cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
HUBUNGAN PELAKSANAAN STBM DENGAN KASUS KUSTA BARU DI PROVINSI JAWA TIMUR (2020-2022) Rahmawati, Ria Maulida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42817

Abstract

Kusta masih menjadi isu kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan beban kasus tertinggi. Faktor lingkungan, terutama sanitasi yang tidak memadai, berperan penting dalam penyebaran Mycobacterium leprae. Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) memiliki tujuan meningkatkan akses sanitasi dan kebersihan, yang berpotensi mengurangi risiko penularan kusta. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk melakukan analisis hubungan antara pelaksanaan program STBM dan kejadian kasus kusta baru di Provinsi Jawa Timur. Pendekatan deskriptif diterapkan dengan desain studi ekologi korelasional. Unit analisis mencakup 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, dengan data sekunder dari Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur periode 2020–2022. Variabel independen adalah pelaksanaan program STBM, sedangkan variabel dependen adalah kejadian kasus baru kusta. Analisis data dilakukan dalam dua tahap: analisis deskriptif menggunakan QGIS untuk memetakan distribusi kasus dan cakupan STBM, serta analisis korelasi Rank Spearman untuk menilai hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cakupan program STBM berhubungan negatif dengan kejadian kasus baru kusta (p < 0,05), di mana kabupaten/kota dengan implementasi STBM yang lebih baik memiliki angka kejadian kusta yang lebih rendah. Pelaksanaan desa STBM yang optimal berperan dalam menurunkan kejadian kasus kusta baru melalui peningkatan kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi multisektor untuk memperkuat implementasi STBM serta mengatasi stigma sosial terhadap penderita kusta guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan.
HUBUNGAN BEBAN KERJA MENTAL DAN BEBAN KERJA FISIK TERHADAP PATIENT SAFETY PADA PERAWAT DAN BIDAN DI UPTD PUSKESMAS AEK HABIL KOTA SIBOLGA TAHUN 2024 Utama, Imam; Abdullah, Asnawi; Hasnur, Hanifah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42822

Abstract

Keselamatan pasien adalah masalah global yang dipengaruhi faktor sistem dan manusia, menyebabkan kelelahan dan penurunan kualitas layanan perawat serta bidan. Penelitian ini mengukur beban kerja mental dan fisik terhadap keselamatan pasien pada perawat dan bidan di Puskesmas Aek Habil, Kota Sibolga. Menggunakan desain cross-sectional, sampel terdiri dari 25 perawat dan 23 bidan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi pada 1–6 Juli 2024, dianalisis dengan uji chi-square menggunakan SPSS. Hasil penelitian di Puskesmas Aek Habil menunjukkan bahwa perawat dan bidan yang berjenis kelamin perempuan 89,58% dan laki-laki 10,42%. Perawat dan bidan yang berumur di bawah 30 Tahun 22,90% dan berumur di atas 30 tahun 77,10%. Perawat dan bidan yang sudah menikah 75% dan belum menikah 25%. Perawat dan bidan yang mengalami beban kerja mental ringan 4,17%, beban kerja mental sedang 64,58% dan beban kerja mental berat 31,25%. Perawat dan bidan yang mengalami beban kerja fisik ringan 2,08%, beban kerja fisik sedang 41,67% dan beban kerja fisik berat 56,25%. Perawat dan bidan memiliki penerapan Patient Safety baik 70,83% Sedangkan penerapan Patient Safety kurang baik 29,17%. Dari analisis bivariat diperoleh hasil tidak ada hubungan antara Patient Safety terhadap beban kerja mental (P = 0,177), jenis kelamin (P = 0,083), status pernikahan (P = 0,121) dan ada hubungan antara Patient Safety terhadap umur (P = 0,040), beban kerja fisik (P = 0,001). Perawat dan bidan di Puskesmas Aek Habil rata-rata mengalami beban kerja mental sedang dan beban kerja fisik berat. Diperlukan upaya menjaga kondisi kerja agar stres tetap terkendali sehingga pelayanan tetap optimal.
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN TEKANAN DARAH PADA MAHASISWA Tsany, Sasna Fauziah; Rahim, Anita Faradilla; Rahmanto, Safun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42823

