cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN POLA TIDUR MENGGUNAKAN MUSIK INSTRUMENT KLASIK DAN AROMATERAPI LAVENDER Gita Kharisma Wirdah; Tiara Fatma Pratiwi; Dina Camelia; Faishol Roni; Achmad Wahdi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21886

Abstract

Pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis mengalami gangguan pola tidur seperti susah tidur di malam hari termasuk efek buruk dari menjalani hemodialisis. Jika tidak segera ditangani bisa berdampak pada aktivitas keseharian dan memperparah penyakitnya. Tujuan penelitian ini adalah melaksanakan dan membahas asuhan keperawatan pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis dengan masalah keperawatan gangguan pola tidur. Metode penelitian ini yang digunakan adalah pendekatan studi kasus dengan subjek peneliti berjumlah dua pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis dengan masalah keperawatan gangguan pola tidur dan dilakukan selama 3 hari. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa gangguan pola tidur teratasi pada hari ketiga yaitu keluhan sulit tidur menurun dengan skala pola tidur 5 tidak terganggu. Kesimpulan dari peneltian ini adaah terapi musik instrument klasik dan aromaterapi lavender dapat diterapkan di rumah sakit sebagai terapi tambahan untuk meningkatkan pola tidur pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis dan disarankan pemberian terapi musik instrument klasik serta aromaterapi lavender dilakukan secara bergantian dan di dampingi oleh keluarga pasien.
TINGKAT PENGETAHUAN CALON PENGANTIN TENTANG IMUNISASI TETANUS DIFTERI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TARUSAN KABUPATEN PESISIR SELATAN Gina Muthia; Afrizal Afrizal; Putri Nelly Syofiah; Yulia Fitri; Laura Maisiska
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21919

Abstract

Penyakit tetanus adalah penyakit menular yang tidak ditularkan dari manusia ke manusia secara langsung tetapi penyebabnya adalah kuman clostridium tetani. Kekebalan terhadap tetanus hanya dapat diperoleh melalui imunisasi tetanus difteri (Td) pada wanita usia subur dan ibu hamil. Wanita usia subur dan ibu hamil yang mendapatkan imunisasi tetanus difteri (Td) akan membentuk antibody tetanus seperti difteri, antibody tetanus termasuk golongan Ig G yang mudah melewati sawar plasenta, masuk dan menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh janin yang akan mencegah terjadinya tetanus neonatorum. Dari 20 Puskesmas yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, Puskesmas Tarusan merupakan salah satu puskesmas dengan cakupan imunisasi Td1 terendah yaitu 0% dengan jumlah sasaran adalah 4786 orang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan calon pengantin tentang imunisasi Tetanus Difteri di Wilayah Kerja Puskesmas Tarusan Kabuapten Pesisir Selatan. Metode Penelitian : Desain penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian ini telah dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan pada tanggal 21-25 Juni 2023. Populasi adalah calon pengantin yang sudah menikah pada bulan April 2023, sampel berjumlah sebanyak 30 orang pengantin. Penelitian ini dianalisis dengan distribusi frekuensi. Hasil : 22 orang (73,3%) memiliki pengetahuan yang cukup tentang pengertian imunisasi Td, 16 orang (53,3%) memiliki pengetahuan yang kurang tentang tujuan imunisasi Td, 21 orang (70%) memiliki pengetahuan yang cukup tentang manfaat imunisasi Td, 21 orang (70%) memiliki pengetahuan yang baik tentang efek samping imunisasi Td. Dapat disimpulkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup tentang imunisasi Td.
PENGARUH KOMBINASI PIJAT OKSITOSIN DAN TEKNIK PRANAYAMA TERHADAP NYERI PERSALINAN Dwi Sulistyaningsih; Widya Mariyana; Mudy Oktiningrum
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21928

