cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN SPRITUAL KELUARGA DENGAN CARA KELUARGA MERAWAT PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH DI KECAMATAN TILAMUTA KABUPATEN BOALEMO Nurfatni, Nurfatni; Masaong, Abd Kadim; Firmawati, Firmawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33850

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan kecerdasan spritual keluarga dengan cara keluarga merawat pasien Skizofrenia di rumah di Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo. Metode yang digunakan adalal deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 68 responden. Hasil penelitian nilai ? = 1.906 dan positif artinya nilai variabel kecerdasan emosional dan kecerdasan spritual dianggap konstan atau sama dengan nol, maka cara merawat pasien Skizofrenia di Rumah akan semakin baik. Nilai koefisien X1 = 0,200 dan positif artinya hubungan kecerdasan emosional dengan cara merawat pasien Skizofrenia di Rumah bersifat positif dan cukup kuat. Nilai koefisien X2 = 0,288 dan positif artinya hubungan kecerdasan spritual dengan cara merawat pasien Skizofrenia di Rumah bersifat positif dan cukup kuat. Berdasarkan hasil uji R2 Square variabel kecerdasan emosional (X1) = 0,820 atau 82,0% yang artinya nilai koefesien korelasi sangat kuat, sedangkan hasil yang diperoleh nilai R2 Square variable kecerdasan spritual (X1) = 0,100 atau 100,0% yang artinya nilai Koefesien korelasi sempurna. Nilai p value = 0,014 < ? = 0,05. Ada hubungan kecerdasan emosional yang signifikan dengan cara merawat keluarga pasien keluarga Skizofrenia di Rumah. Diperoleh nilai p value = 0,000 < ? = 0,05. Disarankan terhadap pemerintah khusunya dinas kesehatan dalam menangani keluarga pasien Skizofrenia.
GAMBARAN POLA MAKAN (JUMLAH, FREKUENSI, DAN JENIS MAKANAN) DAN AKTIVITAS FISIK MURID SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) 56 BANDA ACEH KECAMATAN ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH ar, aiyup; Fahdhiene, Farrah; Ichwansyah, Fahmi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33863

Abstract

Pola makanan ialah tindakan atau perilaku individu dalam memenuhi kebutuhan makananya yang meliputi sikap, kepercayan, dan makanan yang dipilih. Aktivitas fisik adalah semua kegiatan atau gerakan tubuh yang terdiri dari edukasi fisik, kegiatan masyarakat dan aktivitas diwaktu luang yang dapat menimbulkan aktivitas otot sehingga menghasilkan peningkatan pengeluaran energi. Pola makanan dan aktivitas fisik sangat berpengaruh terhadap keseimbangan energi. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui gambaran pola makan dan aktivitas fisik murid sekolah dasar negeri (SDN) 56 Banda Aceh Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan sampel sebanyak 50 orang siswa, dan menggunakan analisis data univariat. Hasil dari penelitian ini maka dapat diketahui bahwa gambaran aktivitas fisik terbanyak pada kategori aktivitas fisik tinggi dengan nilai frekuensi 18 (36%), jenis makanan terbanyak pada kategori lengkap dengan nilai frekuensi 36 (72%), frekuensi makan terbanyak pada kategori normal dengan nilai frekuensi 50 (100%), dan jumlah makan terbanyak pada kategori normal dengan nilai frekuensi 48 (96%).
Implementasi Penggunaan Antrian Online Melalui Aplikasi Jkn Mobile Dalam Mengurangi Waktu Tunggu Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Camatha Sahidya Tahun 2024 Suhena, Isabella; Fitriani, Arifah Devi; Asriwati, Asriwati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33880

Abstract

Masalah utama yang dihadapi BPJS Kesehatan adalah rendahnya pemanfaatan aplikasi Mobile JKN oleh masyarakat, meskipun integrasi dengan fasilitas kesehatan sudah dilakukan. Kendala yang ditemukan meliputi kurangnya promosi tentang manfaat aplikasi, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap penggunaan gadget, dan minimnya demonstrasi langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sistem antrian online melalui aplikasi Mobile JKN untuk mengurangi waktu tunggu pendaftaran pasien rawat jalan serta mengevaluasi integrasi teknologi digital dalam pelayanan rumah sakit untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman pasien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana implementasi penggunaan antrian online melalui aplikasi JKN mobile  dalam mengurangi waktu tunggu pendaftaran pasien rawat jalan di Rumah Sakit Camatha Sahidya. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Rumah Sakit Camatha Sahidya Jalan Jendral Ahmad Yani No. 8, Kelurahan Muka Kuning, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam. Penelitian ini terhitung dimulai dari bulan Maret sampai bulan Juli 2024. Informan penelitian berjumlah 10 orang. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah faktor realiability, responsiveness, assurance, emphaty, dan tangible dalam implementasi penggunaan antrian online melalui aplikasi JKN Mobile  belum sepenuhnya terlaksana dengan baik, hal ini belum menjadi kebiasaan, faktor usia dengan kurangnya memahami pengetahuan menggunakan aplikasi di gadget, dan tidak selalu memiliki paket internet dikarenakan bukan merupakan kebutuhan primer.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN VAKSIN BOOSTER DI PUSKESMAS PUCANG SEWU DALAM PENCEGAHAN COVID-19 DI KOTA SURABAYA Wirawan, Danta Azza Cahya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33887

