cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN PENERAPAN MASASE TENGKUK DENGAN MINYAK ZAITUN UNTUK MENGURANGI NYERI KEPALA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOPETA Nukak, Maria Ayusta; Keytimu, Yosephina Maria Hawa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42166

Abstract

Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang paling umum di masyarakat dan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Gejala umum yang terjadi pada pasien hipertensi adalah sakit kepala yang disebabkan oleh peningkatan tekanan darah, yang menyebabkan vasokonstriksi pada pembuluh darah di otak. Pendekatan non-farmakologis semakin banyak dikembangkan untuk mengurangi gejala hipertensi, termasuk sakit kepala Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah pijat leher. Pijat leher diketahui memiliki efek relaksasi yang merangsang sistem saraf parasimpatis, meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi tonus otot, dan menurunkan tekanan darah. Selain itu, menggunakan minyak zaitun sebagai media untuk pijat memiliki manfaat tambahan karena kandungan antioksidan dan efek anti-inflamasi. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa minyak zaitun memiliki efek vasodilasi yang membantu mengurangi peningkatan pembuluh darah dan peradangan pembuluh darah. Kombinasi minyak leher dan zaitun diharapkan menjadi terapi non-farmakologis alternatif yang secara efektif mengurangi sakit kepala pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan masare leher dengan minyak zaitun saat menghilangkan sakit kepala pada pasien hipertensi, menjadikannya intervensi dan praktik perawatan yang aman dan sedikit saling melengkapi  Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus untuk mengetahui penurunan tekanan darah atau Hipertensi setelah dilakukan masase tengkuk dengan menggunakan minyak zaitun. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan klien I dan II bahwa setelah dilakukan terapi masase tengkuk menggunakan minyak zaitun mengalami penurunan nyeri dan penurunan tekanan darah. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan masase tengkuk menggunakan minyak zaitun pada dua orang pasien Hipertensi selama 3 (tiga) hari terbukti menurunkan tekanan darah dan nyeri tengkuk.
PEMBERIAN INTERVENSI KEPERAWATAN SENAM KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RUANG MAWAR BLUD RSUD DR. T.C HILLERS MAUMERE sritanti, veronika; Dikson, Melkias
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42168

Abstract

Diabetes Melitus (DM) saat ini merupakan salah satu masalah kesehatan global yang paling prevalen dan menjadi beban kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Penyakit ini telah menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas, serta memerlukan perhatian dan penanganan yang serius dari berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat itu sendiri . Penderita DM di BLUD dr.T.C.Hillers Maumere selama 3 bulan terakhir sejak bulan Oktober-Desember 2024 sebanyak 46 orang. Berdasarkan hasil observasi di ruangan Mawar. menunjukan  bahwa pasien diabetes melitus mengalami kesemutan dan rasa tidak nyaman  pada kedua kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskribsikan hasil implementasi senam kaki untuk menurunkan gejala neuropati diabetic. Desain penelitian yang digunakan ialah studi kasus menggunakan pendekatan asuhan keperawatan. Hasil dari penelitian ini adalah setelah di lakukan implementasi keperawatan senam kaki selama 2 hari, pasien 1 didapatkan hasil  bahwa rasa  kesemutan pada kaki sebelah kanan berkurang, sedangkan pasien 2 didapatkan hasil bahwa rasa kesemutan pada kedua  kaki sudah mulai berkurang dan pasien merasa nyaman. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh senam kaki dalam menurunkan gejalah neuropati diabetic pada pasien dengan diabetes melitus  di ruang Mawar di BLUD dr.T.C.Hillers Maumere.
PENGARUH KOMPRES DAUN KEMBANG SEPATU (HIBISCUS ROSASINENSIS) TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PADA ANAK DENGAN DEMAM BERDARAH DANGUE DI RSUD DEPATI HAMZAH TAHUN 2024 Sundari, Lili
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42177

