cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
STUDI ETNOMEDISIN RAMUAN OBAT DI DESA OBEL-OBEL KECAMATAN SAMBELIA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Setiawan, Wahyu Aldi; Hanifa, Nisa Isneni; Sukenti, Kurniasih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39519

Abstract

Etnomedisin merupakan cabang dari ilmu medis yang membahas asal mula penyakit, serta sebab-sebab dan cara pengobatan menurut kelompok masyarakat tertentu. Masyarakat di Desa Obel-Obel Kecamatan Sambelia masih menggunakan pengobatan alternatif yang dilakukan oleh belian menggunakan tumbuhan sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik informan serta komposisi, cara pembuatan dan cara penggunaan ramuan, dan nilai penting tumbuhan. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif, data kuantitatif berupa nilai penting yang di dapatkan akan diolah menggunakan parameter Index of Cultural Significant (ICS) dan Fidelity Level (FL). Berdasarkan hasil wawancara dengan 6 orang informan, terdapat 24 spesies dari 18 famili tumbuhan yang digunakan untuk pembuatan ramuan penyakit demam, batuk, pencernaan, kulit, dan patah tulang. Proses pembuatan ramuan yaitu digiling dan diseduh. Terdapat cara penggunaan ramuan yaitu diminum, dioles, ditempel, dan dimakan. Nilai ICS tertinggi, yaitu 90 pada tumbuhan sirih (Piper betle L). Nilai FL tertinggi kategori demam yaitu Pohon kuda (Lannea coromandelica L) dengan nilai 50%. Nilai FL tertinggi kategori batuk yaitu sirih (Piper betle L) dengan nilai 49,8%. Nilai FL tertinggi kategori pencernaan yaitu jambu biji (Psidium guajava L) dengan nilai 50%. Nilai FL tertinggi kategori kulit yaitu sirih (Piper betle L) dengan nilai 66,4 % dan kunyit (Curcuma longa L) dengan nilai 66,4%. Nilai FL tertinggi kategori patah tulang yaitu sirih (Piper betle L) dengan nilai 33,2%. Dari data nilai pemanfaatan tertinggi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk penyakit demam, batuk, pencernaan, kulit, dan patah tulang yaitu, Lannea coromandelica L, Piper betle L, dan Psidium guajava L.
SOSIALISASI PROGRAM SPAB DALAM PENANGANAN MITIGASI GEMPA DI SMP IT ALI BIN ABU THALIB TANJUNG MORAWA Susilawati, Susilawati; Listiani, Lia; Adristi, Yasmin; Arifah, Cahyani; Hasibuan, Elvida Wati; Izzati, Mutiara lathifah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39643

Abstract

Indonesia terletak pada jalur api pegunungan atau disebut dengan Ring of Fire yang berpotensi sebagai salah satu penyebab Indonesia rawan bencana alam, salah satunya adalah gempa. Keberadaan Indonesia di kawasan Ring of Fire menjadikan negara ini memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana alam, terutama gempa bumi. Dalam upaya mengantisipasi dan menanggulangi potensi bencana di lingkungan pendidikan, pemerintah telah mengeluarkan Permendikbud RI No. 33 Tahun 2019 tentang Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Mengingat peran vital sekolah dalam membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pemahaman tenaga pengajar mengenai urgensi program mitigasi gempa, khususnya implementasi SPAB di lingkungan sekolah. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif, dengan pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan. Subjek penelitian melibatkan 4 orang tenaga pengajar di SMP IT Ali Bin Abu Thalib. Temuan penelitian mengindikasikan beberapa hambatan dalam implementasi program SPAB, di antaranya ketiadaan program pelatihan dan sosialisasi dari instansi pemerintah, serta keterbatasan pengetahuan guru mengenai mekanisme pelaksanaan program SPAB. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi program SPAB masih menghadapi kendala substansial di tingkat sekolah. Berdasarkan hal tersebut, direkomendasikan agar pemerintah menyelenggarakan program pelatihan komprehensif tentang SPAB untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik, sehingga mereka dapat berperan optimal dalam mentransmisikan pengetahuan kebencanaan kepada para siswa.
GAMBARAN CARA PEMBUNUHAN DAN CEDERA MEKANIS PADA KASUS PEMBUNUHAN Firdaus, Royan Alfian; Syamsun, Arfi; Harahap, Ida Lestari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39707