Abstract

Dengan banyaknya kasus COVID-19 di Indonesia, pemerintah berupaya mengatasinya dengan mengeluarkan beberapa kebijakan yang salah satunya adalah pengadaan vaksinasi COVID-19 untuk masyarakat Indonesia. Pelaksanaan vaksinasi di Indonesia dilaksanakan pertama kali pada bulan Januari 2021, pada vaksin kedua dilakukan pada bulan February 2021, dan vaksin dosis ketiga (booster) dilaksanakan pada 12 Januari 2022. Dengan adanya vaksin booster tersebut diharapkan dapat mempertahankan tingkat kekebalan dan memperpanjang masa perlindungan bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi vaksin booster pada Puskesmas Pucang Sewu dalam pencegahan COVID-19 di kota Surabaya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 1 Januari 2023. Penelitian ini menggunakan jenis Kualitatif Analisis Deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas Pucang Sewu telah melakukan program vaksinasi booster sesuai dengan kebijakan dari pemerintah. Puskesmas Pucang Sewu melakukan sosialisasi untuk mengajak masyarakat mengikuti program vaksin khususnya vaksin booster. Karena masih banyak masyarakat khususnya untuk lansia, petugas publik dan masyarakat rentan yang belum sadar dan faham betul akan pentingnya vaksin booster bagi tubuh untuk menghindari dampak penularan COVID-19. Dengan banyaknya kasus COVID-19 di Indonesia, pemerintah berupaya mengatasinya dengan mengeluarkan beberapa kebijakan yang salah satunya adalah pengadaan vaksinasi COVID-19 untuk masyarakat Indonesia. Pelaksanaan vaksinasi di Indonesia dilaksanakan pertama kali pada bulan Januari 2021, pada vaksin kedua dilakukan pada bulan February 2021, dan vaksin dosis ketiga (booster) dilaksanakan pada 12 Januari 2022. Dengan adanya vaksin booster tersebut diharapkan dapat mempertahankan tingkat kekebalan dan memperpanjang masa perlindungan bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi vaksin booster pada Puskesmas Pucang Sewu dalam pencegahan COVID-19 di kota Surabaya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 1 Januari 2023. Penelitian ini menggunakan jenis Kualitatif Analisis Deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas Pucang Sewu telah melakukan program vaksinasi booster sesuai dengan kebijakan dari pemerintah. Puskesmas Pucang Sewu melakukan sosialisasi untuk mengajak masyarakat mengikuti program vaksin khususnya vaksin booster. Karena masih banyak masyarakat khususnya untuk lansia, petugas publik dan masyarakat rentan yang belum sadar dan faham betul akan pentingnya vaksin booster bagi tubuh untuk menghindari dampak penularan COVID-19.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BERAT BADAN BAYI LAHIR DI PUSKESMAS TAMAN SIDOARJO Irba, Prajda Bahira; Sumarmi, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33901

