cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
HEALTH LOGISTICS MANAGEMENT IN SIMPANG TUNTUNGAN CLINIC Rahmadanty, Dwi Azura; Hariyanti, Atika Ayu; Damaiyana, Resa; Oktavia, Ratih; Sabina, Ramania; Melfisyaira, Natasha; Saragih, Eka Fitria; Hasibuan, Rapotan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42033

Abstract

Manajemen logistik di bidang kesehatan merupakan suatu sistem kompleks yang mencakup serangkaian proses terpadu, meliputi perencanaan, penganggaran, pembelian, penyimpanan, distribusi, penanganan, dan pengendalian. Setiap komponen dalam sistem ini berkaitan erat satu sama lain, dimana efektifitas keseluruhan sistem bergantung pada koordinasi yang baik antar berbagai tahapan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan sistem manajemen logistik yang diterapkan di Klinik Simpang Tuntungan. Dalam pelaksanaannya penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan lokasi penelitian berpusat di Klinik Simpang Tuntungan Medan. Metodologi pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara mendalam yang didokumentasikan melalui rekaman audio, dan pengumpulan dokumentasi, dengan menerapkan teknik target sampling dalam pemilihan partisipan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem manajemen logistik yang efektif di Klinik Simpang Tuntungan berperan penting dalam menjamin dan menjaga kualitas pelayanan kesehatan yang optimal. Hal ini menegaskan pentingnya manajemen logistik terstruktur dalam konteks pelayanan kesehatan.
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN KADAR HEMOGLOBIN Sandro, Mario; Arif, Muhammad; Putri, Kirana Aulia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42038

Abstract

Berkembang pesatnya industri rokok dan banyaknya orang yang merokok pada masyarakat mengundang banyak penentangan oleh terutama kelompok masyarakat yang memperhatikan dari segi kesehatan dan lingkungan. Banyak kejadian menunjukkan bahwa rokok dapat memicu berbagai macam penyakit dan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan dan lingkungan. Pelaksanaan penelitian dibantu oleh beberapa mahasiswa prodi Teknologi Laboratorium Medis yang membantu proses kegiatan penelitian seperti membawa peralatan yang dibutuhkan dan pengambilan sampel dilanjutkan pemeriksaan sampel menggunakan alat Hb meter portable, ruang lingkup pemeriksaan pada penelitian ini adalah sekeliling tempat yang berada di lingkungan di Universitas secara tracking setiap orang dilakukan wawancara singkat mengenai perilaku merokok dan berapa banyak dalam sehari menghabiskan rokok, berapa lama telah menjadi perokok yang dihitung dalam satuan tahun. Pada proses pengolahan data dilakukan dengan uji Statistik Bivariat yang dimana untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku merokok dengan kadar hemoglobin seseorang. Hasil analisis perilaku merokok dengan kejadian kadar HB yang tidak normal sejumlah 15 orang dan kadar HB yang normal sejumlah 6 orang. Hasil uji statistik dengan uji Chi- Square didapatkan hasil nilai p value = 0,015, dapat dimaknai bahwa terdapat hubungan antara perilaku merokok dengan tingginya kadar HB seseorang. Perilaku seseorang yang merokok dapat mempengaruhi kesehatan seseorang dan dapat mempengaruhi kondisi normal dari kadar hemoglobin, nilai P value = 0,015 dimana terdapat hubungan antara perilaku merokok dengan kadar hemoglobin seseorang, untuk itu perlu adanya penelitian yang lebih lanjut dengan pendekatan wawancara dan pemeriksaan secara lengkap mengenai dampak yang ditimbulkan pada seseorang yang merokok.
HAMBATAN IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI INDONESIA MENGGUNAKAN HOT-FIT MODEL : LITERATURE REVIEW Anggraini, Alifia Frisda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42039

