cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
HUBUNGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER USIA PRA LANSIA DI RSUD LINGGAJATI KABUPATEN KUNINGAN Qatrunnada, Salsabila; Amalia, Arifiani Agustin; Ismarwati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33518

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan gangguan yang disebabkan oleh adanya penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh arteri koroneria sehingga menghambat penyaluran oksigen dan nutrisi ke otot jantung. Hal ini terjadi karena tingginya kadar kolesterol total yang dapat menyebabkan aterosklerosis pada pembuluh darah. Adanya sumbatan dalam pembuluh darah akan menyebabkan lumen (lubang) pembuluh darah menjadi sempit dan elastis dinding pembuluh berkurang, sehingga menyebabkan tekanan darah meninggi dan menjadikan terjadinya PJK. Tujuan: Mengetahui hubungan kadar kolesterol total dengan tekanan darah pada pasien penyakit jantung koroner usia pra lansia di RSUD Linggajati Kabupaten Kuningan.  Metode: Observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2024 di RSUD Linggajati Kabupaten Kuningan. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling, sebanyak 75 sampel pasien penyakit jantung koroner (PJK) usia pra lansia yang melakukan pemeriksaan kolesterol total dan tekanan darah di RSUD Linggajati Kabupaten Kuningan pada bulan Januari - Desember tahun 2023 yang dianalisis menggunakan uji Chi-Square.  Hasil menunjukkan mayoritas pasien mengalami kadar kolesterol total tinggi yaitu sebanyak 27 orang (36%) dan menujukkan mayoritas pasien mengalami hipertensi derajat 2 yaitu sebanyak 36 orang (48%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p=0,012 yang artinya nilai p value < 0,05. Simpulan: Terdapat hubungan antara kadar kolesterol total dengan tekanan darah pada pasien penyakit jantung koroner usia pra lansia di RSUD Linggajati Kabupaten Kuningan. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan mampu membandingkan variabel kelompok usia muda dengan kadar profil lipid pada pasien penyakit jantung koroner.
HUBUNGAN KERASIONALAN PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN OUTCOME KLINIS TERHADAP PASIEN STROKE ISKEMIK RAWAT INAP DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Suciati, Endang; Luthfiyanti, Niken; Listyani, Tiara Ajeng
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33520

Abstract

Stroke iskemik adalah gangguan aliran darah yang terhenti di otak karena adanya pembekuan darah menjadi tidak normal. Outcome klinis pasien stroke iskemik harus sesuai dengan acuan dari Joint National Commite yaitu dengan tekanan darah <140/90mmHg. Hipertensi merupakan penyakit penyerta pada kejadian stroke iskemik. Rasionalitas peresepan obat antihipertensi sesuai dengan empat parameter yaitu tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien dan tepat dosis. Pengobatan yang tepat dapat memengaruhi keberhasilan terapi dan pencapaian tekanan darah yang diinginkan. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara rasionalitas peresepan obat antihipertensi dengan outcome klinis pada pasien stroke iskemik. Penelitian ini dirancang berdasarkan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, bersifat retrospektif menggunakan metode purposive sampling pada sampel pasien stroke iskemik rawat inap yang menerima resep obat antihipertensi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah pada pasien stroke iskemik rawat inap di RSUD Dr. Moewardi dengan sampel 100 pasien. Hasil dari penelitian ini adalah tepat obat 100%, tepat pasien 100%, tepat dosis 96% dan tepat 100%. Hasil uji chi square didapatkan nilai expected <5 yaitu terdapat hubungan antara rasionalitas peresepan obat antihipertensi dan outcome klinis terhadap pasien stroke iskemik rawat inap di RSUD dr. Moewardi surakarta dengan nilai p-value 0,001
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERAN PERAWAT SEBAGAI CARE GIVER TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT GANGGUAN SISTEM KARDIOVASKULER Arnas J, Eva; Januarista, Afrina; Rahman, Abd
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33526

