cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
PENGARUH PENGELOLAAN SAMPAH REDUCE RECYCLE TERHADAP PENGURANGAN VOLUME SAMPAH MENUJU TPA DI TPS3R MITRA PATEMON Lailia Sya'bani, Nurul; Saktiawan , Yusup; Dian Wahyuni, Ike
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33425

Abstract

Jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak dengan pemukiman yang sangat padat membuat Indonesia menghasilan ribuan ton sampah di setiap harinya. Data dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), mencatat rata-rata penduduk menghasilkan sekitar 2,5 liter sampah/hari atau 625 juta liter dari jumlah total peduduk Indonesia. Volume sampah yang semakin besar itu dihasilkan dan kian banyak setiap harinya. Sebagian besar merupakan sampah rumah tangga, sisanya dari kalangan pelaku usaha, dan hasil pertanian. Adanya pengelolaan sampah diharapkan dapat membantu pemerintah dalam upaya pengurangan dan penanganan sampah rumah tangga dan sampah jenis lainnya. TPS3R sumber timbulan sampahnya pada 2 tahun terakhir mengalami kenaikan. Pada tahun 2022 total sampah sekitar 1.250.413 Kg/orang/tahun dan pada tahun 2023 mengalami penurunan sebesar 1.245.510  Kg/Orang/Tahun. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pengelolaan reduce, recycle terhadap pengurangan volume sampah menuju TPA di TPS3R Mitra Patemon. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode non probability sampling dengan melalui teknik total sampling. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil uji T sebesar 4.618, yang menunjukkan bahwa pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen adalah signifikan secara statistik. Hal ini didukung oleh nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0.000, dimana itu jauh lebih kecil dari tingkat signifikansi umum 0.05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan sampah reduce dan recycle memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengurangan volume sampah di TPS3R Mitra Patemon. Ini menunjukkan bahwa strategi pengelolaan sampah yang efektif dapat secara substansial mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke TPA, dan mendukung tujuan penelitian untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah melalui metode reduce dan recycle.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GULA DARAH ACAK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS DINOYO Mufida, Ilmi; Qodir, Abdul; Wulandari, Angernani Trias
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33444

Abstract

Aktivitas fisik merupakan terapi yang sangat baik untuk meningkatkan aksi insulin pada homeostasis glukosa pada individu yang sehat dan individu yang memiliki resistensi insulin seperti pasien diabetes melitus tipe II. Mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Desain penelitian menggunakan pendekatan Cross-sectional melibatkan 100 responden pasien diabetes melitus yang dilakukan di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Teknik Sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan responden dan menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan alat untuk mengukur kadar gula darah acak glukometer. Analisa bivariat yang digunakan adalah Kruskal Wallis dan uji pos hoc Mann Mhitney. Hasil penelitian yang dilakukan menggunakan uji Kruskal Wallis didapatkan nilai p=value 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah. Dari uji Pos Hoc Mann Whitney didapatkan nilai p=value 0,000 yang dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dari semua kelompok. Terdapat hubungan signifikan hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus.
PEMBERIAN TERAPI NEBULIZER UNTUK MENINGKATKAN BERSIHAN JALAN NAPAS PADA ANAK DENGAN BRONKOPNEUMONIA aviaduta, Avindha; Cahyaningrum, Etika Dewi; Triana, Noor Yunida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33448