Abstract

Nyeri persalinan merupakan salah satu hal fisiologis dari serangkaian proses persalinan, nyeri ini bila tidak diatasi secara tepat dapat meningkatkan kecemasan serta rasa khawatir yang dapat menimbulkan kondisi yang tidak diharapkan dalam persalinan. Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kombinasi pijat oksitosin dan teknik pranayama pada kala I persalinan terhadap penurunan nyeri persalinan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu quasy experiment design dengan rancangan one group pre test-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berencana melahirkan secara normal pada bulan Juni-Juli tahun 2023 di RSKB Columbia Asia Semarang, Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling dan didapatkan sampel sejumlah 33 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain lembar obervasi, Standar Operasional Prosedur (SOP) Pijat oksitosin dan teknik pranayama. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (menggunakan uji Wilcoxon dengan ? = 0,05). Dari hasil penelitian diperoleh p-value 0,000 (p-value < 0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima yang dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kombinasi pijat oksitosin dan teknik pranayama pada kala I persalinan terhadap penurunan nyeri persalinan di RSKB Columbia Asia Semarang. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang diajukan adalah diharapkan intervensi kombinasi pijat oksitosin dan teknik pranayama dapat digunakan dalam alternatif intervensi penurunan nyeri persalinan. Hal ini dapat menurunkan stress dan kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan kala II serta dapat membangun hubungan terapeutik antara ibu dan bidan.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK TERHADAP OUTCOME FUNGSIONAL PADA PENDERITA STROKE ISKEMIK AKUT Yodha Bakti R.A.; Ken Wirastuti; Ika Rosdiana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21952

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh peberian probiotik terhadap outcome fungsional pada penderita stroke iskemik angkut.  Penelitian ini adalah pre-test post-test control group design. Sampel penelitian sebanyak 18 penderita stroke iskemik akut yang dikelompokkan menjadi kelompok probiotik 10 orang dan kelompok kontrol 8 orang. Kedua kelompok mendapat terapi standar stroke dan untuk kelompok probiotik diberikan probiotik selama 7 hari. Penilaian outcome fungsional melalui skoring NIHSS yang dilakukan hari ke-1 penderita di rumah sakit dan hari terakhir perlakuan. Rerata skor NIHSS kelompok perlakuan adalah 6,40 ± 2,836 saat pre-test dan 3,30 ± 2,791 saat post-test dengan selisih rerata 3,10 ± 1,449. Rerata skor NIHSS kelompok kontrol adalah 11,25 ± 7,517 saat pre-test dan 10,00 ± 6,866 saat post-test dengan selisih rerata 1,25 ± 1,753. Perbandingan selisih pre-post antara kelompok probiotik dan kontrol menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,020, p<0,05). Berdasarkan penelitian dan uji statistik yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa pemberian probiotik memiliki pengaruh terhadap skor NIHSS penderita stroke iskemik akut.
PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PEMBATASAN CAIRAN DI RUANG HEMODIALISA RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Widya Astuti; Giri Susanto; Dian Arif Wahyudi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22010

Abstract

Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan gangguan fungsi ginjal yang progresif dan irreversible dimana tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit, menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah). Perawat dapat memberikan pendidikan kesehatan untuk  meningkatkan kepatuhan pasien gagal ginjal kronik dalam pembatasan asupan cairan. Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk Melakukan Pemberian Pendidikan Kesehatan Tentang Pembatasan Cairan Di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Metode karya ilmiah ini berupa studi kasus dengan melakukan asuhan keperawatan dari pengkajian sampai evaluasi kepada kedua pasien. Intervensi keperawatan yang dipilih adalah pemberian pendidikan kesehatan tentang pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik. Asuhan keperawatan dilakukan di bulan Juni 2023 di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Pengumpulan data menggunakan alat pemeriksaan fisik dan format pengkajian KMB, serta prinsip etika dalam membuat karya tulis ilmiah ini adalah prinsip etika keperawatan. Hasil Evaluasi yang diperoleh penulis pada hari ke 4 setelah diberikan edukasi pembatasan cairan diperoleh hasil sebagai berikut: Pasien 1 Adanya penurunan derajat edema dan penurunan BB kering, Pasien 2  Tidak ada penurunan Derajat Edema Namun adanya penurunan BB Kering, Pasien 3 Adanya penurunan Derajat Edema dan adanya penurunan BB Kering Sementara Pasien 4 Tidak adanya penurunan Derajat Edema +2, dan tidak ada penurunan BB Kering. Dapat disimpulkan bahwa pemberian pendidikan kesehatan tentang pembatasan asupan cairan pada pasien gagal ginjal kronik efektif menurunkan derajat edema dan BB kering.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI DALAM MENGKONSUMSI OBAT : SYSTEMATIC REVIEW Ni Putu Padmaningsih; Angelia Wulansari Budiman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22046