Abstract

Implementasi RME menjadi kewajiban seluruh fasyankes salah satunya rumah sakit sesuai dengan Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 Tentang Rekam Medis Elektronik. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi hambatan implementasi RME di indonesia menggunakan model Human – Organization – Technology (HOT-FIT) khususnya di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pencarian literatur menggunakan database Semantic dan Google Scholar.  Kata kunci yang digunakan yaitu “Hambatan” OR “Evaluasi” “Implementasi” AND “Rekam Medis Elektronik” AND “Human – Organization – Technology (HOT-FIT)” AND “Rumah Sakit”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan implementasi RME mencakup tiga aspek, meliputi 1) Faktor pengguna (Human), meliputi rendahnya penggunaan dan kepuasan pengguna RME. Hal ini disebabkan karena kurangnya pelatihan dan sosialisasi yang diberikan dan fitur-fitur yang masih belum sesuai kebutuhan data dan harapan pengguna. 2) Faktor organisasi (organization), meliputi dukungan manajemen dan pimpinan rumah sakit yang terbatas dalam pemenuhan infrastruktur, pelatihan, sosialisasi, dan pembentukan tim IT. 3) Faktor teknologi (technology) meliputi kualitas sistem dan kualitas informasi yang rendah, meliputi sistem yang masih sering mengalami error, belum adanya sistem tanda tangan elektronik, otomatisasi fitur, dan informasi yang dihasilkan masih belum konsisten. Sehingga hambatan yang dialami rumah sakit dalam implementasi RME meliputi kurangnya pemahaman pengguna dan fitur-fitur RME yang masih belum sesuai, kurangnya dukungan dari pihak manajemen dan pimpinan rumah sakit, sistem yang sering mengalami error, tidak adanya fitur otomatisasi, dan penandatanganan elektronik, serta kualitas informasi yang dihasilkan masih belum sepenuhnya konsisten. 
STUDI SEROLOGI PADA PASIEN SUSPEK DEMAM BERDARAH DI PUSKESMAS BULILI, KOTA PALU Oktafiani, Devi; Putrie, Intania Riska; Walanda, Ryka Marina; Setyawati, Tri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42041

Abstract

Demam berdarah merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dengan angka kejadian yang berulang terutama di negara-negara berkembang. Keberhasilan dalam pengendalian penyakit ini belum tercapai dan demam berdarah telah berevolusi dari wabah epidemi yang bersiklus menjadi wabah yang tidak bersifat musiman. Kurangnya dasar ilmiah, hingga saat ini kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat menjadikan kasus-kasus dengan manifestasi hemoragik dan tingginya angka kematian. Dari segi presentasi klinis, infeksi virus dengue secara klinis mirip dengan banyak demam tropis akut lainnya dan pengujian laboratorium memiliki peran penting dalam diagnosis dini dan manajemen pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran gejala klinis suspek demam berdarah dengue dengan penegakan uji laboratorium menggunakan deteksi IgG, IgM dan NS1 berdasarkan jenis kelamin, yang nantinya dapat dipakai sebagai acuan untuk penatalaksanaan yang tepat untuk menghindari kasus DBD dengan manifestasi berat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional studi. Sampel yang digunakan adalah plasma darah dari 43 pasien dengan gejala klinis demam berdarah yang berobat jalan di Puskesmas Bulili pada bulan Februari-Juni 2024. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Empat puluh tiga sampel plasma dilakukan tes adanya IgG, IgM dan NS1. Hasil tes tersebut didapat 7% positif IgG, 2,3% positif IgM dan 23,25% positif NS1. Gejala klinis yang timbul pada uji laboratorium IgG, IgM dan NS1 tidak spesifik. Uji NS1 harus dilakukan untuk menegakkan diagnosis DBD. Tidak ada hubungan antara deteksi IgG, IgM dan NS1 dengan jenis kelamin dan gejala klinis yang timbul.
PENERAPAN ORAL SENSORIMOTOR THERAPY PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN BBLR DI RUANG PERINATOLOGI RSUD dr. T.C HILLERS MAUMERE Waty, Elisabeth; Elfi, Teresia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42043

Abstract

Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat badan < 2500 gram. Bayi Berat Lahir Rendah akan mengalami banyak masalah antara lain hipotermi, sindrom gawat nafas, perdarahan intra kranial, hiperbilirubineamia dan hipoglikemia, masalah yang lain adalah bayi biasanya tidak mampu untuk melakukan aktivitas minum, sehingga mempunyai masalah pertumbuhan dan perkembangan (Ulfianasari et al., 2023) Hal ini menyebabkan bayi BBLR mengalami kesulitan menghisap dan menelan, kemampuan minum pada bayi dipengaruhi oleh keberadaan refleks rooting (mencari), sucking (menghisap), dan swallowing (menelan) yang akan berubah menjadi terkendali mulai usia 3 bulan dan fungsinya menjadi berkembang, yaitu kemampuan untuk makan dan minum Bayingka kematian BBLR adalah dengan mengatasi masalah yang terjadi dengan reflek hisap yang lemah, yaitu dengan memberikan stimulasi Oral Sensorimotor Therapy sejak dini berupa sentuhan pemijatan terhadap jaringan otot disekitar mulut. Tujuan penelitian ini menjelaskan pengaruh stimulasi oral terhadap reflek hisap bayi BBLR. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil Yang diperoleh adalah terjadinya peningkatan kemampuan otot menghisap dan menelan pada bayi, yaitu pada bayi 1 dan 2  pada hari ketiga diberikan Oral Sensoriotor Therapy otot menghisap dan menelan sudah kuat, lama menyusui bayi pun bertambah. Ditandai dengan peningkatan berat badan menjadi bayi 1 2000 garm, dan bayi 2 1750 gram.  Penerapan Oral Sensorimotor Therapy dapat meningkatkan kemampuan minum bayi, meningkatkan kekuatan, kontrol, dan  koordinasi otot-otot mulu. Kesimpulan terjadi peningkatan pada kemampuan otot refleks menghisap dan menelan pada kedua bayi.
AKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA INFEKSI SALURAN KEMIH PADA WANITA USIA SUBUR Kusumaningsih, Meilia Rahmawati; Sandy, Tika Wulandari; Realita, Friska
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42051

