cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOPELMA DARUSSLAM BANDA ACEH saudah, Saudah; Efriana, Cut; Kamal, Shella; Rahmatan, Mulia; BRS, Selvia Nabila Putri; Rizki, Sari; Nadia, Riska Herli
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39248

Abstract

Kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil dapat berdampak buruk pada ibu dan janin, seperti anemia, perdarahan, berat badan ibu yang tidak meningkat secara normal, serta rentan terhadap infeksi. Prevalensi KEK (lingkar lengan atas < 23,5 cm) di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 36,8%. Data Puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh tahun 2023 mencatat 376 ibu hamil, di mana 44 di antaranya mengalami KEK. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional dan teknik total sampling, melibatkan 69 responden. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara usia (p = 0,002), pendapatan (p = 0,001), paritas (p = 0,013), kesehatan ibu saat hamil (p = 0,001), dan anemia (p = 0,001) dengan KEK. Namun, tidak ditemukan hubungan antara usia kehamilan dengan KEK (p = 0,520). Kesimpulannya, faktor usia, pendapatan, paritas, kesehatan ibu saat hamil, dan anemia memengaruhi risiko KEK pada ibu hamil, sementara usia kehamilan tidak memiliki hubungan yang signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi KEK pada ibu hamil sehingga dapat menjadi dasar untuk intervensi yang lebih efektif.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA CAKUPAN IMUNISASI DASAR LENGKAP DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEUPUNG KABUPATEN ACEH BESAR Farida, Dewi; Kamal, Shella; Susanti, Dewina; Karlimi, Ririn
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39251

Abstract

Menurut Profil Kesehatan Aceh 2022, UCI (Universal Child Immunization) cakupan jumlah bayi yang mendapatkan imunisasi dasar lengkap keseluruhan di Aceh yaitu 25,56%, sementara target nasional imunisasi lebih dari 90%. Aceh sempat ditetapkan sebagai daerah Kejadian Luar Biasa Polio sejak ditemukan kasus polio di Pidie, Aceh. Cakupan imunisasi dasar lengkap di kabupaten Aceh Besar tahun 2022 hanya 31,0%. Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap di Wilayah Kerja Puskesmas Leupung Kabupaten Aceh Besar tahun 2024. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian analitik. Desain penelitian yang digunakan yaitu Cross Sectional yang merupakan jenis penelitian untuk mengetahui penyebab terjadi suatu fenomena Kesehatan melalui analisis statistic korelasi antara sebab dan akibat serta factor resiko dan efek. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan data melalui kuesioner dan wawancara. Hasil uji statistik menggunakan uji statistik chi-square dengan batas kemaknaan (α = 0,05) atau Confident level (CL) = 95% menunjukkan tidak terdapat hubungan antara ketersediaan vaksin dengan kelengkapan imunisasi dasar (p value 0,453), tidak terdapat hubungan antara jarak ke pelayanan kesehatan dengan kelengkapan imunisasi dasar (p value 0,254), dan terdapat hubungan yang signifikan antara takut kejadian pasca imunisasi dengan kelengkapan imunisasi dasar di Puskesmas Leupung Kabupaten Aceh Besar Tahun 2024 (p value 0,001). Tidak terdapat hubungan ketersediaan vaksin, jarak ke pelayanan kesehatan dengan kelengakapan imunisasi namun terdapat hubungan yang signifikan antara takut Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dengan kelengkapan imunisasi dasar di Puskesmas Leupung Kabupaten Aceh Besar Tahun 2024.
HUBUNGAN POLA ASAH, ASIH DAN ASUH DENGAN STUNTING DI PUSKESMAS INGIN JAYA Kamal, Shella; Kurniawati, Putri; Mauliati, Desria; Afpria, Afpria; Anindi, Anggi; Amira, Anis; Dini, Asri Wulan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39268