Abstract

Tekanan darah yang terlalu tinggi dikenal sebagai hipertensi, dan dapat berperan penting dalam perkembangan penyakit kardiovaskular. Di antara faktor risiko hipertensi pada remaja adalah pilihan gaya hidup masa kini, seperti merokok, mengonsumsi makanan berlemak, berkalori, dan berkolesterol tinggi, serta tidak berolahraga. Selain itu, karena obesitas dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar lipid, yang pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular, maka obesitas merupakan faktor risiko. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan korelasi antara tekanan darah mahasiswa dengan obesitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian cross-sectional dan teknik survei di Universitas Muhammadiyah Malang. Sebanyak tiga puluh mahasiswa fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang menjadi sampel penelitian. Dengan menggunakan purposive sampling, sampel dipilih berdasarkan sejumlah kriteria, termasuk berusia antara 19 dan 23 tahun dan memiliki BMI lebih dari 25 kg/m2. Tekanan darah merupakan variabel dependen penelitian, sedangkan obesitas merupakan variabel independennya. Instrumen pengumpulan data meliputi timbangan, tensiometer digital untuk pengukuran tekanan darah, dan mikrotoise untuk perhitungan BMI. Uji Pearson, yang digunakan untuk pengujian statistik, menghasilkan nilai P sebesar 0,542. Karena itu, nilai p lebih besar dari α. Penelitian menemukan bahwa anak muda yang mengalami obesitas sering kali memiliki tekanan darah lebih tinggi daripada anak muda yang memiliki berat badan rata-rata. Orang yang mengalami obesitas mungkin memiliki tekanan darah tinggi karena kombinasi variabel gaya hidup, termasuk makanan dan aktivitas. Temuan tersebut tidak mengungkapkan hubungan antara lemak tubuh dan tekanan darah
HUBUNGAN KEPADATAN PENDUDUK DAN KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI PROVINSI RIAU TAHUN 2020-2022 Eprili, Zahra Namira Masya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42825

Abstract

Demam Berdarah Dengue adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh salah satu dari 4 virus dengue yaitu dengue 1, 2, 3, atau 4 (DENV1–4). Persentase kabupaten/kota dengan IR demam berdarah ≤ 10 per 100.000 penduduk di Provinsi Riau hanya mencapai 8,33%. Persentase ini belum memenuhi target indikator dari rencana strategis 2020-2024 yaitu persentase kabupaten/kota yang memiliki IR DBD ≤ 10 per 100.000 penduduk sebesar 85%.  Dengan case fatality rate (CFR) Provinsi Riau sebesar 1,02 %. CFR ini melebihi batas 0,7% yang telah ditetapkan pada target nasional penanggulangan dengue. Meningkatnya kasus demam berdarah dapat terjadi karena sebab yang multifaktorial seperti perubahan iklim, evolusi virus, dan faktor-faktor sosial seperti pesatnya urbanisasi dan pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk akan menyebabkan kepadatan penduduk. Penularan penyakit DBD akan lebih mudah terjadi pada kepadatan penduduk yang lebih padat. Peneliti|an ini menggun|ak|an pendek|at|an deskriptif deng|an des|ain studi korel|asi popul|asi. Pengumpul|an d|at|a dikuk|an deng|an menggun|ak|an d|at|a sekunder. D|at|a di|an|alis deng|an menggun|ak|an uji korel|asi Spe|arm|an. H|asil uji korel|asi Spe|arm|an menunjukk|an  b|ahw|a terd|ap|at hubung|an |an|at|ar|a kep|ad|at|an penduduk d|an juml|ah k|asus dem|am berd|ar|ah di Provinsi Ri|au p|ad|a t|ahun 2020 dan 2022 dengan p value sebesar 0.038 dan 0.007 ( p-value < 0.05) dengan koefisien korelasi sebesar 0.602 dan 0,725 Terdapat hubungan anatara kepadatan penduduk dan jumlah kasus demam berdarah di Provinsi Riau pada tahun 2020 dan 2022 dengan nilai positif dan kekuatan korelasi moderat dan kuat
SOSIALISASI DAN EDUKASI BAKPAO KELOR SEBAGAI ALTERNATIF HIDANGAN ANTI STUNTING DI DESA PENANGGUNGAN, MOJOKERTO Khoirunnisa, Tiara Eka Pramudita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42829