Abstract

Prevalensi infeksi saluran kemih di Indonesia masih cukup tinggi, dengan jumlah 90-100 kasus per 100.000 penduduk pertahun. Perempuan remaja dan dewasa muda adalah kelompok yang paling rentan terkena ISK diantara berbagai populasi berisiko. Penelitian menunjukkan bahwa pada usia 24 tahun, sepertiga wanita akan mengalami setidaknya satu kali riwayat ISK yang memerlukan pengobatan dengan antibiotik dan 40-50% wanita akan mengalami setidaknya satu kali riwayat ISK selama hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil penelitian selama 4 tahun terakhir terkait faktor yang berhubungan dengan gejala infeksi saluran kemih pada wanita usia subur.  Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu literature review. Pencarian artikel ini dilakukan dengan menggunakan database ilmiah seperti Google Scholar dan Pubmed dalam rentang waktu terbit tahun 2019-2023. Berdasarkan penelusuran artikel penelitian ditemukan 13 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor risiko gejala ISK yaitu vulva hygiene yang buruk, kebiasaan menahan BAK, riwayat ISK sebelumnya, pemasangan kateter, dan diabetes mellitus yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih terutama pada wanita usia subur. Kesimpulan yang didapat adalah terdapat hubungan antara vulva hygiene yang buruk, riwayat infeksi saluran kemih berulang, dan kebiasaan menahan buang air kecil dengan gejala infeksi saluran kemih. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif untuk mengendalikan infeksi saluran kemih pada wanita.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MENINGKATNYA KESEMBUHAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MELINTANG TAHUN 2024 Firdiani, Onny; Kusumajaya, Hendra; Anggraini, Rima Berti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42053

Abstract

Tulbelrkullosis paru merupakan penyakit menular yang menjadi salah satu dari 10 penyebab utama kematian diseluruh dunia dari penyakit infeksi (2 peringkat diatas HIV/AIDS). Selama tiga tahun terakhir kasus tulbelrkullosis paru di Puskesmas Melintang mengalami fluktuasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan meningkatnya kesembuhan tulbelrkullosis paru di wilayah kerja Puskesmas Melintang tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Cross-Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien tuberculosis paru yang sembuh dan yang menjalani pengobatan sebanyak 49 orang. Besaran sampel dalam penelitian ini sebanyak 49 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 06-21 Desember 2024 di wilayah kerja Puskesmas Melintang. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden yang kemudian diisi oleh responden. Sebelum mengisi kuesioner responden mengisi informed consent. Data penelitian dianalisis secara univariat dan bivariate menggunakan uji Chi-Square dengan derajat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian diperoleh nilai p-value pengetahuan (0,001) <  (0,05), nilai p-value kepatuhan minum obat (0,016) <  (0,05) dan nilai p-value dukungan keluarga (0,000) <  (0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, kepatuhan minum obat dan pola dukungan keluarga dengan peningkatan kesembuhan tuberculosis paru di wilayah kerja Puskesmas Melintang tahun 2024.
PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN ULKUS DIABETIKUM Hani Oktavira, Sisilia; Hudiyawati, Dian
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42054