Abstract

Bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan <2.500 gram. Faktor langsung penyebab berat badan bayi lahir rendah adalah paritas, penambahan berat badan selama kehamilan, dan status gizi ibu (LILA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi berat badan bayi lahir di wilayah kerja Puskesmas Taman Sidoarjo. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan desain cross-sectional. Lokasi penelitian berada di wilayah kerja Puskesmas Taman Sidoarjo. Sampel penelitian berjumlah 59 ibu baduta pada yang diambil secara acak (proportional random sampling). Pengumpulan data karakteristik responden menggunakan kuesioner. Data penambahan berat badan selama kehamilan dan lingkar lengan atas diambil melalui buku kesehatan ibu dan anak (KIA). Analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji korelasi Chi Square pada aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara paritas (p=0,013), LILA (0,004), dan penambahan berat badan selama hamil (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bayi yang lahir dengan berat badan rendah sebagian besar lahir pada ibu dengan LILA berisiko kurang energi kronis (KEK), penambahan berat badan kurang selama hamil kurang, status ekonomi rendah, dan tingkat pengetahuan ibu kurang. Orang tua disarankan untuk lebih memperhatikan asupan zat gizi pada masa kehamilan dan sebelum mempersiapkan kehamilan untuk mencegah dan mengurangi risiko berat badan lahir rendah (BBLR).
AKTIVITAS ANTIBAKTERI FORMULASI PATCH SEBAGAI ANTI JERAWAT DARI BUAH RAMBUSA (PASSIFLORA FOETIDA L.) TERHADAP PROPIONIBACTERIUM ACNES FATHIKA FASYA, ROSY
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dari uji mutu fisik mana yang baik dan sediaan mana yang mempunyai konsentrasi dari ketiga formulasi yang aktivitas baik kemudian apakah sediaan dari buah rambusa tersebut mempunyai aktivitas antibakterinya. Metode penelitian menggunakan eksperimental Hasil analisis data menunjukkan bahwa pada uji mutu fisik memenuhi syarat dan pada uji aktivitas antibakteri menggunakan bakteri Propionibacterium Acens tanaman buah rambusa memiliki kandungan aktivitas bakterinya, dan sediaan ketiga lah yang konsentrasi paling baik antara konsentrasi dua atau satu. Dimana sudah dilakukan pengujian satu persatu, dan salah satu uji ANOVA One Way dimana hasil normalitas dan homogenitas memenuhi syarat dan uji ANOVA adanya signifikasi perbedaan pada konsentrasi. Implementasi dari penelitian ini adalah adanya pengujian lebih lanjut pada tanaman buah rambusa, dan dapat membuat inovasi baru sediaan dari buah rambusa.
ANALISIS DAMPAK DUPLIKASI REKAM MEDIS PASIEN RAWAT JALAN PESERTA BPJS KESEHATAN TERHADAP PELAYANAN PENYEDIAAN REKAM MEDIS, PATIENT SAFETY, DAN PENGAJUAN BERKAS KLAIM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TABANAN DHANSUNU, LUH GEDE ASRI MARTANIA; Kartiko, Bambang Hadi; Nugraha, , I Gusti Ngurah Manik
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33910

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik kualitatif dengan melibatkan 6 orang sebagai sampel dan menganalisis 124 rekam medis yang terduplikasi. Berdasarkan hasil penelitian di Rumah Sakit Umum Daerah Tabanan dampak dari duplikasi nomor rekam medis terhadap respon time penyediaan rekam medis adalah perpanjangan respon time penyediaan rekam medis sehingga pasien harus menunggu lama, dampak duplikasi terhadap patient safety sasaran II adalah mengakibatkan terganggunya komunikasi antar pemberi pelayanan dan pasien, dampak terhadap sasaran III adalah kesulitan atau kesalahan Dokter Penanggung Jawab Pasien dalam rencana terapi selanjutnya, dampak terhadap sasaran V adalah terjadi penurunan kepatuhan terhadap protokol pengendalian infeksi, dampak duplikasi terhadap pengajuan klaim ke Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial adalah kesulitan dalam memverifikasi klaim karena adanya data ganda atau tidak konsisten. Kesimpulannya, terjadinya duplikasi penomoran rekam medis berdampak pada respon time penyediaan yang memanjang dan tidak sesuai Standar Operasioanl Prosedur, berdampak pada sasaran II yaitu terganggunya komunikasi antara pemberi pelayanan dengan pasien, sasaran III yaitu terganggunya keamanan pemakaian obat terhadap pasien, sasaran V yaitu penurunan kepatuhan terhadap protokol pengendalian infeksi, dan dampak pada pengajuan klaim Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial yang sulit untuk memverifikasi klaim data ganda.
ANALISIS DAMPAK KERUSAKAN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT JALAN PESERTA BPJS KESEHATAN TERHADAP RESPONSE TIME, PATIENT SAFETY DAN PENGAJUAN KLAIM DI PUSKESMAS KEDIRI II TABANAN Dewi, Indah Sukma; Kartiko, Bambang Hadi; Manik Nugraha, I Gusti Ngurah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33916

