cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN PERILAKU PERUNDUNGAN REMAJA Syi'ami, Nurul Isnaini; Widiyawati, Wiwik; Suminar, Ervi; Ernawati, Ernawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40608

Abstract

Perundungan adalah kekerasan untuk menyakiti seseorang berupa ucapan, fisik, atau psikis membuat korban teraniaya, dan mengalami penderitaan. Tiap tahun kasus perundungan di kalangan remaja di sekolah semakin meningkat. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan pola asuh dengan perilaku perundungan remaja di Dusun Pongangan Krajan. Penelitian ini memakai desain penelitian Observasional dengan pendekatan cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah remaja di Dusun Pongangan Krajan berjumlah 264 remaja dengan memakai simple random sampling mendapatkan sampel berjumlah 159 remaja. Terdapat 2 variabel penelitian, yaitu pertama pola asuh (variabel independent), kedua perilaku perundungan (variabel dependen). Pengambilan data menggunakan kuesioner yaitu Parental Authority Questionnaire (PAQ), dan Bullying Questionnaire. Analisa data memakai univariat,  bivariat, dan memakai uji Chi square. Ada 63 remaja (39,62%) orang tua mengimplementasikan pola asuh otoriter, dan 90 remaja (56,6%) perilaku perundungan tinggi. Melalui uji Chi Square mendapatkan nilai P=0,001< 0,5 artinya ada hubungan signifikan antara pola asuh dengan perilaku perundungan remaja di Dusun Pongangan Krajan.  Penelitian ini dapat disimpulkan pola asuh mempengaruhi perilaku perundungan remaja. Jenis pola asuh otoriter kerap kali dikaitkan dengan perilaku menyimbang seperti perilaku perundungan. Penelitian ini diharapkan bisa menambah informasi dan diharapkan semua pihak dapat membimbing remaja supaya mencegah perilaku perundungan dan terhindar dari ancaman perilaku perundungan.
PENGARUH AIR REBUSAN DAUN SIRIH MERAH TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS MELINTANG PANGKAL PINANG TAHUN 2024 syahirah, nazhifah; Anggraini, Rima Berti; Agustin, Agustin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40642

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit kornis yang terjadi karena ketidakmampuan memproduksi hormon insulin dengan mengatur kadar gula dalam darah. Daun sirih merah (Piper ornatum) mengandung senyawa aktif flavonoid dan fenolik yang memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh air rebusan daun sirih merah terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Melintang Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan Penelitian yaitu Pre Exsperiment dengan Case Control. Populasi pada penelitian ini adalah pasien diabetes melitus rawat jalan di Puskesmas Melintang pada tahun 2024 sebanyak 1.264 responden. Besaran sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 responden yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 10 kelompok intervensi dan 10 kelompok kontrol. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober sampai dengan 19 November 2024 di Puskesmas Melintang. Penelitian menggunakan uji T-test Dependen dengan hasil uji statistik diperoleh nilai p-value (0,000) < ???? (0,05) hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh sebelum dan sesudah pemberian rebusan daun sirih merah terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Melintang tahun 2024. Dari penelitian ini adalah dari hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa ada pengaruh rebusan daun sirih merah terhadap penurunan kadar gula darah, maka diharapkan bagi penderita diabetes melitus dapat mengomsumsi rebusan daun sirih merah sebagai alternative pengganti pengobatan farmakologi dalam membantu penurunan kadar gula dalam darah sebab rebusan daun sirih merah dengan sedikit atau tanpa efek samping yang merugikan.
LITERATURE REVIEW : EFEK SAMPING KB IMPLANT PADA WANITA USIA SUBUR Triwahyuningsih, Ria Yulianti; Kurnia, Sri Ayu; Asma, Siti Syarifah; Zahra , Syeira Winazli; Aeni , Nur ‘; Rahayu , Ajeng Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40715