Abstract

Bronkopneumonia adalah peradangan paru yang merembet ke bronkus karena agen infeksius menjadi penyebab, seperti virus, bakteri, jamur, dan benda asing, dengan tanda-tanda gejala demam tinggi, gelisah, dispenu, nafas cepat dan dangkal, suara napas terdengar ronkhi, muntah, diare, dan batuk berdahak. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan asuhan keperawatan terapi nebulizer terhadap masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada anak dengan bronkopneumonia. Penelitian ini bersifat deskriptif berbentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan terhadap pasien bronkopneumonia. Wawancara dan observasi pada responden dengan kriteria anak usia 1,5 tahun, tanda dan gejala batuk tidak efektif, dan suara nafas tambahan (ronkhi). Hasil penelitian didapatkan diagnose keperawatan pada An.Z yaitu bersihan jalan napas tidak efektif dengan indikator An.Z mengalami batuk tidak efektif ditambah dengan adanya suara nafas tambahan yang terdengar yaitu ronkhi. Setelah dilakukan tindakan pemberian nebulizer selama 3x24 jam dengan obat nasal nebu 2,5 mg per 8 jam, didapatkan hasil batuk efektif meningkat, dan suara nafas tambahan menurun. Pemberian terapi nebulizer dapat mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien dengan bronkopneumonia. Bagi Rumah Sakit dapat memberikan promosi kesehatan tentang bronkopneumonia agar dapat meningkatkan derajat kesehatan, dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan asuhan keperawatan bronkopneumonia dengan lebih maksimal.
HUBUNGAN PENGUNGKAPAN STATUS DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHIV) DI JOMBANG CARE CENTER (JCC+) KABUPATEN JOMBANG Araujo, Novenia Agustinha de Deus; Daramatasia, Wira; Rahmawati, Wenny
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33451

Abstract

HIV atau Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang dapat  menyerang serta menurunkan  sistem kekebalan tubuh manusia. Pengungkapan status HIV melibatkan pengungkapan status seseorang yang positif HIV terhadap pasangan seksualnya, anggota keluarga, atau orang lain di lingkungan sosialnya. Kecemasan yang muncul pada seorang individu merupakan akibat dari adanya ketakutan karena mengidap penyakit kronis yang berujung pada ketidakberfungsian diri individu baik secara fisik maupun psikis.  Tujuan penelitisn ini untuk menganalisis hubungan pengungkapan status dengan tingkat kecemasan pada orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) di JCC+ Kabupaten Jombang.  Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling menggunakan pusposive sampling pada 31 dari 125 ODHIV di KDS JCC+ Kabupaten Jombang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Self Disclosure Scale dan Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS). Analisa yang digunakan yaitu uji Somers’D. Hasil penelitian menunjukkan pengungkapan status dalam kategori tidak terbuka sebanyak 20 (64,5%), dan yang terbuka sebanyak 11 (35,5%). Tingkat kecemasan pada penelitian ini dalam kategori cemas sedang sebanyak 18 (58,1%), cemas ringan sebanyak 11 (35,5%), cemas berat sebanyak 1 (6,5%). Pengungkapan status dengan tingkat kecemasan diuji menggunakan uji Somers’D didapatkan nilai (p=0,000) r = -0,736. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengungkapan status dengan tingkat kecemasan pada orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) di Jombang Care Center (JCC+) Kabupaten Jombang dengan kekuatan hubungan linier  negatif yang kuat dengan nilai (p=0,000) r= -0,736.  
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN SENGGANI (Melastoma candidum D.Don) DENGAN VARIASI EKSTRAKSI MASERASI DAN MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION TERHADAP S. aureus DAN E. coli Hasibuan, Supia Indah; Nasution, Muhammad Amin; Ridwanto; Nasution, Haris Munandar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33460

Abstract

Penyakit infeksi merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang sering terjadi.  Jenis infeksi bisa dipicu oleh bakteri gram postif maupun gram negatif. Salah satu mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi yaitu Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak etanol daun Senggani (Melastoma candidum D.Don) dan mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jenis penelitian yang dilakuakan adalah penelitian eksperimental. Sampel tumbuhan yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun senggani (Melastoma candidum D.Don) yang diperoleh dari Kabupaten Tapanuli Tengah. Metode pengambilan sampel dengan metode purposive yaitu tanpa membandingkan tumbuhan serupa didaderah lain. Data yang diperoleh dengan pengukuran diameter zona hambat ekstrak etanol daun senggani (Melastoma candidum D.Don) dengan metode ekstraksi maserasi dan microwave assisted extraction dari masing-masing konsentrasi dengan 3 kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalsis dengan menggunakan uji Oneway Annova. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji skrining fitokimia, metode ekstraksi maserasi dan microwave assisted extraction dan uji antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Senggani yang diperoleh melalui metode maserasi mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Ekstrak dari metode MAE juga mengandung senyawa-senyawa tersebut, serta glikosida tambahan. Aktivitas antibakteri ekstrak daun Senggani terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli menunjukkan bahwa ekstrak dari metode MAE memberikan zona hambat yang lebih besar dibandingkan dengan ekstrak dari metode maserasi, menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dalam aktivitas antibakteri.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA WANITA USIA SUBUR DI KAMPUNG KENAWAT KECAMATAN LUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH Sulastri, Sulastri; Wardiati, Wardiati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33463

