cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
PERBEDAAN KECEPATAN MEMBACA KATA BERMAKNA DAN TIDAK BERMAKNA SISWA SEKOLAH DASAR Silalahi, Rismauli Anastasya; Pratomo, Hafidz Triantoro Aji; Nugroho, Setyadi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39997

Abstract

Membaca adalah proses yang ditandai pengubahan suatu symbol tulisan menjadi simbol verbal dimana terdapat dua jenis kata pada setiap bacaan yaitu kata bermakna dan tidak bermakna, membaca merupakan suatu kegiatan paling dasar dimiliki anak sekolah dasar. Pada hal ini di Indonesia belum ada data yang menunjukkan seberapa kecepatan membaca anak sekolah dasar pada membaca kata bermakna dan kata tidak bermakna. Sehingga penelitian ini bertujuan mengetahui dan mendapatkan data kontekstual pada perbedaan kecepatan membaca kata bermakna dan tidak bermakna siswa SD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan 144 sampel. Menggunakan instrument reading passage. Hasil uji diskriptif menunjukkan siswa SD kelas 2-5 memiliki perbedaan pada keakuratan dan wcpm kata bermakna yang memiliki rata-rata lebih tinggi dibandingkan keakuratan dan wcpm kata tidak bermakna. Hasil uji bivariat memiiki signifikan p 0.061 berniai p<0.005 artinya terdapat pengaruh signifikan antara usia dengan wcpm kecepatan membaca kata bermakna sedangkan nilai signifikan 0.566 dimiliki keakuratan kecepatan membaca kata bermakna, berniai  p>0.005 artinya tidak terdapat pengaruh antara usia dengan keakuratan kecepatan membaca kata bermakna. Serta nilai signifikansi p 0.014 dan signifikan p 0.005 berniai p<0.005 artinya terdapat pengaruh antara usia dengan keakuratan kecepatan membaca kata bermakna dan kata tidak bermakna. Namun pada faktor seperti jenis kelamin, tingkat/kelas dan sekolah tidak memiliki perbedaan terhadap keakuratan dan wcpm kecepatan membaca kata bermakna dan tidak bermakna. Hasil analisis data disimpulkan bahwa siswa SD kelas 2-5 memiliki perbedaan pada keakuratan dan wcpm kecepatan kata bermakna yang memiliki rata-rata lebih tinggi dibandingkan keakuratan dan wcpm kecepatan kata tidak bermakna.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KESIAPAN MASYARAKAT DALAM MELAKUKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN LALU LINTAS DI KECAMATAN KEWAPANTE KABUPATEN SIKKA Afandi, Silivester Robby; Dikson, Melkias; Pitang, Yuliani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40034

Abstract

Kecelakaan merupakan kondisi kritis yang membutuhkan pertolongan cepat. Pertolongan pertama pada kecelakaan adalah penanganan awal sebelum perawatan medis dengan tujuan mencegah cedera yang lebih serius. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kesiapan masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah purpsive sampling yaitu pengamblan sampel yang berdasarkan atas suatu pertimbangan tertentu seperti sifat-sifat populasi ataupun ciri-ciri yang sudah diketahui sebelumnya, dengan besar sample adalah 86 responden. Data di kumpulkan mengunakan kuesioner serta di analisis mengunakan uji Spearman’s rho di dapatkan nilai koefisien korelasi 0,000 < ɑ (0, 05), dan koefisiensi korelasi (r) 0,819 yang berarti Ha ditolak dan H0 diterima, sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kesiapan masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sikka Kecamatan Kewapante.
ANALISA KASUS GOTRAK (GANGGUAN OTOT DAN TULANG RANGKA AKIBAT KERJA) PADA OPERATOR ALAT BERAT DI SEKTOR PROYEK KONSTRUKSI BERDASARKAN SNI 9011 : 2021 Fadhilah, Dandy; Susilowati, Indri Hapsari; Satrya, Chandra; Khaliwa, Agra Mohamad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40080

