cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN FAKTOR PEKERJAAN DENGAN TINGKAT KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEKERJA INDUSTRI MAKARONI KABUPATEN MALANG kumaerah, Ratu; Subhi, Misbahul; Susanto, Beni Hari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33629

Abstract

Manusia merupakan salah satu faktor yang memiliki peran penting dalam sebuah industri. Dengan penerapan ergonomi yang tepat diharapkan akan terjadi proses kerja yang efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien (ENASE). Kesehatan dan keselamatan kerja harus dilaksanakan dalam dunia kerja dan dunia usaha oleh semua orang yang berada di tempat kerja. Namun, sering terjadi keluhan pada Kesehatan pekerja. Salah satunya adalah nyeri punggung bawah. Karakteristik individu, dan faktor pekerjaan merupakan faktor risiko keluhan nyeri punggung bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik individu dan faktor pekerjaan dengan tingkat keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja industri Makaroni di Kabupaten Malang. Metodologi yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik cross-sectional. Sampel sebanyak 40 orang dan diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen data yang digunakan dalam penelitian ini adalah  kuesioner, lembar observasi, alat tulis dan handphone. Analisis hasil menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan karakteristik individu dan faktor pekerjaan dengan tingkat keluhan nyeri punggung bawah. Hasil penelitian menunjukan karakteristik individu pada umur dengan nilai sig 0.001, indeks masa tubuh (IMT) dengan nilai sig 0,037, dan pendidikan dengan nilai sig 0,043. Hal ini menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan tingkat keluhan nyeri punggung bawah. Untuk faktor pekerjaan, masa kerja dengan nilai sig 0,023. Hal ini menunjukan  adanya hubungan signifikan dengan keluhan nyeri punggung bawah, sementara lama kerja dengan nilai sig 0,657 tidak menunjukan adanya hubungan signifikan. Disarankan pekerja mendapatkan tambahan jam istirahat  yang cukup serta disediakan tempat duduk yang memiliki sandaran agar keluhan nyeri punggung bawah berkurang.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN SERUM SARI BUAH BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L.) DENGAN METODE DPPH (2,2-DIPHENYL-1-PICRYLHYDRAZYL) Amanah Saputri, Yonafara; Luthfiyanti, Niken; Siwi Artini, Kusumaningtyas
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33637

Abstract

Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) adalah tanaman yang berkhasiat sebagai antioksidan, karena mengandung vitamin C yang berfungsi untuk menyumbangkan elektron kepada radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai IC50 pada sari buah dan formula sediaan serum sari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Pembuatan sari buah dilakukan dengan buah dijuicer lalu diambil sari buahnya. Pengujian aktivitas antioksidan sari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhyrdazyl), hasil pengujian menunjukkan bahwa sari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) memiliki nilai IC50 sebesar 72,49 ppm dengan kategori kuat. Serum sari buah dibuat menjadi tiga formula yaitu FI, FII, dan FIII dengan konsentrasi 3%, 6%, dan 9% yang diuji evaluasi fisiknya antara lain uji organoleptik, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji pH, uji viskositas, uji bebas logam, uji iritasi, dan uji hedonik. Ketiga konsentrasi serum 3%,6%, dan 9% menunjukkan nilai aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 berturut turut yaitu 87,64 ppm (kuat), 84,61 ppm (kuat), 78,87 ppm (kuat). Aktivitas antioksidan sediaan serum wajah tertinggi pada konsentrasi 9% di formula III dengan nilai IC50 78,87 ppm (kuat) dengan nilai P value (<0,05) untuk mengetahui perbedaan signifikan. 
PEMBERIAN DIET DIABETES MELITUS, KARDIOVASKULER RENDAH DAN RENDAH GARAM PADA PASIEN DIABETES MELITUS, HIPERTENSI DAN SEREBROVASKULER HEMIPARESIS: SEBUAH LAPORAN KASUS Nafa'any, Ghina Amelia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33641

