cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
PENGUJIAN KOLIMATOR DI INSTALASI RADIOLOGI RSU QIM BATANG Andriani, Intan; Tsania, Novia Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34106

Abstract

Menurut KEPMENKES No. 1250 Tahun 2009 tentang pedoman kendali mutu (quality control) metode untuk uji kolimator menggunakan metode Collimator Beam Alligment Test Tool, dan frekuensi pengujian kolimator menurut (KMK_No_1250_Tahun_2009_ttg_Kendali_Mutu, 2009) adalah satu bulan sekali atau setelah perbaikan. Kolimator pesawat sinar-X pada bulan juni tahun 2024 belum dilakukan uji kolimasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil uji kolimator pada pesawat sinar-X. Tahapan-tahapan penelitian yang dilakukan yaitu observasi, pengambilan data, pengolahan data dan analisis data. Peubah yang diamati atau diukur dalam penelitian ini adalah berkas cahaya kolimator pada pesawat sinar-X. Pengolahan data dengan menghitung nilai pergeseran yang terjadi dari luas lapangan cahaya kolimator dengan luas lapangan berkas sinar-X. Berdasarkan KEPMENKES Nomor 1250 tahun 2009 ditetapkan batas pergeseran kolimator dalam batas toleransi adalah  2% FFD yang digunakan. Di Instalasi Radiologi RSU QIM Batang dilakukan pengujian kolimator pada pesawat sinar-X merk Toshiba menggunakan collimator test tool. Pengujian yang dilakukan menggunakan FFD 100 cm  dan faktor eksposi 48 kV dan 8 mAs, pengujian daerah I dengan luas bidang uji 10 cm x 14 cm terdapat penyimpangan pada sumbu horisontal (sumbu X) sebesar 0,26% dan pada sumbu vertikal (sumbu Y) terdapat penyimpangan sebesar 0,67%. Pengujian daerah II dengan luas bidang uji 18 cm x 24 cm terdapat penyimpangan pada sumbu X sebesar 0,17% dan pada sumbu Y terdapat penyimpangan sebesar 0,5%. Pengujian daerah III dengan luas bidang uji 26 cm x 26 cm terdapat penyimpangan pada sumbu X sebesar 0,2% dan pada sumbu Y terdapat penyimpangan sebesar 0,1%. Berdasarkan hasil pengujian kolimator dapat diketahui bahwa kolimator pesawat sinar-X Toshiba masih dalam standar kelayakan.
FORMULASI SEDIAAN HAIR TONIK DARI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN SELEDRI (APIUM GRAVEOLENS L.) DAN DAUN PANDAN WANGI (PANDANUS AMARYLLIFOLIUS ROXB.) SEBAGAI PERANGSANG PERTUMBUHAN RAMBUT PADA KELINCI (NEW ZEALEND WHITE) tri Mastuti, eni; Maulid Wicahyo, Septian; Wardani, Tatiana Siska
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34122

Abstract

Kerontokan rambut lebih dari 100 helai setiap harinya yang berakhir dengan kebotakan merupakan problema estetis yang banyak dialami oleh orang dewasa. Daun seledri dan pandan wangi telah dikenal memiliki aktivitas penyubur rambut karena mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tannin hingga saponin. Mengetahui ekstrak etanol daun seledri dan daun pandan wangi dengan perbandingan kosentrasi (2,5%:7,5%), (5%:5%) dan (7,5%:2,5%) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan hair tonic dan mengetahui formula yang paling baik dalam memicu pertumbuhan rambut selama 28 hari. Penelitian ini menggunakan rancangan The Experimental laboratory. Pengujian aktivitas pertumbuhan rambut dilakukan dengan metode Tanaka yaitu mencukur rambut kelinci pada bagian punggung dengan pembagian 6 area kelompok perlakuan yang sesuai dengan dosis ±1 ml setiap hari. Area perlakuan dibagi menjadi 6 kelompok secara berurutan dari FI, FII, FIII, F0, K(+) dan VI: K(N). Pengukuran panjang rambut menggunakan jangka sorong dilakukan tiap 7 hari selama 28 hari. Penelitian ini menunjukkan bahwa formula II sediaan hair tonic kombinasi ekstrak etanol daun seledri dan pandan wangi dengan perbandingan kosentrasi (5%:5%) menunjukkan aktivitas yang paling baik dengan pertumbuhan rambut yang hampir menyamai kontrol positif (minoxidile 2%). Seluruh formulasi memiliki aktivitas dalam mempercepat pertumbuhan rambut. Namun, hanya formulasi II yang menunjukkan aktivitas yang hampir sama dengan kontrol positif (minoxidile 2%).
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD DR. MOEWARDI KOTA SURAKARTA Setyawan, Ardi; Luthfiyanti, Niken; Pratama, Kharisma Jayak
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34137