Abstract

Demam berdarah dengue merupakan penyakit demam akut menular yang disebabkan oleh virus. Demam berdarah dengue adalah penyakit yang disebutkan oleh virus dengue I,II,III,IV dan ditandai dengan empat gejala klinis utama yaitu demam tinggi, manifesti pendarahan, hematomageli dan tandatanda kegagalan sirkulasi sampai timbulnya renjatan yang mengakibatkan syok yang bisa menyebabkan kematian. Untuk menurunkan suhu tubuh, salah satunya menggunakan terapi herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh kompres daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) terhadap penurunan suhu tubuh pada anak dengan demam berdarah dangue di RSUD Depati Hamzah Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Eksperiment, dengan pretestposttest. Dengan teknik purposive sampling. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien anak dengan demam berdarah dangue diRSUD Depati Hamzah Tahun 2024. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 16 responden. Hasil penelitian ini diketahui bahwa tidak ada pengaruh pemberian kompres daun kembang sepatu terhadap penurunan suhu tubuh sebelum dan sesudah dilakukan kompres daun kembang sepatu dengan p-value (0.063) >0.05. Saran dari penelitian ini adalah untuk para orang tua dapat menambah pengetahuan dan informasi tentang penyakit demam berdarah dangue (DBD) dan penerapan non farmakologis terhadap penurunan suhu tubuh.
HUBUNGAN JUMLAH TROMBOSIT, LEUKOSIT, HEMATOKRIT DAN RASIO NEUTROFIL-LIMFOSIT DENGAN MASA RAWAT INAP PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE DEWASA DI RS SANTA ELISABETH MEDAN Pandia, Novitra Dwi Yanti br; Hendra, Hendra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42186

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan memiliki angka kejadian yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jumlah trombosit, leukosit, hematokrit, dan rasio neutrofil-limfosit dengan masa rawat inap pasien DBD dewasa di RS Santa Elisabeth Medan. Studi ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik total sampling, melibatkan 96 pasien rawat inap periode Januari 2023–April 2024. Analisis data dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jumlah trombosit dan rasio neutrofil-limfosit dengan masa rawat inap (p<0,05), sedangkan jumlah leukosit dan hematokrit tidak memiliki hubungan yang signifikan (p>0,05). Korelasi yang ditemukan bersifat lemah dengan arah positif. Hasil ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pemantauan klinis pasien DBD guna memprediksi durasi perawatan di rumah sakit.
NARRATIVE REVIEW : PENGARUH APLIKASI PELACAKAN OLAHRAGA STRAVA TERHADAP KEBUGARAN FISIK SESEORANG SIMANUNGKALIT, ELHANA THEODORA; Triana, Ayu Andini; Soemantri, Hasbiya Ririe; Indraguna, Khansa Cantika; Topik, Muhamad Agung Abdul; Wulandari, Yulia; Sukaesih, Nunung Siti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42192

Abstract

Big data merupakan istilah yang akhir-akhir ini digunakan untuk mengkarakterisasi fenomena peningkatan volume data, kompleksitas, dan perbedaan yang mengacu pada kumpulan data yang sangat besar dan kompleks. Individu harus memantau dan mengevaluasi tingkat kebugaran mereka secara teratur untuk mencapai dan mempertahankan tingkat kebugaran yang ideal. Memonitor aktivitas fisik secara real-time melalui aplikasi pelacakan olahraga berbasis teknologi adalah salah satu cara yang semakin populer saat ini. Akibatnya, penelitian lebih lanjut harus dilakukan tentang aplikasi Strava sebagai alat untuk mengukur tingkat kebugaran seseorang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memeriksa dan menganalisis berbagai penelitian yang ada tentang penggunaan aplikasi Strava dan bagaimana hal itu berdampak pada kebugaran fisik pengguna. Penelitian ini menggunakan metode narrative review yang dilakukan dengan pencarian artikel yang menggunakan 4 tahap seleksi. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah artikel yang sesuai dengan topik, berbahasa Inggris dan Indonesia serta akses artikel tersedia lengkap dengan rentang tahun publikasi 2019-2025. Sedangkan kriteria eksklusinya yaitu penelitian berupa review artikel. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa adanya keterkaitan antara penggunaan aplikasi strava dengan kebugaran fisik seseorang. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Aplikasi Strava memiliki manfaat signifikan dalam meningkatkan kebugaran fisik dan motivasi pengguna melalui fitur pelacakan aktivitas dan komunitas daring.
ANALISIS FAKTOR GANGGUAN KETERLAMBATAN BERBICARA (SPEECH DELAY) PADA ANAK 5 TAHUN DI PAUD KB AZ-ZAHRA KECAMATAN MUARA TELANG KABUPATEN BANYUASIN TAHUN 2024 Solekah, Khofifah Nur; Dewi, Ratna; Rahmawati, Eka; Hamid, Siti Aisyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42236

