keberhasilan literasi religius di sekolah umum tidak semata bergantung pada instruksi kurikulum, melainkan pada political will kepemimpinan sekolah yang kuat dan desentralisasi pengawasan yang menghapus sekat antara ilmu umum dan agama.
INTEGRASI TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: PELUANG DAN TANTANGAN DI ERA INDUSTRI 4.0 Rustam Rustam; Nasaruddin Nasaruddin; Ruslan Ruslan
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid: jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan.v10i1.6202

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh integrasi teknologi digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era Revolusi Industri 4.0. Tujuan utama adalah memahami manfaat dan tantangan yang muncul dari penggunaan teknologi seperti platform digital, media interaktif, dan kecerdasan buatan dalam pembelajaran PAI. Metode yang digunakan meliputi menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif observasi praktik pendidikan berbasis teknologi di berbagai madrasah dan sekolah Islam, dengan pendekatan kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa teknologi mampu memperluas akses sumber belajar, meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, serta membangun internalisasi nilai mulia secara lebih efektif. Namun, tantangan seperti infrastruktur belum merata dan kurangnya kompetensi guru masih menjadi hambatan utama. Implikasi strategis menuntut inovasi berkelanjutan dan pelatihan komprehensif dalam menyambut pendidikan Islam berbasis digital. Saran fokus pada peningkatan akses dan kesiapan sumber daya manusia sebagai kunci keberhasilan penerapan teknologi