cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA EKSTRAK ASETON DAUN ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.) Yadi, Hervi; Pertiwi, Nia Novranda; Lubis, Minda Sari; Nasution, Muhammad Amin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.32480

Abstract

Antioksidan merupakan molekul yang dapat mencegah atau memperlambat sel mengalami kerusakan akibat radikal bebas dengan cara melengkapi kekurangan elektron dari radikal bebas. Antioksidan dapat menyerap atau menetralkan radikal bebas sehingga mampu mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskuler, karsinogenis, dan penyakit lainnya. Karena antioksidan dapat mendonorkan elektronnya untuk menghentikan reaksi berantai radikal bebas yang dapat merusak tubuh. Tanaman yang memiliki khasiat sebagai antioksidan yang telah diuji salah adalah alpukat. Selain itu alpukat juga dikenal berkhasiat sebagai antibakteri karena kandungan senyawa antibakteri seperti, alkaloid, dan flavonoid pada buah, biji dan daunnya. Selain itu daunnya juga mengandung polifenol, dan buahnya mengandung tanin Tanaman alpukat (Persea americana Mill.) merupakan tanaman yang telah banyak berkontribusi sebagai obat tradisional. Daun alpukat mengandung beberapa senyawa kimia yang dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan. Senyawa kimia yang terkandung pada tanaman alpukat diantaranya seperti saponin, alkaloid, flavonoid, dan tanin. Tahapan penelitian ini meliputi pengolahan bahan tumbuhan, pembuatan ekstrak etanol, pemeriksaan karakterisasi, skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa kimia metabolit sekunder serta aktivitas antioksidan pada daun alpukat (Persea americana Mill.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat eksperimental. Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH). Hasil analisis aktivitas antioksidan pada daun alpukat dengan menggunakan metode 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl memiliki nilai IC50 49,659 ppm dan nilai IC50 vitamin C sebesar 3,8445 ppm. Dengan kategori sangat kuat.
PEMASARAN OBAT DI APOTEK X DENGAN FOKUS PADA ISU PROFESIONALISME DAN ETIKA BISNIS Putri, Julia Ananda Eka; Anjani, Riani Patmi; Saputra, Yoga Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.32576

Abstract

Dalam menjalankan bisnis Apotek dituntut mampu menciptakan inovasi dan strategi pemasaran yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis strategi pemasaran yang digunakan pada Apotek K-24 Aroepala Makassar. Metode menggunakan strategi bauran pemasaran (product, price, place, promotion) serta menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan juga analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat), IFAS, EFAS dan diagram Cartesius SWOT. Hasil nilai skor IFAS 2.86 menunjukkan posisi internal yang kuat, nilai skor EFAS 3.04 menunjukan perusahaan merespon peluang yang ada dan menghindari ancaman-ancaman di pasar industrinya. Pada diagram cartesius menunjukkan posisi perusahaan dalam keadaan agresif yaitu sangat menguntungkan bagi perusahaan yang berada pada kuadran 1. Untuk matriks SWOT Apotek K-24 Aroepala Makassar berada pada kotak SO, dimana perusahaan mampu memanfaatkan peluang yang ada dengan kekuatan yang dimiliki perusahaan, hal ini baik bagi Apotek K-24 Aroepala Makassar untuk mengurangi kelemahan dan meminimalisir ancaman agar dapat meningkatkan penjualan. Berdasarkan hasil analisis diagram cartesius disimpulkan bahwa Apotek K-24 Aroeppala Makasar berada pada quadran I (Growth). Sedangkan berdasarkan dari analisis IFAS dan EFAS, analisis SWOT pada Apotek K-24 Aroeppala Makasar bahwa nilai skor EFAS 3,04 dan nilai skor IFAS yaitu 2,86 dan matriks SWOT berada pada
HUBUNGAN KONSUMSI KOPI DENGAN PENYAKIT GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA Dhillon, Neha Amar; Rusip, Gusbakti; Chiuman, Linda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32740

