cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA MASYARAKAT DI PUSKESMAS BATOH KOTA BANDA ACEH Maqfirah, Rauzatul; Fahdhienie, Farrah; Septiani, Riza
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42287

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia. Perilaku pencegahan DBD di masyarakat menjadi kunci utama dalam mengendalikan penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan DBD pada masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh Tahun 2024. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross-sectional, populasi sebanyak 9.007 KK, teknik pengambilan sampel menggunakan metode random sampling sebanyak 100 responden, penelitian dilakukan pada tanggal 18 s.d 26 Mei Tahun 2024. Analisis data mengunakan Uji chi square dengan SPSS versi 21. Hasil penelitian secara univariat menunjukkan bahwa 51,0% yang pengetahuan kurang baik, 55,0% sikap negatif, 50,% yang tidak terpapar iklan dan 50,% yang terpapar iklan berpengaruh. Secara bivariat bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p value = 0,005), sikap (p value = 0,007), sumber informasi (p value = 0,002) dengan perilaku pencegahan demam berdarah dengue (DBD) pada masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh Tahun 2024. Kesimpulan adalah variabel pengetahuan, sikap, sumber informasi menjadi faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan demam berdarah dengue (DBD) pada masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh Tahun 2024.
Alfi Makrifatul Azizah PERAN TIM PENDAMPING KELUARGA DALAM MELAKUKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL GUNA PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WONOKUSUMO Azizah, Alfi Makrifatul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42304

Abstract

Pelaksanaan komunikasi interpersonal yang dilakukan tim pendamping keluarga kepada kelompok sasaran stunting dapat membantu meningkatkan perilaku pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 - Januari 2023. Pengumpulan data menggunakan FGD (Focus Group Discussion), observasi dan wawancara mendalam. Penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik masing-masing anggota tim pendamping sebagai komunikator sangat bervariasi. Komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh tim pendamping keluarga dengan kelompok sasaran sudah terlaksana secara efektif karena sebagian besar komunikasi meliputi sikap terbuka, empati, sikap mendukung, sikap positif dan kesetaraan saat pendampingan. Komunikasi interpersonal yang efektif dapat membantu mengaktifkan dan menjembatani kelompok sasaran dalam pencegahan stunting. Peran tim pendamping keluarga untuk memberdayakan kelompok sasaran dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan, memberikan dorongan dan tips kesehatan, sedangkan upaya menjembatani kelompok sasaran dilakukan dengan memberikan konseling dan memfasilitasi kelompok sasaran untuk memperoleh pelayanan kesehatan berbasis keluarga di rumah. Masalah kurangnya tenaga kesehatan yang aktif untuk turut serta memberikan pendampingan keluarga di lapangan bersama kader merupakan fenomena yang menjadi kendala dalam pemberian pendampingan keluarga. Komunikasi interpersonal di wilayah kerja Puskesmas Wonokusumo terlaksana secara efektif karena meliputi sikap keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif dan kesetaraan dalam berkomunikasi.
GAMBARAN PERILAKU KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) RADIOGRAFER DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Yusuf, Mohammad Isran; Utami, Asih Puji
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42309

Abstract

Perilaku Keselamatan dan kesehatan kerja di instalasi radiologi merupakan suatu keadaan terhindar dari bahaya saat melakukan kerja pemeriksaan radiologi seperti yang diatur dalam PP No. 45 Tahun 2023 tentang Keselamatan Radiasi Pengion Dan Keamanan zat Radioaktif diwujudkan dengan cara membuat standar operasi prosedur dan kebijakan yang menempatkan proteksi dan keselamatan radiasi pada prioritas tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Perilaku Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Radiografi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul. Metoder penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional dan wawancara yang dilakukan dari bulan agustus – september 2024. Subjek atau informan dalam penelitian ini adalah 12 radiografer sebagai petugas di Instalasi Radiologi RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesadaran Radiografer dalam penggunaan APD selama bertugas di instalasi radiologi masih kurang, Tidak menggunakan TLD selama pemeriksaan radiaografi, tidak menutup pintu selama proses pemeriksaan radiologi berlangsung, dan tidak mencuci tangan setelah melakukan pemeriksaan terhadap pasien. Kesimpulan bahwa pelaksanaan keselamatan radiasi pada radiografer belum sesuai dengan Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 45 Tahun 2023. Disarankan dilakukan elaborasi kebijakan Rumah Sakit, menyelenggarakan pelatihan, menambah APD, membuat anggaran tahunan program Keselamatan radiasi dengan rinci, memberikan punishment dan reward penggunaan APD, menyelenggarakan pemantauan kesehatan kepada Radiografer dan membentuk unit K3 Rumah Sakit.
ADIKSI GAME PADA REMAJA DITINJAU DARI PERBEDAAN JENIS KELAMIN DAN UMUR Ningsih, Andi Pramesti; Syafriani, Syafriani; Indirwan, Dicky; Wardani, Ayunytyah Eka
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42314