Abstract

Keadaan darurat mengacu pada peristiwa yang berpotensi menimbulkan kerugian parah pada seseorang. Salah satunya pada kasus kardiovaskuler adalah henti jantung yang menjadi masalah yang sangat serius pada jantung. Jenis penelitian ini kuantitatif  dengan pendekatan analitik menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat di IGD RSUD Undata 41 orang, dengan teknik pengambilan sampel total populasi. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar pengetahuan baik sebanyak 25 responden (61,0%), peran perawat yang baik sebanyak  26 responden (63,4%), dan perawat yang mampu melakukan tindakan sebanyak  24 responden (58,5%), dengan hasil bivariat  p value: 0,000 (p value  0,05), ada hubungan pengetahuan perawat dengan penatalaksanaan penatalaksanaan kegawatdaruratan kardiovaskuler sedangkan p value: 0,005 (p value  0,05), ada Hubungan Peran Perawat Sebagai Care giver Dengan Penatalaksanaan Kegawatdaruratan Kardiovaskuler. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar pengetahuan baik sebanyak 25 responden (61,0%), peran perawat baik melakukan tindakan sebanyak  26 responden (63,4%), dan perawat yang mampu melakukan tindakan sebanyak  24 responden (58,5%), dengan hasil bivariat  p value: 0,000 (p value  0,05), ada hubungan pengetahuan perawat dengan penatalaksanaan penatalaksanaan kegawatdaruratan kardiovaskuler sedangkan p value: 0,005 (p value  0,05), ada Hubungan Peran Perawat Sebagai Care giver Dengan Penatalaksanaan Kegawatdaruratan Kardiovaskuler. Kesimpulan penelitian ini adalah ada Hubungan Pengetahuan Dan Peran Perawat Sebagai Care giver Terhadap Penanganan Pasien Gawat Darurat Gangguan Sistem Kardiovaskuler Di IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah, saran bagi perawat adalah perlu adanya peningkatan pengetahuan perawat dalam meningkatkan keterampilan dan kompetensi dalam menganggani penangganan kegawatdaruratan kardiovaskuloer dan perlunya peran perawat yang baik dalam menjalankan asuhan keperawatan.  
MASSAGE DAN HALLIWICK METHOD SEBAGAI ALTERNATIF INTERVENSI FISIOTERAPI PADA ANAK CEREBRAL PALSY Rahmawati, Whida; ATTA SABILLA, DIAJENG
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33533

Abstract

Pelayanan kesehatan yang ditujukan pada anak-anak perlu dilaksanakan sejak usia dini untuk mendeteksi ada atau tidaknya gangguan pada masa tumbuh kembang. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Kerusakan atau gangguan pada anak dapat disebabkan kondisi patologis saat hamil dan menyebabkan kerusakan otak yang menimbulkan kelainan seperti cerebral palsy. Cerebral Palsy Spastic Diplegia dapat diakibatkan karena adanya lesi kortek cerebri. Lesi pada area ini dapat menimbulkan paralisis dan spastisitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses fisioterapi pada kasus Cerebral Palsy Spastic Diplegi dengan modalitas massage dan Halliwick Method. Metode pada penelitian ini adalah studi kasus tentang bagaimana Penatalaksanaan Fisioterapi pada kondisi Cerebral Palsy Spastic Diplegi dengan Pemberian Modalitas Massage dan Halliwick Method yang dilaksanakan pada tanggal 14 Desember 2023 sampai 29 Desember 2023 di YPAC Prof Dr. Soeharso Surakarta sebanyak 6 kali selama 3 minggu. Hasil yang didapatkan dari Penatalaksanaan Fisioterapi pada kasus Cerebral Palsy Spastic Diplegi dengan Modalitas Massage dan Halliwick Method sebanyak 6 kali selama 3 minggu dapat diterapikan sesuai dengan problematika yang dialami oleh pasien. Simpulan Pemberian Modalitas Massage dan Halliwick Method dapat dilakukan secara continue dan rutin, dalam penelitian ini didapatkan adanya meningkatkan LGS, penurunan pada spastisitas, peningkatan kekuatan otot dan peningkatan kemampuan fungsional. Saran yang diberikan kepada pasien agar tetap berlatih berdiri dengan pegangan dan tanpa pegangan pasien juga dianjurkan untuk berlatih melakukan kegiatan sehari-hari seperti toileting dan merawat diri.
EVALUASI RESEP POLIFARMASI PADA PASIEN GERIATRI YANG TERDIAGNOSA DIABETES MELITUS TIPE 2 (PENELITIAN INI DILAKUKAN DI RSUD HAJI PROVINSI JAWA TIMUR) Kusuma Wardhany, Fara; Wido Mukti, Asri; Purbosari, Ira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33541