Abstract

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah penyakit yang sering diderita di kalangan masyarakat. GERD dijelaskan sebagai naiknya asam lambung ke esofagus atau kerongkongan sehingga menyebabkan regurgitasi makanan ke esofagus. Proporsi untuk GERD pada orang dewasa sekitar 13%, Asia Selatan dan Eropa Tenggara memiliki prevalensi GERD paling banyak sekitar 25%. Prevalensi GERD di Indoensia terus mengalami peningkatan sebanayak 22,8% di Jakarta. Penyakit GERD didefinisikan oleh gejala-gejala utama seperti regurgitasi oleh cairan dan heartburn yang mengulang. GERD bisa menjadi masalah yang berat jika tidak ditangani. Banyak faktor yang dapat memicu GERD, diantara lain yaitu konsumsi makanan rendah gizi dan tinggi lemak pada mahasiswa, olahraga yang tidak memadai, sehingga berat badan naik. Salah satu faktor lainnya yang dapat menyebabkan GERD pada mahasiswa adalah konsumsi kopi yang berlebihan. Di kalangan mahasiswa, kopi sangat digemari. Mahasiswa kedokteran sering mengonsumsi kopi untuk meningkatkan produktivitas saat belajar dan kopi banyak dikonsumsi pada masa ujian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan konsumsi kopi dengan penyakit gastroesophageal reflux disease pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia. Studi ini menggunakan teknik Purposive Sampling dengan sampel sebanyak 32 orang di Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Didapatkan hasil uji Fisher’s exact test pada 32 subjek adalah p = 0,032 (p<0,05) yang dapat disimpulkan terdapat perubahan yang signifikan antara konsumsi kopi dan penderita GERD pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia.
PROFIL SKRINING RESEP RACIKAN PADA PASIEN PEDIATRI DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH “X” MAKASSAR PERIODE JANUARI-JUNI 2023 Mudafar, Wildan; Ririn, Ririn; A.Hasrawati, A.Hasrawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.32877

Abstract

Peresepan obat bentuk racikan pada pasien anak memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan pasien dewasa sehingga penting untuk melakukan pengkajian resep. Pengkajian resep merupakan kegiatan dalam pelayanan kefarmasian untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah terkait obat sebelum obat disiapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji resep racikan pediatri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) “X” Makassar Periode Januari-Juni 2023. Metode penelitian ini bersifat deskriptif non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif dan melakukan pengkajian terhadap tiga aspek yang meliputi persyaratan Administrasi, Farmaseutik dan klinis pada 177 lembar resep yang telah dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat ketidaklengkapan 3 dari 11 aspek administrasi yaitu berat badan pasien (19,20%), tinggi badan pasien (1,12%) dan nomor izin praktek dokter (55,36). Persyaratan farmasetik menunjukan beberapa aspek yang belum terpenuhi hingga 100% yaitu kekuatan sediaan (45,50%) serta terdapatnya beberapa obat yang berpotensi mengalami instabilitas berupa potensi higroskopis (39,30%) dan fotolisis (81,26%). Terdapat potensi ketidaksesuaian dosis obat pada persyaratan klinis yaitu potensi overdoses (32,39%) dan underdoses (7,32%). Tidak ditemukan adanya dublikasi obat namun terdapat potensi interaksi pada 10 jenis kombinasi berupa interaksi minor (35,60%) maupun moderate (64,40).  
STUDI INKOMPATIBILITAS DAN INSTABILITAS SEDIAAN EXTEMPORANEOUS PULVERES VITAMIN C DARI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK MASYITA MAKASSAR Mursyid, A. Mumtihanah; Purnamasari, Vina; Syam, Adinda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33038

Abstract

Pelayanan kefarmasiaan di rumah sakit bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien melalui layanan farmasi yang bertanggung jawab, mencakup informasi, edukasi, serta monitoring penggunaan obat oleh apoteker, termasuk obat racikan. Obat racikan Extemporaneous pulveres sering digunakan untuk pasien anak yang kesulitan menelan tablet atau kapsul, namun memiliki risiko inkompatibilitas dan instabilitas yang dapat mempengaruhi efektivitas dan keamanan obat. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Masyita di Makassar untuk mempelajari profil inkompatibilitas dan Instabilitas sediaan Extemporaneous Pulveres Vitamin C melalui observasi fisik dan analisis kadar. Metode yang digunakan adalah pengamatan perubahan fisik dan analisis kadar vitamin C pada sediaan racikan di rumah sakit tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi Inkompatibilitas dan Instabilitas pada sediaan racikan Vitamin C, terutama karena fotolisis yang menyebabkan degradasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya perhatian lebih terhadap stabilitas dan kompatibilitas sediaan Extemporaneous Pulveres untuk memastikan efektivitas dan keamanan obat. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat teoritis sebagai sumber data ilmiah dan manfaat praktis bagi apoteker dalam mengevaluasi sediaan Extemporaneous yang mereka racik.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PEKERJA TERHADAP PERILAKU K3 PADA PEKERJA DI UNIT FACILITY PT.X KOTA BATAM TAHUN 2024 Hilal, Alwi; M. Kafit, M. Kafit; Parisma, Wan Intan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33264