Abstract

Anak-anak yang tinggal di Benua Asia dan Afrika menurut WHO (World Health Organization) lebih dari 200 juta anak usia dibawah 5 tahun di dunia tidak memenuhi potensi perkembangan mereka dan sebagian besar diantaranya adalah anak yang mengalami keterlambatan berbicara. Angka kejadian keterlambatan perkembangan di Amerika Serikat 12-16%, Thailand 24%, Argentina 22%, di Indonesia 13%-18%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua, jenis kelamin anak dan intensitas penggunaan Gadget dengan Gangguan Keterlambatan Berbicara (Speech Delay) pada anak 5 Tahun Di PAUD KB AZ-ZAHRA Kecamatan Muara Telang Kabupaten Banyuasin Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Adapun Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu balita usia 5 tahun yang sekolah di Paud KB AZ-ZAHRA Kecamatan Muara Telang Kabupaten Banyuasin tahun 2024, yang berjumlah 33 anak. Pengambilan sampel menggunkan teknik total sampling atau teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat. Hasil uji statistic chi-square Pola asuh orang tua di dapatkan (ρ- value 0.203 > α  0,05), Jenis kelamin anak di dapatkan (ρ- value 0.284 > α  0,05) dan Intensitas penggunaan Gadget (ρ- value 0.000 < α  0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan pola asuh orang tua, jenis kelamin anak, dan ada hubungan antara intensitas penggunaan Gadget dengan keterlambatan berbicara (Speech Delay) Pada Anak 5 Tahun Di PAUD KB AZ-ZAHRA Kecamatan Muara Telang Kabupaten Banyuasin Tahun 2024. Di harapkan hasil penelitian dapat di gunakan sebagai upaya peningkatan perkembangan berbicara pada anak usia dini.
PENGALAMAN ORANG TUA DALAM MERAWAT BAYI BBLR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAILIAT KABUPATEN BANGKA TAHUN 2024 JANUARSI, RATNA; Nurvinanda, Rezka; Agustin, Agustin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42260

Abstract

Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir dengan berat badan lahirnya kurang dari 2500 gram. Pengalaman orang tua dalam merawat bayi dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) sangat mempengaruhi hasil kesehatan dan perke mbangan bayi tersebut. Bayi BBLR memerlukan perhatian ekstra dalam hal perawatan medis dan nutrisi, sehingga pengalaman orang tua dalam mengelola kondisi ini dapat sangat berpengaruh. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi secara mendalam tentang pengalaman orang tua dalam merawat bayi BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Sungailiat Kabupaten Bangka pada tahun 2024. Metode desain penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi informan dan wawancara mendalam kepada 7 informan. Analisa data dengan metode Collaizzi. Hasil dari penelitian ini mendapatkan 4 tema yaitu: 1) Perasaan dan respon orang tua dalam merawat bayi BBLR 2) Pengetahuan orang tua dalam merawat bayi BBLR 3) Tantangan orang tua dalam merawat bayi BBLR 4) Dukungan bagi orang tua dalam merawat bayi BBLR. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah pengalaman orang tua dalam merawat bayi BBLR penuh tantangan, karena memerlukan perhatian ekstra terhadap kebutuhan medis dan gizi bayi yang rentan. Orang tua sering merasa cemas dan stres, namun dengan dukungan keluarga dan tenaga medis, mereka belajar untuk lebih sabar dan tanggap terhadap kebutuhan bayi. Saran dari peneliti semoga peran tenaga medis diperlukan untuk memberi support dan ilmu pada para orang tua yang melahirkan bayi BBLR
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MELAKUKAN LATIHAN AKTIVITAS FISIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS MELINTANG TAHUN 2024: key Widiani, Lestari; Anggraini, Rima Berti; Maryana, Maryana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42280

Abstract

Diabetes melitus terjadi akibat kegagalan sel-sel beta pangkreas untuk memproduksi insulin yang cukup pada diabetes melitus tipe 1 atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif pada diabetes melitus tipe 2. Terdapat beberapa faktor yang ditemukan mempengaruhi kepatuhan seseorang dalam melakukan latihan fisik. Beberapa faktor tersebut antara lain usia, jenis kelamin, pekerjaan, persepsi rintangan, efikasi diri dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kepatuhan melakukan latihan aktivitas fisik pada pasien diabetes melitus Tipe II di Pukesmas Melintang Kota Pangkalpinang pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, menganalisa dengan uji chi square. Populasi adalah semua pasien yang mengalami Diabetes Melitus Tipe II yang berobat ke Puskesmas Melintang. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 77 responden. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa ada  faktor – faktor yang berhubungan dengan kepatuhan melakukan latihan aktivitas fisik pada pasien diabetes melitus Tipe II di Puskesmas Melintang Kota Pangkalpinang pada tahun 2024 yaitu efikasi diri dengan nilai p=0,000 (<0,05) dan dukungan keluarga dengan nilai p=0,000 (<0,05) dengan kejadian diabetes melitus di Pukesmas Melintang Tahun 2024. Saran dari penelitian ini untuk memberi informasi tambahan untuk digunakan sebagai sumber informasi mengenai peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat khususnya mengenai efikasi diri dan dukungan keluarga yang baik bisa mengurangi diabetes melitus.
ANALISIS MLU DAN WPS DALAM PRODUKSI KALIMAT ANAK USIA PRASEKOLAH : STUDI KASUS DI SURAKARTA Asyam, Huriyah Indriani; Pratomo, Hafidz Triantoro Aji; Nugroho, Setyadi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42282