Abstract

Di Indonesia, stunting masih menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki permasalahan gizi yang cukup tinggi, termasuk di Desa Penanggungan, Kota Mojokerto. Kurangnya asupan gizi pada anak usia dini berkontribusi terhadap masalah ini, yang berpotensi mempengaruhi pertumbuhan fisik serta perkembangan kognitif anak. Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu sumber pangan lokal yang kaya akan nutrisi termasuk protein, kalsium, zat besi, dan vitamin A, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif makanan tambahan bagi anak. Upaya mengatasi stunting dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan guna mengubah pola pemberian makanan pada anak melalui edukasi gizi yang tepat untuk mencegah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi edukasi kepada kader kesehatan dan anggota PKK mengenai stunting, penyebabnya, serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak melalui pemanfaatan daun keelor untuk mencegah stunting. Program sosialisasi dilakukan kepada kader kesehatan dan anggota PKK dengan memberikan edukasi tentang stunting serta manfaat daun kelor melalui ceramah dan pemutaran video. Pengukuran efektivitas sosialisasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan partisipan secara signifikan. Rata-rata nilai pre-test yang awalnya sebesar 48,57 meningkat menjadi 87,71 pada post-test. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan stunting dan pemanfaatan daun kelor. Sosialisasi dan edukasi mengenai bakpao kelor sebagai alternatif makanan anti-stunting terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Diharapkan dengan pemanfaatan bahan pangan lokal seperti daun kelor, angka stunting di Desa Penanggungan dapat berkurang.  
GAMBARAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN METODE CVL DI PT. ALBEA SURABAYA Kurniawan, Faradila Aulia; Widajati, Noeroel
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42835

Abstract

Salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kelelahan pada pekerja adalah beban kerja fisik. Utamanya untuk pekerjaan seperti manual handling yang membutuhkan kemampuan fisik atau otot yang tinggi. Kelelahan kerja dari tingkat ringan hingga berat dapat dialami oleh pekerja apabila beban kerja yang diterimanya terlalu tinggi. Sehingga, harus terdapat keseimbangan beban kerja yang diterima oleh pekerja dengan kemampuan fisik pekerja untuk menghindari terjadinya kelelahan. Metode Cardiovascular Load (%CVL) merupakan sebuah metode untuk menganalisis beban kerja fisik yang dialami pekerja dengan cara membandingkan antara denyut jantung maksimal dan denyut jantung saat bekerja Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan menganalisis beban kerja fisik pada pekerja di unit Material Preparation Coloring (MPC) PT. Albea Surabaya menggunakan metode Cardiovascular Load (%CVL). Desain penelitian adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode observasional. Data dikumpulkan melalui pengukuran denyut nadi istirahat (DNI) dan denyut nadi kerja (DNK) dari 13 pekerja unit MPC menggunakan alat oxymeter. Nilai CVL dihitung berdasarkan rumus perbandingan antara denyut nadi maksimal dan denyut nadi saat bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima pekerja yang mengalami beban kerja berkategori sedang dan diperlukan perbaikan meskipun tidak mendesak. Pekerja dengan aktivitas transfer material dan operator mesin memiliki nilai %CVL yang lebih tinggi dibandingkan pekerja di bagian lain. Selain itu, pekerja dengan usia lebih tua cenderung memiliki nilai %CVL lebih tinggi dibandingkan pekerja dengan usia lebih muda. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa pekerja di unit MPC yang memiliki beban kerja fisik yang memerlukan perbaikan.
ANALISIS RIWAYAT DOSIS DAN KESEHATAN PEKERJA RADIASI DI INSTALASI RADIOLOGI RS PKU MUHAMMADIYAH BANTUL DAN RS PANTI NUGROHO SLEMAN Nursan Alfarizi, Salman; Utami, Asih Puji
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42842