Abstract

Tujuan penelitian berdasarkan survei awal yang peneliti lakukan kepada pekerja di PT.X melalui wawancara kepada 10 pekerja di PT. X, diketahui mayoritas pekerja memiliki pengetahuan dan sikap yang kurang tentang K3 dan berdasarkan wawancara pernah terjadi kecelakaan ringan seperti tangan terjepit pintu, tergores. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk standar ilmiah secara sistematis, obyektif, terukur menentukan bagaimana variabel bebas (independent), yaitu variabel pengetahuan K3 dan sikap, mempengaruhi variabel terikat (dependent), yaitu variabel perilaku K3. Populasi dalam penelitian ini adalah 50 sampel pekerja di unit facility PT. X. Populasi digunakan sebagai sampel, jumlah sampel 50 responden. Analisis statistik menggunakan uji chi -square, dengan instrument penelitian wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian, terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan nilai p value = 0,012, terdapat hubungan sikap pekerja dengan nilai p velue = 0,010. Diharapkan kepada PT.X Kota Batam untuk dapat mempertahankan bahkan meningkatkan performa terkait informasi tentang K3, seperti poster, brosur yang harus jelas dan mudah dimengerti, Pekerja berperilaku yang baik tidak hanya membantu setiap orang tetap aman, tetapi juga dapat membangun lingkungan kerja yang aman, seperti dengan sukarela berpartisipasi dalam kegiatan keselamatan dan membantu rekan kerja menghindari bahaya di tempat kerja.
KECELAKAAN KERJA PADA PENGRAJIN BATU KECAMATAN MUNTILAN KABUPATEN MAGELANG DALAM PERSPEKTIF KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Puji Setyaningsih, Derev Navi Putri Arum; Oktavia Sari, Selly; Setyo Nugroho, Bayu Yoni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33497

Abstract

Indonesia sektor informal mempekerjakan lebih dari 60% total angkatan kerja. Situasi serupa terjadi di negara-negara berkembang lainnya, khususnya di daerah pedesaan. . Di Indonesia sektor informal mempekerjakan lebih dari 60% total angkatan kerja. Situasi serupa terjadi di negara-negara berkembang lainnya, khususnya di daerah pedesaan. Menurut data populasi per profesi Kabupaten Magelang tahun 2021, jumlah penduduk di Kecamatan Muntilan mencapai 79.978 jiwa. Data sektoral menunjukkan bahwa di Kecamatan Muntilan terdapat 3.129 orang yang bekerja sebagai pengrajin batu atau tukang batu, terdiri dari 3.126 pria dan 3 wanita. Kecelakaan kerja di sektor informal sulit dikendalikan akibat faktor pelaporan dan identifikasi yang tidak ada sistem. Tujuan pada penelitian ini mengidentifikasi faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja di sektor pengrajin batu. Metode Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan pendekatan deskriptif observasional. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang. Penelitian dilakukan pada 72 responden. Variabel terikat pada penelitian ini yakni kecelakaan kerja serta variabel bebas umur, pendidikan, masa kerja, status dehidrasi dan nordic body map (NBM), pengetahuan keselamatan dan kesehatan kerja. Hasil kecelakaan kerja tertinggi pada usia > 30 tahun, pendidikan mayoritas SMA, Sebanyak 47 responden mengalami dehidarasi ketika bekerja. Mayoritas pekerja mengalami gangguan MSDS atau keluhan otot. Pengetahuan K3 cenderung baik sebanyak 38 responden. Sedangkan kecelakaan kerja tinggi sebanyak 42 responden pernah mengalami.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN TERAPI INHALASI PADA PASIEN DENGAN BRONKOPNEUMONIA UNTUK MENGATASI KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS aisya, saktika; Hudiyawati, Dian
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33651