Abstract

Persentase penggunaan kontrasepsi implan yang masih rendah di Indonesia menunjukan perlunya identifikasi faktor-faktor penyebab yang memengaruhi minat dan keberlanjutan penggunaannya. Salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan adalah efek samping yang dialami oleh pengguna karena dapat berdampak pada tingkat kepatuhan serta mempengaruhi kualitas hidup wanita usia subur (WUS). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai efek samping serta dampak kontrasepsi implan terhadap kesehatan fisik dan kesejahteraan psikologis pengguna. Pemahaman yang lebih mendalam mengenai efek samping ini dapat membantu dalam merancang strategi edukasi dan intervensi yang lebih efektif guna meningkatkan penerimaan serta penggunaan kontrasepsi implan dimasyarakat. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pencarian artikel melalui Google Scholar sebanyak 20 artikel yang membahas mengenai efek samping KB implan pada WUS dari berbagai daerah dan periode penelitian. Artikel ini dianalisis secara sistematis untuk mendapatkan gambaran yang menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek samping kontrasepsi implan umumnya tidak menyebabkan masalah kesehatan yang serius, namun dapat berdampak pada kenyamanan pengguna dan menurunkan kepatuhan terhadap penggunaan jangka panjang. Efek samping yang paling umum meliputi perubahan pola menstruasi seperti siklus haid yang tidak teratur, peningkatan berat badan, perubahan suasana hati yang dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis, munculnya jerawat, dan nyeri payudara. Efek samping dari penggunaan kontrasepsi implan meskipun tidak membahayakan kesehatan secara langsung namun, efek ini dapat berdampak pada kualitas hidup pengguna dan berpotensi mengurangi tingkat kepatuhan terhadap penggunaan kontrasepsi implan dalam jangka panjang.  
EDUKASI TENTANG DAMPAK PERILKU SEKSUAL PRANIKAH TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA Yuli Yati Asri; Sanjaya, Riona
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40716

Abstract

Perilaku seksual pada remaja sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan mereka tentang kesehatan reproduksi. Kurangnya pendidikan seks dan kontrol diri dapat meningkatkan risiko pergaulan seks bebas. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap meningkatnya perilaku seksual pranikah adalah minimnya informasi mengenai kesehatan reproduksi, termasuk pemahaman tentang masa subur dan risiko kehamilan. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan remaja dapat dilakukan melalui edukasi dengan media yang mudah dipahami, salah satunya adalah leaflet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang dampak perilaku seksual pranikah terhadap pengetahuan remaja menggunakan media leaflet di wilayah kerja Puskesmas Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh remaja di wilayah tersebut, dengan sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi, dan analisis data menggunakan uji statistik univariat serta bivariat dengan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, rata-rata pengetahuan remaja mengenai dampak perilaku seksual pranikah adalah 60,7, yang tergolong dalam kategori cukup baik. Setelah diberikan edukasi satu kali menggunakan media leaflet, rata-rata skor meningkat menjadi 87,5. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara edukasi dengan peningkatan pengetahuan remaja (p-value = 0,000).
ANALISIS PROFIL MEMORI ANGKA ANAK DOWN SYNDROME 'Aina, Qurata; Gunawan, Gunawan; Pratomo, Hafidz Triantoro Aji
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40727

Abstract

Down syndrome merupakan kelainan genetik trisomi 21 yang dapat mempengaruhi kemampuan serta perkembangan menjadi lebih terlambat dibandingkan dengan anak-anak seusianya, terkhusus pada mengingat angka. Anak down syndrome menampakkan kesulitan dalam mengingat rentang angka disebabkan oleh rendahnya kapasitas working memory yang dimilikinya. Oleh karena itu, pentingnya peranan working memory dalam kehidupan sehari-hari maka diperlukan analisis rentang digit anak down syndrome untuk mengetahui profil kemampuan mengingat pada down syndrome. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk memberikan gambaran rentang digit maju dan digit mundur pada down syndrome serta bagaimana hubunganannya dengan faktor sosio-demografi. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif menggunakan desain deskriptif serta pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 33 anak yang didapat menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menunggunakan “Formulir Pemeriksaan Memori Angka” dan dilakukan analisis statistik deskriptif serta analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak down syndrome rata-rata mampu mengingat 2 digit untuk deret maju dan memiliki keterbatasan dalam mengingat digit mundur. Hasil uji bivariat menyebutkan bahwa nilai signifikansi p 0.000 dimana nilai p < 0.05 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan rentang digit. Namun tidak terdapat perbedaan pada faktor sosio-demografi lainnya seperti jenis kelamin, dan status terapi terhadap skor rentang digit. Secara garis besar down syndrome hanya mampu mengingat digit maju dengan skor 2 dan digit mundur dengan skor 0.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN POLA MAKAN TERHADAP KEJADIAN GASTRITIS PADA MAHASISWA STIE EKADHARMA INDONESIA Nurpratiwi, Yulidian; Widjaja, Ananda Alifian; Nuraini, Junita Patria
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40729