Abstract

Pemeriksaan luka pertahanan, luka mematikan (fatal injury), dan luka tidak mematikan (non-fatal injury) menjadi upaya yang perlu dilakukan dalam kasus pembunuhan dikarenakan dapat mengetahui bentuk trauma luka, mengetahui lokasi luka, senjata yang digunakan pelaku, cara pembunuhan yang dilakukan pelaku, jenis kelamin, usia korban, dan warna luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran cara pembunuhan dan cedera mekanis pada kasus pembunuhan di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif numerik dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional yang dilakukan dengan mengambil data sekunder dengan teknik konsekutif sampling pada instrumen Visum et Repertum korban pembunuhan di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram antara Bulan Januari 2023 – Maret 2024. Penelitian ini menganalisis 11 korban pembunuhan. Cara pembunuhan paling banyak berupa pemukulan dengan jumlah 5 korban (45,5%). Cedera mekanis dari cara pembunuhan paling banyak terjadi berupa trauma tumpul dengan jumlah 7 korban (63,6%) dengan bentuk luka cedera mekanis paling banyak terjadi berupa luka memar dan luka lecet dengan jumlah 3 korban (27,3%). Karakteristik luka terdiri lokasi luka dan warna luka. Lokasi luka paling banyak terjadi pada regio kepala dan anggota gerak dengan jumlah 3 korban (27,3%) sedangkan warna luka yang paling banyak timbul yaitu warna keunguan dengan jumlah 2 korban (18,2%). Korban pada kasus pembunuhan menunjukkan adanya Gambaran cara pembunuhan dan cedera mekanis.
EDUKASI DAN INTERVENSI KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN PANCUR BATU Susilawati, Susilawati; Rizqi, Puan Maulida Syifa; Hannari, Marysha Ikmaniar; Dewi, Sentia; Alwini, An’nisa; Alvionita, Elsti; Shafira, Ananda Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39724

Abstract

Kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana diukur dengan parameter kesiapsiagaan, salah satunya adalah pengetahuan tentang kesiapsiagaan. Pancur Batu yang terletak di jalur tektonik aktif dan memiliki kondisi geografis berbukit, sangat rentan terhadap gempa bumi. Aktivitas seismik di wilayah ini juga meningkatkan risiko bencana sekunder seperti tanah longsor, terutama setelah gempa besar. Peneliti melakukan edukasi dan intervensi kesiapsiagaan gempa bumi agar siswa-siswi dapat memahami kesiapsiagaan terhadap risiko gempa bumi di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan desain single group pre-post test, dengan pendekatan penelitian one-group pre-post test design. Besar sampel pada penelitain ini sebanyak 24 responden yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Keriahen Tani 105306 pada bulan November 2024. Data yang di peroleh dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji t-dependen dan di tampilkan dalam bentuk table. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian edukasi dan intervensi kesiapsiagaan gempa bumi secara signifikan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana. Hal ini terlihat dari perbedaan signifikan antara nilai rata-rata pretest sebesar 31,17 dan nilai rata-rata posttest sebesar 56,50 (p-value = 0,000 < 0,05). Peningkatan ini menunjukkan bahwa metode edukasi yang diterapkan efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa tentang langkah-langkah yang harus diambil sebelum, saat, dan setelah gempa bumi terjadi.
HUBUNGAN ASUPAN MAKANAN DENGAN PENCEGAHAN KEK PADA MAHASISWI DI UNIVERSITAS TEUKU UMAR Widiyastuti, Nabilla; Fera, Dian; Kusumawardani, Eva Flourentina; Alamsyah, T.; Anwar, Sufyan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39741

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada wanita usia subur dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti persalinan yang berlangsung lama, kelahiran prematur, pendarahan, keguguran, cacat lahir, berat badan lahir rendah (BBLR), bahkan meningkatkan risiko kematian bagi ibu maupun bayi. Pencegahan KEK dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan seimbang yang mencukupi kebutuhan gizi harian tubuh, secara teratur melakukan aktivitas fisik, menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, serta mempertahankan berat badan dalam rentang normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan karbohidrat dan lemak dengan pencegahan KEK pada mahasiswi di Universitas Teuku Umar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian dihitung menggunakan rumus Slovin, menghasilkan 370 responden. Teknik sampling menggunakan accidental sampling. Pembagian sampel per cluster dilakukan dengan teknik cluster sampling untuk mempermudah distribusi responden dari 6 fakultas yang berbeda. Variabel independen adalah asupan karbohidrat dan lemak, serta variabel dependen adalah pencegahan KEK. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan bantuan lima enumerator menggunakan kuesioner berbasis Google Form memuat karaktersitik responden, asupan karbohidrat, asupan lemak, dan pencegahan KEK responden. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis univariat untuk mendeskripsikan setiap variabel, serta analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil uji Chi-Square diperoleh asupan karbohidrat (p = 0,579) dan asupan lemak (p = 0,149). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara asupan karbohidrat dan asupan lemak dengan pencegahan KEK pada mahasisiwi di Universitas Teuku Umar.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA USIA 1-5 TAHUN DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS GERUNGGANG TAHUN 2024 Sinaga, Putri Nada Sari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39804