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang paling umum di dunia. Hipertensi dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan yang serius, seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Pengobatan hipertensi yang efektif adalah dengan mengonsumsi obat antihipertensi secara rutin. Namun, kepatuhan pasien hipertensi dalam mengonsumsi obat masih rendah. Hal ini dapat menyebabkan kontrol tekanan darah yang tidak optimal dan meningkatkan risiko komplikasi. Sistematik review ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh pada tingkat kepatuhan pasien hipertensi dalam mengkonsumsi obat. Diharapkan dengan penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk membantu para pasien hipertensi dapat meningkatkan kepatuhannya dalam mengkonsumsi obat. Desain dalam artikel ini adalah sistematik review narratif. Artikel dipilih berdasarkan kriteria pencarian sebagai berikut yaitu diterbitkan antara 2015-2020, tersedia dalam full-text, tersedia dalam studi kualitatif dan kuantitatif. Setelah penerapan pencarian berdasarkan kriteria yang ditetapkan, kemudian artikel yang diambil dievaluasi untuk studi yang relevan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari delapan penelitian ada faktor yang paling banyak muncul yaitu faktor tingkat pengetahuan, pendidikan, motivasi, dan dukungan keluarga. Selain empat faktor tersebut ada faktor pekerjaan, jarak rumah dengan pelyananan kesehatan,peranan tenaga kesehatan dan persepsi penyakit menjadi faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat. Disarankan agar pasien lebih proaktif untuk meningkatkan kesadaran diri untuk melakukan perawatan diri sehingga bisa dengan kesadaran tinggi mengatasi masalah hipertensi yang dideritanya.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 25-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BLANG CUT KECAMATAN BLANG MANGAT KOTA LHOKSEUMAWE Yunita Sari; Eka Sutrisna; Yulisa Yulisa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22103

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi dimana terjadi gagal tumbuh pada anak balita (bawah lima tahun) yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek pertumbuhannya dibandingkan anak seusianya. Jumlah total balita sunting di Kota Lhokseumawe berjumlah 831 balita pada tahun 2022, dan pada bulan Maret tahun 2023 berjumlah 874 kasus. Tujuan penelitian ini adalah pencegahan terjadinya peningkatan kejadian stunting melalui identifikasi faktor-faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 54 balita dan sampel sebanyak 50 balita dengan kondisi stunting dan normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan signifikan dan kuat dengan kejadian stunting pada balita usia 25-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Blang Cut Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe diurut dari yang sangat kuat ke yang kuat adalah faktor BBLR (sig. = 0,000 dan r = 0,954), penghasilan keluarga (sig. = 0,000 dan r = 0,954), ASI eksklusif (sig. = 0,00 dan r = 0,8861), tingkat pendidikan ibu (sig. = 0,000 dan r = 0,720), pola pemberian makan (MP-ASI) (sig. = 0,000 dan r = 0,714) dan gender (sig. = 0,000 dan r = 0,681), sedangkan faktor pekerjaan ibu korelasinya lemah dan tidak signifikan (sig. = 0,149 dan r = 0,207). Simpulan adalah BBLR, penghasilan keluarga, ASI eksklusif, tingkat pendidikan ibu, pola pemberian MP-ASI, gender, dan pekerjaan ibu memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Blang Cut Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN KB PASCA PERSALINAN Sunesni Sunesni; Dian Milasari; Dewi Susilawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22114