Abstract

Permasalahan kesehatan reproduksi seperti keluhan benjolan di kelamin, sakit saat berhubungan, gatal, dan keputihan. Keputihan yang abnormal bisa menandakan infeksi, mengganggu kenyamanan, dan berpotensi menyebabkan masalah kesuburan. Penanganan segera diperlukan untuk mencegah dampak lebih serius pada kesehatan reproduksi perempuan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian keputihan pada wanita usia subur di Kampung Kenawat Kecamatan Lut tawar Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi penelitian ini  adalah wanita yang sudah mencapai usia subur baik yang sudah menikah dan belum menikah di Kampung Kenawat Kecamatan Lut tawar Kabupaten Aceh Tengah Sebanyak 208 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 99 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18-31 Oktober 2023. Pengumpulan data di lakukan dengan penyebaran kuesioner dan data di analisis univariat serta bivariat mengunakan  SPSS versi 25. Berdasarkan hasil analisis univariat 77,7% responden mengalami keputihan. Secara  univariat dan bivariat menunjukan bahwa ada hubungan pengetahuan (p-value:0,003), sikap (p-value:0,002), pengguna pembersih sabun (p-value :0,028), manajemen kesehatan menstruasi (p-value: 0,021. Penelitian ini menunjukkan bahwa keputihan abnormal adalah masalah kesehatan reproduksi yang umum dialami oleh wanita usia subur di Kampung Kenawat juga memiliki hubungan signifikan antara pengetahuan, sikap, penggunaan pembersih sabun, dan manajemen kesehatan menstruasi dengan kejadian keputihan. Oleh karena itu, peningkatan edukasi dan kesadaran tentang kesehatan reproduksi sangat penting untuk mencegah dan menangani masalah ini, serta untuk meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan di daerah tersebut.
CASE REPORT : IMPACT OF PNEUMONIA IN HEART FAILURE Sagitania, Devina; Daniel, Suzette; Hannifa, Laras Candysa Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33465

Abstract

Gagal Jantung Dekompensasi Akut (ADHF) merupakan penyebab terbanyak rawat inap terutama terkait dengan pneumonia. Pneumonia mungkin menjadi salah satu faktor pencetus yang meningkatkan risiko kematian pada pasien gagal jantung. Seorang wanita berusia 85 tahun mengeluh sesak napas yang berangsur-angsur memburuk dalam 1 hari. Dia menderita batuk produktif dan bengkak di kaki selama 2 minggu. Dia mempunyai riwayat hipertensi. Pada pemeriksaan fisik : TD 150/80 mmHg, HR 102 bpm regular, RR 24x/menit, udara bebas SpO2 89%, JVP meningkat, ronki pada auskultasi paru tengah dan bawah, serta terdapat pitting edema pada kedua tungkai. Foto rontgen dada : pneumonia dextra, dan kardiomegali. Elektrokardiografi: sinus takikardia dengan PVC multifokal dan hipertrofi ventrikel kiri batas. Infeksi saluran pernafasan merupakan faktor yang paling memicu terjadinya gagal jantung akut (AHF), karena dapat meningkatkan kebutuhan miokard dan mengaktifkan sistem renin-angiotensin-aldosteron dan sistem saraf simpatis. Pasien gagal jantung (HF) yang disertai pneumonia dapat meningkatkan risiko prognosis yang lebih buruk. Diagnosis dini dan penatalaksanaan optimal pada pasien gagal jantung dengan pneumonia penting untuk meminimalkan outcome buruk.
Asuhan Keperawatan pada Anak dengan Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) dan Gastroenteritis Akut (GEA): Pendekatan Teori Henderson Ponia Mardian; Rinezia Rinza Farizal; Nyimas Heny Purwati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33471