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan metode SNI 9011:2021 untuk analisa ergonomi pada operator alat berat di proyek konstruksi. Operator alat berat sering mengalami keluhan GOTRAK akibat postur kerja yang tidak ergonomis, khususnya di area leher dan punggung bawah. Studi ini dilakukan dengan metode studi kasus pada operator tiga jenis operator alat berat, yaitu excavator, crawler crane, dan dump truck. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan daftar periksa ergonomi berdasarkan pedoman SNI 9011:2021. Hasil studi menunjukkan bahwa beberapa operator telah mengalami GOTRAK yang disebabkan oleh postur kerja yang tidak ergonomis. Keluhan terbanyak ditemukan pada leher, punggung bawah, dan tangan. Rekomendasi yang diberikan mencakup intervensi ergonomi seperti perbaikan desain kursi yang dapat diatur ketinggian, sudut kemiringan, serta penambahan suspensi atau jenis busa pada kursi untuk mengurangi getaran. Penerapan rekomendasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan, meningkatkan keselamatan serta produktivitas di lingkungan kerja konstruksi.
STANDARDISASI PARAMETER SPESIFIK DAN NON SPESIFIK EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN KEDONDONG (SPONDIAS DULCIS) zahra, nisrina; Mukhlishah, Neneng Rachmalia Izzatul; Hidayati, Agriana Rosmalina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40091

Abstract

Tanaman kedondong (Spondias dulcis) merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan baku obat. Tanaman ini secara empiris digunakan oleh masyarakat Desa Kembang Paseban Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi sebagai obat barut (obat tempel melahirkan). Aktivitas farmakologi ekstrak etil asetat daun kedondong yaitu sebagai antidiabetes dan antioksidan. Sebagai bahan baku sediaan OHT, ekstrak etil asetat daun kedondong perlu distandardisasi agar sediaan OHT terjamin mutu dan keamanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian mutu ekstrak etil asetat daun kedondong dengan melakukan standardisasi berdasarkan Farmakope Herbal Indonesia edisi II dan Materia Medika Indonesia. Daun kedondong diekstraksi dengan metode sonikasi pada suhu 35°C selama 30 menit. Hasil standardisasi parameter spesifik menunjukkan identitas tanaman merupakan tanaman kedondong, organoleptik ekstrak yaitu kental, bewarna hitam kehijauan, rasa pahit, berbau aromatik, dengan kandungan senyawa larut air sebesar 2,0% dan senyawa larut etanol sebesar 11,91%. Hasil uji parameter non spesifik menunjukkan kadar susut pengeringan sebesar 2,94%; bobot jenis 0,98370 g/mL; kadar air 4,49%; kadar abu total 0,2%; kadar abu larut air 0,007%; kadar abu tidak larut asam 0,1%; sisa pelarut 1,0018 g/mL;  kadar logam Pb 1,70 ppm; ALT & AKK tidak dapat dihitung. Pada penetapan angka lempeng total dan penetapan angka kapang khamir tidak dapat diuji. Berdasarkan pengujian standardisasi ekstrak etil asetat daun kedondong memenuhi standar ekstrak secara umum dan dapat dikembangkan menjadi obat herbal terstandar (OHT).
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA LUKA GANGREN PADA PENDERITA DM TIPE 2 DI RSUD DEPATI HAMZAH KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2024 Fariski, Resta; Kusumajaya, Hendra; Maryana, Maryana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40114

Abstract

Gangren adalah kondisi yang ditandai adanya jaringan mati berwarna merah tua dan berbau busuk disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah di kaki atau pembuluh darah besar. Diabetes Melitus adalah kondisi metabolik kronis karena adanya peningkatan kadar glukosa dalam darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama menderita DM, pengetahuan dan perawatan kaki dengan risiko kejadian gangren pada penderita diabetes melitus tipe 2 di RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian yaitu pasien DM tipe 2 yang di rawat inap di RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang tahun 2024 sebanyak 66 orang yang sesuai kriteria inklusi. Pada penelitian ini jumlah sampel dihitung menggunakan rumus slovin yang didapatkan jumlah sampel sebanyak 44 orang, data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan lama menderita DM dengan nilai p-value (0,037) < α (0,05), tingkat pengetahuan nilai p-value (0,002) < α (0,05), perawatan kaki nilai p-value (0,003) < α (0,05) dengan kejadian gangren pada penderita DM tipe 2. Hal ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara lama menderita DM, pengetahuan dan perawatan kaki. Saran dari penelitian ini, pasien DM tipe 2 dengan riwayat DM dalam jangka waktu lama agar lebih intensif dalam melakukan perawatan kaki dan memeriksa kesehatan secara berkala dan disarankan RS terkait memperkuat edukasi dan pengetahuan pasien tentang tanda-tanda awal komplikasi seperti luka kecil atau perubahan warna kulit, serta cara yang tepat untuk merawat kaki.
VARIASI KONSENTRASI CARBOMER 940-TRIETHANOLAMINE (TEA) DAN EVALUASI PADA FORMULASI PEELING GEL EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (ANANAS COMOSUS) Nawwal, Nawwal; Fadillah, Aris; Fauzi, Muhammad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40124