Abstract

Bronkopneumonia adalah penyakit infeksi pada saluran pernapasan atas yang dapat melemahkan daya tahan tubuh pasien. Istilah "bronkopneumonia" merujuk pada peradangan yang terjadi di paru-paru, khususnya pada bronkiolus dan kantung udara kecil. Salah satu masalah yang sering muncul pada pasien dengan bronkopneumonia adalah ketidakmampuan pembersihan jalan napas, yang disebabkan oleh produksi sputum berlebihan yang mengakibatkan penumpukan sekret di bronkus. Terapi inhalasi menjadi salah satu metode efektif untuk memberikan obat, di mana obat dihirup melalui hidung dan masuk ke paru-paru dalam bentuk aerosol. Metode studi kasus ini merupakan studi kasus dengan desain penelitian yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan melakukan tahapan pengkajian, diagnosis, investigasi, dan evaluasi. Subjek dalam aplikasi ini adalah pasien dengan bersihan jalan napas tidak efektif akibat adanya retensi sekret. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, evaluasi dan dokumentasi yang dilaksanakan pada tanggal 14 sampai dengan 16 November 2023. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa terapi inhalasi pada pasien bronkopneumonia dapat mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif. Terbukti dengan respon gejala bersihan jalan nafas normal, batuk efektif, tidak ada sputum yang tertahan, diipsnea, orthopnea, dyspnea dan hasil serta indikasi setelah dilakukan tindakan secara berulang, inhalasi selama 3 hari terbukti pada pasien bronkopneumonia Pengobatan obstruksi jalan nafas tidak efektif berjalan efektif, melalui pengkajian dan intervensi sputum dan batuk sudah berkurang.
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR USIA & JENIS KELAMIN TERHADAP PENINGKATAN PENYAKIT MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS YAUSAKOR PAPUA SELATAN Safi, Siti Rahma; Solikah, Monika Putri; Putri, Novita Eka
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33657

Abstract

Malaria disebabkan gigitan nyamuk Anopheles betina yang mengandung parasit Plasmodium sp di dalamnya. Penyakit malaria berada diseluruh dunia, terutama diwilayah tropis dan subtropis. Kabupaten asmat adalah daerah endemik malaria yang ada di wilayah provinsi papua selatan yang adalah penyumbang kasus malaria. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara faktor usia & jenis kelamin terhadap peningkatan penyakit malaria penyebab infeksi parasit Plasmodium di wilayah kerja Puskesmas Yausakor Papua Selatan. Jenis penelitian yang digunakan ialah kuantitatif dengan jenis deskriptif cross sectional. Populasi pada penelitian ini ialah seluruh data pasien positif malaria di Puskesmas Yausakor, Kabupaten Asmat, Papua Selatan Oktober-Desember tahun 2023. Hasil penelitian uji distribusi frekuensi berdasarkan usia sebagian besar pasien positif malaria pada rentang usia 26-45 sejumlah 30 orang dengan presentase (33,3%). Dan berdasarkan jenis kelamin pasien positif malaria berjenis kelamin laki-laki sejumlah 50 orang dengan presentase (55,6%). Berdasarkan uji Chi Square hasil menunjukan antara faktor usia dan jenis kelamin tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan terhadap peningkatan kasus malaria yang didapat nilai p-value senilai 0,099 > (0,05) dan pada jenis kelamin didapat nilai p-value senilai 0,255 > (0,05). Berdasarkan jenis plasmodium yang paling banyak ditemukan ialah plasmodium falciparum (tropika) sejumlah 41 kasus dengan presentase (45,6%). Berdasarkan insidensi tiap bulan Oktober sampai Desember tahun 2023 kasus tertinggi didominasi pada bulan November sejumlah 36 kasus.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MELINTANG TAHUN 2024 Auliani, Bulan; Anggraini, Rima Berti; Faizal, Muhammad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33693

Abstract

Hipertensi adalah suatu kondisi yang mengacu pada suatu tekanan darah sistolik yang lebih besar dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih besar dari 90. Hipertensi sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat dan akan menjadi masalah besar jika tidak segera ditangani. Faktor penyebab hipertensi belum diketahui secara pasti. Ada beberapa faktor penyebab hipertensi itu sendiri, salah satunya adalah gaya hidup masyarakat, seperti stres, kurang aktivitas fisik, serta seringnya konsumsi makanan kaya natrium maupun kurangnya inisiatif dari masyarakat untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, inilah salah satu yang dapat memicu masyarakat mudah terdampak penyakit hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Melintang Tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cros – sectional. Pengumpula data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang berobat di poli umum berjumlah 4.072 yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Melintang pada Tahun 2023. Sampel dalam penelitian ini yaitu 110 responden. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara Tingkat stres p (0,025), aktivitas fisik p (0,002), dan konsumsi makanan tinggi natrium p (0,012) dengan kejadian hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Melintang Tahun 2024. Saran dari penelitian ini untuk memberi informasi tambahan untuk digunakan sebagai sumber informasi mengenai peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat khususnya mengenai tingkat stres, aktivitas fisik dan konsumsi makanan tinggi natrium yang baik agar bisa mengurangi hipertensi.