cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 261 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024" : 261 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI POLI JANTUNG RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Handayani, Go; Manampiring, Aaltje E.; Posangi, Jimmy
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.18008

Abstract

Rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai bagian integral dari struktur sosial dan kesehatan, tetapi juga berperan dalam memberikan layanan kesehatan yang komprehensif. Faktor-faktor yang berkontribusi pada kualitas layanan mencakup sistem rumah sakit, tenaga kerja, teknologi, dan partisipasi masyarakat. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis pengaruh aspek bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan perhatian terhadap kepuasan pasien rawat jalan di Poli Jantung RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada bulan Januari-Juli 2023. Jenis penelitian ini ialah kuantitatif, menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel ialah sebagian dari populasi responden sebanyak 320 pasien. Data primer diperoleh dari wawancara langsung kepada pasien rawat jalan Poli Jantung RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dan data sekunder yaitu rekapan pengunjung dan status rekam medis rawat jalan pasien. Analisis data pada penelitian ini yaitu analisis univariat, bivariat (regresi linear sederhana dan regresi berganda), dan multivariat (korelasi kuadrat). Hasil penelitian diperoleh masing-masing nilai sig 0,000 < 0,05 sehingga disimpulkan adanya pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Bukti fisik berpengaruh kuat terhadap kepuasan pasien sebesar 0,670. Keandalan berpengaruh kuat terhadap kepuasan pasien sebesar 0,643. Daya tanggap berpengaruh kuat terhadap kepuasan pasien sebesar 0,612. Jaminan berpengaruh cukup terhadap kepuasan pasien sebesar 0,343. Perhatian berpengaruh terhadap kepuasan pasien sebesar 0,365. Hasil uji regresi berganda secara bersama-sama diperoleh nilai konstanta kepuasan pasien 14,625 dan koefisien regresi variabel X1 sebesar 0,269, X2 sebesar 0,280, X3 sebesar 0,700, X4 sebesar 0,014, dan X5 sebesar 0,143. Koefisien regresi bernilai positif sehingga dapat disimpulkan pengaruh kelima variabel bebas apabila naik variabel terikat juga ikut naik. Hasil nilai R square sebesar 0,599 atau 59,9%, dapat disimpulkan bahwa kelima variabel bebas memberikan pengaruh terhadap variabel terikat sebesar 59,9%.
PENGARUH MAKE A MATCH METHOD TERHADAP PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN BANJIR PADA SISWA SDN 89 Hanifah, Hanifah; Maydinar, Dian Dwiana; Sutrisna, Marlin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.19232

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Nilai kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan dari bencana banjir tidaklah sedikit, namun memberikan dampak yang besar. Banjir dirasakan oleh semua usia baik anak-anak, dewasa, ataupun lansia. Beberapa masalah yang dapat timbul akibat banjir diantaranya muncul masalah kesehatan fisik, mental, korban jiwa,  kerusakan fasilitas umum, dan kerugian harta benda. Untuk mengurangi hal tersebut beberapa upaya dapat dilakukan dengan melakukan manajemen bencana. Manajemen bencana yang baik akan tercapai apabila didukung oleh pengetahuan kesiapsiagaan yang cukup. Pengetahuan yang diberikan sejak dini sangat penting karena anak-anak merupakan salah satu kelompok rentan yang paling berisiko terkena dampak bencana yang dipicu oleh faktor keterbatasan pemahaman tentang risiko bencana disekeliling mereka. Salah satu metode edukasi yang dapat meningkatkan pengetahuan adalah make a match. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh metode make a match terhadap pengetahuan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana banjir. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest and ostest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SDN 89 Kota Bengkulu. Teknik pengambilan sampel menggunakab purposive sampling dengan jumlah sampel 51 siswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji analisis data menggunakan uji wilcoxon signed-rank test. Hasil penelitian diperoleh nilai nilai Z -5,320 dengan p-value 0,000 dapat disimpulkan ada pengaruh sebelum dan setelah dilakukan perlakuan dengan metode make a match terhadap pengetahuan kesiapsiagaan banjir. Di harapkan metode make a match dapat dgunakan pada anak sekolah dasar dalam peningkatan pengetahuan.
HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PUSKESMAS TANRALILI KABUPATEN MAROS TAHUN 2022 M, Nur Hidayah; Alam, Syamsu; Multazam, A. Muhammad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.19735