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes mellitus, stroke, penyakit paru obstruktif, penyakit kardiovaskular, dan beberapa jenis kanker tidak dapat ditularkan antar individu dan sering memiliki faktor risiko serupa. Diabetes mellitus, yang merupakan penyakit metabolik umum, ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin, dan dapat diperburuk oleh pola makan tidak sehat seperti konsumsi karbohidrat dan makanan manis yang berlebihan. Hipertensi, dengan tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg atau diastolik di atas 90 mmHg, dipengaruhi oleh faktor risiko yang dapat dimodifikasi seperti obesitas, konsumsi garam berlebihan, dan kurangnya aktivitas fisik, serta faktor yang tidak dapat dimodifikasi seperti usia, jenis kelamin, ras, dan genetik. Gejala hipertensi meliputi sakit kepala, penglihatan terganggu, mual, nyeri dada, dan sesak napas. Selain itu, cerebrovascular hemiparesis dan hemiplegia adalah kondisi yang melibatkan kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh akibat kerusakan otak, dengan hemiplegia lebih parah dibandingkan hemiparesis. Studi kasus dilakukan pada bulan November pada pasien rumah sakit.. Setelah dilakukan monitoring dan evaluasi didapatkan hasil terjadi perubahan pada asupan makan pasien, tetapi pada fisik/klinis masih tidak terlalu berubah kecuali mual dan muntah. Pasien mengalami peningkatan kondisi yang cukup baik, hasil pemantauan asupan makan menunjukkan adanya perubahan peningkatan pada beberapa zat gizi tetapi masih belum mencapai target yaitu 80%.
INTERVENSI GIZI PASIEN STROKE ISKEMIK TROMBOTIK DENGAN DIABETES MELLITUS II : LAPORAN KASUS Rahma, Rania Salsabila
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33642

Abstract

Stroke iskemik trombotik terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah oleh plak aterosklerosis. Diabetes mellitus merupakan salah satu pemicu terjadinya stroke akibat kadar gula darah tinggi yang memicu terjadinya oksidasi di dinding pembuluh darah sehingga menghasilkan Advanced Glycosylated Endoproducts (AGEs). Penelitian ini merupakan sebuah laporan kasus intervensi gizi pada salah satu pasien rumah sakit dengan diagnosa medis cerebrovascular accident (CVA) infark trombotik + anemia + DM tipe 2 yang dilaksanakan pada Oktober 2024. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pasien mendapatkan terapi diet dengan prinsip diet DM, rendah lemak, dan rendah garam. Pemberian makan melalui oral dengan bentuk makanan lunak dan frekuensi 3x makanan utama dan 3x makanan selingan. Hasil intervensi gizi selama tiga hari menunjukkan bahwa pasien memiliki status gizi pasien kurang, terdapat kondisi dislipidemia dan anemia sesuai hasil biokimia, penurunan tekanan darah menjadi hipertensi I, dan penurunan asupan makan karena kondisi stroke dan lansia. Asupan makan pasien selama tiga hari cenderung fluktuatif dan masih tergolong inadekuat. Penurunan asupan makan pasien tidak hanya terjadi karena makanan rumah sakit yang cenderung monoton, tetapi juga penurunan nafsu makan akibat kondisi lansia. Meski begitu, kondisi hipertensi pasien mengalami penurunan dibandingkan sebelum dilakukan intervensi gizi karena pemberian diet rendah lemak dan rendah garam serta beberapa terapi medis dari tenaga kesehatan lain untuk mengurangi komplikasi dari penyakit stroke, termasuk hipertensi.
LITERATUR REVIEW : UJI DAYA HAMBAT ANTIBAKTERI TANAMAN BUAH PALA TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS Kobandaha, Risky wahyuningsi; Novalina, Dhia; Hadi, Wahid Syamsul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33646

Abstract

Buah pala merupakan tanaman asli Indonesia yang berasal dari kepulauan Banda dan Maluku yang kemudian menyebar dan berkembang ke pulau-pulau seperti Aceh, Sulawesi Utara dan Papua. Di Indonesia saat ini dikenal beberapa jenis pala, salah satunya Myristica fragrans Houtt yang berasal dari kepulauan Banda. Pala jenis ini merupakan salah satu pala yang terbaik di Indonesia, baik dari segi kualitas maupun produktifitasnya,  Pemakaian obat tradisional dalam konteks umumnya dipandang keamanannya lebih baik dari pada pemakaian obat modern. Hal ini diakibatkan dikarenakan obat tradisional mempunyai efek samping yang lebih sedikit relativitasnya dibandingkan obat modern. Biji buah pala memiliki kandungan saponin, minyak atsiri, flavonoid, terpenoid, yang potensinya besar menjadi antibakteri. Penggunaan  daun pala di masyarakat pada perkampungan umumnya dipakai menjadi obat guna menangani bau mulut, gigi yang sakit dan juga infeksi kulit ataupun obat bisul yang dipercai bisa meredakan ataupun menyembuhkan nyeri yang diakibatkan terinfeksi bakteri. Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi daya hambat antibakteri buah pala Myristica fragrans terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini menggunakan Literatur review yang bersifat deskriptif. Berdasarkan dari penelitian yang sudah di lakukan dapat di simpulkan bahwa buah pala dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada kosentrasi 75% dengan zona hambat 38,9 mm dan buah pala memiliki kandungan kimia alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenol dan terpenoid
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN ISCHAEMIC COMPRESSION DAN MUSCLE ENERGY TECHNIQUE TERHADAP PENURUNAN NYERI MYOFASCIAL TRIGGER POINTS SYNDROME PADA OTOT UPPER TRAPEZIUS Rahmawati, Eka Lia; Hartinah, Deni; Putri, Silvia Riyadi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33658