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau mungkin karena kedua-duanya. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pola peresepan polifarmasi dan untuk mengetahui kemungkinan adanya Drug Related Problem (DRP) berupa pemilihan obat yang tidak tepat dan interaksi obat. Metode penelitian dilakukan secara observasional dengan pengambilan data rekam medis retrospektif pada bulan Januari - Desember 2023 dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 90 pasien. Hasil penelitian ini total pasien yang mendapatkan resep polifarmasi sebanyak 90 pasien, jumlah obat paling banyak dalam 1 resep yaitu 10 jenis obat per resep sebanyak 2 pasien. Jumlah peresepan paling banyak dalam 1 resep yaitu 6 jenis obat per resep sebanyak 41 pasien. Pasien mendapatkan resep polifarmasi dikarenakan adanya beberapa komplikasi yang diderita sehingga mengharuskan pasien mengonsumsi obat dalam jumlah banyak. Drug Related Problem (DRP) yang dianalisis adalah pemilihan obat yang tidak tepat dan interaksi obat. Pemilihan obat yang tidak tepat berdasarkan Beers Criteria dapat disimpulkan bahwa ada beberapa obat yang harus dihindari penggunaannya pada lansia diantaranya gabapentin (24%), ciprofloxacin (1%) dan spinorolactone (4%). Dan interaksi yang terjadi yakni interaksi mayor yaitu gemfibrozil dengan glimepiride dan amlodipine dengan simvastatin. Interaksi moderate yang terjadi yaitu amlodipine dengan atorvastatin, lansoprazole dengan atorvastatin, metformin dengan glimepiride, candesartan dengan insulin aspart dan glimepiride dengan vidagliptin. Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa interaksi berdasarkan tingkat keparahan dan mekanisme yang paling tinggi yakni jenis interaksi moderate obat amlodipine dengan atorvastatin sebanyak 18 pasien (27,0%).
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BIJI BUNGA MATAHARI (HELIANTHUS ANNUUS L) DENGAN MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1-DIPHENYL-2-PICRYL HYDRAZIL) Rahadyana, Riskaldila Zahra; Artini, Kusumaningtyas Siwi; Wardani, Tatiana Siska
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33567

Abstract

Helianthus annuus L atau biji bunga matahari adalah tanaman yang memiliki kandungan zat fenolik tinggi yang merupakan salah satu senyawa sumber antioksidan berguna untuk menangkal radikal bebas yang dapat mengganggu kesehatan kulit, antioksidan dapat mencegah penuaan dini, dapat memudarkan bekas jerawat, mensamarkan flek hitam dan meningkatkan kekenyalan kulit pada wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan aktivitas antioksidan ekstrak. Pada penelitian ini biji bunga matahari di ekstraksi dengan pelarut etanol 96%. Pengukuran aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil- 1 -pikrilhidrazil). Hasil dari penelitian ini menunjukkan aktivitas antioksidan ekstrak sebesar 99,997 µg/mL, dimana nilai yang didapatkan termasuk dalam kategori kuat.
PEMBERIAN DIET TINGGI KALORI TINGGI PROTEIN PADA PASIEN ANAK DENGAN BRONKOPNEUMONIA Carrisa Abigail, Joses Jacinda; Sari, Diandra Puspita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33606

Abstract

Bronkopneumonia merupakan peradangan pada saluran pernapasan yang mengenai lobus paru-paru dan ditandai dengan adanya bercak-bercak infiltrat yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, maupun benda asing. Penyakit ini lebih sering menyerang bayi dan anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh lemah karena respon imunitasnya masih belum berkembang dengan baik. Infeksi bronkopneumonia pada anak dapat menyebabkan komplikasi hingga kematian. Penyakit ini disebut sebagai penyebab kematian tunggal terbesar pada anak-anak di seluruh dunia. Salah satu upaya perbaikan kondisi pasien bronkopneumonia yakni dilakukan pemberian asuhan gizi terstandar dengan diet tinggi kalori tinggi protein. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan proses asuhan gizi klinis pada pasien anak dengan diagnosis medis bronkopneumonia. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus yang dilakukan pada populasi satu pasien rawat inap Rumah Sakit X di Kota Surabaya pada bulan November 2023. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data, antara lain data rekam medis pasien (pemeriksaan antropometri, biokimia, dan fisik klinis), 24-hour food recall, dan food weighing. Berdasarkan hasil pengamatan dan intervensi selama 3 hari, didapatkan hasil bahwa kondisi pasien berangsur membaik yang ditandai dengan pemeriksaan fisik klinis yang telah mencapai target evaluasi dan asupan makanan telah meningkat meskipun belum memenuhi kebutuhan harian. Pemberian diet tinggi kalori dan tinggi protein dapat dilanjutkan guna mengatasi kondisi infeksi akibat bronkopneumonia yang dialami pasien dan mencegah terjadinya defisiensi zat gizi.
PENERAPAN INTERVENSI KEPERAWATAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF DALAM PENANGANAN NYERI PADA PASIEN PASCA OPERASI FRAKTUR HUMERUS Zain, Choirunnisa' Hanun; Hudiyawati, Dian
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33614