Abstract

Tingkat keparahan bermain game didefinisikan sebagai jumlah jam yang digunakan sebagai ukuran tingkat adikitf dalam permainan daring. Beberapa game yang menjadi pilihan siswa/i adalah free fire, PUBG dan mobile legend. Ketiga game ini adalah game yang saat ini menjadi tren dikalangan siswa. Siswa yang memainkan game online secara berlebihan dapat menimbulkan adiksi dan dampak negatif yang lain seperti pengabaian terhadap tugas sekolah dan kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 83 siswa/i kelas 1-3 SMP di Sulawesi Utara. Siswa laki-laki (54%) lebih banyak dibandingkan siswa perempuan (46%). Selanjutnya dari sisi umur, siswa paling banyak berada pada usia 13 tahun (54%), dilanjutkan siswa usia 15 tahun (34%). Siswa paling sedikit berada pada usia 11 tahun (1%). Siswa lebih banyak berada dalam tahap adiksi (53%) dibandingkan non adiksi (47%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur tidak berhubungan secara signifikan terhadap adiksi yang terjadi pada siswa (p-value=0.230). Sementara jenis kelamin berhubungan signifikan dengan adiksi (p-value=0.000). Hal ini tentu saja menjadi perhatian untuk mengawasi anak dalam memainkan game online terutama laki-laki. Olehnya itu, disarankan kepada orangtua dan sekolah untuk mengawasi aktivitas anak dalam memainkan game online.
PENERAPAN PROGRAM 5R MENGGUNAKAN METODE CARD GAME 5R DI PT X JAWA TIMUR Brilliandy, Earlene Aurellia Putri; Widajati, Noeroel
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42326

Abstract

Perkembangan industri yang semakin pesat mendorong industri manufaktur untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumen. Peningkatan tersebut dapat terlaksana ketika kebutuhan sumber daya manusia terpenuhi sehingga perlu adanya program keselamatan dan kesehatan kerja untuk melindungi pekerja. Salah satu pendekatan yang digunakan untuk menghindari pekerja dari kecelakaan kerja dan mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas adalah dengan penerapan budaya 5R. PT X Jawa Timur merupakan industri manufaktur padat karya sehingga memiliki tantangan tersendiri dalam penerapan program 5R. Upaya PT X dalam penerapan program 5R yakni dengan memiliki inovasi terkait pelaksanaan program 5R dengan pembuatan tools card game 5R.  Tools ini memungkinkan adanya aktivitas interaktif dari para karyawan yang menuntut karyawan untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program 5R. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan hasil penerapan card game 5R sebagai upaya mengatasi permasalahan housekeeping pada unit produksi PT X Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen deskriptif dengan melakukan intervensi pelaksanaan program dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan melakukan penilaian terhadap pelaksanaan program card game 5R. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pelaksanaan card game 5R dari hari ke-1 hingga hari ke-18. Kesimpulan penelitian ini yakni card game 5R efektif untuk mengatasi permasalahan card game 5R, ditinjau dari peningkatan nilai selama 18 hari pelaksanaan card game 5R. Pemberian reward dan punishment dapat diberlakukan untuk meningkatkan kepatuhan pelaksanaan card game 5R.
PENERAPAN INTERVENSI RANGE OF MOTION UNTUK MENGURANGI PARESTHESIA PADA GUILLAIN-BARRE SYNDROME: STUDI KASUS Widhikarsa, maulidya ratu Pramita; Purwanti, Okti Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42342