Abstract

Penjahit merupakan pekerjaan yang bergerak pada bidang industri yang dilakukan secara individu maupun sebagai pekerja industri di sebuah pabrik konveksi. Myofascial pain syndrome dapat disebabkan oleh kerja otot yang berlebihan dan terus menerus akan menimbulkan kontraksi yang membuat otot menjadi tegang yang dapat memicu timbulnya trigger point. Muscle energy technique adalah salah satu metode soft tissue mobilization yang dengan menggunakan kontraksi isometrik, Ischemic compression adalah teknik penekanan yang dilakukan secara terus menerus atau berkelanjutan pada trigger point. Tujuan untuk mengetahui efek ischaemic compression dan muscle energy technique terhadap penurunan nyeri myofascial trigger points syndrome pada otot upper trapezius. Metode menggunakan Two groups pre-test and post-test design. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 30 pekerja garment dengan jenis kelamin perempuan yang dibagi menjadi 2 kelompok secara acak. Kelompok I (n=15) diberikan Muscle energy technique dan kelompok II (n=15) diberikan Ischemic compression. Alat ukur menggunakan Quadruple Visual Analogue Scale (QVAS) untuk mengukur nyeri. Hasil Uji beda pre-test dan post-test menggunakan uji Wilcoxon, kelompok I diperoleh nilai p = 0,001 (p<0,05), kelompok II diperoleh nilai p = 0,000 (p<0,05). Uji beda post-test antara kelompok I dan II diperoleh nilai p = 0,095 yang berarti p > 0,05 sehingga hal ini berarti tidak ada perbedaan pengaruh yang bermakna. Uji beda selisih mean kelompok I diperoleh hasil 20,00 (dari 58,67 menjadi 38,67) dan kelompok II diperoleh 24,00 (dari 58,00 menjadi 34,00). Kesimpulan: Ada perbedaan pengaruh antara ischaemic compression dan muscle energy technique terhadap penurunan nyeri myofascial trigger points syndrome pada otot upper trapezius.
GAMBARAN PENERAPAN KELENGKAPAN RESUME MEDIS TERHADAP PENGAJUAN KLAIM JKN DI RS X TAHUN 2024 Khiko Mona Hapsari, Ryan; NABILA, ANGGUN; HERYANA, ADE; Nurmawaty, Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33682

Abstract

Klaim adalah perjanjian satu dari dua pihak yang mempunyai ikatan agar haknya terpenuhi.. Berdasarkan hasil studi pendahuluan diketahui kelengkapan resume medis rawat inap pada bulan April dari total 100 (seratus) resume medis yang digunakan sebagai sampel didapatkan hasil lengkap 67% (enam puluh tujuh persen) dan tidak lengkap 33 % ( tiga puluh tiga persen). penelitian ini berujuan untuk mengetahui Gambaran Penerapan Kelengkapan Resume Medis Terhadap Pengajuan Klaim JKN di Rs X. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dari 94 responden pasien rawat inap, analisis data univariat. Penelitian ini dilakukan pada Januari 2024 – Maret 2024. Hasil univariat ditemukan kelengkapan resume medis terbanyak berasal dari kelompok lengkap 72 responden (76,6%) dan kelengkapan klaim BPJS terbanyak berasal dari kelompok lengkap 72 responden (76,6%). Gambaran distribusi resume medias menunjukkan bahwa ketidak lengkapan resume medis terdapat pada uraian anamnesai pasien, riwayat penyakit dan diagnosa pasien dan Gambaran distribusi kelengkapan klaim BPJS menunjukkan bahwa ketidak lengkapan klaim BPJS terdapat pada uraian resume medis.Saran penulis saat melakukan proses koding, kode diharapkan meninjau ulang sebaik mungkin kode yang akan digunakan agar terhindar dari ketidak sesuaian dalam pemberian kode diagnosis penyakit dan tindakan sehingga tidak terjadi pengembalian berkas klaim BPJS
FAKTOR DOMINAN OBESITAS PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 4 SIDOARJO Maulidha, Ira Saphira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33691