Abstract

Ketidakpatuhan dalam pengobatan merupakan satu permasalahan yang sering terjadi kepada pasien, kuranganya disiplin pengobatan akan mengakibatkan terjadinya komplikasi yang memperparah kualitas hidup seseorang hingga dapat menyebabkan kematian. Kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 2 merupakan faktor kunci untuk mencapai hasil terapi yang optimal dan mencegah terjadinya komplikasi yang serius. Dalam kepatuhan pastinya terdapat banyak faktor yang mempengaruhi hasil terapi yang optimal meliputi tingkat pengetahuan, dukungan keluarga, peran tenaga kesehatan dan motivasi berobat. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengidentifikasi apakah terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus tipe 2. Metode yang dipakai bersifat kuantitatif dengan desain deskriptif observasional menggunakan rancangan cross sectional. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang dianalisis mengunakan chi square. Hasil tingkat kepatuhan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu: kepatuhan pengobatan tinggi memiliki persentase 24,5%, kepatuhan pengobatan sedang memiliki persentase 46,9% dan kepatuhan pengobatan rendah memiliki persentase 28,6% sedangkan untuk faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan ditemukan hasil dari kategori baik yang banyak muncul terdapat pada motivasi berobat sebanyak 82 responden (83,7%), hasil kategori cukup yang banyak muncul pada dukungan keluarga sebanyak 33 responden (33,7%) dan hasil kategori kurang yang banyak muncul pada tingkat pengetahuan sebanyak 38 responden (38,8%). Kesimpulan yang didapat, terdapat hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan pengobatan berupa tingkat pengetahuan p-value 0,000; peran tenaga kesehatan p-value 0,008 dan motivasi berobat p-value 0,000 pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Dr. Moewardi kota Surakarta.
GAMBARAN KULTUR BAKTERI DAN TERAPI ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT INAP DEMAM TIFOID DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA YOGYAKARTA Mulyani, Neni; Novalina, Dhiah; Widyantara, Aji Bagus
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34181

Abstract

Demam tifoid ialah infeks sistemik yang diakibatkan oleh bakteri Salmonella thypi. Penularannya dengan konsumsi makanan atau minuman dimana terkontaminasi bakteri Salmonella thypi. Pemeriksaan diagnosis demam tifoid antara lain pemeriksaan darah tepi, pemeriksaan tubex dan pemeriksaan kultur darah. Kultur darah ialah baku emas untuk menegakkan diagnosis demam tifoid. Terkendalinya pemilihan antibiotik bisa  mencegah resistensi antibiotik, menurunkan jumlah penggunaan antibiotik, mengurangi lamanya pengobatan dan menurunkan biaya perawatan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui gambaran kultur bakteri serta  terapi antibiotik pada pasien rawat inap demam tifoid di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Yogyakarta. Metode penelitian yang dimanfaatkan ialah deskriptif observasional memanfaatkan data sekunder yang diambil secara cross-sectional di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Yogyakarta pada bulan Juli-Desember 2023. Hasil penelitian diperoleh 30 pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi, demam tifoid lebih banyak terjadi pada perempuan (70%), pasien paling banyak ditemukan adalah anak-anak dan remaja, hanya 5 dari 30 pasien yang melakukan kultur darah, 5 pasien yang melakukan pemeriksaan kultur darah tidak ditemukan bakteri/jamur hingga hari ke-5 inkubasi dan ceftriaxone merupakann antibiotik dimana paling banyak dimanfaatkan dalam terapi antibiotik pada pasien demam tifoid.
ADENOCARCINOMA TUMOR IN THE CEREBELLUM AS METASTASIS FROM LUNG CANCER WITH KLEBSIELLA OXYTOCA WITHIN THE TUMOR: A CASE REPORT Sim, Alfred Sutrisno; Uinarni, Herlina; Destra, Edwin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34198