Abstract

Pneumonia adalah penyebab infeksi tunggal jumlah pada kejadian pneumonia diwilayah kerja Puskesmas Gerunggang mulai tahun 2020 sebanyak 36 balita, tahun 2021 sebanyak 38 balita, tahun 2022 sebanyak 221 balita, dan tahun 2023 sebanyak 179 balita.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yaitu untuk menghubungkan antara variabel independent dengan variabel dependen. Sampel penelitian ini sebanyak 70 responden. Uji data menggunakan uji Chi-Square. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita yang pernah menderita pneumonia diwilayah kerja Puskesmas Gerunggang tahun 2023 sebanyak 179 Balita. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan tingkat pendidikan orang tua dengan kejadian pneumonia (p=0,009), terdapat hubungan riwayat pemberian ASI ekslusif dengan kejadian pneumonia (p=0,000), terdapat hubungan jenis kelamin dengan kejadian pneumonia (p=0,005), terdapat hubungan tingkat pengetahuan orang tua (p=0,000). Saran dari penelitian ini adalah agar dapat melakukan penyuluhan dan memeberikan edukasi kepada orang tua terkait faktor-faktor risiko penyakit pneumonia pada balita agar dapat di cegah.
PENGARUH SENAM HIPERTENSI TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA OBESITAS DENGAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KEDUNGWARINGIN KABUPATEN BEKASI Prasetya, EkaYuli; Sofyani, Sri Indah; Rahayu, Previarsi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39842

Abstract

Obesitas merupakan salah satu faktor risiko terbesar bagi hipertensi, diabetes melitus, kanker, dan penyakit degeneratif lainnya. Hipertensi sendiri didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg. Penatalaksanaan nonfarmakologis hipertensi, seperti senam hipertensi, yoga, dan aerobik, dapat membantu mengurangi ketergantungan pada obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh senam hipertensi terhadap tekanan darah pada penderita obesitas dengan hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimen (one group pre-test–post-test). Penelitian dilakukan di Puskesmas Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, dengan jumlah responden sebanyak 66 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah senam hipertensi, sedangkan variabel dependen adalah tekanan darah. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan senam hipertensi terhadap tekanan darah penderita obesitas dengan hipertensi, dengan nilai p-value sistolik 0,000 (<0,05) dan p-value diastolik 0,020 (<0,05). Rata-rata penurunan tekanan darah sistolik sebesar 9,62 mmHg dan diastolik sebesar 4,64 mmHg. Hasil ini membuktikan bahwa senam hipertensi efektif dalam menurunkan tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik, sehingga dapat menjadi intervensi nonfarmakologis yang direkomendasikan bagi penderita obesitas dengan hipertensi.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT APENDISITIS DI RUMAH SAKIT BAKTI TIMAH PANGKALPINANG TAHUN 2023 wendari, annisa; Kusumajaya, Hendra; Faizal, Kgs. M.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39859

Abstract

Apendisitis adalah suatu kondisi dimana lumen tersumbat, sehingga mengakibatkan peradangan pada apendiks dan merupakan penyebab paling umum dari nyeri abdomen akut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit apendisitis di Rumah Sakit Bakti Timah tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien apendisitis yang dirawat inap di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang Tahun 2023 sebanyak 53 pasien. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien penderita apendisitis di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang. Dengan menggunakan teknik total sampling. Data dianalisa menggunakan Uji statistic chi square. Penelitian ini diperoleh p-value = (0,003) <  (0,05), hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia terhadap kejadian apendisitis, hasil penelitian ini diperoleh p-value = (0,003) <  (0,05), hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara jenis kelamin terhadap kejadian apendisitis, hasil penelitan ini diperoleh p-value = (0,002) <  (0,05), hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara keluhan utama terhadap kejadian apendisitis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, keluhan utama dengan kejadian Apendisitis di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang tahun 2023. Saran bagi masyarakat khususnya bagi yang mengalami apendisitis setidaknya untuk mengkonsumsi makanan yang sehat dan tinggi serat dan diberikan edukasi mengenai apendisitis agar dapat membantu meningkatkan kesadaran dan mengurangi keterlambatan dalam melakukan pengobatan.
ANALISIS TANTANGAN DAN PELUANG IMPLEMENTASI SIMPUS DI PUSKESMAS PADA ERA TRANSFORMASI DIGITAL Rizka Fadilla, Septiani; Adha, Karfita; Damanik, Kemala Sari; S Rkt, Nur Ashilah; Purba, Sri Hajijah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39973