Abstract

Kosmetik merupakan sediaan yang digunakan untuk meningkatkan estetika dan kesehatan kulit. Salah satu produk kosmetik yang populer adalah peeling gel, yang berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati dan merangsang regenerasi kulit agar tampak lebih halus dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi carbomer 940 dan triethanolamine (TEA) terhadap karakteristik fisik serta stabilitas sediaan peeling gel berbasis ekstrak kulit nanas (Ananas comosus). Metode penelitian ini melibatkan formulasi peeling gel dengan tiga variasi konsentrasi carbomer 940 dan TEA, yaitu 0,5% (Formula I), 0,6% (Formula II), dan 0,7% (Formula III). Pengujian dilakukan terhadap parameter organoleptik, berat jenis, daya sebar, viskositas, sifat alir, serta pH sediaan. Stabilitas sediaan diuji menggunakan metode cycling test selama 12 hari pada suhu 4°C dan 40°C. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA satu arah untuk melihat perbedaan yang signifikan antar formula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki karakteristik fisik yang sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Tidak terdapat perubahan signifikan dalam organoleptik, berat jenis, daya sebar, viskositas, sifat alir, serta pH selama penyimpanan. Dengan demikian, peeling gel berbasis ekstrak kulit nanas dengan berbagai variasi konsentrasi carbomer 940 dan TEA memiliki stabilitas yang baik dan layak digunakan sebagai sediaan kosmetik berbasis bahan alami yang aman dan efektif untuk perawatan kulit.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MENINGKATNYA KEJADIAN HIPERTENSI PADA PRA LANSIA (45-59 TAHUN) DI WILAYAH PUSKESMAS MELINTANG TAHUN 2024 Yunarsih, Fatma Ditya; Kusumajaya, Hendra; Mardiana, Nova
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40148

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan suatu kondisi kronis dimana tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg dan tekanan darah diastolik melebihi 80 mmHg. Yang dimaksud dengan pra lansia adalah seseorang yang memasuki usia rentang 45-59 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan meningkatnya kejadian hipertensi pada pra lansia (45-59 tahun) di Puskesmas Melintang tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien hipertensi dengan rentang usia 45-59 tahun yang berkunjung dan berobat di Puskesmas Melintang, terhitung dari bulan Januari sampai dengan Maret tahun 2024 sebanyak 125 responden. Besaran sampel dalam penelitian ini sebanyak 62 responden. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 11-22 Oktober 2024 di Puskesmas Melintang. Hasil penelitian menggunakan uji Chi-Square yaitu pengetahuan diperoleh nilai p-value (0,000) <  (0,05), aktivitas fisik diperoleh nilai p-value (0,000) <  (0,05) dan pola makan diperoleh nilai p-value (0,001) <  (0,05). Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, aktivitas fisik dan pola makan dengan meningkatnya kejadian hipertensi pada pra lansia (45-59 tahun) di Puskesmas Melintang tahun 2024.
HUBUNGAN RIWAYAT HIPERTENSI DAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG Azkiyah, Syiva; Hidayat, Asri; Putri, Intan Mutiara
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40149