Abstract

Guillain-Barre syndrome adalah kondisi autoimun yang ditandai dengan kelemahan otot mendadak dan kelumpuhan, yang biasanya dimulai dengan gejala parestesia atau kebas. ROM adalah latihan gerak sendi yang bertujuan untuk meningkatkan aliran darah perifer dan mengurangi kekakuan pada otot dan sendi. Aliran darah yang stabil mendorong nutrisi masuk ke dalam sel, sehingga meningkatkan fungsi saraf dan mencegah neuropati. Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan latihan Range Of Motion (ROM) pada pasien dengan perfusi perifer tidak efektif dengan keluhan utama parestesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penulisan publikasi ilmiah ini mengambil kasus pada pasien Ny J dengan Guillain-Barre syndrome. Hasil dengan diberikan latihan ROM selama 3 kali 24 jam didapatkan hasil perfusi perifer meningkat dengan keluhan parestesia menurun, kekuatan nadi perifer meningkat, dan kelemahan otot menurun. Simpulan latihan ROM ini sangat direkomendasikan untuk menjadi intervensi pendukung guna menunjang keberhasilan intervensi utama dalam mengatasi indikasi yang dirasakan oleh pasien dengan parestesia.
ANALISIS HUBUNGAN KEPADATAN PENDUDUK DENGAN KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI PROVINSI BALI TAHUN 2022 Putri, Inas Diva Salsabila Iskandar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42352

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue dan ditularkan oleh vektor nyamuk, terutama spesies Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Di Indonesia DBD masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, termasuk di Provinsi Bali. Pada tahun 2022, Incidence Rate (IR) DBD di provinsi ini mencapai 132 kasus per 100 ribu penduduk, melebihi target nasional ≤ 100 kasus per 100 ribu penduduk. Selain itu, kepadatan penduduk di Bali menempati urutan ketujuh dari 28 provinsi di Indonesia pada tahun yang sama.  Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepadatan penduduk dengan kasus DBD di Provinsi Bali tahun 2022. Penelitian ini termasuk dalam penelitian analitik dengan desain studi ekologi. Populasi penelitian mencakup seluruh wilayah administrasi kabupaten/kota di Provinsi Bali pada tahun 2022. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kasus DBD. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah adalah kepadatan penduduk. Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji korelasi Spearman. Hasil Uji normalitas Shapiro-Wilk mengindikasikan bahwa data dalam penelitian ini tidak berdistribusi normal (p-value < 0,05). Sementara itu, hasil uji korelasi Spearman menunjukkan p-value sebesar 0,02139 (p-value < 0,05) dengan koefisien korelasi 0,766667, yang menunjukkan adanya hubungan antara kepadatan penduduk dengan kasus DBD. Hubungan ini memiliki tingkat korelasi yang sangat kuat dan bersifat positif yang berarti semakin tinggi kepadatan penduduk, semakin tinggi juga jumlah kasus DBD. Maka didapatkan hubungan yang signifikan antara kepadatan penduduk dan jumlah kasus DBD di Provinsi Bali pada tahun 2022.
PERBANDINGAN PENGELOLAAN SAMPAH SWEDIA DAN JEPANG: SEBUAH TINJAUAN SEBAGAI SOLUSI PERMASALAHAN SAMPAH DI INDONESIA Suryani, Adelia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42363

Abstract

Pengelolaan sampah adalah tantangan global yang semakin kompleks. Di Indonesia sendiri permasalahan sampah masih terus berlangsung. Sebanyak ribuan ton sampah dibiarkan menggunung setiap harinya di tempat pembuangan akhir. Tidak hanya menyebabkan ketidakestetikaan, sampah juga dapat menyebabkan pencemaran udara, air, tanah dan meningkatkan kasus penyakit akibat lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mambandingkan praktik pengelolaan sampah di Swedia dan Jepang lalu mengidentifikasi strategi apa saja yang dapat diterapkan di Indonesia. Metode penelitian adalah tinjauan literatur dengan database Scopus. Jumlah literatur yang berhasil dikumpulkan sebanyak 22 jurnal yang dipilih dengan kriteria seleksi yang terdiri dari artikel diterbitkan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, berbahasa Inggris, dan memiliki akses terbuka. Hasil menunjukkan Swedia telah menerapakan konsep ekonomi sirkular dengan memfokuskan aspek reparasi, daur ulang dan pengurangan sampah. Sedangkan Jepang mengintegrasikan edukasi terkait pengelolaan sampah kedalam pendidikan dan menerapkan sistem pemilahan sampah yang ketat dari sumbernya. Dibandingkan kedua negara maju tersebut, Indonesia masih memiliki beberapa kendala terutama pada aspek implementasi kebijakan, kesadaran masyarakat yang cukup rendah serta teknologi yang belum maju. Indonesia dapat mengadaptasi beberapa strategi dari Swedia dan Jepang seperti peningkatan edukasi kesadaran masyarakat, penguatan regulasi berbasis insentif dan kerjasama bersama perusahaan komersial. Dengan implementasi yang tepat, diharapkan Indonesia dapat mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, efisien dan efektif di masa depan.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN FOOT SANITIZER KOMBINASI EKSTRAK ETANOL LADA PUTIH (PIPERIS ALBI) DAN DAUN THE (CAMELLIA SINENSIS) nur affni, winona; Riyanta, Aldi Budi; Kusnadi, Kusnadi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42368