Abstract

Masa remaja dikategorikan sebagai masa yang rentan terkena masalah gizi. Pada masa remaja, status gizi dipengaruhi oleh kebiasaan makan, persepsi citra tubuh dan aktivitas fisik yang berkaitan dengan jumlah asupan konsumsi makanan dan zat gizi dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan obesitas pada remaja putri di SMAN 4 Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case control. Populasi dalam penelitian adalah remaja putri kelas X dan XI SMAN 4 Sidoarjo Tahun Ajaran 2022/2023 dengan jumlah sampel sebanyak 48 remaja putri. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik acak sederhana (simple random sampling). Data diperoleh melalui pengukuran antropometri secara langsung, wawancara, dan pengisian kuesioner. Analisis yang digunakan adalah uji bivariat dengan chi-square dan dilanjutkan dengan uji multivariat menggunakan regresi logistik. Asupan lemak adalah variabel dominan atau variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian obesitas (OR: 8,874; 95% CI: 1,152-10,524).  Remaja putri yang memiliki asupan lemak berlebih berisiko 8,8 kali lebih besar mengalami obesitas. Konsumsi makanan dengan tinggi lemak apabila terjadi secara terus menerus tanpa disertai adanya aktivitas fisik dapat menyebabkan peningkatan simpanan lemak dalam jaringan adiposa dan berakibat pada obesitas remaja. Oleh karena itu, remaja putri perlu menerapkan pola makan gizi seimbang dengan memperhatikan asupan makanan sesuai kebutuhan berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) serta diimbangi aktivitas fisik secara teratur sesuai rekomendasi Kemenkes.
DEXAMETHASONE SEBAGAI ADJUVANT PADA BLOK SUPRACLAVICULA PLEKSUS BRACHIALIS PADA PASIEN GERIATRI Nantha Kusuma, Putu Eka; Pradhana, Adinda Putra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33743

Abstract

Blok saraf perifer digunakan untuk anestesia maupun analgesia. Keterbatasan penggunaannya untuk analgesia pasca operasi adalah bahwa efek analgesik hanya berlangsung beberapa jam, setelah itu nyeri sedang hingga berat di tempat bedah dapat menyebabkan perlunya terapi analgesik alternatif.  Blok Pleksus Brakhialis adalah metode Blok perifer yang sangat baik untuk mencapai kondisi operasi yang optimal dengan menghasilkan relaksasi otot yang lengkap, mempertahankan hemodinamik intraoperative yang stabil dan blok simpatis yang terkait. Blok ini merupakan metode yang sangat baik untuk mencapai kondisi operasi yang optimal untuk operasi ekstremitas atas dengan menghasilkan relaksasi otot yang lengkap, mempertahankan stabilitas hemodinamik dan blok simpatik yang terkait. Beberapa adjuvant telah digunakan untuk memperpanjang durasi analgesik blok saraf perifer, termasuk deksametasone perineural atau intravena. Deksametasone adalah steroid yang dapat mengurangi rasa sakit dan respon inflamasi terhadap kerusakan jaringan setelah operasi (panas, nyeri, kemerahan dan bengkak). Pada orang yang dilakukan pembiusan dengan menggunakan blok saraf perifer dengan adjuvant deksametasone, dikatakan dapat memperpanjang efek kerja dari pereda nyeri pada blok saraf perifer.
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER DAN HEALING TOUCH TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI Devi, Sri Devi Padang; Febriyona, Rona Febriyona; Sudirman, Andi Nur Aina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33769

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi tekanan darah lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg. Kondisi hipertensi merupakan bentuk penyakit degeneratif atau tidak menular yang masih tinggi kasusnya sebagai penyumbang angka kesakitan dan kematian di masyarakat, jika penyakit hipertensi tidak dapat dikendalikan dapat menyebabkan komplikasi berbahaya seperti jantung koroner, gangguan pada penglihatan dan gangguan ginjal hal ini menyebabkan hipertensi menjadi salah satu akibat kematian tertinggi di dunia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pra-post test design. Observasi dilakukan sebelum dan setelah subjek diberikan intervensi. Populasi yang terdapat Di Kelurahan Hutuo Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo yaitu berjumlah 37 orang yang menderita penyakit tekanan darah tinggi atau Hipertensi, tetapi yang siap dijadikan sampel hanya 15 orang, sehingga jumlah sampel pada penelitian ini sama dengan jumlah populasi yaitu 15 responden. Pada penelitian ini pemilihan sampel dilakukan dengan cara total sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu data primer dalam penelitian ini adalah observasi peneliti dan wawancara dengan responden, adapun menjadi sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah data dari Kelurahan Hutuo, Kecamatan Limboto.Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil penelitian Nilai t dependent Hasil p=0.000, oleh karena nilai p<0,05 di nyatakan ada perbandingan sebelum dan sesudah diberikan intervensi Aromaterapi Lavender dan Healing Touch. Diharapkan menjadi masukan bagi pihak pihak terkait seperti Pemerintah Kelurahan, Dinas Kesehatan, Puskesmas dan keluarga sehinga dapat terjalin kerjasama bidang kesehatan untuk meminimalisir penderita hipertensi.