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) dan Gastroenteritis Akut (GEA) merupakan penyakit yang sering menyerang anak-anak dan dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat. Pendekatan asuhan keperawatan yang komprehensif diperlukan untuk menangani kasus-kasus ini secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan pada anak dengan DHF dan GEA menggunakan pendekatan teori Henderson, serta mengevaluasi efektivitas pendekatan tersebut dalam mengatasi masalah keperawatan yang muncul. Studi kasus deskriptif dilakukan pada dua anak, An.MR dengan DHF dan An.YP dengan GEA, yang dirawat di RS. Primaya Hospital Bekasi Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Asuhan keperawatan diberikan selama 3x24 jam menggunakan pendekatan 14 kebutuhan dasar Henderson. Diagnosa keperawatan utama pada An.MR adalah hipertermi, sedangkan pada An.YP adalah defisien volume cairan. Intervensi keperawatan difokuskan pada penurunan suhu tubuh dan pemenuhan kebutuhan cairan. Evaluasi menunjukkan perbaikan kondisi kedua pasien setelah pemberian asuhan keperawatan. Pendekatan teori Henderson terbukti efektif dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif pada anak dengan DHF dan GEA. Pendekatan ini memungkinkan perawat untuk memberikan asuhan yang holistik dan individual sesuai kebutuhan pasien.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE Ulfina; Ichwansyah, Fahmi; Septiani, Riza
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33504

Abstract

Permasalahan jiwa dalam kehidupan seseorang menimbulkan ketidakstabilan dalam menjalani kegiatan sehingga menjadi permasalahan serius dalam kehidupan. Skizofrenia merupakan salah satu gangguan jiwa kronis yang mempengaruhi 24 jiwa atau 1 dari 300 jiwa (0,32%) diseluruh dunia. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kekambuhan pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total populasi, berjumlah 41 pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga Kabupaten Pidie dengan waktu penelitian dilaksanakan selama 7 hari dari tanggal 23 Desember s/d 29 Desember 2023. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah Analisa univariat dan bivariat dengan uji statistic chi-square. Hasil penelitian univariat menunjukkan mayoritas pasien laki-laki (73,2%), dan mayoritas umur Usia dewasa akhir (39,0%). Tingkat kekambuhan rendah (43,9%), sedang (24,4%) dan tinggi (31,7%). Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara dukungan keluarga p = 0,000 dengan tingkat kekambuhan pasien skizofrenia. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara semua variabel dukungan keluarga dengan tingkat kekambuhan pasien skizofrenia. sehingga diharapkan kepada keluarga dan tenaga kesehatan untuk dapat memenuhi semua dukungan secara maksimal, baik dukungan instrumental, informasional, penilaian, dan emosional untuk meminimalisir kekambuhan pada pasien.
DETERMINAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH (TTD) PADA REMAJA PUTRI DI TINGKAT SMA/MA KECAMATAN PIDIE KABUPATEN PIDIE Salsabila, Putri; Aramico Ib, Basri; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33510

Abstract

Anemia menjadi salah satu gangguan kesehatan tertinggi pada kalangan remaja di Indonesia. Prevalensi anemia mencapai 32%, berarti 3 dari 10 remaja mengalami anemia, terutama pada remaja putri yang beresiko lebih besar terkena anemia karena remaja putri mengalami menstruasi setiap bulan. Pemerintah berupaya menurunkan prevalensi anemia yaitu dengan membagikan tablet tambah darah pada wanita sejak usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Penelitian ini dilakukan dengan metode crossectional. Populasi dalam penelitian ini berupa remaja putri di 4 sekolah tingkat SMA/MA di kecamatan Pidie kabupaten Pidie sebanyak 1.729. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling dengan mengambil 10% dari keseluruhan remaja putri dari tiap sekolah dan didapatkan sampel sebanyak 173. Penelitian dilakukan pada 26 dan 27 Januari 2024 mengunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan sumber informasi (P value = 0.000), peran keluarga (P value= 0.001), peran teman sebaya (P value= 0.005) dengan konsumsi tablet tambah darah, serta tidak ada hubungan antara peran guru (P value=0.694) dan peran petugas kesehatan (P value= 0.962) dengan konsumsi tablet tambah darah. Dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 variabel yang berhubungan dengan konsumsi tabet tambah darah yaitu sumber informasi, peran keluarga, dan peran teman sebaya.