Abstract

Stunting adalah kondisi gizi buruk pada balita dengan tinggi badan di bawah standar untuk usianya. Di Indonesia, penanganan Stunting menjadi prioritas dengan target penurunan prevalensi menjadi 14% pada tahun 2024, setelah mengalami penurunan dari 37,2% menjadi 30,8% pada 2018. Aceh Besar, khususnya Kecamatan Ingin Jaya, memiliki kasus Stunting yang tinggi, mendorong penelitian tentang hubungan pola asah, asih, dan asuh dengan kejadian Stunting. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 116 sampel melalui purposive sampling. Penelitian ini merupakan penelitian yang mendeskripsikan suatu gejala atau fenomena yang terjadi mengenai faktor resiko stunting pada balita. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan pola asah dengan kejadian Stunting di Puskesmas Ingin Jaya dengan nilai p value 0,180 ,> 0,05, sehingga Ho diterima dan Hα ditolak. Selanjutnya berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan pola asih dengan kejadian Stunting di Puskesmas Ingin Jaya dengan nilai p value 0,507 ,> 0,05, sehingga Ho diterima dan Hα ditolak. Kemudian, hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan pola asih dengan kejadian Stunting di Puskesmas Ingin Jaya dengan nilai p value 0,000 <0,054, sehingga Ho ditolak dan Hα. Pola asah dan asih tidak terdapat hubungan terhadap Stunting sedangkan pola asuh terdapat hubungan dengan kejadian Stunting di puskesmas ingin jaya. Diharapkan dengan adanya penelitian ini orang tua untuk lebih memperhatikan mengenai status gizi anak guna mencegah terjadinya kegagalan pertumbuhan dan perkembangan.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA CAKUPAN IMUNISASI DASAR LENGKAP DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEUPUNG KABUPATEN ACEH BESAR Farida, Dewi; Kamal, Shella; Susanti, Dewina; Karlimi, Ririn
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39269

Abstract

Puskesmas Leupung menduduki peringkat kedua terendah cakupan imunisasi pada tahun 2023 hanya 6%. Capaian imunisasi tampak jauh dari target yang diharapkan padahal memiliki manfaat yang besar. Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap di Wilayah Kerja Puskesmas Leupung Kabupaten Aceh Besar tahun 2024. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian analitik. Desain penelitian yang digunakan yaitu Cross Sectional yang merupakan jenis penelitian untuk mengetahui penyebab terjadi suatu fenomena Kesehatan melalui analisis statistic korelasi antara sebab dan akibat serta factor resiko dan efek. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan data melalui kuesioner dan wawancara. Hasil uji statistik menggunakan uji statistik chi-square dengan batas kemaknaan (α = 0,05) atau Confident level (CL) = 95% menunjukkan tidak terdapat hubungan antara ketersediaan vaksin dengan kelengkapan imunisasi dasar (p value 0,453), tidak terdapat hubungan antara jarak ke pelayanan kesehatan dengan kelengkapan imunisasi dasar (p value 0,254), dan terdapat hubungan yang signifikan antara takut kejadian pasca imunisasi dengan kelengkapan imunisasi dasar di Puskesmas Leupung Kabupaten Aceh Besar Tahun 2024 (p value 0,001). Tidak terdapat hubungan ketersediaan vaksin, jarak ke pelayanan kesehatan dengan kelengakapan imunisasi namun terdapat hubungan yang signifikan antara takut Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dengan kelengkapan imunisasi dasar di Puskesmas Leupung Kabupaten Aceh Besar Tahun 2024.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR DAN EKSTRAK KUNYIT TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS DISMENOREA PRIMER DI SMAN 7 KOTA BANDA ACEH TAHUN 2024 Nuha, Kaifar; Susanti, Dewina; Saudah, Saudah; Muharani, Dara; Rafiani, Rafiani; Lisna, Cut; Hayati, Roska
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39292

Abstract

Sebanyak 90% wanita Indonesia pernah mengalami nyeri menstruasi dan hal ini dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup pada wanita karena tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari. Tujuan Penelitian untuk mengetahui perbandingan efektivitas pemberian ekstrak daun kelor dan ekstrak kunyit terhadap penurunan intensitas dismenorea primer di SMAN 7 Kota Banda Aceh. Metode penelitian ini menggunakan Randomized Controlled Triad (RCT) dengan tehnik pengambilan sampel secara Random Sampling dengan jumlah sampel 40 orang. Waktu penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 Juli sampai 10 Agustus 2024 dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji paired t test. berdasarkan hasil uji normalitas yang dilakukan dengan metode shapiro wilk menunjukkan bahwa nilai signifikan pada beberapa kelompok berdistribusi normal (p<0,05), yaitu nyeri sebelum pemberian ekstrak kunyit dengan ρ value 0,221 dan sesudah 0,082, untuk nyeri sebelum pemberian ekstrak kelor ρ value 0,087 dan sesudah 0,086, sehingga uji statistik yang digunakan adalah uji independen t test. pada kelompok ekstrak kunyit rata-rata penurunan nyeri adalah 3,70, sedangkan pada kelompok ekstrak kelor rata-rata penurunan nyeri 2,60 dengan ρ value 0,027, artinya ekstrak kunyit lebih efektif menurunkan nyeri dismenore dibandingkan ekstrak kelor. Terdapat pengaruh dari pemberian kunyit terhadap penurunan intensitas dismenorea primer di SMAN 7 Kota Banda Aceh.
ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TARUS Dethan, Thersa Yusmina; Setyobudi, Agus; B. Sir, Amelya; Junias , Marylin Susanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39307