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) merupakan sistem yang berisi berbagai informasiyang berguna sebagai pembantu membuat keputusan dalam manajemen Puskesmas, dengan mencakuppencatatan, pelaporan kegiatan, laporan lintas sektor, survei lapangan, hingga jejaring fasilitaskesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang dan tantangan implementasi SIMPUSdi era transformasi digital serta mengeksplorasi dampaknya terhadap efisiensi, efektivitas, dan kualitaspelayanan kesehatan di Puskesmas. Metode yang digunakan adalah Literature Review dengan kajianpustaka dari jurnal ilmiah dan artikel Indonesia yang diperoleh melalui Google Scholar pada rentangtahun 2020-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIMPUS memiliki peluang besar dalammempercepat pelayanan, mempermudah pengelolaan data pasien, dan mendukung pengambilankeputusan berbasis data yang lebih akurat. Namun, terdapat kendala signifikan seperti keterbatasaninfrastruktur, jaringan internet yang tidak stabil, kurangnya pelatihan petugas, dan fitur sistem yangbelum optimal. Kendala ini memengaruhi operasional SIMPUS dan menurunkan efisiensi pelayanankesehatan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa SIMPUS mempermudah pengelolaan datapasien, mempercepat pelayanan, dan meningkatkan efisiensi operasional di Puskesmas. Namun,tantangan seperti jaringan internet tidak stabil, kurangnya pelatihan berkala, dan fitur sistem yangbelum optimal masih menghambat implementasinya. Untuk mengoptimalkan SIMPUS, perlupengembangan infrastruktur, pelatihan berkelanjutan, dan peningkatan fitur sistem. Langkah inidiharapkan dapat meningkatkan operasional dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secaramaksimal.
KELAYAKAN MASKER ORGANIK DENGAN BAHAN ALAMI DAUN SIRIH CINA (PEPEROMIA PELLUCIDA L. KUNTH) DAN BERAS (ORYZA SATIVA) Putri, Veni Dayu; Putri Mz, Nurmajdina; Azzahra, Putri Fatimah; Nisa, Raina Suci Ilmi An
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39981

Abstract

Kulit wajah merupakan salah satu bagian tubuh yang paling terlihat apabila mengalami permasalahan, salah satunya jerawat. Daun sirih cina memiliki efek farmakologis sebagai antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat serta mempercepat penyembuhan bekas jerawat. Beras tidak hanya sebagai bahan makanan pokok, tetapi juga dapat digunakan sebagai pelembab alami. Masker yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Masker Organik Daun Sirih Cina dan Beras. Penelitian ini bertujuan mengetahui cara pembuatan masker organik dan kelayakannya berdasarkan uji laboratorium di Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau. Penelitian bersifat eksperimen dengan objek daun sirih cina dan beras. Terdapat 2 variabel, yaitu variabel bebas masker organik daun sirih cina dan beras, serta variabel terikat berupa kandungan pH, uji daya sebar, iritasi, waktu kering, efektivitas, ukuran partikel, dan daya lekat masker (uji organoleptik). Hasil uji menunjukkan masker cukup kental dengan 1 ml air dan sangat encer dengan 2 ml air; daya lekat 11,06 detik; daya sebar dengan beban 50-150 gram hanya mencapai 1,8-2 cm, tidak memenuhi syarat (5-7 cm); waktu kering 1 gram serbuk dengan 2 ml air 9 menit 31 detik; uji iritasi menunjukkan sediaan aman tanpa reaksi iritasi setelah 1 hari penggunaan; uji kelembapan menunjukkan peningkatan 27% setelah 15 menit, memenuhi syarat kelembapan (<15%); pH 6,03 (rentang aman 4,5-8); ukuran partikel ≤1 mm, memenuhi kriteria. Kesimpulannya masker organik ini aman digunakan, meskipun beberapa uji tidak memenuhi standar.