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisa hubungan budaya organisasi terhadap kinerja Puskesmas Tanralili. Metode penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan “cross sectional study”, Hasil penelitian ini menunjukkan pada jalur model 1: variabel inovasi dan pengambilan resiko, perhatian terhadap detail, orientasi terhadap tim memiliki nilai sign < 0,05 yang berarti berhubungan terhadap budaya organisasi di Puskesmas.  Variabel perhatian terhadap detail, orientasi hasil, orientasi individu, agresivitas dan stabilitas memiliki nilai sign. 0,009 < 0,05 yang berarti tidak berhubungan terhadap budaya organisasi di Puskesmas. Pada jalur model 2: Variabel inovasi dan pengambilan resiko, orientasi individu dam budaya organisasi memiliki nilai sign. < 0,05 yang berarti berhubungan terhadap kinerja pengelolaan Puskesmas. Variabel perhatian terhadap detail, orientasi hasil, orientasi terhadap tim, agresivitas dan stabilitas memiliki nilai sign. 0,785 > 0,05 yang berarti perhatian terhadap detail tidak berhubungan terhadap kinerja pengelolaan Puskesmas. Kesimpulan: Inovasi dan pengambilan resiko, perhatian terhadap detail, orientasi hasil, orientasi individu, orientasi terhadap tim, agresivitas, stabilitas berhubungan secara langsung terhadap kinerja melalui variabel intervening budaya organisasi Diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat menambah faktor-faktor lain yang berhubungan dengan kinerja pegawai seperti motivasi, promosi, lingkungan kerja dan lain-lain.
HUBUNGAN STUNTING TERHADAP GIGI BERJEJAL PADA ANAK USIA 5-12 TAHUN DI KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN Fatimah, Rizki Nurul; Wahyuni, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.19998

Abstract

Stunting yaitu kondisi kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat oleh pemberian makanan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Gizi yang seimbang pada anak akan membantu maturitas tulang rahang serta meningkatkan kekerasan struktur email dan dentin. Pengaruh status gizi yang kurang dapat menyebabkan pengurangan tinggi rahang, panjang dasar tengkorak, dan variasi pada lebar tulang maksillomandibular. Hal ini dapat membuat ruang tumbuh gigi menjadi terbatas dan mengakibatkan gigi tumbuh berjejal. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan stunting terhadap gigi berjejal. Jenis penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang anak berusia 5-12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa terdapat 4 anak (13,3%) yang mengalami gizi buruk dan 13 anak (43,3%) mengalami gizi kurang. Persentase anak yang mengalami stunting yaitu 17 anak (56,7%). Distribusi susunan gigi anak yang mengalami maloklusi terbanyak yaitu crowded sebanyak 22 anak (73,3%). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara gigi berjejal dan status stunting. Perlunya pemberian ASI eksklusif pada bayi sampai berusia 6 bulan, pemantauan perkembangan anak serta membawa ke posyandu secara berkala, konsumsi secara rutin tablet tambah darah dan pemberian MPASI yang begizi serta kaya protein hewani untuk bayi yang berusia diatas 6 bulan untuk mencegah terjadinya stunting dan gigi berjejal.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BEBAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ( RSUD ) BANGKINANG Hidayat, Ridha; Agnesia , Yoana; Ernita, Ernita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.22497

Abstract

Pelayanan yang diberikan oleh perawat masih sering dikeluhkan oleh masyarakat. Sorotan terhadap kinerja perawat merupakan masalah yang harus segera ditanggulangi, sebab pelayanan keperawatan menentukan mutu pelayanan rumah sakit. Kinerja yang kurang baik akan berdampak terhadap rendahnya pelayanan, pasien akan merasa kurang nyaman dan tidak puas terhadap pelayanan. Kinerja dalam hal ini erat kaitannya dengan seberapa besar beban kerja perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan. Semakin rendah beban kerja perawat semakin baik kinerja yang akan di berikan. Beban kerja adalah sejumlah proses atau kegiatan yang harus diselesaikan oleh seseorang  pekerja  dalam  jangka  waktu tertentu.  Apabila  seorang pekerja mampu menyelesaikan dan menyesuaikan diri terhadap sejumlah tugas yang diberikan, maka hal tersebut tidak menjadi suatu beban kerja. namun jika pekerja tidak berhasil maka tugas dan kegiatan tersebut menjadi suatu beban kerja Kesimpulan penelitian adalah responden sebagian besar berusia dewasa muda (<40 tahun), hampir sebagian dengan pendidikan Ners, hampir seluruh lama kerja <5 tahun, dan sebagian kecil jabatan kerja sebagai perawat koordinator, hampir sebagian status pekerjaan sebagai honorer/ kontrak, hampir seluruh sudah menikah, sebagian besar memiliki motivasi kerja rendah dan sebagian besar dengan beban kerja tinggi.Ada hubungan antara umur dan motivasi dengan beban kerja pada perawat di RSUD Bangkinang. Ada hubungan antara pendidikan, lama bekerja, jabatan kerja, status pekerjaan, status pemikahan, dengan beban akerj pada perawat di RSUD Bangkinang. Disarankan agar pada pihak RSUD Bangkinang untuk rnelakukan evaluasi kinerja petugas kesehatan dalarn rangka rneningkatakan kinerja dan rnencegah dan atau rnengatasi beban kerja yang tinggi dengan cara rnengidentifikasi permasalahan dan intensitas beban kerja beserta kondisi (kelebihan dan kekurangan) petugas, dan rnernperbaiki kebijakan organ1sasi.
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA PEREMPUAN 17-22 TAHUN TENTANG SUNSCREEN DI FK UNTAR Maharani, Fauziah Dea Ratna; Tarcisia, Twidy
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22938