Abstract

tuberkulosis merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global dengan angka kesakitan dan kematian yang tinggi. Pada tahun 2020 WHO melaporkan terdapat 9,9 juta kasus tuberkulosis di dunia dengan 1,3 juta kematian.  Di Provinsi NTT, kasus tuberkulosis masih tinggi, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Tarus  yang mengalami peningkatan dari tahun 2020-2022 yaitu dari 43 kasus menjadi 73 kasus. Faktor lingkungan fisik rumah, seperti kepadatan huian, luas ventilasi, pencahayaan, suhu, kelembaban, jenis lantai, dan jenis dinding, berpotensi mempengaruhi kejadian tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan desain case-control dengan pendekatan survei analitik. Populasi penelitian ini terdiri dari kelompok kasus yaitu penderita tuberkulosis dan kelompok kontrol yaitu individu sehat. Sampel penelitian terdiri dari 33 kasus dan 33 kontrol yang dipilih secara simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk menentukan hubungan antar variabel. Terdapat hubungan yang signifikan antara kepadatan hunian (P= 0,000;  OR=8,615; 95%CI 2,647 – 28,045) dan luas ventilasi (p value 0,006, OR=4,808, 95%CI 1,667-13,862) dengan kejadian tuberkulosis. Sedangkan, pencahayaan, suhu, kelembaban, jenis lantai, jenis dinding tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian tuberkulosis. Tingginya kepadatan hunian dan luas ventilasi yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko tuberkulosis. Masyarakat diharapkan memperhatikan koondisi rumah sehat dan rutin membuka jendela setiap hari dengan teratur.
PENERAPAN HEALTH BELIEF MODEL TERHADAP KEPATUHAN PROTOKOL KESEHATAN MAHASISWA MASA ENDEMIK COVID-19 Dwijayanti, Fifi; Fitri, Asti Elysia Rahmatul; Rahmayanti, Verina Lutfiah; Komalasari, Yosahera
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39324

Abstract

COVID-19 sebagai isu kesehatan global telah membawa dampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal penerapan protokol kesehatan di kalangan mahasiswa di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan mahasiswa Indonesia terhadap protokol kesehatan selama periode endemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional dan melibatkan 218 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,878, yang menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki tingkat keandalan yang baik. Analisis data dilakukan hingga multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga faktor dari Health Belief Model (HBM), yaitu cues to action, perceived benefit, dan perceived barrier, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan mahasiswa. Selain itu, tingkat pendidikan ayah dan ibu juga ditemukan berkontribusi terhadap kepatuhan mahasiswa dalam menerapkan protokol kesehatan. Dari hasil analisis, cues to action menjadi faktor dominan dengan nilai Adjusted Odds Ratio (AOR) sebesar 2,401 (95% CI 1,268-4,546), yang menunjukkan bahwa semakin banyak isyarat atau dorongan eksternal yang diberikan, semakin tinggi kemungkinan mahasiswa untuk mematuhi protokol kesehatan.Temuan ini memberikan wawasan yang dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun strategi intervensi untuk meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, baik melalui kampanye edukasi, kebijakan berbasis keluarga, maupun pendekatan berbasis Health Belief Model (HBM) di masa pandemi mendatang.
PANDANGAN ULAMA DAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP TREND VENEER DAN KAWAT GIGI Nurul, Eli; Agustin, Icha Sanista; Widyaningsih, Indah; Nurlita, Mira Ain; Septiani, Neneng Nanda Dwi; Hadi, Rizal Shofhan; Supriyadi, Tedi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39396