Abstract

Berdasarkan laporan tahunan DKK kota Padang tahun 2021 tercatat 16.541 ibu nifas hanya 7.169 orang (43,34 %) ibu nifas yang menggunakan KB pasca salin. Dari 11 kecamatan yang ada di Kota Padang adalah Kecamatan Kuranji (Puskesmas Belimbing) memiliki cakupan KB pasca salin tertinggi 1.020 orang (99,0%) sedangkan capaian KB pasca persalinan nomor dua terendah 72 orang (26,8%) adalah Kecamatan Koto Tangah (Puskesmas Koto Panjang Ikur Koto Kota Padang). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan pemilihan keluarga berencana (KB) pasca persalinan di wilayah kerja puskesmas Koto Panjang Ikur Koto Kota Padang Tahun 2023. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang berada di wilayah kerja Puskesmas Koto Panjang Ikur Koto Kota Padang Pada bulan Maret sampai April tahun 2023 yang berjumlah 56 orang. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Penelitian telah dilaksanakan bulan Maret – Agustus 2023. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan diolah secara komputerisasi menggunakan program SPSS. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Terdapat hubungan antara umur (p = 0,000), pengetahuan (p = 0,000) dan sikap (p = 0,009) dengan pemilihan KB pasca persalinan. Tidak terdapat hubungan paritas dengan pemilihan KB pasca persalinan (p = 0,143). Kesimpulan hasil penelitian bahwa terdapat hubungan umur, pengetahuan dan sikap dengan pemilihan KB pasca persalina. Untuk itu diharapkan bagi puskesmas agar lebih meningkatkan penyuluhan tentang kontrasepsi pasca persalinan.
HUBUNGAN DISCHARGE PLANNING DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP ANGGREK DAN DAHLIA RSUD DR. ADNAAN WD PAYAKUMBUH Falerisiska Yunere; Endra Amalia; Putri Rahmawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22123

Abstract

Discharge  planning  atau perencanaan pemulangan, merupakan suatu proses penting dalam perawatan pasien yang bertujuan untuk memastikan pasien memiliki pemulangan yang aman dan lancar setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Discharge planing yang baik dapat membantu mengurangi kecemasan dan ketidakpastian pasien, serta memberikan pemahaman yang jelas tentang perawatan pasca pemulangan. Hal ini dapat memberikan rasa percaya diri dan meningkatkan kepuasan pasien secara keseluruhan. Dimensi kepuasan pasien meliputi : Keandalan, jaminan, kenyataan, empati, dan tanggung jawab. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan discharge planning dengan kepuasan pasien di Ruang Rawat  Inap Anggrek dan Dahlia RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif koleratif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan non probability sampling. Jumlah sampel 53 pasien. Pengumpulan data menggunakan kuesioner discharge planning dan kuesioner kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukan lebih dari separoh discharge planning dilaksanakan dengan baik yaitu 56.6%, Sebagian besar kepuasan pasien terhadap  discharge planning masuk dalam kategori puas, yaitu 64.2%. Hasil uji statistik didapatkan nilai p-value =0.000 (<0.05) yang mana H? ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan antara pasien yang mempersepsikan discharge planning dengan kepuasan pasien dengan  nilai Odds Ratio (OR) = 12.188. Kesimpulan begitu pentingnya pelaksanaan discharge planning  bagi perawat untuk meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit sehingga perlunya pelaksanaan ini di monitoring dan di evaluasi secara konsisten oleh Rumah sakit.
RESULT OF POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) TEST POSITIVITY AND VACCINATION ASSOCIATED WITH INCIDENCE RATE OF COVID-19 IN JEPARA REGENCY Nurul Adinda Natasya; Mahalul Azam
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22127

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit menular disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Kabupaten Jepara menjadi salah satu wilayah tersebarnya COVID-19 dan telah menerapkan strategi testing serta vaksinasi sebagai upaya penanganan pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan tingkat tes positif PCR dan tingkat vaksinasi terhadap laju insidensi COVID-19 di Kabupaten Jepara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Unit analisis penelitian ini merupakan periode waktu dalam satuan minggu. Populasi dan sampel berupa data sekunder angka kasus COVID-19, hasil tes PCR, dan vaksinasi COVID-19 yang tercatat di Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara pada 1 Juni 2020 sampai 30 Juni 2022, dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar pencatatan. Hasil uji korelasi Spearman diperoleh adanya korelasi positif yang sangat kuat antara tingkat tes positif PCR dengan laju insidensi COVID-19 (r=0,810). Terdapat hubungan antara tingkat vaksinasi dengan laju insidensi COVID-19 di Kabupaten Jepara dengan arah korelasi negatif yaitu dosis pertama (r=-0,603) berkorelasi kuat, dosis kedua berkorelasi sedang (r=-0,591), dosis ketiga (r=-0,311) berkorelasi lemah. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tingkat tes positif PCR dan tingkat vaksinasi dengan laju insidensi COVID-19 di Kabupaten Jepara.