Abstract

Bahasa memiliki banyak aspek dan komponen yang sangat kompleks terutama dalam penggunaannya saat berkomunikasi pada kehidupan sehari-hari. Perkembangan kemampuan bahasa pada anak dapat diprediksi melalui aspek morfologi dan aspek sintaksis. Luaran kemampuan bahasa memungkinkan anak menggunakan struktur kalimat dalam bersososialisasi sehingga aspek morfologi dan sintaksis anak perlu diperhatikan agar mengetahui perkembangan bahasa anak. Salah satu prediktor kemampuan bahasa anak adalah dengan mengetahui berapa rata-rata Panjang ujaran yang dihasilkan oleh anak dan berapa rata-rata kata yang diucapkan anak dalam satu ujaran serta bagaimana kelengkapan kalimat yang dihasilkan oleh anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis rata-rata panjang ujaran yang juga dikenal dengan mean length utterance (MLU) dan kata pada setiap kalimat atau word per sentence (WPS) yang dihasilkan dengan kelengkapan produksi kalimat anak di kota Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional melibatkan 65 anak usia prasekolah (3–6 tahun) yang dipilih melalui simple random sampling. Data pada penelitian ini dianalisis menggunakan uji Spearman rank (bivariat) dan regresi linear (multivariat). Hasil temuan dari penelitian ini adalah jumlah kata sangat berpengaruh dalam produksi kalimat, dimana semakin banyak kata yang diucapkan maka kalimat yang dihasilkan akan semakin lengkap. Hasil analisis menunjukkan hubungan kuat secara bivariat antara rata-rata panjang ujaran (MLU) dan kata pada setiap kalimat (WPS) dengan kelengkapan produksi kalimat, serta secara multivariat terdapat hubungan yang signifikan antara WPS dan kelengkapan produksi kalimat, sehingga disarankan untuk mempertimbangkan faktor ini dalam pengembangan kemampuan bahasa anak.
PERSEPSI TERAPIS WICARA PADA PENGGUNAAN BAHASA ISYARAT DALAM SESI TERAPI DENGAN ANAK GANGGUAN PENDENGARAN hidayatullah, Muhammad; Nugroho, Setyadi; Purnaningrum, Windiarti Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42286

Abstract

Salah satu bentuk penyandang disabilitas adalah disabilitas pendengaran atau disabilitas sensorik yaitu anak yang mengalami gangguan pendengaran, baik sebagian ataupun menyeluruh, dan biasanya memiliki hambatan dalam berbahasa dan berbicara. Dalam berkomunikasi dengan orang lain pada umumnya penyandang disabilitas dengan gangguan pendengaran menggunakan bahasa isyarat. Namun disisi lain beberapa orang terkesan memaksa agar anak tunarungu berkomunikasi dengan bahasa lisan atau verbal sebagaimana yang penulis dapatkan dibeberapa tempat seperti sekolah luar biasa dan salah satu lahan praktik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi terapis wicara pada penggunaan bahasa isyarat dalam sesi terapi engan anak gangguan pendengran. Penelitian ini merupakan penelitian mixed Methods dengan desain Model Concurrent. Penelitian yang menggabungkan data kuantitatif dengan kualitatif agar diperoleh hasil yang komprehensif dengan memperoleh pengetahuan dan hasil validasi data penelitian yang tinggi. Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah persepsi terapis wicara pada penggunaan bahasa isyarat dalam sesi terapi dengan anak gangguan pendengaran dominan setuju. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis yang didapat 3.39 pada indikator pengetahuan tentang bahasa isyarat, dan 3.15 pada persepsi terapis wicara pada penggunaan bahasa isyarat dalam sesi terapi dengan anak gangguan pendengaran. Persepsi terapis wicara pada penggunaan bahasa isyarat dalam sesi terapi dengan anak gangguan pendengaran dominan setuju.