Abstract

Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu. Angka kejadian preeklamsia di seluruh dunia berkisar 0,51%-38,4%. di indonesia kejadian preeklamsia sebanyak 3%-10%. di RS Muhammadiyah Palembang kejadian preeklamsia tahun 2022 sebanyak 97 kasus (2,9%) dan tahun 2023 sebanyak 34 kasus (1,4%). Salah satu faktor penyebab terjadinya preeklamsia terjadi karena adanya riwayat hipertensi dan obesitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan riwayat hipertensi dan obesitas dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RS Muhammadiyah Palembang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan case control. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 98 orang yang terbagi menjadi 49 kasus dan 49 kontrol. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil uji statistik chi square didapatkan ada hubungan antara riwayat hipertensi dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil dengan nilai p value = 0,015 dan nilai OR = 2,750. Ada hubungan antara obesitas dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil dengan  nilai p value = 0,001 dan nilai OR = 4,306. Kesimpulan : terdapat hubungan antara riwayat hipertensi dan obesitas dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RS Muhammadiyah Palembang.
PROFIL PENGELOLAAN OBAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LABUANG BAJI MAKASSAR Hamsinah, Hamsinah; Zulkarnain, Iskandar; Arif, Nun Hadriani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40163

Abstract

Pengelolaan obat merupakan rangkaian kegiatan yang menyangkut aspek meliputi perencanaan, pengadaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, pencatatan, pelaporan, serta pemantauan dan evaluasi pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui terkait pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif secara deskriptif. Hasil penelitian sebelumnya oleh oktaviani terkait pengelolaan obat di instalasi farmasi RSUD Provinsi NTB 2017 menunjukkan bahwa pada beberapa tahap pengelolaan obat yang belum sesuai standar yaitu persentase kesesuaian perencanaan (120,64%) distribusi, ketepatan atau kedaluwarsa (2,8%) dan persentase stok mati (4%). Adapun hasil penelitian profil pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)Labuang Baji Makassar pada aspek pemilihan mencapai 91,66% , perencanaan kebutuhan mencapai 100%, pengadaan mencapai 92,30%%, penerimaan mencapai 100%, penyimpanan 96,72%, pendistribusian 100%, pemusnahan dan penarikan 84,61%, pengendalian 95,83%, dan administrasi mencapai 100%. Kesimpulan pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Labung Baji Makassar belum sepenuhnya sesuai dengan regulasi terstandar di Indonesia yaitu Permenkes Nomor 72 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit dan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit Tahun 2019,sedangkan untuk perolehan persentase menurut Thalia et all., 2022 sudah mencapai kategori persentase sangat baik.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI GUIDED IMAGERY TERHADAP SKALA NYERI DISMINORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI SMK HASANAH PEKANBARU Muda, Iskandar; Annisa, Afifah; Harahap, Litha Atikah; Ramadhani, Dina Amanda; Adlina, Refah Rezkiana Putri; Amir, Yufitriana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40193

Abstract

Dismenore primer adalah nyeri haid tanpa kelainan pada alat kelamin, disminore primer dirasakan sebelum atau saat haid dan berlangsung selama beberapa jam, prevalensi dismenore di Indonesia mencapai 107.673 orang (64,25%). Terdiri dari 59.671 (54,89%) penderita dismenore primer dan 9.496 (9,36%) penderita dismenore sekunder, Dismenorea atau nyeri haid dapat diatasi dengan terapi non farmakologi yaitu guided imagery. Untuk mengetahui pengaruh terapi Guided imagery terhadap skala nyeri disminore primer remaja putri di SMK Hasanah Pekanbaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimental dengan desain penelitian pre-post-test control group design, Penelitian ini dilakukan di SMK Hasanah Pekanbaru yang dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2024, Populasi dalam penelitian ini seluruh siswi SMK Hasanah Pekanbaru sebanyak 183 orang siswi, sampel sebanyak 32 responden dengan 16 responden kelompok intervensi 16 responden kelompok kontrol. Metode pengambilan sampel dengan jenis purposive sampling. Instrumen pengkajian tingkat nyeri diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS). Uji validitas dilakukan dengan uji Shapiro Wilk karena sampel kurang dari 50. Analisa data menggunakan independent sample t-test. Hasil uji paired-samples T test menunjukan ρ value yaitu 0,021 < 0,05, artinya terapi Guided imagery berpengaruh terhadap penurunan skala nyeri disminore primer remaja putri di SMK Hasanah Pekanbaru. Ada pengaruh terapi Guided imagery terhadap skala nyeri disminore primer remaja putri di SMK Hasanah Pekanbaru.