Abstract

Remaja, sebagai fase transisi menuju kedewasaan, mengalami perubahan signifikan baik secara hormonal, fisik, psikologis, maupun sosial. Perubahan ini mendorong mereka untuk mengeksplorasi aktivitas baru, dengan olahraga seperti lari dan bersepeda menjadi pilihan utama, karena bersifat inklusif dan sering dilakukan di luar ruangan, memberikan paparan sinar matahari yang lebih intens. Namun, penting untuk diingat bahwa paparan berlebihan terhadap sinar matahari dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan kulit, seperti sunburn, tanning, penuaan dini, dan meningkatkan risiko kanker kulit. Meskipun pengetahuan remaja tentang pentingnya tabir surya sudah relatif baik, perilaku penggunaannya masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan edukasi untuk meningkatkan kesadaran dan praktik penggunaan tabir surya. Penelitian ini fokus pada remaja perempuan usia 17-22 tahun di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik, dengan pengumpulan data melalui survei menggunakan kuesioner pre-test dan post-test melalui aplikasi Google Form. Edukasi dilakukan melalui video animasi untuk meningkatkan pengetahuan dan praktek penggunaan tabir surya yang benar. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Variabel bebas adalah pengetahuan, sedangkan variabel tergantungnya adalah perilaku penggunaan tabir surya. Analisis statistik, termasuk analisis univariat dan bivariat Wilcoxon, dilakukan dengan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum edukasi, pengetahuan mahasiswi FK UNTAR sudah baik, dengan 97,1% responden memiliki tingkat pengetahuan yang memadai. Praktek penggunaan tabir surya juga cenderung baik, dengan 82,4% responden menunjukkan tingkat penggunaan yang memadai. Meskipun demikian, edukasi masih diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan praktek yang optimal terkait tabir surya.
ANALISIS INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA RESEP POLIFARMASI PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT X DI KABUPATEN BATANG HARI PERIODE JANUARI - MARET TAHUN 2023 Permatasari, Jelly; Mitra, Aisa Dinda; Ilmi, Miftahul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23027

Abstract

Resep polifarmasi dengan obat lebih atau sama dengan 5 berpotensi terjadinya interaksi obat yang dapat mengakibatkan kejadian meningkatnya efek toksik atau efek samping obat atau berkurangnya efek klinis yang diharapkan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui interaksi obat antihipertensi pada resep polifarmasi pasien hipertensi rawat jalan. Metode pada penelitian ini secara non eksperimental secara deskriptif dengan pendekatan restrospektif dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dari resep polifarmasi pasien hipertensi di Rumah Sakit X di kabupaten Batang Hari periode Januari – Maret tahun 2023 dengan sampel sebanyak 108. Hasil penelitian ini di dapatkan dengan jumlah resep 108 dengan pasien terbanyak yaitu perempuan sebanyak 58 (50,7%) dan didapatkan kategori umur terbanyak yaitu lansia akhir (56-65 tahun) dengan jumlah sebanyak 46 pasien (42,6%). Pada semua sampel penelitian ini didapatkan kejadian interaksi. Penggunaan obat antihipertensi pada sampel yaitu amlodipin sebanyak 57 obat (21,4%). Tingkat keparahan potensi interaksi obat yang terbanyak yaitu moderate sebanyak 402 (76,1%) dan mekanisme interaksi obat terbanyak yaitu farmakodinamik sebanyak 513 (97,2%). Kesimpulan interaksi obat pada resep yaitu farmakokinetik, farrmakodinamik dan tingkat keparahan mayor, moderate, dan minor.
ANALISIS MANAJEMEN PRILAKU KEBERSIHAN DIRI SAAT MENSTRUASI DI SMP PUJA HANDAYANI TAHUN 2023 Deviliawati, Atma; Sayati, Dewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23074