Abstract

Instalasi Radiologi adalah unit penting di rumah sakit yang berfungsi memberikan layanan diagnostik dan intervensi medis. Namun, paparan radiasi pengion dapat memberikan risiko kesehatan bagi pekerja radiasi. Untuk memastikan keselamatan mereka, diperlukan pemantauan dosis radiasi dan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis riwayat dosis radiasi dan kesehatan pekerja di Instalasi Radiologi RS PKU Muhammadiyah Bantul dan RS Panti Nugroho Sleman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi dari 12 radiografer di RS PKU Muhammadiyah Bantul serta 6 radiografer di RS Panti Nugroho Sleman. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dosis radiasi yang diterima pekerja di Instalasi Radiologi RS PKU Muhammadiyah Bantul dan RS Panti Nugroho Sleman masih dalam batas aman sesuai regulasi BAPETEN. Namun, pemantauan dosis belum dilakukan secara konsisten oleh semua pekerja. Pemeriksaan kesehatan menunjukkan kadar hemoglobin normal, tetapi beberapa pekerja mengalami peningkatan leukosit dan gangguan fungsi hati, serta kasus leukosituria pada tes urin. Penelitian ini menunjukkan bahwa dosis radiasi pekerja di Instalasi Radiologi RS PKU Muhammadiyah Bantul dan RS Panti Nugroho Sleman masih dalam batas aman sesuai regulasi BAPETEN. Pemantauan dosis dilakukan berkala, namun beberapa pekerja belum rutin karena status kepegawaian. Pemeriksaan kesehatan menunjukkan kadar hemoglobin normal, tetapi ada peningkatan leukosit, gangguan fungsi hati, dan kasus leukosituria
DAMPAK PENERAPAN INTEROPERABILITAS REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI RUMAH SAKIT : SEBUAH TINJAUAN SISTEMATIS Fatharanni, Mentari Olivia; Ilyas, Yaslis
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42847

Abstract

Rekam Medis Elektronik (RME) telah menjadi bagian penting dalam layanan kesehatan modern, namun fragmentasi data dan kurangnya interoperabilitas antar sistem masih menjadi tantangan utama. Fragmentasi ini dapat menghambat efisiensi pelayanan dan meningkatkan risiko kesalahan dalam perawatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak penerapan interoperabilitas RME terhadap peningkatan layanan rumah sakit, terutama dalam hal efisiensi dan keselamatan pasien. Penelitian ini menggunakan desain tinjauan sistematis berdasarkan pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan di database ProQuest, PubMed, dan SpringerLink dengan kata kunci "Rekam Medis Elektronik", "Interoperabilitas", dan "Pertukaran Informasi Kesehatan". Jurnal yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir dan berkaitan dengan layanan rumah sakit dipilih sebagai sampel. Data dianalisis secara deskriptif dengan metode naratif.  Dari 370 artikel yang diidentifikasi, tujuh artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan interoperabilitas RME dapat meningkatkan efisiensi dalam transfer pasien, mengurangi kesalahan transkripsi data, serta memperluas akses informasi pasien secara real-time di berbagai fasilitas kesehatan. Selain itu, interoperabilitas RME berkontribusi pada peningkatan koordinasi perawatan antar penyedia layanan. Namun, beberapa penelitian juga mencatat adanya potensi risiko terhadap keamanan pasien, terutama jika sistem RME tidak diterapkan dan dikelola dengan benar. Penerapan interoperabilitas RME memberikan dampak positif pada peningkatan kualitas layanan rumah sakit, terutama dalam hal efisiensi dan keamanan pasien. Meskipun demikian, tantangan terkait dengan pelatihan tenaga kesehatan dan keamanan data masih perlu diatasi untuk memaksimalkan manfaat RME.
BAHAN ALAM YANG BERPOTENSI SEBAGAI LARVASIDA BIOLOGIS DALAM UPAYA PENGENDALIAN INFEKSI DENGUE DI INDONESIA Zahra, Regina Oktavia; Hidayat, Emma Mardliyah; Pontjosudargo, Fransiska Ambarukmi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42856