Abstract

Fraktur yaitu kejadian dimana terjadinya patah atau terputusnya kontinuitas tulang. Penanganan yang dilakukan untuk menangani fraktur yaitu dengan melakukan tidakan operasi pembedahan dan kejadian pasca-operasi akan menimbulkan efek berupa nyeri. Nyeri harus segera diatasi untuk memberikan kenyamanan pada pasien. Studi kasus ini dilakukan untuk menjelaskan pemberian intervensi relaksasi otot progresif kepada pasien pasca operasi fraktur humerus. Metode pendekatan yang diterapkan pada studi kasus ini yaitu dengan praktik berbasis bukti, yang dilaksanakan pada tanggal tanggal 18-20 Desember 2023. Partisipan dalam studi kasus kali ini berjumlah satu orang yang sedang menjalani perawatan dengan masalah nyeri akut. Pengkajian hingga diagnosis keperawatan berfokus pada masalah utama pada pasien. Hasil didapatkan sebelum dilakukan intervensi pasien nyeri dengan skala lima, pada hari kesatu setelah intervensi skala nyeri turun menjadi empat, kemudian hari kedua menjadi tiga, dan pada hari ketiga skalanya nyeri turun menjadi dua. Dapat disimpulkan bahwa penerapan intervensi manajemen nyeri dengan relaksasi otot progresif kepada pasien selama tiga hari mampu memberikan efek megurangi nyeri pada pasien.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT (PAMSIMAS) DI KECAMATAN RANDUAGUNG KABUPATEN LUMAJANG Ghali, Luthfan Ghali Wismaya; Sari, Devita; Cahyani, Septia Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33621

Abstract

Jika sumber air masyarakat banyak yang tercemar, maka masyarakat tidak bisa menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan krisis air secara berkepanjangan. Tujuanya menganalisis faktor–faktor yang mempengaruhi keberhasilan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) di kecamatan randuagung kabupaten lumajang. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pengumpulan data kuantitatif melalui pendekatan cross sectional. Populasi penyediaan air minum dan sanitasi berjumlah 466 pengguna layanan. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 117 pengguna layanan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Berdasarkan penelitian, program PAMSIMAS masyarakat berperan aktif masyarakat sangat dibutuhkan mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan sampai pemeliharaan dan operasional KPSPAM. Aspek kelembagaan, aspek keuangan, aspek lingkungan memiliki peran penting dalam membangun, mengoperasikan maupun memelihara prasarana. Perlu di perhatikan pada aspek keuangan/pembiayaan dalam PAMSIMAS terjangkau dan tidak memberatkan masyarakat. Hasil uji chi-square, menunjukkan ada faktor–faktor yang mempengaruhi keberhasilan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) di kecamatan randuagung kabupaten lumajang.
ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN OBAT PASIEN RAWAT JALAN BPJS DI RUMAH SAKIT SWASTA : TINJAUAN LITERATUR Mulyanti, Risna; Ilyas, Yaslis
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33622

Abstract

Berdasarkan data statistik, jumlah peserta JKN sudah mencapai 96% dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia di tahun 2024. Sekitar 64% rumah sakit swasta di Indonesia sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di tahun 2024. Dari banyak penelitian yang telah dilakukan ditemukan masih banyak pelayanan farmasi yang masih belum memenuhi standar pelayanan minimal yang sudah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang memengaruhi waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan pasien BPJS di instalasi farmasi rumah sakit swasta. Penelitian ini menggunakan studi tinjauan literatur. Penelusuran jurnal diperoleh melalui google scholar dan researchgate mulai tahun 2021 sampai tahun 2024. Terdapat 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil literature review yang telah dilakukan didapatkan bahwa 3 artikel sudah memenuhi standar pelayanan minimal rumah sakit dan 4 artikel belum memenuhi standar pelayanan minimal rumah sakit. Faktor-faktor yang memengaruhi belum terpenuhinya standar pelayanan minimal rumah sakit di antaranya adalah peresepan masih dilakukan secara manual, pengaturan jadwal poliklinik spesialis secara bersamaan sehingga berdampak jumlah resep yang masuk ke Instalasi Farmasi, banyaknya jumlah resep pasien BPJS Prolanis dan belum terpenuhinya jumlah SDM sesuai dengan kebutuhan pelayanan di Instalasi Farmasi. Kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang farmasi juga menjadi kendala. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kepuasan pasien, tetapi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kesalahan pengobatan.