Abstract

Gastritis adalah kondisi inflamasi yang menyerang lapisan mukosa lambung dan dapat menyebabkan gejala seperti nyeri ulu hati, mual, serta gangguan pencernaan lainnya. Prevalensi gastritis di Indonesia cukup tinggi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola makan yang buruk dan tingkat stres yang tinggi. Stres dapat memicu peningkatan produksi asam lambung, sementara pola makan yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi asam, pedas, serta makanan cepat saji, dapat memperburuk kondisi lambung. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dan pola makan dengan kejadian gastritis pada mahasiswa STIE Ekadharma Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa program studi Sarjana Manajemen di STIE Ekadharma Indonesia, dengan 81 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PSS-10 untuk mengukur tingkat stres dan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk menilai pola makan. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dan kejadian gastritis (p = 0,063; p < 0,1) serta antara pola makan dan kejadian gastritis (p = 0,017; p < 0,1). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat stres dan pola makan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian gastritis. Oleh karena itu, mahasiswa disarankan untuk menerapkan pola makan yang sehat dan mengelola stres dengan baik guna mencegah terjadinya gastritis.
ANALISIS TINGKAT PERBANDINGAN KECEMASAN PADA SISWI KELAS 4-6 DI PEDESAAN DAN PERKOTAAN DI KABUPATEN BEKASI DALAM MENGHADAPI MENARCHE Rajagukguk, Yesika Dame Tiorina; Aminah, Siti; Rahayu, Previarsi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kecemasan pada siswi kelas 4-6 di pedesaan dan perkotaan di Kabupaten Bekasi dalam menghadapi menarche. Permasalahan yang diangkat adalah perbedaan tingkat kecemasan berdasarkan pengetahuan dan lingkungan sosial. Menarche adalah fase penting yang dapat memicu berbagai reaksi psikologis, termasuk kecemasan, terutama pada anak perempuan yang baru mengalaminya. Metode penelitian yang digunakan adalah desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif dan deskriptif komparatif. Lokasi penelitian berada di SD Sukasari 04 (pedesaan) dan SDN Bekasi Jaya III (perkotaan) dari bulan Mei hingga Juli 2024. Populasi penelitian terdiri dari 45 siswi pedesaan dan 30 siswi perkotaan yang telah mengalami menarche. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, sehingga diperoleh 30 siswi dari masing-masing lokasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale dan dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswi di pedesaan (56,7%) mengalami kecemasan sedang, sedangkan di perkotaan, mayoritas (70,0%) mengalami kecemasan ringan. Rata-rata skor kecemasan di pedesaan adalah 52,10 dan di perkotaan 42,53, dengan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Simpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat kecemasan antara siswi di pedesaan dan perkotaan. Tingkat pengetahuan yang lebih baik di perkotaan berkontribusi pada tingkat kecemasan yang lebih rendah. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah, terutama di daerah pedesaan, agar anak perempuan dapat menghadapi menarche dengan lebih baik.
PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP KEPATUHAN REMAJA PUTRI DALAM MENGKONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH Mas Dhiana Dewi, I Gusti Agung; Dewi, I Gusti Agung Ayu Novya; Erawati, Ni Luh Putu Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40756