Abstract

Infeksi dengue merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, terutama di Indonesia. Pengendalian vektor nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan. Penggunaan larvasida kimia dalam jangka panjang berisiko menimbulkan pencemaran lingkungan dan resistensi nyamuk. Oleh karena itu, penelitian mengenai bahan alam sebagai larvasida biologis menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahan alam yang berpotensi sebagai larvasida biologis dalam pengendalian vektor infeksi dengue serta mekanisme kerja zat aktifnya terhadap larva nyamuk. Penelitian ini merupakan Literature Review yang menggunakan artikel ilmiah dari tiga database utama, yaitu pubmed, science direct, dan google scholar data yang diambil dari waktu 10 tahun terakhir dari 2014-2024. Pencarian dilakukan dengan menggunakan kata kunci spesifik terkait larvasida biologis dan infeksi dengue. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Proses pemilihan artikel dilakukan menggunakan PRISMA flowchart hingga ditemukan 15 artikel yang relevan. Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa beberapa bahan alam, seperti ekstrak biji rambutan, tembakau, limau kuit, lidah buaya, dan lumut kerak memiliki efektivitas tinggi dalam membunuh larva aedes sp. Kandungan zat aktif seperti saponin, flavonoid, tanin, dan alkaloid bekerja dengan cara menghambat aktivitas enzim pencernaan, merusak sistem pernapasan larva, serta mengganggu transmisi impuls saraf, yang berujung pada kematian larva. Biolarvasida berbahan alam menunjukkan efektivitas tinggi dalam membunuh larva nyamuk dengan tingkat toksisitas yang lebih rendah dibanding larvasida kimia. Dapat disimpulkan bahwa bahan alam berpotensi menjadi solusi ramah lingkungan dalam pengendalian vektor dengue.
PERBANDINGAN VIABILITAS PROBIOTIK SOYGHURT BEKU-KERING PADA PERMEN KARAMEL ANTARA SUHU RUANGAN DAN LEMARI ES Hermadiana, Shaliza Putri; Nawangsih, Eka Noneng; Laksono, Rudy Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42857

Abstract

SNI 2891:2009 menetapkan standar minimal bakteri asam laktat (BAL) produk yoghurt yaitu minimal 107 CFU/mL. Soyghurt merupakan produk fermentasi kacang kedelai dan ditambahkan kultur bakteri asam laktat (BAL) kedalamnya. Keunggulan soyghurt antara lain, rendah lemak jenuh, kaya antioksidan, dan mengandung oligosakarida sebagai prebiotik untuk mendukung pertumbuhan probiotik. Untuk mempertahankan viabilitas probiotik pada soyghurt, metode pengeringan beku dan mikroenkapsulasi dengan krioprotektan yaitu inulin dan sukrosa membantu mencegah kerusakan bakteri saat proses pengeringan beku. Permen karamel mengandung glukosa dan laktosa yang dapat menjadi nutrisi bagi pertumbuhan probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas probiotik pada permen karamel yang disimpan pada minggu pertama dan keempat di suhu ruangan dan suhu lemari es menggunakan metode TPC (Total Plate Count). Pada minggu pertama, jumlah koloni probiotik pada kedua suhu tersebut adalah 104 CFU/mL, sedangkan pada minggu keempat meningkat menjadi 107 CFU/mL. Uji normalitas menunjukkan nilai p<0,05 sehingga dilanjutkan dengan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan perbedaan signifikan pada jumlah koloni antara minggu pertama dan minggu keempat (p=0,033, p<0,05) mengindikasikan bahwa lama waktu penyimpanan dengan ketersediaan nutrisi yang memadai dapat mendukung viabilitas probiotik.  Selain itu, perbandingan jumlah koloni antara penyimpanan pada suhu ruangan dan suhu lemari es menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,008, p<0,05) penyimpanan pada suhu lemari es lebih efektif dalam mempertahankan viabilitas probiotik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa waktu dan suhu penyimpanan secara signifikan mempengaruhi viabilitas probiotik.