Abstract

Perawatan gigi menjadi daya tarik umat Islam di Indonesia. Akan tetapi banyak umat Islam yang mempertanyakan status hukum atau keabsahan perawatan gigi menurut Al Qur’an dan hukum fiqih termasuk dengan penggunaan kawat gigi begitupun dengan veneer gigi. Penelitian bertujuan ini untuk mengkaji lebih lanjut pandangan ulama dan tenaga medis mengenai tren pemasangan behel dan veneer, dengan fokus pada penggabungan pandangan hukum islam dan pertimbangan medis. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian  melibatkan wawancara dengan ulama dan dokter gigi di Kabupaten Sumedang. Hasil penelitian ini, yaitu veneer dan kawat gigi diperbolehkan dalam Islam jika terdapat indikasi medis dan kebermanfaatan di dalamnya. Hukumnya akan makruh jika semata-mata mengikuti trend dan menjadi haram ketika merusak ciptaan-Nya. Kesimpulan bahwa tindakan veneer dan kawat gigi dapat diterima menurut syariat dan medis selama memenuhi indikasi kesehatan, dilakukan oleh profesional, serta menjaga kesempurnaan ibadah, seperti wudhu dan mandi wajib.
IDENTIFIKASI DAN PENENTUAN KADAR METIL SINAMAT DALAM MINYAK LENGKUAS (ALPINIA GALANGA LINN) DJUHARIAH, Y. S.; Kardono, L.B S.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.39405

Abstract

Rimpang lengkuas  (Alpinia galanga Linn.) mengandung minyak atsiri cukup banyak  yaitu  metil sinamat, feladren,  kaempferol, dan kaempferitrin yang berkhasiat sebagai antiinflamasi   Tujuan dari penelitian untuk mengidentifikasi dan menentukan kadar metil sinamat yang terkandung dalam minyak lengkuas. Penelitian dilakukan menggunakan metode  Spektrofotometer Ultra Violet – Cahaya Tampak (UV-VIS) dengan  pelarut  metanol pada panjang gelombang 322,0 nm dan 288,0 nm.,  Spektrofotometer  Infra-Merah  pada panjang gelombang 4000 cm-1 sampai 650 cm-1 dengan tablet KBR, serta  penentuan kadar dilakukan dengan metode GCMS  dan detektor Spektrofotometer Massa. Hasil menunjukkan bahwa minyak lengkuas (Alpinia galangan Linn.) mengandung metil sinamat dengan kadar 78,68%.
ANALISIS KADAR PB DAN CD PADA RIMPANG JAHE EMPRIT (ZINGIBER OFFICINALE VAR. AMARUM) Pramushinta, IAK; Purbosari, Ira; Ambarwati, Nadya; Sambada, Rahmaniyah Wulandari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39423

Abstract

Jahe emprit banyak digunakan sebagai bahan baku obat-obatan karena kandungan gizinya yang tinggi. Akibatnya, banyak dibudidayakan secara luas oleh masyarakat. Lingkungan pertumbuhan jahe emprit bervariasi seperti pada lingkungan terbuka dan lingkungan tertutup yang dapat mempengaruhi kualitas dari jahe emprit, sehingga membuatnya rentan terhadap kontaminasi logam berat seperti timbal (Pb) dan kadmium (Cd). Dari permasalahan tersebut perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kadar logam berat pada sampel rimpang jahe emprit untuk memastikan keamanannya. Metode uji yang dilakukan untuk mengetahui kadar logam berat timbal (Pb) dan kadmium (Cd) yaitu menggunakan instrumen Spektrofotometri UV-Vis dan analisis statistik, khususnya Uji Sampel Independen. Studi tersebut menemukan bahwa kandungan timbal (Pb) dalam jahe emprit yang dibudidayakan di lingkungan terbuka adalah 7,1751 ppm, sedangkan di lingkungan tertutup adalah 5,7570 ppm. Kandungan kadmium (Cd) pada jahe emprit yang dibudidayakan di lingkungan terbuka adalah 5,6411 ppm, sedangkan di lingkungan tertutup adalah 3.4888 ppm. Analisis statistik menggunakan Independent Sample t-Test mengungkapkan perbedaan yang signifikan dalam kadar timbal (Pb) dan kadmium (Cd) pada jahe emprit yang dibudidayakan di lingkungan tertutup dibandingkan dengan yang dibudidayakan di lingkungan terbuka. Hal ini terbukti dari nilai signifikansi yang diperoleh untuk setiap logam berat (p < 0,05). Kesimpulannya, lingkungan budidaya secara signifikan mempengaruhi kadar timbal (Pb) dan kadmium (Cd) dalam sampel jahe emprit. Kata kunci: Emprit Jahe, timbal (Pb), kadmium (Cd), Spektrofotometri UV-Vis.