Abstract

Anemia merupakan salah satu permasalahan gizi utama pada remaja putri yang harus diperhatikan. Angka anemia pada remaja yang berusia 15-24 tahun adalah sekitar 32%, yang berarti sekitar 3 hingga 4 dari setiap 10 remaja mengalami anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan dan sikap terhadap kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kediri. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang diperoleh sebanyak 58 responden dengan teknik sampling proportionate stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrument penelitian. Uji statistik yang digunakan yaitu uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja putri mayoritas berada pada kategori pengetahuan baik 26 responden (44,8%), sikap positif 39 responden (67,2%) dan 46 responden (79,3%) patuh dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Hasil p-value menunjukkan hasil 0,00 (<0,05) untuk hubungan pengetahuan dengan kepatuhan dan sikap dengan kepatuhan. Kesimpulan terdapat hubungan antara pegetahuan dengan kepatuhan dan terdapat hubungan antara sikap dan kepatuhan. Disarankan untuk peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian dengan variabel yang berbeda terkait faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet tambah darah.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI IBU DALAM PELAKSANAAN PROGRAM BIAS (BULAN IMUNISASI ANAK SEKOLAH) DI SDN 2 BABAHROT Riva, Ulya Ira; Anwar, Sufyan; Siahaan, Peirry Boy Chandra; Saputra, Firman Firdaus; Nursia, Lili Eky
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40766

Abstract

Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang bertujuan meningkatkan cakupan imunisasi pada anak usia sekolah guna mendukung pencegahan penyakit menular secara berkelanjutan. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada motivasi ibu dalam memastikan anaknya mendapatkan imunisasi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Berbagai faktor, seperti tingkat pendidikan, pengetahuan, dan sikap ibu, dapat memengaruhi tingkat motivasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi ibu dalam pelaksanaan Program BIAS di SDN 2 Babahrot. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 106 ibu, dengan sampel sebanyak 84 ibu yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Analisis Univariat serta Bivariat untuk menguji hubungan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, dan sikap ibu dengan motivasi mereka. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dengan motivasi ibu dalam pelaksanaan Program BIAS (p-value: 0,012 < 0,05). Selain itu, tingkat pengetahuan dan sikap ibu juga memiliki hubungan signifikan dengan motivasi (p-value: 0,000 < 0,05). Sebanyak 52,4% responden memiliki motivasi yang baik, sedangkan 47,6% kurang termotivasi. Pengetahuan dan sikap positif ibu berperan penting dalam meningkatkan motivasi terhadap imunisasi. Oleh karena itu, edukasi yang lebih intensif serta sosialisasi yang efektif diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi ibu dalam Program BIAS guna mendukung kesehatan anak-anak mereka secara optimal.
ANALISIS PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DPT PADA BAYI DIBAWAH 6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUALA BHEE KABUPATEN ACEH BARAT Marhamah, Laili; Siregar, Siti Maisyaroh Fitri; Wintah, Wintah; Duana, Maiza; Anwar, Sufyan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40768

Abstract

Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Imunisasi dapat mencegah kematian setiap tahun di semua kelompok umur akibat difteri, tetanus, pertussis, dan campak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga terhadap perilaku ibu dalam pemberian imunisasi DPT pada bayi usia dibawah 6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Bhee. Jenis penelitian ini adalah penelitian kombinasi (mixed methods), dengan melakukan penyebaran kuisioner kepada 41 responden dan melakukan wawancara mendalam terhadap 10 Sebagai Informan Utama dari 41 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian adalah 40 responden memiliki pengetahuan kurang baik 8 informan tidak memiliki pengetahuan tentang imunisasi DPT karena informan tidak ingin turut serta dalam penyuluhan dan tidak menerima informasi yang dilakukan tenaga kesehatan. Sebanyak 25 responden memiliki sikap kurang baik dan 10 informan tidak bersikap memberikan imunisasi DPT karena tidak ada dukungan dari keluarga khususnya kepala keluarga bahkan dilarang untuk melakukan imunisasi DPT karena merasa takut bayinya terkena efek samping dari pemberian DPT. Ketidaklengkapan imunisasi DPT karena tidak ada dukungan dari keluarga, rendahnya pengetahuan ibu, dan rendahnya sikap ibu terhadap pemberian imunisasi DPT sehingga diharapkan petugas puskesmas melakukan pendekatan yang lebih mendalam lagi kepada keluarga dan ibu melalui sosialisasi atau penyuluhan tentang pentingnya pemberian DPT.