Abstract

Menjaga kebersihan tubuh pada saat menstruasi, dengan mengganti pembalut sesering mungkin serta membersihkan bagian vagina dan sekitarnya dari darah menstruasi dapat mencegah perempuan terhindar dari penyakit infeksi vesica urinaria (saluran kencing), infeksi saluran reproduksi dan iritasi pada kulit. Kebersihan alat vital perlu sekali dilakukan karena pada saat mengalami mentruasi, pembuluh dalam darah pada rahim lebih mudah untuk terinfeksi, mikroorganisme mudah untuk masuk dan dapat menyebabkan sistem reproduksi terganggu. Hasil wawancara 7 orang siswi tidak pernah mengganti pembalut di sekolah, pembalut dibuang langsung ditempat sampah tanpa dibungkus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kebersihan Menstruasi (MKM) meliputi faktor personal, faktor sosial dan faktor lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian telah dilakukan di SMP Puja Handayani Palembang dengan populasi sebanyak 53 siswi pada tanggal 23 sampai 27 Mei 2023.  Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi dengan kriteria telah mengalami menstruasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan dengan p value 0.013, sikap dengan p value 0.004, variabel dukungan keluarga dengan p value 0.014, variabel dukungan teman sebaya dengan p value 0.065  dan variabel sarana prasarana dengan p value 0.030,. Simpulan variabel pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan sarana prasarana berhubungan dengan prilaku MKM, sedangkan dukungan teman sebaya tidak berhubungan dengan Prilaku MKM dan variabel paling dominan terhadap prilaku MKM adalah sikap. Disarankan bagi SMP Puja Handayani untuk melakukan sosialisasi dan bimbingan konseling bagi siswa khususnya mengenai kesehatan reproduksi.
PENGARUH SENAM TRILOKA TERHADAP TINGKAT KESEIMBANGAN PADA LANSIA DI GRIYA LANSIA HUSNUL KHATIMAH Damayanti, Alfina Chintya; Yuliadarwati, Nungki Marlian; Rosidah, Nikmatur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23259

Abstract

Lansia adalah ketika seseorang yang mencapai 60 tahun keatas. Kenaikan jumlah lanjut usia di Indonesia disebabkan karena kenaikan harapan hidup dikarenakan peningkatan kualitas kesehatan. Indonesia salah satu negara yang jumlah lansianya sangat tinggi di dunia. Lansia akan mengalami beberapa masalah pada tubuhnya karena penurunan fungsi tubuh yang membuat terganggunya kegiatan sehari-hari. Salah satu permasalahan pada lansia yang sangat mengganggu adalah gangguan keseimbangan. Keseimbangan adalah suatu kemampuan untuk mempertahankan kestabilan postur dan salah satu faktor utama dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Masalah keseimbangan yang didapati lansia salah satunya terjadi karena melemahnya otot-otot utama penyangga tubuh. Kelemahan pada otot-otot besar penyangga tubuh lansia disebabkan karena proses degeneratif dimana pada system musculoskeletal mengalami penurunan massa otot-otot sebagian besar dan serta menurunnya aktivitas fungsional. Di Jawa Timur jumlah kasus gangguan keseimbangan pada lansia sebesar 63% yang mengalami ketidakseimbangan tubuh akibat kelemahan otot pada tungkai bawah. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui pengaruh senam triloka terhadap tingkat keseimbangan lansia. Desain pada penelitian ini memakai kuantitatif  pre-eksperimental dan desain one group pre-test dan post-test. Hasil penelitian ini menyatakan adanya pengaruh senam triloka terhadap tingkat keseimbangan lansia sebelum dan setelah pemberian senam triloka. Kesimpulan dari peneltian ini adalah terdapat pengaruh sebelum dan setelah pemberian senam triloka terhadap keseimbangan lansia.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KEPUTIHAN FISIOLOGIS PADA SISWI DI SMA SIMEULUE TENGAH Saputri, Delfi; Maidar, Maidar; Ariscassari , Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23260

Abstract

Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi bersifat fisiologis, namun bila tidak ditangani dengan baik akan berdampak kepada keputihan patologis. Tujuan Penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan keputihan fisiologis pada Siswi SMA Simeulue Tengah Tahun 2023. Penelitian observasional desain cross sectional pada populasi Siswi SMA Simeulue Tengah yang berjumlah 145 siswi. Besar sampel 59 siswi, ditetapkan secara propotional sampling berdasarkan jumlah siswi pada 3 SMA. Pengumpulan data dari Tanggal 11 sampai 18 Mei 2023 melalui wawancara menggunakan kuesioner. Hasil analisis terdapat 40.7% responden berperilaku baik melakukan pencegahan keputihan, 54.2% berpengetahuan baik, 55.9% bersikap positif, 54.2% dapat mengakses informasi dan 47.5% pola hidup sehat. Selanjutnya variabel yang berhubungan signifikan dengan perilaku pencegahan keputihan adalah pengetahuan p-value=0.008, sikap p-value=0.003, akses informasi p-value=0.0034 dan pola hidup sehat p-value=0.0014. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan guna meningkatkan pemahaman remaja mengenai keputihan dan kepada pihak sekolah perlu diadakan kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi melalui kegiatan ekskul, pembelajaran mata ajar biologi tentang reproduksi dan konsultasi masalah kesehatan di UKS.

Page 1 of 27 | Total Record : 261