Abstract

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan pada bulan Oktober hingga November 2023 dari 275 rekam medis yang diteliti di Puskesmas Kediri II Kabupaten Tabanan ditemukan 170 (61.81%) rekam medis yang mengalami kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kerusakan rekam medis pasien rawat jalan. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan metode deskriptif analitik kualitatif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 5 orang dan data pendukung 170 rekam medis pasien rawat jalan pada bulan Oktober hingga November 2023 yang mengalami kerusakan di Puskesmas Kediri II Kabupaten Tabanan. Berdasarkan hasil penelitian di Puskesmas Kediri II Kabupaten Tabanan dampak kerusakan rekam medis pasien rawat jalan terhadap response time adalah perpanjangan response time menyebabkan pasien harus menunggu lebih lama, dampak kerusakan terhadap patient safety sasaran I adalah petugas kesulitan mengidentifikasi pasien secara tepat karena identitas pasien tidak ditemukan di rekam medis, dampak terhadap sasaran II adalah mengakibatkan terganggunya komunikasi antar pemberi layanan dan pasien, dampak terhadap sasaran III adalah mengakibatkan terjadinya kesalahan pengobatan yang akan diberikan selanjutnya, dampak kerusakan terhadap pengajuan klaim yang tertunda menyebabkan beban kerja petugas bertambah. Kesimpulan dari penelitian ini, terjadinya kerusakan rekam medis berdampak pada Response Time yang memanjang tidak sesuai dengan SOP (lebih dari 10 menit), berdampak pada pasien safety sasaran I yaitu kesulitan mengidentifikasi pasien secara tepat karena identitas pasien tidak ditemukan di rekam medis, sasaran II yaitu terganggunya komunikasi antar pemberi layanan dan pasien, sasaran III yaitu terjadinya kesalahan pengobatan yang akan diberikan selanjutnya, berdampak pada pengajuan klaim yang tertunda menyebabkan beban kerja petugas bertambah.  
EPISTEMOLOGI STUNTING DAN PENCEGAHANNYA Tjiali, Windy; Adam, Arlin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33926

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengidentifikasi stunting sebagai permasalahan kesehatan kritis, ditandai dengan ketidaksesuaian tinggi badan anak bawah lima tahun terhadap usia mereka. Berdasarkan pandangan Kementerian Desa dan Transmigrasi Indonesia, kondisi ini muncul sebagai akibat dari malnutrisi berkepanjangan yang menghambat pertumbuhan optimal anak. Suatu negara dianggap menghadapi krisis stunting ketika prevalensinya melampaui 20%, menurut standar WHO. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan tahun 2022, Indonesia menghadapi tantangan serius dengan tingkat prevalensi stunting mencapai 21,6%. Penelitian ini mengkaji aspek epistemologis stunting dan upaya pencegahannya dari sudut pandang filosofis melalui tinjauan literatur sistematis. Temuan menunjukkan bahwa stunting dipengaruhi oleh beragam faktor yang saling terkait. Strategi pencegahan yang direkomendasikan mencakup beberapa aspek: peningkatan literasi gizi masyarakat, penjaminan asupan nutrisi yang cukup selama periode kritis 1000 hari awal kehidupan, perbaikan status kesehatan ibu mulai dari fase remaja hingga masa kehamilan dan pengasuhan, dukungan pemberian ASI eksklusif, dan penyediaan fasilitas sanitasi serta air bersih yang layak. Keberhasilan program pencegahan stunting sangat bergantung pada sinergi antar berbagai pemangku kepentingan.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN GEL FACIAL WASH EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) DENGAN METODE DPPH (1,1-Dyphenil-2-Picrylhydrazyl) Suwardi, Nisa Aura Rizky; Listyani, Tiara Ajeng; Pratama, Kharisma Jayak
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33934

Abstract

Alpukat (Persea americana Mill.) adalah tanaman yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan salah satunya adalah sebagai antioksidan. Kandungan senyawa fenolik yang terdapat pada bagian tanaman alpukat merupakan senyawa metabolit sekunder yang berperan sebagai antioksidan alami. Penggunaan bahan alami seperti alpukat tersebut dapat digunakan sebagai alternatif untuk mencegah timbulnya efek samping yang tidak diinginkan pada penggunaan facial wash yang biasanya mengandung bahan sintetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun alpukat dalam sediaan gel facial wash yang dilihat berdasarkan nilai IC50.  Pada penelitian ini ekstraksi daun alpukat dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% sebagai pelarut. Ekstrak daun alpukat diformulasikan dalam sediaan gel facial wash dengan tiga variasi konsentrasi yaitu F1 0,06% F2 0,08% dan F3 0,10%. Basis gel facial wash digunakan sebagai kontrol negatif. Keempat formulasi dilakukan evaluasi mutu fisik yang terdiri dari uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya busa, uji hedonik dan uji iritasi. Ekstrak dan semua formula gel facial wash dilakukan uji antioksidan dengan metode DPPH (1,1-Dyphenil-2-Picrylhydrazyl). Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, ekstrak daun alpukat memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 sebesar 70,97 ppm. Ekstrak daun alpukat dapat diformulasikan dalam sediaan gel facial wash dengan aktivitas antioksidan terbaik pada konsentrasi 0,10% yang memiliki nilai IC50  sebesar 85,01 ppm (kuat). Formula 1 dan 2 memiliki nilai IC50 berturut-turut sebesar 113,23 ppm dan 103,71 ppm yang masing-masing tergolong dalam antioksidan sedang. Formulasi sediaan gel facial wash ekstrak daun alpukat dapat memenuhi standar mutu fisik yang baik.