Abstract

Laporan kasus ini merinci kejadian langka metastasis serebelar akibat kanker paru-paru, yang dipersulit oleh infeksi intratumoral Klebsiella oxytoca pada pria berusia 57 tahun dengan riwayat perokok berat. Pasien awalnya mengalami vertigo persisten, tidak responsif terhadap pengobatan standar. Pemindaian MRI menunjukkan massa serebelar dengan peningkatan kontras, disertai massa paru multipel. Tes darah menunjukkan leukositosis, anemia, dan peningkatan jumlah neutrofil, menunjukkan adanya infeksi aktif. Evaluasi patologis selanjutnya pada tumor serebelar memastikan adanya adenokarsinoma metastatik, dengan temuan tambahan infeksi Klebsiella oxytoca di dalam jaringan tumor. Mengingat diagnosis ganda adenokarsinoma metastatik dan infeksi bakteri sekunder, pasien menjalani operasi trepanasi darurat untuk mengurangi tekanan dan mengangkat tumor. Terapi antibiotik yang ditargetkan dimulai untuk mengatasi infeksi, diikuti dengan pemantauan pasca operasi yang berkelanjutan. Strategi pengobatan komprehensif ini menghasilkan perbaikan signifikan pada gejala pasien, khususnya resolusi vertigo, dan peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan. Kasus ini menyoroti pentingnya pemeriksaan diagnostik menyeluruh dan pendekatan multidisiplin ketika menangani kasus kompleks yang melibatkan tumor otak metastatik dengan komplikasi infeksi sekunder. Identifikasi dini agen infeksi, bersama dengan intervensi bedah yang cepat dan terapi yang ditargetkan, sangat penting untuk mengoptimalkan hasil pasien dan meningkatkan prognosis jangka panjang dalam skenario klinis yang jarang dan menantang.
PENGARUH BERAT LAHIR DAN USIA GESTASI TERHADAP KADAR THYROID STIMULATING HORMONE (TSH) DAN FREE THYROXINE (FT4) PADA NEONATUS Rahayu, Eka Puji; Irfani, Farida Noor; Shafriani, Nazula Rahma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34223

Abstract

Hipotiroid kongenital (HK) merupakan kondisi terjadinya penurunan atau tidak berfungsinya kelenjar tiroid yang didapatkan sejak bayi baru lahir. Hipotiroid kongenital adalah salah satu penyebab keterbelakangan mental paling umum yang dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berat lahir dan usia gestasi terhadap kadar Thyroid Stimulating Hormone (TSH) dan Free Thyroxine  (FT4) pada neonatus. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik observasional dengan metode kuantitatif. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari Instalasi Rekam Medis RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada periode bulan Januari 2022 hingga Juni 2024. Total seluruh sampel yang masuk dalam kriteria penelitian sebanyak 31 neonatus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata TSH pada neonatus sebesar 12,85 uIU/mL dengan nilai minimal 0,18 dan maksimal 60,00. Rata-rata kadar FT4 pada neonatus sebesar 17,28 dengan nilai minimal 2,41 dan maksimal 27,30. Hasil uji t menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara berat lahir dan usia gestasi terhadap kadar TSH dengan nilai signifikansi berturut-turut sebesar 0,5 33 >? (?=0,05) dan 0,603 > ? (?=0,05) dengan nilai r sebesar 0,014. Berat lahir dan usia gestasi juga tidak mempengaruhi kadar FT4 dengan nilai signifikansi berturut-turut yaitu 0,188 dan 0,952>? (?=0,05) dengan nilai r sebesar 0,098. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh berat lahir dan usia gestasi terhadap kadar TSH dan FT4 pada neonatus.
GAMBARAN KADAR LUTEINIZING HORMONE (LH), FOLLICLE STIMULATING HORMONE (FSH), DAN ANTI-MULLERIAN HORMONE (AMH) PADA PASIEN INFERTILITAS mardliyah, Khairunnisa; Irfani, Farida Noor; Amalia, Arifiani Agustin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34228