Abstract

Bau kaki merupakan faktok yang menjadi salah satu permasalahan yang kerap terjadi. Akibat dari bau kaki tersebut disebabkan oleh adanya bakeri pada telapak kaki, kondisi kaki yang terdapat bau tidak sedap karna sering memakai sepatu atau kaos kaki sampai berkeringat sehingga daerah tersebut menjadi lembab dan mengakibatkan timbulnya kuman tau bakteri. Maka dari itu perlu dibuatkan produk utuk menjadi alat alternatif menghilangkan bau kaki yang aman utuk kaki. Lada putih merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masak. Namun, lada putih juga memiliki potensi sebagai antibakteri, lantaran lada putih memiliki kandungan senyawa seperti piperin sebagai antibakteri. Lada . Daun teh dapat digunakan sebagai antioksidan mencegah radikal bebas dalam tubuh. Kombinasi anatara lada putih daun teh ini sangat efektif untuk mengurangi mikroba yang terdapat dibagian kaki yang disebabkan oleh keringat. Maka dari itu salah satu produk yang efektif untuk mengurangi bau kaki adalah Foot Sanitizer.  Foot sanitizer merupakan salah satu produk yang dibuat untuk membersihkan dan menjaga kebersihan kulit kaki.. Kondisi saat bau kaki memang bisa diatasi dengan mencuci kaki. Namun, cara tersebut kurang efektif sehingga kita memerlukan produk yang yang bisa menghilangkan bau kaki tanpa mencuci kaki. Metode ekstrasi yang digunakan yaitu metode maserasi. Teknik sampling yang digunakan adalah simpe random sampling. Sediaan Foot Sanitizer dibuat sebanyak tiga formulasi dengan kosentrasi ekstrak lada putih dan daun teh 10%, 5%, 10%. Analisis data meliputi uji organoleptis, uji pH, Uji kejernihan, Uji Bobot jenis, Uji Viskositas, dan Uji kesukaan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan Foot Sanitizer berbentuk cair, beraroma khas, berwarna coklat dan memiliki nilai pH 7. Formulasi yang banyak disukai pada sediaan Foot Sanitizer adalah formulasi ke satu dengan kosentrasi ekstrak lada 5% dan daun teh 10%.
UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG PENANGANAN EPISTAKSIS PADA KELUARGA DENGAN USIA SEKOLAH Nandiansah, Arif; Kurniawan, Wasis Eko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42371

Abstract

Epistaksis (mimisan) merupakan kondisi perdarahan melalui rongga hidung yang umum terjadi pada populasi anak-anak. Meskipun jarang mengancam jiwa, kondisi ini sering menimbulkan kecemasan signifikan pada keluarga karena ketidaktahuan mengenai penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan keluarga tentang manajemen epistaksis pada anak usia sekolah melalui intervensi edukasi terstruktur dan demonstrasi teknik non-farmakologis. Metode yang diimplementasikan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan sistematis meliputi pengkajian komprehensif, perumusan diagnosis, perencanaan intervensi, implementasi tindakan, dan evaluasi hasil. Penelitian dilaksanakan di Desa Purbayasa RT 01 RW 03 selama bulan Oktober 2024 dengan subjek keluarga Tn. K yang memiliki anak laki-laki berusia 11 tahun (An. R) dengan riwayat epistaksis berulang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi langsung, dan pengukuran pengetahuan pre-post intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman keluarga mengenai etiologi, faktor risiko, dan penanganan awal epistaksis setelah mendapatkan edukasi dan demonstrasi teknik cuping hidung. Keterampilan keluarga dalam menerapkan teknik penekanan cuping hidung meningkat dari 70% menjadi 90% akurasi. Terdapat inisiasi modifikasi pola nutrisi dan hidrasi meskipun implementasi perubahan gaya hidup masih memerlukan dukungan berkelanjutan. Kesimpulan penelitian menekankan efektivitas pendekatan edukasi berbasis keluarga dalam meningkatkan kapasitas penanganan epistaksis, mengurangi kecemasan, dan mencegah komplikasi pada anak usia sekolah dengan riwayat mimisan berulang.