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan komplikasi tersering pada pasien diabetes melitus. Ulkus diabetikum dapat ditangani secara medis melalui tindakan debridement yang merupakan prosedur standar dalam perawatannya. Debridement merupakan prosedur pengangkatan jaringan nekrotik atau jaringan yang terinfeksi guna mempercepat proses penyembuhan dan mencegah komplikasi yang lebih parah. Nyeri menjadi masalah utama setelah tindakan debridement. Teknik relaksasi gengam jari dapat menjadi salah satu pilihan strategi non farmakologis dalam asuhan keperawatan untuk menurunkan skala nyeri. Relaksasi genggam jari, sebagai teknik pengendalian nyeri, dapat membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien. Pendekatan holistik ini berfokus pada pemulihan fisik dan emosional pasien untuk meningkatkan kualitas hidup mereka setelah prosedur debridement. Studi ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan terkait dengan nyeri pada pasien post debridement ulkus diabetikum. Metode yang digunakan yaitu dengan pemberian asuhan keperawatan dilaksanakan mulai dari pengkajian data, analisis data, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi melalui pendekatan Evidence Based Practice (EBP). Setelah menerapkan relaksasi genggam jari selama tiga hari berturut-turut didapatkan hasil pasien mengalami penurunan tingkat nyeri dari skala 6 (sedang) menjadi skala 3 (ringan) dengan rata-rata 1 selisih penurunan. Teknik relaksasi genggam jari efektif dalam menurunkan skala nyeri pasien post debridement ulkus diabetikum dan dapat menjadi rekomendasi intervensi mandiri perawat dalam menurunkan nyeri pasien post operasi debridement.  
PENGARUH PAPARAN KONTEN KESEHATAN DI TIKTOK TERHADAP PENGETAHUAN KEHAMILAN SEHAT PADA GEN Z Anjani, Arum Dwi; Aulia, Devy Lestari Nurul; Oktaviona, Niza; Duriyanti, Duriyanti; Andara, Ireza Fuja; Alini, Alini; Al-Hikmah, Nailah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42065

Abstract

TikTok telah menjadi platform yang sangat populer di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z, sebagai sumber informasi kesehatan. Dengan format video pendek yang menarik dan mudah dipahami, konten yang disajikan di TikTok memiliki potensi untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya perawatan kesehatan selama kehamilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis analisis data sekunder yang mencakup tiga sumber utama data: TikTok, Google Trends, dan laporan kesehatan dari organisasi resmi. Data TikTok diambil dari hashtag terkait kehamilan sehat, sedangkan Google Trends digunakan untuk mengamati tren pencarian informasi tentang kehamilan sehat di kalangan Gen Z. Selain itu, laporan kesehatan dari organisasi seperti WHO dan Kementerian Kesehatan RI dijadikan referensi untuk memperoleh gambaran lebih komprehensif tentang tingkat kesadaran kesehatan kehamilan pada generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan konten edukasi kesehatan di TikTok berpengaruh positif terhadap peningkatan kesadaran Gen Z mengenai pentingnya perawatan kesehatan selama kehamilan. Konten yang sering kali berisi tips praktis dan informasi yang mudah dipahami mampu menarik perhatian audiens muda. Namun, penelitian ini juga menyoroti pentingnya verifikasi informasi yang tersebar di TikTok, mengingat tantangan terkait penyebaran misinformasi yang dapat mempengaruhi pemahaman pengguna. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap kualitas dan akurasi informasi menjadi hal yang sangat penting dalam memanfaatkan platform ini sebagai sumber edukasi.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAKTU TUNGGU PELAYANAN UNIT FARMASI RAWAT JALAN : LITERATUR REVIEW Ummah, Habibatul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42070

Abstract

Waktu tunggu pelayanan farmasi di rumah sakit merupakan indikator utama dalam menilai kualitas layanan dan kepuasan pasien. Waktu tunggu yang melebihi standar pelayanan minimal dapat menyebabkan ketidakpuasan pasien serta menurunkan efisiensi pelayanan farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan resep di unit farmasi rawat jalan. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan sumber data dari database Garuda dan Google Scholar. Dari hasil pencarian, ditemukan 608 artikel yang kemudian disaring menjadi 4 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang berkontribusi terhadap panjangnya waktu tunggu meliputi keterbatasan jumlah dan kompetensi sumber daya manusia (SDM), ketidakefisienan alur proses layanan, kelengkapan standar operasional prosedur (SOP), serta keterbatasan fasilitas dan sarana prasarana pendukung. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor internal maupun eksternal memiliki pengaruh terhadap waktu tunggu pelayanan farmasi. Oleh karena itu, diperlukan strategi peningkatan kualitas layanan, seperti penambahan jumlah dan peningkatan kompetensi tenaga kefarmasian, optimalisasi alur pelayanan, serta pengadaan fasilitas yang lebih memadai. Implementasi teknologi dalam sistem antrean dan pencatatan resep juga menjadi solusi efektif dalam mengurangi waktu tunggu pelayanan farmasi.