Abstract

Infertilitas merupakan penyakit yang terdapat pada sistem reproduksi atau ketidakmampuan pasangan untuk medapatkan kehamilan setelah rutin melakukan hubungan seksual selama 12 bulan atau lebih tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Kejadian infertilitas di Indonesia terjadi sekitar 10 – 15 % atau sama dengan 4 – 6 juta pasangan dari 39,8 juta pasangan di usia subur. Penyebab infertilitas terbanyak didominasi oleh faktor istri (65%), faktor suami (20%), dan 15% sisanya disebabkan kondisi lain yang belum di ketahui (kemenkes, 2022).. Desain penelitian ini adalah dekriptif kuantitatif dengan menggunakan rancangan deskriptif observasional. Populasi adalah seluruh pasien infertilitas yang melakukan pemeriksaan kadar hormon LH, FSH, dan AMH di RS KIA Sadewa tahun 2023. Sampel berjumlah 191 responden dengan metode total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan data rekam medis yang lengkap. Penelitian ini menggunakan uji analisis data deskriptif dalam bentuk tabel dengan program statistik SPSS. Kelompok usia dengan prevalensi tertinggi yaitu 31 – 35 tahun yaitu 38,2 %. Kadar LH sebagian besar memiliki kadar rendah yaitu 56, 5%. Kadar FSH sebagian besar memiliki kadar tinggi yaitu 48,4 %. Kadar AMH memiliki kadar rendah yaitu 48,7%. Kelompok usia terbanyak adalah usia 31 – 35 tahun. Kadar hormon LH dan AMH terbanyak adalah kadar hormon LH dan AMH yang rendah. Kadar hormon FSH terbanyak adalah kadar hormon FSH yang tinggi.
PEMANTAPAN MUTU PEMERIKSAAN LDL PADA SERUM KONTROAPEMANTAPAN MUTU PEMERIKSAAN LDL PADA SERUM KONTROL KOMERSIAL SETELAH PENYIMPANAN SUHU RUANG L KOMERSIAL SETELAH PENYIMPANAN SUHU RUANG Palentin, Sonia; Aryani, Titin; Mu'awanah, Isnin Aulia Ulfah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34248

Abstract

Pemeriksaan Low Density Lipoprotein (LDL) yang dilaksanakan di sejumlah laboratorium menggunakan metode enzimatis, dimana pengerjaannya dipengaruhi sejumlah faktor yang rentan mempengaruhi hasil. Salah satu faktor yang begitu berpengaruh ialah penyimpanan serum kontrol. Serum kontrol merupakan serum yang digunakan untuk melihat presisi pengujian laboratorium atau akurasi hasil pengujian harian. Serum kontrol yang digunakan di laboratorium khususnya pada pemeriksaan sampel kimia klinik adalah serum kontrol komersial.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemeriksaan Low Density Lipoprotein serum kontrol komersial setelah penyimpanan suhu ruang selama 0 dan 7 jam. Metode  yang dipergunakan  ialah penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental dan pendekan cross sectional. Hasil yang diperoleh di pemeriksaan Low Density Lipoprotein diferensiasi selisih dan signifikansi  menggunakan uji Independent Sample T-test yang  disimpan selama 0 dan 7 jam sebesar 1,25% dengan p=0,032 memperlihatkan bahwasannya diperoleh perbedaan yang signifikan. Tidak terdapat hasil grafik Levey-Jennings yang melanggar Westgard Rule pada hasil pemeriksaan Low Density Lipoprotein (LDL) selama 0 jam dan terdapat hasil grafik Levey-Jennings yang melanggar Westgard Rule pada hasil pemeriksaan Low Density Lipoprotein (LDL) dengan serum kontrol komersial selama 7 yaitu aturan 12s dan 13s.  Perlu untuk instansi laboratorium   untuk tidak melakukan penyimpanan bahan kontrol pada suhu ruang 20°-25°C selama lebih dari 6 jam karena dapat mengakibatkan stabilitas kontrol berkurang dan menyebabkan penurunan hasil.
PENGARUH PEMBERIAN MADU MURNI TERHADA PENURUNAN FREKUENSI DIARE PADA ANAK DI RSUD Drs. H. ABU HANIFAH septi, arienda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34266

Abstract

Diare merupakan kondisi buang air besar yang sering dan encer dengan frekuensi 3 kali atau  lebih dalam sehari. pada tahun 2023 kasus diare di Bangka Tengah sebanyak 5704 orang. Kehilangan cairan dan elektrolit yang tidak digantikan dengan cairan yang baru akan menjadi dehidrasi. Untuk menurunkan frekuensi diare dapat menggunakan farmakoterapi dan nonfarmakoterapi atau terapi komplementer, salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan yaitu dengan pemberian madu. Penelitian ini untuk mengetahui perubahan frekuensi BAB saat sebelum diberikan madu dan sesudah diberikan madu pada anak balita yang sedang mengalami diare Di RSUD Drs. H. Abu Hanifah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain metode kuantitatif dengan desain penelitian Pre Experimen dengan Pretest dan Postest with control group. Dengan uji wilcokxon berupa univariat dan bivariat. Populasi pada penelitian ini adalah pasien diare anak di RSUD Drs. H. Abu Hanifah. Jumlah sampel ygdigunakan dalam penelitian ini ada 32 orang yang di bagi menjadi 2 kelompok (16 orang kelompok intervensi dan 16 orang kelompok kontrol). Hasil penelitian ini diketahui ada pengaruh rata-rata frekuensi diare dari 4.44 menjadi 1.81 setelah pemberian perlakuan. Hasil Analisa data menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada frekuensi diare kelompok intervensi p-value yaitu 0,000 (p-value < 0,05) dan klompok kontrol p-value yaitu 0,0000 (p-value < 0,05). Saran dari peneliti ini adalah agar madu murni dapat dijadikan terapi non farmakologi untuk menurunkan diare pada anak.
IDENTIFIKASI BAKTERI COLIFORM DAN ESCHERICHIA COLI PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG KECAMATAN MANTRIJERON Tri Wardani, khusny; Widyantara, Aji Bagus; Astuti, Tri Dyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34273

Abstract

Setiap air yang memenuhi standar kualitas untuk konsumsi manusia, baik yang sudah dikelola ataupun yang belum diolah dianggap sebagai air minum. Semua zat yang dibutuhkan dalam kesehatan seharusnya tidak terkandung kontaminan fisik, kimia, radioaktif, atau mikrobiologis. Industri air isi ulang dan air dalam kemasan banyak ditemui dikarenakan adanya dorongan mengenai kebutuhan air layak konsumsi pada masyarakat semakin meningkat. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa faktor pengolahan dan sanitasi mempengaruhi tingkat kontaminasi Coliform dan Escherichia coli pada depot air minum isi ulang. Penelitian berorientasi dalam mendeteksi keberadaan bakteri Coliform dan Escherichia coli di Depot Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Mantrijeron. Pada studi ini menggunakan desain potong lintang dengan data deskriptif dan teknik purposive sampling, sehingga didapatkan 7sampel. Pemeriksaan Coliform dan Escherichia coli metode membrane filter dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Kota Yogyakarta. 1 dari 7 sampel dinyatakan tercemar bakteri Coliform dan tidak ditemukannya bakteri Escherichia coli pada tujuh sampel air minum. Sampel yang mengandung bakteri Coliform tersebut sebesar 29 CFU/100 ml. Pada Depot Air Minum Isi Ulang Kecamatan Mantrijeron, didapatkan satu dari tujuh sampel air minum yang diuji menggunakan metode membrane filter dinyatakan tercemar bakteri Coliform, sedangkan seluruh sampel negatif mengandung bakteri Escherichia coli.